28 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 13847

BEAST Manggung di Jakarta

Satu lagi idola KPop siap manggung di Indonesia. Boyband BEAST akan mengunjungi Jakarta 17 Maret mendatang. BEAST akan hadir dalam gelaran ‘BEAST Beautiful Show’. Konser tersebut akan digelar di JITEC Mangga Dua Square, Jakarta.

“BEAST akan menampilkan hits dan banyak lagi dari album terbaru mereka,” ujar Marketing Director Marygops Studios selaku promotor Neelam Vaswani dikutip dari situs resmi mereka.

BEAST dipilih promotor yang juga pernah membawa 2PM itu karena dinilai memiliki banyak fans di Indonesia. Selain Indonesia, mereka juga mengunjungi 17 kota dan 12 negara di Asia, Eropa, Amerika Utara, dan Amerika Selatan.

“Dari survei yang kami lakukan pada penikmat musik di Indonesia lewat Twitter, banyak fans yang meminta BEAST untuk tampil di Jakarta,” ujar Project and Creative Director Marygops Studios Peter Harjani.

Harga tiket dibanderol mulai Rp 500 ribu. Tiket konser  Boyband pelantun ‘Fiction’ BEAST  itu dibagi atas 5 kelas. Paling mahal adalah Diamond dengan harga Rp 1,75 juta dan termurah adalah Bronze yang dijual seharga Rp 500 ribu.

Penjualan akan dibuka mulai 11 Februari 2012 mendatang. Tiket dijual secara online dan offline di rajakarcis.com dan tiket.com. Yoon Doojoon, Jang Hyunseung, Yong Junhyung, Yang Yoseob, Lee Gikwang, dan Son Dongwoon akan tampil di Jakarta International Event & Convention Centre (JITEC) Mangga Dua Square (dtc)

Fadly Reses dengan 500 Kader PPP

TEBING TINGGI- Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, H Fadly Nurzal SAg menggelar reses di Kantor PAC PPP Jalan Gatot Subroto, Lingkungan I, Kelurahan Pabatu, Kota Tebingtinggi, Rabu (8/2) siang.  Acara itu dihadiri 500 kader PPP dan masyarakat.

Dalam paparannya, Fadly Nurzal menyebutkan PPP akan terus mengunjungi masyarakat dan merupakan satu-satunya partai yang berlandaskan Islam.
“Selain itu PPP adalah partai Islam yang terbuka untuk agama Islam dan syarat masuk PPP bisa mengucap dua kali masyahadat. Pengurus PPP yang menyimpang dari ajaran Islam akan diperingati dan apabila juga tidak berubah terpaksa harus dikeluarkan secara paksa, bila perlu saya langsung yang memecatnya,” tegas Fadly Nurzal.

Masih menurut dia, PPP adalah simbol persatuan umat Islam di Indonesia dan PPP merupakan rumah besar partai Islam yang ada di Indonesia sekarang ini. Kedepan parti Islam ini akan diperhitungkan kekuatannya oleh partai lain.

“Kami berharap kader PPP dan masyarakat tetap mendukung PPP menjadi partai Islam terbesar di 2014 dengan waktu yang singkat ini kita bisa meraih suara terbesar dalam pemilihan kursi legislatif mendatang,” terang  Fadly  Nurzal.

Dalam reses tersebut, terjadi dialog dengan warga dan kader PPP Kota Tebingtinggi, salah seorang warga sekitar, Anwar Marpaung menyampaikan jalan di tempat tinggalnya di Jalan Danau Poso rusak parah, tetapi tidak pernah ada perbaikan.

Upaya telah dilakukan warga dengan memasukan dalam Musrembang tingkat Kelurahan dan Kecamatan tetapi tidak juga terealisasi.
Menyikapi hal tersebut, Fadly Nurzal akan mengupayakan kerjasama dengan Pemerintah Kota Tebingtinggi agar pemimpin daerah lebih memperhatikan masyarakatnya.

“Akan saya telepon wali kotanya, mengapa jalan tak kunjung diperbaiki,”  jawab Fadly.
Sementara itu Ketua DPC PPP Kota Tebingtinggi, Syahbuddin Abduh Hasibuan SH mengungkapkan walapun anggota DPRD di Kota Tebingtinggi tidak ada, namun PPP akan tetap berbuat yang terbaik di tengah-tengah masyarakat. Menjadikan PPP di Kota Tebingtinggi kedepan lebih dicintai masyarakat. (*/mag-3) adalah ajaran sesat yang harus dibubarkan,” jelas Abduh.  (mag-3)

Si Cantik Penghuni ‘Rumah Bekas Kuburan’

Martina Tesela

Martina Tesela Panjaitan adalah aktris pendatang baru yang kini ikut meramaikan dunia perfilman Tanah Air. Aktingnya di film layar lebar ‘Rumah Bekas Kuburan’ sukses membuatnya menuai pujian.

“Ini film layar lebar pertama aku. Senang banget sih rasanya karena banyak yang bilang aktingku bagus,” ungkapnya antusias.
Dalam film tersebut, Martina memerankan tokoh Susan, seorang mahasiswi sastra yang suka menulis cerita horor. “Jadi dia itu rasa penasarannya lebih tinggi dibandingkan dengan teman-temannya,” terangnya.

Perempuan kelahiran Jakarta, 22 April 1991 itu berkata, tak mudah untuk bisa bermain dalam film tersebut. Makanya ia mengaku berusaha mati-matian agar bisa memerankan tokoh Susan tersebut.

“Waktu itu sutradaranya Bang Irwan Siregar bilang, aku bisa dapat peran itu asal mau belajar terus. Kalau nggak bagus, katanya aku bakalan diganti. Makanya aku berusaha keras. Untungnya sih nggak diganti ya,” kisahnya seraya tertawa.

Seperti apa usahanya? “Aku terus belajar sama acting coach aku setiap hari. Kebetulan manager aku pernah main film juga, jadi aku banyak belajar juga sama dia. Satu lagi yang pasti sih diet supaya terlihat bagus di kamera. Hahaha,” paparnya.

Tak hanya itu, layaknya cerita yang senantiasa menyertai proses pembuatan film horor, pemilik tinggi 168cm dan berat 48kg itu juga punya pengalaman mistis. Bungsu dari dua bersaudara itu mengisahkan, banyak pengalaman mistis terjadi saat melakoni syuting di sebuah rumah di daerah Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Namun, ia mengaku tak takut.

“Pernah aku lagi ngaca, di sampingnya itu ada sofa dan kayak ada yang duduk. Tapi pas aku lihat, nggak ada. Banyak juga kru yang kesurupan sampai dipulangkan. Kaca jendela jatuh sendiri sampai kena orang. Katanya sih rumah itu memang angker,” tuturnya dengan mimik wajah serius.
Sejaun ini, pengagum aktris Sandra Bullock itu mengaku serius terjun ke dunia film.

Sebelumnya ia telah bermain di beberapa judul sinetron seperti ‘Pejantan Cantik’, ‘Dua Dewi’, dan ‘Janji Cinta Aisyah’. Selain itu ia juga pernah membintangi FTV ‘Cinta di Atas Sepotong Rolade’ dan ‘Love is Magic’. (bar/mmu/dtc)

DPRD Suruh Bongkar, Unpri tak Mau

MEDAN- Universitas Prima Indonesia (Unpri) diminta menyerahkan jalan ke lebar semula yaitu 4,5 meter yang sekarang hanya 3,3 meter. Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Medan diminta membongkar bangunan jika ada yang menyalahi aturan.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas TRTB Ali Tohar mengatakan sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW), lebar Jalan Belanga 6 meter. Namun setelah ada pengaduan masyarakat, pihaknya turun ke jalan untuk mengukur kembali dan terbukti Unpri mempersempit jalan dengan memindahkan pagar ke bagian depan. Akibatnya, lebar jalan menyempit menjadi 3,5 meter.

“Setelah kami turun ke lapangan, terbukti bahwa Unpri membongkar bangunan lama ke bagian depan jadi mempersempit jalan. Unpri memakai 1,75 meter,” katanya memberikan penjelasan di hadapan anggota dewan, di ruang rapat badan anggaran (banggar) DPRD Medan.

Karena itu, pihaknya sudah menyampaikan surat pemberhentian pelaksanaan pembangunan. Namun karena tidak di gubris, pihaknya kembali mengeluarkan surat yaitu surat peringatan untuk membongkar bangunan sendiri, serta surat pemberitahuan pengosongan lokasi untuk pembongkaran dan akhirnya langsung dilakukan pembongkaran karena tidak digubris oleh pihak yayasan.

Sekretaris Komisi D DPRD Medan, Muslim Maksum saat rapat dengar pendapat (RDP) antara masyarakat Jalan Belanga, Medan Petisah dengan pihak Unpri dan mahasiswa, kecamatan dan kelurahan, serta Dinas TRTB di DPRD Medan, Rabu (8/2) mengatakan, Unpri harus menyerahkan kembali luas tanah yang telah dipakai sehingga mempersempit Jalan Belanga karena telah menyalahi aturan. Terbukti, garis sepadan bangunan (GSB) tidak sesuai dengan izin yang diberikan.

Kuasa Hukum Yayasan Unpri, Marolop Butarbutar mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan hak milik Unpri untuk badan jalan karena sesuai dengan pengukuran Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan dan sertifikat yang ada.

Sementara tim terpadu Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan membongkar bangunan tembok yang tidak memiliki surat izin mendirikan bangunan (SIMB) di Jalan Merpati, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal, Rabu (8/2) siang.

Sebelumnya, Senin (6/2), Dinas TRTB Medan juga membongkar bangunan perumahan elit Karya Quality di Jalan Damai, Kelurahan Sei Agus, Kecamatan Medan Barat. (adl)

Berdayakan Kaum ODHA

MEDAN- Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sangat penting untuk diberdayakan. Diharapkan ODHA tidak menstigma dirinya sendiri dan pelayanan kesehatan bagi pengidap agar lebih ditingkatkan. Demikian dikatakan Kadis Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG, dalam seminar Pemberdayaan ODHA sebagai bagian penting dalam penanggulangan HIV/AIDS, yang diadakan LSM Medan Plus, Rabu (8/2).

“Ada dua stigma HIV/AIDS yaitu stigma yang datang dari ODHA sendiri dan stigma dari luar ODHA seperti masyarakat, petugas kesehatan. Tapi kita harapkan bagaimana agar ODHA itu tidak menstigma dirinya sendiri serta pelayanan kesehatan lebih ditingkatkan,” katanya.

Sementara Ketua Perhimpunan Dokter Peduli AIDS Indonesia (PDPAI) Sumatera Utara, dr Umar Zein SpPD mengatakan, tujuan pengobatan (pemberian ARV) bagi ODHA untuk menekan replikasi HIV sampai tidak terdeteksi di dalam darah.

Selain itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan meningkatnya kadar CD4, menurunkan angka kematian akibat AIDS sampai nol. “Menurunkan angka penularan HIV sampai tidak ditemukan kasus baru dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” katanya.

Berdasarkan fakta penelitian di heterosexual HIV-1 Transmision After Initiation of ART, kata Umar Zein, disimpulkan ODHA yang minum Antiretroviral (ARV) akan mengurangi penularan ke pasangan heteroseksualnya sebesar 92 persen. Pentingnya memperluas dan meningkatkan tes HIV untuk selanjutnya diteruskan dengan pengobatan.

Tambahnya, berdasarkan penelitian dari 9 negara diantaranya Amerika, Baostwana, Brazil, India, Kenya, Malawi, South Africa, Thailand dan Zimbabwe pada April 2005 terhadap 1.763 pasangan ODHA, diketahui pengidap yang mendapat pengobatan ARV segera setelah diketahui terinfeksi HIV. (mag-11)

Telkomsel Raih 4 Top Brand Award 2012

Telkomsel kembali meraih sekaligus 4 penghargaan Top Brand 2012, di mana kedua layanan broadband, yakni TELKOMSELFlash dan BlackBerry Internet Service Telkomsel, meraih pengakuan sebagai yang terbaik. Telkomsel juga memperoleh penghargaan sebagai yang terbaik untuk kedua produk SIM Card, yakni simPATI (prabayar) dan kartuHALO (paskabayar) selama tiga belas kali berturut-turut.

Penghargaan Top Brand 2012 didasarkan pada hasil survei lembaga independen Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing terhadap ratusan merk dari berbagai kategori industri. Survei dalam skala nasional dilakukan untuk mengevaluasi kinerja merk berdasarkan tiga parameter, yakni: mind share, market share, dan commitment share untuk kemudian diperoleh indikator kekuatan merek yang disebut Top Brand Index (TBI).

Survei Top Brand 2012 dilakukan terhadap 3.600 responden yang tersebar di enam kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar. Para responden tersebut terdiri dari berbagai lapisan masyarakat berusia 15 hingga 65 tahun dengan tingkat sosial ekonomi A hingga E.

Produk-produk Telkomsel berhasil memperoleh TBI tertinggi dari indeks produk sejenis yang beredar di pasar. Telkomsel berhasil meraih penghargaan sebagai penyedia layanan mobile internet terbaik melalui layanan TELKOMSELFlash dengan nilai TBI 44,2%. Sedangkan untuk kategori layanan BlackBerry, Telkomsel meraih nilai TBI 38,3%. Untuk kategori SIM Card Prabayar, nilai TBI simPATI 37,1%. Sementara untuk kategori SIM Card Paskabayar, nilai TBI kartuHALO 71%.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, “Penghargaan Top Brand untuk kedua layanan broadband Telkomsel merupakan wujud kepercayaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mobile lifestyle di era layanan berbasis data saat ini. Kami juga berterima kasih kepada masyarakat karena telah mempercayakan solusi layanan komunikasinya kepada dua produk andalan Telkomsel, yakni simPATI dan kartuHALO.”

Layanan akses internet berkecepatan tinggi TELKOMSELFlash telah digunakan oleh sekitar 8 juta pelanggan. Untuk layanan BlackBerry, Telkomsel kini dipercaya melayani lebih dari 3,5 juta pelanggan, yang mengukuhkan Telkomsel sebagai penyedia layanan BlackBerry dengan jumlah pelanggan terbanyak diIndonesia.

“Tantangan yang dihadapi di tahun 2012 jauh lebih besar karena Telkomsel sudah fokus dalam menghadirkan layanan broadband  dengan kualitas terdepan. Telkomsel akan mengekspansi kota broadband, di mana saat ini telah tersedia di 44 kota dan ditargetkan mampu menjangkau 100 kota di akhir tahun ini. Dengan demikian, di kota-kota tersebut akan tersedia jaringan dan layanan yang bisa terhubung dengan TELKOMSELFlash maupun smartphone,” tambah Sarwoto.

Telkomsel dinilai telah berhasil mengatur strategi merk produknya dengan menerapkan pemikiran strategis dalam membangun merek. Selain karena memiliki tingkat loyalitas merk yang relatif tinggi, Telkomsel juga memiliki tingkat perceived quality yang baik. Hal ini terjadi karena Telkomsel memang memiliki kualitas produk dan layanan yang baik dan dibangun melalui komunikasi yang konsisten mengenai persepsi kualitas.

Kesuksesan meraih 4 penghargaan Top Brand Award di tahun 2012 ini melengkapi berbagai penghargaan yang telah diterima Telkomsel. Dalam pencapaian sebelumnya, Telkomsel secara berturut-turut juga berhasil mempertahankan Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) selama 11 tahun berturut-turut, Indonesia Best Brand Award (IBBA) selama 8 tahun, Service Quality Award (SQA) selama 5 tahun, dan Best Call Center Award selama 5 tahun. Bahkan di tingkat internasional, Telkomsel menjadi satu-satunya operator di Asia yang mampu mempertahankan gelar “Operator of The Year” selama 5 tahun berturut-turut di ajang Asian Mobile News Award.

Kejatisu Bakal Gelar Perkara

Dugaan Korupsi Dishub Medan Rp24 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) makin intensif melakukan pengusutan dugaan korupsi retribusi parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Medan 2010-2011 senilai Rp24 miliar. Kepada wartawan, kemarin (6/2), Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution mengatakan, pihaknya bakal melakukan gelar perkara kasus tersebut. Gelar perkara dilakukan untuk mengetahui berapa besar kerugian negara.

“Saat ini kita masih melakukan penyelidikan yang lebih mendalam, terkait dugaan penyelewengan dana retribusi parkir di Dinas Perhubungan Kota Medan. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat dilakukan gelar ekspos (gelar perkara, Red). Intinya gelar ekspos itu tindakan lebih lenjut dari penyelidikan yang dilakukan tim atas penyelewengan dana retribusi parkir,” ujar Jufri.

Sebelum dilakukan gelar perkara, pihaknya akan kembali memeriksa pejabat Dishub Medan dan pihak terkait. “Penyelidikan ini belum final. Dalam penyelidikan lanjutan ini kami akan memanggil para pejabat yang sudah diperiksa untuk dimintai keterangan tambahan. Kami juga meminta masyarakat untuk bersabar. Dalam pengungkapan kasus korupsi memakan waktu yang tidak sebentar, karena kita harus menemukan bukti permulaan yang cukup, agar kasus itu dilanjutkan. Intinya penyelidikan itu memakan waktu yang tidak sebentar,” ucap Jufri.

Di tempat terpisah, Wali Kota Lira Medan, Ganda Manurung, mendukung Kejatisu agar cepat menuntaskan pengusutan dugaan retribusi parkir. Dia menyarankan agar Kejatisu meminta saran Komisi D DPRD Medan yang telah menemukan indikasi dugaan korupsi di dinas tersebut. Tak cuma itu, proses pemungutan retribusi di lapangan juga ilegal. Pasalnya, semua dokumen terkait retribusi parkir yang diminta Komisi D, tak dimiliki Dishub Medan.
“Dari temuan DPRD Medan ini, Kejatisu bisa menindaklanjutinya dan mendapatkan bukti ada dugaan korupsi di Dishub Medan. Kita mengharapkan kasus ini diselesaikan secara hukum dan sampai ke meja pengadilan,” terangnya.

Sebagaimana berita sebelumnya, Komisi D DPRD Medan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut mengaudit Dishub Medan. Permintaan ini disampaikan usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dishub Medan, Senin (6/2). Pasalnya, selama RDP berlangsung, Komisi D menemukan banyak indikasi penyimpangan di dinas tersebut.

Dalam rapat tersebut Kepala Dinas Perhubungan, Syarif Armansyah Lubis alias Bob tidak hadir. Dia hanya mengutus Kepala Bidang Perparkiran Dishub Medan, Pahmi Harahap. Bob sendiri tidak datang tanpa alasan yang jelas.

Dalam rapat tersebut, indikasi dugaan penggelapan retribusi parkir pun semakin jelas. Pejabat Dishub Medan tersebut tak bisa menunjukkan data konkret berapa besaran retribusi parkir yang dipungut setiap harinya. Dokumen lain yang diminta Komisi D, juga tak bisa ditunjukkan. Tak cuma itu, petugas parkir di lapangan juga banyak yang tidak terdaftar. Ini dibuktikan dari tidak bisanya Dishub Medan menunjukkan surat perintah tugas (SPT) petugas parkir. Padahal, surat tersebut sudah diminta Komisi D sejak tahun lalu.

Sekretaris Komisi D, Muslim Maksum, juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya dengan pertumbuhan lahan parkir dan kendaraan di kota ini, seharusnya pendapatan parkir meningkat setiap tahun.  Sementara berdasarkan data realisasi retribusi parkir pada 2011 hanya tercapai Rp12 miliar atau 32% dari target yang ditetapkan sebesar Rp34 miliar pada awal tahun.  Pencapaian ini sama dengan realisasi tahun lalu sebesar Rp12 miliar dari target sebesar Rp16 miliar.  “Jelas terlalu rendah jika dibandingkan dengan potensi parkir yang ada sekarang ini. Tidak mungkin realisasi sama dengan tahun lalu dengan bertambahnya luas lahan parkir dan kendaraan sekarang ini,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Medan, CP Nainggolan, banyak pelanggaran yang dilakukan petugas parkir di lapangan. “Pengelolaan parkir berantakan. Penarikan retribusi tanpa karcis. Jadi jelas menyalahi aturan. Hal ini sering dijumpai di lapangan. Ini harus dilihat kembali,” ucapnya.
Menanggapi pertanyaan Komisi D, Kepala Bidang Perparkiran, Pahmi Harahap, hanya mengatakan, selama ini pihaknya telah berusaha maksimal.  “Datanya memang tidak bisa ditunjukkan. Saya sudah minta petugas untuk datang (dalam rapat, Red) untuk membawa datanya, ternyata tidak datang juga,” pungkasnya.

Pantauan wartawan koran ini, Pahmi tampak kebingungan melayani pertanyaan dari anggota dewan. Sambil mengangguk-anggukan kepalanya di hadapan anggota Komisi D, kedua kakinya juga bergoyang-goyang. Dia  menjawab semua pertanyaan anggota dewan tanpa berpedoman dengan data yang seharusnya dibawa dalam rapat tersebut. Dalam rapat tersebut Pahmi juga dengan percaya diri (PD) mengatakan, tidak berwenang memberikan jawaban dan data terkait retribusi parkir. “Seharusnya yang memberikan keterangan ini kepala dinas, bukan saya. Saya pun binggung ini,” ketusnya. (rud)

Sedikitnya 43 Balita Butuh Susu

Kebakaran hebat Senin (6/2) lalu di Jalan AR Hakim Gang Bakung Lingkungan XII Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area tidak hanya menyisakan duka. Sedikitnya 43 bayi lima tahun (balita) pun kini kesulitan mendapatkan makanan dan pakaian.

Setidaknya hal ini diungkapkan Hasan Basri, Kepala Lingkungan XII kelurahan Tegal Sari I.

Kecamatan Medan Area. “Untuk keperluan sembako bagi korban kebakaran sudah cukup menurut saya, yang saat ini diperlukan kebutuhan balita dan perlengkapan sekolah yang ikut terbakar dalam kebakaran ini,” ujar Hasan.

Menurut Hasan, akibat kebakaran tersebut ada 43 balita yang kini kesulitan mendapatkan makanan dan pakaian. “Yang diperlukan itu pampers, susu, dan roti balita,” kata Hasan.

Selain itu, 37 anak tingkat SD dan 33 anak SMP serta 37 anak SMA telah kehilangan baju seragam. Seperti diketahui, perlengkapan yang dimaksud di atas tadi memang tidak bisa diselamatkan saat kebakaran itu. “Sebanyak 88 rumah ludes terbakar. Rumah-rumah itu ditempati sebanyak 124 kepala rumah tangga terdiri dari 542 jiwa,” terang Hasan lagi.

Selain itu warga memerlukan penerangan lampu. “Listrik padam, saat ini warga dibantu penerangan dari genset bantuan orang lain. Saya minta PLN untuk melakukan perbaikan inslansi lisitrik yang rusak dan menghidupkan kembali listrik sehingga warga tidak kegegelapan pada malam hari,” jelasnya.
Sementara itu, Humas PLN Medan Ade Budhi F mengklarifikasi tudingan kebakaran karena arus pendek. Pasalnya, pada hari kejadian Senin (6/2) PLN sedang melakukan pekerjaan Pemeliharaan/Penggantian Jamperan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)/Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) yang menyuplai ke lokasi. “Pekerjaan ini di mulai pukul 08.55 WIB dan diselesaikan pukul 13.38 WIB,” ujarnya.

Menurut Budi, setiap dilakukan perbaikan, aliran listrik selalu dipadamkan. Begitu juga di lokasi itu, selama kurun waktu perbaikan aliran listrik dalam kondisi padam. “Tidak benar bahwa sekitar pukul 10.30 WIB listrik sempat atau sudah menyala kembali ke lokasi yang dimaksud. Hal ini perlu kami sampaikan untuk menghindari kesalahan persepsi pada pembaca atau masyarakat,” jelas Budi.

Sebelumnya, Tim Labotorium Forensik (Labfor) Polda Sumut mengalami kesulitan saat menyelidiki Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pasalnya, lokasi awal menculnya api sudah berubah karena warga sibuk melakukan pengkaisan sehingga TKP sudah seperti semula setelah terbakar atau bahasa kepolisiannya TKP rusak.

“Cuma ini yang bisa saya lakukan mencari harta benda karena rumah dengan isinya ludes terbakar sudah,” ungkap salah seorang warga Herman (60) di lokasi kebakaran.

Karena itu, tambah Herman, dia dan kelaurga kini menumpang ke rumah kerabat dekat yang tidak jauh dari lokasi kebakaran tersebut. “Ya, numpang di rumah tetangga dekat yang rumahnya tidak terbakar,” ungkapnya.

Begitu juga dilakukan Aci Khon (32) yang juga menjadi korban kebakaran. Selain rumahnya habis terbakar, surat-surat penting juga tidak bisa diselematkan. “Iya, coba mencari barang bisa digunakan, ijazahku ikut terbakar juga.”ungkapnya sambil terus mengais, mencari barang yang masih dapat dimanfaatkan.

Kemarin, pihak Poldasu memang menurunkan tiga personel Labfor sehari setelah kebakaran hebat itu terjadi. Polsekta Medan Area juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi untuk mengetahui asal api yang membakar pemukiman warga etnis Tianghoa tersebut. Kedua saksi itu adalah Khocin, warga Jalan AR Hakim Gang Bakung No 13 Medan  dan sang kepling, Hasan Basri.
“Sudah dua orang kita minta keterangan atas peristiwa kebakaran ini,” ungkap Kanit reskrim Polsekta Medan Area AKP Jonser Banjarnahor di TKP, Selasa (7/2) siang.

Setelah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan, hasil sementara menyebutkan api berasal dari rumah ditempati oleh Jhoni, warga Jalan AR Hakim Gang Bakung No 12 Medan. “Hasil yang pasti tunggu dari Labfor Polda Sumut yang sedang bekerja ini,” sebutnya.

Dengan bermodal keterangan kedua saksi tersebut, kemarin ketiga petugas Labfor Polda Sumut memulai penyeledikan dari rumah Jhoni. Petugas mengambil sampel sisa bakaran dan memintai keterangan kembali dari saksi. Selanjutnya penyeledikan akan kembali dilakukan hari ini.
Hasan menuturkan, menurut keterangan Khocin, api memang berasal dari rumah Jhoni. Saat kejadian itu, Jhoni sedang masak. Diduga api berasal dari kompor yang meledak, namun Hasan belum memastikan dengan jelas. “Itu menurut tetangan Jhoni yakni Khocin. Katanya, Jhoni masak untuk perayaan Cap Go Meh,” tutup Hasan.

Sementara itu, Camat Medan Area Khoiruddin Rangkuti saat konfirmasi mengatakan dirinya sudah melakukan pendataan terhadap keperluan yang dibutuh warga korban kebakaran ini. “Pemko sudah memberikan bantuan warga korban kebakaran ini, untuk total kerugian belum bisa menaksir semua,”sebutnya.

Pantauan Sumut Pos di lapangan, bantuan terus berdatangan dari berbagai pihak seperti organisasi sosial hingga partai politik. Tidak itu saja, beberapa partai politik bahakn mendirikan posko, contohnya Partai Demokrat dan PDI-P. “Ya, kita turut berduka untuk kejadian ini. Kita sudah membuka posko bantuan untuk memperingan beban korban,” ujar A Hie, anggota Komisi C DPRD Kota Medan dari Farksi P Demokrat saat dijumpai di lokasi.
Begitu pun  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Rahmad Shah. Dia telah memberikan bantuan sandang dan pangan. “Untuk sementara ini, masih sandang family kit seperti selimut, kelambu, dan bahan sembako lainnya. Kalau tenda dan obat-obatan mungkin akan menyusul,” jelas Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut ini.

Untuk pembukaan posko milik PMI, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Camat Medan Area. Pihak PMI berencana akan membuka dua posko dan akan menyediakan air bersih untuk korban. “Kita lihat dulu di mana yang pas kita dirikan posko miliki kita ini,” pungkas Rahmad. (gus/ila)

Sumut Pos Raih Cover Terbaik

Cover Sumut Pos Edisi 13 Agustus 2011 lalu meraih IPMA 2012. PU Sumut Pos Marganas Nainggolan (kiri) saat menerima penghargaan dari Ketua SPS Dahlan Iskan, Selasa (7/2).

JAMBI-Sumut Pos berhasil meraih penghargaan sebagai surat kabar harian dengan cover terbaik untuk wilayah regional Sumatera. Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah acara bertajuk Indonesia Print Media Award (IPMA) 2012 di Hotel Novita, Jambi, Selasa (7/2) malam.
Sumut Pos sendiri mendapat penghargaan Silver, merupakan katagori tertinggi sebagai koran harian terbaik pada desain, layout atau tampilan perwajahan di Regional Sumatera.

IPMA digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012 yang puncaknya dilaksanakan Kamis (9/2) besok yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. IPMA merupakan penghargaan khusus untuk perwajahan terbaik media cetak komersial di Indonesia dan tahun ini memasuki periode ketiga penyelenggaraannya. Ajang pertama digelar di Jakarta pada 2010, tahun berikutnya di Bali, dan yang ketiga diselenggarakan di Kota Jambi.

Acara ini dihadiri oleh para pemimpin surat kabar dan sejumlah tokoh pers seperti Atmakusumah, Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua PWI Margiono dan Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Dahlan Iskan.

Pimpinan Umum Harian Sumut Pos, Marganas Nainggolan mengaku gembira dan senang karena Sumut Pos mampu meraih penghargaan koran terbaik di Regional Sumatera. “Sumut Pos mampu menyingkirkan beberapa pesaingnya. Penghargaan Silver ini merupakan penghargaan katagori tertinggi, meski paling tinggi adalah penghargaan Gold. Tapi, belum ada satupun media yang mendapatkannya,” ujar Marganas Nainggolan.
Dengan meraih pengharagan ini, Marganas berharap ke depannya Sumut Pos akan semakin lebih maju lagi dan selalu terdepan dalam penyajian berita maupun dalam tampilan korannya.

IPMA 2012 kali ini diminati penerbit surat kabar. Terbukti dengan banyaknya peserta yang mengikuti ajang tersebut. Tahun ini ada sebanyak 500 peserta yang berkompetisi.

“Tahun ini pesertanya naik hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu. Pada 2010 ada 350 peserta, pada 2011 turun 270 peserta dan 2012 ada 500 peserta. Persaingan semakin ketat. Tapi selamat bagi para pemenang yang berhasil meraihnya,” tutur Executive Director Dewan Pers, Asmono Wikan.
Prof Ibnu Hamad dari Fisip UI yang juga ikut menilai ratusan item peserta lomba, mengatakan tahun ini lebih banyak yang dinilai, jadi memerlukan konsentrasi lebih dan kompetisi jadi lebih ketat. “Ini harus jadi benchmark satu sama lain di kalangan penerbit,” kata Ibnu. (ila)

Medan Kekurangan 3.950 Hidran

Saat Bencana, Pemadam Kebakaran Kesulitan Air

MEDAN-Kebakaran yang terus berulang di Kota Medan seakan sulit ditanggulangi. Usut punya usut, beberapa fasilitas penanggulangan bencana kebakaran malah tak berfungsi. Bagiamana tidak, Medan hanya memiliki 50 hidran –keran sumber air saat kebakaran—dari 4.000 yang dibutuhkan.
Setidaknya hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Medan, Ikrimah Hamidy ST Msi. Menurutnya, Kota Medan seharusnya memiliki minimal dua unit hidran di setiap lingkungan, artinya Medan butuh 4 ribu unit hidran. Hal itu dikeranakan jumlah penduduk dan kepadatan rumah sudah cukup banyak. “Kalau sekarang jumlahnya hanya ratusan, tentunya ini masih membahayakan dan menyulitkan pemadam untuk memperoleh air,” katanya, Selasa (7/2).

Dia menyebutkan, selain persoalan jumlah hidran yang minim, ternyata PDAM Tirtanadi masih kembang kempis dalam menyediakan airnya. Jika Kota Medan memiliki 4 ribu hidran, tentunya PDAM Tirtanadi yang kesulitan. Dia menyarankan, sebaiknya PDAM Tirtanadi membangun hidran dan selanjutnya dihibahkan ke Pemko Medan untuk dirawat oleh Dinas Pemadan dan Pencegahan Kebakaran (DP2K) Kota Medan. “Dengan begitu, Pemko Medan memiliki tanggung jawab dalam hal pengawasan dan perawatan hidran,” sarannya.

Sebagai informasi, saat ini Medan hanya memiliki 141 unit hidran. Dari jumlah tersebut yang masih bisa digunakan hanya 50 unit, sedangkan 91 lainnya dalam kondisi tak laik. Dengan kata lain, jika mengacu pada pemikiran Ikrimah tadi, berarti Medan membutuhkan 3.950 unit hidran lagi.
Kondisi ini diamini oleh Kadis Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran (P2K), Marihot Tampubolon. Menurutnya, kebakaran di Jl AR Hakim, Senin (6/2) lalu tidak akan sehebat itu jika hidran berfungsi dengan baik. “Kalau hidran di jalan itu aktif, tentu mobil pemadam kita tidak perlu harus kembali ke kantor untuk mengambil air, tapi cukup mengambil air dari hidran yang ada. Namun, hingga saat ini hidran yang bagus itu tinggal 30 persen,” jelas Marihot.

Pemko Medan, kata Marihot, tidak bisa untuk merawat hidran. Sebab, hidran yang ada di jalan itu merupakan aset dari Pemprovsu. “Kita tidak dibenarkan untuk merawat hidran. Makanya, kita berharap agar PDAM dapat merawat hidran,” terang Marihot.
Disebutkan Marihot, selama ini P2 K terus berupaya untuk memaksimalkan petugas kebakaran dalam mengatasi setiap kebakaran yang terjadi di Kota Medan. Namun, jika terjadi kebakaran terkadang informasi yang diterima P2K sudah 15 menit.

Seharusnya, lanjut dia, Standar Opersional Prosedur (SOP) dari kejadian kebakaran dalam kurun waktu 15 menit api harus sudah dipadamkan. “Namun itulah, kadang korban menangis dulu baru menghubungi kita. Padahal nomor kita 113 atau 4515356 itu bisa dihubungi di saat menit pertama terjadinya kebakaran,” kata Marihot.

Antisipasi lainnya, tambah Marihot,  P2K menambah portabel lima unit lagi yakni seperti mesin pompa air. Mesin Portabel inilah yang bisa masuk ke dalam gang. “Ini sangat efektif untuk lokasi yang sulit diakses, seperti di lokasi kemarin (kebakaran di Jalan AR Hakim). Namun, kemampuan portable ini hanya berjarak 100 meter, sehingga kalau lokasi yang sulit diakses 500 meter harus dibutuhkan lima unit portable. Mesin portable ini bisa sambung menyambung, estafet menghisap dan mengeluarkan air hingga ke lokasi yang dituju,” terang Marihot.

Dipaparkannya, saat ini Pemko Medan hanya memiliki dua unit portable. Selebihnya, alat yang dimiliki P2K adalah mobil rescue yang menampung 3,5 ton air sebanyak 15 unit, mobil penyuplai air yang menampung 10 ton air sebanyak 2 unit dan mobil tangga untuk mengantisipasi kebakaran di rumah bertingkat sebanyak 4 unit. “Masyarakat kita imbau jugalah agar dapat tanggap di saat terjadinya kebakaran. Kalau kebakaran disebabkan kompor meledak, maka dapat segera diatasi dengan menutup kompor dengan selimut atau kain basah. Untuk menghindari korsleting sebaiknya masyarakat menggunakan kabel listrik yang tebal dan jangan asal murah saja,” paparnya.

Marihot Tampubolon mengatakan, peristiwa kebakaran di Medan sudah cukup tinggi. Sepanjang 2011 terjadi 159 peristiwa kebakaran. Sedangkan pada tahun 2012 hingga bulan Febuari ini, sudah lebih dari 10 kali peristiwa kebakaran atau bisa ditotal kurang lebih sudah terjadi 169 dari tahun 2011 hingga saat ini. “Kebakaran yang terbesar adalah di Jalan AR Hakim (Senin 6/2, Red). Sedangkan, kejadian kebakaran yang berada di luar Kota Medan, seperti di Deliserdang yang ditangani Pemko Medan sebanyak 31 kali,” ujar Marihot.

Sementara itu, terkait kebakaran Senin lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan  terus melakukan tanggap darurat. Hal itu diungkapkan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (7/2) siang. “Pertama yang kita lakukan adalah mendata jumlah korban dan jumlah yang terbakar. Baru beberapa hari kemudian kita akan undang para korban untuk mematangkan langkah apa yang selanjutkan akan kita lakukan,” kata Rahudman.

Sekda kota Medan, Syaiful Bahri menambahkan hingga saat ini Pemko Medan masih
tetap akan memberikan perhatian dan bantuan kepada korban kebakaran. Bantuan itu juga dapat berupa memberikan kemudahan bagi korban dalam hal pengurusan izin membangun rumahnya kembali. “Yang jelas pastilah akan ada bantuan yang kita berikan. Bahkan, untuk mengurus IMB nya nanti juga akan kita berikan kemudahan dan bantuan langsung juga pasti akan kita berikan untuk korban setelah pendataan selesai,” terang Syaiful.
Untuk mengantisipasi peristiwa kebakaran di Medan, lanjut Syaiful, memang sudah mengimbau masyarakat untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR). Selain itu, Pemko Medan juga meminta agar PDAM dapat mengaktifkan kembali hidran yang ada di Medan. “Pak Wali sudah meminta kepada PDAM agar hidran yang ada di Medan itu harus diaktifkan sebagai upaya cepat tanggap dalam kejadian peristiwa kebakaran di Medan,” kata Syaiful. (adl)