Home Blog Page 13851

Tim Catur Sumut Tampil Komplet

MEDAN- Tim catur Sumut terus mempersiapkan diri menatap PON 2012 ke depan. Salah satu bentuk persiapan adalah mengikuti turnamen-turnamen catur yang digelar. Turnamen catur terbuka Perorangan Waspada Cup 2012 yang akan dibuka Selasa (28/2) sore ini di Gedung PWI Sumut Parada Harahap, Jalan Adinegoro Medan masuk agenda try out.

Sekretaris umum Percasi Sumut, Perry Iskandar mengatakan turnamen ini tepat untuk menguji kekuatan para pecatur Sumut yang akan dipersiapkan ke PON 2012 mendatang.  Seluruh pecatur akan turut di kategori putra dan putri.

Untuk skuad putra akan bertarung MF Pitra Andika, MF Hamdani Rudin, MN Binsar Marbun, MN Sukarnaedi dan Marihot Simanjuntak. Sedangkan kelompok putri yakni MNW Tri Handayani, MNW Tuty Rahayu Sinuhaji, Charlely Tessy, Maria Herlina Siahaan dan Yola Yolanda.

“Seluruh pecatur kita akan turun bertanding. Saya pikir ini cukup tepat untuk menguji para pecatur Sumut. Apalagi banyak pecatur nasional yang hadir dari daerah-daerah lain,” kata Perry saat dihubungi Sumut Pos, Senin (27/2) kemarin.

Turnamen ini akan dibuka langsung Ketua Umum PB Percasi Hashim Djojohadikusumo. “Pesertanya sekitar di kelompok putra dan putri baik senior maupun junior sekitar 200-an,” ujarnya.

Selain itu turnamen juga akan mempertandingkan nomor wartawan yang dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Para wartawan yang ikut dalam kegiatan ini merupakan wartawan pemegang kartu PWI anggota biasa dan muda. (mag-18)

Tindak Tegas Oknum Polisi Terlibat Judi

LANGKAT- Kapolres Langkat AKBP Leonadus Erik Bismo Asmoro diharap tidak terkecoh dengan berubahnya keterangan SM Tamba alias Soni alias Rio, yang ditangkap polisi karena diduga sebagai bandar judi toto gelap dan togas di Kabupaten Langkat.

“Meski tersangka merubah keterangannya di berita acara pemeriksaan (BAP), tetapi ‘nyanyian’ awalnya menyebut banyak oknum polisi menerima upeti bisnis judi yang dilakoninya, patut dijadikan dasar untuk Kapolres memberikan sanksi pada oknum anggotanya,” kata T Lubis selaku Koordinator K-SEMAR menanggapi beredarnya informasi tersangka Soni alias Rio merubah keterangannya di BAP, Senin (27/2).

Kepada wartawan di Langkat, Lubis sangat meyakini ungkapan tersangka Soni alias Rio sesaat setelah ditangkap, merupakan pengakuan yang apa adanya. Kalau kemudian dia (Soni alias Rio) merubah keterangan dalam BAP, justru hal tersebut yang patut dipertanyakan ada apa-apanya.

Oleh karena itu, dia berharap agar Kapolres yang telah berjanji memberantas judi, tidak sampai terkecoh dengan perubahan pengakuan tersangka. (mag-4)

KKS Tingkatkan Usaha UMKM

TEBINGTINGGI- Direktur Bank Sumut, Gus Irawan Pasaribu, melakukan dialog interaktif bersama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Tebingtinggi di lapangan Sri Mersing, Jalan Sutomo, Kota Tebingtinggi, Rabu (22/2) lalu.

Selain melakukan dialog dengan pedagang yang tergabung dalam Kredit Sumut Sejahtera (KSS) 1 dari Bank Sumut itu,  Gus Irawan juga memaparkan program lanjutan yang bernama KSS 2.

Dalam kegiatan tersebut, hadir ratusan pedagang yang ingin mendengarkan langsung penjelasan tentang program Bank Sumut tadi. Tampak hadir Kacab Bank Sumut Tebingtinggi Chairil Anwar dan Sekdako Tebingtinggi Drs Hadi Winarno.
Gus Irawan dalam penjelasannya dihadapan pengusaha mikro kecil mengatakan, program KSS 1 yang diluncurkan Bank Sumut telah mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Program KSS 1 ini dengan plafond kredit Rp500 ribu hingga Rp5 juta berkembang pesat.

Kredit tanpa agunan ini telah banyak meningkatkan pendapatan para kaum ibu yang berjiwa wirausaha saat mengalami kesulitan dalam permodalan.  “Syarat bagi pengucuran permodalan KSS 1 adalah pembentukan kelompok oleh para perempuan yang mempunyai usaha sejenis,” jelas Gus Irawan.
Sambung Gus Irawan, model ini diadopsi dari Grameen Bank yang telah berhasil dikembangkan Muhammad Yunus di Bangladesh untuk mengangkat derajat kaum miskin di perkotaan maupun pedesaan yang kesulitan permodalan. Kredit tersalur di program KSS 1 pada Oktober 2011 di Sumut mencapai Rp222,3 miliar. Sementara plafond aktif Rp90,57 miliar dengan jumlah nasabah 60.490 orang, terdiri dari 2.452 KKM (Kelompok Keuangan Mikro) dengan jumlah tabungan Rp19,81 miliar.(mag-3)

Tampung CPO Ilegal, SBY Ditangkap Poldasu

MEDAN- Bambang Susilo alias SBY, mafia CPO ilegal Asahan yang berulang kali diselamatkan pria berambut cepak, akhirnya ditangkap petugas Poldasu dalam operasi Palem Toba, Senin (27/2).

Informasi diperoleh di Markas Kepolisian Daerah Sumut (Mapoldasu), untuk menangkap mafia CPO tersebut,  dikerahkan 18 personel Brimob dan 7 Personel Jahtanras Polda Sumut yang dilengkapi senjata api otomatis jenis SS 1 dan AK.
Adapun pengerahan kekuatan penuh dilakukan Polda Sumut dalam penangkapan mafia CPO Asahan ini, dilakukan persiapan guna menghindari hal-hal tak diinginkan, mengingat SBY memiliki pengawal pribadi.

Dengan jumlah personel sekitar 25 orang lengkap dengan senjata api laras panjang, tim Operasi Palem dipimpin AKBP Andre Setiawan dan Kompol Dharma Sinaga, langsung bergerak ke gudang CPO milik Bambang di KM 11, Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh.
Kasubdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus AKBP Andre Setiawan yang dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (27/2), mengatakan, pihaknya sudah lima kali mencoba  melakukan penangkapan terhadap SBY, namun selalu gagal. (mag-5)

Eksportir Sumut Harap Dispensasi NIK

MEDAN- Peraturan baru yang meminta agar eksportir memiliki Nomor Induk Kepabeanan (NIK) dianggap masih sulit diterima, terutama bagi eksportir kecil.

Hingga saat ini, lebih dari 50 persen eksportir yang tergabung dalam GPEI  (Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia) Sumatera Utara yang telah memiliki NIK, sementara sisanya masih dalam pengurusan bahkan ada yang belum mengurus.

“Karena itu, kita meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberi kemudahan kepada eksportir karena sekitar 40 persen pengusaha anggota asosiasi ini belum juga memiliki NIK,” ujar Sekretaris Eksekutif GPEI Sumut, Sofyan Subang.

Dia mengharapkan, agar nantinya Bea dan Cukai tetap melayani pengusaha yang belum memiliki NIK, karena yang ditakutkan akan membuat ekspor tertunda. Walaupun dirinya menyadari bahwa peraturan untuk memiliki NIK ditunda, yang seharusnya mulai berlaku mulai Januari 2012 menjadi Maret mendatang.

Dari sekitar 200-an perusahaan anggota GPEI Sumut, hanya sekitar 50 persen yang sudah memiliki NIK, selebihnya masih belum. Tetapi nyatanya, meski sudah ditunda, tetap saja pengusaha anggota GPEI khsusunya yang usaha kecil dan menengah (UKM) belum bisa mengantongi NIK itu dengan berbagai penyebab seperti kekurangan sumber daya manusia (SDM) untuk membuat atau masuk ke NIK itu, termasuk sistem tersebut juga masih belum berjalan lancar sehingga menyulitkan pengusaha untuk masuk dalam sistem tersebut.

“Jangan sampai hanya karena belum miliki NIK, ekspor terganggu karena akan sangat mempengaruhi banyak hal mulai dari ancaman kelangsung perusahaan, pemberhentian pekerja dan penurunan devisa,” katanya.

Menurut Sofyan, GPEI secara nasional dan Sumut sudah melaporkan permasalahan itu ke Kementerian Perdagangan dan saat ini Kementerian Perdagangan tengah membicarakan masalah itu ke Ditjen Bea Cukai.

“GPEI berharap, untuk sementara pendataan eksportir itu bisa dilakukan secara manual berdasarkan data yang ada sebelumnya, sembari menunggu kesiapan pengusaha memiliki NIK,” katanya.

Eksportir Sumut, J Simanjuntak, mengakui, hanya pengusaha besar yang sudah memiliki NIK, sementara UKM banyak yang belum dan itu menganggu ekspor.

“Kalau ekspor terganggu, bukan hanya pengusaha yang rugi, tetapi juga pemerintah, karena ekspor membawa nama Indonesia juga,” katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba, menyebutkan, pihaknya akan membicarakan masalah itu ke Ditjen Bea Cukai.
“Apindo sangat mendukung sistem “online” yang dipastikan mendukung kelancaran dan keamanan ekspor, tetapi tentu saja pemerintah harus melihat siap tidaknya pengusaha melakukan. Harus ada dispensasi,” katanya. (ram)

Klub Otomotif Meriahkan Launching Mio Fino

MEDAN- Setelah diperkenalkan secara resmi pada 11 Februari 2012 di Jakarta, kini PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bersama Mio Fino merambah ke Sumatera Utara, tepatnya Medan. Sekitar 5.000 masyarakat menghadiri peluncuran Mio Fino di Merdeka Walk, Lapangan Merdeka, 25-26 Februari lalu.

Skutik dengan varian berkarakter sports, classic dan fashion itu dilepas di depan para pengguna Yamaha yang tergabung dalam komunitas motor Yamaha di Medan. Setidaknya 60 komunitas pengguna motor Yamaha tumpah ruah di acara peluncuran Mio Fino.

Klub-klub otomotif Yamaha yang hadir cukup banyak yakni Mio Automatic Club (MAC) Medan, Yamaha Scorpio Club Medan (YSCM), 888 Vixion, Byson Medan Club (BMC), Jupiter Medan Club (JMC), Yamaha Jupiter MX Club Medan (XMAX), Yamaha Matic Exclusive Medan, MAC (Mio Automatic Club), Magic (Mio Automatic Girls Club), dan Vixion Black Community.

Acara pun semakin meriah dengan dihadiri artis nasional seperti Raisa dan Tenesa Band. Sejumlah acara juga dikemas untuk memeriahkan acara itu diantaranya kompetisi atraktif, lomba foto, fashion, dan hip-hop kompetisi.

Kehadiran Mio Fino nampaknya disambut hangat masyarakat kota Medan. Buktinya, puluhan unit sudah terjual dalam acara itu.
“Masyarakat Medan menyukai model, warna dan striping Mio Fimo. Paling disukai Mio Fino Sporty warna hitam merah dan Classic merah. Mereka juga suka jok-nya karena enak buat duduk dan speedometer dan fuel meter yang terpisah karena menjadikannya lebih klasik dan mudah dimodifikasi,” papar bagian promosi PT Alfa Scorpii, Ismansyah.(jun)

Pelaku UKM dan Koperasi tak Perlu Ragu Jadi Peserta Jamsostek

MEDAN- Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun pengusaha dan karyawan koperasi tidak perlu ragu-ragu untuk menjadi peserta jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Karena, Kementerian Koperasi Negara Koperasi dan UKM sudah memberi slogan bahwa Jamsostek merupakan sahabat UKM.

“Saya kira pelaku UKM dan koperasi tidak perlu ragu-ragu menjadi peserta jamsostek. Mumpung Jamsostek sudah membuka diri. Jika dahulu ada kekhawatiran tidak mampu bayar, ternyata para pelakunya sudah bisa. Bahkan sekarang jamsostek sudah diminati oleh para pekerja di sektor informal,” tegas Deputy III Bidang Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM DR Pariaman Sinaga MM usai membuka Bimbingan Teknis Kepada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang Berbadan Hukum Koperasi yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UKM Sumut di Dharma Deli, Senin (27/2).

Contohnya, lanjut Pariaman, yang baru dilaksanakan di Cimahi. Di sana, Para pedagang sudah mendaftar sebagai peserta jamsostek. Setelah menjadi peserta, jamsostek bersedia memfasilitasi para pedagang melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) untuk memiliki kios. Para pedagang yang juga peserta Jamsostek tersebut berhak memperoleh pelatihan dan memiliki kios dari CSRnya Jamsostek.

Sementara di Subang, petani sayur-mayurnya juga sudah menjadi peserta jamsostek, saling bahu membahu. “Ada resiko di sini dibantu oleh jamsostek. Ada resiko di sana, ya dibantu Jamsostek. Karena itu, saya imbau tidak usah ragu-ragu menjadi peserta jamsostek,” jabar Pariaman seraya menambahkan sebenarnya tenaga non formal justeru lebih banyak dibanding para pekerja sektor formal yang harus diproteksi oleh Jamsostek.

Tidak dipungkiri bahwa di di dunia nyata semua orang harus membayangkan akan ada resiko-resiko yang bakal terjadi. “Sama seperti saat kita sedang berdoa. Salatlah engkau dengan khusuk seolah-olah engkau akan mati besok. Jadi kita sudah bayangkan itu,” katanya.

Nah, resiko-resiko inilah yang kemudian dialihkan ke jamsostek. Selama ini, lanjut Pariaman, Jamsostek berkosentrasi pada pekerja formal. “Padahal di luar itu, kita sudah lihat UKM/koperasi sudah bertumbuh, jamsostek bisa menyerap mereka menjadi peserta dan lebih banyak,” tegas Pariaman.
Meski mereka tidak di sektor formal, namun mereka tetap perlu diberi kesempatan menjadi peserta jamsostek. Makanya ada peserta jamsostek dari sektor umkm dan pegawai koperasi.

Kepala PT Jamsostek (Persero) Cabang Medan Pengarapen Sinulingga yang turut hadir mengungkapkan, di lingkungan koperasi saat ini banyak pelaku usaha formal maupun informal yang bisa dijadikan peserta jamsostek.

“Para pelaku koperasi maupun UKM sudah menjadi target kita untuk menjadi peserta. Dan Diskop dan UKM Sumut dalam hal ini Kadiskop & UKM Jonni Pasaribu sudah bersedia membantu,” tegas Pengarapen turut didampingi Kabid Progsus Yosep Rizal.

Diharapkan, lanjutnya, mereka dapat dilindungi Jamsostek. Baik para pedagang kaki lima, nelayan, abang beca, petani maupun tenaga kerja yang memiliki usaha di sektor informal.

Untuk memudahkan para pekerja di sektor informal tersebut, dalam waktu dekat Jamsostek Medan akan membangun rumah-rumah Jamsostek di lokasi pasar, seperti di pajak USU, dan pasar Deli Tua.

Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Serba Usaha Bantu Pengusaha Rakyat (KSU-BPR) Hasan Basri mengungkapkan, saat ini karyawan koperasi yang dipimpinnya sudah terdaftar sebagai peserta Jamsostek. “Karyawan kita sudah terdaftar sebagai peserta jamsostek 80 orang,” katanya. (ila)

Jadwal Suratin Berubah, Seleksi PSDS Jr Dipercepat

LUBUK PAKAM- Manajemen PSDS Junior (Jr) seakan berpacu dengan waktu untuk menemukan pemain yang dianggap ideal untuk memperkuat PSDS di ajang Suratin Cup 2012.  Hal itu disampaikan, manejer tim PSDS Jr Judiman didampinggi pelatih kepala Nasib Iwan disela-sela seleksi yang berlangsung di Stadion Baharoeddin Siregar, Senin (27/2), sekitar pukul 15.30 wib.

“Kami harus percepat seleksi ini. Soalnya jadwal berubah. Seleksi direncanakan berlanjut sampai akhir pekan ini,” bilang Judiman.
Diungakpkannya bahwa saat ada sekira 35 pemain yang masih mengikuti seleksi dengan materi kecepatan, pasing dan dribling. Rencananya, jumlah pemain akan kembali mengalami penyusutan hingga 25 orang.

Terkait alasan manajemen mempercepat gelaran seleksi karena Piala Suratin mengalami perubahan jadwal dari 16 Maret menjadi 4 Maret.
Di ajang Piala Suratin nanti PSDS Jr satu grup dengan PSL (Langkat), PSKB serta Madina Medan Jaya.

Jadwal pertadingan serta tempat, belum ditentukan oleh PSSI Sumut. Namun, menurut surat PSSI Sumut, bakal dikirim kepada seluruh tim peserta. (btr)

Mulai Kapan Berlakunya?

081361943xxx

Kepada Bapak Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan, mulai kapan berlakunya urus akta kelahiran tidak pakai sidang pengadilan lagi? Karena mengurus akta melalui sidang sangat memakan waktu dan bertele-tele. Harus revisi ulang lagi karena sangat menyulitkan warga Medan.

Harus Melalui Penetapan Pengadilan

Yang pasti sebagaimana ditetapkan, untuk kelahiran satu tahun ke atas, pengurusan akta kelahiran harus melalui penetapan pengadilan.

Darussalam Pohan
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Operasi Rutin

Untuk mengantisipasi tindak kejahatan polisi terus melakukan operasi rutin. Apa hasilnya? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Andik Eko.

Seperti apa operasi yang dilakukan?

Operasi rutin terhadap kendaraan bermotor di titik rawan tindakan kejahatan tujuannya agar masyarakat sadar bahwa setiap waktu tindak kejahatan bisa terjadi. Soperasi operasi rutin juga melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk saling bahu membahu menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Yang lebih penting lagi yaitu bersama-sama dengan masyarakat senantiasa waspada untuk mencegah adanya tindak kejahatan dengan sistem keamanan lingkungan yang aktif.

Tindakan kejahatan apa yang meningkat?

Tindak kejahatan seperti pencurian, penganiayaan, penipuan, perjudian dan narkoba. Untuk mengantisipasi semua ini banyak langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan melakukan razia secara berpindah-pindah.

Dimana lokasi yang rawan kejahatan?

Untuk wilayah Polsek Medan Baru titik rawan tindak kejahatan di Jalan Patimura, Sekip, Pandu, Jamin Giting serta Jalan Nibung Raya. Operasi yang dilakasanakan harus bersama-sama dengan jajaran muspika Medan Baru yang akan dilaksanakan setiap saat.

Apa sanksinya?

Kalau untuk kendaraan bermotor roda dua dan empat yang tidak lengkap surat-surat kendaraannya akan disita langsung oleh satlantas dan diberikan sanksi tilang. Sedangkan untuk pelaku narkoba pasti akan ditindak dengan ketentuan undang-undang dan segera diproes sampai ke pengadilan. (adl)