25 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 13852

Sinergi Hadapi UN

Ujian Nasional (UN) 2012 tinggal hitungan hari. Untuk menghadapi ujian yang bakal berlangsung April 2012 mendatang apa saja yang harus dipersiapkan sekolah maupun siswa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Rahmat Sazaly Munthe dengan Kepala Disdik Sumut, Syaiful Syafri.

Apa persiapan dinas-dinas pendidikan menjelang UN?

Saya mengimbau agar seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota mengingatkan kepala sekolah, dewan guru, siswa dan orangtua bersinergi meningkatkan kualitas pembelajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Tapi yang paling penting, setiap siswa harus menguasai proses pembelajaran yang sesuai dengan jenjang pendidikannya masing-masing.

Apa fungsi UN ini bagi siswa?
UN itu selain akan membangun kultur dan semangat belajar siswa, juga meningkatkan standarisasi nilai secara nasional. Pelaksanaan UN kali ini, kelulusan siswa didasari hasil UN 60 persen dan 40 persen hasil ujian akhir sekolah. Jadi, kita harap siswa bisa lebih sungguh-sungguh dan giat belajar, khususnya dalam menghadapai UN.

Apa yang harus dilakukan siswa dan sekolah?
Bagi siswa tingkat SMA dan SMP sederajat, rutinitas pembelajaran harus sudah lebih sering dilakukan. Dan sudah seharusnya mereka lebih difokuskan pada pembahasan secara kelompok atau diskusi.

Saat ini, siswa bukan saja sudah harus mulai dijejali dengan soal-soal UN tapi juga pembahasan tentang teknis dan mekanisme ujian. Hal itu penting agar mereka tidak salah memasukkan sistem data diri dan cara menjawab pertanyataan di lembar jawaban komputer (LJK) nanti.
Tak jarang peserta UN yang tidak lulus merupakan siswa yang pintar di sekolahnya. Namun akibat salah menjawab di LJK karena tidak sesuai dengan sistem komputer atau scanner, sehingga terjadi error.

Kondisi seperti ini yang harus diketahui peserta UN nanti. Untuk itu peran serta guru sangat dibutuhkan dalam memberikan penjelasan tentang teknis dan tata cara mengisi di LJK.

Apa targetnya?
Tentu kita menargetkan lulus 100 persen. Jadi kita berharap kepada sekolah agar melakukan upaya peningkatan pembelajaran dan pembahasan materi UN. Ini dimaksudkan agar siswa tak kesulitan menghadapi pelaksanaan UN tersebut. Sosialisasi tentang teknins mengisi LJK juga wajib dilaksanakan.
Selain itu, melalukan tes uji kemampuan, simulasi soal UN, pembahasan materi tahun sebelumnya serta kisi-kisi soal harus dilakukan sekolah. Dengan hal itu kita yakin siswa siap menghadapi UN. (*)

Harifin Andi Tumpa Siap Luncurkan Buku

TIDAK lama lagi Ketua Mahkamah Agung Harifin Andi Tumpa bakal lengser dari jabatan. Tepatnya pada 1 Maret nanti, hakim agung asal Makassar itu pensiun.

Lalu, apa rencananya setelah pensiun” “Mau ngemong cucu,” ujarnya sambil terbahak di Hotel Borobudur, Jakarta, belum lama ini.
Selain menikmati masa tua bersama cucu-cucunya, hakim agung 69 tahun tersebut berencana menerbitkan buku. Saat ini buku itu tengah disusun. Karena ingin cepat rampung, Harifin mengebut penggarapan buku tersebut.

“Siang malam saya kebut. Mudah-mudahan bisa saya luncurkan pada malam wisuda,” jelas Harifin.

Ketika ditanya soal isi, hakim kelahiran Soppeng, Sulawesi Selatan, itu mengungkapkan bahwa bukunya membahas bagaimana hakim membuat putusan yang berdasar hukum dan keadilan secara integritas. “Tidak boleh terapkan hukum tanpa keadilan karena itu rohnya hukum. Tapi, tidak boleh juga terapkan keadilan tanpa landasan hukum karena keadilan tanpa itu bisa semena-mena,” ucapnya. (ken/c10/ttg/jpnn)

Tak Paksa Anak Membalap

CASEY Stoner saat ini tengah sumringah menantikan kelahiran buah hati pertamanya. Namun, dia tak ingin memaksakan anaknya nanti mengikuti jejaknya sebagai pembalap.

Ketangguhan Stoner di lintasan balap memang tidak perlu diragukan lagi. Pembalap Repsol Honda itu sukses menyabet gelar Juara Dunia MotoGP musim lalu. Stoner juga pernah merasakan hal yang sama di musim 2007 silam saat masih membela Ducati.

Saat ini Stoner dan sang istri, Adriana Tuchyna, tengah menantikan kelahiran putra pertama mereka. Namun ketika ditanya apakah sang anak nanti akan mengikuti jejaknya sebagai pembalap, Stoner menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada anaknya.

“Tentunya, kami akan mengajari mereka sejak belia. Tapi, keputusan menjadi pembalap atau tidak, sepenuhnya diserahkan kepada mereka,” ujarnya seperti dikutip dari Crash.

Pasangan Stoner dan Adriana menikah pada 6 Januari 2007 silam di Adelaide, Australia. Meskipun saat menikah usianya belum genap 22 tahun, Stoner mengaku tak menyesal menikah muda.

“Banyak orang mengatakan, performa Anda menurun setelah menikah. Tapi di tahun pertama pernikahan, saya justru menjadi juara dunia. Ketika akan mempunyai bayi, saya meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya. Saya tidak berpikir itu adalah masalah,” tegasnya. (net/jpnn)

Vettel Siap Pertahankan Gelar

LONDON- Sang juara bertahan F1 Red Bull akhirnya resmi meluncurkan kendaraan yang bakal mereka gunakan untuk mengarungi musim 2012. Mobil itu mereka beri nama RB8.

Sukses menempatkan Sebastian Vettel sebagai juara dunia selama dua musim berturut-turut membuat para pecinta F1 sangat penasaran dengan desain terbaru mobil Red Bull. Bahkan, peluncuran mobil anyar Red Bull itu menjadi yang paling banyak ditunggu pecinta F1.
Adrian Newey, pria yang digadang-gadang sebagai kunci kesuksesan Red Bull dalam beberapa musim belakangan, kembali bertanggung jawab untuk merancang desain terbaru mobil RB8 ini.

Sepintas, tidak ada yang berbeda dengan desain terbaru mobil anyar Red Bull ini dengan mobil mereka tahun lalu yang sukses memenangakan 12 dari 19 balapan. Namun, terdapat sedikit perubahan di bagian hidung mobil.

Dalam mengarungi ketatnya kompetisi balap musim 2012, tim Red Bull akan kembali menggunakan pasangan Sebastian Vettel dan Mark Webber.
Menanggapi mobil barunya itu Vettel mengaku optimis mampu mempertahankan gelar. Bahkan himbauan sang bos F1 Bernie Ecclestone agar Vettel tidak terlalu mendominasi tidak dihiraukan Vettel.

“Tentu saja aku berharap ia keliru. Di awal tahun lalu kami tidak mengharapkan laju seperti itu, jadi aku pikir ada hal yang sama saat ini. Akan keliru memulai musim ini dengan mengharapkan laju 2011 terulang lagi,” celetuk Vettel seperti dikutip Reuters.
“Jadi aku pikir tahun ini akan jadi amat sangat sengit dan sejujurnya para pebalap lain bisa saja menghadirkan kejutan,” bilang Vettel. (bbs/jpnn)

Dibongkar Setelah 43 Hari Dikubur

Mayat Korban Pembunuhan Tertukar

Suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kawasan Jalan Guru Patimpus, Selasa (7/2), mendadak ramai. Keramaian itu bukan karena adanya jenazah yang akan dikebumikan. Namun, sebaliknya, salah satu kuburan terpaksa dibongkar pihak keluarga. Ada apa sebenarnya?

Farida Noris Ritonga, Medan

Pembongkaran kuburan itu bukan tanpa alasan, atau bukan untuk kepentingan mistis. Namun di balik pembongkaran kuburan satu ini yang jelas karena pihak keluarga sendiri menginginkannya. Padahal, jenazahnya sudah dikebumikan selama 43 hari.

Pada nisan kuburan itu, tertulis nama Sunita Binti Ponirin dan dikebumikan pada 27 Desember 2011 lalu. Namun, nama itu dinilai salah, kuburan yang letaknya di pojok sebelah kiri dan tidak jauh dari pagar pembatas ini, ternyata kuburan dari Elihada Hasibuan Binti Mahidin Hasibuan, yang merupakan korban pembunuhan di kamar nomor 17 Hotel Bambu Hijau Jalan Jamin Ginting Km 11,5 Simpang Selayang.

Di siang hari yang terik kemarin inilah tiga penggali kubur dari pihak keluarga langsung melakukan pembongkaran kuburan. Meski matahari tepat di atas kepala, pembongkaran itu tetap berjalan lancar. Keluarga dari korban berkumpul dan membacakan doa sebelum pembongkaran itu dilakukan.
Beberapa petugas kepolisian dari Poldasu juga terlihat hadir. Setelah dipastikan bahwa jenazah adalah Elihada Hasibuan Binti Mahidin Hasibuan, maka pembongkaran pun dilakukan.

Tidak begitu dalam, hanya 1,5 meter kedalamannya. Bau busuk tercium saat jenazah mulai diangkat dan dimasukkan ke dalam peti jenazah berwarna putih. Spontan keluarga terlihat menangis melihat jenazah Elida.

“Ini kuburan saudara saya. Sebelumnya kita sudah membuat surat pembongkaran ke Poldasu. Semuanya sudah sesuai proses di kepolisian. Yang dikubur ini namanya Elida bukan Sunita Binti Ponirin atau yang biasanya disebut Ita Boneng,”kata M Tohar Hasibun, keluarga korban.

“Jadi pihak Siti Sundari yang mengaku ini jenazah adiknya Ita Boneng keliru. Mereka salah, saya juga heran, kenapa pihak kepolisian Polsek Deli Tua langsung mengizinkan mereka membawa jenazah Elida tanpa menunjukkan bukti-bukti otentik bahwa ini keluarga dari Siti Sundari,” sahutnya lagi.
Sebelumnya, kata M Tohar, saat di RSUPH Adam Malik Medan, jenazah Elida belum diketahui identitasnya. Cerita dia, jenazahnya diotopsi di Adam Malik. Setelah itu, Siti Sundari datang dan mengaku itu jenazah Ita Boneng.

“Kami hanya terlambat 5 jam ke RSUP H Adam Malik Medan setelah Siti Sundari membawa jenazah Elida. Naasnya, di dalam catatan petugas kamar jenazah, tertulis alamat yang salah. Kami mencari-cari kemana jenazah Elida dibawa. Ternyata tidak ketemu, di buku itu alamatnya palsu,” jelasnya mengingat kembali peristiwa itu.

Bahkan, pihak keluarga sempat meributkan masalah itu di Polsek Delitua. “Hanya karena gigi mendiang ompong dan pada kakinya ada bekas knalpot, mereka lantas membawa jenazah Elida. Pihak Siti Sundari bilang, korban sudah lama tak pulang dan bekerja di Malaysia. Sejak kapan Elida bekerja di Malaysia? Jangan-jangan ini ada permainan. Jenazah Elida sengaja dibawa dan langsung dikubur ke pemakaman ini,” terangnya lagi.

Menurutnya, Elida tewas setelah dibunuh oleh adik iparnya, Adi Arianto yang menyimpan dendam terhadap korban. “Dia dibunuh dengan cara yang keji, lehernya ada luka gorokan, kepalanya dipukul dengan benda tumpul, setelah tidak bernyawa, korban lalu disetubuhi,” ucapnya lagi.

Terbongkarnya kasus tersebut, setelah pelaku yang berhasil ditangkap mengakui perbuatan keji tersebut dan mengatakan korban bernama Elida.
“Kita ada bukti, jenazah ini adalah Elida. Ini juga berdasarkan hasil pemeriksaan di kepolisian dan pemeriksaan sidik jari dan menyatakan korban adalah Elida,” ungakapnya.

Menurutnya, pelaku nekat membunuh Elida karena merasa korban adalah penyebab keretakan rumah tangganya.

“Sebelum pergi dari rumah, Elida sempat mengatakan ingin bertemu dengan pelaku karena ada urusan bisnis. Setelah itu, Elida tidak pulang lagi, dan ternyata kami mendapat kabar dia tewas dibunuh. Bukan itu saja, pelaku juga mengambil ATM dan sepeda motor korban,” urainya.
Kini setelah pembongkaran kuburan selesai dilakukan, jenazah langsung dikebumikan di TPU Marendal Jalan Bajak 1.

“Ini merupakan amanah mendiang sebelum meninggal. Dia pernah mengatakan ingin dikubur di dekat rumahnya kalau meninggal nanti. Makanya kuburan ini dibongkar,” ujarnya.

Mendiang meninggalkan 4 orang anak. “Kita hanya ingin pelaku dihukum seberat-beratnya karena kasus ini merupakan pembunuhan berencana sekaligus perampokan. Setelah ini kita semua keluarga akan berembuk kembali, untuk menuntut keluarga Siti Sundari kita belum pikirkan. Yang penting jenazah dulu yang kita urus,” tukasnya.

Sementara itu, suami korban, Suriaman hanya terduduk dan tidak bersedia ditanyai lebih jauh perihal kematian istrinya. “Jangan tanya saya, saya nggak tahu. Saya cuma mau ngurus jenazah istri saya ini. Jangan tanyakan dengan saya lagi,” bebernya. (*)

Lady GaGa Topless Demi Super Bowl

TERNYATA bukan hanya Madonna yang penuh semangat di partai final Super Bowl yang barus aja usai. Musisi lain yang juga nyentrik ikutan excited, bahkan sampai topless.

Si nyentrik ini tak lain adalah Lady GaGa, yang menyempatkan untuk berfoto tanpa atasan demi menyambut Super Bowl. Dalam foto hitam putih yang diambil Terry Richardson ini, sang Mother Monster tampak menutupi dadanya yang tampil polos hanya dengan bola football.
Foto ini diposting sang fotografer pada blog-nya, Jumat (3/2) lalu, hanya dua hari sebelum pertandingan besar antara New York Giants melawan New England Patriots. Bersamaan dengan fotonya, Richardson menuliskan, “Lady GaGa holding a football.. Go Giants!”

Selain foto Super Bowl ini, sang pelantun tembang Born This Way juga melakoni beberapa pose lain. GaGa terlihat menunggangi sebuah motor dalam kostum kulit, sementara yang lain memperlihatkan wanita bernama asli Stefani Germanotta ini berpose bersama sang fotografer. GaGa juga sempat pamer belahan dada sambil mengenakan kacamata kutu buku berukuran besar. (net/jpnn)

Menjawab Tekanan Kerja Insan Pers

Forwakes Gelar Konsultasi Psikologi Jurnalistik

MEDAN –Meskipun psikologi jurnalistik belum pernah ditulis secara spesifik dan mendalam dalam sebuah buku, namun hal ini coba dikupas oleh Dra Irna Minauli MSi sebagai konsultan psikologi dalam sebuah diskusi psikologi jurnalisme dan launching program konsultasi bagi wartawan Sumut, di Aula Dinas Kesehatan Medan, Selasa (7/2). Kegiatan ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Selain diskusi, insan jurnalis (wartawan) diberikan layanan konsultasi psikologi secara gratis dan berlaku bagi insan jurnalis di wilayah Sumatera Utara.

Dra Irna Minauli MSi sebagai konsultan psikologi mengatakan, seorang jurnalis sering berhadapan dengan empat aspek, yakni persuasi, persepsi, adaptasi dan intuisi.

Menurut Irna, dari aspek persuasi, seorang jurnalis dituntut harus dapat menarik dan melakukan pendekatan dengan seorang narasumber berita. “Saya menilai, tidak semua jurnalis dapat melakukan persuasi kepada narasumber. Dan ini merupakan salah satu tantangan bagi seorang jurnalis untuk melakukan pendekatan baik dengan narasumber,” ucapnya.

Aspek kedua dan yang menjadi contoh utama dalam psikologi adalah keterlibatan para jurnalis dalam persepsi.
Ketiga yaitu aspek adaptasi (penyesuaian), beban tugas yang sangat besar diserta dengan tengat waktu yang telah ditentukan, membuat banyak jurnalis yang mengalami tekanan. Jika tidak diatasi dengan baik, maka hal ini dapat menimbulkan stres yang dapat mempengaruhi area kehidupan lainnya. Maka diperlukan semacam penyesuaian untuk menghilangkan sense of realism.  Tujan dari penyesuaian ini untuk mencegah seseorang menjadi terganggu baik secara fisik maupun emosional.

Aspek keempat adalah intuisi, yakni jurnalis dituntut untuk mengasah ‘indra keenam’. Intuisi adalah suatu kemampuann untuk menangkap sesuatu yang tidak lazim. Oleh karena itu, kemampuan observasi dan melihat berbagai kesenjangan, antara satu isyarat dengan isyarat lain.
Kegiatan ini diprakarsai Forwakes. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forwakes Sumut, Zulnaidi mengatakan, dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, seorang jurnalis yang menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sosial kontrol, memperoleh tekanan jiwa (psikologi), sehingga menyebabkan stres berat bagi seorang jurnalis.  Tekanan bisa juga datang dari keredaksian (kantor), karena wartawan (jurnalis) dituntut untuk memperoleh berita yang profesional. (*/red)

Calo CPNS Bakal Dipecat

Damari Sudah 6 Bulan tak Ngantor

MEDAN-Pemko Medan berjanji akan segera memecat PNS di jajarannya yang terbukti melakukan tindak pidana. Tapi, syaratnya tetap menunggu kepastian hukum.

“Tindakan pidana di luar institusi akan ditanggung sendiri, karena itu perbuatan pribadi,” kata Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri, Selasa (7/2).
Menurutnya, Pemko Medan akan menunggu kepastian hukum. “Kalau terbukti dia memang bersalah pasti akan dipecat sambil menunggu kepastian hukum,” jelasnya.

Seperti diketahui, Damari Sianturi, PNS di Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan bertugas di Puskesmas Kelurahan Lalang, Medan Sunggal sempat dimintai keterangan di Mapoldasu karena disangka terlibat menipu 10 orang CPNS.

Damari mengaku menjadi ‘korban’, karena uang para korban telah disetorkannya kepada Plancius Panjaitan. Plancius menurut Damari adalah pengusaha ekspedisi yang mengaku bisa meloloskan peserta seleksi CPNS karena memiliki kedekatan dengan Presiden SBY dan orang-orang di Cikeas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Edwin mengaku kalau pegawainya yang diduga terlibat kasus penipuan CPNS tersebut memang di jajaran Dinkes Medan.

“Yang bersangkutan PNS bermasalah karena sudah 6 bulan tak aktif. Dinkes juga sudah memberikan surat teguran kepada yang bersangkutan, namun tak ditanggapinya,” ujar Edwin.

Dijelaskannya, upaya yang dilakukan Dinkes Medan dengan menyerahkan seluruh permsalahan untuk memberikan sanksi tegas langsung ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan untuk proses lebih lanjut.

“Kita serahkan kepada BKD guna proses lanjut. Tindakan yang dilakukannya perorangan di luar dari fungsi dinas. Jadi akan ditanggungnya secara pribadi,” ucapnya.

Kepala BKD Kota Medan, Parluhutan Pardamean menambahkan kalau Pemko Medan sudah melakukan balasan surat ke Polda Sumut untuk menjelaskan kalau di Pemko Medan tak ada sisipan terhadap penerimaan CPNS.

“Itu hanya tindakan orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi kita tidak tahu kalau ada jajaran PNS Pemko Medan yang melakukan tindakan penipuan,” cetusnya.

Menurutnya, tindakan yang diberikan BKD terhadap PNS yang sedang dalam proses penyelidikan di Poldasu akan ditindaklanjuti oleh BKD Pemko Medan. (adl)

ABG Tewas Digilas Truk

MEDAN-Anak baru gede (ABG) berusia 17 tahun Ahmad Arfan tewas digilas truk di Jalan Letda Sujono, tepatnya di depan Gang Rukun, Medan Tembung, Selasa (7/2) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, pagi itu Ahmad Arfan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi BK 3642 ACA datang dari arah Medan hendak pulang ke rumahnya. Saat melintas di Jalan Letda Sujono, depan Gang Rukun, korban hendak mendahului angkot KPUM Lin 65 yang sedang berhenti menurunkan penumpangnya di pinggir jalan.

Namun, belum sempat mendahuluinya, tiba-tiba sopir angkot jalan sehingga menyenggol bagian depan sepeda motor korban dan membuat Ahmad Irfan hilang keseimbangan dan terjatuh ke bagian kanan. Pada saat bersamaan truk bernomor polisi BK 8686 BC melintas dan langsung menggilas bagian kepala korban.

Aiptu Mulyono, petugas Lakalantas Polsekta Percut Seituan yang mengetahui kejadian itu segera membawa mayat Ahmad Irfan ke RSU dr Pirngadi Medan sedangkan sopir truk Marihot Marbun langsung diamankan berikut truknya.

Penyidik Lakalantas Polsekta Percutr Seituan, Brigadir Iwan Simarmata menyebutkan, sopir truk Marihot Marbun masih menjalani pemeriksaan.  Orang tua korban, Husein (50) dan Yus (45) menangis begitu melihat jenazah anaknya di ruang jenazah RSU dr Pirngadi. “Jangan tinggalkan ibu,” kata Yus sambil menangis.(gus/jon)

Peduli Pendidikan dan Kebersihan

Bank Sumut dan IMI Sumut Bakti Sosial

Pendidikan salah satu kunci untuk keluar dari kemiskinan. Dengan memiliki pendidikan yang layak, akan lahir generasi yang dapat membantu sesama. Sehingga ke depan seluruh masyarakat memiliki taraf hidup yang layak.

Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu di hadapan peserta “Bank Sumut Peduli Pendidikan” yang dilaksanakan oleh Bank Sumut bersama Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) dan Lembaga Swadaya Masyarakat Mata Rakyat (LSM Marak) di halaman Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Medan Belawan, Sabtu (4/2).

Hadir pada kegiatan itu Ketua Pengprov IMI Sumut H Musa Rajeck Shah didampingi jajaran pengurus, Wakil Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Belawan H Saiful Famar, Camat Medan Belawan Andi Syukur Harahap, Letda Sukandar DM dari Den Teram Belawan, Kapt. Inf. Mustakim dari Dan Ramil Belawan, Ipda S Siregar dari Polres Belawan, Lettu Nano Harsono dari Dan Pomal, Ketua Yayasan Hang Tuah Mayor Adi, tokoh organisasi kemasyarakatan H Junaidi Pangaribuan, dan tokoh masyarakat H Ustad Teguh Ahmad Bakri.

“Kiranya kegiatan ini menginspirasi anggota masyarakat lain yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pengembangan daerah di Kecamatan Medan Belawan ini melalui pendidikan. Dengan demikian, generasi muda saat ini tampil lebih baik dari generasi sebelumnya dalam mengembangkan potensi lokal. Ke depan, mereka yang saat ini mendapat bantuan dapat memberi bantuan bagi masyarakat membutuhkan lainnya,” ucap Gus Irawan.
Sehubungan dengan itu tambah Gus Irawan, Bank Sumut menyiapkan program ‘Pemberdayaan Kaum Perempuan’ yang diispirasi dari kehidupan kaum nelayan. Dengan program tersebut para istri nelayan dapat ambil bagian dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tidak bergantung kepada rezeki yang dibawa suami setelah sekian lama melaut.

Program ‘Pemberdayaan Kaum Perempuan’ sendiri merupakan pemberian kredit modal usaha yang dilaksanakan secara bertahap dari Rp1 juta di tahap I hingga Rp5 juta di tahap V. Program ini pun dapat ditingkatkan hingga mencapai Rp50 juta bagi kelompok yang beranggotakan 20-30 kelompok usaha. Di Sumut, program ini sudah mengasuh 65 ribu anggota dari 2600 kelompok usaha.

“Syaratnya hanya ibu-ibu punya usaha, apa pun itu. Pinjaman tahap I sampai V akan kita berikan tanpa agunan dan tidak perlu datang ke Bank Sumut karena petugas kita yang akan mendatangi ibu-ibu. Cukup punya tanda pengenal sebagai persyaratan perbankan,” pungkas Gus.
Selain menyerahkan bantuan pendidikan berupa perlengkapan belajar bagi siswa, juga dua unit Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk Kelurahan Sicanang, dan pembagian sembilan bahan pokok (Sembako) bagi masyarakat sekitar yang merupakan bantuan dari tokoh masyarakat H Anif dan Pengprov IMI Sumut pimpinan H Musa Rajeck Shah atau yang akrab disapa Ijeck.

Camat Medan Belawan Andi Syukur Harahap memberi apresiasi besar atas bantuan yang diberikan dalam meningkatkan potensi di enam kelurahan yang memiliki luas daerah sekitar 2000 hektar dengan 12 ribu masyarakat. “Terlebih di Kelurahan Sicanang yang kita ingin rubah tidak lagi berkonotasi negatif seperti selama ini,” tutur Andi. (jul)