Home Blog Page 13866

Kejari Sesumut Diminta Membantu Mengusut

Dugaan Korupsi Bansos Pemprovsu Rp1,2 T

MEDAN-Pasca gelar perkara kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemprovsu 2009-2011 sebesar Rp1,2 triliun, akhir pekan lalu, sejumlah pejabat dan politikus dari pusat banyak yang kasak-kusuk di Kejatisu. Seorang sumber di gedung Kejatisu mengatakan, banyak pejabat pusat yang meminta kasus itu tak melebar kemana-mana. Kalau pun akhirnya Kejatisu menetapkan tersangka dalam kasus itu, hanya pejabat rendahan saja yang dijadikan tersangka.

“Tokoh-tokoh politik asal Sumut juga banyak yang melobi agar kasus itu dihentikan,” kata sumber yang tak mau menyebutkan siapa saja pejabat dan politikus yang mendatangi atau menelpon pejabat Kejatisu.

Kasi Penkum Kejatisu, Marcos Simaremare, saat dikonfirmasi, Rabu (22/2) mengatakan, pihaknya akan tetap fokus pada penyidikan. Malah, lanjutnya, pihaknya telah memilah-milah pejabat tinggi di Pemprovsu yang bakal dijadikan tersangka. Menurutnya, kasus dana bansos merupakan kasus yang sangat besar. “Kasus ini kasus besar yang aliran dananya hampir ke seluruh kabupaten/ kota se-Sumut. Untuk itu kita melakukan sosialisasi agar Kejari ikut menangani kasus aliran dana bansos di wilayah hukumnya masing-masing,” ujarnya.

Marcos mengatakan, mengungkap kasus yang terbesar yang banyak melibatkan pejabat tinggi di Pemprovsu itu adalah target utama mereka. “Kasus ini banyak melibatkan masyarakat dan pejabat rendahan atau pun pejabat petinggi. Untuk itu kita sudah perintahkan jaksa di kabupaten/kota se-Sumut untuk melakukan pendataan penerima aliran dana bansos tersebut,” tegasnya.

Saat disinggung dugaan keterlibatan Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, yang menerima aliran dana bansos sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan asrama di Kairo, Mesir, Marcos mengatakan, pihaknya tidak ada mempersoalkan siapa pejabat yang diduga terlibat. “Kita tidak usah mempersoalkan itulah. Sekarang ini kita tetap berjalan untuk melakukan pengusutan yang lebih besar lagi. Karena kasus ini cukup besar dan banyak melibatkan pejabat dan masyarakat,” tegasnya. (rud)

New Honda Odyssey Turun Harga Rp16,5 Juta

Mengawali Tahun 2012, Honda Indonesia resmi meluncurkan model baru dari generasi keempat Honda Odyssey di Central Park, Jakarta, Selasa (21/2).
Melalui mobil ini, Honda makin memantapkan posisinya menghadirkan Multi Purpose Vehicle (MPV) Premium, 7 penumpang dengan tampilan berbeda di kelasnya.  Mobil ini dijual seharga Rp529 juta (on the road Jakarta) lebih murah dari model sebelumnya Rp545,5 juta atau turun sebesar Rp16,5 juta.
Perubahan tampak pada bodi yang aerodinamis dengan tambahan full aero kit, kenyamanan, dan kemewahan kabin bernuansa warna baru serta fitur inovatif hingga performa sporty.

“Untuk pertama kalinya, teknologi ECON Mode diterapkan di model Honda Indonesia. Hal ini tak hanya membuat New Honda Odyssey sporty, juga ramah lingkungan dan hemat bahan bakar,” kata Presiden Direktur HPM Tomoki Uchida saat peluncuran New Honda Odyssey.

Di sisi teknologi, New Honda Odyssey menggunakan dua mekanisme, yakni ECON Mode yang mengubah sistem pengendaraan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar hingga 20 persen dan fitur Eco-Assist di speedometer yang bisa berubah warna untuk mengedukasi pengemudi agar mampu berkendara dengan efisien bahan bakar.

New Honda Odyssey menggunakan mesin i-VTEC 2.4 liter dengan tenaga 180 PS di 6.500 rpm dan torsi puncak 22,2 kg-m di 4.500 rpm. Untuk keamanan, New Odyssey dilengkapi sistem pengereman ABS, EBD, dan BA serta traction control di EPS.

New Odyssey juga dirancang untuk struktur Pedestrian Protection untuk meminimalisir cedera pejalan kaki. “Harga New Odyssey turun karena efek kerja sama Indonesia-Jepang di tahun ini untuk kelas 1.500-3.000 cc,” ujar Marketing and Aftersales Service Director HPM Jonfis Fandy. (net/jpnn)

PTPN III Perusahaan Taat Pajak

MEDAN- Wajib Pajak Pribadi tahun 2011 akan jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2012. Terkait hal tersebut, PTPN III melalui Bagian Keuangan melaksanakan kegiatan sosialisasi pengisian SPT Tahunan PPH Wajib Pajak Orang Pribadi yang diprakarsai KPP Madya Medan, Rabu (15/2) di Aula Kandir Medan.

Hadir dalam acara itu, Drs Johannes Sitepu AK, Direktur Keuangan, para kepala bagian dan karyawan yang dihunjuk untuk mengikuti program sosialisasi tersebut.

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (Pph) adalah formulir yang digunakan Wajib Pajak untuk melaporkan penghitungan dan pembayaran Pph, objek pajak Pph, bukan objek pajak Pph, harta dan kewajiban.

Menurut Martin Sembiring, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Kota Medan mengatakan, SPT Pph Orang Pribadi dibagi menjadi 3 jenis yaitu, SPT Pph 1170 (bagi pribadi yang penghasilannya bersumber dari usaha atau pekerjaan bebas), 1770 S (bagi pribadi yang penghasilannya dari satu atau lebih sumber penghasilan) dan 1770 SS (yang penghasilannya bersumber dari satu sumber penghasilan dan tidak melebihi Rp60.000.000 se-tahun.
Dalam sambutannya, Johannes Sitepu mengharapkan, agar semua karyawan yang hadir untuk benar-benar memenuhi aturan yang berlaku dan segera berkoordinasi dengan bagian terkait di perusahaan bila terdapat kesalahan dan ataupun kelebihan perhitungan pajak. “Kita berharap PTPN III dan seluruh karyawannya adalah institusi dan orang yang taat pajak,” katanya.

Martin Sembiring, salah satu pemateri dalam acara sosialisasi dari KPP Madya Medan mengatakan, PTPN III sebagai perusahaan masuk dalam salah satu 100 besar pembayar pajak.

“PTPN III adalah perusahaan yang taat pajak,” katanya.
Setalah acara selesai, dibagikan sejumlah souvenir kepada para peserta yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pihak KPP Madya Medan untuk menambah semangat. (rel)

Mampu Memeluknya Diyakini Bisa Naik Haji

Mitos Seputar Tiang Keramat Masjid Agung Al Karomah Martapura, Kalimantan Selatan

Bagaimana jadinya jika dengan memeluk tiang-tiang di dalam sebuah masjid  akan membuat kita bisa naik haji? Mungkin kita akan ke masjid  bukan untuk salat, tapi untuk memeluk tiang.

Pada zaman dahulu, sekitar tahun 1280 Hijriyah atau 1863 Masehi, seorang ulama Kalsel bernama Datu Landak ditugaskan oleh Sultan Kerajaan Banjar untuk mencari tiang yang terbuat dari kayu ulin sebagai sokoguru masjid, ke daerah Barito Kalimantan Tengah. Mendapati tugas itu maka Datu Landak akhirnya berangkat.

Konon, di daerah Barito Kalteng, beliau akhirnya menemukan empat buah pohon kayu ulin yang tinggi dan besar. Menurut  cerita, beliau lalu mencabut keempat pohon tersebut dengan tangan sendiri dan membawanya ke pinggir Sungai  Barito untuk di larutkan hingga sampai ke Martapura. Dan daerah-daerah yang dilalui kayu tadi hingga ke sungai, kata sebagian hikayat, menjadi daerah yang banyak intannya.

Nah, keempat kayu ulin itu sekarang masih dapat kita jumpai berdiri kokoh di dalam Masjid Agung Al Karomah Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Dulu ketika pertama kali hendak didirikan, Datu Landak hanya menepuk tanah dan dengan sendirinya tiang-tiang itu berdiri tegak.
Entah karena karomah Datu Landak, yang merupakan keturunan Datu Kelampayan ini, atau ada sebab lain. Yang jelas kemudian, ke empat tiang tersebut selalu dilingkarkan bunga melati setiap hari. Dan muncul kepercayaan sebagian masyarakat bahwa jika kita bisa memeluk keempat tiang ulin itu maka kita akan bisa segera mendapatkan rejeki untuk berhaji.

Ahmad Mulyadi (21), seorang mahasiswa STAI (Sekolah Tinggi Agama Islam) Martapura membenarkan fenomena sebagian masyarakat yang suka memeluk tiang masjid. Menurutnya, hal tersebut dilakukan warga karena ingin mengambil berkah dari kayu tersebut. “Bagiannya (mereka, Red) biasanya berharap berkah dari tiang itu,” ujarnya.

Seorang penjaga masjid  yang namanya enggan disebutkan juga mengiyakan apa yang telah di lakukan sebagian warga Martapura yakni memeluk tiang masjid. Ketika penulis bertanya padanya tentang kebenaran dari keramat tiang itu, dengan tertawa geli dia berkata: “Biar diragap jua, mun duit kadida, kada kawa jua naik haji (biar dipeluk, tapi kalau uang tidak ada maka tetap tidak bisa naik haji, Red)”.
Adapun Masjid Agung Al Karomah sendiri merupakan salah satu objek wisata di Martapura. Masjid ini sudah tiga kali mengalami renovasi, namun tetap mempertahankan tiang kayu ulin sebagai saksi sejarah.

Dilihat dari segi arsitekturnya, bentuk Masjid Agung Al Karomah Martapura ini mengikuti Masjid Demak Buatan Sunan Kalijaga. Miniaturnya dibawa utusan Desa Dalam Pagar dan ukurannya sangat rapi serta mudah disesuaikan dengan bangunan sebenarnya sebab telah memakai skala.
Sampai saat ini bentuk bangunan masjid menurut KH Halilul Rahman, Sekretaris Umum di kepengurusan masjid sudah tiga kali rehab. Dengan mengikuti bentuk bangunan modern dan Eropa, sekarang Masjid Agung Al Karomah Martapura terlihat lebih megah.

Meski bergaya modern, empat tiang Ulin yang menjadi Saka Guru peninggalan bangunan pertama masjid masih tegak di tengah. Tiang ini dikelilingi puluhan tiang beton yang menyebar di dalam masjid.

Arsitektur Masjid Agung Al Karomah Martapura yang menelan biaya Rp27 miliar pada rehab terakhir sekitar tahun 2004, banyak mengadopsi bentuk Timur Tengah. Seperti atap kubah bawang dan ornamen gaya Belanda.

Semula atap masjid berbentuk kerucut dengan konstruksi beratap tumpang, bergaya masjid tradisional Banjar. Setelah beberapa kali rehab akhirnya berubah menjadi bentuk kubah.

Bila arsitektur bangunan banyak berubah, namun mimbar tempat khatib berkhutbah yang berumur lebih satu abad sampai sekarang berfungsi.
Mimbar berukiran untaian kembang dan berbentuk panggung dilengkapi tangga sampai sekarang masih berfungsi dan diarsiteki HM Musyafa.
Pola ruang pada Masjid Agung Al Karomah juga mengadopsi pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Karena mengalami perluasan arsitektur Masjid Agung Demak hanya tersisa dari empat tiang ulin atau disebut juga tiang guru empat dari bangunan lama.(bbs/ij/ram/jpnn)

TKI Punya Pengacara Tetap

JAKARTA- Kabar baik bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Para pekerja Indonesia di sektor informal maupun formal dipastikan telah memiliki pengacara tetap.

Juru Bicara Satgas TKI Humhprey Djemat mengungkapkan, pada 14 Februari lalu telah dicapai kesepakatan perjanjian pemberian jasa hukum antara Pemerintah RI dengan kantor hukum Gooi dan Azura.

“Saat ini WNI/TKI di Malaysia khususnya yang terancam hukuman mati telah mempunyai pengacara tetap ditandai dengan ditandatanganinya perjanjian pemberian jasa hukum antara pemerintah RI yang diwakili Bapak Mulya Wirana, dan Mr Gooi Soon Seng,” jelasnya di Jakarta, Kamis (23/2).
Humhprey menerangkan, yang akan menjadi pengacara tetap adalah Mr Gooi Soon Seng. Pengacara tersebut setidaknya akan menangani 100 lebih perkara WNI/TKI yang terancam hukuman mati di Wilayah Semenanjung Malaysia.

Hal itu berlaku baik untuk perkara yang masih dalam tahap penyidikan, penuntutan, pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, dan juga di tingkat Mahkamah Persekutuan (setingkat Mahkamah Agung). “Perkara-perkara yang terancam hukuman mati di masa-masa mendatang selama kurun waktu 2012 ini juga akan ditanganani beliau,” terang Humhprey. (ken/ttg/jpnn)

Suatu Bangsa Jatuh karena Akhlak

Oleh:
Drs H Hasan Maksum Nasution SH SPdI MA

Ahmad Syauqi dalam salah satu syairnya: “Bahwasanya bangsa itu bisa bertahan selama mereka memiliki akhlak. Maka bila akhlak itu lenyap dari mereka, merekapun akan lenyap”.

Menurut ajaran Islam, berdasarkan praktik Rasulullah Saw, akhlak mulia adalah faktor penting dalam membina suatu umat atau membangun suatu bangsa. Suatu pembangunan tidaklah ditentukan semata dengan faktor kredit dan investasi materil. Berapa pun besarnya kredit dan investasi, kalau manusia pelaksananya tidak memiliki akhlak, niscaya segalanya akan berantakan akibat penyelewengan dan korupsi.

Demikian pula pembangunan tidak mungkin berjalan hanya dengan kesenangan melontarkan fitnah kepada lawan-lawan politik atau hanya mencari-cari kesalahan orang lain. Yang diperlukan oleh pembangunan ialah keikhlasan, kejujuran, jiwa kemanusiaan yang tinggi, sesuainya kata dengan perbuatan, prestasi kerja, kedisiplinan, jiwa dedikasi dan selalu berorientasi kepada hari depan dan pembaharuan. Itulah sebabnya dikatakan, bahwa mengisi kemerdekaan adalah jauh lebih berat dari perjuangan merebut kemerdekaan itu sendiri.

Karenanya, program utama dan perjuangan pokok segala usaha ialah pembinaan akhlak mulian, ia harus ditanamkan dan ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat terbawah. Pada lapisan atas inilah yang pertama-tama wajib memberikan tauladan yang baik kepada masyarakat dan rakyat. Akan tetapi manakala para pemimpin berani memberikan contoh-contoh yang buruk, maka akan berlakulah pepatah “Kalau guru kencing berdiri, murid akan kencing berlari. Andaikata terjadi, justru guru kencing berlari, niscaya murid-murid kencing menari-nari”.

Akhlak dari suatu bangsa itulah yang menentukan sikap hidup dan tidak perbuatannya. Intelektual suatu bangsa tidak besar pengaruhnya dalam hal kebangunan dan keruntuhan. Sejarah mencatat kerajaan Abbasiyah di Timur yang memiliki tamaddun yang tinggi, telah diruntuhkan oleh bangsa Mongol yang tidak mengenal kebudayaan. Seluruh sejarah bangsa-bangsa mengajarkan kepada kita, bahwa tidak pernah ada suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual, tetapi suatu bangsa jatuh adalah sebab krisis akhlak.

Dalam sejarah perjuangan pisik, rakyat Indonesia berhasil merebut kemerdekaannya berkat mental juang yang tinggi. Rakyat berjuang menggunakan senjata-senjata sederhana dan bambu runcing menghadapi serdadu-serdadu Belanda, Jepang dan Inggris yang terlatih dalam kemiliteran dan dengan persenjataan, teknis modern. Rahasia kemenangan bambu runcing ini adalah karena di belakangnya berdiri manusia-manusia yang punya mental baja, berani menyabung nyawa dan bertarung dengan maut, demi tegaknya kebenaran dan keadilan di bumi pertiwi tercinta ini.

Akhlak Islam adalah suatu mental dan perbuatan yang luhur, mempunyai hubungan dengan Zat Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Akhlak Islam adalah produk dari keyakinan atas kekuasaan dan ke-Esaan Tuhan, jadi dia adalah produk daripada jiwa tauhid. Sebagai konsekwensinya, maka hanya Tuhan itulah satu-satunya yang wajib disembah, dimohon petunjuknya, pertolongannya serta yang harus diikuti.

Akhlak Karimah

Dari aqidah tauhid yang benar disertai menyandarkan hidup demi meraih mardhatillah, maka akan terbangunlah akhlak yang karim, yaitu senantiasa memenuhi segala kewajiban yang diperintah oleh Allah dalam hidup dan kehidupannya.

Akhlak adalah sebuah pola hubungan yang baik yang terjalin antara makhluk sebagai ‘abid dan Khaliq sebagai ma’bud, yang garis lurus vertikal itu diciptakan melalui proses amal ibadah dalam artian yang khusus dan juga dalam implementasi yang luas, yaitu pengabdian atau keberserahdirian hamba baik sebagai pribadi (fardhiyah) maupun secara kelompok/komunitas kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Bahwa salah satu bentuk dari wujud akhlak karimah yang secara jama’ah itu adalah dalam konteks Ulil Amri yaitu ada dan terbangunnya suatu kepemimpinan yang menggerakkan dan mengatur masyarakat/komunitas muslim ke arah keridhaan Allah SWT.

Istilah ini berbeda dengan etika dan moral yang kita kenal dan sering padankan selama ini. Akhlak adalah sebuah terminology/peristilahan khusus yang digunakan untuk hubungan makhluk (manusia) terhadap Al-Khaliq (Allah swt.). Akhlak karimah wajiblah atasnya bercermin pada Rasulullah Saw, sebab beliau diutus oleh Allah SWT untuk memperbaiki akhlak hamba dengan penciptaNya Allah SWT.

Ummul mukminin Aisyah ra. pernah ditanya soal akhlak Rasulullah Saw. Beliau menjawab; “Khuluquhul Quran” artinya akhlak Nabi adalah Alquran.
Akhlak terbagi dua; pertama akhlak khas (khusus) adalah sekalian akhlak yang berkenaan dengan pribadi yang langsung kepada Khaliqul Alam, sedangkan kedua akhlak ‘am (umum) adalah sekalian akhlak yang ada hubungannya dengan makhluk yang lainnya, yang lazim dikenal sebagai baiknya hubungan vertikal antara manusia dengan Allah SWT (hablumminallah) dan hubungan baik antar sesama manusia dengan makhluk hidup lainnya (hablumminannas).
Kemungkaran Menyenangi Pendukungnya Sudah tidak asing lagi, bahwa pelaku kemungkaran akan cenderung menyenangi orang-orang yang mendukungnya dan membenci kepada siapa saja yang menghalanginya. Kondisi semacam ini tampak nyata pada agama-agama bobrok, selalu cenderung kepada yang sealiran dan memusuhi orang yang berbeda paham.

Dalam rangka memenangkan kekuasaan atau merencanakan perampokan, korupsi, adakalanya terjalin suatu bentuk kerja sama diantara mereka. Tak jarang mereka menganjurkan orang lain untuk ikut bekerja dalam kemungkaran yang mereka lakukan. Jika anjuran tersebut diabaikan, maka mereka akan memaksanya dengan cara apapun, walau dengan kekerasan sekalipun. Kemudian mereka yang menyuruh orang lain mengikuti jejaknya untuk melakukan tindakan tercela itu, sebenarnya pada hal-hal yang baik bisa juga terjadi bahkan lebih kuat dari itu.

Oleh karena itu, orang-orang beriman diperintahkan untuk selalu menghadang dan melawan keburukan musuh-musuhnya itu dengan kebaikan, serta diperintahkan untuk memperbaiki dirinya dengan dua cara, yaitu melakukan kebaikan dan meninggalkan segala bentuk kejelekan.
Di saat kebaikan mengalami hambatan serta adanya dorongan mengarah pada keburukan, maka ada empat cara perbaikan, dengan empat cara inilah para mukmin diperintahkan untuk memperbaiki orang lain sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada.

Allah SWT berfirman; “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan nasehat-menasehati, supaya menerapi kebenaran dan kesabaran”. (Al-’Ashr: 1-3).

Imam Syafi’i meriwayatkan serta mengatakan; “Kalau semua orang berfikir untuk memahami Al-’Ashr, maka cukuplah bagi mereka, sebab dalam surat itu Allah menekankan, bahwa sesungguhnya, manusia itu merugi, kecuali yang pada dirinya dilekati keimanan, kesalehan dan sesama orang lain, selalu berwasiat agar senantiasa menepati kebenaran dan kesabaran. (*)

Penulis adalah Dosen STAI
Sumatera, PTI AL-Hikmah dan STAI RA Batangkuis

Penerimaan CPNS Tahun Ini Terancam Batal

Belum Ada Satu pun Daerah Ajukan Formasi

JAKARTA- Tanda-tanda diadakannya seleksi CPNS tahun ini makin redup. Hingga saat ini, belum ada satupun daerah yang mengajukan formasi CPNS. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, pengajuan sudah dilakukan sejak Januari.

“Biasanya kalau mau ada penerimaan CPNS, Januari sudah banyak yang mengajukan usulan formasi ke BKN. Tapi sampai hari ini, usulan itu tidak ada sama sekali,” ungkap Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat yang dihubungi, Kamis (23/2).

Diapun merasa pesimis, tahun ini akan diadakan seleksi CPNS. Pasalnya, selain pengajuan formasi, daerah tetap dituntut melampirkan analisa jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK).

“Bagaimana bisa diadakan penerimaan CPNS, sedangkan pengajuan formasinya belum ada satupun. Prosedurnya kan panjang, makanya Januari harusnya sudah masuk,” ujarnya.

Terkait pengangkatan honorer tertinggal menjadi CPNS, menurut dia, tetap harus disertai dengan usulan formasi yang dilengkapi Anjab-ABK. “Tidak bisa diangkat kalau formasinya tidak ada,” ucapnya.

Ditanya bila RPP honorer tertinggal telah diteken Maret oleh presiden, apakah langsung ada pengangkatan, Tumpak mengatakan, prosedurnya tidak demikian. Setelah PP-nya terbit, BKN akan mengeluarkan Peraturan Kepala BKN yang kemudian mengumumkan hasil verifikasi dan validasi tahap pertama. Setelah itu diberikan kesempatan satu bulan kepada masyarakat untuk memberikan sanggahan.

“Dari laporan-laporan itu, kemudian dilakukan verifikasi dan validasi tahap dua. Mengapa harus ada verifikasi validasi lagi, karena untuk mengclearkan data yang ada sehingga honorer yang diangkat CPNS benar-benar layak (memenuhi persyaratan,” tuturnya.(esy/jpnn)

Jonny Allen Tantang Sekretaris DPC PD Pulangkan Uang

JAKARTA- Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat Jonny Allen Marbun, langsung tertawa ngakak saat dihubungi koran ini untuk dimintai tanggapan atas pengakuan Sekretaris DPC Partai Demokrat Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Hafrul Hadawi Tanjung yang mengaku diberi uang oleh Jonny Allen sebagai tim sukses Anas Urbaningrum saat Kongres PD di Bandung 2010 silam.

Jonny Allen tidak membantah namun tidak juga mengiyakan atas pengakuan Hafrul Tanjung yang mengaku menerima US$ 10.000 dari dirinya. Jonny Allen malah minta, jika Hafrul merasa menerima uang sebesar itu, maka harus dikembalikan kepada dirinya.

“Bilang ke dia, suruh kembalikan saja. Kalau dia merasa menerima, dia harus bertanggung jawab karena dia tidak punya hak suara di Kongres,” ujar Jonny Allen, sembari tertawa terus saat dihubungi koran ini, kemarin (23/2).

Kalau menyuruh mengembalikan, berarti benar memberi dong? Ditanya hal itu, lagi-lagi politisi senior di Demokrat itu hanya tertawa saja. “Pokoknya kembalikan saja karena sekretaris tak punya hak suara,” kata pria yang dikenal sebagai tink tank-nya tim sukses Anas saat Kongres di Bandung itu.
Sementara di Medan, massa yang tergabung dalam Forum Generasi Muda Muslim Sumatera Utara meminta KPK mengusut kasus dugaan korupsi penyaluran dana ke Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, yang diduga melibatkan Jhonny Allen Marbun. “Dialokasikan dana Rp40 miliar, tapi Rp2 miliar dari anggaran tersebut merupakan fee untuk Jhonny Allen,” kata koordinator aksi, Adhitia Melfan Tanjung saat aksi di depan gedung DPRD Sumut, Kamis (23/2).
“Kami minta agar penegak hukum, khususnya KPK mengusut tuntas dugaan suap dan mark up yang dilakukan Jhonny Allen,” ujarnya lagi.(sam/ril)

Dihadang Massa, Eksekusi Lahan Gagal

KARO- Dihadang seribuan massa, eksekusi lahan seluas 4 hektar di Simpang Kuta Rayat, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, gagal dilaksanakan, Selasa (21/2) pukul 12.00 WIB. Massa yang sebelum kedatangan para ekskutor dan aparat kepolisian, telah memblokir ruas jalan dengan tumpukan batu berbentuk benteng, dan membakar ban, membuat tim pelaksana eksekusi tidak dapat menuju lokasi.

Petugas kepolisian AKP G Sirait didampingi sejumlah Polwan yang mencoba bernegosiasi dengan sejumlah kaum ibu di barisan depan, tidak berhasil melunakkan hati warga yang terlihat sudah diliputi emosi.

Nogosiasi yang di fasilitasi Kepala Desa, Kuta Gugung Kastel Surbakti dan seorang anggota DPRD Karo Suranta Sitepu juga tidak membuahkan hasil. Akhirnya, Panitera PN Kabanjahe Perdamen Purba memutuskan eksekusi ditunda. “Eksekusi hari ini ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan,”  ucap Perdamen Purba disambut teriakan gembira massa yang menghadang.

Konflik lahan di tanah milik Gancih Sitepu ini terjadi karena sejumlah warga mengklaim telah membeli tanah warisan itu dari keluarga kandung pemohon. (wan)

Seminggu Ditinggal, Rumah Semi Permanen Terbakar

MEDAN- Satu rumah semi permanen milik dani (25), di Jalan Binjai Km 12,5, Desa Mulyo Rejo, Kecamatan Sunggal terbakar, Selasa (21/2) siang pukul 11.00 WIB. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Saat kejadian, Dani bersama istrinya Suyatmi (23), dan kedua anaknya pergi ke rumah orangtua Suyatmi di Stabat. Tetangga korban, Suratmin (50), melihat ada kepulan asap dari dalam rumah Dani. Dia semakin panik ketika melihat kepulan asap semakin tebal dan api mulai membakar bagian dalam rumah Dani.
Spontan dia berteriak kebakaran sembari memanggil para tetangganya untuk memadamkan api. Karena rumah tersebut terbuat dari papan, api semakin cepat menjalar dan nyaris membakar rumah di sebelahnya.

Mobil pemadam kebakaran yang terlambat tiba di lokasi mengundang kekecewaan warga dan menyorakinya.  Berselang dua puluh menit kemudian, api berhasil dipadamkan. Namun tak satupun barang yang dapat diselamatkan.  Kepling setempat, Narjo (50), langsung menghubungi Dani yang berada di Stabat. Mendengar informasi dari kepling itu, Dani langsung pulang dan menyaksikan rumahnya tinggal puing. Dia mengaku, saat pergi lupa memadamkan listrik.

“Lupa aku matikan listrik, sudah hampir seminggu rumah ku tinggalkan. Memang kabel listrik di dalam semerawut Bang,” terangnya sambil tertunduk lemas.(cr-1/smg)