31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 13866

AKBP Apriyanto Bersikukuh tak Konsumsi H5

MEDAN- Meskipun terus membantah memesan dan mengkonsumsi pil happy five (H5), mantan Wakil Direktur (Wadir) Reserse Narkoba Polda Sumut, AKBP Apriyanto Basuki Rahmat terus disudutkan oleh keterangan tiga tersangka lain. Dari hasil rekonstruksi di TKP, Sri Agustina, Ade Hendrawan dan Jhonson Jingga menyebut AKBP Apriyanto memesan dan mengkonsumsi H5.

“Tapi AKBP ABR masih bersikukuh tak ada memesan dan mengkonsumsi pil tersebut. Namun kalau berada di tempat itu (Live Music D’ Core/Paramount) memang diakui AKBP ABR,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Raden Heru Prakoso di Mapoldasu, Jumat (9/3) malam.

Soal Wina, wanita yang pulang bersama AKBP Apriyanto, Heru mengatakan sejauh ini Wina masih diperiksa sebagai saksi. Heru berdalih, Wina hanya menerima tiga butir pil H5 dan tidak mengkonsumsinya.  “Keterlibatannya masih kita dalami, belum ada bukti kuat untuk mengarah kepada tersangka,” tukas Heru.

Ditanya mengapa AKBP Apriyanto tak ditahan, Heru beralibi mantan Wadir Narkoba itu masih sebagai anggota Polri aktif. Selain itu, AKBP Apriyanto kooperatif dalam pemeriksaan. “Penahanan dilakukan jika kita takut tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya, tapi dia kooperatif,” dalihnya.

Heru juga membantah pertemuan AKBP Apriyanto, Wakapolda Sumut Brigjen Cornelius Hutagaol dan Kalabfor Polda Sumut, Kombes CH Syarian. Namun, keterangan Heru ini berbeda dengan keterangan Kombes CH Syafrian sebelumnya.

Syafrian menyatakan, saat bertemu dengan Brigjen Cornelius Hutagaol bukan membahas hasil tes urine AKBP Apriyanto, tapi menjamu tamu Wakapolda Sumut.

“Wakapolda tidak ada menanyakan hasil tes urine AKBP Apriyanto kepada Kalabfor, tapi hanya menanyakan berapa lama hasil tes urine itu keluar, dan apakah tes darah dan rambut juga bisa,” kelitnya. (mag-5/smg)

Dua Pria Dibacok dan Dipukuli Massa

Polisi Tetapkan 12 Tersangka

TAPUT- Akhirnya Polsek Sipoholon menetapkan 12 tersangka kasus pengeroyokan dua pemuda, Sakti Aritonang dan Rianto Harahap, Jumat (9/3). Dari 12 tersangka, tujuh di antaranya langsung ditahan, dan lima masuk daftar pencarian orang (DPO).

Pantauan METRO (grup Sumut Pos), selain ketujuh tersangka, pihak kepolisian juga memanggil kedua korban dan empat saksi yang melihat peristiwa pengeroyokan.

Sakti Aritonang, warga Desa Simanungkalit dan Rianto Harahap warga Desa Siraja Oloan, Siwaluompu, Tarutung, mengaku, senang pelaku pengeroyokan dirinya berhasil diringkus polisi.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian mempertemukan para tersangka dengan korban. Oleh polisi memberi kesempatan kepada korban mengenali wajah para tersangka apakah ikut pada pengeroyokan itu.Ternyata benar. Setelah diperhatikan, seluruh tersangka yang hadir saat itu turut ambil bagian pada peristiwa itu.

Ketujuh tersangka yang sudah ditahan yakni, Elvis Silaban, Ien Tanjung (19), Hermanto Lumbangaol (22), Rano Karno Situmeang (18), Frengki Panggabean (18), Riski Situmeang (17) dan Joel Situmeang, sedangkan lima lainnya masih DPO.

Kapolsek Sipoholon, AKP R Hutagaol kepada METRO usai mempertemukan kedua belah pihak mengatakan, motif pengeroyokan untuk sementara berawal dari pertengkaran melalui SMS (Short Message Service) antara salah seorang pelaku, Elvis Silaban dengan Romi teman korban Aritonang. (cr-02/des/smg)

Dugaan Ijazah Palsu Hulman, Pelapor Bisa Tempuh Pra-Peradilan

JAKARTA- Wali Kota Siantar Hulman Sitorus sepertinya belum dapat bernafas lega, terkait laporan dugaan ijazah palsu. Pasalnya, meski Polda Sumatera Utara menghentikan proses penyelidikan dengan alasan tidak cukup bukti, namun masih terdapat celah lainnya.

Hal tersebut diindikasikan Kepala Divisi Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution, secara khusus kepada koran ini di Jakarta, Jumat (9/3).
Menurutnya, untuk membuka kembali proses penyelidikan yang telah dihentikan Polda Sumut, pelapor dapat menempuh proses pra-peradilan. “Kalau di Polda dihentikan (dengan alasan tidak cukup bukti), maka harus melalui pra-peradilan untuk dapat membukanya kembali,” ungkap Saud.
Sebagaimana diberitakan, indikasi masih adanya celah untuk melanjutkan pemeriksaan, juga telah dikemukakan Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Poldasu, AKBP MP Nainggolan beberapa waktu lalu. “Bila ada bukti-bukti lain soal ijazah palsu Hulman, kasusnya akan kita selidiki kembali,” terangnya.

Dugaan ijazah palsu ini sendiri sebelumnya dilaporkan Bona Tua Naipospos ke Mabes Polri per tanggal 21 Juli 2011 lalu. Dengan nomor laporan, Pol TBL/281/VII/2011/Bareskrim, berdasarkan Laporan Polisi No Pol: LP/469/VII/2011/Bareskrim tanggal 21 Juli 2011 lalu. Laporan ini diterima petugas Perwira Siaga, Aipda Edy Wuryanto. Kemudian menanggapi laporan ini, Mabes Polri menerbitkan surat Nomor B/9707/Ops/VII/2011/Bareskrim perihal pelimpahan laporan polisi tertanggal 26 Juli 2011, yang ditujukan ke Kapoldasu. (gir)

Wabup Buka MTQ Tingkat Kecamatan

PAKPAK BHARAT- Waki Bupati (Wabup) Pakpak Bharat H Maju Ilyas Padang, secara resmi membuka lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan tahun 2012 di Desa Mahala, Kecamatan Tinada, Rabu (7/3).

Kegiatan disaksikan Ketua LPTQ, Kepala Kantor Kemenag Drs Saidup Kudadiri MM dan sejumlah pejabat eselon II, III, IV serta para Qori dan Qoriah.
Wabup H Maju Ilyas Padang menekankan, perlunya peningkatan kegiatan yang bersifat keagamaan di tengah-tengah masyarakat.

Hal itu dikemukakannya, mengingat banyaknya kasus hukum yang berkaitan dengan pelanggaran norma agama dan susila. “Perlu kita cermati terutama di Kabupaten Pakpak Bharat sekarang ini sedang giatnya melakukan pembangunan disegala bidang. Diharapkan agar generasi muda dapat berperan aktif, berdiri di depan sebagai modal dasar dan motor penggerak pembangunan,” urainya.

Terhadap pembangunan rumah ibadah di desa itu, ia menggaransi, pihaknya dan Kemenag akan berupaya memberikan bantuan dana yang diperlukan nantinya untuk keperluan dimaksud. Ditambahkan, setiap tahunnya, Pemkab Pakpak Bharat dan Kantor Kemenag menyediakan anggaran
untuk kebutuhan pembangunan rumah ibadah.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pakpak Bharat Drs H Saidup Kudadiri menyatakan, instansi itu siap dan bersedia membantu pembangunan dimaksud.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag mengadakan penggalangan bantuan yang langsung direspon oleh beberapa kalangan yang hadir. Mereka yang memberikan partisipasi berupa bantuan sukarela antara lain Wakil Bupati, Kepala Kemenag dan beberapa pimpinan SKPD yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pelantikan dan pengambilan sumpah bagi para dewan juri yang  memimpin dan memberikan penilaian selama MTQ berlangsung dipandu oleh Camat Tinada diwakili Sekretaris Kecamatan Drs M Asrul Gajah. (mag-14)

Poldasu Jaga 266 SPBU di Sumut

MEDAN- Mengantisipasi gejolak masa atas kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) berujung anarkis, Polda Sumut akan menurunkan 3 kompi pasukan untuk mengamankan 266 SPBU dan 31 APMS (Agen Primium Minyak Solar) di Sumut.

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso, Jumat (9/3), sebagai langkah guna meredam aksi unjuk rasa yang mengarah ke anarkis jelang kenaikan BBM yang diperkirakan akan mulai diberlakukan April mendatang.

“Dari laporan dan informasi yang kita terima, pada saat kenaikan BBM nanti, akan ada unjuk rasa besar-besaran,  makanya kita lakukan persiapan antisipasi,” tambahnya.Heru mengatakan, dengan naiknya BBM, pihaknya akan memantau dampak kenaikkan harga kebutuhan pokok, karena dampak-dampak tersebut bisa membuat gejolak massa semakin tak terkendali. Pihaknya juga akan memantau SPBU agar tidak melakukan tindakan melanggar hukum.

Terpisah, Kapolres Tanah Karo, AKBP Marcelino Sampow, dalam rapat koordinasi dengan pemilik SPBU di Kabupaten Karo, Jumat ( 9/3) siang di Aula Pur Pur Sage Mapolres Tanah Karo, menjelaskan, jangan coba-coba menimbun BBM, apabila masih ada yang nekad melakukan, dipastikan akan berurusan dengan hukum. (mag-5/wan)

Poin Penuh di Teladan

MEDAN- Skuad PSMS kini sedang libur hingga 13 Maret mendatang. Rabu (14/3) latihan akan kembali digeber demi poin penuh di dua laga kandang melawan PSPS (26/3) dan Persija (30/3).

Pelatih PSMS sementara Suharto AD menuturkan, anak-anak asuhannya harus melupakan kekalahan di Stadion Barnabas Youwe markas Persidafon Dafonsoro, Rabu (7/3) lalu. Namun, hal ini juga harus dijadikan pelajaran berharga bagi timnya.

“Di sana (Dafonsoro, Red) kita memang tampil sangat buruk. Paduan minimnya pemain inti dan lapis kedua kita tak menunjukkan kolektivitas tinggi di lapangan. Ini yang menjadi evaluasi prioritas kita pada sesi latihan berikutnya,” terangnya, Jumat (9/3).

“Kerjasama tim juga bakal menjadi topik utama dalam sesi latihan nanti. Kita memiliki waktu yang cukup panjang menyiapkan dan mengembalikan mental pemain. Tanggal 14 kita mulai latihan, sedang laga berikutnya baru kita lakoni pada 26 Maret nanti. Waktu ini harus bisa kita manfaatkan dengan maksimal, baik untuk recovery fisik serta mental pemain,” kata pelatih berkepala plontos itu.

Namun, mempersiapkan tim jelang bentrok PSPS Pekanbaru pada 26 Maret dan 30 Maret kontra Persija Jakarta, Suharto mengaku pede. “Pertandingan tandang ini akan diisi pemain inti kita yang bermain full team,” ungkapnya.

Menurutnya, kemungkinan menang akan dimaksimalkannya bersama anak-anak asuhnya. “Target poin penuh melawan dua tim besar ini wajib kita apungkan ke pemain. Dengan begitu, kita (Pelatih, Red) dan pemain memiliki satu misi dan visi untuk memberikan penampilan terbaik bagi para pendukung kita di Medan,” ujar Suharto.

“Wajib menang! Dengan menggenjot latihan, saya harap performa anak-anak bisa maksimal pada laga nanti. Laga ini menurut saya sangat penting, menetukan posisi kita di masa paruh musim. Dengan kemenangan di dua laga ini, paling tidak kita bisa menempati papan tengah klasemen sementara ISL,” harap Suharto. (saz)

Jeda, Pilih Refreshing

JEDA lima hari (9-13 Maret) yang diberikan manajemen kepada skuad PSMS, merupakan satu hal yang sangat berarti bagi pemain yang berdomisili di luar Sumut. Apalagi, usai tur Jawa Timur-Papua yang sangat melelahkan, jeda lima hari ini benar-benar dimanfaatkan sebegai refreshing.
Striker PSMS Arie Supriatna yang dihubungi via telepon selular mengaku cukup senang ketika manajemen memperbolehkan pemain libur. “Saya lagi di Tangerang. Sebagai pemain, kepenatan selama beberapa pertandingan terakhir akan hilang. Apalagi setelah bertemu dengan keluarga, khususnya isteri dan anak,” ungkapnya, Jumat (9/3).

“Selain kembali refresh, menghadapi laga berikutnya kita tentu akan lebih relax. Dan untuk bisa bermain lebih maksimal akan lebih memungkinkan,” tambahnya.

Sementara, kiper kedua PSMS Eddy Kurnia juga mengaku sangat senang dengan kebijakan manajemen. “Tentu kita butuh refreshing. Namun, kita juga diwanti-wanti pelatih untuk terus melakukan latihan walau tanpa panduan pelatih. Recovery fisik kita lakukan sendiri pada masa libur ini,” ujarnya.
Pemain yang berdomisili di Bogor ini juga mengatakan, bertemu dengan isteri serta anak memberikan semangat tersendiri untuk menghadapi laga berikutnya. “Jika sudah bertemu isteri dan anak, dalam sekejap kelelahan yang selama beberapa pertandingan terakhir hilang dengan sekejap,” aku Eddy.
Senada, Ledi Utomo stopper PSMS mengatakan hal serupa. Apalagi, pemain kelahiran 1983 ini bakal mengakhiri masa lajang pda 2012 ini juga. “Mudah-mudahan kalau ada rezeki dan diridhoi, Juni 2012 ini saya menikah. Dan libur beberapa hari ini tentu memberikan arti tersendiri bagi saya dan calon isteri, sebelum kembali memperkuat PSMS pada laga berikutnya,” tuturnya.

Menurutnya, tur Jawa Timur-Papua yang mengunjungi kandang Persela Lamongan (28/2), Deltras FC Sidoarjo (3/3) dan Persidafon FC Dafonsoro (7/3) merupakan perjalanan yang sangat melelahkan. “Recovery fisik tentu sangat dibutuhkan usai tur ini. Dan dengan waktu istirahat yang diberikan ini, cukup membantu,” tandasnya. (saz)

Lagi, PSSI akan Rekonsiliasi

JAKARTA – PSSI akan mengundang klub-klub yang mengikuti Indonesian Super League (ISL) untuk duduk bersama. Mereka mengundang klub-klub itu untuk berdiskusi minggu depan.

“Kami sudah menyiapkan undangan, akan disebar Senin depan. Kita akan bertemu dan merembuk mencari kesepakatan. Kita sudah tentukan tempatnya, Rabu 14 Maret di Hotel Crown Jakarta,” papar Penanggung Jawab Timnas, Berhard Limbong, di kantor PSSI, Jakarta, Jumat (9/3) lalu.
Sedikitnya 12 klub akan diundang yaitu Persisam, Persiba Balikpapan, Persipura, Persiwa, Pelita Jaya, Persib Bandung, Sriwijaya FC, Deltras Sidoarjo Persela Lamongan, PSPS Pekan Baru, Mitra Kukar dan Persidafon Dafonsoro.

“Tidak ada kata terlambat. Maka itu diharapakan pihak-pihak yang diundang berkenan hadir, untuk membicarakan unek-uneknya,” ujar Limbong.
Pertemuan tersebut diharapkan ada keinginan bersama untuk mencari jalan keluar tentang konflik sepak bola di dalam negeri.

Pemerintah sudah memperingatkan PSSI supaya segera menyelesaikan segala masalah yang membuat sepak bola Indonesia kisruh terus. Presiden SBY bahkan sudah secara eksplisit mengungkapkan kekecewaannya. Lebih tegas lagi, Kemenpora juga sudah mengancam tidak akan mengeluarkan dana operasional bagi Timnas, jika PSSI terus berkonflik. (net)

Pembongkaran Masjid, Aliansi Ormas Islam Kembali Demo

Pertemuan di Hotel Madani Tipu Muslihat

MEDAN-Ratusan massa Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara kembali turun ke jalan mendesak agar pihak pengembang  dan pemerintah segera membangun kembali Masjid Al Khairiyah, Madrasah Jamiatul Khairiyah dan Masjid Al Ikhlas serta Masjid Raudhatul Islam. Massa juga meminta penegak hukum agar mengusut Lim Kok Min SH, selaku Legal Dept PT Jati Masindo yang merobohkan Masjid Al Khairiyah. Aksi ini dilakukan di depan Hotel Emerland Garden di Jalan KL Yos Sudarso Medan, Jumat (9/3) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

“Penegak hukum harus mengusut Lim Kok Min karena diduga orang yang merobohkan Masjid Al Khairiyah bekerjasama dengan mafia tanah. Umat Islam tidak mau dilecehkan. Kami minta Kapoldasu agar segera memproses kasus ini dan pengaduan ke Polresta Medan sejak 2003 dan 2004  segera diproses kembali,” teriak Rafdinal SSos, salah seorang orator pengunjuk rasa, di hadapan seratusan personel kepolisian termasuk Kapoldasun
Irjen Pol, Wisjnu Amat Sastro dan Kapolresta Medan, Kombes Monang Situmorang.

Menurut Rafdinal, Wali Kota Medan juga harus membongkar pagar dan tembok yang menutup akses jalan umum di lingkungan perumahan PT Jati Masindo, yang letaknya persis di belakang Hotel Emerald Garden.

Rafdinal menyebutkan, umat Islam sekarang ini telah diadudomba sehingga kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik. Kecaman juga dilontarkan oleh Indra Syafii, Aktivis Aliansi Ormas Islam ini menilai pertemuan di Hotel Madani, Kamis (16/2) lalu, merupakan tipu muslihat dari Muspida Plus dan Wali Kota Medan karena hingga sekarang tidak ada realisasinya.  Bahkan, panitia pembangunan kembali Masjid Al Ikhlas Jalan Timor Medan yang telah dibentuk hingga sekarang belum disahkan melalui surat keputusan (SK).

“Jangankan peletakan batu pertama pembangunan, SK panitia saja tidak ditandatangani. Inikan namanya tipu muslihat terhadap Umat Islam,” teriak Indra Syafii.

Indra Syafii juga mempertanyakan sikap Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang naik ke atas podium tempat para pengunjuk rasa menyampaikan aspirasinya.

“Kami sudah menyampaikan surat permohonan untuk beraudiensi kepada Kapoldasu namun tidak ada balasan, dengan dalih kesibukan. Ada apa ini?” tanya Indra Syafii.

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro berjanji akan mempertemukan perwakilan Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara dan panitia pembangunan kembali Masjid Al Ikhlas  untuk bertemu dengan Wali Kota Medan dan Plt Gubsu, Senin (11/3) mendatang, guna mencari solusi permasalahan.

“Saya akan berusaha memediasi antara perwakilan Aliansi Ormas Islam dan panitia pembangunan  kembali Masjid Al Ikhlas untuk bertemu dengan Plt Gubsu. Hari ini Plt Gubsu tidak berada di Medan, masih di luar kota. Senin aja kita pergi bersama menghadap Plt Gubsu,” sebut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, di depan seratusan pengunjuk rasa dari Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid dan jamaah Masjid Al Ikhlas dan Masjid Al Khairiyah di depan Hotel Emerald Garden Jalan Putri Hijau Medan.

Menurut Kapoldasu, dirinya berharap permasalahan ini segera selesai sehingga tidak perlu lagi ada unjuk rasa. Sebab, unjuk rasa membuat masyarakat lainnya jadi terganggu. “Saya berharap masalah ini cepat selesai,” tegas Kapoldasu yang sengaja naik ke atas mobil pick up yang dijadikan panggung orasi tersebut.

Kapoldasu juga menepis tudingan kalau dirinya dianggap enggan menerima perwakilan dari Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid Sumatera Utara yang akan datang untuk melakukan audiensi dengannya.
“Surat permohonan tidak ada yang terima. Siapapun yang datang dan dari organisasi mana pun saya terima,” dalih Kapoldasu.

Kapoldasu mengakui, saat pertemuan di Hotel Madani pada 16 Februari 2012 lalu dirinya terlambat datang dan tidak tau hasil pertemuan sebelumnya.
“Itulah sebabnya, saya siap mempertemukan Aliansi Ormas Islam bersama Wali Kota untuk menghadap ke Plt Gubsu. Ini sebagai langkah-langkah  untuk menyelesaikan permasalahan,” ujar Kapoldasu lagi.

Perwira tinggi Polri ini juga tidak melarang Aliansi Ormas Islam untuk melakukan aksi unjuk rasa asal tertib, damai dan tidak anarkis. “Silahkan berunjuk rasa tapi jangan anarkis. Hari ini Jumat, hari yang suci dan sakral bagi Umat Islam dan jangan berbuat anarkis,” tegas Kapoldasu seraya menambahkan kasus perobohan Masjid Al Khairiyah dan Masjid Al Ikhlas akan segera ditindaklanjuti.

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro berdialog akrab dengan massa pengunjuk rasa dan pengurus Aliansi Ormas Islam. Pantauan Sumut Pos, aksi unjuk rasa dimulai usai pelaksanaan Salat Jumat secara berkonvoi dan dikawal oleh petugas kepolisian. Tidak terlihat aksi bakar ban bekas seperti aksi-aksi sebelumnya.

Namun, massa pengunjuk rasa sempat ribut dengan sejumlah petugas kepolisian saat beberapa pengunjuk rasa membawa plang bertuliskan Masjid Al Khairiyah dan Madrasah Jamiatul Khairiyah yang telah dicopot oleh pihak pengembang, dibawa kembali ke depan hotel tersebut sehingga terjadi saling tarik. Bahkan, seorang pengunjuk rasa bernama Asmui sempat diamankan dan dipukuli oleh beberapa petugas kepolisian, namun dilepas kembali. Usai melakukan aksi unjuk rasa damai itu, massa pengunjuk rasa membawa plang Masjid Al Khairiyah dan Madrasah Jamiatul Khairiyah ke lokasi semula di Jalan Bekiun.

Di lokasi semula itu akhirnya plang Masjid Al Khairiyah tersebut dipasangkan kembali. Akibat unjuk rasa, petugas Satlantas Polresta Medan yang dipimpin langsung oleh Kompol M Risya Mustario mengalihkan arus lalulintas dari Jalan Putri Hijau menuju Jalan Yos Sudarso atau sebaliknya terpaksa dialihkan untuk menghindari kemacatan arus lalulintas.di Jalan Putri Hijau sempat macat sehingga kendaraan bermotor yang akan menuju Jalan Yos Sudarso dan sebaliknya terpaksan dialihkan.(gus)

Job Fair di Uniland, 30-30% Dapat Kerja

Gelaran Job Fair di Uniland Jalan MT Haryono melibatkan perusahaan yang bergerak dalam bidang finance, lokomotif, retail, manufaktur, perbankan dan lainnya. Even dengan nama Job For Carieer.com itu diselenggarakan selama 2 hari mulai dari 9-10 Maret 2012.

“Ada 35 perusahaan yang ikut pameran dan semuanya bergerak dalam berbagai bidang, karena itu semua peserta dalam berbagai jurusan dapat mengikuti pameran,” ujar Director Job For Career, Ricky Januar.

Menurutnya, pameran bursa kerja ini sudah yang kelima kalinya dilakukan di Medan. Dan antusias masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Bahkan, hari perdana atau pembukaan pameran ini, sekitar 1.800-an pengunjung menghadiri pameran yang dibuka sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB itu.

“Selama ini, bila pameran bursa kerja yang kita lakukan, selalu menarik minat masyarakat. Hari ini saja tercatat lebih dari 1.800-an pengunjung yang hadir,” ungkap Ricky.

Antusias masyarakat untuk mengikuti pameran memiliki banyak alasan, salah satunya hasil akhir dari pameran ini selalu menggutungkan peserta.
“Pameran ini bisa merekrut 30 hingga 40 persen peserta yang ingin mencari pekerjaan, jadi bisa dikatakan kerja kita berhasil,” tambah Ricky.
Untuk mengikuti pameran ini juga bisa dikatakan cukup mudah, hanya tinggal membawa persyaratan yan dibutuhkan saat melamar pekerjaan, seperti CV (daftar riwayat hidup), surat lamaran lengkap, pas photo, dan foto copi ijazah. “Dan membayar uang pendaftaran sebesar Rp25 ribu per orang,” tambah Ricky.

Salah satu yang mengikuti pameran bursa kerja ini, adalah Harian Sumut Pos. Sebagai Koran terbaik se-Sumatera dalam perwajahan, saat ini Sumut Pos sedang gencar untuk mencari tenaga muda untuk ditempatkan dalam marketing iklan. Bahkan, hingga menjelang sore hari, sudah ada sekitar 50-an lamaran yang masuk.

“Sudah lebih dari 50 lamaran yang masuk, kita lihat saja, siapa yang akan beruntung untuk bekerja di Sumut Pos,” ujar Account Executive Sumut Pos, Arya Wijaya. (ram)