26 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 13866

Laga Raksasa

Jerman vs Prancis

BREMEN-Tim unggulan Euro 2012 Jerman akan menjamu Prancis pada laga persahabatan yang berlangsung di Weserstadion, Bremen, dini hari nanti.
Menatap laga itu, pelatih tim nasional Jerman Joachim Low tidak terpengaruh penampilan buruk Prancis selama Piala Dunia 2010. Pelatih usia 52 tahun itu mengklaim, lini belakang tim besutan Laurent Blanc itu sulit ditembus dan memiliki barisan depan yang berbahaya.

”Saya pikir Prancis tim yang berbeda sekarang dibanding yang kami lihat di Piala Dunia 2010,” kata Low.

“Mereka memiliki pelatih baru dan hanya sekali kalah sejak September 2010 dan tak tak pernah kalah untuk jangka waktu yang lama. Saya pikir mereka hanya kebobolan empat kali dari 10 laga, yang menunjukan bagus dan disiplinnya tim Prancis,” tambahnya lagi.

Mantan pembesut Fenerbahce itu juga tidak malu memuji skuad Les Bleus, dan menyebut Franck Ribery serta Patrice Evra sebagai pemain terbaik dunia. “Pertahanan mereka sulit ditembus dan memiliki pemain bagus di depan, beberapa diantaranya saya yakin sebagai yang terbaik di dunia,” pujia Low.
“Ribery, (Samir) Nasri, (Eric) Abidal, Evra, mereka bermain di tim terbaik dan memiliki kualitas. Saya mengharapkan pertandingan menarik dan kami akan selalu banyak belajar. Kami akan memanfaatkan apa kami tahu soal Prancis untuk menyiapkan sebaik mungkin,” tambahnya.

Di tempat terpisah, laga ini akan menjadi kesempatan pertama bagi Louis Saha kembali memperkuat pasuka Les Bleus. Ya, Sudah hampir dua tahun Louis Saha tidak mendapatkan panggilan dari timnas Prancis. Maka, ketika kesempatan itu datang, Saha bertekad untuk tidak menyia-nyiakannya.
Saha terakhir kali memperkuat Prancis pada September 2010 dalam laga melawan Belarusia. Pada pertandingan tersebut, ia dimainkan sebagai pemain pengganti. Namun, baru 10 menit bermain, ia justru mendapatkan cedera.

Sampai kini kesempatan tersebut belum datang lagi. Oleh karenanya, pemain yang kini memperkuat Tottenham Hotspur itu mengaku getir tiap kali menyaksikan Les Bleus bertanding lewat layar kaca.     “Frustrasi,” ujar Saha ketika ditanya apa perasaannya mengenai karier internasionalnya kepada AFP.

“Anda pasti selalu ingin bermain. Anda pasti menyaksikannya dengan gejolak aneh di perut. Tapi, bagi saya, selalu menyenangkan melihat Les Bleus bertanding,” tambahnya.

Saha mengaku tidak berhenti berharap untuk bisa kembali memperkuat Prancis suatu hari nanti. Kesialan yang ia alami kala terakhir memperkuat tim nasional negaranya itu sudah ia lupakan.

“Memang ada beberapa kejadian, dan Anda harus bisa melupakannya. Itu hanyalah cobaan supaya Anda belajar untuk menerimanya. Sebab, ada banyak hal yang lebih serius di dalam hidup ini,” tambahnya.

“Saya beruntung mendapatkan cedera ketika memperkuat Prancis, sementara pemain lain hanya bisa menonton dari televisi,” tukasnya.
Saha sudah mengantongi 19 caps bersama ‘Tim Ayam Jantan’ dan empat gol sudah dicetaknya. Gol terakhirnya untuk Prancis hadir pada 11 Oktober 2006, ketika mereka menang 5-0 atas Kepulauan Faroe. Sedangkan bersama Tottenham, ia sudah mencetak tiga gol dalam tiga laga di Premier League sejak awal Februari lalu. (bbs/jpnn)

Sumut Pos, Bersama Kita Bisa

Melakukan sesuatu dengan bersama-sama pasti  hasilnya akan maksimal. Ungkapan inilah yang akan diterapkan Harian Sumut Pos lewat acara Gathering Sumut Pos dengan tema Bersama Kita Bisa di Gardenia Resto Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (26/2).

Surat kabar yang berdiri 11 tahun lalu ini menunjukkan eksistensinya dalam pemberitaan di Sumatera  Utara. Tak hanya itu, media yang bernaung di bawah grup Jawa Pos ini mendapatkan penghargaan sebagai koran dengan perwajahan terbaik skala Sumatera yang diberikan Serikat Perusahaan Pers (SPS) baru-baru ini.

“Ini merupakan kebanggaan kita, dan ini karena kebersamaan yang kita jalin. Karena itu saya harapkan agar kebersamaan tetap kita pertahankan,” ujar Pimpinan Umum Sumut Pos, Marganas Naiggolan.

Dia menegaskan, dengan kebersamaan akan membuat masalah akan cepat selesai, dan tentu saja segala persoalan dalam pekerjaan, baik di lapangan maupun dalam kantor akan terselesaikan dengan baik. “Keterbukaan akan membuat semua masalah akan selesai, baik di lapangan maupun di kantor,” ujarnya.

Bukan hanya tema kebersamaan yang diangkat, bahkan pakaian yang digunakan untuk acara ini juga seragam yakni pakaian putih. Warna damai, yang disukai oleh semua kalangan. “Kebersamaan akan kita junjung terus. Dengan kebersamaan kita akan bawa Sumut Pos untuk tetap menjadi pelopor,” ujar Marganas.

Selain berbagai kata semangat yang diberikan, rasa santai dalam acara ini juga dapat terlihat dari berbagai kegiatan bersama yang dilakukan. Seperti bernyanyi bersama, joget bersama. Karena untuk saat ini, otak yang biasa digunakan untuk bekerja, diistirahatkan sejenak, tanpa berpikir soal pekerjaan. “Hari ini, kita tidak pikirkan target, pekerjaan, kantor, dan lainnya. Kita istirahatkan sebentar, nyanyi sebentar,” ungkap Marganas.

Kedepannya, acara Gathering ini bukan hanya untuk karyawan saja melainkan seluruh keluarga karyawan, mulai dari anak, istri, suami dan bahkan kakek keluarga karyawan.

Hal ini untuk menambah rasa kebersamaan baik antar karyawan dan keluarga. “Kita akan buat seperti Gathering di Jawa Pos Grup pada umumnya, karyawan dan keluarga,” tambah Marganas.

Di akhir acara karyawan dan pimpinan Sumut Pos menandatangani komitmen di kertas karton yang isinya Sumut Pos bersama kita bisa dan dilanjutkan dengan makan siang bersama.

Sementara itu mengawali tahun 2012 kemarin, penampilan Sumut Pos juga ditambah dengan penambahan halaman baru, tema yang mengangkat segala hal tentang wanita. For Ladies, halaman ini mengangkat semua sisi wanita, dari kesulitannya, kemudahan, kelebihan wanita, dan berbagai tips untuk mempermudah kinerja wanita.(ram)

Melawan Dua Musuh

Bahrain vs Indonesia

JAKARTA – Harga diri persepakbolaan Indonesia akan dipertaruhkan malam nanti. Ya, dimana timnas Indonesia akan menghadapi Bahrain di laga pemungkas kualifikasi Pra Piala Dunia Grup E zona Asia melawan tuan rumah Bahrain di Stadion Nasional Bahrain.

Skuad Garuda sudah tidak punya kepentingan apapun di kualifikasi ini. Sebab jauh-jauh hari, timnas yang sebelumnya diarsiteki Wim Rijsbergen babak belur dihajar lawan-lawannya dan pasti gagal melaju ke putaran ke IV. Tapi Bagi tuan rumah Bahrain, laga  ini masih bisa menjadi jalan untuk lolos ke babak berikutnya. Syaratnya Bahrain harus bisa menang telak 9-0 atas Indonesia dan diwaktu bersamaan Qatar kalah dari tuan rumah Iran.

Sementara publik tanah air tahu jika timnas yang sekarang terbang ke Bahrain hamper semuanya wajah-wajah baru yang minim pengalaman laga internasional. Saat berujicoba melawan tim IPL (Indonesia Premier League ) Persebaya 1927 Jumat (24/2) lalu di Surabaya timnas tampil buruk dan kalah 1-0.

Timnas saat ini yang diberangkatkan hanya diperkuat oleh para pemain yang berkompetisi di IPL. Tidak ada satupun pemain ISL (Indonesia Seper League) yang dipanggil. Itu karena menurut PSSI, kompetisi ISL adalah illegal. Padahal sebelumnya mayoritas skuad “timnas adalah para pemain ISL.
Pada pertemuan pertama di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 6 September tahun lalu, Bambang Pamungkas dkk menyerah 2-0. Setelah pertandingan kemudian sempat terjadi ketegangan antara pemain dengan pelatih Wim Rijsbergen menyalahkan” timnya yang tampil buruk.

Lalu bagaimana timnas Indonesia yang sudah berubah “wajah” di laga malam nanti – sekecil apapun peluang meraih poin pasti masih ada. Tapi itu butuh perjuangan ekstra keras, sebab selain akan menghadap para pemain Bahrain yang pasti akan tampil” edan edanan untuk mencetak banyak gol, para pemain timnas Merah Putih juga akan menghadapi dengan cuaca dingin yang cukup ekstrem. Ya, saat ini cuaca di Bahrain berkisar antara 10-15 derajat Celsius. (ali/jpnn)

Liverpool Harus Kejar Liga Champions

LIVERPOOL- Kemenangan Liverpool atas Cardiff City di Piala Liga Inggris pekan lalu boleh dibanggakan. Tapi Liverpool jangan senang dulu sebab The Reds harus mengejaar posisi empat besar di akhir musim agar bisa bermain di Liga Champions.

Mantan Pemain Liverpool tahun 1999-2006 mengatakan sukses Liverpool itu diharapkan menjadi era baru bagi untuk mulai meraih prestasi di masa depan setelah beberapa musim terakhir memperoleh hasil yang cukup mengecewakan.

Saat ini The Kop mempunyai satu pertandingan sisa dan masih bertengger di posisi ketujuh klasemen dengan raihan 39 poin, terpaut tujuh angka dari Arsenal di posisi keempat.

“Untuk memajukan klub dan membawa kembali hari-hari bahagia, saya mungkin akan mementingkan (kualifikasi) Liga Champions dibanding Piala Liga,” ucap Hamann kepada Sky Sports News.

“Jika Anda lolos ke Liga Champions itu akan mendatangkan uang lebih banyak, di sana ada banyak pemain yang lebih baik dan saya pikir itu akan memberi Anda jauh lebih banyak peluang untuk sukses di masa depan,” lanjut pria Jerman itu.

Hamann berharap penampilan yang ditunjukkan Liverpool dalam kemenangannya di Piala Liga bisa dilanjutkan guna mendapatkan tempat di kompetisi paling elit di Eropa.

“Dari menengah hingga jangka panjang, jika Anda ingin berkompetisi dengan tim-tim terbaik maka Anda harus masuk ke Liga Champions,” ungkapnya.
Di tempat terpisah Gelandang Muda Liverpool, Jordan Henderson mengaku tidak akan melupakan pengalaman mengangkat trofi bersama dengan klub barunya tersebut.

Ini adalah Trofi pertama Henderson bersama dengan Liverpool setelah ditransfer dari Sunderland dengan harga 18 juta Pounds musim panas lalu. Pemain berusia 21 tahun ini berharap akan memenangi lebih banyak gelar bersama The Reds

“Tentu ini adalah perasaan yang luar bisa,” ucap Henderson kepada Sky Sports News. “Saya takkan melupakannya, hari yang luar biasa bagi semua yang terlibat dan hari yang takkan terlupakan,” ujarnya.

“Hari yang luar biasa dan sulit diungkapkan lewat kata-kata tetapi ada rasa emosional setelah pertandingan dan saya harap masih banyak lagi gelar yang bisa diraih nanti,” pungkas Henderson. (bbs/jpnn)

MU Jangan Terpeleset

MANCHESTER- Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, berharap timnya tak terpeleset lagi di sisa pertandingan musim ini.
Ferguson juga mengakui bahwa laga derby Manchester lawan pemuncak klasemen, Manchester City, 30 April mendatang bisa jadi merupakan “final” Premier League musim ini.

Akhir pekan kemarin United meraih kemenangan dramatis 2-1 atas tuan rumah Norwich City berkat gol injury time Ryan Giggs, setelah beberapa menit sebelumnya Norwich sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1. “Kami tak boleh gugup, itu pasti. Kami harus melakukannya,” kata Ferguson seperti dilansir Sportinglife.

“Anda bisa lihat bagaimana reaksi kami setelah kemasukan gol. Kami terus bermain. Pengalaman sangat membantu kami menghadapi situasi seperti ini,” terang Ferguson. United saat ini terus menguntit City dengan selisih dua poin dalam persaingan di puncak klasemen Premier League.(net/jpnn)

Salahkan Buffon, Maxes dapat Hukuman

MILAN- Tensi panas usai laga AC Milan kontra Juventus masih belum mereda. Bahkan presiden UEFA, Michel Platini ikut angkat bicara.
Setelah laga yang berakhir imbang 1-1 dan dibayangi oleh kontroversi seputar dianulirnya gol Sulley Muntari itu, Buffon menyebut jika ia juga takkan mengakui pada wasit andai ia mengetahui bola yang ditepisnya kala itu sudah melewati garis gawang.

Kapten timnas Italia itu pun banyak menerima kritik karena dianggap tak mengusung tanggung jawab dalam pemilihan katanya, termasuk Platini yang menganggap sikap Buffon kurang bijak.

“Buffon sudah melangkah terlalu jauh dengan kata-katanya dan antara Turin dengan Milan harusnya tak ada perang,” tukas mantan pemain Prancis yang notabene merupakan legenda Juventus itu.

“Jika wasit menanyakan padanya, dan ia mengatakan ‘tidak’ maka itu akan menggambarkannya sebagai sosok pembohong. Jika saya mencetak gol dengan tangan saya, dan wasit bertanya pada saya, saya akan mengatakan jika saya mencetak gol dengan tangan,” katanya.

Sementara itu Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri tak mau terseret dalam kontroversi usai laga lawan Juventus ini.
“Ada rasa geram karena itu pertandingan penting. Episode tertentu muncul dalam pertandingan dan mereka harus dihadapi dengan ketenangan. Wasit memang bisa saja membuat kesalahan,” tegas mantan allenatore Cagliari itu.

“Saya kecewa dengan insiden yang terjadi, namun saya tak punya keluhan terhadap wasit. Ada kesalahan memang, namun laga dipimpin dengan baik. Kita bisa selesaikan semua tanpa pernyataan yang menyulut tensi di akhir laga. Kami kecewa, tapi saya tak ingin menciptakan tensi lebih panas,” ungkapnya.

Sementara menyikapi komentar Gianluigi Buffon yang bersikeras tak mau mengakui gol Muntari, Allegri hanya menjawab, “Saya lebih baik membicarakan sepak bola. Wasit harus mengambil keputusan, jadi tanggung jawab itu milik mereka,” ungkapnya.
Di sisi lain pemain bertahan AC Milan Philippe Mexes mendapatkan hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan setelah kedapatan mengasari pemain Juventus Marco Boriello, dalam duel kedua tim akhir pekan lalu.

San Siro akhir pekan lalu diramaikan dengan duel sengit antara Rossoneri sang tuan rumah kontra Bianconeri yang datang sebagai tim tamu. Sengit, bukan cuma karena posisi keduanya yang bersaing ketat di papan atas klasemen tetapi juga karena sejumlah insiden di lapangan.
Salah satu insiden tersebut adalah saat Mexes memukul rusuk Boriello, yang kebetulan adalah mantan rekan setimnya di AS Roma. Insiden itu luput dari pengamatan ofisial pertandingan, tapi tidak dari kamera video.

Setelah dilakukan penyelidikan, Mexes pun diputuskan bersalah dan kini dijatuhi hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan, sebagaimana diwartakan Football Italia.

Dengan hukuman tersebut maka si pemain Prancis kini tidak bisa membela Milan di dalam pertandingan melawan Palermo, Lecce, dan juga Parma.(bbs/jpnn)

Madrid dan Barca Rebutan Sturridge

MADRID- Kubu Real Madrid dan Barcelona akan bergerak mengejutkan pada bursa transfer musim panas 2012. Rival bebuyutan itu memperebutkan striker potensial Chelsea Daniel Sturridge.

Menurut Electrocampista, striker muda The Blues, Daniel Sturridge, akan menjadi target transfer mengejutkan El Real dan Barca. Striker berdarah Jamaica ini cocok dengan rencana regenerasi Madrid dan Barca.

Kontrak striker 22 tahun ini di Stamford Bridge akan selesai pada Juni 2013. Jika tak memperpanjang kontrak, Chelsea diyakini akan menjual Sturridge kepada klub lain dengan harga yang cocok.

The Blues terancam kehilangan Sturridge tanpa mendapatkan sepeser pun sesuai aturan Bosman jika tak menjualnya paling lambat pada bursa transfer musim dingin 2013. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda The Blues memperpanjang kontrak.

Menurut koran Inggris, Daily Star, dua tim raksasa Spanyol itu siap memberikan tawaran pada musim panas nanti senilai 26 juta euro. Padahal, harga Sturridge di bursa transfer ditaksir hanya sekitar 17 juta euro.

Sturridge berkostum Chelsea sejak 2009 setelah direkrut dari Manchester City. Sejauh ini, ia telah mengemas 20 gol dalam 70 penampilan bersama The Blues.(net/jpnn)

Olga – Jessica Serius Pacaran, Tak Buru-buru Nikah

Keseriusan hubungan asmara antara Olga Syahputra dan Jessica Iskandar semakin kentara, setelah keduanya mengaku bersama-sama bertemu dengan orang tua Jessica.

“Kemarin saja bapaknya Jessica waktu di mall mau ketemu sama Olga. Olga serius, kalau dianya serius,” ungkap Olga Syahputra saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (28/2)

Namun Jessica menegaskan kalau hubungan mereka sementara waktu hanya pacaran. Saling menjajaki dan mencoba mengenal satu sama lain, belum akan memikirkan rencana menikah. Keinginan Olga untuk segera menikah, sementara waktu ditangguhkan terlebih dulu.

“Pacaran dulu….Biar Kak Olga saja yang ngomong, kan dia cowoknya. Maunya pacaran dulu, sampai siap, baru boleh ngelamar,” ungkap Jessica tersenyum.
Hal ini sekaligus menjawab hubungan Olga dan Jessica yang konon sekedar gosip belaka. Mereka mengaku serius dan jika berjodoh akan menuju jenjang pernikahan.  (kpl/net)

Tak Lagi Lucu Aksi Billy Crystal sebagai Host Oscar

LOS ANGELES – “Ayo bangun, kami sudah siap menyambutmu di rumah,” ucap George Clooney, menatap sosok yang terbaring koma di atas tempat tidur rumah sakit. Alih-alih seorang istri dalam sekuel awal film The Descendants, sosok itu ternyata Billy Crystal. Clooney pun menciumnya dalam-dalam. Seketika Crystal membuka matanya dengan jenaka dan bertanya, “Apakah ini di vila” George, ayo bikin pasta.”

Pelesetan dari The Descendants itu menjadi opening Academy Awards sekaligus kiprah Crystal yang kesembilan sebagai host. Aksi mesranya bareng Clooney plus monolog khas stand up comedian sukses mengocok perut audiens. Agaknya, kerinduan insan film atas guyonan spontan Crystal nan natural terobati.

Sayang, hanya pada sesi-sesi awal audiens terhibur oleh aksi komedian 63 tahun itu. Malam Oscar mampu memberi kesan begitu klasik, berkelas, sekaligus lucu. Namun, setelah lewat beberapa sesi, tampak tanda-tanda Crystal mulai kehabisan ide. Alhasil, bukan lucu lagi, candaan yang dilontarkannya cenderung rasis.

Misalnya, saat dia berkomentar tentang Olivia Spencer yang memenangkan Oscar untuk Aktris Pembantu Terbaik lewat film The Help. “Setelah nonton The Help, saya cuma ingin memeluk perempuan kulit hitam pertama yang saya temui. Toh, hanya perlu menyetir 45 menit dari Beverly Hills,” ucapnya
Sebelumnya, dalam montase film, dia nongol dalam Midnight in Paris, berperan sebagai Sammy Davis Jr, dengan wajah dicat hitam. Meski sudah pernah membawakan joke serupa, kali ini aksi Crystal dinilai keterlaluan. Beberapa selebriti menumpahkan kecaman melalui Twitter.

“Kemenangan Octavia Spencer rasanya menyelamatkan acara ini setelah Billy Crystal tampil dengan wajah menghitam,” tulis aktor dan komedian AS Paul Scheer, seperti dilansir Daily Mail. Sementara itu, model Coco Rocha menulis dengan nada sinis, “Saya tidak tersenyum sedikit pun sejak Billy Crystal menyanyi, saat semua audiens sedang menikmati malam terbaik mereka! Ada yang salah dengan saya?”

Bukan hanya sesama selebriti, penikmat film pun memanfaatkan jejaring sosial untuk melancarkan kritik kepada mantan pemandu Saturday Night Live tersebut.

Terlepas dari guyonan rasisnya, banyak yang menganggap Crystal tidak lucu lagi. Beberapa candaannya tidak nyambung dan cenderung tidak peka. Misalnya, saat dia menggunakan dua aktor senior Christopher Plummer dan Max von Sydow, yang keduanya berusia 82 tahun. “Tahun depan tempat ini bakal berubah nama jadi teater Flomax,” ucapnya.  Aksinya sering kalah lucu jika dibandingkan dengan beberapa presenternya.

Misalnya, Emma Stone yang membacakan pemenang bersama Ben Stiller. Tanpa ragu, dia menunjukkan ekspresinya yang begitu gembira karena mendapat kesempatan menjadi presenter.  Duet Cameron Diaz dan Jennifer Lopez juga menarik. Mereka beraksi membelakangi panggung, menunjukkan gaun backless yang dikenakan sebelum akhirnya berbalik, tertawa, dan mengumumkan pemenang Kostum Terbaik. Tingkah unik juga ditunjukkan pasangan dalam film Iron Man, Robert Downey Jr-Gwyneth Paltrow. Mereka bertengkar persis seperti di Iron Man.

Ketika Paltrow mengucapkan narasi dan Downey langsung menyela, “Membosankan”. Paltrow marah, menarik kerah Downey, dan bilang: “Aku kehabisankesabaran,’’.  (na/c6/ayi/jpnn)

Kenali Gejalanya Sejak Dini

Tangani Penderita Autis

Orangtua harus memperhatikan tumbuh kembang anak sejak dini. Karena bukan tidak mungkin anak mengalami masalah koordinasi motorik yang mengganggu prestasi akademik dan personal sosialnya. Untuk itu, intervensi dini sangat dibutuhkan karena masalah perkembangan anak akan sulit ditangani seiring bertambahnya usia anak.

“Anak semakin pasif, kurang bermain, bergerak, berinteraksi dan muncul berbagai macam keterlambatan. Ini termasuk gangguan perkembangan koordinasi gerak atau Developmental Coordination Disorder (DCD) atau biasa disebut dengan anak autis. Kondisi seperti ini ditandai dengan lemahnya kualitas otot tubuh secara keseluruhan,” kata Konsultan dan Praktisi Anak Berkebutuhan Khusus, Tri Budi Santoso dalam Seminar Pengaruh Koordinasi Motorik Terhadap Kemampuan Akademik Anak di Medan Club baru -baru ini.

Menurut Tri Budi Santoso, anak dengn DCD sering memperlihatkan performace yang bervariasi. DCD juga sangat berpengaruh pada fisik, sosial dan kesehatan emosi anak. “Misalnya anak sering terlihat lemah, geraknya lamban, kesulitan mengerjakan aktifitas sehari-hari, tidak suka duduk dilantai karena cepat capek dan keseimbangan duduk nya jelek,” jelasnya.

Dijelaskannya dampak DCD yaitu  anak sering mengurung diri, pasif tidak mau beraktifitas, perilaku menarik diri dan motivasi dalam belajar sagat lemah. Bahkan jika tidak ditangani dan mendapatkan terapi sejak dini maka kondisi tersebut akan berlanjut hingga remaja. Pada penelitian jangka pajang, anak yang didiagnosis DCD pada umur 15 tahun, sekitar 46 % tanda dan gejala DCD masih ada hingga usia 25 tahun.

“Biasanya DCD mulai terlihat saat anak berusia 6 tahun. Obat khusus pada anak yang mengalami DCD belum ada. Maka sebagai orangtua perkembangan anak harus diperhatikan. Anak DCD yang disertai kondisi penyakit atau syndroma yang lain diberikan intervensi sesuai tanda dan gejala yang ada seperti terapi bermain dengan bimbingan orangtua,” ungkapnya.

Namun, tidak semua aktifitas keseharian menjadi hambatan bagi anak dengan DCD. Peran orangtua sangat penting dengan memberikan dorongan pada anak untuk berpartisipasi pada semua aktifitas. Selain itu intervensi dini akan membuahkan hasil yang lebih baik. “Jangan malu jika anak mengalami gangguan perkembangan koordinasi gerak. Sebaiknya cepat tangani dengan memasukkannya ke sekolah berkebutuhan khusus,” urainya.

Sementara, Sekretaris FMPA (Forum Masyarakat Peduli Autis)  Sumut, Vita Lestari Nasution mengatakan seminar yang bekerjasama dengan Sakai Morrisons School dan FP5A (Forum Pemerhati dan Penulis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Sumut tersebut diharapkan memberi manfaat terhadap orangtua agar mampu mendidik dan membina anak-anak mereka yang  berkebutuhan khusus.  (mag-11)