Home Blog Page 13867

Guru Bersertifikat Harus Profesional

MEDAN- Kepala Seksi Kurikulum Taman Kanak-kanan (TK), Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Medan Abdul Johan SPd memberi arahan dan pencerahan kepada peserta work shop guru-guru bersertifikasi di Kecamatan Medan Polonia dan Medan Maimun di Aula SD Kemala Bhayangkari I Medan, Sabtu (18/2).

“Guru bersertifikat harus profesional dalam menjalankan tugas pokok harus mengedepankan peningkatan mutu pendidikan pada saat mengajar di depan kelas, dan perangkat pembelajaran tentu sudah selesai dikerjakan sebelum guru tersebut menyampaikan materi pelajaran kepada anak didiknya di depan kelas seperti program tahunan, program semester, Silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), analisis Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM),” urainya di hadapan guru.

Katanya lagi, manakala perangkat pembelajaran tersebut telah disusun sedemikian rupa, guru profesional tersebut harus membuat penelitian tindakan kelas (PTK). Hal ini dimaksudkan untuk memecahkan masalah tentang problematika siswa dalam menyerap ilmu pengetahuan dan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, sehingga diharapkan materi ajar yang belum mencapai ketuntasan belajar dapat ditemukan melalui PTK.

Dalam kesempatan tersebut panitia penyelenggara melaporkan, kegiatan work shop ini merupakan pelaksanaan tindak lanjut program pengawas dalam menyahuti pengarahan Kadis Pendidikan Kota Medan Dr M Rajab Lubis MSi.

“Artinya, guru bersertifikasi akan dievaluasi kinerjanya; di samping itu program beliau akan memberdayakan para pendidik di Kota Medan menjadi guru yang bermartabat,” ucap ketua panitia penyelenggara work shop Drs Suyono SH yang juga Pengawas TK/SD Wilayah Medan Polonia dan Medan Maimun, sambil melaporkan peserta work shop yang mendaftar sebanyak 45 guru yang sudah bersertifikasi.

“Setiap guru yang bersertifikasi diwajibkan menguasai information technology (IT) agar tidak gaptek. Untuk itu setiap guru harus mempunyai satu laptop,” tukasnya.(azw)

Belasan Pemuda Mengamuk di Kafe 3 Helvetia

LABUHAN DELI- Belasan pemuda mengamuk di Kafe 3 di Pasar VII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, karena pesanan mereka tak dipenuhi pelayan kafe, Selasa (21/2) dinihari pukul 02.00 WIB. Akibatnya, sejumlah pekerja di kafe itu terluka dan mengalami trauma.

Menurut Siska (31), seorang Waiters Kafe 3 mengatakan, sekitar pukul 02.00 WIB, ada belasan orang yang masuk ke kafe untuk minum-minum. “Tadinya mereka pesan minuman bir sebanyak lima pasang, namun karena minuman tersebut habis jadi tidak ada. Jadi, kami kasih hanya tiga pasang saja,” kata Siska.
Karena pesanan mereka tak dipenuhi, belasan pemuda itu langsung marah-mrah serta merusak meja kafe. “Selain marah-marah, mereka juga memukul kasir sehingga kasir mengalami luka di bagian tangan kirinya. Bukan itu saja, mereka juga sempat mengancam kami dengan kelewang dan menanyakan pemilik kafe dan mengatakan akan membunuhnya,” beber Siska di Polsek Medan Labuhan, saat membuat laporan.

Sementara Ranjit (37), seorang petugas parkir yang juga dianaiaya belasan orang dengan menggunakan kelewang tersebut menuturkan, dirinya saat itu hendak menenangkan para pelaku. Namun, dia malah menjadi korban. “Aku juga dipukuli bang, sehingga bagian kepala ku bocor, padahal aku hanya ingin menenangkan mereka, tapi karena mereka membawa kelewang makanya aku takut,” ungkap Ranjit.

Sementara Zul, pemilik Kafe 3 mengatakan, penyerangan yang dilakukan belasan orang di kafenya merupakan suruhan dari saingan bisnisnya. “Mereka itu orang suruhan. Saya harap polisi segera menangkap mereka, karena nanti bisa terjadi hal-hal yang tidak diingikan,” pinta Zul.
Di tempat terpisah, Kapolsek Medan Labuhan Kompol Sugeng Riyadi mengatakan pihaknya kini tengah memeriksa para saksi terkait peristiwa itu.(ris/smg)

Pelaku Curanmor Lintas Kabupaten Dibekuk

MEDAN- Personel Unit Ranmor Polresta Medan bekerjasama dengan Polsek Saribudolok meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor antar kabupaten di Kecamatan Saribudolok, Kabupaten Simalungun, Selasa (21/2). Tersangka RMS warga Kecamatan Saribudolok Kabupaten Simalungun diamankan petugas karena terlibat pencurian kendaraan bermotor di dua tempat yang berbeda di Kota Medan.

Penangkapan atas tersangka ini dilakukan berdasarkan laporan korban Syahrial, warga Bandarsetia, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang kehilangan sepeda motor Vixion BK 3128 AAN di rumahnya pada 17 September 2010 lalu dan laporan Raja, warga Desa Kolam Pasar XI Kecamatan Percut Sei Tuan, yang kehilangan sepeda motor Suzuki Shogun BK 3127 CO di kediamannya pada (17/2) yang lalu. Saat diamankan, petugas juga menyita barang bukti dua unit sepeda motor milik korban.

Kanit Ranmor Polresta Medan AKP Ronald FC Sipayung saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Selasa (21/2) sore, membenarkan penangkapan ini. Ronald menjelaskan, penangkapan ini dilakukan setelah Polresta Medan bekerjasama dengan Polsek Saribudolok mencari keberadaan tersangka. “Tersangka bersembunyi di kawasan Saribudolok, Kabupaten Simalungun dan berhasil kita bekuk,” ungkapnya.(gus)

AKP Sri Pinem Kasat Lantas Polres DS

LUBUKPAKAM- Kapolres Deliserdang AKBP H Wawan Munawar SiK Msi menggelar serah terima jabatan (sertijab) Kasat Lantas Polres Deliserdang dari AKP Muhammad Saleh kepada pejabat baru AKP Sri Pinem, dalam apel bersama di Mapolres Deliserdang, Selasa (21/2) siang. AKP Muhammad Saleh akan menempati tugas baru sebagai Paur STNK Subdit Regident Dit Lantas Polda Sumut. Sedang AKP Sri Pinem sebelumnya menjabat Kanit Regident Sat Lantas Polresta Medan.

Dalam sambutannya, Kapolres menegaskan, jabatan adalah merupakan suatu kepercayaan yang diberi pimpinan dalam memikul beban tanggung jawab yang lebih berat dan bukan merupakan kesempatan untuk menikmati “kursi jabatan” yang lebih nyaman.
Kepada pejabat baru, yang sebelumnya sudah pernah menjabat di Polres Deliserdang, dinilai secepatnya dapat menempatkan diri  sebagai pimpinan yang baik, sanggup berbagi rasa kepada bawahan dan masyarakat yang dilayani. (btr)

Gatot Salurkan Subsidi Pengolahan 2.200 Hektar Sawah

SERGAI- Petani padi sawah di Sumut mendapatkan subsidi dari pemerintah melalui dana APBN. Hal itu untuk mengajak petani tetap memproduksi padi di Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Plt Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, kepada Sumut Pos, Kamis (23/2) saat ditemui di VIP Room Bandara Polonia Medan, ketika hendak bertolak ke Jakarta.

Gatot membeberkan, sekarang ini ada dana APBN diperuntukkan mensubsidi kepada produksi 2.200 hektar lahan persawahan. Dalam peruntukkannya, dibagikan kepada beberapa daerah di Sumut.

“Sistemnya, petani akan dibantu dari sisi produksinya. Makanya kelanjutannya dilaksanakan secara teknis oleh penyuluh pertanian. Subsidi ini terbesar ada di kawasan Tapanuli, jumlahnya lebih dari 50 persen,” kata gatot yang mengaku baru kembali dari kegiatan panen raya di Sergai.
Dia mengatakan, untuk mendukung surplus beras 212.000 ton beras pada 2012, diperlukan komitmen semua pihak dalam mewujudkannya. Apalagi, Sumut khususnya Serdang Bedagai menjadi salah satu lumbung beras di Sumut.

“Pada 2014, rencana Pemerintah Pusat harus surplus beras sebanyak 10 juta ton beras. Hal itu penting kekuatan dan kecerdasan bangsa tergantung dari kekuatan pangannya,” katanya di lokasi Panen Raya, di Desa Sei Buluh, Kecamatan Sei Bamban, Sergai.

Lebih lanjut, juga berharap kepada Staf Ahli Menteri Pertanian RI, untuk menambah kuota bantuan benih dan percepatan realisasi bendungan Bajayu di Sergai.

Staf Ahli Menteri Pertanian RI, Akhyar, SE MM mengatakan masalah pangan merupakan isu sentral baik di Indonesia maupun di luar negeri. Bagi Kementrian Pertanian, meskipun Sumut sudah surplus tapi masih tetap diberikan batuan  pihak kementerian terus agar lebih meningkatkan hasilnya.
“Kami salurkan bantuan berupa alat-alat pertanian, benih, maupun saluran irigasi, tentunya tetap berkoordinasi melalui instansi terkait,” ungkapnya.
Bupati Sergai, HT Erry Nuradi mengatakan, Sergai memiliki luas 190.000,22 hektar, dan memiliki luas areal pertanian 40.898 hektar, pada tahun 2011 menghasilkan produksi beras 279.401 ton. Jumlah tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2010. Penurunan itu sebenarnya diakibatkan terganggunya pelaksanaan pekerjaan bendungan Sei Ular, hingga sebagian petani beralih menanam palawija.

Erry menambahkan, dikonsumsi masyarakat Sergai memberikan surplus  sekitar 121.761 ton untuk masyarakat Sumut dan diharapkan peningkatannya, minimal bertahan, dirinya mengucapkan terima kasih  kepada Pemerintah Pusat yang telah menyelesaikan bendungan Sei Ular yang dapat mengairi 18.500 hektar areal persawahan di Sergai dan Deli Serdang. Tapi, masih ada bendungan Bajayu yang dapat mengairi sekitar 15.000 hektar persawahan di Sergai, Tebing Tinggi dan Batu Bara yang diharapkan realisasinya dari Pemerintah Pusat diharapkan dukungan dari Kementrian Pertanian RI.

Panen raya juga dihadiri, Wakil Bupati Sergai, H Soekirman, Anggota DPRD Sumut, Hj Evi Diana, Kadis Pertanian Sumut, M Roem, Kadis Peternakan Sumut, drh Febri Lubis, serta sejumlah kepala SKPD Pemprovsu, Sekdakab Sergai Drs H Haris Fadillah, Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman SIK, dan Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Drs.Andi Rian Djayadi.

Selain itu, Kepala SKPD Sergai diantaranya, Kepala BP2KP Sergai, Ir Safaruddin dan Kadis Hutbun, Megahadi. (ril/mag-16)
, Anggota DPRD Sergai, Budy SE, Armyn Lubis, Ketua Perpadi Sergai dan Tebing Tinggi, Junaidi (A Sun),  para camat dan kades se-Sergai, Gapoktan se-Sergai, serta ratusan petani.

Sertifikasi Guru Bukan untuk Tambahan Penghasilan

SEIRAMPAH- Ketua Fraksi PPP DPRD Serdang Bedagai H Usman Sitorus, SAg menegaskan, sertifikasi guru jangan disalahartikan sebagai peningkatan pendapatan tenaga pendidik.

Sebaliknya, sertifikasi guru adalah  sebagai upaya peningkatan mutu guru yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan guru. Maka dari itu  diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan  secara berkelanjutan.

Hal itu diungkapkan Usman Sitorus yang juga Ketua DPC PPP Serdang Bedagai saat memberi pengarahan pada try out uji kompetensi  awal (UKA) yang diikuti 150  guru Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Serdang Bedagai di kantor Diknas Kabupaten Sergei, Kamis (23/2).

Sebagai tokoh masyarakat yang peduli dengan dunia pendidikan, Usman juga menegaskan, saat ini yang sangat diperlukan guru-guru adalah perlindungan hukum dalam proses belajar mengajar. Pasalnya, saat guru-guru benar-benar akan menjalankan fungsinya, acapkali mereka langsung berhadapan dengan pidana.

Misalnya, pada saat mengajar, ada siswa yang mengganggu proses belajar mengajar yang mengakibatkan guru harus memperingatkan dengan sedikit teguran. Alhasil, guru tersebut dituding telah melakukan tindakan pidana dan harus berhadapan dengan hukum. Seharusnya,  sebelum diproses secara hukum, mereka harus dibina (dinasehati), oleh satu dewan yang kita namakan “dewan guru”. Baru selanjutnya, kalau memang gagal dibina barulah diproses secara hukum.

“Kalau tidak ada perlindungan hukum, guru-guru akan mengajar secara asal-asalan. Tidak ada tanggungjawab moral untuk meningkatkan mutu pendidikan, karena tidak adanya perlindungan hukum tersebut,” ujar Usman lagi.

Dengan kata lain, lanjutnya, antara sertifikasi guru dan perlindungan hukum bagi guru-guru berbanding lurus untuk mendorong    peningkatan kesejahteraan guru,  yakni  berupa pemberian tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok bagi guru yang memiliki sertifikat pendidik.
Tunjangan tersebut berlaku, baik bagi guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun bagi guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (swasta).
Maka dari itu, guru-guru yang telah memperoleh kesejahteraan profesi harus juga meningkatkan kompetensi dan mutu pendidikan, sehingga apa yang dicita-citakan di UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dapat terwujud.

Usman juga berjanji, pihaknya melalui fraksi PPP bersedia memfasilitasi kegiatan-kegiatan pelatihan serupa yang muaranya untuk peningkatan mutu guru-guru pendidik.

Usman juga mencontohkan, di beberapa negara,  sertifikasi guru telah diberlakukan secara ketat, misalnya  di Amerika Serikat, Inggris dan Australia.
Sementara itu, di Denmark baru mulai dirintis dengan sungguh-sungguh sejak 2003. Di samping itu, ada beberapa negara yang tidak melakukan sertifikasi guru, tetapi melakukan kendali mutu dengan mengontrol secara ketat terhadap proses pendidikan dan kelulusan di lembaga penghasil guru, misalnya di Korea Selatan dan Singapura.

Namun semua itu mengarah pada tujuan yang sama, yaitu berupaya agar dihasilkan guru yang bermutu.
Sementara itu, Ketua Konsultan Pendidikan Indonesia (KOPINDO), Drs HM Joharis Lubis MM,MPd mengungkapkan,  tujuan try out uji kompetensi awal (UKA)  bagi guru dalam jabatan ini adalah sebagai bahan latihan bagi guru guna menghadapi uji kompetensi pada saat sertifikasi yang akan serentak dilaksanakan pada 25 Februari ini.

UKA mengacu pada 4 standar kompetensi guru. Maka itu, pada pra uji ini dilakukan dengan uji paedagogik dan uji profesionalitas. Uji paedagogik mengacu pada standar kompetensi paedagogik dan uji profesional mengacu pada standar profesional.

Joharis menambahkan, sasaran try out  uji kompetensi sertifikasi guru ditujukan agar guru-guru  dapat mempersipkan diri menghadapi uji kompetensi,  khususnya uji paedagogik dan professional. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai latihan dalam penggunaan LJK komputerisasi. (ila)

Korban Ditembak Polisi Ngamuk di Mapolresta Medan

MEDAN-Keluarga Tengku Fahri (27), korban yang tewas ditembak anggota Shabara Polresta Medan Bripka Hasnul, mengamuk di Polresta Medan, Kamis (23/2) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Keluarga Fahri mengamuk saat Bripka Hasnul Arifin keluar dari ruang sidang kode etik di Malporesta Medan. Keluarga Arifin mencaci maki Hasnul. Sementara Bripka Hasnul hanya terdiam.

Kuasa Hukum Fahri, Tengku Yufina menuturkan, keluarga kecewa dengan hasil keputusan sidang kode etik yang memutuskan Bripka Hasnul hanya mendapat teguran tertulis, dengan asumsi tidak mendapat izin pimpinan masuk ke wilayah hukum Polres KP3 Belawan tempat terjadinya penembakan. “Jadi dimana keadilannya? Kami sudah berjuang sembilan bulan, tapi dia yang menembak enak-enak saja berkeliaran,” kata Tengku Yufina.
Ibu Fahri, Mini (50) menuturkan dia terpaksa berutang kepada rumah sakit tempat anaknya dirawat sebesar Rp48 juta.
“Masak main tembak aja nggak ada pertanggungjawabannya,” ucap Mini.

Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang saat menerima keluarga korban mengatakan akan menindaklanjuti permasalahan itu.
“Saya tidak membela. Kalau memang anggota saya salah akan saya sikat,” ucap Monang.

Kasi Propam Polresta Medan, AKP Beno Sidabutar mengatakan, proses pidana terhadap kasus tersebut tengah berjalan. Polres KP3 Belawan yang melakukan penyelidikan. “Pelanggaran disiplin tapi tidak menutup kemungkinan pidananya sedang diajukan ke  kejaksaan. Ya kita tunggulah,” terang Beno. (gus)

Murahnya Kartu As Sesuai Kebutuhan

MEDAN-Kartu As, kini makin diminati sebagai sarana komunikasi dengan tarif termurah serta berbagai pilihan paket yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dalam melakukan komuikasi.

Murahnya kartu As sangat dirasakan manfaatnya bagi segenap siswa di penjuru Kota Medan. Tak hanya masalah nelepon dan SMS-an, tapi juga berinternet ria. Banyak siswa Kota Medan mengaku layanan dari provider terbesar di Indonesia ini sangat membantu kelancaran berkomunikasi. Baik sesama teman maupun dengan keluarga.

Nurul Chotimah misalnya. Siswa kelas XI Pariwisata SMK Negeri 7 Medan ini mengaku layanan dari Kartu AS memang cukup murah. “Paket nelepon dan SMS dari AS memang luar biasa. 24 jam saya bisa berhubungan lewat telepon selular saya kepada teman-teman juga keluarga di seluruh nusantara,” ujarnya saat ditemui di acara kompetisi liga basket pelajar Honda Development Basketball League (DBL) 2012 North Sumatera  Series yang digelar  pada 18 – 25 Februari 2012  di GOR Samudera Sport Club Jalan Pancing Medan.  Acara ini sendiri didukung oleh Telkomsel dimana dalam kegiatan ini Telkomsel mengeluarkan produk Kartu As edisi khusus DBL dengan  nama TSC Card DBL Edition dengan tarif murah.

Menurut Nurul, dia  sempat menggunakan kartu dari provider lain, tetapi akhirnya kembali ke Telkomsel karena memang lebih murah.
Begitu pula Jesslyn Larissa. Siswa kelas XI IPA 8 SMA Methodist 2 Medan ini mengaku begitu senang menggunakan kartu  AS. “Selain murah, teman-teman banyak yang pakai Kartu As. Jadi semakin murah neleponnya, ‘’ ungkapnya.

Felicia. Siswa kelas XI IPA 6 SMA Sutomo 1 Medan  mengatakan, menggunakan kartu As kerena merasa nyaman. Tidak hanya karena murah sinyalnya juga kuat. “Sinyalnya cukup kuat. Jadi ke mana aja kita pergi gak perlu takut kehilangan kontak dengan orang-orang yang kita sayangi,” tuturnya.
Telkomsel memang selalu berupa memenuhi kebutuhan pelanggan agar dapat menikmati berbagai pilihan paket murah untuk komunikasi sehari-hari. Dengan menggunakan  kartu As misalnya, pelanggan dapat menikmati Promo GRATIS  nelpon 30 jam. Cukup dengan mengakses menu *100# lalu tekan OK,  selanjutnya pilih menu “GRATIS Nelpon 30 Jam”, atau langsung mengakses menu dengan menekan *100*30# lalu tekan OK. Promo ini dapat dinikmati oleh pelanggan Kartu As untuk menelpon ke seluruh pelanggan Telkomsel (KartuHALO, simPATI dan Kartu AS) mulai pukul 00:00 WIB hingga 23:59 WIB dengan akumulasi pemakaian pulsa mulai Rp500,- hingga Rp5.000,- sesuai zona lokasi pelanggan.

Setelah melewati batas akumulasi pemakaian pulsa, pelanggan akan mendapatkan total gratis 300 menit nelpon yang berlaku selama 30 jam, dengan pembagian 200 menit untuk pukul 00.00 WIB hingga 23.59 WIB dan 100 menit untuk pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB di keesokan harinya. Selain gratis  nelpon, pelanggan juga dapat menikmati gratis  SMS ke semua operator hanya dengan mengirim 1 hingga 10 SMS sesuai zona lokasi pelanggan. Setelah melewati batas akumulasi pengiriman SMS, pelanggan akan mendapatkan gratis ribuan SMS untuk pukul 00.00 WIB hingga 16.59 WIB dan gratis  ratusan SMS untuk pukul 17.00 WIB hingga 23.59 WIB.

“Promo GRATIS Nelpon 30 Jam dan GRATIS Ribuan SMS ini merupakan bentuk apresiasi bagi pelanggan kartu As dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan dalam berkomunikasi, kartu As saat ini telah menjadi solusi komunikasi murah bagi pengguna seluler,’’ ujar Manager Branch Medan–Heribertus Budi Ariyanto.  Selain GRATIS Nelpon 30 Jam, pelanggan kartu As juga tetap bisa menikmati promo paket murah kartu As lainnya melalui akses *100#. Ragam bonus terus diberikan kartu As kepada pelanggan setianya, tidak sebatas pada layanan tapi juga apresiasi lainnya. (*/saz/sih)

Pemekaran Simalungun Hataran Dibahas

JAKARTA – Keinginan kuat Komisi II DPR untuk membahas usulan-usulan pemekaran daerah di masa sidang saat ini, meski pemerintah masih memberlakukan motarorium pemekaran, direspon daerah. Sejumlah daerah yang ingin ada pemekaran, mendesak agar usul pemekaran di daerahnya, ikut dibahas.

Aspirasi pembentukan Kabupaten Simalungun Hataran, yang ingin memisahkan diri dari Kabupaten Simalungun, juga memanfaatkan “angin surga” yang dihembuskan Komisi II DPR itu. Sejumlah anggota DPRD Simalungun, dipimpin langsung Ketua DPRD Binton Tindaon, Rabu (22/2) sore, mendatangi Komisi II DPR di Senayan.

Didampingi anggota Komisi IV DPR dari Sumut, Anton Sihombing, rombongan yang dipimpin Binton ini diterima Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar (Fraksi Partai Golkar).

Agun menjanjikan, usulan pembentukan Kabupaten Simalungun Hataran akan dibahas tahun ini. Syaratnya, berkas-berkas persyaratan pembentukan daerah otonom sesuai PP Nomor 78 Tahun 2007, segera dilengkapi.

Kepada koran ini usai pertemuan, Binton menjelaskan, berkas persyaratan sudah hampir lengkap. “Hanya kurang kajian daerah,” ujar Binton.
Dia menjelaskan, jika syarat kajian itu sudah selesai, maka rekomendasi dari Bupati Simalungun dan DPRD Simalungun, akan diteruskan ke Pemprov Sumut.

Binton yakin, Pemprov Sumut akan langsung memberikan rekomendasi setelah ada rekomendasi lengkap dari kabupaten induk, yakni Simalungun.
Sebelumnya, Anggota Komisi II DPR RI Abdul Malik Haramain menyampaikan, usul baru pemekaran daerah sebanyak 20, akan mulai dibahas lagi pada masa sidang ini.

Ke-20 daerah yang akan dibahas ini telah dinyatakan memenuhi syarat berdasarkan hasil verifikasi oleh Panja Pemekaran Daerah sebelumnya.
Dia menjelaskan, beberapa daerah yang berada di wilayah perbatasan dengan negara tetangga, khususnya  Kalimatan dan Sumatera mendapat prioritas utama dimekarkan lebih dahulu.

Berikutnya adalah daerah-daerah terluar yang terisolir dari pembangunan dan jaraknya jauh dari rentang kendali pemerintahan ibukota daerah tersebut, sehingga diharapkan segera dimekarkan menjadi satu daerah baru.

Beberapa waktu sebelumnya, jumlah usul pemekaran yang akan dibahas ada 17. Namun, belakangan tambah lagi tiga menjadi 20.  Ke-17 daerah yang pernah diusulkan oleh anggota DPR Periode 2004-2009 adalah Kabupaten Kolaka Timur,  Kabupaten Buton Tengah, Buton Selatan, Muna Barat, Kota Raha, Konawe Kepulauan, Kab Monokowari Selatan, Pegunungan Arfad, Banggai Laut, Mamuju Tengah, Taliabau, Pangandaran, Moroali Utara, Pesisir Barat, Musi Rawas Utara, Penukil Babat Pematang Ilir,  dan Provinsi Kalimantan Utara.

Belum ada data yang pasti, tiga tambahannya itu daerah mana saja. Yang jelas bukan Simalungun Hataran. Pasalnya, yang 20 itu akan dibahas pada masa sidang saat ini. Sedang Simalungun Hataran dijanjikan tahun ini. (sam)

Buka Lapangan Kerja

TEBINGTINGGI- Direktur Utama PT Bank Sumut  Gus Irawan Pasaribu bersama Wakil Wali Kota Tebingtinggi  Irham Taufik melakukan peletakan batu pertama d igedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Karya Kota Tebingtinggi, Rabu (22/2) di Kelurahan Rambung Kecamatan Tebingtinggi.
Acara peletakan batu pertama pembangunan Kampus III STIE Bina Karya Kota Tebing Tinggi yang dana pembangunannya dibiayai PT Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi itu turut dihadiri Sekdako Hadi Winarno, Ketua Yayasan Bina Karya Lukito, Pimpinan Cabang Bank Sumut  Tebingtinggi Khairil Anwar SE, Kabag Humas Pemko Ahdi Sucipto.

Dirut PT Bank Sumut Gus Irawan berharap, dengan dibangunnya kampus tersebut dunia pendidikan di Kota Tebingtinggi dapat lebih maju dan menghasilkan sarjana-sarjana unggul dibidang ekonomi yang dapat berperan dalam pembangunan khususnya di Kota Tebingtinggi dan Sumatera Utara.
“Semoga dari Kampus STIE Bina Karya ini akan muncul ribuan sarjana ekonomi dan pelaku usaha yang dapat berperan dalam pembangunan,” harap Gus Irawan.

Senada dengan Dirut Bank Sumut, Wakil Wali Kota Tebingtinggi  Irham Taufik, berdirinya gedung Kampus III Bina Karya akan menambah nilai tambah bagi kota Tebingtinggi dengan misinya sebagai Kota Pendidikan yang Berbudaya dan Cerdas. “Kita berharap Tebingtinggi semakin maju dan berkembang dengan banyaknya perguruan tinggi yang ada,” harap Irham.

Sementara itu, Pimpinan Yayasan STIE Bina Karya, Lukito menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Dirut PT Bank Sumut yang turut hadir dan memotivasi para mahasiswa binaannya. “Kami berharap semoga mahasiswa lulusan STIE Bina Karya lebih termotivasi untuk dapat menciptakan lapangan  pekerjaan baru,” jelasnya.  (mag-3)