25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1387

Mitsubishi Motors Kembali Perluas Jaringan Diler di Wilayah Jakarta

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Untuk menunjukkan komitmen dalam memberikan kemudahan bagi konsumen Mitsubishi Motors dalam mendapatkan perawatan dan layanan terbaik, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI) kembali menambah jaringan layanan resmi Mitsubishi Motors di Indonesia dengan meresmikan diler terbaru, yaitu Diler Mitsubishi Motors SUN Matraman di Jakarta Timur.

Diler ini menjadi diler resmi ke-169 dari Mitsubishi Motors di Indonesia. Peresmian Diler Mitsubishi Motors SUN Matraman dihadiri oleh Atsushi Kurita, selaku President Director PT MMKSI, dan Ibu Imelda Sundoro selaku Founder SUN Motor Group. Diler ini merupakan hasil kerjasama ke-25 antara Mitsubishi Motors dan SUN Motor Group.

“Pada bulan Juni ini, Mitsubishi Motors telah menambah dua diler resmi Mitsubishi Motors baru di wilayah JABODETABEK, yaitu Diler Mitsubishi Motors Prabu Pendawa Bogor dan Diler Mitsubishi Motors SUN Matraman.

Kedua diler ini menjadi diler resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi Motors ke-168 dan ke-169 di Indonesia. Kami percaya perluasan jaringan diler kami akan memberikan manfaat yang signifikan bagi pelanggan kami, dan sekaligus untuk menunjukkan komitmen Mitsubishi Motors untuk menjaga standard layanan resmi kami dan terus memberikan pengalaman yang memuaskan kepada setiap pelanggan,” ungkap Atsushi Kurita, President Director PT MMKSI.

Atsushi Kurita juga menjelaskan, bahwa oihaknya sedang menyiapkan peluncuran The New SUV dari Mitsubishi Motors yang akan diluncurkan secara World Premiere di Indonesia pada GIIAS 2023 mendatang.

“Kami mengundang semua orang untuk bergabung dengan kami dalam acara tersebut. Kami yakin bahwa The New SUV akan membawa pengalaman berkendara yang luar biasa dan memenuhi harapan para penggemar otomotif di Indonesia,” tuutpnya. (rel/ram)

Ikuti Program UMKM BRI, Pengrajin Tenun ‘Karya Bunda’ Kota Binjai Bangkit Berkarya

PRODUK: Ade Fitri menunjukkan produk turunan di galeri ‘Karya Bunda’.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Pengrajin tenun tradisional asal Kota Binjai, Sumatera Utara Ade Fitri (46), bertekad untuk terus melestarikan budaya kain tenun. Hal ini dilakukannya untuk menjaga keberlanjutan tradisi dan budaya. Apalagi, usaha yang saat ini menjadi tanggung jawabnya adalah warisan dari keluarga besarnya.

“Usaha ini sudah lama, saya adalah generasi ketiga penerus usaha pengrajin tenun,” ujarnya kepada awak media (18/6/2023).

Berbagai cobaan sudah dirasakan Ade Fitri untuk mempertahankan usahanya ini, seperti saat Covid-19 kemarin, pemesan tenun turun drastis, sehingga membuat omsetnya juga ikut turun. Nah, pada saat itu dirinya mendapat angin segar, karena mendapat bantuan dari BRI.

“Saya mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI Unit Soekarno Hatta Kota Binjai sebesar Rp25 juta. Stok jualan serta variasi kerajinan saya inipun bertambah. Alhamdulillah pesanan juga menjadi menggeliat,” ujar ibu beranak satu ini.

Wanita berhijab ini mengakui bahwa bangkit usahanya tak lepas dari peran bantuan perbankan. Pada Bulan Desember 2022, pinjaman KUR BRI Ade meningkat menjadi Rp50 juta dengan program pinjaman lunas maju.

“Saat itu pinjaman saya menyisakan tenor 4 bulan, namun saya memutuskan untuk lunas maju mengingat pesanan bertumbuh pesat,” jelas Ade yang juga ketua kelompok pengrajin ‘karya bunda’.

Kendala dari produk tenunnya adalah kesediaan bahan baku benang karena pihaknya belum bisa produksi benang sendiri. Biasanya ia pesan benang dari Kota Tarutung dengan harga per kilogramnya Rp250 ribu.

Perjalanan Panjang sampai Dilirik Perbankan

Pada Tahun 2019 yang lalu, Ade Fitria berkeinginan untuk membuat kelompok UMKM. Awal terbentuk kelompok usaha ini berjumlah 14 orang.

“Tahun 2021 BRI hadir menjadi pengarah bisnis kelompok kami untuk bisa lebih kompetitif,” ungkapnya.

Kelompok usaha tersebut belakangan dikenal dengan sebutan klaster bertenun karya bunda. Klaster ini bernama karya bunda dikarenakan sekumpulan emak-emak berpandangan sama, berupaya bantu ekonomi keluarga, mencari rezeki dengan menjual karya.

Saat itu, Ade berhasil menggandeng masyarakat sekitar untuk belajar dan membantu usaha tenun. “Kini anggota aktif kami bertambah menjadi 25 orang,” ujarnya.

Tak hanya berhenti disitu, polesan tangan dingin ketua klaster ini mampu membuat perbankan semakin percaya. Terbukti dengan diberikan bantuan CSR BRI senilai Rp50 juta rupiah pada November 2022 dalam bentuk bangunan permanen.

Bangunan yang beralamat di Jalanan Kutilang nomor 5, Kota Binjai dimanfaatkan sebagai galeri. Disana dapat ditemui berbagai hasil pengrajin berupa kain tenun adat dan berbagai motif.

Di galerinya, selendang tenun ulos batak dan Uis Karo dibandrol dengan harga Rp200 ribu. Khusus perlengkapan pengantin pesta adat, Ade Fitria mematok harga kisaran Rp12 juta sesuai dengan motif dan warna yang diinginkan pelanggan.

Selain itu ada produk lain berupa tas, kotak tisu, selendang, dompet, sandal, buket, hijab kombinasi dari kain tenun, dan berbagai aksesoris lainnya. Ia menambah variasi jenis produk di galeri berdasarkan permintaan pelanggan.

Wanita lulusan Sekolah Menengah Atas Panca Budi, Kota Medan ini mengaku mampu meraup omset berkisar Rp60 – Rp70 juta per bulan. Laporan pembukuan ini terbuka ke semua anggota klaster usaha.

“Namanya emak-emak harus terbuka laporan keuangan bang, kalau tidak kluster ini gak bertahan sampai sekarang,” ujarnya.

Di tempat berbeda, Branch Manager BO Binjai, Agung Prasetyo mengatakan bahwa perkembangan usaha klaster tenun karya bunda saat ini cukup baik. Pada awalnya cuma bertenun menghasilkan kain saja, tanpa ada pelatihan dan pendampingan. Kini mereka sudah berinovasi dan berkembang memproduksi produk turunan.

Terbentuknya klaster usaha tenun sejak Bulan November 2021, alasannya karena klaster tersebut memiliki anggota aktif sebagai sumber pertumbuhan nasabah baru dalam bentuk simpanan maupun pinjaman.

“Selain itu kami melakukan pendampingan usaha dan memberikan modal pinjaman secara individu sesuai dengan kebutuhan. Memberikan pelatihan untuk bisa berinovasi dengan produk turunannya dan mengikutkan dalam berbagai pameran UMKM BRI. Kami juga membuat galeri dan sanggar sebagai sarana mempromosikan produknya,” ujar Agung.

Bagi UMKM lain, berikut kriteria dari Branch Manager BO Binjai agar dapat dibuat menjadi klaster usaha BRI :
1. Memiliki anggota aktif atas usaha yang sama
2. Tinggal dalam satu wilayah atau kawasan yang berdekatan
3. Memiliki tujuan sama demi memajukan perekonomian
4. Mau berinovasi demi mengembangkan usaha

Ikuti Pameran, Upaya Promosi Kenalkan Branding

Acara yang digelar untuk memamerkan dan mempromosikan produk-produk tenun kepada masyarakat coba dimaksimalkan oleh Ade. Pameran ini memberikan kesempatan bagi para pengrajin tenun untuk memperlihatkan karya-karya mereka, meningkatkan visibilitas produk, menjalin hubungan dengan pelanggan baru, serta menjual dan memasarkan produk secara langsung.

Ade Fitria juga menjelaskan bahwa yang utama adalah calon pelanggan mengenal branding dari karya bunda. Sambil menanamkan mindset pengunjung bahwa kalau mereka ingin menggelar atau sebagai tamu pesta adat, ingatnya ke produk tenun pakaian adat ke produk kami.

Seperti halnya Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49 yang saat ini sedang berlangsung, terlihat puluhan unsur pemerintahan dan tamu undangan mampir bergantian ke stand ‘karya bunda’.

Sebelumnya Ade juga bercerita rutin mengikuti pameran yang diselenggarakan pemerintah, perusahaan maupun perbankan. Teranyar ia mengikuti acara pameran UMKM yang diselenggarakan BRI di Kakuta, Kota Binjai, yang saat itu dihadiri oleh Ibu Dirut bank plat merah tersebut.

Selain itu, ia juga tiap tahunnya mengikuti acara pameran seperti pesta rakyat simpedes BRI, pameran di acara ulang tahun, dan terakhir diundang ke Kantor RO BRI Medan yang baru direnovasi.

“Saya juga diundang pada acara jalan santai BUMN di Lapangan Alun-alun Stabat, disana kami juga dapat stand pameran,” ujar ketua karya bunda.

Digitalisasi Menunjang Bisnisnya lebih Maju

Point digitalisasi juga memiliki berbagai aspek yang dapat mendukung perkembangan, pemasaran serta kemajuan usaha. Pada acara pameran misalnya, pembeli kebanyakan melakukan transaksi pembayaran ke saya melalui QRIS (transaksi scan barcode).

Tentunya hal ini mempermudah bisnis karena tidak lagi harus menyediakan uang kembalian. Selain itu, fasilitas QRIS juga ia sediakan di galeri. “Untuk reseller, ia menggunakan aplikasi BRImo di smartphone miliknya untuk mengecek transaksi pembayaran,” jelas Ade.

Ia juga manfaatkan media sosial andalannya yang dikenal dengan sebutan WA, FB, dan IG. Melalui ini ia coba memasarkan produknya. Dari upaya pemasarannya, produk yang sudah dipesan custemer sudah sampai ke pulau kalimantan, kota batam, jakarta, pekan baru, dan banyak pesanan di wilayah sumatera Utara.

Saat ini, produk milik kelompok tenun ini bisa diakses melalui katalog elektronik (E-Catalogue) di situs pemerintah, masuk di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumaterera Utara.

Nilai Budaya pada Selendang Ulos

Ulos adalah kain tenun hasil kerajinan khas Batak yang berupa selendang. Ulos melambangkan ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak-anaknya. “Selain sebagai simbol ikatan antara orang tua dan anak, ulos juga digunakan untuk menghangatkan badan,” jelas pengusaha kain tenun yang juga ketua klaster di Kota Binjai.

Selain itu, selendang ulos adalah salah satu produk kain tradisional dari Indonesia yang berasal dari suku Batak, terutama Suku Toba dan Suku Karo di Sumatera Utara. Selendang ulos memiliki nilai budaya yang sangat penting bagi masyarakat Batak dan melambangkan identitas serta warisan budaya yang kaya.

Berikut adalah beberapa nilai budaya yang terkandung dalam selendang ulos menurut Ade :

Identitas Suku Batak : Selendang ulos merupakan simbol identitas suku Batak. Pemakaian selendang ulos dalam upacara adat, pernikahan, atau acara budaya lainnya menunjukkan kebanggaan dan penghargaan terhadap warisan budaya suku Batak.

Keindahan dan Kerajinan : Selendang ulos ditenun dengan tangan menggunakan teknik tradisional yang rumit. Proses pembuatan selendang ulos membutuhkan waktu dan ketelitian yang tinggi. Keindahan dan kerajinan dalam selendang ulos menjadikannya sebagai karya seni yang bernilai tinggi dan dihargai secara estetika.

Simbol Keberuntungan dan Perlindungan : Selendang ulos seringkali dianggap sebagai simbol keberuntungan dan perlindungan. Dalam budaya Batak, selendang ulos digunakan dalam berbagai acara penting seperti pernikahan, kelahiran anak, atau pesta adat sebagai simbol harapan untuk kehidupan yang baik dan perlindungan dari roh jahat.

Warisan Budaya yang Dilestarikan : Selendang ulos merupakan bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Melalui pemakaian dan produksi selendang ulos, masyarakat Batak menjaga dan melestarikan tradisi dan keterampilan tangan yang diperlukan untuk menciptakan kain tersebut.

Didampingi anggotanya, Juwita Simanjuntak (37) yang bertugas menggulung benang untuk diproses ke proses mangani atau menyusun benang. Mereka kompak memiliki keyakinan atas mitos berdasarkan cerita dari petua adat. Karena dalam proses menenun, leluhur hadir di sekeliling mereka.

Jika salah satu alat bernama panggiunan jatuh ketika membuat ulos, maka dipercaya akan ada tanda yang buruk. Alat baliga tidak boleh dilangkahi, jika dilangkahi ulos yang akan dibuat akan rusak.

Terakhir, alat pagabe mitosnya adalah kalau ada yang bangun rumah, pagabe harus dibawa.”Namun itu hanya mitos, boleh percaya boleh tidak,” pungkasnya. (dat/ram)

PTAR Ajak 123 Mahasiswa Peduli Keanekaragaman Hayati

Seluruh mahasiswa peserta ECJ berfoto bersama pemateri dan manajemen PTAR. (Dok PTAR)

BATANGTORU, SUMUTPOS – Sebanyak 123 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan E-Coaching Jam (ECJ) yang digelar PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola tambang emas Martabe, Sabtu (17/06) di Kota Medan, yang menghadirkan dua pakar di bidang lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati.

ECJ yang dilaksanakan di booth PTAR dalam gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2023 ini menghadirkan pegiat dan akademisi dalam bidang lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati sebagai pembicara, yakni Ali Bangun Dea S.Kom, M.Si. selaku Direktur Yayasan Scorpion Indonesia, serta Dr. Puji Rianti S.Si, M.Si. dari Departemen Biologi IPB.

Menurut Katarina Siburian Hardono, Senior Manager Komunikasi Korporat PTAR, ini adalah ECJ ke-23 yang telah dilaksanakan PTAR sejak tahun 2014. ECJ telah menjembatani komunikasi 4.850 mahasiswa di seluruh Indonesia dengan para pakar dari berbagai bidang, mulai dari pertambangan, geologi, lingkungan hidup, komunikasi, bisnis, hingga ketenagakerjaan dan keberagaman gender.

“Awalnya, ECJ kami rancang khusus sebagai bekal bagi mahasiswa pertambangan agar siap menghadapi dunia kerja, khususnya di industri pertambangan. Seiring berjalannya waktu, kami menghadirkan juga pemateri dari bidang lain sehingga bisa diikuti oleh mahasiswa dari semua jurusan untuk memperkaya diri sebelum memasuki dunia kerja, karena faktanya tambang adalah satu industri kompleks yang mengintegrasikan berbagai ilmu dan keahlian dalam menjalankan operasinya,” tutur Katarina.

Saat masa pandemi, PTAR berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan untuk menyelenggarakan ECJ secara online saja. Saat ini, ECJ kembali dilaksanakan secara online dan offline.

Selain menyelenggarakan ECJ, dalam gelaran PRSU 2023, PTAR juga menyuguhkan beberapa kegiatan di booth-nya, yaitu bazar produk UMKM binaan, workshop fotografi yang difasilitasi oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan, lomba melukis dalam memperingati Hari Anak Nasional, serta photobooth challenge.

“PTAR juga berpartisipasi di paviliun Kabupaten Tapanuli Selatan dengan memfasilitasi pagelaran sanggar Seni Tari Sopo Daganak binaan PTAR di malam seni budaya Tapanuli Selatan tanggal 23 Juni nanti, serta dukungan berbagai hadiah lomba dan lucky draw,” kata Katarina.

BANTUAN: Presiden Direktur PTAR Muliady Sutio (kanan) menyerahkan bantuan simbolis kepada Bupati Tapanuli Selatan Dolly Putra Parlindungan Pasaribu.

Acara pembukaan PRSU 2023 dihadiri oleh jajaran manajemen PTAR, Presiden Direktur Muliady Sutio, Komisaris Linda Siahaan, Direktur Hubungan Eksternal Sanny Tjan, Senior Manager Komunikasi Korporat Katarina Siburian Hardono, dan Senior Manager Hubungan Pemerintah Irwanto.

Menurut Presiden Direktur PTAR Muliady Sutio, sejak 2011, tiap tahun PTAR berpartisipasi aktif dalam PRSU.

“Melalui PRSU, kami berupaya menyediakan informasi lengkap mengenai tata kelola tambang yang bertanggungjawab serta berbagai bentuk nyata kontribusi perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang dan masyarakat luas pada umumnya. Partisipasi dalam PRSU juga merupakan bentuk komitmen kami dalam menjalin kemitraan yang positif dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten,” ujar Muliady.

Dirinya juga menambahkan, PTAR berkomitmen penuh untuk mendukung program-program yang dijalankan Kabupaten Tapanuli Selatan, termasuk partisipasi dalam PRSU.

“Tanpa dukungan dari pemerintah dan masyarakat Tapanuli Selatan selama ini, kami tidak akan sebesar sekarang,” kata Muliady.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu mengucapkan terimakasih kepada PTAR yang selama ini telah turut berkontribusi pada Kabupaten Tapanuli selatan. (rel/han)

23 PMI Ilegal Gagal Berangkat ke Malyasia dan Kamboja

DIAMANKAN: Sebanyak 17 PMI yang diduga ilegal diamankan Polres Batubara. Para PMI tiba di Indonesia dengan menumpangi kapal ikan para nelayan yang ada di Kabupaten Batubara.IST/sumut pos.

SUMUTPOS.CO – Sat Reskrim Polresta Deliserdang gagalkan keberangkatan sebanyak 23 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal keluar negeri. Mereka diamankan saat masih berada Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di Simpang, Tol Desa Pagarjati, Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Selasa (13/6).

Kapolresta Deliserdang Kombes Irsan Sinuhaji SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol I Kadek H Cahyadi SiK dalam siaran persnya Sabtu (17/6).

Disebutkan Kasat Reskrim, kasus ini berawal dari informasi yang didapat Personel Sat Reskrim terkait adanya calon PMI yang akan berangkat ke luar negeri. Para calon PMI ilegal itu berasa Provinsi Aceh, hendak berangkat menuju Malaysia.

Aksi mengamankan terhadap para calon PMI dilakukan dua hari. Hari pertama dilakukan pengamanan terhadap calon PMI ilegal, pada Selasa (13/6) dengan jumlah yang diamankan di antaranya 20 laki-laki, 2 perempuan serta balita 1 orang, beserta 4 Orang Supir yang berinisial MAB (23), FC (30), JA (36), CS (38) juga barang bukti termasuk 4 unit kendaraan mobil Toyota Kijang Inova yang digunakan. Selanjutnya, Rabu (14/6), petugas kembali berhasil mengamankan 3 orang calon PMI ilegal asal Kecamatan Lubukpakam di Bandara Internasional Kualanamu yang hendak akan berangkat ke Kamboja, beserta satu orang sopir dengan inisial TH (54).

“Para calon PMI telah dilakukan pemeriksaan dengan turut berkoordinasi dengan Disnaker untuk pemulangan Calon PMI ke daerah asalnya masing-masingm “pungkasnya.

Sementara itu, Polres Batubara mengamankan 17 PMI yang hendak pulang ke daerahnya setelah bekerja di Malaysia, diduga Ilegal. “Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa, Sumatera bahkan ada yang dari Nusa Tenggara Barat (NTB),”Ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Wahyudi.(btr)

Bupati Sergai Apresiasi Baksos Operasi Mata Katarak Lions Club

NGOBROL: Bupati Sergai H. Darma Wijaya ngobrol dengan warga yang baru operasi mata katarak. fadly/sumut pos.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai) Darma Wijaya mengapresiasi bakti sosial operasi katarak gratis yang dilakukan Lions Club Distrik Medan hingga Tebing Tinggi di Rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman, Minggu (18/6).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, saya sangat mengapresiasi apap yang dilakukan Lions Club ini. Kalau di rumah sakit swasta biayanya bisa mencapai 8 juta lebih. Tapi, hari ini gratis,” ucapnya didampingi Gubernur Distrik Lions Club 307-A2 Maria Simamora.

Ia juga berterimakasih kepada para donatur serta jajaran Forkopimda yang turut mendukung bakti sosial tersebut. “Kami sangat mendukung kalau Lions Club terus mengadakan baksos sosial di Sergai. Kami doakan semoga para donatur lancar rezekinya agar bisa terus berbagi tanpa memandang ras, suku, agama dan golongan,” tambahnya sembari berpesan kepada para pasien untuk tetap mengikuti instruksi dokter usai menjalani operasi.

Orang nomor satu di Tanah Bertuah Negeri Beradat itupun turut menyapa para pasien yang telah dilakukan operasi. Kepada Wiwik, sapaan akrab Darma Wijaya, Saini (62) warga Sei Rampah mengaku sangat berterimakasih berkat baksos oleh Lions Club tersebut.

“Alhamdulillah ada yang gratis. Mudah-mudahan penglihatan saya bisa kembali membaik,” ucapnya.

Senada dengan Darma, Maria Simamora turut berterimakasih kepada jajaran Pemkab Sergai terutama RSUD Sultan Sulaiman yang telah memfasilitasi tempat untuk bakti sosial.

“Terimakasih Pak Bupati, Pak Direktur Rumah Sakit, serta jajaran lainnya yang telah memberikan kami fasilitas di RS ini. Semoga semuanya lancar,” katanya.

Terkait fasilitas, dr Newi mengaku fasilitas yang terdapat di RSUD Sultan Sulaiman sangat mumpuni. “Fasilitasnya mantep. Alatnya canggih-canggih. Terimakasih lah sudah dikasih kami pakai sarana disini,” kata dokter yang tergabung dalam Pusat Pelayanan Masyarakat Lions Indonesia (PPMLI) yang turun dalam baksos tersebut.

Usai meninjau bakti sosial di RSUD Sultan Sulaiman, Bupati Darma Wijaya juga mengecek sejumlah pembangunan, di antaranya bangunan foodcourt, gedung Satpol PP, drainase di Pematang Ganjang yang sedang dibangun tembok penahan tanah.

“Mantap lah dibikin batu gini, biar lancar alirannya,” kata salah seorang warga.

Tak sampai disitu, ia juga mengecek pengerjaan infrastruktur ruas Jalan Tanah Tinggi Dusun IV Gardu Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah.

Dikatakan Darma, lanjutan pengerjaan ini dilakukan sepanjang 448×3 meter dengan menggunakan dana APBD. “Gak cuma disini, di tempat lain juga sedang dibagusi jalan-jalan rusak yang sudah masuk daftar,” ucapnya. (fad/han)

HUT ke-77 Bhayangkara Polres Simalungun Bakti Sosial ke Rumah Ibadah

ANGKAT SAMPAH: Suasana bakti sosial dalam rangka HUT ke-77 Bhayangkara yang dilakukan Polres Simalungun di Masjid As Syuhada, Simpang Serapuh, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela.

SIMALUNGUN, SMUTPOS.CO – Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara, personel Polres Simalungun melaksanakan kegiatan bakti sosial membersihkan rumah ibadah, Sabtu (17/6) lalu.

Bakti sosial ini digelar di Masjid As Syuhada, Simpang Serapuh, Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, dan di Gereja HKBP Rogate Bangun 17, Simpang Bahjambi, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela.

Bakti sosial dalam rangka HUT ke-77 Bhayangkara yang mengusung tema, ‘Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju’ ini, dipimpin langsung Wa­kapolres Simalungun Kompol Efianto, didampingi Kasat Lantas Polres Simalungun AKP M Haris S.

Turut hadir Kapolsek Bangun AKP L Gultom, Kasiwas Polres Simalungun, Kasikeu Polres Simalungun, para perwira dan brigadir, serta ASN Polres Simalungun, Camat Gunung Malela, Pangulu Nagori, serta masyarakat Nagori Serapuh dan Nagori Senio.

Sebelum melaksanakan kegiatan di rumah ibadah, Wakapolres Simalungun memberikan pengarahan kepada para personel Polres Simalungun, kemudian dilanjutkan membagi jadi 2 kelompok bagian untuk bakti sosial di Masjid Suhada dan Gereja HKBP Rogate Bangun 17.

Usai kegiatan, Wakapolres Simalungun Kompol Efianto, dan para personel Polres Simalungun beserta Camat Gunung Malela dan para pangulu, serta masyarakat Nagori Serapuh dan Senio, melaksanakan sarapan bersama. Usai dari Masjid As Syuhada,Efianto pun melanjutkan pengecekan di Gereja HKBP Rogate Bangun 17, dan turut serta mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut. (mag-7/saz)

Ditresnarkoba Polda Sumut Ungkap Kasus Peredaran 267 Kilogram Ganja

DIAMANKAN: Dua pelaku diduga pembawa narkotika jenis ganja seberat 267 kilogram, berhasil diamankan Ditresnarkoba Polda Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditresnarkoba Polda Sumut) berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba jenis ganja seberat 267 kilogram di Jalan Kabanjahe-Merek, Bandar Tongging, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, pada 7 Juni 2023 lalu, sekira pukul 17.00 WIB.

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan 2 pelaku asal Aceh, yakni Sapuan I alias I (22), warga Dusun Paya Jeget Desa Paya Jeget, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, dan S (29) warga Desa Jempa, Kota Bahagia, Kabupaten Abdya, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, didampingi Diresnarkoba Polda Sumut Kombes Pol Yemi Mandagi di Kota Medan, Sabtu (17/6) lalu.

Hadi menjelaskan, awalnya petugas menerima informasi tentang adanya upaya pengiriman narkotika jenis ganja dari Aceh menuju Kota Medan. Selanjutnya tim bergerak melakukan lidik sesuai informasi yang diterima menuju Kabanjahe, Kabupaten Karo. Kemudian, sekira pukul 15.30 WIB, tim tiba di Jalan Kabanjahe-Merek, Bandar Tongging, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo.

“Saat itu terlihat melintas mobil yang dicurigai sesuai ciri-ciri yang didapat. Yakni mobil Toyota Rush warna putih dengan Nopol BK 1132 NAW. Selanjutnya tim mengikuti dan menghentikan kendaran tersebut di Jalan Lintas Kabanjahe-Merek, Karo,” ungkap Hadi.

Namun, sambung Hadi, saat diminta agar turun dari kendaraannya, kedua pelaku mencoba melarikan diri dengan menabrak mobil petugas yang ada di belakang dan di depan. Selanjutnya, petugas melakukan pengejaran terhadap 2 pelaku dan berhasil diamankan di perkebunan masyarakat.

“Lalu tim bersama-sama dengan pelaku melakukan pemeriksaan terhadap mobil pelaku dengan disaksikan oleh kepala desa setempat dan beberapa masyarakat sekitar,” tuturnya.

Setelah diperiksa, lanjutnya, ditemukan dari dalam mobil 7 goni besar dan 10 goni plastik kecil putih, yang diduga berisikan narkotika jenis ganja. “Ketika dipertanyakan kepada keduanya mereka mengaku berinisial SI dan S, lalu mereka mengaku hanya disuruh oleh seseorang bernama J (lidik) untuk mengantarkan barang tersebut ke Medan,” ujar Hadi.

Hadi pun menjelaskan, tim mengamankan barang bukti yang ditemukan di dalam mobil pelaku berupa 17 karung goni, dengan perincian 7 goni besar dan 10 goni kecil, yang diduga berisikan narkotika jenis ganja. Dengan berat keseluruhan setelah dilakukan penimbangan langsung di dekat tempat kejadian perkara (TKP) penangkapan dan disaksikan oleh kepala desa dan masyarakat, sedikitnya 267.000 gram (267 kilogram), satu unit Mobil Toyota Rush warna putih dengan nopol BK 1132 NAW, satu unit handphone android warna putih dengan nomor 082267827606, satu unit handphone merek Sony warna hitam dengan tidak ada SIMcard, dan satu unit handphone merek Nokia warna hitam dengan nomor 081367990785.

“Selanjutnya tim membawa kedua pelaku beserta barang bukti tersebut menuju Kantor Ditresnarkoba Polda Sumut guna dilakukan pemeriksaan,” pungkas Hadi. (dwi/saz)

Beralih Fungsi dan Bebas Beroperasi, Bekas Diskotek Jadi Barak Penadahan Barang Hasil Curian

ALIH FUNGSI: Diskotek Titanic Frog yang sekarang beralih fungsi menjadi barak penadah barang hasil curian.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bekas Diskotek Titanic Frog (TF) di areal HGU PTPN 2 Binjai Timur, dijadikan barak penadahan barang hasil curian, yang bebas beroperasi menampung segala jenis barang, terutama besi. Namun, keberadaan tempat ilegal di wilayah hukum Polres Binjai ini, tidak pernah dilakukan penindakan.

Disebut masuk wilayah hukum Polsek Binjai Timur Resort Binjai, lantaran tim gabungan Polrestabes Medan pun tak pernah melakukan penindakan, ketika menyisir barak narkoba dan judi di Dusun Tanjung Pamah, Desa Namorube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang. Sebab, barak penadahan dan barak judi maupun narkoba yang dikelola DPO penyerangan polisi berinisial ST ini, jaraknya ha­nya sekitar 200 meter.

Pemilik barak penadahan barang hasil curian ini, disebut-sebut Ucok Ginting alias UG, dan masih terus beroperasi. Buktinya, terdakwa Heri Anda alias Titut bersama Ragil (belum ditangkap) usai mencuri 3 batang besi tower milik Fery Hendrawan Sembiring di Jalan Kedondong Nomor 1, Kelurahan Bandar Senembah, Binjai Barat, Jumat (17/5) lalu, langsung membawa hasil curiannya ke barak UG.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Paulus Meliala, 3 batang besi tower yang dicuri terdakwa diangkat dengan menggunakan becak bermotor menuju bekas diskotek tersebut. Setibanya di sana, besi hasil curian dijual kepada seorang pria bernama Ucok seharga Rp150 ribu.

Namun, Ucok yang menerima hasil curian tidak ditangkap oleh penyidik kepolisian, dan hanya ditetapkan sebagai DPO saja. Disebut-sebut Ucok merupakan pemilik barak penadahan tersebut. Tidak ditangkapnya Ucok, diduga mengalir sejumlah uang sebagai upeti kepada oknum kepolisian. Alhasil, Ucok bebas beroperasi tanpa diciduk oleh polisi.

Bahkan, di tempat Ucok, bukan saja hanya menerima barang hasil curian. Bagi pecandu narkotika, barang yang dibawa diduga dapat langsung ditukar jadi sabu-sabu dan dipakai di tempat tersebut.

“Sidang kemarin sudah digelar dengan agenda dakwaan, pada Selasa (13/6) lalu. Dan Selasa (20/6) nanti (besok, red), sidang kembali dilanjutkan dengan agenda mendengar keterangan saksi,” ungkap Paulus ketika dikonfirmasi, Minggu (18/6).

Perbuatan terdakwa merugikan korban senilai Rp60 juta. Korban sudah kehilangan tiang besi seba­nyak 70 batang. Terdakwa didakwa pasal 363 ayat (1) ke-3 dan 4 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (ted/saz)

Usbat Ganjar Sumut Edukasi Masyarakat Serdang Begadai Tentang Salat Khusyu

Usbat Ganjar Sumut saat mengedukasi masyarakat Kabupaten Sergai tentang salat dengan khusyu di Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Minggu (18/6).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sukarelawan Ustad Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara (Sumut) mengedukasi masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) tentang salat dengan khusyu di Desa Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, Minggu (18/6).

Koordinator Daerah (Korda) Usbat Ganjar untuk Sergai, Bima Wardani Damanik mengatakan salat khusyu merupakan aspek penting dalam ibadah bagi umat Islam.

Dengan adanya pelatihan ini, Usbat Ganjar berkomitmen untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menjalankan salat dengan hati yang tunduk dan penuh khusyu kepada Allah SWT.

“Pelatihan untuk menggapai salat yang khusyu, yang mana ini sangat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah,” kata Bima

Bima menuturkan masyarakat mendapatkan pemahaman tentang pengertian salat khusyu, pentingnya memfokuskan pikiran dan hati pada ibadah, serta cara-cara untuk mengatasi gangguan dan distraksi yang dapat menghalangi konsentrasi selama beribadah.

“Pemateri menyampaikan bagaimana kita menjadi orang-orang yang beruntung ketika melaksanakan salat dengan baik, karena khusyu itu sangat penting dalam ibadah, sehingga salat kita tidak menjadi amal yang sia-sia,” ujar Bima.

Pendukung Ganjar Pranowo itu berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan edukasi serupa untuk membantu umat Islam dalam meningkatkan ibadah mereka.

Melalui pemahaman yang mendalam dan praktik yang konsisten, Bima berharap dapat memperkuat ikatan spiritual masyarakat dan membantu mereka mencapai salat khusyu.

Ustad M Iqbal menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Dia menyampaikan agar salat khusyu maka salatnya harus diperbaiki. Memperbaiki salat itu diantaranya dari bacaan salat hingga gerakan salat.

Iqbal menyatakan, salat khusyu banyak manfaatnya. Sebab dalam islam, orang yang memperbaiki salatnya maka Allah SWT akan memperabiki hidupnya.

Dalam acara, masyarakat Kabupaten Serdang Begadai merespons dengan antusias terhadap kegiatan ini. Peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang hadir dengan semangat yang tinggi untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang salat khusyu.

Saat kegiata para peserta bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman tentang upaya mereka dalam meningkatkan kualitas salat mereka.

Ketua Perwiritan Al Barokah, Supratiwi mengaku terinspirasi dan berterima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Usbat Ganjar dalam memberikan edukasi yang bermanfaat.

Dia berharap kegiatan semacam itu akan terus berlanjut dan mencapai lebih banyak masyarakat di wilayah tersebut.

“Acaranya bagus, menambah ilmu dalam beribadah sehari-hari. Kami akan mempraktekkan apa yang sudah diajarkan ini,” tutur Supratiwi.

Di sela sela kegiatan Usbat Ganjar Sumut dan masyarakat turut mendoakan agar Indonesia lebih maju dan sejahtera, serta Ganjar Pranowo menjadi Presiden Indonesia periode 2024-2029. (rel/tri)

Pentingnya Penanganan PTM, Warga Medan Diminta Manfaatkan Program Kesehatan di Puskesmas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi II DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, T. Edriansyah Rendy SH MKn, meminta warga Kota Medan untuk memanfaatkan program-program kesehatan yang disiapkan Pemko Medan melalui Dinas Kesehatan. Salah satunya, dengan memanfaatkan program cek kesehatan untuk menanggulangi Penyakit Tidak Menular (PTM) di puskesmas-puskesmas yang tersebar di seluruh Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Rendy saat menggelar Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Marelan V Pasar 2 Barat, Gang Keluarga 2 Lingkungan 3, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (18/6/2023) sore.

“Mari manfaatkan program-program kesehatan yang disiapkan Dinkes Medan lewat puskesmas-puskesmas yang ada di sekitar tempat tinggal kita. Salah satunya program penangulangan PTM,” ucap Rendy dihadapan ratusan warga yang hadir.

Selain itu, Rendy juga mengajak setiap warga untuk memanfaatkan program cek kesehatan lansia dan posyandu yang selalu digelar secara rutin di pukesmas.

“Pastikan orangtua kita sehat. Pastikan anak-anak kita juga tumbuh kembang dengan baik, tidak ada lagi yang terkena stunting. Pemko Medan sudah memfasilitasinya, ayo kita manfaatkan,” ajaknya dalam kesempatan yang turut dihadiri koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Medan, Dedy Irwanto Pardede tersebut.

Sebelumnya, mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan, Kepala UPT Puskesmas Terjun, dr Tissa R Hasibuan, mengatakan bahwa saat ini Dinkes Medan melalui puskesmas-puskesmas terus berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. Salah satunya, lewat pemeriksaan kesehatan gratis.

“Termasuk pemeriksaan penyakit tidak menular atau PTM. Kita di puskesmas ada cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Semakin cepat teridentifikasi penyakit yang ada, semakin cepat pula dapat ditangani. Ini penting, sebab semakin cepat ditangani akan membuat kemungkinan untuk sembuh semakin besar,” kata Tissa.

Tissa juga menjelaskan, Dinkes Medan baru-baru ini telah sukses menggelar Pekan Imunisasi Polio (PIN). Kedepannya, program Posyandu dan cek kesehatan lansia juga akan terus dilakukan.

“Mari kita manfaatkan program-program kesehatan yang tersedia di puskesmas,” ajaknya.

Pada kesempatan itu, Tissa juga menyarankan kepada warga yang telah berganti alamat agar dapat segera merubah faskes BPJS Kesehatannya. Dengan demikian, warga dapat memanfaatkan program-program di puskesmas yang terdekat dengan alamat rumah. Meskipun, setiap masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan dasar pada setiap puskesmas di Kota Medan.

“Cara merubah faskes saat ini juga sudah sangat mudah, cukup merubahnya lewat online melalui aplikasi yang telah tersedia,” tutupnya. (map)