24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 13873

Puluhan Truk dan Pakaian Bekas Diamankan

BELAWAN- Sedikitnya 37 unit truk dan alat berat eks Singapura diamankan petugas Kantor Pelayanan Tipe Madya Bea Cukai (BC) Belawan. Selain itu, petugas Kapal Patroli BC juga mengamankan dua kapal bermuatan ribuan bal pakaian bekas impor, Kamis (8/3) sore.

Informasi dihimpun Sumut Pos di Belawan menyebutkan, puluhan unit truk dan alat berat eks luar negeri yang dipasok dari Pelabuhan Lhong Singapura dengan menggunakan kapal tongkang, diamankan petugas BC saat akan masuk dan sandar di Pelabuhan Belawan. Dari hasil pemeriksaan petugas, perusahaan importir pemasok puluhan unit truk dan alat berat tersebut ternyata tidak dapat menunjukan kelengkapan dokumen.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, alat berat dan truk ‘bodong’ impor yang kini diamankan di gudang 101 dan 103 itu selanjutnya diamankan dan disegel petugas BC.

Kasubsi Pencegah dan Penyidikan (P2) BC Belawan ketika dikonfirmasi via selularnya membenarkan. Disebutkannya, puluhan unit truk dan alat berat tersebut kini masih dalam proses pemeriksaan kelengkapan dokumen. “Kita amankan karena masih dalam pemeriksaan dokumen, untuk lebih lanjutnya silakan konfirmasi pimpinan. Karena saya tidak berhak untuk memberikan penjelasan,” tandasnya.

Sementara dua kapal bermuatan seribuan bal pakaian bekas impor, ditangkap petugas kapal patroli BC saat berlayar di sekitar perairan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang. Rencananya, pakaian bekas asal Malaysia yang diduga tidak dilengkapi dokumen tersebut dipasok melalui pelabuhan Tanjung Balai, Asahan.

Penangkapan dua unit kapal bermuatan pakaian eks Malaysia tersebut bermula dari kecurigaan petugas kapal patroli BC 9001 saat melihat kapal nelayan yang telah dimodifikasi melintas di sekitar perairan Pantai Labu, Deliserdang.

Dari hasil pemeriksaan, awak kapal tidak dapat menunjukan dokumen resmi terkait isi muatan ribuan bal pakaian bekas impor asal negeri serumpun itu. Rencananya, pakaian bekas asal luar negeri tersebut dipasok dari Malaysia untuk kemudian dibawa ke tangkahan kecil di perairan Tanjung Balai, Asahan.
Hingga Kamis malam, kapal penyelundup pakaian bekas itu belum terlihat bersandar di dermaga karena masih dalam perjalanan menuju perairan Belawan. Menurut penuturan seorang petugas penjagaan menyebutkan, kondisi kedua kapal itu masih berada di perairan Pantai Labu, Deliserdang, karena mengalami kendala di dalam pelayaran. “Informasinya kapal mengalami kandas di perairan Pantai Labu, mungkin menjalang dinihari nanti baru tiba disini,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC I Sumut di Belawan, Imron ketika dihubungi via selularnya terkait ditangkapnya dua kapal bermuatan pakaian bekas impor dimaksud tidak bersedia menjawab.(mag-17)

AKBP Apriyanto Diperiksa 7 Jam

Dikawal 3 Anggota Provost, Dikonfrontir dengan 3 TSK Lainnya

MEDAN- Penyidik Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu)  mengkonfrontir keterangan mantan Wakil Direktur (Wadir) Narkoba AKBP Apriyanto Basuki Rahmat dengan tiga tersangka lain selama 7 jam lebih.

Pantauan Sumut Pos Rabu (7/3) malam sekira pukul 21.00 WIB, seorang saksi bernama Wina, terlihat dimarkas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut, ditemani seorang pria keturunan Tionghoa menjalani pemeriksaan terkait kebersamaanya dengan AKBP Apriyanto saat pulang dari lokasi tempat hiburan malam Dcore pada 11 Februari lalu.

Pemeriksaan digelar di ruang Direktorat Narkoba Polda Sumut oleh Kasubdit I AKBP Suhadi.

Di sisi lain, pemeriksaan AKBP Apriyanto sudah kedua kalinya dilaksanakan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Adapaun ketiga tersangka lain yang dikonfrontir dengan AKBP Apriyanto yaitu, Sri Agustina, Jhonson Jingga dan Ade Hendrawan.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan untuk mengkonfrontir keterangan AKBP Aprianto dengan tiga tersangka lainnya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba tersebut.
“Ya, sudah dilakukan pemeriksaannya. Itu untuk konfrontir keterangan dengan tersangka lainnya. Tapi belum tau hasilnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin (8/3).

Saat disinggung mengenai penyidik yang melakukan pemeriksaan itu seharusnya oleh perwira menengah (Pamen) Polda Sumut, Heru menjelaskan, tidak ada masalah yang melakukan pemeriksaan tersebut.

“Nggak ada masalah siapa penyidiknya, pangkat dibawahnya pun bisa saja. Nggak mesti harus diatas pangkat pak Apriyanto,” ujarnya.
AKBP Apriyanto, lanjutnya telah dimutasi menjadi Pamen di Bidang Propam Polda Sumut. “Jadi itu sudah membuat pemeriksaan berjalan netral, tidak ada keseganan dalam pemeriksaan penyidik, meski pangkatnya lebih tinggi,” terangnya.

Hingga kemarin malam, pemeriksaan terhadap AKBP Apriyanto untuk dikonfrontir dengan tiga tersangka lainnya belum diketahui hasilnya. “Belum selesai, jadi belum tahu hasil pemeriksaannya bagaimana,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum AKBP Aprianto, Marudud Simanjuntak mengatakan, pemeriksaan telah dilakukan di ruang Direktorat Narkoba Polda Sumut. Pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap kliennya itu selama 7 jam lebih. Namun, dia enggan membeberkan terkait agenda apa yang dibicarakan dalam pemeriksaan tersebut. “Masih diperiksa dan dikonfrontir. Belum selesai,” jelasnya, kemarin.

AKBP Apriyanto dikonfrontir dengan keterangan tersangka Sri Agustina, Jhonson Jingga dan Ade Hendrawan untuk diketahui keterlibatannya dalam penyalahgunaan narkoba. “Sudah dikonfrontir tapi belum diketahui hasilnya,” tutur Marudud.

Sementara itu, petugas juga membawa AKBP Apriyanto bersama saksi Wina ke Dcore untuk menjalani rekonstruksi. Sayangnya, rekonstruksi dilakukan petugas itu dilakukan tertutup. Bahkan, wartawan tak diperkenankan melihat rekonstruksi yang dipimpin Direktur Narkoba Kombes Andjar Dewanto.
Ketika dikonfirmasi, Andjar tak bersedia memberi keterangan terkait rekonstruksi tersebut. (mag-5)

PKK Pemprovsu Bantu Korban Banjir Madina

MADINA- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Utara, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho menyerahkan bantuan kepada korban banjir di kawasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Bantuan diserahkan, Rabu (7/3) dam disambut antusias para korban banjir bandang Madina.

Penyerahan bantuan itu dilakukan sekaligus kunjungannya dalam kegiatan supervisi di Madina. Bantuan yang disampaikan berupa selimut, pakaian, makanan pendamping air susu ibu (MP ASI), perlengkapan Peralatan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti sikat dan pasta gigi, serta makanan tambahan bagi anak sekolah dan ibu hamil.

Sutias mengharapkan, para korban banjir, khususnya anak-anak dan kaum ibu dapat tetap terjaga kesehatannya meskipun berada dalam lingkungan yang belum nyaman seperti sedia kala.

Dalam kesempatan itu, Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho sempat berdialog dengan masyarakat para korban banjir. Kepada para korban banjir, dia berharap bencana banjir  yang menimpa warga masyarakat di empat desa bukanlah sesuatu yang harus disesalkan terus menerus.
“Tak ada gunanya kita sesali terus menerus, tapi yakinlah dibalik bencana yang menimpa, ada hikmah yang dapat dipetik,” ungkapnya.
Sutias mengajak masyarakat bangkit kembali menata kehidupan demi masa depan yang lebih baik. Bencana harus disikapi dengan semangat menjaga lingkungan hidup untuk kehidupan kita dan anak cucu kelak.

“Mulai hari ini, mari kita semua menjaga kelestarian alam, saling mendukung, menjaga dan mengingatkan agar tidak menebang hutan sembarangan,” kata Sutias.   Di samping itu, isteri dari Plt Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengimbau agar masyarakat selalu menggiatkan gotong royong sehingga parit-parit tidak tersumbat dan air dapat mengalir dengan lancar.

Untuk diketahui, banjir melanda 10 desa di Kecamatan Panyabungan, Minggu 26 Februari 2012 malam, akibatnya ratusan rumah terendam dan seribuan warga di Kecamatan Panyabungan Kota, Mandina terpaksa mengungsi.

Adapun desa yang dilanda banjir bandang tersebut, Desa Gunung Manaon, Desa Pagaran Tonga dan Desa Manyabar dan Gunung Tua.  Air yang bersumber dari hulu sungai, menghantam kediaman warga dan mengakibatkan sejumlah infrastruktur di wilayah itu rusak. Satu diantaranya adalah jembatan yang terletak di atas Sungai Aek Rantopuran, Desa Gunung Tua. (ril/ari)

Rekan Diamankan, 80 Warga Duduki Kantor Polisi

TEBING TINGGI- Sebanyak 80 warga Dusun I, Desa Tinokah, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, bertahan dan menduduki Kantor Mapolres Tebingtinggi, Kamis (8/3).

Aksi yang dilakukan warga ini, karena tiga rekan mereka diperiksa terkait masalah perebutan tanah antara PT Brigdestone dengan warga seluas 273,91 hektar.

Asdan Damanik (50), Masten Damanik dan Bertes Purba (60) warga Desa Tinokah, Kecamatan Sipispis, yang diperiksa terkait pengaduan pihak PT Brigdestone atas nama Razidin Saragih dengan tuduhan ketiga orang tersebut telah melakukan penghasutan kepada warga Desa Tinokah untuk merebut lahan  milik perkebunan.

Melihat kedatangan warga menggunakan dua unit bus ke Mapolres Tebingtinggi, puluhan petugas langsung mengajak warga untuk duduk di ruangan Aula Kamtibmas Polres dengan memberi air mineral dan mengajak berdiskusi untuk menghindari kejadian anarkis.
Salah seorang tokoh masyarakat Desa Tinokah KM Damanik (67) menerangkan, warga ikut kemari dikarenakan teman mereka diperiksa dengan tuduhan melakukan penghasutan oleh pihak perusahaan. Tak terima temannya datang sendiri ke Polres, puluhan warga desa langsung menuruti rekannya ke Mapolres dengan mennyewa bus.

“Kami akan tetap bertahan di Polres, kemari kami bersama dan pulang harus bersama,” beber KM Damanik.
Tuduhan yang dilakukan pihak PT Brigdestone terhadap tiga warga, kata Damanik, tidak benar. Warga Desa Tinokah memang berhak atas tanah seluas 273,91 hektar yang dikleim milik perusahaan perkebunan itu.

“Kami tidak meminta karet perkebunan, semenjak kasus ini terjadi dan warga menduduki lahan perkebunan tidak sedikitpun pohon karet itu diganggu bahkan warga berunjuk rasa dengan sportif,” jelasnya.

Dikatakan KM Damanik, tahun 1925 Keturunan Raja Nagur Damanik menyerahkan tanahnya kepada pihak perkebunan pada masa penjajahan Belanda, tetapi anak keturunan raja memberi beberapa syarat yang harus dipenuhi dengan alasan pihak perkebunan akan mengembalikan tanah milik ulayat rakyat apabila keturunan Raja Nagur Damanik memintah dan itu telah disepakati.
“Memang ada surat tertulis dengan bahasa Belanda, tetapi parahnya hingga sampai sekarang pihak perkebunan tidak juga menyerahkan tanah ulayat itu kepada kami,” kesalnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Tebingtinggi, AKP Ngemat Surbakti mengatakan, pemeriksaan atau meminta keterangan terhadap tiga orang warga karena adanya laporan pihak perkebunan terkait penguasaan lahan oleh warga.
“Ketiganya masih dimintai keterangan oleh petugas, belum bisa dikatakan tersangka dan petugas masih terus mendalami laporan pihak perkebunan,” jelas Ngemat. (mag-3)

Hamengkubuwono X Puji Gus Irawan

Kembangkan Produk KSS Bank Sumut

MEDAN- Gus Irawan Pasaribu dipuji Sri Sultan Hamengkubuwono X karena telah menggagas pemberdayaan kaum perempuan marginal melalui produk Kredit Sumut Sejahtera (KSS).

Sri Sultan terkesan karena Bank Sumut di bawah kepemimpinan Gus Irawan mampu mengoptimalkan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD). Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendampingan dan pembiayaan bagi kaum perempuan pelaku usaha mikro.
Dia menyebutkan, Gus Irawan telah mampu membuat produk kredit tanpa agunan, yang dikhususkan bagi kaum perempuan dari keluarga prasejahtera. Kini telah mampu mengangkat taraf hidup keluarga prasejahtera dari 69 ribu kaum perempuan pelaku usaha mikro di seluruh daerah Sumut menjadi debitur KSS Bank Sumut.

“Program KSS Bank Sumut mampu menciptakan masyarakat mandiri dan berperan luar biasa dalam membantu suaminya, untuk meningkatkan pendapatan keluarga, terutama kepentingan pendidikan anak-anak yang diharapkan menjadi generasi bangsa yang cerdas dan memiliki masa depan,” katanya.

Hal lainnya, paparnya, sistem kredit tidak bersifat individu, melainkan berkelompok sehingga setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab moral dalam melakukan tanggung renteng bila ada anggotanya mengalami permasalahan dalam mengembalikan cicilan. Sistem ini menumbuhkan semangat solidaritas dan persaudaraan.

Dia menyebutkan, Gus Irawan telah mampu membawa Bank Sumut menjadi satu-satunya BPD di Indonesia, yang melaksanakan program mengadobsi pola Grameen Bank di Bangladesh.

Bahkan, Museum Rekor Indonesia (MURI) terkesan dengan program Bank Sumut, sehingga memberikan penghargaan MURI kepada Bank Sumut sebagai bank umum pertama dan konsisten memberdayakan perempuan melalui kredit mikro tanpa agunan secara langsung dengan sistem berkelompok.
“Ini program luar biasa. Saya berharap program yang diinisiasi oleh Pak Gus (Gus Irawan, Red) bisa menjadi contoh dan diterapkan di Yogyakarta,” ujar Sri Sultan dalam perbincangan dengan Gus Irawan di Medan, baru-baru ini.

Sebelumnya Gus Irawan menjelaskan, produk KSS diawali dari keprihatinan atas keluarga korban bencana gempa bumi di Nias. Pada tahun 2008, Gus Irawan bertemu dengan pihak Asia Development Bank (ADB) dan dari perbincangan informal itu muncul keinginan membantu membangkitkan kembali harapan hidup korban gempa di Nias melalui bantuan kredit tanpa agunan dengan model Grameen Bank. Pihak ADB bersedia memberikan technical asisstensi kepada staf Bank Sumut untuk menerapkan model pinjaman tanpa agunan dengan sistem berkelompok.

“Berhasil di Nias dengan memberdayakan 4 ribu kaum perempuan prasejahtera, saya kemudian mengambil kebijakan agar produk yang kemudian kami sebut sebagai Kredit Sumut Sejahtera (KSS) diperluas ke seluruh daerah di Sumut. Alhamdulillah, jumlah perempuan pelaku usaha mikro menjadi debitur KSS sebanyak 69 ribu orang yang tersebar di 2.680 kelompok,” paparnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan jumlah kredit yang telah disalurkan secara kumulatif sampai posisi Januari 2012 mencapai Rp264 miliar. Mereka sudah terbiasa menabung dan secara total tabungan mereka mencapai hampir  Rp90 miliar. Produk KSS juga melakukan ekspansi ke pemukiman masyarakat di wilayah perkebunan negara dan swasta di Sumut yang umumnya didominasi etnis Jawa.

“Diperkirakan lebih 40 persen dari total 69 ribu debitur KSS Bank Sumut merupakan etnis Jawa,” pungkas bankir yang  dikenal dekat dengan pengurus sejumlah ormas etnis Jawa seperti  Pendawa, Pujakesuma, FKWJ dan lain-lain.

Hal lainnya, Gus Irawan juga mengaku terinsipirasi dari model program KSS, Gus Irawan melalui Yayasan Murni Gus Irawan Foundation yang dikelola oleh istrinya membantu memberdayakan kaum perempuan prasejahtera dalam bentuk  zakat produktif secara bergulir.
Bedanya dengan produk KSS, konsep zakat produktif bersifat nirlaba dan tidak boleh berbunga, tidak dikenakan bunga dan diberikan kepada para mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) Selain melalui Bank Sumut. (ril)

Janda Dibunuh lalu Disetubuhi

TAPUT- Sadis dan bejat. Tak manusia lagi itu. Mayat pun disetubuhi. Setidaknya kalimat ini keluar dari mulut ratusan inang-inang ketika tersangka, Solo Lumbantoruan (60) pelaku pembunuh Lina br Napitupulu (40) warga Desa Lumban Ina-ina, Kecamatan Pagaran, Tapanuli Utara, Februari lalu, memperagakan dirinya saat membunuh lalu menyetubuhi korban dalam sebuah rekonstruksi, Kamis (8/3).

Dalam rekonstruksi terungkap, Solo Lumbantoruan, Sabtu (11/2) pukul 11.00 WIB berangkat dari rumahnya menuju ladangnya sembari membawa sebilah pisau.

Tiba di ladang, tersangka langsung menuju ladang kopi milik korban.  Saat bertemu korban, Solo menanyakan perihal utang korban sebesar Rp700 ribu. Korban yang kaget, langsung ketakutan dan berteriak minta tolong. Merasa gugup, Solo langsung mencekik leher korban lalu mendorongnya hingga jatuh ke tanah.

Saat itu, almarhum Lina br Napitupulu melawan dan berusaha melepaskan diri dari cekikan tersangka. Namun, tak berhasil karena tersangka juga menikam korban hingga tak berdaya.

Melihat korban tidak berdaya, Solo kemudian menyeret tubuh korban ke pinggiran kebun kopi dan menyetubuhi korban yang sudah bersimbah darah dan tak bernyawa.(hsl/des/smg)

Karyawan dan PT LNK Gagal Berunding

LANGKAT- Tanpa memberikan kejelasan ataupun pemberitahuan, menejemen PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) mangkir dari undangan mediasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Langkat saat bertemu karyawan, Kamis (8/3). “Sejatinya upaya mendudukkan pihak manejemen PT LNK dan karyawan sebagai upaya mediasi digelar tadi (Kamis 8/3), namun tanpa kejelasan alasan diberikan, menejemen membuat agenda dimaksud tertunda,” kata Syaiful Abdi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) viasambungan telepon, Kamis (8/3).

Kendati demikian, menurut dia, pihak Disnakertrans tetap berupaya menfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak guna memperoleh satu kesepakatan untuk memecah dugaan terjadinya mis komunikasi antara karyawan dengan menejemen.

Syaiful menuturkan, pemangkiran tersebut tidak serta merta membuat Disnakertrans mampu mengambil satu kebijakan berarti misalnya sanksi. Pasalnya, tidak memiliki kekuatan ataupun payung hukum menjeratnya karena duduk persoalan yang mencuat diantara kedua belah pihak ditengarai hanya persoalan mis komunikasi.

Untuk diketahui, hari ini (Jum’at, 9/3) memasuki hari kelima karyawan mogok kerja terkait upah kerja yang dinilai tidak sesuai. (mag-4)
sekaligus berjanji meneruskan aksi mogok.

Untuk diketahui, hari ini (Jum’at, 9/3) memasuki hari kelima karyawan terlibat mogok kerja, setelah awal pekan lalu karyawan mogok meminta menejemen memperhatikan tentang replanting/penumbangan pohon sawit masih produktif (TM) tanaman tahun 2002-2003-1995-1996 dan 1998, selanjutnya meminta upah karyawan di rayon tengah disesuaikan upah minimum kabupaten (UMK).(mag-4)

Sebut Pers dan LSM Bahayakan Negara, Hulman Diminta Belajar Demokrasi

JAKARTA- Pernyataan Wali Kota Siantar Hulman Sitorus yang menyebut pers dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bisa membahayakan negara, langsung mendapat reaksi keras.

Baik dari tokoh pers nasional, Leo Batubara, tokoh LSM Ray Rangkuti hingga Juru Bicara Kemendagri, Reydonnyzar Moenek.
Menurut Leo, sebagaimana dikemukakannya kepada koran ini di Jakarta, Kamis (8/3) sore, bisa jadi Wali Kota Siantar, Hulman Sitorus, sebenarnya bukan orang yang layak menjadi kepala daerah. Pun demikian, ia tetap terpilih lewat sebuah proses.

“Jadi menurut saya, dia (Hulman) harus belajar lagi agar mengetahui apa yang disebut pilar demokrasi,” ungkapnya yang berharap pers juga dapat bersabar menghadapi hal ini. “Ya karena mungkin sebenarnya beliau ini belum tahu. Tapi intinya, jangan salahkan pers, jika apa yang diberitakannya telah sesuai fakta yang ada,” lanjutnya.

Karena dari sisi peran dan fungsi pers ditengah demokrasi, ungkap tokoh pers nasional ini, pers bertugas mengungkapkan fakta dan kebenaran kepada masyarakat.

“Contohnya seperti Wali Kota Solo, semua pemberitaan tentang beliau baik. Jadi sebenarnya kalau wajah (kinerja) Wali Kota baik, tidak perlu takut akan terlihat jelek di cermin pers. Pasti akan baik juga yang terlihat. Jadi jangan salahkan pers kalau wajahnya buruk tercemin di pemberitaan. Perbaiki wajah terlebih dahulu lewat peran nyata ditengah masyarakat,” tegasnya.

Leo mengistilahkan, pers yang baik layaknya berperan sebagai sebuah laboratorium. Di mana ia akan memberitakan fakta-fakta yang yang akurat di tengah masyarakat. “Jadi kalau Wali Kota hasil pemeriksaannya dinyatakan jelek, ya memang itu faktanya. Jadi dia (Hulman) harus terlebih dahulu memperbaiki diri agar kesehatannya (kinerjanya) terlihat baik. Jadi harus rajin jaga kesehatan,” sindirnya.

Sementara itu, tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, mengaku kaget dengan pernyataan Hulman. “Saya pikir baru ini pertama kalinya ada yang mengatakan bagian penting dari demokrasi yaitu pers dan LSM dianggap membahayakan,” sebutnya.
Namun meski demikian, ditambahkan Ray, kemungkinan hal ini diungkapkan Hulman, karena beliau merasa tidak nyaman akibat pemberitaan yang ada di sejumlah media. Untuk itu Ray mengingatkan, sebagai seorang kepala daerah yang tentunya publik figur, Hulman seharusnya dapat lebih bijaksana dalam memberikan argumentasi. “Memang kalau karena pernyataan ini kita menuntut beliau hingga ke tingkat hukum, saya pikir nggak. Tapi kan dari sini masyarakat bisa menilai seperti apa kualitas dari kepala daerahnya. Bisa jadi kecenderungannya memang masih menganut pola-pola Orde Baru yang tidak mendukung kebebasan pers dan LSM,” tegasnya.

Hal senada juga dikemukakan Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek. Menurutnya, sebagai seorang pejabat, kepala daerah harusnya bisa melihat dinamika saat ini. Bahwa pers merupakan bagian dari demokrasi. “Sehingga boleh-boleh saja memberikan kritikan. Tapi hendaknya kita harus bijaksana dalam memberikannya dan harus kritikan yang membangun,” kata Dony sapaan akrab Reydonnyzar.

Untuk itulah Kemendagri menurut Donny, hingga beberapa kali secara aktif menyelenggarakan orientasi bagi para kepala daerah. Tujuannya hanya satu, agar para kepala daerah dapat lebih baik dalam melakukan tugas sesuai peraturan perundangan yang ada. Dan terutama, dapat menyikapi dinamika demokrasi yang berkembang saat ini.

“Ya mungkin ada beberapa oknum yang memang coba memanfaatkan pers dan LSM untuk kepentingan tertentu. Terutama menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah. Tapi pada intinya, pers dan LSM yang baik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi.(gir)

Dua Mantan Atlet Sumut Dihadiahi Rumah

MEDAN- Ukiran prestasi selalu layak mendapat penghargaan. Seperti dua mantan atlet Sumatera Utara Deliana dan Amnah Haryani yang mendapat apresiasi dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora). Tak tanggung keduanya dihadiahi rumah senilai Rp125 juta.

Tentu bukannya tanpa alasan keduanya mendapat apresiasi dari pemerintah. Deliana adalah pengukir gelar juara dunia cabang olahraga pencak silat tiga kali. Itu diperolehnya tahun 1986 di Austria, 1990 di Den Haag Belanda dan 1991 di Kuala Lumpur Malaysia. Begitupun Amnah adalah atlit dayung peraih medali emas SEA Games tiga kali berturut-turut di Ciang may, Thailand tahun 1995, Jakarta 1997 dan  Brunei Darussalam 1999.

Bagi Deliana, ini merupakan bukti perhatian pemerintah kepada atlet. Artinya selama atlet tersebut mampu mengukir prestasi tentu masa depan terbentang cerah. “Ini juga sebagai bukti atlet memiliki masa depan,dan sangat diperhatikan pemerintah,” ujarnya, Kamis (8/3) kemarin.

Selain itu wanita yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumut ini mengajak para atlet muda saat ini untuk lebih serius menekuni dunia olahraga. “Tidak ada lagi alasan untuk ragu menjadi atlet. Sebab perhatian pemerintah cukup besar,” pungkasnya.

Program ini merupakan bagian dari program tali asih pemerintah terhadap atlet berprestasi secara rutin setiap tahun. Beberapa atlet Sumut yang juga mendapat penghargaan yang sama sebelumnya antara lain Muhammad Sanusi (balap sepeda), Sutiono (balap sepeda), Asbir Hasibuan (angkat berat), Sandra Ariani (karate), Asmara Dana (gulat), Hendrik Simangunsong (tinju) dan Liston Siregar (tinju).

Sebelumnya Wakil Ketua II KONI Sumut, Agung Sunarno menyambut positif bentuk perhatian pemerintah ini. Bantuan telah diserahkan Senin (5/3) lalu. “Selain itu 32 atlet kita yang masih pelajar dan mahasiswa memperoleh bantuan beasiswa,” ujarnya.

Agung menuturkan, bagi atlit pelajar SMP, mendapatkan beasiswa sebesar Rp4 juta, pelajar SMA Rp5,8 juta, atlit mahasiswa Rp12,5 juta.
“Untuk pelajar itu merupakan hasil prestasi mereka selama i Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) sementara senior berprestasi di Sea Games atau tingkat lainnya,” katanya.

Agung berharap tali asih ini dapat menjadi motivasi atlet untuk mengukir prestasi untuk daerah ataupun negara. Kesempatan terbuka pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau mendatang. “Ini bentuk perhatian pemerintah terhadap atlet. KONI Sumut juga punya program penghargaan seperti jaminan PNS untuk  atlet berprestasi. Jadi teruslah mengukir prestasi,” pungkasnya.(mag-18)

Medan Soccer Bidik Akademi Sepak Bola

MEDAN- Medan Soccer FC terus melakukan pembenahan dari seluruh lini pembinaan. Dengan dilakukannnya pembenahan tersebut untuk menghadapi berbagai kompetisi yang akan dihadapi khususnya divisi tiga.

Ketua Umum Medan Soccer FC Drs Azam Nasution bersama Wakil Ketua Asrul Benny Harahap, SH, Ketua Harian Iswar, ST, Sekretaris Umum Irfan Yahya serta Bendahara, Toga Anwar kepada wartawan, Selasa (6/3) di Lapangan Harhanud mengatakan, dilakukannya pembenahan tersebut untuk mempersiapkan di kompetisi yang jenjangnya divisi tiga.

Lebih lanjut Azam menyebutkan, salah satu pembenahan itu yakni melakukan mendataan kepada seluruh usia yang ada di Medan Soccer FC. Yang berujuan kata Azam, wadah sepakbola yang usianya telah mencapai 6 tahun ini akan menjadi akademi sepakbola, yang merupakan pertama kali di Sumatera Utara.

“Kita ini anak-anak yang berlatih di Medan Soccer FC ini, agar terfokus melakukan latihan yang dilatih oleh pelatih professional. Jadi harapan kita dengan adanya akademi ini akan dapat melahirkan pesepakbola yang handal dan bisa tampil di nasional. Kami juga ini pemain yang lahir di Medan Soccer ini, tentunya bisa pula tampil memperkuat timnas Indonesia ke depan,” sebut Azam.

Sementara itu, Wakil Ketua Medan Soccer FC Asrul Benny Harahap menambahkan, dengan kehadiran Medan Soccer FC ini dharapkan pula bisa menyumbangkan atapun pemain sepakbola andal, yang nantinya bias tampil memperkuat PSMS Medan dan timnas Indonesia.

“Kita sangat bangga bila ada pemain dari Medan Soccer FC ini bisa tampil di tim kesayangan Kota Medan yakni PSMS Medan dan Timnas Indonesia, tidak itu saja kita juga memiliki kebanggaan khusus bila pemain yang lahir di Medan Soccer ini memperkuat tim-tim ternama di Indonesia,” kata Benny yang merupakan berprofesi sebagai pengacara andal di Kota Medan.

Oleh karena itu ucap Benny, pihaknya terus melakukan pembenahan di berbagai lini. Khususnya, pihaknya akan memantapkan persiapan di kategori junior dan U-21 yang akan tampil di berbagai kompetisi, yang terutama persiapan di kompetisi divisi tiga.

“Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan launching tim dan pembentukan tim U-21 yang akan bersiap menghadapi kompetisi divisi tiga, walaupun belum diketahui secara pasti kapan kompetisi itu dilaksanakan. Namun, kita tetap mempersiapkan diri sebagai mungkin untuk menghadapi divisi tersebut,” ungkap Benny yang merasa yakin bahwa Medan Soccer mampu melahirkan pemain sepakbola yang andal. (jun)