28 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 13873

Kepala UPT Medan Marelan Kutip Insentif Guru dan Bantuan Sekolah

081265085xxx

Kepada Yth Bapak Dinas Pedidikan Kota Medan, tolong ditindak Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Medan Marelan karena sudah sangat membuat jengkel para guru dan sekolah. Uang insentif guru dari Gubsu yang besarnya Rp300 ribu pun tega dia meminta Rp50 ribu tiap guru. Kalikan saja guru dan sekolah yang ada di Marelan, dan tercelanya lagi bantuan murid dan sekolah pun dia tega minta bagian. Tolong Pak perhatiannya buat kami guru yang terus dikebiri.

Kita Periksa ke Lapangan

Terima kasih atas informasinya. Dalam minggu ini kita lakukan pemeriksaan ke lapangan untuk mengetahui permasalahan sebenarnya.

H Rajab Lubis
Kadis Pendidikan Kota Medan

Laporkan ke Pihak Berwajib

Pemerintah sudah menanggung semua biaya pendidikan melalui APBN dengan memberikan dana bantuan untuk seluruh sekolah. Dana dalam jumlah yang cukup besar tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui sektor pendidikan. Karena itu, pihak-pihak terkait dengan bantuan pendidikan agar tidak membuat pungutan lain dengan alasan tertentu.
Dalam hal pungutan insentif guru, Pemko Medan harus pro aktif dengan mencek kebenaran di lapangan. Bila terbukti agar menindak tegas petugas yang melakukan pungutan dari dana insentif para guru tersebut. Bila memiliki bukti fisik akan pungutan tadi agar segera dilaporkan karena itu sudah pelanggaran. Terima kasih.

Roma Parulian Simaremare
Ketua Komisi B DPRD Kota Medan

Kobe Bryant Lewati Jordan

KOBE Bryant menorehkan rekor baru di NBA All-Star. Ia melewati pencapaian Michael Jordan sebagai pemain dengan poin paling banyak di ajang tahunan para bintang itu.

Pemain LA Lakers itu, yang sudah 13 kali bermain di All-Star — sama seperti Jordan — mengukir 27 angka untuk tim Barat, pada pertandingan yang berkesudahan 152-149 untuk timnya di Orlando, Senin (27/2) pagi WIB.

Total Bryant telah mengoleksi 271 poin, melebihi rekor Jordan di angka 262. Ia membuat rekor baru dengan sebuah dunk di 4,57 detik tersisa di kuarter ketiga, yang menjadi poinnya yang ke-20 di laga tersebut.

Bryant, yang berbagi dengan Bob Pettit sebagai pemilik rekor Most Valuable Player All-Star terbanyak dengan empat kali, juga melewati torehan Oscar Robertson (246 poin) dan Kareem Abdul-Jabbar (251). (net/jpnn)

PP Sumut Harus Mandiri

Musyawarah wilayah merupakan moment yang penting bagi sebuah organisasi. Pemilihan pimpinan yang tepat akan menentukan perkembangan organisasi tersebut di masa yang akan datang. Demikian pula halnya Musyawarah Wilayah Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara (MPW PP Sumut) yang akan digelar di Padang Sidempuan Tapanuli Bagian Selatan, Selasa (28/2) nanti. Reporter Sumut Pos Indra Juli Hutapea pun berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan salah seorang kandidat Anuar Shah SE yang juga Ketua MPW PP Sumut periode sebelumnya.
Berikut petikannya.

Selamat sore, bagaimana persiapan Anda menjelang Muswil MPW PP Sumut nanti?
Untuk sesuatu yang baik, kita harus siap. Begitu juga saya siap 100 persen untuk maju pada Musyawarah Wilayah MPW Pemuda Pancasila Sumut nanti. Saya tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang diberikan seluruh kader Pemuda Pancasila di Sumut.

Bagaimana dengan kekuatan Anda untuk kembali maju sebagai Ketua Umum MPW PP Sumut?
Saya tidak melihat Muswil ini sebagai medan pertempuran, tetapi sebuah permusyawaratan seluruh kader Pemuda Pancasila yang ada di Sumatera Utara untuk mencari yang terbaik bagi organisasi. Karena seperti yang saya sampaikan di atas, jabatan adalah titipan kepercayaan dari seluruh kader untuk kemajuan Pemuda Pancasila di Sumatera Utara.

Bicara kemajuan organisasi, apa konsep yang Anda usung untuk menjadi Ketua Umum MPW PP Sumut periode mendatang?
Tentunya saya ingin melanjutkan program sebelumnya, menghadirkan paradigma baru bahwa Pemuda Pancasila dekat ke masyarakat dan tidak pernah menyakiti masyarakat. Yang kedua, membersihkan kader Pemuda Pancasila dari narkoba.

Kita sudah lakukan melalui unsur pimpinan mulai dari anak ranting, ranting, anak cabang, tingkat MPC. Untuk pencalonan ini saya baru saja menjalani tes dan dinyatakan bersih dari narkoba. Kita pernah menskor kandidat di tingkat II karena terlibat narkoba. Walaupun kandidat tersebut mendapat dukungan terbesar.

Nantinya program ini kita tingkatkan untuk pengurus harian seluruh tingkatan. Karena dengan pemimpin yang bebas dari narkoba, seluruh kader akan punya motivasi untuk menjauhi narkoba.

Lima tahun ke depan, kita menginginkan setiap MPC Kabupaten/Kota punya kantor sekretariat defenitif. Kepemilikan bangunan tidak lagi menyewa melainkan milik organisasi. Seperti yang dilakukan MPC Padang Sidempuan ini.

Pada kenyataannya, masih terdengar keluhan dari masyarakat mengenai keterlibatan kader PP dalam persoalan tanah garapan. Bisa Anda jelaskan?
Yang pasti, selama ini, saya tidak pernah mengeluarkan mandat untuk mencampuri lahan garapan. Kita akan evaluasi kalau ada kader atas kepentingan pribadi tapi membawa-bawa organisasi terlibat urusan lahan garapan. Secara organisasi, kita akan laksanakan sesuai prosedur dan tahapan yang ada.

Belakangan ini, kita dihebohkan dengan aksi-aksi kekerasan. Bagaimana Anda melihatnya?
Bilang saja, ormas yang premanisme. Sekarang kita coba mengembalikan ke defenisi preman itu sendiri. Antara tukang parkir yang meminta upah menjaga kendaraan dibanding koruptor yang mencuri uang negara triliunan rupiah, membunuh ribuan rakyat secara perlahan. Siapa yang lebih preman?

Apa yang menjadi penyebab kekerasan ormas tadi.
Menurut saya, ada tiga faktor. Politik dimana ada kepentingan politis dari seseorang atau kelompok tertentu. Kedua, ekonomi dimana anggota ormas tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya. Ketiga adalah kepentingan dari pengusaha atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tertentu seperti depkolektor.

Apa yang harus dilakukan, baik oleh ormas itu sendiri juga pemerintah?
Organisasi masyarakat dilindungi oleh Undang Undang. Artinya ada aturan yang mengikat. Jadi kalau ada oknum ormas melakukan tindakan anarkis, kepolisian harus menindak oknum nakal tersebut.
Demo Protap beberapa waktu lalu adalah contohnya kenapa di Sumut tidak pernah terjadi aksi kekerasan ormas. Pemerintah juga harus membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi anggota ormas. Karena saya yakin, Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga sebuah ormas semua baik. Semua melarang penggunaan tindakan negatif.

Himbauan Anda kepada seluruh kader PP se-Sumut?
Saya sangat berterima kasih kepada rekan-rekan dan kader Pemuda Pancasila yang juga duduk di badan legislatif Tabagsel atas perhatiannya kepada organisasi. Kiranya moment Muswil MPW PP Sumut nantinya menjadi motivasi bagi seluruh pimpinan dan pengurus untuk membangun organisasi dengan cara yang mandiri dan elegan. (*)

Ambil Filosofi Memancing dan Berburu

Keterlibatan Anuar Shah di olahraga sudah dilakoni sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dimulai di cabang beladiri, pria yang akrab disapa Aweng ini pernah mendapat didikan dari Winta Karna saat bergabung di Kala Hitam Jalan Listrik Medan.

Ketika harus mengikuti orangtua ke Kota Pematang Siantar, Aweng bergabung di Tangan Kosong (Tako) di bawah asuhan sang guru, Djamin Purba. Sepak bola pun menjadi permainan masa kecil meskipun tidak seserius cabang beladiri tadi.

Tak heran, waktu luang yang ada diisi dengan kegiatan yang juga berbau olahraga. “Kalau lagi ada waktu luang saya sekarang suka memancing dan berburu. Kedua olahraga ini menurut saya sangat menantang, jantan, juga membutuhkan kesabaran yang tinggi,” jelasnya.

Bagi Aweng cabang memancing dan memburu menawarkan sebuah proses yang berhubungan dengan suasana yang berbeda. Seperti kesabaran saat menunggu ikan menangkap umpan dilanjutkan dengan menarik pancing dan menaklukkan ikan sebelum akhirnya kembali dilepas. Memancing sendiri pernah dilakoninya selama dua hari dua malam tanpa tidur.

Berbagai daerah sudah pernah dijajakinya untuk kedua kegiatan tadi seperti Sabang, Pulau Berhala, Pelabuhan Ratu, sebagian besar kawasan di Aceh, Pulau Ilik Madina, hingga ke Negeri Gajah Putih, Thailand. Perjalanan yang meninggalkan beberapa kisah kelak untuk selalu diingat. “Waktu berburu babi hutan di Aceh saya yakin kalau ke tujuh peluru yang saya tembak itu kena. Tapi itu babi malah berjalan santai dan tidak terluka sedikit pun. Saya berpikir mungkin ini yang dibilang rantai babi itu. Kita juga dengan mendiang Samin Pardede pernah nyaris ditelan tornado waktu mancing di Pulau Ilik Madina,” kenangnya. (jul)

TV LED 3D dengan 4 Warna Dasar

Sharp Aquos Quatron

Dalam rangkaian roadshow program SHARP HISTORIA ke Kota Medan yang digelar di Sun Plaza Medan selama empat hari berturut-turut mulai 23 sampai 26 Februari 2012, ada beberapa produk unggulan yang akan menyapa konsumen. Hal itu dikatakan Promosi Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Gina Handriany, Jumat (24/2).

Menurut Gina, beberapa produk tersebut seperti Sharp Aquos Quatron 3D, TV LED 3 Dimensi yang menggunakan 4 teknologi warna dasar, yang pertama di dunia dan telah meraih penghargaan rekor bisnis sebagai produsen televisi pertama yang menggunakan teknologi 4 warna dasar.
Bahkan, Sharap juga menghadirkan produk terbarunya yaitu LCD berukuran jumbo 70-Inch Aquos Quattron disetiap kota yang disinggahi. 70-Inch Aquos Quattron merupakan LCD dengan ukuran terbesar yang diproduksi secara masal untuk kepentingan komersil. Produk Air Purifier dengan teknologi Ion Plasmacluster ini telah mendapatkan verifikasi dan sertifikat dari 14 badan penelitian di dunia termasuk Indonesia pun akan turut hadir.
“Teknologi Ion Plasmacluster ini  mampu menonaktifkan virus-virus dan bakteri penyebab alergi dan flu termasuk flu burung (H1N1) yang juga meraih penghargaan Rekor Bisnis sebagai Produsen Plasmacluster Generator Pertama di Indonesia,” ujarnya.

Ditambahkannya, produk unik lain yang dapat dilihat konsumen dan di uji secara langsung kegunaannya yaitu, Plasmacluster Helmet Cleaner (IG-CH2) yang berfungsi untuk membersihkan dan menyegarkan helm dengan 25.000 ion (ion positif dan ion negatif) yang tersebar di dalamnya.
Teknologi yang sudah diakui dari pakar teknologi dunia ini, bekerja dengan dinamis untuk membersihkan helm pengendara dari virus, bakteri, kuman, jamur, hingga bau tak sedap.

“Selain pada produk Air Purifier dan Helmet Cleaner, teknologi Ion Plasmacluster juga diterapkan pada produk AC dan kulkas SHARP. Seperti pada seri kulkas terbaru SHARP yaitu seri Vetro dan seri King Samurai, serangkaian produk lemari es yang stylish, hemat dan segar, teknologi terdepan, dan memiliki keunikan pada desain handle masing-masing pintu,” ucapnya.

Lanjutnya, selain itu hadir pula water oven Healsio yang memasak makanan lezat namun mampu mengurangi kadar garam dan lemak. (mag-11)
“Produk-produk tersebut juga selaras dengan salah satu visi SHARP tahun 2012 bertepatan HUT ke 100 yaitu, bertekad memberikan kontribusi kepada dunia melalui bisnis yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan dengan memfokuskan diri pada produk hemat dan penghasil energy (Eco-Positive Company),” urainya.

Di Indonesia sendiri, tambahnya,  SHARP telah memulai perjalanan panjangnya sejak tahun 1970. Bermula dari PT Yasonta, yang didirikan pada tahun 1970 sebagai perusahaan nasional,  pada tahun 1994 SHARP Corporation menjadikan PT Yasonta perusahaan patungan PMA dengan mengakuisisi PT Yasonta dan merubah namanya menjadi PT SHARP Yasonta Indonesia (SYI). Pada tanggal 1 April 2005 PT SHARP Yasonta Antarnusa (kantor cabang SYI) bergabung menjadi satu dengan PT. SHARP Yasonta Indonesia dan sejak Mei 2005 PT. SHARP Yasonta Indonesia berubah nama menjadi PT. SHARP Electronics Indonesia (SEID) seperti yang dikenal sampai saat ini. (mag-11)

Kenalkan Evolusi Teknologi Sharp

Road Show di Enam Kota Besar di Indonesia

MEDAN- Dalam rangka menyambut HUT SHARP Corporation ke-100 di tahun 2012 ini, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) kembali melanjutkan program SHARP HISTORIA Road Show dengan mengunjungi enam kota besar di Indonesia yakni, Manado, Banjarmasin, Solo, Palembang, Jambi dan Medan.

Promosi Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Gina Handriany, Jumat (24/2) mengatakan, di Kota Medan, SHARP HISTORIA digelar di Sun Plaza Medan selama empat hari berturut-turut yaitu mulai 23 sampai 26 Februari 2012. Daya tarik dalam eksibisi ini adalah time tunnel display yaitu booth yang akan mengajak para konsumen SHARP menyaksikan perjalanan panjang sejarah perusahaan, melalui evolusi teknologi dan desain produk-produk SHARP dari masa ke masa.

“Sebelumnya kita telah menggelar program Sharp histeria road show di enam kota besar di Indonesia, yaitu Makassar, Balikpapan, Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Bandung beberapa waktu lalu. Setelah sukses menggelar acara tersebut, selanjutnya kita mengadakan rangkaian acara dalam rangka menyambut HUT Sharp. Di Kota Medan, acara ini kita adakan selama 3 hari berturut-turut,” ujar Gina Handriany di Sun Plaza Medan.
Menurutnya, Sharp historia merupakan tema dari kegiatan brand activation SHARP yang menghadirkan nuansa sejarah panjang SHARP Corporation selama 100 tahun ke belakang. Konsumen dapat melihat perkembangan produk-produk SHARP dari tahun 1912 sampai masa kini yang mampu memberikan perubahan dalam gaya hidup yang lebih baik pada masyarakat dunia.

“SHARP juga berkontribusi dan selalu berusaha untuk memberikan pengaruh positif bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan dengan mengusung teknologi hemat energi dan peduli kesehatan bagi para konsumen setianya. Eksibisi ini juga dilengkapi dengan fasilitas dan hiburan menarik bagi konsumen,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, dalam kegiatan ini, SHARP menawarkan beragam kemudahan dan penawaran yang menarik bagi setiap konsumen yang melakukan transaksi minimal sebanyak Rp2 juta berhak mendapat produk Plasmacluster Moisturizer maupun  merchandise menarik lainnya. “Khusus di Kota Medan, SHARP akan memberikan potongan harga yang beragam dan hadiah langsung berupa produk SHARP yang tentunya sangat menarik,” jelasnya.
Selain itu, SHARP juga menyediakan begitu banyak fasilitas bagi konsumen, seperti WI-FI Zone gratis, Kids Playground dimana konsumen dapat mengajak anak-anak mereka bermain dan melakukan kegiatan interaktif yang mendidik seperti melukis uchiwa (kipas tradisional khas Jepang) bersama mereka, Children Cooking Demo yang mengajak anak-anak Kota Medan melakukan fun cooking pada 26 Februari mendatang.

“Ada juga Interactive White Board (IWB) yang merupakan produk terbaru dari SHARP dengan mengajak setiap konsumen melakukan beragam permainan melalui produk tersebut. Tidak hanya itu, nantinya, Sharp juga menghadirkan artis-artis nasional seperti Geisha dan Astrid. Di Medan, Band Geisha yang akan menghibur konsumen setia Sharp,” bebernya. (mag-11)

Adakan Pendidikan Lingkungan dan Energi Baru Terbarukan

SHARP HISTORIA Road Show akan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengusung tema pendidikan lingkungan dan energi baru terbarukan, ‘School Visit – Early Education on Environment and Renewable Energy. Hal itu dikatakan PR & CSR Departemen PT Sharp Electronics Indonesia, Pandu Setio, Jumat (24/2).

Menurutnya, Sharp Electronics Indonesia (SEID) akan berkunjung ke sekolah-sekolah dasar di tiap kota untuk mengadakan kegiatan pendidikan dini mengenai lingkungan dan energi baru terbarukan. Di Kota Medan, SHARP akan mengadakan kegiatan CSR tersebut dengan mengunjungi sekolah SD Kristen Methodist 1 di Jalan Hang Tuah No. 4 Medan.

“Pada kegiatan ini, anak-anak diajak untuk memahami kondisi bumi yang semakin tua dan menyerukan kepada mereka untuk melakukan kegiatan yang dapat mengurangi dampak dari pemanasan global dengan melakukan kegiatan yang bersahabat dengan alam,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan CSR ini merupakan kontribusi SEID terhadap lingkungan dan masyarakat di Indonesia. SEID senantiasa melakukan kegiatan CSR yang berkaitan dengan pelestarian dan pendidikan mengenai lingkungan.

“Kegiatan bersama anak-anak usia sekolah bertujuan untuk mengedukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar sedari dini dan menjadi pembekalan di masa depan mereka,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pada program CSR yang dilakukan oleh SHARP HISTORIA road show kali ini, SEID mengangkat tema lingkungan dan energi baru terbarukan karena kepedulian SEID terhadap perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini. Dampak dari pemanasan global sudah dapat dirasakan tidak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia. Dengan program ini, SEID ingin mengajak anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus agar dapat menjaga lingkungan sekitar sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak pemanasan global.

“Di setiap sekolah, SEID akan memberikan pemahaman akan besarnya dampak pemanasan global bagi kelangsungan mahkluk hidup di bumi, lalu merangsang anak-anak agar dapat berfikir dan melakukan suatu tindakan positif untuk mengurangi dampak pemanasan global dan menciptakan suatu ide akan penghasil energi alternatif di masa yang akan datang,” jelasnya.

Lanjutnya, SEID juga menyumbangkan alat-alat kebersihan, produk kesehatan PCI Generator dan alat biopori untuk setiap sekolah yang dikunjungi, SEID mensosialisasikan kegiatan pembuatan lubang biopori yang salah satu fungsinya yaitu untuk menghindari krisis air di musim kemarau, karena air hujan akan mudah diserap oleh tanah.

Diharapkan dengan kegiatan ini anak-anak dapat tergerak untuk melakukan suatu gerakan yang mampu menyelamatkan bumi dari pemanasan global.(mag-11)

Korupsi PNS Muda dan Krisis Kaderisasi Berjabatan

Oleh: Jadi Pane SPd

Sekelomok orang muda yang menjadi PNS dengan usia antara 25-28 tahun dicurigai oleh PPATK mempunyai rejening gendut mencapai miliaran rupiah. Kita pun tersentak dan tercengang tentang jumlah rekening gendut itu. PNS muda itu sangat produktif, tetapi produktivitas yang salah kaprah dan menggerogoti negara.

PNS muda yang ada di Departemen Keuangan itu punya jabatan yang sangat strategis. Kita tidak tahu atas pertimbangan apa mereka dengan usia yang relatif muda dan sudah punya jabatan. Untuk kesekiankalinya terjadi abused of power yang pada akhirnya mengarah pada perampokan uang negara.
Memang motif dan modus perampokan uang negara sangat beragam. Tetapi yang paling sering terjadi adalah bentuk penyahgunaan jabatan untuk memperkaya diri sendiri. Kondisi ini hampir terjadi di semua unit kerja pemerintah. Baik Pemda dan Departemen pusat. Untuk mengurus perizinan saja di negara kita uang di bawah meja harus disediakan, jangan-jangan jumlahnya bisa sangat besar. Mental PNS kita yang sudah terlanjur bobrok membuat pengelolaan negara tidak pernah efektif dan efisien. Akibatnya, program pembangunan banyak yang terbengkali dan pembangunan mutunya sangat rendah. Bagimana lagi melakukan perubahan dalam konteks perbaikan negara jika orang yang memegang kata kunci perubahan itu belum berubah, baik secara mental dan kualitas?

Kita punya konsep yang namanya remunerasi dan sudah diterapkan dengan tujuan mengoptimalkan kinerja PNS dalam melayani masyarakat. Hasilnya tetapi belum maksimal, bahkan semakin parah. Padahal di satu sisi strategi remunerasi melahirkan kesenjangan. PNS yang bekerja di Depkeu, khususnya Bea Cukai dan Perpajakan akan punya pendapatan yang sangat besar. Gaji mereka bisa lebih besar empat kali lipat dari guru SMA sekalipun berpendidikan Magister (MPd misalnya). Kalau ini diperdebatkan, apa dasar pegawai Depkeu gajinya lebih besar daripada pendidik?

Kita pasti menerima jawaban dari pemerintah pegawai Depkeu mengelola uang negara dan merupakan ujung tombak penerimaan negara. Lantas, apakah guru juga tidak ujung tombak pembangunan negara ini? Guru mendidik dengan maksimal, mengajari karakter, transformasi ilmu pengetahuan, pembangunan ahlal yang semuanya ini adalah bekal hidup anak didik dan ke depan akan menjadi generasi bangsa. Guru juga berperan vital dalam konteks pembangunan bangsa. Sementara guru tidak mengalami remunerasi, PNS muda di Depkeu mengalami remunerasi.

Kultur atau budaya berjabatan di negara kita ternyata masih feodalistik. Pejabat tidak pernah merasa jabatan itu adalah beban dan amanah jika gagal dijalankan. Seorang pejabat dalam menjalankan tugasnya punya target yang salah. Bukan rahasia umum lagi jika Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) adalah mesin uang kepala daerah. Maka jabatan ini tidak akan pernah diberikan pada orang pintar, berintegritas, punya visi. Ini jabatan diberikan bagi mereka yang loyal, apalagi loyal dalam memberikan setoran kepada kepala daerah. Inilah yang terjadi sebenarnya. Jabatan dianggap sebagai mesin uang dan mmeebrikan uptei. Paradigma ini sudah lama terpola di pemerintahan kita. Makanya kinerja PNS selalu tersenat dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Ketika tuntutan masyarakat sangat tinggi supaya PNS berubah untuk menjadi pelayan yang baik, PNS memang secara konsep membuat konsep perubahan. Mereka melakukan berbagai Diklat, mengundang media konferensi pers tentang konsep perubahan mereka, membuat reformasi birokrasi dalam konteks departemennya, dan paradigma kerja yang terukur, efektif, dan efisien dengan harapan masyarakat bisa menerima bahwa PNS sudah berubah.

Praktiknya, layanan-layanan kepada publik seperti layanan administrasi pemerintahan, layanan kesehatan, layanan pajak, layanan pendidikan masih jauh dari harapan. Jabatan-jabatan formal yang diharapkan menjadi ujung tombak dan penggerak agar mutu pelayanan segera diperbaharui ternyata gagal total. Pemilik jabatan pun seringkali mereasa mereka tidak gagal, bahkan merasa tidak pernah bersalah tentang kegagalan unit kerja yang dipimpinnya. Mereka tidak pernah melakukan instropeksi diri tentang kegagalan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

PNS muda dengan rekening gendutnya sedang dalam sorotan publik, khususnya media massa. Sorotan ini diharapkan menjadi momentum bagi reformasi birokrasi yang menyentuh akar persoalan. Penyahgunaan jabatan sebagai musuh utama reformasi birokrasi harus dituntaskan. Jabatan perlu dibangun dengan paradigma berpikir yang baru. Tujuan jabatan adalah memudahkan masyarakat mendapat pelayanan yang prima. Jabatan yang ada perlu disosislaisasikan kepada semua PNS bahwa itu dipergunakan melayanai masyarakay. Jabatan bukan untuk diobral untuk memburu rente.

Paradigma yang positif tentang jabatan adalah apabila semua pejabat menganggap jabatan itu adalah amanah dan bukan menaikkan status sosial. Dengan demikian kita sampai pada sebuah fase berjabatan yang baik. Berjabatan yang baik terukur apabila masyarakat tidak lagi mengeluh masalah kinerja PNS. Untuk menduduki jabatan perlu seleksi yang sangat ketat, mengedepankan manusia yang mau bekerja untuk rakyat, kreatif dan inovatif, dengan demikian target utama birokrasi dalam menggenjot pembangunan bisa tercapai dengan baik.

PNS muda dengan rekening gendutnya yang mencapai miliaran rupiah tentu menajdi tsunami birokrasi. PNS muda itu mmeberikan gambaran bahwa kita mengalami krisis kaderirasasi berjabatan yang baik dan benar. Ini harus diusut tuntas dalam konteks reformasi birokrasi yang bertujuan melayani masyarakat. Negara yang dikelola oleh para bandit akan mmebuat negara itu lumpuh. Bandit yang bekerja dengan tujuan uang dan materi bisa menghalalkan segala cara agar tujuand an cita-citanya bisa tercapai dengan baik.

Untuk itu, saatnya PNS muda yang lain menyadari bahwa fungsi dan peran utama mereka adalah melayani masyarakat dengan baik. Bukan memperkaya diri dengan menyahgunaan jabatan untuk menumpuk harga di bank dalam jumlah yang sangat fantastis. Perlu upaya hukum menyelidiki dari mana sumber uang PNS muda itu. Agar ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kemudian jabatan perlu disosialisasikan dengan baik untuk melayanai masyarakat, dan pimpinan perlu mendudukkan orang yang tepat untuk menduduki jabatan itu agar misi dan visi birokrasi kita dalam memberikan pelayanan optimal, prima dan baik bisa tercapai dengan baik pula. Segala bentuk krisis berjabatan harus diakhiri dengan memulai sesuatu yang berguna buat bangsa ini.(*)

Penulis adalah mantan Sekretaris Umum DPD GAMKI Sumut

Budayakan Hidup Bersih

Gotong Royong Massal di Kecamatan Medan Amplas

Kegiatan gotong royong massal yang terus ditingkatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, merupakan program untuk membudayakan hidup bersih bagi masyarakat Kota Medan, agar tercipta lingkungan yang bersih.

“Ini sudah menjadi program Pemko Medan dengan membudayakan hidup bersih bagi masyarakat. Kalau lingkungan bersih, masyarakatnya akan sehat. Otomatis, kecerdasannya juga baik. Karena itu penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan menggerakkan kembali gotong royong,” kata Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM disela-sela acara gotong royong masal di Jalan Selamat Ujung, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (26/2) pagi.

Selain itu, lanjut Rahudman, Pemko Medan juga melihat aspek-aspek lain seperti pentingnya keluhan masyarakat yang mengaku belum ada terealisasinya jalan setapak di lingkungan Medan Amplas.

“Masyarakat tidak perlu lagi harus memutar jika ingin ke Jalan Seksama. Pemko Medan akan membuka jalur alternatif dari Jalan Selamat Ujung ke Jalan Seksama. Dinas Bina Marga Medan diminta untuk melaksanakan pembersihan agar masyarakat bisa segera melalui jalan tersebut,” ucapnya.
Dijelaskannya, lahan kosong yang berada di ujung Jalan Selamat, bisa dimanfaatkan sebagai jalur alternatif untuk tembus ke Jalan Seksama.

“Adapun panjang jalan tersebut 375 meter berada di pinggir Sungai Denai dengan status lahan inspeksi oleh Badan Warisan Sumatera (BWS). Jadi pembebasannya tidak akan mengalami kendala karena jelas lahan itu milik Pemko Medan,” cetusnya.

Untuk membuka jalan ini, Rahudman memerintahkan Dinas Bina Marga Medan membersihkan lahan kosong tersebut terlebih dahulu untuk kemudian di pasang lampu penerang jalan. Pengerjaannya harus dilakukan sesegera mungkin agar jalan tersebut bisa langsung dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas.

“Kalau sudah dibuka, langsung pasang lampu jalan. Tapi nantinya jalan ini hanya boleh dilalui oleh kendaraan roda dua dan tiga saja. Sedangkan roda empat dilarang, untuk menghindari terjadinya kemacetan atau lainnya,” pintanya.

Namun, karena jalan ini berada di pinggir sungai, masyarakat hendaknya bisa tetap menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi khusus di buang di pinggir sungai. Untuk itu masyarakat sekitar harus menumbuhkan rasa kegotongroyongan yang sudah mulai hilang.

“Kegiatan gotong royong harus dibudayakan dari tingkat lingkungan. Pembukaan lahan kosong menjadi jalan alternatif ini sudah pernah dilakukan di Jalan Turi Ujung, Lingkungan XVIII, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai dengan panjang 273 meter dan lebar 4 meter. Jalan tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh empat kepala keluarga selaku pemilik lahan tersebut,” bebernya.

Camat Medan Amplas, Emir Mahob Lubis mengatakan, pihaknya siap mendukung program yang dilakukan Pemko Medan. Pembukaan jalan dan gotong royong bersama akan ditingkatkan agar kebersihan di kota ini tercapai.

“Kami akan mengajak masyarakat untuk bertanggungjawab terhadap lingkungannya. Sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak membuang sampah kedalam sungai. Dengan begitu, masyarakat mengerti untuk melakukan pengelolahan terhadap sampahnya. Itu juga membuat masyarakat semakin sadar dengan kebersihan. Dimana, peran serta masyarakat itu sangat penting,” jelasnya.

Kepala Dinas Bina Marga Medan, Gunawan mengatakan, pihaknya akan segera membersihkan lahan kosong yang akan dijadikan jalur alternatif tersebut. Selanjutnya dilakukan perataan dan pemasangan lampu jalan.

“Semua proses itu akan dilakukan sesegera mungkin. Kami buka lahan dulu dengan melakukan penyisiran,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan, Pardamean Siregar menambahkan, pihaknya akan terus membudayakan gotong royong agar program Pemko yang menargetkan Medan Bebas Sampah pada Juni mendatang tercapai.

“Kami akan mengajak masyarakat untuk membersihkan lingkungan termasuk parit yang ada agar tidak ada sampah menumpuk,” ucapnya.
Sampai sekarang, sebut Pardamean, sudah 15 kecamatan yang melaksanakan gotong royong seperti ini. Diharapkan masyarakat lain bisa ikut menggerakkan hal serupa sehingga timbul kebersamaan untuk menyukseskan program tersebut.(adl)

Tertibkan Pedagang di Jalan Pimpinan

083194358xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan mohon kiranya kepada Bapak dapat segera menertibkan (menutup) pengangkutan dan tempat kios pedagang yang semakin merajalela di Jalan Pimpinan Gang Cempaka Nomor 10 Kelurahan Sei Kera Hilir I Kecamatan Medan Perjuangan, persis di area pemukiman penduduk. Kami masyarakat sekitar sudah sangat terganggu dengan bau yang menyengat dari tong-tong ikan, kebi-singan, dan polusi udara yang ditimbulkan dari truk-truk yang keluar masuk dan tampaknya pihak kepling dan kelurahan hanya menutup mata melihat keadaan yang sudah jelas-jelas melanggar Perda. Untuk itu kepada Bapak wali kota kami mohon dan tunggu tindak lanjutnya, terima kasih.

Saya Konfirmasi ke Kelurahan

Terima kasih atas informasinya, secepatnya saya akan konfirmasi dengan pihak kelurahan untuk dicari solusi terbaik.

Rahmat Harahap SSos
Camat Medan Perjuangan

Kami Tertibkan

Pada prinsipnya kami Sat Pol PP Kota Medan siap melakukan penertiban dan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Medan Perjuangan sebagai pemilik wilayah. Selanjutnya, kami akan melakukan penertiban bila edaran dari pihak kecamatan sudah disebarkan. Kami  mengimbau kepada para pedagang agar tidak berdagang di fasilitas umum yang dapat mengganggu keter-tiban warga lainnya. Terima kasih.

Kriswan
Kepala Sat Pol PP Medan

Jangan Pilih Kasih

Pemko Medan melalui perpanjangan tangannya di tingkat kelurahan hingga kecamatan harus peka terhadap keluhan warga. Salah satunya seperti yang disampaikan melalui pesan singkat ini. Kalau memang sudah mengganggu kenyamanan warga, coba lihat lagi keberadaan kios pedagang itu.
Sesuai dengan izinnya atau tidak. Kalau tidak sesuai harus segera ditertibkan, jangan ada pi-lih kasih. Untuk memperbaiki kondisi pasar tradisional Pemko harus melakukan penataan se-perti membuat aturan yang tidak merugikan warga sekitar. Terima kasih

Jumadi
Ketua Komisi C DPRD Kota Medan

Perbaikan Jalan Terhadang Berkas

08126582xxx

Yth Pemkab Deliserdang mohon segera perbaiki mulai simpang Sei Mencirim, Mikro, Paya Geli, Simpang Lowok, dan Johar. Semuanya hancur dan ba-nyak terjadi kecelakaan dikarenakan jalannya berlubang-lubang. Sudah kami tanyakan sama lurah setempat dan mereka bilang sudah buat laporan ke camat, tinggal ke Pemkab Deliserdang. Sangkutnya di mana semua berkasnya? Trima kasih.

Apakah Dibawa Pada Musrembang Kabupaten

Untuk permasalahan perbaikan jalan ini, Pemkab Deliserdang baru saja melaksanakan Musrembang se-Kabupaten Deliserdang. Pada kesempatan itu seluruh camat mengajukan poin-poin apa saja yang butuh perbaikan. Masalahnya, apakah camat terkait sudah mengajukannya dalam Musrembang 2012 lalu?

Terima kasih
Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deliserdang