29 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 13874

Bulan Kelahiran Salah

081263252xxx

Kepada Yth Pak Kadis Pendudukan, Rabu kemarin saya sudah mengisi biodata untuk e-KTP di kantor camat. Ternyata bulan kelahiran saya salah, saya sudah minta perubahan tidak dikasih. Seribu alasan mereka katakan pada saya. Tolong Pak kasih penjelasan apa benar itu tidak bisa dirubah? Seta-hu saya tidak ada yang tidak bisa dirubah, trima kasih.

Sampaikan ke Dinas Kependudukan

Memang benar, ketidaksesuaian jenis kelamin dan tanggal lahir tidak bisa dilaksanakan perubahan di kecamatan pada saat perekaman. Oleh sebab itu sampaikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk di update, setelah itu baru dilaksanakan perekaman.

Darussalam Pohan
Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Gunakan Foundation yang Ringan

Jangan Salah Menggunakan Make – Up 

Kecantikan sangat berarti bagi kaum wanita. Penggunaan make-up terkadang menjadi keharusan. Namun banyak wanita yang tidak tahu bagaimana cara menggunakan make –up yang benar. Padahal,  salah  cara penggunaannya bisa menyebabkan kerusakan pada kulit wajah.

MEDAN- “Selain pemilihan produk kecantikan harus tepat, pemakaian make-up nya juga tidak boleh asal-asalan. Apalagi membersihkan sisa kosmetik di wajah, juga harus maksimal,” ujar Marcomm Manager Etude House, Herry dalam acara Aplaus & Etude Beauty Workshop di Komplek Multatuli Blok C Medan, Jumat (24/2)

Dalam acara tersebut juga diadakan beauty class. Para peserta wanita yang berjumlah sekitar 50-an orang mendapatkan tips-tips pemakaian make-up yang baik.

Menurut Herry, penggunaan foundation terlalu tebal megakibatkan wanita terlihat lebih tua dari usianya. Gunakan foundation yang ringan dan meresap. Semakin tipis foundation yang digunakan maka semakin baik, karena dasarnya, foundation memiliki tekstur yang cukup tebal untuk melapisi
“Mengenakan foundation sebaiknya dari arah atas kebawah mengikuti pertumbuhan bulu-bulu halus pada wajah, ini merupakan dasar penggunaan make up. Spon yang digunakan langsung di aplikasikan ke wajah,” katanya.

Untuk pemakaian eye shadow juga perlu diperhatikan. Eye shadow untuk mempertajam bentuk mata. Namun pemakaian eye shadow bukan berdasarkan warna kulit tapi dari ukuran kelopak mata. “Kalau kelopak mata kecil, gunakan warna gelap supaya mata terlihat lebih besar,” urainya.

Selanjutnya, pemakaian bedak tabur, baik digunakan untuk bagian wajah yang cenderung mengkilat seperti hidung dan dagu. Namun di bagian wajah yang lain, bedak tabur bisa memberikan kesan menonjolkan kerut wajah dan membuat kulit wajah terlihat amat kering. Hindari juga menggunakan bedak tabur di daerah mata agar eye shadow yang dipakai bisa menempel.

Sementara pemakaian blush on merah muda, sebaiknya dibagian tulang pipi, dan jangan sampai terlalu dekat dengan hidung. Gunakan kuas besar untuk membaurkan warnanya. Hilangkan kebiasaan menggunakan warna seperti keungunan dan kecoklatan. Karena pada wanita kurus akan membuat wajah terlihat makin kempot dan pada wanita yang memiliki pipi gemuk akan terlihat seperti badut.

Sedangkan untuk pemakaian maskara yang terlalu tebal akan membuat bayangan di bawah mata makin terlihat. Ini menyebabkan penampilan jadi lebih tua. “Gunakan warna maskara yang pekat untuk menonjolkan warna putih dari bola mata,’’ungkapnya.

Dengan mempelajari tips-tips tadi,  para wanita tidak terjebak dalam kesalahan pemakaian make-up. Produk Etude House sendiri memiliki banyak kelebihan, antara lain  mengandung bahan natural  yang dapat membuat   wajah lebih fresh. (mag-11)

Tidak Bisa Lepas dari Kucing

Marissa Anggraini dan Fitriana Putri, Anggota Komunitas Medan Cat Club

Hewan peliharaan yang satu ini sangat menarik dan lucu, dengan bulu halus dan lembutnya mampu menarik perhatian. Ya, kucing, hewan berkaki empat yang memiliki sifat manja ini menjadi pilihan kaum hawa untuk menjadi teman permaiannnya.

Seperti halnya  Marissa Anggraini dan Fitriana Putri. Marissa, yang biasa disapa Icha ini sejak 9 tahun yang lalu telah mulai memelihara kucing persia. Rasa cintanya pada kucing membuat dirinya menambah hewan peliharaan ini, dari awalnya satu, yang hingga saat ini menjadi 6 ekor kucing. “Awalnya cuma satu, tetapi geram lihat yang lain jadi bertambah meliharanya, hingga sekarang sudah 6 ekor,” ujar Icha.

Sementara Fitrianan Putri, yang biasa disapa puput ini juga mulai menyukai kucing sejak 1 tahun yang lalu. Kegemarannya akan kcing didukung penuh oleh orangtua. Bahan ruangan khusus telah disiapkan untuk hewan peliharaannya yang sudah mencapai 16 ekor.

Kecintaan pada kucing ini, membuat mereka tidak peduli dengan pengeluaran untuk sang kucing. Bahkan, Puput mengaku harus mengeluarkan minimal Rp3 juta untuk makanan si kucing, sedangkan Icha hanya Rp1 juta per bulan untuk makanan kucing. “Biaya itu belum seberapa, karena kita pelihara kucing Persia, jadi butuh salon dan pengobatan,” ungkap Puput.

Untuk salon sang kucing, minimal dana yang dikeluarkan Rp40 hingga 50 ribu per bulan. Belum lagi pengobatan, karena pada umumnya, kucing sangat sensitif dengan penyakit, seperti jamur yang membuat bulu rontok, parasit kuping, dan lainnya. “Untuk melihat kucing sakit atau tidak tinggal dilihat dari matanya atau dari kelincahan sang kucing,” tambah Icha.

Kegemaran 2 remaja putri ini menjadikan mereka seorang pengusaha kecil-kecilan, karena anak kucingnya bisa dijual. Bahkan, puput membuat Pet Shop untuk menampung penjualanan kucing.

Untuk mengembang biakkan kucing, biasanya dua remaja putri yang tergabung dalam MCC (Medan Cat Club) ini akan bertanya sesama teman. “Kita buat perjanjian, misalnya jantannya dari siapa, maka betinanya dari saya, nah kalau sudah melahirakan, hasilnya kita bagi, pokonya sesuai dengan perjanjian lah,” ungkap Puput.

Kalau harus  meninggalkan rumah dalam beberapa hari, kucing mereka titip ke teman sesama anggota MCC agar tetap ada yang merawat.
Walau menyita waktu mereka, tetapi rasa sayang pada terus bertambah seiring waktu. “Bayangkan, kalau kita lagi capek, kucing datang dengan bulunya yang lebat  dan lembut, bergelut manja di lengan kita, rasanya seperti kita itu dibutuhkan. Makanya tidak bisa lepas dari kucing,” ujar Puput . (ram)

Gotong Royong Kebersihan dan Tanam Pohon

MEDAN- Warga beserta  Kepala Lingkungan (Kepling) Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai melakukan penanaman 20 bibit pohon melinjo, sekaligus bergotong royong melakukan kebersihan lingkungan,  Sabtu (25/2) pukul 10.00 WIB

Penanaman pohon dilakukan di Jalan Tangguk Bongkar 10 langsung dipantau Lurah Tegal Sari Mandala II, Masati Zebua SH yang dihadiri beberapa Kepling masing-masing Supio,  Rusdi, Wan Ardiansyah, Yasril dan Timbul Sihombing.

“ Kita sangat berterima kasih kepada warga yang dapat meluangkan waktunya untuk dapat melakukan penanam bibit pohon melinjo dan bergotong royong,” terang Masati.

Dalam kegiatan gotong royong merupakan kegiatan rutin yang dilakukan selama dua pekan. “Kagiatan gotong royong rutin dilakukan selama dua minggu. Bertujuan untuk menghindari banjir, dan membuat lingkungan asri,” jelasnya.

Terkait dengan kegiatan yang dilakukan tersebut, Edi Mulia Matondang Camat Medan Denai menyebutkan dirinya sangat mengapresiasi langkat warganya dan pihak kepling yang hendak melakukan gotong royong membersihkan drainase dan penanam pohon bibit melinjo.
“Memang untuk melestarikan keindahan tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita sama-sama menciptakan keindahan kelestarian lingkungan kita,” serunya.(omi)

Jujur Kekuatan Terbesar

Pelantikan Muslimat, APA dan IGDA Medan

MEDAN-Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Azmyn Yusri Nasution menegaskan, kejujuran merupakan kekuatan paling besar. Bahkan bandit sekalipun mencari seorang teman yang jujur.  “Kenapa mencari teman yang jujur, karena si bandit tersebut tidak mau ditipu,” tegasnya di hadapan ribuan ibu-ibu kader Muslimat Al-Washliyah, Angkatan Putri Al Washliyah (APA) serta Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) Medan, serta Ketua Pimpinan Al Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn, Sekretaris H Yulizar Parlagutan Lubis, Ketua PB Al Washliyah Yusuf Pardamean Nasution dan Ketua PD Al Washliyah Medan Ir Azzam Rizal, Sabtu (25/2).

AY Nasution beserta isteri berada di tengah-tengah kader dan warga Al Washliyah atas undangan menghadiri pelantikan bersama Muslimat Al Washliyah, APA serta Ikatan Guru dan Dosen Al Washliyah (IGDA) Medan serta peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1433 H.

Dia menambahkan, saat ini banyak orang yang menjual dirinya dengan cara menipu, berbohong bahkan selalu bangga dengan ketidakjujurannya. “Saya berharap kitasemua dan pemimpin di Al Washliyah harus jujur karena jujur adalah kekuatan yang besar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu AY Nasution memimpin dan mengajak seluruh kader dan warga Al Washliyah mengumandangkan shalawat. “Ayah saya orang Al Washliyah, sayangnya saya belum dilantik menjadi anggota Al Washliyah,” katanya usai memimpin shalawat.

Ketua PW Al Washliyah H Hasbullah Hadi SH MKn mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang besar, namun saat ini terjadi kemerosotan moral dan jatuh pada tempat yang serendah-rendahnya.” Kemunafikan ada di mana-mana, kejujuran tidak ada lagi,” ungkapnya. Karena itu, lanjutnya, Al Washliyah harus tampil memperbaikinya melalui pendidikan dan gerakan dakwah.

Ketua Muslimat Al Washliyah Kota Medan, Hj Wardaty Nasution mengajak seluruh warga Al Washliyah untuk membangun Al Washliyah sehingga terus Berjaya membawa ummat ke masa yang akan datang. “Al Washliyah senantiasa melahirkan pemimpin yang melanjutkan perjuangan Rasulullah,” katanya.
Pengurus yang dilantik Ketua PW Al Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn.  Ketua Muslimat Al Washliyah Kota Medan, Hj Wardaty Nasution, Sekretaris Hj Juma’iyah, Ketua APA Medan Masjuriatul Bahar S.Sos, Sekretaris Masitah SAg. Ketua IGDA Medan, H A Salim Daulay MA. (*/ila)

DPD RI Dukung Penertiban Pembayar Pajak

MEDAN-Anggota DPD RI DR HRahmat Shah menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak I Sumatera Utara, Estu Budiarto Ak,MBA, Kamis (23/2) di Rahmat Gallery Medan.

Dalam pertemuan tersebut, Rahmat Shah mendukung upaya Ditjen Pajak dalam hal penertiban pembayaran pajak oleh para wajib pajak.
“Sebagai Anggota DPD RI kami mendukung upaya Kakanwil Ditjen Pajak dalam penertiban pembayaran pajak, untuk itu aparatur pajak juga perlu ditingkatkan, karena pajak adalah salah satu sumber pembiayaan pembangunan kita, merupakan tulang punggung sektor pembiayaan,” ujar Rahmat.
Selain itu, kata Rahmat, aparatur pajak juga dituntut untuk profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya. “Jangan seperti selama ini, ada beberapa kasus dimana wajib pajak dikenakan beban pajak yang tidak rasional dan terkesan akal-akalan untuk dijadikan alat posisi tawar dalam mendapatkan keuntungan pribadi,” terangnya.

Selanjutnya, Rahmat meminta agar pihak perpajakan juga harus mengerti kalangan dunia usaha, karena tidak semua wajib pajak itu nakal.

Ia yakin, jika efektivitas pembayaran pajak aparatur pajak profesional bisa membangun infrastruktur, fasiltas umum dan sebagainya.
Contoh Singapura, yang tidak memiliki sumberdaya seperti di Indonesia. Tapi, karena mereka menerapkan sistem pajak yang baik dan profesional dan transparan, mereka bisa maju seperti saat ini.

“Saya yakin jika wajib pajak tertib menunaikan kewajiban pajaknya, aparaturnya profesional dan transparan, yang selama ini mampu mencapai tagert 80 persen akan terjadi peningkatan yang siginifikan hasil yang diperoleh dari pajak. Oleh karena itu, kepada para wajib pajak kami imbau, untuk sama-sama melaporkan SPT Pribadi yang waktu semakin dekat yakni pada bulan Maret mendatang,” imbau Rahmat.

Kakanwil Ditjen Pajak I Sumatera Utara, Estu Budiarto yang saat kunjungan didampingi Edison Manurung yang juga mantan Ketua KNPI serta kader PP, mengatakan, kagum dengan museum dan gallery yang dibangun oleh Rahmat Shah yang diresmikan oleh Presiden RI. “Salut dan hormat akan kepedulian pak Rahmat pada lingkungan serta beliau untuk member kesempatan anak-anak sekolah untuk turut menikmatinya,” ujar Estu.

Selain bersilaturahmi, pada kesempatan tersebut Rahmat juga menyampaikan bahwa antara PMI dan Ditjen Pajak akan dilakukan kerjasama dalam gerakan kepalangmerahan, seperti Donor Darah, Income Generating, dan Rahmat Shah juga akan melakukan kunjungan balasan ke kantor Kanwil Pajak I Sumatera Utara guna menindaklanjuti pembicaraan-pembicaran hari itu. (*/ila)

Banjir Bandang Landa 27 Desa di Aceh Pidie

Di Tangse 27 Rumah Hilang

Belum lagi pulih luka warga Kecamatan Tangse Aceh Pidie, kini kembali dilanda banjir bandang. Beberapa gampong (desa) di kawasan itu porak-poranda. Sedikitnya, 27 rumah hilang.

Rumah yang hilnag karena terseret air antara lain 8 rumah di Gampong Blang Malo,4 di Alue Calong, 14 rumah di Kebun Nilam, dan 1 rumah di Gampong Ulee Gunong. Selain itu, daerah lain yang terkena bencana bencana antara lain.

Gampong Pulo Kawa, Pulo Sunong, Pulo Masjid, Lubok Badeuk, dan Blang Reumeh. Semuanya berada di Kecamatan Tangse.

Pantauan Rakyat Aceh dilokasi bajir tepatnya di Gampong Blang Malo satu unit jembatan lintas Beureunun-Tangse putus total dan tidak bisa dilewati kenderaan roda dua dan empat, sehingga warga membuat jembatan darurat dengan memasang sebatang kayu, namun bagi warga yang melintas harus berhati-hati sebab sangat berbahaya dan licin, sedangkan kaum perempuan saat melintasi jembatan darurat harus dipapah.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pidie M Iriawan SE kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos) Minggu (26/2), ada 27 Gampong yang rumahnya hanyut dibawa arus air. Sementara longsor terjadi di 21 titik dari Gampong Blang Malo hingga ke Gampong Kebun Nilam, namun sedang dalam upaya perbaikan. “Kita Kerahkan 6 unit alat berat untuk membangun dan membersihkan lumpur di jalan yang longsor,” jelasnya.
Tambah dia, untuk membersihkan dan membangun jembatan darurat butuh waktu lama dan waktu darurat selama 12 hari sejak Sabtu (25/2), dan pihaknya menunggu laporan data dulu sehingga akurat dan terpercaya. Sementara aliran listrik juga padam saat banjir melanda Tangse, bahkan putusnya jaringan listrik sangat mempengaruhi jaringan tekomunikasi. Ada beberapa tim saat ini sedang bekerja seperti polisi, TNI, PMI dan dari BPBD. Dari laporan sementara tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Kita masih menunggu evakuasi semua tim dan pendataan,” papar M Iriawan.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh, TM Zulfikar menilai, banjir melanda Tangse pada Sabtu (25/2) malam kemarin, membuktikan masih tingginya aktivitas pembalakan liar atau illegal logging serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan di daerah tersebut.

“Pengalaman banjir bandang pada Maret 2011 silam harusnya bisa menjadi pembelajaran bagi semua, khususnya pemerintah,” katanya, Minggu (26/2).
TM Zulfikar menyebutkan, banjir bandang terjadi untuk kedua kalinya di Tangse, Pidie karena luapan Krueng Inong adalah dampak dari semakin parahnya kerusakan lingkungan dikawasan tersebut, baik karena aktivitas pembalakan liar, alih fungsi hutan menjadi areal perkebunan maupun karena kehadiran perusahaan pertambangan.

Banjir tersebut menandakan bahwa aktivitas kerusakan lingkungan tidak mampu dibendung Pemerintah Aceh dan kabupaten setempat. Setelah banjir bandang yang pertama pada Maret silam, tidak terjadi adanya perubahan aksi pengrusakan lingkungan didaerah tersebut bahkan semakin parah saja.
Perlu diketahui, struktur tanah di kawasan tersebut sangat labil dan sangat rentan terhadap longsor , khususnya kala hujan mengguyur. Dan berdasarkan penelitian yang mereka lakukan didapati bahwa beberapa wilayah di daerah tersebut tidak layak untuk dijadikan pemukiman.

Walhi pun menilai pemerintah Aceh lamban dalam melakukan penanaman kembali hutan-hutan yang gundul atau reboisasi yang dilakukan melalui gerakan menanam pohon di tanah gundul. “Kita sudah jauh-jauh hari memperingatkan ini,” terangnya. (mir/slm/smg)

AKBP Apriyanto Siap Melawan

Dianggap Positif Konsumsi Narkoba Golongan Tiga

Medan-Mantan Wakil Direktur (Wadir) Direktorat Narkoba Poldasu AKBP Apriyanto Basuki Rahmat menentang penyelidik yang menjeratnya sebagai tersangka keterlibatan narkoba pil happy five. Dia pun siap untuk segera melakukan tes darah milik untuk membuktikan kebenaran kalau dia tidak mengonsumsi narkoba.

Pria yang juluki orang rumahan ini, mengaku sikapnya ini bukan untuk menentang atasan. Hal ini semata-mata untuk mencari kebenaran dan keadilan. “Saya tak pernah melawan pimpinan dan tak akan melawan pimpinan. Saya hanya mencari kebenaran dan keadilan,” katanya kepada Sumut Pos melalui telepon selulernya, Minggu (26/2), kemarin.

Seperti diketahui, sebelum  hasil tes urine keluar Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol  Andjar Dewanto telah menyatakan satatus Apriyanto sudah tersangka atas kasus narkoba. Namun, saat dikonfirmasi ulang, Andjar maupun Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru  Prakoso selalu menyatakan kalau AKBP Apriyanto masih sebagai saksi.

Menariknya, dari informasi  yang didapat Sumut Pos, pernyataan status AKBP Apriyanto yang dikatakannya sebagai saksi, berbeda dengan surat permohonan tes urine. Sesuai dengan nomor Surat permohonan Tes Urine Bernomor Pol/161/II/2012/ Ditnarkoba yang ditandatangani Andjar, tertulis dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Laboratorium (Kalabfor) Polri Cabang Medan kalau AKBP Apriyanto sebagai tersangka.

Di dalam surat permohonan tes urine tersebut ada lima item. Inti dari item pertama tertulis dasar laporan polisi terkait memiliki psykotropika jenis pil. Inti dari Item kedua, tertulis guna kepentingan penyidikan, Dit Narkoba mengirimkan urine AKBP Apriyanto Basuki Rahmad.

Inti Item ketiga, tertulis kronologis kejadian, dalam surat tersebut dijelaskan AKBP Apriyanto diduga keras telah melakukan tindak pidana memiliki psykotropika jenis pil happy five pada hari Minggu tanggal 12 Februari sekira pukul O3.00 WIB di Jalan Merak Jingga, Medan. Sedang Item keempat tertulis, AKBP Apriyanto dilakukan pemeriksaan laboratoris bertujuan untuk menentukan apakah tersangka memiliki atau mempergunakan psykotropika jenis pil happy five untuk pembuktian tersangka di pengadilan atau di persidangan. Sedangkan inti dari item kelima tertulis agar hasil laboratoris jangan terlalu lama.

Kalabfor Dianggap Dalam Tekanan

Sementara itu, belakangan diketahui kalau rumah Apriyanto diintai orang tak dikenal (OTK). Hal itu diakui AKBP Apriyanto kepada kuasa hukumnya, Marudut Simanjuntak SH. Marudut mengatakan dua hari berturut-turut rumah AKBP Apriyanto selalu diintai dua orang pria mengendarai mobil. “Orangnya pakai topi, Kamis (23/2) naik Eterna hari Jumat (24/2) naik Kijang,” ujarnya.

Marudut mengatakan, sejauh ini AKBP Apriyanto belum mendapat teror, hanya saja rumahnya diintai. Ditegaskannya, apabila AKBP Apriyanto mendapat teror telepon dan pesan singkat, pihaknya akan melapor ke pihak yang berwenang. “Kalau diteror ya sudah melaporlah kita Bos,” tegas Marudut.

Menanggapi pernyataan Kalabfor Polda Sumut, Kombes Pol Syafrian yang sempat mengatakan hasil tes urine AKBP Apriyanto negatif, Marudut menduga Kalabfor mendapat tekanan. Sehingga, Syafrian berubah pendirian. “Mungkin saja beliau mendapat tekanan, jadi berubah negatif menjadi positif,” jelasnya.

Terpisah, saat ditanya soal tes urine AKBP Apriyanto yang awalnya negatif menjadi positif,  Kombes Pol Syafrian mengatakan hal itu-itu sah-sah saja dikatakan AKBP Apriyanto kepada kuasa hukumnya. Sebab menurutnya, hasil tes urine hanya dapat diberitahu kepada penyidik. “Tanya saja sama Pak Apriyanto, jangan sama saya. Labfor itu kan nggak boleh ngobral hasil pemeriksaan, Labfor hanya menyampaikan kepada penyidik yang meminta. Kalau Labfor itu apa adanya saja bicara, kalau positif ya positif kalau negatif ya negatif, tak akan bisa berubah-ubah,” ketusnya saat dihubungi, Minggu (26/2) siang.

Ditanya pengakuannya di depan Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Cornelius Hutagaol, Syafrian terbata-terbata menjawab koran ini. “Labfor itu tidak boleh bicara, nanti kalau sudah di depan pengadilan baru boleh. Nanti waktu persidangan wartawan mau blow up terserah saja. Itu kan polemik, saya tidak mau ikut-ikutan. Kalau ada pihak-pihak yang tidak senang, silahkan laporkan saja ke penyidik,” ujarnya.

Sebelumnya, AKBP Apriyanto tak senang dengan hasil tes urine yang dikeluarkan laboratorium narkotika Polda Sumut. Melalui kuasa hukumnya, Marudut Simanjuntak SH, mengatakan akan meminta perlindungan hukum kepada Kapolri, Jenderal Timur Pradopo.

Tujuan meminta perlindungan hukum ke Kapolri, lantaran ditemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. “Kita menduga adanya rekayasa dalam kasus ini dan meminta penyidik agar bekerja secara profesional. Itu tujuan surat ke Kapolri,” kata Marudut.

Dijelaskannya, kejanggalan pertama adalah berdasarkan surat pengantar permintaan tes urine yang ditandatangani Kombes Andjar Dewanto ke Labfor disebutkan kliennya sebagai tersangka. (mag-5/ala/smg)

Terobosan Dua Penyandang Cacat Organ

Oleh: Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Bukan karena merasa sama-sama sebagai ‘penderita cacat organ’ kalau saya dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sering membuat kesepakatan. Berbagai terobosan memang harus kami buat berdua. Terutama untuk mengatasi banyak masalah infrastruktur. Saya memang sesekali bertanya soal operasi jantung kepadanya. Beliau juga sesekali bertanya mengenai operasi ganti hati kepada saya. Tapi, kami lebih sering berbicara mengenai bagaimana bisa mewujudkan jalan tol dengan cepat. Beliau adalah pemegang regulasi jalan tol, sedangkan BUMN memiliki perusahaan jalan tol seperti PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Untuk mewujudkan jalan tol dari Semarang ke Solo, misalnya. Kami berdua membuat terobosan yang belum pernah terjadi. Ruas tol Semarang-Ungaran memang sudah selesai dikerjakan. Lalu Jasa Marga kini juga mengerjakan ruas Ungaran-Bawen yang akan selesai awal tahun depan.
Tapi, bagaimana dengan ruas Bawen-Solo?

Menurut perhitungan bisnis, ruas Bawen-Solo belum menguntungkan. Perlu subsidi negara sampai Rp1,9 triliun. Tapi, sungguh sulit mendapatkan suntikan uang dari pemerintah sebesar itu. Bahkan, mendekati mustahil. Menteri Keuangan sangat keras dalam mendisiplinkan fiskal. Melihat gelagat itu saya memilih mencari jalan memutar. Saya minta Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin menemukan jalan keluar, meski harus agak memutar.

Akhirnya jalan memutar itu ditemukan. Syaratnya, saya harus membicarakannya dengan Menteri PU. Intinya adalah: Jasa Marga bisa mengerjakan jalan tol Bawen-Solo kalau bisa mendapat izin dua jalan tol lainnya. Yakni, jalan tol sepanjang 3 km dari Daan Mogot ke Cengkareng dan jalan tol dari Kawasan Berikat Nusantara ke Pelabuhan Tanjung Priok. Kalau izin itu bisa diberikan, keuntungannya banyak sekali. Jalan tol Semarang-Solo langsung bisa dikerjakan dan kemacetan ruas Daan Mogot ke Cengkareng serta keruwetan kawasan industri sekitar Bekasi ke Tanjung Priok juga terurai.

Menteri PU langsung merespons dengan cepat. Bahkan, kini deputi saya yang dikejar-kejar untuk segera memproses persyaratannya. Di depan Presiden SBY saya mengemukakan (dan didengar oleh Menteri PU serta menteri lain) bahwa bottle neck pembangunan jalan tol Semarang-Solo bisa diselesaikan dengan pola ‘CD bajakan sepuluh ribu tiga’. Dua ruas yang ‘gemuk’ dipaketkan dengan satu ruas yang ‘kurus’.

Pola ‘CD bajakan sepuluh ribu tiga’ ini merupakan kesepakatan kedua saya dengan Menteri PU. Yang pertama adalah pembangunan jalan tol di Bali. Yakni, jalan tol yang menghubungkan Bandara Ngurah Rai yang baru ke kawasan wisata Nusa Dua melalui atas laut. Jalan tol di Bali itu akan menjadi jalan tol di atas laut yang pertama di Indonesia. Di tengah laut nanti ada interchange-nya yang meliuk-liuk. Kini jalan tol Bali itu dikerjakan dengan kecepatan tinggi. Dua belas bulan lagi akan bisa dinikmati. Proyek ini tidak bisa berjalan kalau tidak ada terobosan yang kuat antara Menteri PU, Gubernur Bali, dan Kementerian BUMN.

Kemarin malam saya dan Pak Djoko Kirmanto membuat kesepakatan baru lagi. Kali ini untuk menerobos Sumatera. Sudah lebih 10 tahun para gubernur di Sumatera menuntut segera dimulainya pembangunan jalan tol sepanjang pulau itu. Sumatera akan menjadi pulau yang memberikan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa kalau listrik tercukupi dan jalan tol dibangun besar-besaran.

Minggu lalu saya bertemu gubernur seluruh Sumatera. Tuan rumahnya Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Kami kemukakan bahwa beberapa terobosan sedang dilakukan di Jateng dan Bali. Mestinya terobosan yang sama bisa dilakukan di Sumatera.

Para gubernur di Sumatera memang memiliki kemampuan keuangan lebih besar daripada provinsi lain. Mereka juga ngebet ingin membangun konektivitas di antara provinsi di Sumatera. Maka, kami tawarkan untuk bersama-sama mulai membangun jalan tol di seluruh Sumatera. Tentu banyak ruas di Sumatera yang secara bisnis masih kurang menguntungkan. Tapi, tidak boleh perhitungan bisnis tersebut menghambat pembangunan.

Yang kami tawarkan adalah membangun perusahaan patungan antara Jasa Marga dan setiap pemda di Sumatera. Akhirnya dalam rapat yang hanya tiga jam itu disepakati banyak hal. Misalnya, kesamaan pandangan bahwa pembangunan jalan tol belum bisa menguntungkan pihak Jasa Marga, tapi sangat menguntungkan wilayah provinsi yang dilewati. Karena itu, beban berat tersebut harus dipikul bersama antara Jasa Marga dan pemda. Caranya, pemda membebaskan tanah dan mencadangkan sejumlah kawasan di sepanjang jalan tol. Kawasan itulah yang kelak dikelola bersama untuk sebuah proyek bisnis di masa depan.

Hari itu juga kami sepakati pembentukan PT Jasa Marga Lampung, PT Jasa Marga Sumsel, PT Jasa Marga Jambi, PT Jasa Marga Riau, PT Jasa Marga Sumbar, PT Jasa Marga Sumut, dan PT Jasa Marga Bengkulu. Jasa Marga memegang saham mayoritas di setiap perusahaan itu. Sedangkan pemda memegang sejumlah saham yang besar kecilnya ditentukan oleh kemampuan daerah.

Terobosan ini segera saya komunikasikan kepada Menteri PU. Beliau pun segera mengamini. Tinggal urusan administrasi yang harus dipersiapkan. Dalam kesempatan menghadap Presiden SBY Jumat siang lalu, terobosan di Sumatera ini juga saya sampaikan. Tentu presiden sangat menghargai kerja sama antara BUMN dan Kementerian PU seperti ini. Secara bergurau presiden menambahkan: kapan dibangun PT Jasa Marga Pacitan?
Di bagian akhir kesepakatan Palembang itu dikonkretkan pula jalan tol mana saja yang akan dibangun. Di Lampung akan dibangun mulai Bakauheni sampai Bandar Lampung ditambah tol di dalam kota. Lalu tol yang menuju Sumsel. Di Sumsel sendiri ditentukan jalur dari Palembang ke Prabumulih, Palembang-Siapi-api, dan Palembang ke perbatasan Jambi.

Di Jambi dibangun jalan tol dari perbatasan Sumsel ke Kota Jambi. Juga dari Kota Jambi ke Tanjung Jabung. Di Riau jalan tol dibangun dari Pekanbaru ke Dumai dan Pekanbaru ke Palalawan. Di Sumbar dibangun jalan tol dari Padang ke Padang Panjang dan langsung ke Bukittinggi terus sambung ke perbatasan Riau. Di Sumut jalan tol dibangun dari Medan ke Tebingtinggi dan terus ke Kuala Tanjung. Juga dari Medan ke Binjai.

Jumat sore lalu saya langsung ke Semarang. Di perkebunan kopi Banaran, kami mengumpulkan para manajer dari 10 pabrik gula yang paling sulit di Indonesia. Ini sebagai kelanjutan dari acara bahtsul masail kubro di Surabaya sebulan sebelumnya. Sampai menjelang tengah malam kami bahas bagaimana 10 pabrik tersulit itu bisa keluar dari ‘asfalas safilin’!

Problem pokok pabrik gula adalah di pertanyaan yang mendasar ini: di manakah gula itu dibuat?

Orang awam tentu menjawab: gula dibuat di pabrik gula!
Itu salah! Yang benar, gula itu dibuat di sawah!

Tanaman tebu yang semula kecil tumbuh menjadi besar lalu berisi gula. Ada tebu yang gulanya sedikit, ada tebu yang gulanya banyak. Bergantung pada bibit, cara tanam, pemeliharaan, pemupukan, dan seterusnya. Di sinilah ditentukan banyak sedikitnya gula akan diproduksi. Walhasil, pabrik-pabrik gula harus kembali memperhatikan tata cara penanaman tebu yang benar.

Pabrik gula bukanlah pembuat gula. Pabrik gula justru hanya membuang gula. Kadar gula dari sebatang tebu yang, katakanlah 1 kg, setelah digiling hanya keluar gula 0,6 kg. Bukankah ini berarti tugas pabrik gula justru hanya mengurangi gula?

Malam itu, di Banaran, para manajer 10 pabrik gula ‘asfalas safilin’ menyepakati untuk back to basic. Tanaman tebu diperhatikan dan efisiensi pabrik ditingkatkan.

Paginya, setelah ke Universitas Negeri 11 Maret Solo dan Universitas Muhammadiyah Solo, saya menuju Bantul dan Gunung Kidul. Saya diajak melihat program peningkatan produksi beras yang dilakukan dengan model korporasi. Pelaksananya PT Sang Hyang Seri, salah satu BUMN pangan kita.

Di sawah di Bantul inilah untuk kali pertama saya mengemudikan mesin panen padi. Begitu cepat panen padi dengan menggunakan mesin. Rasanya seperti di Amerika Serikat saja. Sore itu kami berdiskusi dengan para petani. Ternyata sudah begitu berubah cara berpikir petani kita. Mereka serba menginginkan modernisasi. Mereka minta traktor, mesin panen, mesin perontok gabah, mesin blower untuk menghilangkan gabuk, dan mesin pengering gabah.

Berbeda sekali dengan ketika saya sering kerja di sawah saat masih remaja dulu. Saya biasa ndaud benih, mencangkul di sawah, nggaruk, dan memegang ani-ani untuk panen. Kembali ke sawah di Bantul kali ini saya melihat kita semua, para pelayan petani, harus berubah pikiran secara total: petani kita sudah menghendaki modernisasi yang paripurna.

Kini BUMN memang memiliki tiga program besar di bidang pangan: Gerakan Peningkatan Produksi Pangan Berbasis Korporasi (GP3K), Proberas, dan Food Estate. GP3K adalah program bantuan untuk petani agar bisa mendapatkan benih unggul, pupuk yang cukup, dan obat hama yang diperlukan. Bantuan itu dikembalikan pada saat panen. Istilahnya yarnen (bayar saat panen).

Proberas adalah program untuk menampung sawah-sawah petani yang kurang produktif. Kini banyak petani yang hanya mengusahakan sawahnya dengan hasil 5,1 ton/ha. Daripada seperti itu lebih baik sawahnya diserahkan ke BUMN. Targetnya, BUMN akan mengerjakannya secara intensif dan akan menghasilkan sekitar 6,7 ton/ha. Petaninya untung, negara pun memiliki produksi beras yang cukup. Sedang program Food Estate adalah pembukaan sawah baru 100.000 ha di Kaltim, yang kini dalam tahap persiapan pengadaan lahan.
Terobosan memang harus banyak dibuat. Di jalan tol maupun di sawah-sawah. (*)

Dua Orang Tewas Dibakar Massa

Diduga Maling Lembu

KUTALIMBARU-Tragis! Dua warga dibakar hidup-hidup. Keduanya diduga mencuri lembu. Ini terjadi di Desa Lau Bakeri, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Minggu (26/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Tiga lainnya kabur, seorang di antaranya diduga oknum TNI.

Mereka dibakar warga yang kesal karena diduga hendak maling ternak warga. Kesadisan warga tergambar dari kondisi mayat kedua pria yang belum diketahui identitasnya tersebut. Keduanya gosong. Seorang dalam keadaan gosong, berada persis di tengah kolong mobil. Bagian tubuh yang tersisa hanya potongan kaki dan tangan saja, sedangkan tubuh lainnya sudah menjadi abu.

Satu lagi, berada di pinggir mobil. Tinggal kepala dan badannya saja yang terlihat utuh. Sedangkan sebagian kakinya sudah gosong. Info yang dihimpun reporter koran ini, awalnya Kijang hitam BK 1032 HK datang dari arah Medan. Melintasi Desa Sukaraya, Kecamatan Pancurbatu, warga yang melihat mobil berkaca gelap, curiga.

Maklum, warga pernah kehilangan ternak. Kecurigaan warga menguat saat mobil tancap gas saat akan diberhentikan warga. Tak mau kehilangan buruan, warga langsung mengirimkan SMS dan menelepon warga lain di Desa Lau Bekeri dan desa lainnya. Mobil akhirnya berhasil dihentikan warga di Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, sekitar 6 km dari Desa Sukaraya.

Warga langsung melempari mobil. Tiga penumpangnya berhasil kabur. Info berkembang, seorang di antaranya oknum TNI. Sementara, dua lainnya berhasil diamankan. Usai dimassa, kedua pria itu dibakar hidup-hidup bersama mobil yang mereka gunakan.

Kekesalan warga beralasan karena selain pernah kehilangan ternak, sekira 2 sebelumnya, warga juga memergoki 3 pria mencuri baterai.
Kapolsek Pancur Batu Kompol Ruruh yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Bukan di wilayah saya. Memang benar. Dua orang tewas dibakar masa. Warga katanya curiga kalau mereka maling lembu. Mayat dua pria diboyong ke RSU Adam Malik dan satu tersangka berhasil diamankan di Polsekta Kutalimbaru agar tak diamuk massa,” kata Ruruh. (roy/joe/smg/mag-5)