Home Blog Page 13880

Festival Band Art Of Party Digelar di Medan

MEDAN- Art of Party menggelar even festival musik pencari bakat atau talenta kretif di Kota Medan. Kegiatan ini berhadiah total sebesar Rp99,9 juta.

“Kerinduan akan hadirnya band di industri musik nasional yang berasal dari Sumatera Utara yang merupakan ibu Kota Medan, adalah dahaga yang belum terpenuhi hingga saat ini, makanya kita gelar even ini,” kata Sumbaya selaku Even Organizer Anak Medan Production, kemarin.

Dijelaskannya, untuk melepas dahaga tersebut hadirlah Art Of Party  yang merupakan even festival musik atau band dalam rangka mencari bakat atau talenta kreatif di Sumatera Utara.

“Perhelatan yang disponsori Galan Mild ini didukung juga oleh ARKA Musik Indonesia, sebuah perusahaan rekaman/record label top di Indonesia yang dulunya bernama EMI Music International. ARKA juga menaungi band dan musisi papan atas Indonesia seperti, Dewa 19, Andra & The Backbone, Mulan Jameela dan  Audiojet,” jelasnya.

Dikatakannya, kompetisi atau festival band ini mengambil tajuk Create Your Own Style dengan membawakan lagu wajib ‘Semua Ada Seninya’ karya Audiojet yang dibawakan dengan aliran genre oleh setiap band atau grup masing-masing pendaftar.

Batas pendaftaran bagi band atau grup musik di studio musik di masing masing kota hingga tanggal 27 Februari 2012, dan khusus Medan, Berastagi, Kabanjahe, Pematang Siantar, Perdagangan/Simalungun, Sibolga, P. Sidimpuan pada tanggal 5 Maret 2012.

“Festival ini dilakukan secara bertahap mulai dari seleksi kota di studio musik, Audisi Regional, Semi Final bersama Andra and The Back Bone dan Tipe – X dan Final manggung bareng Slank, Maha Dewi, FDJ Delicious Devina dan Audiojet,” cetusnya.(*/adl)

Trofi Bukan Perdana Menteri

SILVIO Berlusconi kini bisa lebih fokus mengurusi AC Milan.  Itu karena sejak 16 November tahun lalu dia sudah melepaskan jabatannya sebagai perdana menteri (PM) Italia. Kehadiran Berlusconi jelas membawa semangat baru bagi skuadra Rossoneri, julukan Milan.
Sebab, bukan rahasia lagi kalau Berlusconi tidak memegang jabatan di pemerintahan, biasanya performa Milan malah hebat.  Sebaliknya, dalam tiga periode Berlusconi menjadi perdana menteri, Milan justru minim gelar.

Bandingkan saja, sejak mengambil alih Milan dari tangan Rosario Lo Verde pada 1986, atau saat Berlusconi menjabat sebagai perdana menteri, Milan hanya mampu mengemas tujuh trofi. Sementara, saat tidak menjabat, Milan justru mengoleksi 20 trofi.
Berlusconi dan Milan memang memiliki hubungan saling menguntungkan. (ham/bas/jpnn)

Inter Siapkan Lima Gelandang

Inter Milan vs Bologna

INTER-Dari 10 pertandingan terakhir kedua tim, Inter Milan sudah memenangkan sembilan kali pertandingan, satu kali seri atas Bologna. Pertandingan terakhir kedua tim berakhir dengan skor 1–3 untuk kemenangan Inter Milan.

Sedangkan dari 5 pertandingan terakhir Inter Milan, Inter Milan hanya dapat meraih satu kali seri, dan 4 kali  kalah. Pertandingan terakhir mereka, adalah 0–1 atas Novara.

Dalam laga melawan Bologna Sabtu (18/2) pukul 02.45 WIB lanjutan Serie A di San Siro, Pelatih Inter Milan Claudio Ranieri telah menentukan 20 pemain yang dimasukkan ke skuad Inter Milan. Di laga ini, Inter hanya punya lima gelandang.

Di lini belakang, bek veteran asal Argentina, Walter Samuel, dipastikan absen bersama rekrutan baru Fredy Guarin. Di tengah, dengan absennya Dejan Stankovic dan Ricardo Alvarez, berarti Nerazzurri hanya punya lima gelandang untuk laga ini.

Selain itu, kiper Julio Cesar, yang kondisinya sempat diragukan akibat cedera siku saat latihan, ternyata dibawa oleh Ranieri. Inter kini berada di peringkat 5, sedangkan Bologna terdampar di tangga ke-17.

Sementara itu, Bologna sendiri dalam lima kali pertandingan, mereka mendapatkan satu kemenangan, dan 4 kali seri.

Pertandingan terakhir mereka, saat ditahan imbang oleh Lecce dengan skor 0–0.  Bologna meraih 5 kemenangan, 7 kali  seri, dan 9 kali  kalah dari 21 pertandingan mereka. Dan dari 21 pertandingan tersebut, Bologna meraih 22 point yang menempatkan mereka diperingkat ke-17 Liga Italia.(net/jpnn)
Inter Milan sejauh ini sudah mencetak 34 gol dari 23 pertandingan terakhir mereka, sedangkan Bologna baru mencetak 18 gol dari 21 pertandingan terakhir mereka.

Selain itu, Inter Milan sendiri sudah kemasukkan 30 gol dari 23 pertandingan, sedangkan Bologna baru kemasukkan 26 gol dari 21 pertandingan terakhir mereka. Terakhir kali Bologna bisa menang atas Inter Milan terjadi pada 10 Februari 2002, saat itu Bologna menang dengan skor 2 – 1.(net/jpnn)

Tak Ada Judi Dam Batu di Pasar 12

Kami warga Pasar 12, tepatnya di Simpang 3 di depan kantor PP menyatakan SMS yang dikirim warga ke Sumut Pos dengan nomor 082164376xxx berisikan Yth Bapak Kapolresta, tolonglah kami para ibu-ibu di Pasar 12 sangat terganggu dengan adanya perjudian dam batu di warung Jamilah. Tepatnya di simpang 3 depan kantor PP, karena suami kami gak pernah pulang ke rumah di bawah jam 1 malam.  Atas perhatian Bapak Kapolresta yang baru ini kami para ibu-ibu mengucapkan trima kasih.

Merupakan kiriman orang tak bertanggungjawab. Hal itu sudah kami cek ke lokasi dan tak ada benar ada judi di warung tersebut. Terima kasih.

Warga Pasar 12 Marindal II

Bahayanya Memendam Emosi Negatif

Seseorang yang berbahagia dan suka tertawa cenderung lebih sehat. Sebaliknya, emosi yang sering tidak terkontrol sangat berdampak pada gangguan kesehatan. Terutama emosi yang sifatnya negatif, seperti perasaan menyesal, perasaan takut gagal, marah, galau, dan sebagainya.

Direktur Biro Psikologi Persona, Irna Minauli mengatakan seseorang yang emosi namun tidak dilampiaskan dengan baik,   dapat menurunkan daya tahan tubuh, mengacaukan nafas, menaikkan suhu tubuh, mengakibatkan depresi. Jika sudah semakin parah, akan menimbulkan berbagai penyakit.

“Mereka yang terbiasa memendam emosi negatif akan mudah terserang penyakit karena terbukti emosi negatif dapat menurunkan daya tahan tubuh. Bahkan para penderita kanker ditengarai banyak yang terbiasa memendam emosi negatif ini. Makanya berbahaya kalau kita memelihara kebencian, kemarahan, iri, cemburu dan kesedihan,” kata Irna, Kamis (16/2).

Pada wanita,  kata Irna, marah juga sangat dipengaruhi  oleh siklus hormonalnya sehingga emosinya jadi ikut terpengaruh. Misalnya ketika wanita mengalami PMS (premenstrual syndrome), sindrom menjelang menstruasi atau ketika menjelang menopause. Pada kondisi seperti itu, emosi wanita menjadi labil sehingga mereka mudah tersinggung, gampang marah dan menangis.

Sementara, pada pria, penyebab kemarahan lebih eksternal seperti pada kondisi-kondisi diluar dirinya yang dianggap mengganggu dirinya. Mulai dari ancaman terhadap keselamatan maupun harga dirinya.

‘’Tapi yang disayangkan banyak yang melampiaskan kemarahan dengan perbuatan yang tidak baik, apalagi pada laki-laki seperti minum-minuman keras, hingga melukai oranglain,” terangnya.

Menurut Irna, ada beberapa orang tampaknya sangat dipengaruhi oleh emosinya. Emosi itu sendiri ada yang positif maupun negatif.  “Emosi positif itu seperti senang, cinta, sayang. Sedangkan emosi negatif seperti marah, benci, dendam, iri, cemburu. Seseorang yang tidak dapat mengendalikan emosinya juga mengakibatkan relasinya dengan orang lain menjadi terganggu,” jelasnya.

Bahkan, tambahnya, emosi adalah sesuatu yang bersifat menular. “Emosi juga dapat menular lho, jadi, ketika seseorang sedang emosi, sebaiknya kita jangan dekat-dekat terutama kepada seseorang yang membawa emosi negatif seperti suka mengeluh, karena ini pasti akan ditularkan,” ucapnya.
Untuk itu, lanjut Irna, sebaiknya emosi harus disalurkan secara positif. “Misalnya kalau lagi sedih ya boleh menangis asal menangisnya tidak sampai mengganggu diri maupun lingkungannya.

Ditambahkannya, seseorang yang gampang marah akan mengalahkan inteligensinya. Biasanya orang-orang yang cerdas akan lebih hati-hati dalam menyalurkan kemarahannya.

“Seperti yang dikatakan Aristoteles, kita boleh marah asal dengan cara yang tepat, pada orang yang tepat, waktu yang tepat, tempat yang tepat,” urainya lagi.

Selain itu, marah juga, dapat membuat orang kehilangan kendali atas dirinya sehingga tidak dapat berpikir secara rasional.

“Banyak yang tidak menyadari bahwa kemarahan dapat menimbulkan luka psikis pada orang lain. Seperti peribahasa, we can forgive but we can’t forget. Kita dapat saja memaafkan orang lain tapi belum tentu kita dapat melupakan apa yang telah dilakukan orang tersebut,” ujarnya.  (mag-11)

Sampah di Jalan Letda Sujono Selalu Diangkut

MEDAN- Tumpukan sampah yang ada di Jalan Letda Sujono Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung, belum diangkat sampai sore hari hari. Padahal, sampah yang berada di pinggir jalan tersebut membuat warga sekita terganggu karena bau busuk dari sampah tersebut.

Pantauan wartawan koran ini, sampah tersebut berada di bak sampah.  Di dekat bak sampah itu tertulis imbauan agar membuang sampah mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 07.00. Sayangnya, baik  sampah pada siang hari masih bertumpuk dan belum diangkut.

”Sampah kadang-kadang sampai siang belum diangkat. Tapi kadang-kadang diangkat. Tapi beginilah, baunya busuk mengganggu kita,” ujar  Maria, salah satu pedagang yang berda di dekat lokasi bak sampah tersebut.

Camat Medan Tembung Hendra Asmilan mengatakan, sampah yang berada  di Jalan Letda Sujono Kelurahan Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung selalu diangkut, termasuk sampah di sepanjang Jalan Letda Sujono Medan Tembung.

“Sampah selalu diangkut pihak petugas kebersihan sampah dari kecamatan. Saya tak memungkiri kalau kadang-kadang petugas kebersihan lalai tidak mengangkutnya. Kita akan berkoordinasi lagi dengan petugas kebersihan kecamatan. Sebab, sampah sangat mengganggu kesehatan warga sekitar bila dibiarkan berhari-hari,” ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakatnya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Sebab, lanjutnya, tanggung jawab sampah dan menjaga kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat yang belum sadar pentingnya membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya. (omi)

Tiga Hari Sampah tak Diangkut

MEDAN- Tumpukan sampah yang berserakan di pasar  Sentosa Baru Jalan Gurilla Lingkungan Lima, Kelurahan Sei Kera Hilir Satu, membuat para masyarakat yang melintasinya merasa tidak enak mencium baunya.

“ Sudah tiga hari ini sampah yang berada di pasar terlihat banyak sekali. Sehingga  kapasitas tong sampah yang disediakan untuk tempat sampah tidak bisa lagi menampung tumpukan sampah,” ujar Armen, warga Jalan Gurilla pada wartawan koran ini, Kamis (16/2).

Menurut Armen,  bila tumpukan sampah yang berada di pasar Sentosa Baru tersebut juga merupakan sampah yang dibuang masyarakat sekitar. “Kalau saja setiap hari sampah tersebut diangkut dengan penangkutan kebersihan sampah, mungkin sampahnya tidak sampai menumpuk seperti ini,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan, Rina warga sekitar. Namun Rina mengaku mengetahui penyebab sampah tersebut tidak diangkut selama tiga hri. ”Saya dengar penyebabnya karena mobil pengangkut sampah sedang rusak. Makanya sampahnya bertumpukan dn tidak diangkut sudah tiga hari,” terangnya Rina.

Lurah Sei Kera Hilir 1 Nuhan Hasibuan mengatakan, sampah yang berserakan di Pajak tersebut bukan tanggung jawab pihak kelurahan. Melainkan tanggung Jawab dari pihak pengelola pajak Sentosa.

“Itu bukan hak kita, selaku kelurahan yang mengangkut sampah bertumpukan di  pasar Sentosa Baru. Tapi pihak kelurahan membantu bila diperlukan untuk mengangkut  sampah yang bertumpukan,” ujarnya.(omi)

Rp1,2 Triliun Mengalir hingga ke Kedai Tuak

Tersangka Dana Bansos Pemprovsu Segera Diumumkan

MEDAN-Kabar mengejutkan terungkap usai gelar perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) Pemprovsu 2009-2011. Selain nilainya menggelembung hingga Rp1,2 triliun, kedai tuak pun dikabarkan menerima ‘uang haram’ tersebut.

Setidaknya hal ini diungkapkan Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kasi Penkum Kejatisu) Marcos Simaremare SH MHum, usai gelar perkara kemarin.

“Dari gelar perkara yang dilakukan tim penyidik, ditemukan anggaran bantuan sosial atau dana hibah realisasi dan penerimaan pada tahun anggaran 2009-2011 yang disalurkan Biro Pembinaan Sosial (Binsos) Pemprovsu mencapai Rp1,2 triliun lebih,” terangnya, Kamis (16/2).

Dikatakan mengejutkan oleh Simaremare karena informasi dari Kejatisu sebelum dilakukan gelar perkara, kerugian negara hanya ratusan miliar saja. Penerima aliran ‘uang haram’ itu mulai pejabat tinggi di Pemprovsu, OKP, wartawan, hingga kedai tuak.

Soal kedai tuak, dibenarkan oleh seorang penyidik dari Kejatisu. “Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, ketika kita melakukan penyelidikan di lapangan siapa penerima aliran dana bansos atau dana hibah, kita menemukan alamat sekretariat lembaga yang menerima bantuan itu adalah kedai tuak dan tempat kos-kosan yang berada di daerah Padang Bulan,” ujar sumber itu.

Jadi, sambungnya lagi, banyak proposal fiktif yang dicairkan, namun kegiatan tidak ada. Begitu juga, banyak yayasan yang menerima bansos tapi alamat tidak jelas. “Kita juga banyak mengamankan proposal yang sudah dicairkan, jumlahnya mencapai ratusan, rata-rata proposal itu dalam rangka minta bantuan dana hibah. Nah, bagi si penerima akan kita panggil untuk segera mengembalikan dana itu, kalau tidak dikembalikan konsekuensinya akan kita jadikan tersangka,” tegas jaksa senior tersebut.

Selain itu, katanya, dari data di Kejatisu, Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho pun ikut menerima aliran dana Bansos sebesar Rp5 miliar. Dana itu dipergunakan Gatot untuk pembangunan asrama mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir. “Menurut peraturan perundang-undangan, dana yang bersumber dari APBD tidak boleh dibawa keluar negeri. Padahal ada dana yang sudah dihibahkan Kementerian Agama (Kemenag) RI sebesar Rp12 miliar untuk ke Mesir yang bersumber dari APBN,” ujar sumber tersebut.

Karena itu, menurut Simaremare, Kejatisu meningkatkan status kasus dugaan korupsi dana bansos Pemprovsu 2009-2011 dari penyelidikan ke penyidikan. Tersangka dalam kasus tersebut belum ditetapkan, namun Kejatisu telah mengantongi beberapa nama calon tersangka dalam kasus ini.
Simaremare mengatakan, Kejatisu mengimbau kepada seluruh kalangan masyarakat yang menerima aliran dana Bansos selama 2009-2011 untuk mengembalikannya ke kas negara. Kepada pihak-pihak yang tidak mengembalikan dana tersebut akan diambil tindakan tegas, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. “Bahkan sangat mungkin akan dijadikan tersangka,” tegasnya.

Penggunaan uang rakyat sebesar Rp1,2 triliun itu tidak sesuai peruntukan, dan melanggar peraturan yang berlaku. “Pada pelaksanaannya terdapat penyimpangan dengan beberapa modus, yakni proses penganggaran pada APBD yang tidak sesuai ketentuan, peraturan pemerintah dan peraturan daerah, penyalurannya tidak tepat sasaran, pemotongan bantuan yang disalurkan dan lain-lain,” tambahnya.

Simaremare kemudian merincikan anggaran dana Bansos yang diduga diselewengkan. Menurutnya pada 2009 jumlahnya mencapai Rp293,7 miliar, yang disalurkan Rp284,19 miliar. Untuk anggaran 2010 senilai Rp424,38 miliar yang disalurkan Rp348,1 miliar. Dan, untuk anggaran 2011 senilai Rp477,8 miliar, yang disalurkan Rp351,6 miliar.

Ditambahkannya, pada gelar perkara tersebut tim penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup. Karenanya penyidik meningkatkan status kasus tersebut ke tahap penyidikan. “Pihak-pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban pidana (tersangka, Red) adalah yang terlibat dalam proses penganggaran, proses penyaluran dan pihak penerima dana. Penyidikan ini akan melibatkan kejaksaan negeri se-Sumut sebagai tim penyidik, yakni kejaksaan negeri yang di wilayah hukumnya terdapat lembaga atau orang per orang yang terdaftar sebagai penerima aliran dana bansos atau dana hibah itu. Jadi tersangkanya segera kami umumkan,” tegasnya.

Simaremare juga menegaskan, penerima dana bantuan sosial dan dana hibah yang dananya dipotong atau diterima secara utuh, agar mengembalikannya pada negara melalui penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu. “Kami ulangi lagi, penerima aliran dana bansos atau dana hibah yang tidak

mengembalikan uang yang diterima, baik yang telah dipotong atau diterima secara utuh, akan dipertimbangkan untuk dijadikan tersangka,” tegasnya.
Sementara itu, sebelum dilakukan gelar perkara, dua hari sebelumnya Kejatisu melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap mantan Kepala Biro Keuangan, M Syafii, dari pagi hingga larut malam. Pekan sebelumnya, Syafii, pemilik Yayasan Pendidikan Syafiiyah ini juga diperiksa dari pagi hingga larut malam.

Dalam kasus ini penyidik Kejatisu telah memeriksa banyak saksi. Selain M Syafii, juga diperiksa mantan Kepala Biro Binsos Hasbullah Lubis, Kepala Biro Binsos Sakhira Zandi, Kepala Biro Keuangan M Sagala, mantan Kepala Biro Perlengkapan Bondaharo Siregar, dan puluhan pejabat lainnya. (rud)

Pemuda Pujakesuma Sumut Bentuk Kepengurusan

MEDAN-Pengurus Wilayah (PW) Pemuda Pujakesuma Sumut menargetkan terbentuknya kepengurusan di empat kabupaten/kota hingga akhir Februari ini.
“Insya Allah empat pengurus daerah (PD) terbentuk dalam bulan ini. Keempatnya adalah PD Pemuda Pujakesuma Kota Medan, Deliserdang, Langkat dan Sergai,” jelas Ketua PW Pemuda Pujakesuma Sumut, Danu Prayitno Siyo, SE, MM,  di Sekretariat PW Pujakesuma Sumut, Jalan T Amir Hamzah No 18 A-B, Medan, Kamis (16/2).

Untuk kepengurusan Kota Medan, Danu mengatakan sudah hampir rampung. Susunan personalia pun tinggal tahap finalisasi dan sedang digodok oleh Drs. Amran, selaku pemegang mandat.

Danu mengaku kalau kemarin menyerahkan mandat tertulis sebagai wujud legalitas pembentukan PD Pemuda Pujakesuma Deli Serdang kepada Ipda Feriawan SH, Rizal Fahmi dan Sudarto. “Ini penting untuk memperkuat konsolidasi harus sesering mungkin dilakukan koordinasi. Kita minta teman-teman di Deliserdang segera merampungkan susunan kepengurusan,” timpal Bobby usai penyerahan mandat.

Ke depan, segera setelah dilantik, Bobby menegaskan agar PD Pemuda Pujakesuma Deliserdang bisa merampungkan kepengurusan tingkat kecamatan hingga ranting (tingkat desa/kelurahan).

Dewa Laut Tidak Berkutik

PSMS vs Persisam

MEDAN-PSMS berhasil mengalahkan Persiram Raja Ampat dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan kompetisi ISL di Stadion Teladan, Kamis (16/2) malam. Gol satu-satunya tim berjuluk Ayam Kinantan ini dicetak gelandang PSMS Zulkarnain pada menit ke-52.

Selama 90 menit pertandingan berjalan, tak banyak peluang dihasilkan kedua tim. Di babak pertama praktis terhitung hanya ada tiga peluang yang dihasilkan PSMS dan tak satu pun oleh tim Dewa Laut, julukan Persiram.

Dan dua dari tiga peluang ini berasal dari tendangan bebas gelandang PSMS Alamsyah Nasution dan Luis Alejandro Pena. Masing-masing tendangan bebas tersebut dilakukan pada menit 5 dan 38. Namun, kedua tendangan masih melenceng ke kanan dan di atas mistar gawang.

Tak berbeda dengan babak pertama, babak kedua juga berjalan lamban dengan banyak melakukan kesalahan dan pelanggaran oleh pemain kedua tim. Pada menit ke-52 striker PSMS Yoseph Nico Ostanika mendapat peluang dengan melakukan tembakan langsung dan masih membentur tiang gawang. Namun, pantulan tersebut tepat jatuh ke kaki striker PSMS Zulkarnain, dan langsung melesakkan bola ke gawang yang dikawal Wempi Obure. Skor berubah 1-0.

Tepat dua menit setelah gol PSMS, Persiram membuahkan gol hasil dari kemelut di depan gawang yang dikawal Markus Haris Maulana. Namun, hakim garis menyatakan adanya pelanggaran yang dilakukan pemain Persiram kepada Markus sebelum striker Persiram Benson mengheading bola. Gol dianulir wasit pertandingan Djumadi Efendi. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah 1-0 untuk kemenangan PSMS.

Pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah mengaku kecewa keputusan wasit yang menganulir gol Benson. “Kita gak tau kenapa wasit menganulir gol itu. Padahal tak ada pelanggaran di sana,” kesalnya usai laga.

“Seharusnya pertandingan draw. Kami juga menargetkan seri di sini,” tambahnya.

Bambang juga mengaku permainan lamban yang dipraktikan anak-anak asuhannya merupakan bagian dari taktik dan strategi. “Sedikitnya serangan memang menjadi skema kami. Namun, itu juga tak berjalan sesuai skema karena dua pemain inti kita yang berposisi penyerang mengalami akumulasi kartu kuning. Jadi serangan yang dibangun putus di tengah lapangan,” paparnya.

Namun, ia mengaku pertandingan tersebut sangat kental dengan ciri khas permainan anak Medan dengan gaya rap-rapnya. “Sejak saya bermain di sini dulu, gaya ini masih kental. Namun, ini baru terlihat saat Suharto kembali melatih PSMS. Saya mengimbau agar Suharto meningkatkan lagi gaya rap-rap itu dengan baik,” ujar Bambang.

Sementara, pelatih PSMS Suharto AD mengaku pergantian strikernya Osas Saha merupakan keputusan mutlak dan suatu keharusan. “Ia patut diganti. Karena ia bermain di bawah performa terbaiknya. Dan ia terlihat banyak kehilangan konsentrasi,” tuturnya.

Mengenai kemenangan ini, Suharto mengaku senang. “Ke depan kita masih perlu pembenahan di finishing touch. Mengenai kemenangan ini bukan hanya merupakan kebahagiaan untuk saya, tapi untuk masyarakat Kota Medan yang sama-sama berdoa untuk kemenangan PSMS malam ini (16/2),” tegasnya.
Dari kemenangan ini PSMS beranjak lima tingkat ke posisi 13 dari posisi sebelumnya 16 klasemen sementara ISL dengan mengoleksi 13 poin. Hasil dari tiga kali kemenangan, empat kali seri dan empat kali kalah. (saz)