Home Blog Page 13885

Mulialah Orang yang Meniti Ibadah

Oleh:
Drs H Hasan Maksum Nasution SH SPdI MA

Sabda Nabi Saw; “Perhatikan. Sesungguhnya jalan menuju surga itu dikepung oleh kesukaran (hal-hal yang tidak menyenangkan), sementara jalan menuju neraka itu dikepung dengan kesenangan-kesenangan nafsu”. Dan sabda beliau lagi: “Perhatikan. Sesungguhnya jalan menuju surga itu penuh dengan tanjakan (kesukaran) sedangkan jalan menuju ke neraka itu, mudah dan penuh kesenangan syahwat”.

Ibadah merupakan jalan menuju kebahagiaan dan cara yang harus ditempuh untuk masuk surga. Karenanya, penciptaan manusia tiada lain hanyalah untuk beribadah, agar tercipta puncak kebahagiaan dan kenikmatan yang hakiki di sisi Allah. Jalan yang dilalui dalam beribadah mulai dari awal hingga yang akhir, dari tingkat terendah sampai tertinggi, yang menjadi harapan dan cita-cita bagi penempuhnya, ternyata jalan itu sangat sulit dan melelahkan, banyak tanjakan dan penuh risiko, nyaris terkepung rintangan dan tantangan, pembegal dan penjagal. Sementara di sisi lain, manusia sebagai penempuh jalan itu, sangatlah lemah, berumur pendek dan memiliki banyak keterbatasan, namun ia tetap dituntut untuk dapat melaluinya hingga lolos sampai dipuncak, meraih kesuksesan. Bila tidak, akan hancur, merintih pedih dalam kehinaan siksa yang tiada henti.

Merentas dan Mematahkan Hambatan

Bagaimana caranya merantas dan mematahkan hambatan dan kesulitan-kesulitan tersebut, hingga dapat meraih buah kesuksesan beribadah? Tahapan-tahapan yang mesti dilalui itu dalam pandangan sang maestro ada tujuh. Secara kronologis, tujuh tanjakan dan tahapan itu ialah, tahap ilmu dan ma’rifat, tahap taubat, tahap rintangan, tahap godaan, tahap motivator, tahapan penoda dan pencemar ibadah dan tahap puji dan syukur.

Allah Swt tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaNya. Jalan untuk menyembah dan beribadah kepadaNya, begitu jelas bagi orang yang memiliki kehendak dan ketetapan hati untuk menempuhnya, tetapi Allah berkuasa menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mengetahui terhadap orang-orang yang pantas mendapatkan petunjuk.

Sesungguhnya ibadah itu merupakan buah dari ilmu, kegunaan umum, menghasilkan kekuatan bagi seseorang hamba, harta perniagaan, para wali, jalan-jalan orang yang bertakwa, saham orang yang alim, profesi para pembesar dan pilihan orang-orang yang memiliki penglihatan. Ibadah juga adalah jalan menuju kebahagiaan dan cara yang harus ditempuh untuk masuk surga.

Bersamaan dengan itu, manusia merupakan makhluk yang lemah, sementara masa yang dilaluinya begitu sulit dan melelahkan, persoalan keagamaan menjadi semakin surut, kesempatan untuk merealisasikan komitmen keagamaan sangat sempit, umur begitu pendek, kesibukan sangat banyak dan menumpuk, juga kesempatan untuk beramal selalu saja terabaikan dan gegabah dalam menunaikannya. Padahal yang menilai, Maha Melihat. Karenanya, barang siapa yang memperoleh bekal ketaatan yang memadai, sungguh dialah orang yang beruntung dan mendapatkan kebahagiaan yang abadi, sepanjang masa selama-lamanya.

Sebaliknya, barangsiapa yang melewatkan kebaktian begitu saja, maka merugilah ia bersama orang-orang rugi. Binasalah ia bersama orang-orang yang binasa, karena ia menyia-nyiakan ibadah yang menjadi perintah Allah baginya. Maka jadilah ia berada dalam sebuah kondisi yang terekam oleh kebinasaan dan kerugian yang besar. Mulialah orang-orang yang bermaksud meniti ibadah, tapi sayang jumlahnya hanya sedikit dan mulialah orang-orang yang merambah dan menempuh jalan dan sangat sedikit di antara mereka yang konsisten dengan tujuan semula, sampai memperoleh apa yang dicita-citakan.

Gerakan Kesadaran Beribadah

Sesungguhnya, sesuatu yang pertama kali menggerakkan kesadaran seseorang untuk beribadah dan menempuh jalan secara murni dan ikhlas adalah adanya motivasi getaran samawiyah dari Allah Swt dan petunjuk secara khusus yang bersifat Ilahiyah.

Dalam surat Az-Zumar ayat 22 Allah berfirman: “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk menerima agama Islam, lalu ia mendapatkan cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang membatu hatinya). Dan juga Nabi Saw. mengisyaratkan melalui sabdanya: “Sesungguhnya cahaya, ketika telahmasuk ke dalam hati, maka hati menjadi luas dan lapang”.

Dengan demikian, seseorang perlu mengendalikannya dengan kendali takwa, agar keberadaan nafsu itu tetap ada, namun tunduk dan berguna bagi dirinya di dalam menjalankan kebaikan dan meraih petunjuk, juga dapat mencegah dan kebinasaan dan kehancuran. Karenanya, seseorang dituntut untuk dapat melewati tahapan ini dengan memohon pertolongan kepada Allah Swt dalam menghadapi hal tersebut.

Tahapan Capai Puncak Ibadah

Melalui karya tulis yang berjudul “Minhajul ‘Abidin” oleh Hujjatul Islam Imam al-Ghazali, mengupas tuntas sisi-sisi terdalam tahapan demi tahapan mencapai puncak ibadah, meraih kebahagiaan dan kenikmatan yang tertinggi.

Pencapaian tahap kema’rifatan dan ilmu yakin terhadap yang ghaib ini, mendoronya untuk berkhidmat, mengabdi dan beribadah dengan sepenuh hati kepada Sang Pemberi Kenikamatan yang selama ini ia cari. Setelah berada dalam kondisi kema’rifatan kepada Allah Swt ia berusaha keras untuk mengetahui apa yang menjadi keharusan baginya, hingga mengetahui kewajiban-kewajiban syariat secara lahir dan batin. Maka ia bangkit menyibukkan diri, memusatkan konsentrasi untuk menunaikan ibadah. Kondisi semacam ini banyak dialami manusia hingga ia berkata: “Bagaimana aku beribadah menghadap Allah, sementara aku adalah orang yang ceroboh dan masih berlumuran dengan dosa kemaksiatan. Maka adalah menjadi kewajiban bagiku terlebih dahulu untuk bertaubat kepadaNya, agar Ia mengampuni dosa-dosaku, membebaskan dari kekejian dan membersihkan aku dari kotoran-kotoran dosa kemaksiatan, sehingga aku dapat berkhidmat, beribadah, mendekatkan diri kepadaNya.

Dari sini sampailah ia pada tanjakan atau tahapan taubat, ketika ia berhasil melalui tahapan taubat secara benar, lalu berkhidmat memusatkan diri untuk beribadah, ternyata ia menjadi tahu, bahwa dirinya dikepung berbagai perlawanan dan rintangan yang memalingkannya dari tujuan ibadah, setelah dihormati, ternyata rintangan yang mengepung dan menghadangnya itu ada empat, yaitu: dunia, makhluk (manusia), syaitan dan nafsu.

Tanjakan atau tahapan rintangan, untuk dapat memastikan dapat lolos dari tahapan rintangan ini, hendaklah dihadapi empat perkara, yaitu: membebaskan diri dari kepentingan dunia, menyendiri, memerangi syaitan dan mengendalikan nafsu. Dengan demikian, maka seseorang perlu mengendalikannya dengan kendali takwa, agar keberadaan nafsu tetap ada, namun tunduk dan berguna bagi dirinya di dalam menjalankan kebaikan dan meraih petunjuk, juga dapat mencegah dari kebinasaan dan kehancuran, karenanya seseorang dituntut untuk dapat melewati tahapan ini dengan memohon pertolongan kepada Allah Swt dalam menghadapi hal tersebut.

Dalam menghadapi tahapan motivator, yang menghadapi seseorang yang sedang menempuh jalan ibadah, ia pun harus dapat melewatinya dengan dua perkara, dengan memohon taufik dan pertolongan dari Allah Swt yatu Raja’ dan Khauf. Ketika ia melewati tahapan ini, lalu kembali memusatkan orientasinya terhadap pelaksanaan ibadah. Dia tidak melihat adanya penghalang dan perintang yang merecokinya. Akhirnya dia dapat menunaikan ibadah dengan penuh kecintaan secara terus-menerus.

Namun dia melihat muncul dua bahaya besar yang akan merusak dan menghanguskan ibadahnya, yaitu Riya (keinginan untuk pamer dan mengharapkan popularitas) dan ‘Ujub (membanggakan diri dan sombong).

Akhirnya kita memohon kepada Allah Swt, kiranya Ia berkenan memberikan anugerah yang besar, karena hal ini tidaklah sulit bagi Allah untuk mewujudkannya. (*)

Penulis Dosen STAI Sumatera,
PTI Al-Hikmah dan STAI RA
Batangkuis.

Azarenka Melaju, Ivanovic Kandas

Qatar Ladies Open

DOHA- Unggulan teratas, Victoria Azarenka melewati laga pertamanya dengan mudah untuk lolos ke babak ketiga. Di partai lain, Ana Ivanovic dipaksa pulang lebih awal usai takluk dari petenis non unggulan.

Azarenka hanya kehilangan satu game saat menundukkan petenis Jerman, Mona Barthel 6-1 6-0 di babak kedua yang berakhir Kamis (16/2) dinihari WIB.
Kemenangan ini sekaligus menandai laga pertamanya sebagai petenis rangking satu dunia pasca memenangi titel grand slam di Australia Terbuka pada Januari lalu. Hasil sebaliknya diterima oleh Ivanovic. Petenis Serbia yang diunggulkan di tempat 13 itu menyerah straight set 4-6 4-6 dari Petra Cetkovska. Di laga selanjutnya, Cetkovska akan menghadapi unggulan tiga asal Australia, Samantha Stosur. Juara AS Terbuka ini sebelumnya meredam perlawanan Sorana Cirstea 6-4 7-6 (5).

Dua petenis unggulan, Francesca Schiavone dan Julia Goerges tereliminasi lebih awal. Schiavone, unggulan tujuh dikalahkan Yanina Wickmayer 6 (4)-7 4-6 sedangkan unggulan 16, Goerges ‘dikejutkan’ oleh petenis kualifikasi Varvara Lephencko 6(4)-7, 6(5)-7. Sebelumnya, saat pertandingan Rabu (15/2) malam WIB, para petenis unggulan mulai bertumbangan. Diantaranya dua mantan petenis rangking satu dunia, Jelena Jankovic dan Caroline Wozniacki yang langsung tersingkir usai melakoni laga pertamanya.

Memainkan pertandingan babak kedua yang berakhir Jankovic yang diunggulkan di tempat kedelapan menyerah dari petenis Israel, Shahar Peer dua set langsung 6(3)-7 2-6.

Hasil tidak kalah mengecewakan juga diterima Wozniacki, unggulan kedua. Petenis Denmark itu kalah tiga set dari petenis Ceko non unggulan, Lucie Safarova 6-4 4-6 6(3)-7.

Unggulan keenam sekaligus juara bertahan, Vera Zvonareva juga dipaksa pulang lebih cepat. Petenis Rusia itu mundur dalam kedudukan 5-7 2-3 saat melawan Monica Niculescu.(net/jpnn)

Sediakan 11 Kamar untuk Musafir

Masjid Al Amin Jalan Setia Budi Medan

Masjid Al Amin di Jalan Setia Budi Medan berdiri sejak 1960-an. Awalnya, masjid ini masih berstatus langgar bernama Taqwa. Namun kini, masjid ini berdiri megah dengan kubah mozaik emas. Bahkan, di masjid ini juga tersedia 11 kamar untuk para musafir.

Rahmat Sazaly Munthe, Medan

Tanah tempat berdirinya masjid ini dulunya merupakan tanah wakaf dari warga bernama H Sarpin Hasibuan, dengan luas tanah seukuran langgar, 10×10 meter. Saat itu, langgar ini masih terbuat dari dinding papan, beratapkan seng alakadarnya.

Untuk pertamakalinya, langgar ini berlokasi di simpang Jalan Dr Mansyur-Setia Budi Medan, tepatnya di pelataran parkir Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amalliyah saat ini. Sekitar 1982, seorang bernama H Abdul Muis memprakarsai renovasi bangunan langgar menjadi masjid dan bangunannya pun menjadi permanen.

Delapan tahun kemudian, tepatnya 1990, masjid ini pun berpindah tempat ke alamat yang sekarang. “Hal ini dikarenakan adanya pelebaran jalan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Dan Pemko mengganti rugi tanah tersebut dengan jumlah Rp20 juta,” ungkap Ketua Persatuan Tolong Menolong dan Kemalangan (PTMK) Masjid Al Amin H Syafaruddin, didampingi Arsitek Bangunan Masjid Al Amin H Sukijo, Kamis (16/2).

Setelah pemindahan lokasi masjid, Rp15 juta dari dana yang diterima dari Pemko Medan dialokasikan untuk membeli tanah di alamat masjid yang sekarang, yang dulunya adalah milik H Samiran. Dan mendapatkan tanah seluas 300 meter. “Sisanya untuk pembangunan Masjid Al Amin, yang masa itu masih dibangun dengan bangunan yang biasa atau yang lama,” ujar H Syafaruddin. Dan pada 1991, Masjid Al Amin diresmikan oleh Wali Kota Medan saat itu, Baharuddin Djafar.

Setelah itu, pada awal tahun 2000, luas masjid bertambah seiring dibelinya tanah seluas 130 meter ke arah belakang masjid. “Saat ini keseluruhan luas masjid berukuran lebih kurang 400-an meter,” jelas H Syafaruddin.

Selanjutnya, sambungkan H Sukijo, pada 2005 lalu, diprakarsai oleh dirinya sendiri, H Abdul Hamid dan masyarakat, masjid yang sekarang ini pun mulai dibangun. “Hingga saat ini masjid masih rampung sekitar 99 persen. Dan pada 2008 lalu masjid sudah dapat dipakai untuk melaksanakan salat wajib,” katanya.

Menurut H Sukijo, saat ini, di depan Masjid Al Amin direncanakan akan dibangun supermarket dan perpustakaan yang menyediakan buku-buku bacaan tentang keagamaan. “Di lantai dua, selain terdapat tempat untuk salat, kami juga membangun lima kamar, dan di lantai tiga enam kamar. Hal ini kami lakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para musafir baik dalam dan luar kota untuk singgah di masjid ini,” jelasnya.

Uniknya lagi, kubah dan menara dari Masjid Al Amin ini berwaran keemasan. “Ini kami dapat dari seorang donatur yang tak ingin disebutkan namanya. Ia mencontohkan warna masjid di Brunai Darussalam, dan lantas kami membangunnya. Dan semua bahan keramik dan mozaik berwarna emas tersebut merupakan sumbangan dari beliau,” tuturnya.

Kubah Masjid Al Amin ini juga mirip dengan Masjid Kubah Emas Depok Jakarta, dengan warnanya yang keemasan. Selain itu, empat menara yang dibangun juga tak lepas dari unsur manusia, yakni air, api, bumi dan angin. “Kalau Bahasa Jawanya, Dulur Papat Perkoro, banyu, geni, bumi dan angin,” kata H Sukijo.

Jika ditambah kubah inti masjid, maka melambangkan kewajiban salat lima waktu dan rukun Islam. “Dibangunnya empat menara ini juga diprakarsai oleh dua perwiridan, yakni PTMK Al Amin dan Rukun Amal Saleh (RAS) Masjid Al Amin,” terang H Syafaruddin.
Saat ini, Masjid Al Amin dapat menampung hingga 800-an jamaah. Selain itu, di Masjid Al Amin juga diadakan pengajian Al Quran bagi anak-anak ba’da Salat Maghrib, dan pengajian minggu kelima oleh perwiridan yang mengundang ustadz. (*)

Kontrak Schumi Bakal Diperpanjang

WESTFALEN– Kabar menggembirakan datang dari pembalap veteran Formula One (F1), Michael Schumacher. Ada beberapa kabar yang mengatakan bahwa musim ini bukan menjadi musim terakhir Shumi, panggilan akrab Schumacher.

Sebab seperti diberitakan Planet F1, pembalap Jerman tersebut akan disuguhkan kontrak baru dengan tim Mercedes GP. Rencananya CEO Daimler Dieter Zetsche bakal memperpanjang kontrak baru berdurasi setahu lagi kepada Schumi.

Pembalap yang telah berusia 43 tahun tersebut telah membuat progres bagus di awal musim ini. Dan bermain cukup lumayan di musim keduanya setelah Comeback dari masa pensiunnya.

“Dia akan tetap menjadi ikon Formula One,” singkat CEO Daimler Dieter Zetsche, seperti dilansir Planet F1, Kamis (16/2). Di musim depan dia akan mendapatkan gaji  7 juta euro pertahunnya.

Schumacer kembali ke dunia F1 pada musim 2012, setelah dia memutuskan pensiun pada musim 2006 lalu. Sebelum pensiun, Schumi telah meraih 7 kali juara dunia F1 dan mencatat berbagai rekor pribadi, di antaranya kemenangan race terbanyak, pemegang pole position terbanyak, dan peraih poin paling banyak.(net/jpnn)

Kelelahan dan Kurang Sabar

Adelaide United vs Persipura

ADELAIDE- Pupus sudah harapan Persipura Jayapura untuk bisa tampil di fase grup Liga Champion Asia (LCA). Tim mutiara hitam tersebut kalah 0-3 dari tuan rumah Adelaide dalam lga play off LCA di Hindmarsh Stadium, Adelaide, kemarin (16/2).

Gol-gol kemenangan tim tuan rumah dicetak Nigel Boogard pada menit ke-12,  Levchenko menit ke-57, dan Sergio Van Dijk pada menit ke-84. Sesuai regulasi AFC, playoff hanya mempertandingkan satu partai hidup mati.

Meski kalah, Persipura sebenarnya mampu memberikan perlawanan cukup saat awal-awal laga. Mereka langsung mengambil inisiatif serangan.
Keasyikan menyerang membuat tim Mutiara Hitam, kecolongan. Berawal dari sepak pojok hasil serangan yang digagalkan, Adelaide akhirnya sukses merobek gawang Persipura akibat pemain belakang salah antisipasi. Boogard yang tidak terjaga sukses memperdayai penjaga gawang Yoo Jae Hoon.
Tertinggal, Persipura mencoba membalas. Meski tidak mampu tampil dominan untuk mengurung pertahanan lawan, serangan-serangan Persipura sempat beberapa kali membahayakan gawang Adelaide yang dijaga Eugene Galekovic.

Memasuki babak kedua, Adelaide semakin menekan. Mereka melakukan perubahan strategi untuk bisa memperbesar margin kemenangan. Hasilnya, 12 menit babak kedua berjalan, Adelaide menggandakan keunggulan melalui Levchenko.

Ketinggalan dua gol, Persipura mulai bermain lebih sabar. Mereka mencoba menguasai bola lewat umpan-umpan pendek. Peluang matang Persipura lahir pada menit ke-71. Lukas Mandowen yang mampu melepaskan diri dari kawanlan bek lawan sukses melakukan tendangan dari dalam kotak penalti. Sayang, bola masih bisa ditangkap kiper Galekovic.

Nafsu besar untuk menyamakan kedudukan akhirnya harus dibayar mahal Persipura. Terlalu fokus menyerang, Adelaide berhasil melakukan serangan balik melalui sisi kanan pertahanan Persipura. Sergio Van Dijk yang tidak terjaga akhirnya berhasil  menceploskan bola setelah menerima umpan datar cukup matang dari sayap kirinya. Skor 0-3 tak berubah sampai peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini memang membuat pelatih Jacksen F Tiago kecewa. Tapi, dia tetap bangga dengan perjuangan anak didiknya yang terus menunjukkan motivasi tinggi meski dalam kondisi kelelahan. “Kami dalan kondisi lelah, tapi tetap mampu melakukan organisai permainan yang bagus di babak pertama,” ujar Jacksen seperti dikutip situs AFC.

Jacksen mengakui kualitas timnya memang masih kalah dengan Adelaide. Dia menganggap permainann juara A-League itu masih setingkat di atas klub yang dilatihnya. “Mereka adalah tim yang cukup bagus. Mereka akan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di LCA ini,” tandasnya.
Pelatih Adelaide United luciano Trani mengaku cukup senang karena mampu meraih hasil akhir yang bagus. Dia juga memuji permainan Persipura yang sempat membuat Adelaide keteteran. “Persipura tidak jelek, mereka juga mampu membuat peluang bagus,” jelasnya. (aam/ruk/jpnn)

SSB Kompas Siapkan Dua Tim

MEDAN- SSB Kesatuan Olahraga Medan Amplas Sekitar (Kompas) akan menurunkan dua tim dalam laga Festival Forum Komunikasi Pelatih Sumatera Utara (FKPSU) Seri-VII di Lapangan SSB Kompas Jalan Sisingamangaraja Gang Dame Leter U, Medan Amplas, Minggu (26/2).
“Dalam laga ini kita akan menerapkan sistem permainan dengan memperkuat posisi penyerang,” tutur Supra Wira Toyo Kepala Pelatih SSB Kompas kepada wartawan, Kamis (16/2).

Pelatih dengan sapaan Toyo itu menambahkan, SSB asuhannya akan berupaya mempertahankan gelar juara tiga seperti yang sudah diraih saat Festival FKPSU seri-VI lalu.  “Targetnya tidak harus juara, minimal mempertahankan saja sudah mantap,” ucapnya sambil tersenyum simpul.
Di tempat yang sama Irin, salah satu pendiri SSB Kompas mengatakan, awal mula SSB itu terbentuk atas inisiatif dia bersama Buyung dan Jamal. “Waktu itu banyak anak-anak sekitar Amplas bermain bola di jalan raya. Dari sinilah kita bentuk SSB,” ungkapnya. (mag-10)

Hadapi Madina Medan Jaya, Dua Bek PSDS Absen

LUBUKPAKAM- Dua bek traktor kuning julukan PSDS, bakal absen menghadapi Madina Medan Jaya, pada lanjutan kompetisi PSSI Divisi Satu Grup II Liga Indonesia 2011-2012, di Stadion Baharoeddin Siregar, Jumat (17/2), sekitar pukul 16.00 WIB.

Duo bek itu adalah Budi Setiawan posisi kiri dan Sandi Hadi Supena posisi tengah. Mereka berdua mengalami cedera ketika menghadap PSSA Asahan, Rabu (15/2).

Pelatih PSDS Dosman Sagala mengatakan untuk mengatasi absennya Budi Supena dan Busid Setiawan, dia menggantikannya dengan Rinaldo Surya dan Jefry yang selama ini sebagai pemain cadangan.

Pengamatan Sumut Pos di  Stadion Baharoeddin Siregar, Kamis (16/2), skuad PSDS saat latihan, Budi Setiawan posisi kiri dan Sandi Hadi Supena tidak diikutkan. Sementara pemain yang  lain berlatih dengan serius.

Barisan depan, Dosman masih mempecayahkan kepada dua straker PSDS, Ronal Sinaga dan Agung Surya Wardhana.
Bahkan kepada duo straker ini, diharapkan dapat memberi poin buat timnya.

“Kita akan ambil peluang main dengan Madina Medan Jaya. Kita kejar target posisi teratas pada putaran pertama ini, agar aman untuk putaran selanjutnya,” bilang Dosman.

Untuk posisi kiper dipercayakan kepada Zei Guntara yang sempat absen karena mengikuti ujian semester di kampusnya.
“Ujian semester uda usai, sekarang saya akan konsentrasi bertanding,” bilang mahasiswa Universitas Negeri Medan Jurusan Olahraga itu.(btr)

Riadi Ambil Bagian di Porcanas

MEDAN- Atlet atletik Sumut Riadi Sahputra optimis akan meraih prestasi dalam Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) Oktober mendatang di Riau.
“Saya tidak mau terpuruk dengan kondisi ini dan berharap menjadi motivator bagi orang yang mengalami kelemahan fisik,” tuturnya kepada wartawan usai latihan di Stadio Unimed (16/2).

Riadi menuturkan kelemahan yang dialaminya adalah kaki lemah akibat sejak berumur dua tahun jatuh dari gendongan kakak.
Akhirnya setelah tamat SMA, Riadi mengikuti pembinaan di Yayasan Panti Sosial Bina Daksa Kelurahan Lau Bakti Medan Tuntungan.
Berbagai prestasi sudah diraihnya, diantaranya tahun 2003 pada Kejuaraan Daerah (Kejurda-Sumut) Riadi mendapatkan medali perak nomor lempar cakram kelas 1 kg, lempar leming kelas 600 gram,  serta lempar peluru kelas 5 kg.(mag-10)

NPC Sumut Target 22 Emas

MEDAN- Cabang olahraga atletik binaan National Paralimpic Commite (NPC) Sumut memasang target 22 emas untuk PON Riau mendatang.
“Pengurus mengharapkan penambahan medali emas dari Porcanas Kalimantan Timur 2008,” tutur Yoseph Lumi, Kepala Pelatih Atletik kepada wartawan usai memimpin latihan di Stadion Unimed Medan, Rabu (15/2).

Untuk keseluruhan atlet atletik Sumut yang lolos Pra-Porcanas itu ada 20 orang, antara lain nomor lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru.
Sementara nomor lari dan lompat jarak jauh  Harjono Tarihoran, Super Benektus, Abdul Halim, Indra, Aspen, Suriani, Melly, Lidya, Septi Sumarni. (mag-10)

Road Show Bikin Heboh

Empat Sekolah Dikunjungi Sekaligus

MEDAN- Agenda Road Show Honda Development Basketball League (DBL) North Sumatera Series 2012, berakhir di empat sekolah sekaligus, Kamis (16/2) kemarin. Ke empat sekolah yang beruntung itu adalah Prime One School, Harapan Mandiri, SMAN 2 Medan, dan Methodist 2 Medan.

Seperti biasa, kehadiran kru DBL disambut antusias nan menghebohkan. Ratusan siswa plus guru tumpah ruah di halaman sekolah. Tak ketinggalan, berbagai aksi sekolah masing-masing ditampilkan di hadapan tim road show. Sudah barang tentu, utusan sekolah-sekolah tersebut sudah tak sabar ingin tampil di ajang DBL sesungguhnya yang akan dibuka Sabtu (18/2) di GOR Samudera Sport Club.

Pelatih Tim Basket Putra Prime One School, Andy mengaku senang sekolahnya disambangi tim road show. “Tentu saja kunjungan tim DBL ini merupakan hal positif untuk sekolah dan siswa. Kita bisa lebih tahu tentang DBL,” katanya.

Senada, pihak SMA Harapan Mandiri lewat Fauzi selaku pelatih gembira bisa ikut di even basket pelajar paling akbar di Indonesia ini. “Sebuah even basket terbesar dan sangat positif. Kami sudah kali ketiga ini ikut even akbar ini, dan tahun ini kami menarget hasil maksimal,” kata Fauzi.

Sementara dari pihak Honda yang diwakili Yudi mengaku kaget dengan antusiasme para siswa. “Sebenarnya sesuai agenda hanya dua sekolah yang akan dikunjungi. Tapi dua sekolah lagi minta dikunjungi juga, jadi sebenarnya ini dadakan tapi tetap sangat meriah,” katanya.

Heibertus Ariyanto Manager Branch Telkomsel Medan mengucapkan selamat bertandingan kepada kontestan. “Jungjung tinggi sportivitas bagi seluruh yang bertandingan. Bagi pengunjung even DBL juga jangan lewatkan kesempatan mendapatkan hadiah undian berupa tiga Ipad , dengan  hanya isi ulang pulsa Rp20 ribu,” katanya.  (ful/saz)