27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 13885

Performa Bayern Menurun

MUNCHEN- Penampilan yang ditunjukkan Bayern Munchen pada akhir-akhir boborok. Mario Gomez mengakui performa menurun Bayern sebagai akibat dari tekanan untuk terus menang.

Di awal musim, Bayern tampil cemerlang sehingga diyakini akan mampu merebut kembali takhta juara Bundesliga. Namun setelah pergantian tahun FC Hollywood justru tampil inkonsisten.

Hanya dua kemenangan saja yang mampu dipetik oleh skuad besutan Jupp Heynckes dalam lima pertandingan liga terakhirnya. Kekalahan 0-2 dari Bayer Leverkusen bikin Bayern kini tertinggal tujuh angka dari Borussia Dortmund di puncak klasemen.
Gomez mengakui bahwa tuntutan untuk menang berpengaruh besar pada penampilan timnya. Bayern malah menjadi gugup dan tidak aman sehingga hasil yang didapat pun jauh dari yang diharapkan.

“Kami tidak mendapat keberuntungan dan determinasi di depan gawang. Di belakang, ada ketidaksabaran. Kami ingin menang dan kami tahu kami butuh menang. Tapi ketika kami berlaga malah mendapatkan masalah,” ungkap Gomez kepada Bild.

“Karena tekanan untuk selalu menang, kami jadi gugup dan tidak aman. Seharusnya ini tidak terjadi pada kami. Tapi ketika itu terjadi, kami tidak lagi bermain dengan disiplin, kami tidak lagi kompak dan kami tidak menunggu lawan membuat kesalahan lagi,” katanya.
Heynckes dipandang sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas serangkaian hasil mengecewakan itu. Gomez menunjukkan dukungannya terhadap pelatihnya itu.

“Melihat pertandingan babak pertama di Leverkusen, Anda tidak bisa bilang dengan serius bahwa pelatih tidak mampu mengontrol kami,” lanjut Gomez.
“Setiap pemain harus menunjukkan penampilan terbaiknya. Untuk tim, semuanya seharusnya mengkritik dirinya sendiri,” katanya. (net/jpnn)

Tesser Kembali Latih Novara

NOVARA- Pecat memecat pelatih kembali terjadi. Rabu dini hari (7/3)  Novara memecat Emiliano Mondonico sebagai pelatih. Sebagai penggantinya menejemen menunjuk kembali Attilio Tesser.

“Novara Calcio mengonfirmasi telah memutus hubungan profesional dengan Emiliano Mondonico. Novara ingin mengucapkan terima kasih padanya atas waktunya bersama klub dan di waktu bersamaan, mengumumkan kembalinya Attilio Tesser ke bangku cadangan,” sebut pernyataan klub, Rabu (7/3).

Menariknya, Tesser merupakan pelatih Novara sebelum digantikan Mondonico pada Januari lalu. Tesser akan kembali menangani Novara hanya 36 hari setelah dipecat. Ujian pertama Tesser akan terjadi akhir pekan ini saat bertanding melawan Udinese.
“Saya percaya Novara bisa selamat dari degradasi. Jika tidak, maka akan sia-sia saja saya kembali ke sini. Saya tahu ini sulit, tapi adalah tugas kami untuk tetap percaya dan fokus dari satu laga ke laga berikutnya,” tegas Tesser.

Tesser sendiri membuka jalan kepada Mondonico pada 30 Januari, di saat klub tersebut terpuruk di dasar klasemen.
Namun, meski berhasil mengalahkan Inter Milan di San Siro, Mondonico harus membayar laju raihan lima poin dari enam pertandingan sejak ia menjadi pelatih.

Kendati dirinya mampu mengangkat Novara dari dasar klasemen, namun mereka terpaut 12 poin dari zona aman, dengan musim kompetisi yang masih menyisakan 12 pertandingan lagi.

Banyak pihak merasa bahwa pemecatan Tesser dulunya merupakan hal yang kejam, sebab ia telah membawa Novara promosi ke Serie A, yang merupakan penampilan perdana klub tersebut di kasta tertinggi sepak bola Italia pada 55 tahun terakhir.

Novara bergabung dengan Cagliari dan Palermo, sebagai klub yang telah memecat dua pelatih pada musim ini.
Cagliari memecat Roberto Donadoni pada masa pra musim, sementara Palermo mendepak Stefano Pioli juga sebelum liga Italia dimulai, namun setelah klub Sisilia tersebut tersingkir di Liga Europa. Donadoni sekarang melatih Parma, sementara Pioli menangani Bologna. (net/jpnn)

Pilgubsu ‘Picu’ Deteriorasi Lingkungan Hidup

Oleh:Dede Prabowo Wiguna, SPd

Setiap kali ada even atau agenda pemilu, selalu yang dikorbankan adalah lingkungan. Walhasil, lingkungan menjadi rusak dan praktis menimbulkan efek negatif. Tidak terkecuali agenda lima tahunan yang sedang dinantinantikan oleh masyarakat Sumatera Utara yaitu Pilgubsu (Maret 2013). Menjelang pilgubsu periode 2013-2018, beragam cara dilakukan masing-masing Cagub untuk menang baik yang dari jalur independen maupun dari parpol. Dan kampanye politik merupakan sarana atau cara yang digunakan untuk menang disetiap event pemilu.

Memang sich, sebagai negara demokrasi pilgub menjadi agenda ‘wajib’ tiap-tiap provinsi untuk memilih secara langsung pemimpin idaman. Pemimpin yang diidamidamkan membawa perubahan sesuai janji dan embel-embel kampanye di belakangnya. Janji kampanye tentunya adalah program-program yang memberikan harapan bagi rakyat. Janji yang penuh “hiasan” kata-kata, seolah membius hati rakyat. Sehingga, nanti ketika hari ‘H’ rakyat memilih dirinya.

Politik Kotor
Di setiap pentas demokrasi seperti pilgubsu bukan hanya money politik (politik uang) saja yang dikatakan politik kotor, tetapi model kampanye yang tidak sesuai aturan juga merupakan politik kotor. Melakukan cara-cara yang “tidak halal” hanya untuk memenangkan pertarungan atau kompetisi politik.

Dalam konteks pilgubsu ada beberapa catatan yang menjadi sorotan terkait lingkungan hidup. Ketika cagubsu melakukan kampanye politik, sering kali memicu deteriorasi (proses perusakan) lingkungan hidup. Sebagai contoh, Pertama: kampanye yang dilakukan secara masif biasanya dengan cara kampanye akbar di lapangan terbuka.

Tentu masyarakat akan terpusat dan berkumpul untuk mendengarkan janji kampanye maupun ‘ocehan’ masing-masing Cagubsu. Setelah selesai, tak enak dipandang mata sampah berserakan dimana-mana sehingga material sampah menyebabkan lingkungan hidup menjadi tercemar.

Kedua: pemasangan spanduk, poster, pamflet, dan sebagainya itu di paku ke pohon-pohon atau tumbuhan. Kampanye ini dikategorikan perusakan lingkungan. Jika pohon tersebut bisa berkata maka kemungkinannya pohon itu akan mengatakan “sakit! Jangan kau rusak tubuh ku..Sebab, tumbuhan itu adalah bagian dari biosfera dan tergolong mahluk hidup untuk menyeimbangkan ekosistem.

Ketiga: masih teringat di benak kita, yang sering dilakukan setiap pilgubsu yaitu konvoi. Model kampanye ini selalu menggunakan kendaraan roda empat (mobil, bus, angkot) dan roda dua (sepeda motor) dimana kampanye seperti ini telah menambah banyak sekali emisi dan karbon dioksida (CO2) sehingga dapat mengakibatkan polusi udara.

Keempat: penggunaan materi-materi kampanye lainnya yang dapat menyebabkan pemborosan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Misalnya penggunaan kayu, bambu, plastik, kertas, dan sebagainya dimana setelah selesai kampanye dibuang begitu saja dan selalu berserakan. Padahal, sumber daya itu masih bermanfaat untuk keperluan yang lainnya.

Bentuk atau model kampanye politik seperti itu disebut sebagai pemicu kemunduran bahkan perusakan lingkungan hidup (deteriorasi). Hal ini telah melanggar program-program lingkungan hidup. Sebab, target dari program lingkungan hidup secara umumnya adalah berdasarkan hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan diselenggarakan di Johannesburg, Afrika Selatan pada tanggal 26 Agustus–4 September 2002 dan kemudian dilanjutkan di Konferensi Tingkat Tinggi Indonesia untuk pembangunan berkelanjutan (Indonesian Summit on Sustainable Development).

Dalam konferensi ini dibahas tentang masalah mendesak yang dihadapi Indonesia dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Masalah mendesak di Indonesia terkait lingkungan hidup pada point (d) dinyatakan bahwa “Perlindungan sumber daya alam dan lingkungan (tata ruang dan pengendalian pencemaran).”

Antisipasi Kerusakan
Efek negatif dari kampanye politik memang tak terhindarkan. Namun, ada beberapa rekomendasi untuk mengantisipasi atau mengurangi kerusakan lingkungan hidup yang disebabkan kampanye politik menjelang Pilgubsu. Sebagaimana amanat UU Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Pasal 6) menyatakan bahwa poin (1) Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan, point (2) Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup.

Berdasarkan pada UU lingkungan hidup tersebut, maka untuk mengantisipasi deteriorasi lingkungan hidup langkah yang harus dilakukan adalah pertama, dengan penuh kesadaran secara individu masyarakat harus berpartisipasi aktif membuang sampah pada tempatnya ketika selesai kampanye politik terbuka, mencegah apabila ada anggota tim sukses dari masing-masing cagub yang mencoba pemasangan spanduk atau poster ke pohon-pohon, dan tidak ikut-ikutan konvoi. Konvoi dapat dibolehkan apabila menggunakan sepeda untuk mengurangi emisi.

Kedua, KPU (Komisi pemilihan Umum) sebagai lembaga yang memiliki kewenangan untuk meloloskan Cagubsu harus benar-benar membuat komitmen dan kesepakatan berupa kontrak tentang pelarangan model kampanye yang dapat merusak lingkungan. Sebagai contoh, KPU harus membuat aturan penyediaan tempat sampah di lapangan kampanye terbuka, selanjutnya ketika awal dan akhir kampanye terbuka pihak tim sukses masing-masing Cagubsu harus menginstruksikan kepada masyarakat peserta kampanye agar menjaga lingkungan di tempat kampanye dengan membuang sampah makanan dan sebagainya ketempat sampah yang telah disediakan. Berikutnya konvoi boleh dilakukan hanya dengan sepeda.

Sebab, jika menggunakan kendaraan yang ber-emisi akan menimbulkan polutan. Dan seperti yang telah disinggung sebelumnya, KPU juga harus membuat aturan tentang penggunaan materi (bahan-bahan) kampanye seperti kayu, bambu, kertas, dsb untuk melakukan penghematan sumber daya alam.

Ketiga, sebagai instrument negara Bawaslu berkerja sama atau berkoordinasi dengan KPU, BLH (Badan Lingkungan Hidup), dan lembaga-lembaga sosial yang bergerak di bidang lingkungan untuk benar-benar mengawasi, men-tertibkan, sampai kepada pemberian sanksi tegas berupa pembatalan pencalonan kepada Cagubsu yang ditemukan melanggar UU Lingkungan Hidup serta sesuai kesepakatan dan kontrak dengan KPU.

Penutup
Pilgubsu yang demokratis dan Jurdil (jujur dan adil) menjadi harapan masyarakat Sumatera Utara. Tetapi, faktanya tidak seperti itu. Model kampanye pragmatis dan kotor masih sering dilakukan. Program lingkungan hidup Cagubsu ketika kampanye kontradiksi dengan praktek kampanye. Oleh sebab itu, semua lapisan masyarakat dan stake holder pilgub harus bersama-sama meningkatkan fungsi pengawasan (social control) terhadap praktek kampanye. Jangan memilih Cagubsu yang masih menggunakan cara-cara kotor alias “haram” hanya untuk memenangkan pilgubsu.

Caranya saja sudah salah, apalagi setelah menang nanti. Janji dan program sudah pasti terabaikan. Jiwa ksatria adalah apabila menang dan kalah secara terhormat dengan mengikuti aturan dan prosedur kampanye. Biarlah semuanya masyarakat yang menilai. Sebab, Demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Semoga pilgubsu berlangsung dengan lancar.***

Penulis adalah Pemerhati Lingkungan Hidup dan Alumni Jurusan Pendidikan Geografi Unimed

Andik Bawa Garuda ke Final

Piala Sultan Hassanal Bolkiah 2012

BANDAR SERI BEGAWAN- Timnas Indonesia U-21 berhasil menjejakkan kaki di babak final Piala Sultan Hassanal Bolkiah. Di semifinal, Andik Vermansyah dkk. mengalahkan Vietnam dengan skor 2-0.

Berduel di Sultan Hassanal Bolkiah Stadium, Bandar Seri Begawan, Rabu (7/3) sore WIB, Indonesia unggul 1-0 di babak pertama.
Tampil dengan kekuatan terbaik, Timnas U-21 bermain penuh determinasi di awal babak pertama. Meski begitu, tim besutan Widodo Cahyono Putro itu sempat kesulitan menembus ketatnya pertahanan Vietnam di awal pertandingan.

Gol yang ditunggu-tunggu Timnas U-21 akhirnya datang pada menit ke-37. Adalah pemain Persebaya Surabaya, Miko Ardianto, yang membawa Timnas U-21 unggul. Keunggulan 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga jeda babak pertama.

Di babak kedua, Indonesia sukses menggandakan keunggulan pada menit ke-70 melalui kapten Andik Vermansyah. Ini adalah gol kelima Andik di ajang Hassanal Bolkiah Trophy 2012. Hingga akhir pertandingan tidak ada gol lagi yang tercipta, dan Timnas U-21 pun menang 2-0. Sementara pemain Vietnam mengeluarkan 3 kartu kuning.

Pelatih Timnas Widodo Cahyono Putro mengatakan permaian anak asuhnya sudah bangus.  “Kunci kemenangan karena anak-anak melaksanakan instruksi pelatih. Sebelum pertandingan, saya meminta mereka untuk menguasai lini tengah dan memperkuat lini belakang. Vietnam tak boleh leluasa di tengah,” tutur Widodo kepada para wartawan usai pertandingan.

Widodo nampaknya enggan terhanyut dalam euforia berlebihan karena lolos ke babak final. Pelatih asal Cilacap yang memulai karier di klub Warna Agung ini meminta timnya tidak terlalu jumawa, serta mengharapkan doa dan dukungan rakyat Indonesia.

“Untuk ke depan, semangat ini harus tetap dijaga. Kita berharap kondisi tak drop. Boleh gembira tetapi tetap injak bumi. Kami juga berharap doa dan dukungan rakyat Indonesia,” tandasnya.

Lawan Indonesia di babak final nanti hingga kini belum diketahui. Pasalnya laga semifinal antara Brunei Darusallam melawan Myanmar belum dimainkan. (bbs/jpnn)

Ujian City

Sporting Lisbon v Man City

LISBON-Manchester City saat ini telah menjelma menjadi salah satu kekuatan yang paling menakutkan di ajang Premier League. Namun begitu, untuk berjaya di kancah Europa League, Roberto Mancini, tactician Manchester City jangan dulu berbusung dada.
Kekalahan bisa saja dialami tim berjuluk The Cotizens itu saat mereka melawat ke Stadion José Alvalade, Lisbon, dini hari nanti.

Saat ini Sporting menempati peringkat keempat di klasemen sementara Liga Portugal. Tim ini melangkah ke babak 16 besar Liga Europa setelah di babak 32 besar menang agregat 3-2 atas Lagia Warsawa.
“Kami bisa melangkah hingga sejauh ini karena kerja keras yang telah kami lakukan. Kami tak ingin ini berakhir sia-sia,” bilang Domingos Paciencia, tactician Sporting.

Sayangnya, menatap laga ini Sporting bakal kehilangan striker Ricky van Wolfswinkel serta Elias yang sedang menjalani sanksi. “Akan sulit tanpa mereka. Tapi saya yakin, dengan dukungan fans kami bisa meraih kemenangan,” bilang Piacienca lagi.

Sementara itu di kubu The Citizens nuansa optimis mewarnai tim besutan Roberto Mancini usai meraih kemenangan 2-0 atas Bolton Wandereres  akhir pekan lalu, sehingga tampuk klasemen Premier League tidak berpindah ke tangan seterunya Manchester Unitied.
“Kemenangan itu berarti banyak bagi tim ini. Kami bisa benar-benar fokus melawat ke Lisbon. Kami ingin meraih kemenangan ketujuh secara beruntun,” bilang Mancio, tactician Manchester City.

Memang, selepas  Januari lalu pasukan Roberto Mancini sukses meraih enam kemenangan secara beruntun. Tak sampai di situ, lima dari enam kemenangan tadi The Citizens sukses melakukan clean sheet alias tak kebobolan satu gol pun.

“Kenapa saya yakin jika kami mampu mengalahkan mereka (Sporting)? Sebelum ini kami juga telah mengalahkan tim asal Portugal lainnya (Porto) dengan agregat 6-1. Jadi tak ada alasan kami harus kalah dari mereka,” tambah Mancio lagi.
Untuk komposisi pemain, Mancio tak terlalu risau karena sejumlah pemain pilarnya seperti David Silva dan Sergio Aguero pada akhir pekan lalu diistirahatkan.

Selain keduanya, Mancio pun bisa memaksimalkan kerja Kolo Toure yang kemungkinan besar mengisi sektor kanan garis tengah permainan pasca cederanya  Pablo Zabaleta dan Micah Richards. (jun)

Waspadai Keputihan

Deteksi Gejala Kanker Leher Rahim

Bagi wanita berumur 35-55 tahun harus waspada pada kanker jenis ini. Sebab kanker ini meyerang wanita dengan batas usia tersebut. Kanker leher rahim atau lebih dikenal kanker serviks merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam leher ramih (serviks), alat reproduksi perempuan yang letaknya paling dekat dengan liang senggama.

Alat reproduksi wanita sendiri  terdiri dari beberapa bagian, yaitu mulai dari indung telur (ovarium), saluran telur (tuba), rahim (uterus), leher rahim (serviks), vagina dan kemaluan (vulva).

“Kanker leher rahim merupakan satu – satunya kanker yang bisa dicegah atau diobati 100 persen kesembuhannya, namun  pada stadium dini,” kata dr Sri Rezeki Arbaningsih, SpP pada seminar kesehatan yang diadakan oleh Pimpinan Nasyiyatul ‘Aisyiyah Kota Medan.

Sri menambahkan,  keganasan terjadi pada usia 35-55 tahun, jarang di bawah 20 tahun. Namun, pada stadium dini kanker ini tidak memiliki gejala. Stadium dini dapat dideteksi dengan pemeriksaan pap smear.

Menurut Sri, ada beberapa gejala kanker leher rahim. Jika sudah pada posisi stadium kanker,  akan terjadi perdarahan (ringan dan pasca sanggama), keputihan yang tidak kunjung sembuh walaupun sudah diobati dengan obat keputihan, bau busuk, seperti nanah, warna semu merah karena bercampur darah. Kemudian nyeri pada panggul, anuria (tidak bisa BAK).  Untuk stadium pra-kanker,lanjutnya  tidak ada gejala.

Sementara itu, faktor resiko dari kanker leher rahim bisa dari berbagai faktor. Yaitu adanya aktivitas seksual pada usia di bawah 18 tahun, sering berganti pasangan seksual.  Kemudian ibu yang melahirkan banyak anak, kurang kebersihan alat kelamin, sering infeksi di daerah kelamin (PMS), merokok,  dan polusi.  “Kita bisa melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan beberapa cara. Yaitu pap smear, IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat), servikografi,  gineskopi,  kolposkopi,  test DNA HPV, pap net, thin prep, dan biopsy,” ungkap Sri lagi.

Sementara itu, kata Sri, penanganan dari kanker leher rahim sendiri  tergantung pada stadium dan kondisi pasien. Bisa melalui terapi seperti operasi, radiasi, kemoterapi.

Adapun upaya pencegahan kanker yang disarankan oleh Sri yaitu, gaya hidup sehat dapat mencegah timbulnya kanker. Antara lain, menikah atau berhubungan seksual di atas usia 20 tahun,  tidak berganti-ganti pasangan, gunakan kondom untuk hubungan seksual yang berisiko, banyak konsumsi makanan bergizi & mengurangi makanan berlemak, dibakar  (hangus) dan makanan yang diawetkan.

Kemudian, menghentikan kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, melakukan olahraga secara teratur dan konsisten, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Diperkirakan, 80 persen kasus penyakit kanker leher rahim di negara berkembang, dan Indonesia menyumbangkan 26,4 persen untuk jenis penyakit ini, sementara untuk keseluruhan jenis kanker Indonesia menyumbangkan sebesar 34 persen,” pungkasnya. (ila)

Saatnya Perempuan Membina Jaringan

Hari Perempuan Internasional atau Woman Day yang ke-101 yang jatuh pada hari ini (8/3)  Maret  hendaknya dijadikan momen menyadari betapa besar kemajuan yang telah dicapai kaum perempuan diseluruh dunia.

Saat perempuan membuat kemajuan, maka negara tersebut juga membuat kemajuan. Sejumlah penelitian menunjukkan investasi terhadap perempuan berhubungan positif dengan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan.

Namun demikian, saat ini perlakuan yang tidak merata terhadap perempuan masih saja terjadi.  Potensi-potensi besar yang dimiliki kaum perempuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, kemakmuran, kemajuan sosial, perdamaian dan pemerintahan yang baik masih belum tersentuh di berbagai wilayah dunia termasuk Sumatera Utara.
Upaya-upaya pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan masih belum optimal.

Bahkan,   tingkat kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat hingga 100 persen. Jenis kekerasan yang paling banyak yaitu secara seksual. Mayoritas korbannya masih dibawah umur. Sementara itu keterwakilan perempuan dalam parlemen belum terlihat signifikant. Kedudukan perempuan sebagai penentu keputusan juga masih rendah, begitu pula akses perempuan terhadap sumber daya.

Untuk itu, tambah Vita, saatnya perempuan membina jaringan, menyusun strategi dan bergerak. Harapan saya kaum perempuan dapat meneruskan cita-cita pejuang perempuan terdahulu. Perempuan juga harus meningkatkan kreatifitasnya, agar tidak tertinggal dari kaum pria.

Dalam peringatan Hari Perempuan Internasional ini, kami  mengadakan rangkaian kegiatan Jalan Sehat dengan Tema Kesehatan untuk Kaum Perempuan yang berlangsung pada 11 Maret 2012 mendatang dengan titik kumpul di Taman Beringin. Kegiatan ini juga akan diisi dengan acara diskusi mengenai perempuan. Kita harapkan perempuan untuk ikut serta pada acara puncak ini.

Vita Lestari Nasution
Sekretaris KPU (Komisi Pemilihan Umum) Sumut

Buruh PT SSKA Mogok Kerja

LUBUKPAKAM- Sekira 40 orang Buruh Harian Lepas (BHL) PT Sinar Surya Kencana Abadi (SSKA) menggelar mogok kerja, Rabu (7/3) sekira pukul 09.00 WIB.

Aksi mogok kerja dilakukan dengan cara berkumpul di depan pabrik yang berlokasi di Jalan Sei Blumai Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang.

Kordinator aksi, S Kamal, menyayangkan sikap PT SSKA yang menghalang-halangi serta mengintimidasi buruh untuk berserikat, bahkan buruh yang sudah bergabung dalam serikat pekerja diminta mengundurkan diri.
Tindakan itu tentu melanggar ketentuan UU RI No 21 Tahun 2000. Akibat pelarangan itu, telah menelan korban dengan di PHK-nya seorang BHL bernama Siddiq.

Disebutkan, Siddiq enggan menjalankan perintah perusahaan untuk berhenti bergabung dalam serikat pekerja. Tetapi pihak perusahaan memecat Siddiq karena merokok di area produksi. “Sampai saat ini alasan PHK Siddiq tak jelas, karena tidak ditemukan bukti atas tuduhan itu,” sebutnya.

BHL ini juga mengaku, tidak diberikan cuti dalam kurun waktu 2011 oleh pihak perusahaan.(btr)

Sampah di Pasar Sukaramai

MEDAN-Sampah di Pasar Sukaramai Kelurahan Sukaramai Kecamatan Medan Area ditangani khusus dari pagi hingga malam hari. Itu diberlakukan mengingat banyaknya sampah di Pasar Sukaramai.  “Pagi kita mengangkut sampah mulai pukul 07.00 WIB, kemudiaan siang hari pukul 13.000 WIB, serta malam hari mulai pukul 20.00 WIB,” kata Camat Medan Area, Khoiruddin Rangkuti SE, S.Sos kepada wartawan Sumut Pos di ruang kerjanya Jalan Rahmadsyah Medan, Selasa (28/2).

Mobil Dinas Kebersihan digunakan sebagai sarana transportasi untuk mengangkut sampah dan untuk patroli kebersihan. Dinas Kebersihan ini dibantu petugas kebersihan dari Pasukan Melati. “Untuk Pasukan Melati bekerja mulai pukul 06.00 WIB membersihkan Pasar Sukaramai,” terangnya.

Disamping tumpukan yang ada di Pasar Sukaramai, kata Khoiruddin,  juga memberikan perlakuan khusus bagi Kelurahan Sukaramai dengan cara mengangkut sampah yang ada di Gang Langgar.

“ Kalau untuk Gang Langgar telah dilakukan sebelumnya pada tanggal 4 Februari 2012 lalu, di mana kita melakukan pengangkatan sampah dari selokan drainesa, sehingga drainase berjalan lancar dan tidak banjir,” jelasnya.
Khoiruddin juga berharap kepada warganya agar tidak membuang sampah sembarangan, seperti membuang sampah ke lahan kosong atau drainase.

“Mari kita menjaga kelestarian dan keindahan Kecamatan Medan Area ini, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” serunya.(omi)

Kenaikan BBM dan TDL Ditentang Masyarakat Sumut

Poldasu Simulasi Huru-hara

MEDAN- Rencana pemerintah pusat untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan Bahan Bakar Minyak (BBM), terus menuai kontroversi dan penentangan, termasuk di Sumatera Utara (Sumut).
Penentangan tersebut dilakukan warga dengan menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan, Rabu (7/3).

Puluhan massa yang tergabung dalam Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Sumatera Utara, dengan tegas menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM dan TDL, karena akan semakin memberatkan ekonomi rakyat Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) SRMI Sumut, Rahmad Dian Harahap, dalam orasinya mengatakan, kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) semakin mengecewakan terlebih dengan adanya rencana kenaikan TDL dan BBM pada April mendatang.
“Rencana kenaikan ini semakin mempertegas kinerja pemerintahan SBY mengecewakan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, mengantisipasi gejolak  aksi massa yang berujung anarkis pada kenaikan BBM, Poldasu menggelar simulasi anti huru hara Rabu (7/3) kemarin.  Simulasi anti hura-hara  dilakukan di dua lokasi berbeda,  yakni halaman Mapoldasu dan Mapolresta Medan. (ari/mag-5)