Home Blog Page 13892

Pemko Siapkan Anggaran Hidran

Pemadam Kebakaran Suplai Air dari Kantor

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap siap menyediakan anggaran untuk hidran di Kota Medan, sebagai pendukung mengantisipasi peristiwa kebakaran yang belakangan ini sering terjadi.

“Kalau memang Pemko Medan yang harus menyediakan anggaran untuk itu, tidak ada masalah. Karena semua itu diperlukan untuk bisa bertindak cepat dalam mengantisipasi kebakaran,” kata Rahudman.

di sela-sela acara pameran otomotif, di Jalan Kapten Maulana Lubis, Rabu (15/2) siang.

Menurutnya, PDAM Tirtanadi punya kewajiban dengan Wali Kota Medan karena salah satu watertres di kawasan Belawan dikelola oleh PDAM Tirtanadi. Untuk itu, Rahudman meminta agar titik hydrant yang ada di Kota Medan harus dapat berfungsi dengan baik.

“Jangan ada titik hydrant yang tersumbat, semua harus berjalan dengan bagus. Memang selama ini masih banyak hydrant di Kota Medan yang rusak, namun kemarin PDAM Tirtanadi sudah memperbaikinya,” jelasnya.

Dikatakannya, Pemko Medan sudah melalukan kordinasi dengan PDAM Tirtanadi untuk memperbaiki hydrant yang tidak berfungsi.
“Sekarang masih ada yang tidak berfungsi dengan baik, tapi sedang dikordinasikan dengan PDAM Tirtanadi agar semua  hydrant difugsikan kembali,” ucapnya.

Kepala Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (P2K), Marihot Tampubolon mengatakan hydrant yang ada di Medan ini masih sangat minim mengakibatkan petugas pemadam sulit untuk mendapatkan akses air, sehingga kalau terjadi kebakaran, petugas kebakaran terpaksa harus kembali ke kantor P2K untuk menyuplai air.

“Hydrant yang ada di Medan itu hanya 30 persen yang bagus. Kondisi ini jelas sangat menyulitkan bagi kita untuk mengantisipasi kebakaran. Kalau hydrant tidak tersedia dengan baik di daerah lokasi kebakaran, maka akses air terpaksa kita ambil kembali dari kantor dan itu memakan waktu, dan terkadang mengakibatkan api yang sudah mereda kembali membesar, inilah yang sering kami alami,” kata Marihot.

Marihot sangat mengharapkan agar PDAM Tirtanadi dapat melakukan perawatan hydrant secara berkala, dengan begitu maka akan sangat memudahkan petugas pemadam kebakaran dalam mengantisipasi kebakaran membesar.

Sebelumnya, Kepala Bidang Publikasi PDAM Tirtanadi Medan, Jumirin menjelaskan dari 150 jumlah hydrant di Medan yang berfungsi dengan baik hanya 91 unit.

“Hydrant kita memang hanya 150, yang aktif 91 unit. Kita berupaya untuk melakukan pengadaannya tapi terganjal kepada anggaran sebab untuk pengadaan hydrant ini membutuhkan biaya yang banyak,” kata Jumirin.Berdasarkan data dari PDAM Tirtanadi ketersediaan hydrant di Medan sebanyak 91 itu ada di Medan Denai 8 unit, di Medan Kota 25 unit, Delitua sebanyak 6 unit, Sei Agul sebanyak 4 unit, Belawan 1 unit. Amplas sebanyak 2 unit. Selain itu di kawasan Diski sebanyak 11 unit, Sunggal sebanyak 8 unit, Tuasan 5 unit, Cemara sebanyak 6 unit, HM Yamin sebanyak 5 unit, Padang Bulan 6 unit dan di kawasan Medan Labuhan sebanyak 4 unit.

Dijelaskan Jumirin, untuk melakukan pengadaan satu unit hydrant membutuhkan biaya hingga Rp43 juta. “Satu unit hydrant itu harganya Rp9,5 juta tapi untuk satu set yang lengkap bisa mencapai Rp43 juta. Selama ini kita juga terus melakukan perawatan setiap bulannya. Dan sering mengganti gate valve atau tutup yang biayanya juga tinggi sekitar Rp1 juta per satu gate valve,” terang Jumirin.

Jumirin mengatakan, kalau gate valve tidak diganti, maka akan terjadi kebocoran yang merugikan bagi PDAM. “Selama ini kita terus melakukan monitor terhadap hydrant yang ada di Medan, kalau gate valve nya rusak maka kita ganti, perawatan tetap kita lakukan,” kata Jumirin.
Disinggung soal minimnya hydrant yang tersedia hanya 150 dan bahkan yang aktif hanya 91 unit, Jumirin menyebutkan untuk pengadaan hydrant memang pihaknya masih terganjal kepada anggaran yang ada. (adl)

Denada Melepas Masa Lajang

Ingin Buru-buru Hamil

Pasangan Denada Tambunan (33) & Jerry Aurum telah resmi menikah di Bali, Rabu (15/2) pagi. Tiga adat yang berbeda yakni Jawa, Islam dan Cina memakai acara pernikahan tersebut.

“Kalau kemarin pakai adat Jawa, kalau tadi Islam, nah nanti pakai adat Cina,” ungkap Emilia Contesa, ibunda Denada.
Di acara itu, Denada juga akan mendapat angpao dari para keluarga. Namun, ternyata ada permintaan khusus dari pelantun ‘Kujelang Hari’ itu.
“Lucu banget, Dena maunya setiap orang yang ngasih angpao harus angka sembilan. Saya juga nggak tahu kenapa, padahal dulu Dena sukanya angka delapan,” ujarnya.

Pernikahan keduanya memang tertutup bagi awak media. Bahkan, acara tersebut diketahui ketika Jerry memajang foto pernikahannya di Twitter.
“Ladies n gentlemen, may we present you.. Mr. & Mrs. Jerry Aurum ;)” tulis Jerry dalam akunnya.
Setelah menikah, pemilik nama asli Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan itu ingin buru-buru hamil dan menimang buah cintanya dengan sang suami, Jerry Aurum.

Tidak hanya Denada yang ingin segera punya anak. Sang ibunda Emilia Contessa juga sudah tidak sabar untuk menggendong cucu.
“Saya sudah bilang sama dia, bulan depan harus isi atau bulan depannya lagi, jangan ditunda-tunda. Dan dia juga bilang, iya, Ma sudah nggak sabar mau buru-buru hamil’,” ujar Emilia.

Tak tanggung-tanggung Denada siap punya anak banyak. Ia ingin memiliki keluarga yang ramai. “Maunya banyak, katanya biar ramai,” jelas Emilia bahagia. (yla/mmu/dtc)

Bekas Taman Ria Layak Jadi Gedung Baru DPRD

Polemik pemindahan gedung baru DPRD Medan belum juga tuntas. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Sekretaris Fraksi Partai Damai Sejahtera (F-PDS) DPRD Medan, Budiman Panjaitan.

Dimana lokasi yang cocok untuk gedung baru?

Yang sangat cocok lahan eks Taman Ria yang merupakan milik Pemko Medan.

Apa pendapat Anda soal rehab?
Jika wacana itu terwujud maka hal tersebut dapat semakin mengefisiensikan penggunaan anggaran. Artinya, anggaran untuk pindah dan sewa kantor sementara DPRD Medan dapat tersimpan. Sebab, selama proses pembangunan gedung baru berlangsung di eks lahan Taman Ria aktifitas DPRD Medan masih bisa dilaksanakan di kantor yang sekarang. Jadi, efesiensi anggaran dan waktu pun dapat dilakukan.

Apa keuntungan bagi Pemko Medan?
Jika kantor baru DPRD Medan di lahan eks Taman Ria, maka hal ini tentu juga akan semakin menambah aset Pemko Medan. Dimana kantor lama DPRD Medan bisa dijadikan untuk kantor lain dan kantor baru DPRD Medan menjadi aset baru. Artinya, ada upaya penambahan aset. Bukan malah sebaliknya ada upaya untuk pelepasan atau menjual aset.

Apa yang Anda lakukan?
Anggota DPRD Medan akan berkordinasi dulu dengan pimpinan dewan dan pimpinan alat kelengkapan dewan serta pihak-pihak terkait. Secara pribadi, saya menilai sebuah wacana yang bagus.(*)

Kerasukan, Siswi PKL di PN Medan Pingsan

MEDAN-Ruang Bidang Perdata pengurusan akta kelahiran mendadak heboh. Pasalnya, seorang siswi SMK swasta APIPSU, Tika (17) yang sedang melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) tiba-tiba kerasukan Rabu (15/2).

Tika yang saat itu sedang melaksanakan PKL di ruangan perdata tiba-tiba saja jatuh dan tidak sadarkan diri dibarengi kerasukan.
Berdasarkan informasi yang didapat dari salah seorang staf di bidang Perdata PN Medan, sebelum kejadian Tika terlihat sibuk membantu pengurusan surat-surat akte kelahiran milik masyarakat. Namun tiba-tiba Tika  mendadak pingsan dan berteriak.

Kejadian itu membuat seluruh staf pegawai dan masyarakat di PN Medan menjadi kaget. Beberapa staf Pengadilan Negeri Medan langsung memberikan pertolongan pada Tika.

“Kami juga kurang tahu dia kenapa. Tiba-tiba dia jatuh pingsan. Terus dia teriak-teriak,” jelas rekan korban yang juga siswi PKL yang terlihat sibuk membantu rekannya yang kerasukan.

Berdasarkan keterangan, Tika melihat makhluk halus di ruang perdata PN Medan, sehingga tiba-tiba syok dan langsung jatuh pingsan.
“Tadi katanya dia melihat roh halus. Makanya dia langsung pingsan,” terang seorang staf pengadilan.
Setelah hampir satu jam mengalami kerasukan, akhirnya Tika berhasil sadar berkat bantuan dari beberapa staf yang melakukan pertolongan.(rud)

Syahrini, Kekasih Jauh di Seberang Lautan

Syahrini akhirnya buka suara mengenai hubungan asmaranya. Penyanyi sensasional itu mengaku saat ini sudah punya pacar. Dia tinggal jauh di seberang lautan. Wah, siapa?

Pelantun ‘Kau yang Memilih Aku’ itu masih malu-malu membeberkan identitas sang kekasih. Ia hanya membenarkan bahwa dirinya kini sudah punya kekasih.

“Yang pasti jauh di seberang lautan,” ujarnya penuh teka-teki saat ditemui di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (14/2).
“Dia wiraswasta, yang jelas lebih dari apa yang saya inginkan,” tambahnya tanpa memperjelas teka-teki sebelumnya.
Wanita asal Sukabumi itu menegaskan, hubungannya dengan sang kekasih berjalan serius. Ketika ditanya kapan akan menikah, Syahrini menjawab dengan diplomatis.

“Doakan saja semoga dilancarkan, amin. Semoga jodohnya memang tahun ini,” doanya. (fk/mmu/dtc)

Digigit Anjing Kakek

Rian Marbun (12), warga Jalan Gurila Medan harus menjalani perawatan intensif di instalasi gawat darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan, Selasa (14/2) sore 17.00n WIB. Pasalnya, Rian digigit anjing milik kakeknya.

Pengakuan orangtua Rian, Tumbur Marbun, orangtuanya baru saja membeli anjing dari daerah Tembung. Ayahnya lupa mengikatnya. Rian yang sedang melintas dari depan rumah kakeknya tiba-tiba saja menerkam Rian dan menggigitnya.

Spontan saja Rian berteriak. Untung dia berhasil mengusir anjing milik ayahnya itu. Selanjutnya Rian pun dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan.
“Padahal sudah kami suruh supaya diikat. Jika sudah begini mau dibilang apa lagi,” kata Tumbur.

Tumbur mengaku tak tahu apakah anjing yang baru dibeli bapaknya itu sudah disuntik rabies atau belum.
Rian mengalami luka robek di pipi sebelah kiri dan terpaksa dijahit. (jon)

Kami tak Tahan Kutipan Naik 100 Persen

Puluhan Pedagang Helvetia Mengamuk

MEDAN-Puluhan pedagang Pasar Helvetia yang berjualan berada di Jalan Dahlia Raya, Medan Helvetia mengamuk di pasar tradisional tersebut, Rabu (15/2). Mereka menolak kenaikan kutipan uang jaga malam yang dinaikkan oleh pihak pengelola keamanan.

Pedagang sempat adu mulut  dengan petugas pengutipan retribusi jaga malam.  Seorang pedagang Riris br Simanjuntak kepada Sumut Pos mengatakan mereka tidak terima dengan kenaikan retribusi jaga malam dari Rp1.000 per malam menjadi Rp4.000 per malam. Apalagi kenaikan itu terkesan tiba-tiba dan tanpa adanya pemberitahuan yang jelas. Ririsw mengaku hal itu memberatkan pedagang mengingat situasi pasar sepi. “Kami pedagang tidak dikasih tahu, tiba-tiba naik saja uang jaga malam, seharusnya dimusyawarahkan dulu,” kata Riris.

Pengakuan Riris pengutipan retribusi yang dilakukan oleh petugas kerap dibarengi ancaman,  “Orang itu mengutip sambil ngancam, katanya kalo nggak dibayar kami disuruh pindah atau barang tidak aman,” terang pedagang pakaian itu.

Sementara perwakilan pedagang Pasar Helvetia Medan juga mengadukan nasibnya ke anggota DPRD Medan, Rabu (15/2) siang.
Direktur Perusahaan Daerah Medan, Benny Sihotang mengatakan kalau kenaikan kutipan retribusi itu memang benar. “ Benar itu, seperti diketahui tarif pembayaran ke PLN sudah naik. Sudah berapa lama naik tapi belum dinaikkan retribusi ke pedagang, kenaikan retribusi itu sesuai dengan  tarif PLN,” kata Benny.(adl/gus)

Dewi Persik Dituntut 6 Bulan Penjara

Sidang kasus cakar-cakaran Dewi Persik dan Julia Perez kembali digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dewi Persik pun dijatuhi tuntutan 6 bulan penjara.

Dengan muka tertegun Dewi menerima apa yang dibacakan oleh JPU. “Ya kalau memang sudah dituntut mau bagaimana,” ujarnya pasrah saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (15/2).

Selain pasrah, Dewi juga tampak lega. Maklum, kasusnya dengan Julia Perez itu memang sudah bergulir di pengadilan cukup lama. Lebih dari setahun harus dilewati sebelum akhirnya sampai pada tuntutan hari ini.

Dewi Persik dan Julia Perez berseteru sebagai buntut dari adegan film yang mereka bintangi ‘Arwah Goyang Karawang’ yang sekarang kemudian berganti menjadi ‘Arwah Goyang Jupe-Depe’. (wes/mmu/dtc)

Kasek SDN060942 Titipapan Membantah Coreng Nama Sekolah

MEDAN LABUHAN-Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri  No 060942 Titi Papan Drs Sudarno MS MM membantah tudingan yang mengatakan dirinya telah mencoreng dunia pendidikan, karena menyelewengkan dana BOS dari tahun 2007 sampai 2011, korupsi dan pungli terhadap orangtua murid.
“Semua berita itu tidak benar dan bohong,” katanya.

Drs Sudarno MS MM sudah membuat laporan dan pertanggungjawaban dana BOS setiap tri wulan, tiap semester atau tiap tahun dan telah dilaporkan ke dinas pendidikan dan telah diperiksa oleh tim monitoring dan juga diberi pengarahan oleh tim inspektorat atau BPK.
Sudarno juga membantah melakukan pungli terhadap orangtua murid, karena sebelumnya telah diambil kebijakan melalui rapat dengan orangtua murid dan komite sekolah.

“Untuk memajukan sekolah kita perlu membeli sarana dan prasarana yang belum terpenuhi oleh dana BOS, seperti tenis meja, lapangan voli dan lapangan basket dan juga untuk tambahan gaji guru honor. Dengan keputusan yang kami edarkan setiap murid dikenakan dana komite Rp5.000 per bulan bagi yang mampu. Bagi yang tidak mampu atau miskin gratis,” katanya.

Keputusan ini, sambungnya, sudah berjalan 3 bulan dan uang yang sudah terkumpul oleh bendahara komite berjumlah Rp3. 776.000. Dana tersebut disarankan oleh Sudarno melalui masukan dan saran dari KUPT Medan Deli Bapak Drs Imran Safei MPd, untuk dikembalikan dan sudah dikembalikan oleh bendahara komite melalui wali kelas masing-masing, melalui proses sejak tanggal 4 Februari 2012.(rel)

Lakalantas, 2 Tewas 3 Kritis

MEDAN-Dua kecelakaan lalulintas terjadi di Jalan Lima Tahunan, Desa Bagan Percut dan Jalan Cemara, Medan Tembung, Selasa (14/2) sekira pukul 21.00 WIB. Akibatnya, dua tewas dan tiga orang kritis. Kedua korban tewas masing-masing Andrian Syahputra (17), warga Dusun XVII, Desa Bagan Percut, dan Mahdian Pohan (45), warga Jalan Cemara Medan Tembung.

Sedangkan tiga korban kritis masing-masing Misdianto (32), Irwansyah (23), warga Desa Bagan Percut dan Ricky (24), warga Jalan Metal Medan Deli.
Aiptu Supriyanto, petugas Pos Lantas Polsek Percut Seituan menyebutkan, jenazah kedua korban sudah diambil oleh pihak keluarganya sedangkan tiga lagi masih dirawat di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan.(gus)