26 C
Medan
Friday, January 30, 2026
Home Blog Page 13895

4 Rumah Karyawan PTPN IV Terbakar, Petugas Pemadam Diejek

SIANTAR- Ratusan warga Kampung Darasi Nagori Parbalokan Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun mengejek kedatangan armada pemadam kebakaran. Hal itu diakibatkan warga kesal, setelah empat rumah milik karyawan PTPN IV Kebun Marihat sudah rata dengan tanah baru armada pemadam kebakaran datang.

Insiden tersebut terjadi, Senin (30/1) sekira pukul 10.45 WIB. Beruntung, rumah yang sudah rata dengan tanah tersebut tak berakibat terhadap korban jiwa, hanya harta benda yang tak bisa diselamatkan.

Amatan di lokasi kejadian, kedatangan armada pemadam kebakaran tidak bermanfaat karena api kehadirannya saat api sudah nyaris padam. Hal itu pula yang membuat warga bersorak dan mengejek petugas pemadam kebakaran Pemkab Simalungun.   Sumber api mulai menjalar ke empat rumah tersebut bermula dari dapur rumah yang dihuni,  Tumijah (44)  yang bergandengan rumah Susi (38). Seperi diutarakan, Susi (38).

“Saya berteriak kebakaran, apinya bersumber dari rumah di sebelah saya yaitu rumah Tumijah, saat itulah saya keluar dan api terus membesar membakar rumah kami,” ujar Susi.

Sedangkan Tumijah saat berada di lokasi membantah dirinya lalai mematikan api kompor, sebab saat itu seperti biasa ditinggal setelah keadaan rumah aman. Namun, belum mengetahui pasti keterangan putrinya, Heni (22) yang saat itu belakangan ke luar rumah. Heni sendiri kerja di satu perusahaan di Kota Pematangsiantar yang jaraknya kurang lebih 10 Km.

Wakapolsek Tanah Jawa, AKP Hendrik Sinaga menegaskan Hasil keterangan saksi, sumber api dari dapur rumah Tumijah. Barang bukti kompor sudah diamankan (mag-5/smg)

Fee Penyaluran Migor Disetor ke Pemprovsu

MEDAN- Dua terdakwa penyaluran minyak goreng (migor) subsidi untuk keluarga kurang mampu di Kabupaten Batubara kembali menjalin persidangan. Pada kesempatan itu terungkap, hasil penyelewengan anggaran disalurkan ke sejumlah pejabat Pemprovsu dan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Kedua terdakwa yang hadir yakni mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Batubara, Mengadar Marpaung dan Direktur UD Sahabat Sejati Sumardi.

Terdakwa tersebut disidangkan secara bersamaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Medan, Senin (30/1). Dihadapan Ketua majelis hakim, Denin Lumbantobing dan Jaksa Penuntut Umum, Netti Silaen.

Netti menyatakan, terdakwa Sumardi tidak menyalurkan migor subsidi tersebut ke 7 kecamatan di Kabupaten Batubara tak sesuai prosedur yang ada, akibatnya ditemukan kerugian negara.

Ungkapan tersebut, diakui Sumardi. Dia menyebutkan, dirinya terlibat menyalurkan migor tahap dua dan tiga. Dalam pendistribusiannya, migor seharusnya disalurkan sebanyak 261.740 liter kepada masyarakat di Kabupaten Batubara.

Tapi, dia menyebutkan, sebagai pihak ketiga dari Disperindag Kabupaten Batubara, dirinya bertugas menyalurkan migor sebanyak 50.273 liter. Hal tersebut diakibatkan harga migor dari pabrik mengalami penurunan. Sedangkan, Juli hingga Agustus harga minyak goreng di pabrik dihargai sebesar Rp11 ribu, tapi pada bulan September harganya sudah turun menjadi Rp7 ribu.

“Tujuan program penyaluran minyak goreng bermanfaat untuk menstabilkan harga, jika harga stabil tak mungkin lagi disalurkan. Karena rekanan bisa termakan harga modal sebab kami beli Rp11 ribu per liternya,” ujarnya.

Dia mengatakan, migor yang disalurkan ke warga tersebut didapatkan dari Edi Wijaya seorang pengusaha migor di Kota Medan. Sementara itu, pihaknya hanya menunggu di Kabupaten Batubara. Tapi, sistemnya dalam pengadaan migor itu, uang harus dibayarkan terlebih dahulu. Kemudian, Disperindag baru membeli migor untuk segera disalurkan.

“Saya memang ada pegang uang Rp200 juta lebih, tapi uang setiap hasil penjualan migor subsidi dibagi-bagikan ke Pemprovsu, jumlahnya sekitar Rp157 juta dan dana itu diserahkan ke Benny Samosir untuk fee ke pejabat Pemprovsu di Disperindag Sumut,” katanya.

Sementara itu terdakwa Mangadar Marpaung, mengaku harga migor bersubsdi tersebut dijual kepada warga kurang mampu sebesar Rp2.500 per liter. Migor subsidi ini disalurkan  oleh dua rekanan, pada tahap pertama yakni pada 2007 disalurkan oleh Koperasi Sawit Sejahtera dan sifatnya penunjukkan langsung tanpa melalui verifikasi.

Sedangkan untuk pembayarannya, sebutnya dibayarkan langsung oleh Pemprovsu melalui Disperindag Sumut.

“Saya tidak tahu mulainya, berarti saya ditokohi dalam pelaksanannya tidak saya, namun penandatangan tetap dilakukan. Pencairan uang juga tidak mempunyai berita acara, dokumen lain juga tidak ada tapi uangnya cair,” sebutnya yang duduk di sebelah Sumardi.

Dia juga mengakui, dirinya tidak ada menerima apapun, baik itu uang ataupun minyak goreng. Tapi, secara pribadi menitipkan uang sebesar Rp30 juta diserahkan ke Sumardi. Uang tersebut sebenarnya untuk menutupi kekurangan pembayaran uang migor.

Lebih lanjut, dia menyebutkan ada uang sebesar Rp75 juta yang diserahkan Sumardi kepadanya, dan uang tersebut sebagai fee. Tapi, uangnya sudah dikembalikan ke Sumardi.

“Saya ada memang menyerahkan uang ke penyidik jaksa sebesar Rp30 juta,” sebutnya.(rud)

Peringati Hari Gizi, Pelajar SD Minum Susu Gratis

SERGAI-  Puluhan pelajar  kelas I hingga kelas VI Sekolah Dasar (SD) Pesantren Al Washliyah di Dusun II, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah minum susu kemasan gratis bersama.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional. Susu tersebut disalurkan atas bantuan Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Shadana) Sumut dan DPC Gerindra Sergai, Senin (30/1).

Ketua DPC Gerindra Sergai, Budy SE mengatakan bantuan susu kemasan dalam upaya memperingati hari Gizi Nasional sebagai wujud untuk menindak lanjuti revolusi putih, yang dicanangkan DPP Gerindra oleh H Prabowo Subianto.

“Di dalam susu terdapat kandungan asupan protein, vitamin, dan kalsium  yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tubuh khususnya anak usia dini termasuk juga pelajar tingkat SD,” katanya didampingi, Bendahara Dedy Irwansyah SPdI dan  Wakil Ketua, Supianto.

Kepala Sekolah SD Pesantren Al Wasliyah, Fahrur Effendi SPdI menyambut positif kegiatan yang digagas anggota DPRD Sergai, Budy SE. (mag-16)
Kiranya dapat dilaksanakan rutinitas setiap tahunnya.

“Mengingat susu termasuk kebutuhan penting dalam perkembangan tubuh, seperti slogan empat sehat lima sempurna yaitu susu,” tambahnya didampingi didampingi pengajar, Taufik Akbar dan Daswatul Hikmah. (mag-16)

Satpam Tidur, Mio Digondol Maling

TEBING TINGGI-  Seorang pekerja roti Kacang di Kompleks Perumahan Citra Harapan, Jalan Sisingamangeraja, Kota Tebing Tinggi, Thio Bum Chei (52) warga Jalan Sudirman, Pajak Mini, kehilangan sepeda motor Yamaha Mio warna merah BK 6027 VAG.

Nasib naas buruh pabrik roti itu, Senin (30/1) sekira pukul 11.30 WIB. Ketika itu, korban hendak istirahat makan siang. Tiba-tiba, sepeda motor yang biasanya terparkir sudah tidak ada, padahal posisinya dalam keadaan dikunci setang.

Sementara Andi (32), security perumahan tidak mengetahui siapa yang mencuri sepeda motor milik pekerja roti kacang, dia menjelaskan banyaknya penghuni kompleks yang bebas keluar masuk, bahkan semua kenderaan dan warga lainnya juga bebas masuk ke dalam kompleks.

Begitu mendapat laporan, Polres Tebingtinggi mendapat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, terlihat kompleks perumahan dilengkapi dengan CCTV, hanya saja CCTV rusak.  (mag-3)

Taman Hutan Kota jadi Tempat Mesum

TEBING TINGGI- Pembangunan Taman Hutan Kota yang menghabiskan biaya sebesar Rp3,5 miliar tak terurus dan malam hari dijadikan lokasi pacaran hingga berbuat mesum. Hal itu diakibatkan taman tersebut dan dijaga oleh petugas taman.

Amatan wartawan, Senin (30/1) taman yang telah selesai dibangun tersebut, pada proses pengerjaannya di pagari seng sekeliling lokasi oleh kontraktornya. Tapi, beberapa minggu lalu, seng pagar telah dibuka sehingga bangunan jadi jelas terbuka.

“Kondisinya jadi rentan rusak, dan dijadikan tempat mejeng muda-mudi, hal itu akibat taman tersebut tidak ada penjaganya,” kata warga di sekitar lokasi taman, Hasan Damanik.

Dia menyebutkan, bila malam Kamis dan Minggu, banyak remaja datang berpasang-pasangan masuk ke dalam taman tanpa ada larangan.
Kadis Kebersihan dan Pertamanan Pemko Tebing Tinggi, Syaiful Fahri mengatakan proses pembangunan taman hutan kota tidak pernah dikoordinasikan ke Pemko Tebing Tinggi. Bahkan, saat bangunan selesai belum ada serah terima dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sumut  ke Pemko Tebingtinggi. (mag-3)

Tertangkap Judi, Warga Minta Kepala Desa Mundur

SERGAI- Pasca digrebek polisi terkait lokasi perjudian di Desa Pematang Cermai, Minggu (29/1) kamarin. Polisi menemukan kepala desa tersebut ikut dalam permainan judi. Hal tersebut membuat warga berang.

Seperti diutarakan,  tokoh masyarakat di desa tersebut,  Munanilpa S Pd kepada Sumut Pos, Senin (30/1). Dia mengatakan warga sudah lama menginginkan Kepala Desa Pematang Cermai yang dijabat, Gokar Silalahi agar segera mengundurkan diri, karena dinilai gagal membangun desa. Selain ikut ditangkap dalam penggrebekan judi, ada anggaran dana desa (ADD) tidak jelas penggunaannya.

Minan menyebukan, sebelumnya warga sudah marah kepada kepala desa dan sempat merusak fasilitas kantor. Hal itu diakibatkan pengadaan lampu jalan yang sampai sekarang belum rampung.

Ungkapan itu, didengar warga lainnya dan meminta kepala desa tersebut segera di pecat, karena belum tuntas masalah anggaran dana desa (ADD) pada tahun 2010 dan 2011 yang tidak mampu di pertanggungjawabkannya.

Kepada Sumut Pos, Golkar Silalahi saat menjalani pemeriksaan di Polsek Tanjung Beringin mengatakan dirinya akan segera mengambil langkah, jika sudah tidak ada lagi masalah di kepolisian, dirinya akan mengumpulkan warga desanya, dan semua keputusan nanti ada di tangan warga.
“Saya siap menerima apa yang di inginkan warga, mengundurkan diri juga saya siap,” ungkapnya.

Bupati Serdang Bedagai H.T Erry Nuradi ketika diminta tanggapannya di Aula Sultan Serdang menegaskan, Pemkab Sergai menyerahkan persoalan tersebut ke penegak hukum, jika warga tidak menginginkan Golkar Silalahi menjadi kepala desa, sebaiknya kepala desa mengambil sikap, karena intinya kepala desa dipilih oleh warga.

Saat disinggung mengenai masalah ADD, Erry menyatakan, hal tersebut akan ditindak lanjuti Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) untuk memprosesnya. (mag-16)

Formasi Raja Isa Lucu

MEDAN- Dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni PSMS di ISL, hanya tujuh gol yang bisa diusahakan. Tentu itu bukan catatan membanggakan. Posisi striker di PSMS pun disorot. Bahkan mungkin saja posisi pelatih turut jadi sorotan, karena PSMS juga baru satu kali menang.

Dari tujuh gol itu, hanya dua gol yang tercipta dari kaki striker Osas Saha. Sisanya dua dari second striker Zulkarnain, dan masing-masing satu dari second striker Arie Supriatna, gelandang serang Luis Alejandro Pena dan bek Sasa Zecevic.

Namun jika hal itu ditanyakan kepada pelatih Raja Isa, pelatih asal Malaysia itu dengan entengnya selalu menyalahkan pemain. Dia selalu bilang skuadnya minim pengalaman.

Raja isa saat ini memfokuskan diri untuk menghadapi empat laga tandang yang bakal dilakoni. Ia berpendapat, hal ini pastinya sangat membutuhkan kondisi fisik pemain yang prima. “Mereka harus menjaga kondisi tubuh serta gizi. Pemai bola tak perlu datang ke mall, karena itu akan menghabiskan banyak energi,” ungkapnya, Senin (30/1).

Namun, menanggapi paceklik gol di skuadnya, eks pelatih Persipura Jayapura ini juga tak menampik penyelesaian akhir yang sangat buruk kerap diperagakan pemain. “Dari peluang yang terus kita dapatkan di sepanjang pertandingan yang sudah kita lalui. Harusnya dari tujuh pertandingan kita sudah bisa mengoleksi 20 gol,” tuturnya.

Lalu adakah upaya menambah striker?  “Jika kemampuan dana kita memadai, kita perlu striker tambahan. Namun, itu buka wewenang saya selaku pelatih. Saya hanya melatih pemain yang ada. Tapi jika saya diberikan kesempatan dan dana memang ada, saya akan memilih striker yang tepat untuk PSMS,” ujarnya.

Tapi, saat ditanya tipikal striker seperti apa sebenarnya diperlukan PSMS, Raja Isa tak melanjutkan tanggapannya.
Menurut striker andalan PSMS Mervelius Ikpefua Osas Saha, sebagai seorang striker ia hanya bisa mengikuti instruksi pelatih. Namun, ia tak menampik formasi dan strategi yang dibangun pelatih PSMS Raja Isa sangat lucu. “Kenapa kita selalu menerapkan satu striker di depan, itu sangat lucu. Dan di dunia mana pun tak ada yang seperti itu,” katanya.

Namun, Saha juga mengakui formasi saat ini juga merupakan formasi terbaik yang diterapkan Raja Isa. “Tapi hal ini pula yang menyebabkan kontribusi bola tak dapat dimaksimalkan. Tak sedikit pula assist yang saya berikan tak mampu diselesaikan dengan baik. Jika anda terus menyaksikan pertandingan PSMS, anda pasti tahu berapa kali umpan saya tak dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya. (saz)

Gaji Gaston Belum Beres

STRIKER PSMS musim lalu, Gaston Castano yang menyumbang banyak gol untuk PSMS, masih belum dituntaskan gajinya oleh manajemen di bawah komando Idris SE musim lalu.

Manajemen terdahulu masih menahan gajinya selama tiga bulan yang sesuai perjanjian kontrak dengan tim berjuluk Ayam Kinantan itu. Gaston menjadi satu-satunya pemain yang belum beres soal gaji di PSMS.

Ini terjadi, karena Gaston yang kini berseragam Persegres Gresik, ngotot manajemen harus membayar tiga bulan gaji walau kompetisi sudah berakhir pada Mei 2011. Pemain-pemain lainnya, mengambil jalan tengah dengan sepakat mengurangi satu bulan gaji tersisa. Jadi ada yang tiga bulan hanya dibayar dua bulan, dan yang dua bulan setuju hanya dibayar satu bulan.

Gara-gara ini, Gaston menyerahkan persoalan tunggakan gajinya ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). “Ya sampai sekarang belum dibayar. Saya sudah serahkan ke APPI, masih dalam proses,” ungkap Gaston, Senin (30/1).

CEO PSMS, Idris SE membantah tudingan ini sembari bilang Gaston yang masih berhutang.  (saz)

Asa si Pembunuh Raksasa

MIRANDA DE EBRO- Copa del Rey musim ini menyita perhatian publik Spanyol, bahkan mungkin di Eropa dan dunia. Bukan tentang tersingkirnya juara bertahan Real Madrid dari musuh abadinya, Barcelona.  Melainkan sepak terjang sensasional klub giant killer (pembunuh raksasa) bernama CD Mirandes.
Klub dari Segunda Division B (kasta ketiga kompetisi di Spanyol) tersebut, secara mengejutkan menembus semifinal. Sebelum Mirandes, hanya ada dua klub Segunda Division B yang mampu melakukannya. Yakni, Deportivo Logrono pada 1931 dan Figueres sepuluh tahun lalu.

Dalam perjalanan ke semifinal, Mirandes yang sebagian pemainnya berstatus amatir itu mengeliminasi tiga klub Liga Primera. Yakni Villarreal, Racing Santander, dan Espanyol. Kini, di empat besar, Mirandes akan kembali berhadapan dengan wakil kasta teratas(Liga Primera), Athletic Bilbao. Leg pertama dimainkan di Estadio Anduva, kandang Mirandes, dini hari nanti WIB.

Bilbao saat ini menempati peringkat keenam di Liga Primera atau masih satu setrip dibawah Espanyol yang disingkirkan Mirandes di perempat final. Tapi, Los Leones “ sebutan Bilbao “ punya sejarah bagus di Copa del Rey. Bilbao telah mengoleksi 23 gelar atau hanya kalah dua gelar dari Barcelona.
Bilbao juga klub yang punya kebijakan unik, yakni hanya merekrut pemain asal kawasan Basque. Tapi, itu bukan berarti materi pemain Bilbao tidak tangguh. Klub yang musim ini lolos ke babak 32 besar Europa League tersebut memiliki dua penggawa timnas Spanyol kala memenangi Piala Dunia 2010, masing-masing Fernando Llorete dan Javi Martinez, serta kapten Spanyol kala memenangi Euro U-21 tahun lalu, Ander Herrera.

Jangan lupakan pula, Bilbao kini ditangani Marcelo Bielsa, pelatih asal Argentina yang pernah membawa negerinya memenangi medali emas Olimpiade 2004. Di Piala Dunia 2010, Bielsa yang pernah menangani Espanyol pada 1998 tersebut meloloskan Cile ke babak 16 besar.
“Sebuah tim yang mencapai semi final di ajang ini bukan klub sembarangan,” kata Bielsa kepada AS.

Salah satu pemain Mirandes yang berbahaya adalah Pablo Infante. Penyerang sayap 31 tahun itu merupakan top scorer Copa del Rey dengan tujuh gol. Infante sekaligus top scorer sepanjang masa klub dengan 120 gol. “Kami tahu Bilbao lebih favorit. Boleh dibilang, peluang untuk kedua tim adalah 99 persen milik mereka dan satu persen milik kami,” kata Infante merendah kepada harian lokal Deia.
“Namun, kami memiliki asa dan antusiasme,” imbuhnya. (dns/bas/jpnn)

Tersangka Memiliki Niat Membunuh 10 Orang Lagi

Puas Membunuh Kakak Ipar

Masih ingat tersangka Adi (35), pria  yang mengaku oknum TNI AU tega membunuh kakak iparnya sendiri, Ellida Hasibuan di Hotel Bukit Hijau pada 27 Desember 2011 lalu. Uniknya, setelah ditangkap tersangka berniat membunuh 10 orang lagi.

Rusdi NasUtion, Medan

Pasca ditangkapnya, Adi oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut pada 19 Januari 2012 lalu. Tak ada rasa penyesalan sedikit pun. Bahkan, pembunuhan tersebut dilakukan untuk melampiaskan rasa sakit hatinya.

Dalam aksinya, tersangka tidak hanya melakukan pembunuhan terhadap kakak iparnya. Melainkan, saat pelariannya masih ada seorang janda yang dirampok dengan cara menganiayanya hingga pingsan dan melucuti seluruh perhiasannya serta membawa kabur sepeda motornya.

Aksi kejahatan tersangka kepada sang janda beranak enam dan memiliki tujuh cucu itu terbongkar setelah petugas Reserse Polres Padang Sidimpuan mendatangi Mapolda Sumut, Kemarin (30/1). Petugas Reserse Polres Padang Sidimpuan datang bersama pelapor (korban) Misniati (50), warga Jalan Imam Bonjol Gang Mesjid, Kecamatan AEK Tampang, Padang Sidempuan.

Pada saat kedatangan itu, kejahatan tersangka terungkap. Dari keterangan, Misniati di Mapolda Sumut, korban dan tersangka dikenalkan oleh tetangganya yang sudah dianggap sebagai adik. Perkenalan itu terjadi pada 16 Januari 2012. Misniati yang berprofesi sebagai tukang kredit,  pada 16 Januari 2011 lalu mendatangi rumah Rostini di Jalan Tuan Syek Gang Swadaya, Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua,.
“Saya ditelepon Rostini, tetangga saya. Dibilangnya ada anggota TNI AU yang ingin berkenalan dengan saya. Kata Rostini, tersangka penasaran dengan saya karena tetangga saya menyimpan nama saya di handphone dengan nama Mamak Cantik,” ujarnya.

Di rumah Rostini yang telah dianggap adik kandungnya, Misniati dan tersangka akhirnya berkenalan. Tapi, Misniati merasa heran dan aneh karena ada seorang TNI yang mau berkenalan dengannya yang hanya sebagai tukang kredit.

Setelah berkenalan, tersangka meminta kepada korban untuk menunjukkan rumahnya. Pada saat itu Misniati hanya bisa menurut.

Sesampainya di rumah tersebut, Adi langsung beraksi. Dengan memukul pundak Misniati, Adi meminta kunci sepeda motor Yamaha Vision milik korban. Setelah mendapatkan kunci motor,  Misniati mengaku seperti kena hipnotis, tak bisa berbuat apa-apa. Begitu juga saat tersangka menyuruhnya melepaskan dua cicin berlian dan gelang emas yang dikenakannya. Selain perhiasan, sebelum pergi tersangka juga meminta Hp Nokia 73 milik Misniati.
Bagaimana pengakuan tersangka? Saat disinggung kebenaran atas laporan Misniati, Adi mengakuinya. Tapi dia membantah mengaku oknum TNI saat berkenalan, apalagi menggunakan hipnotis dalam aksi kejahatannya. “Tidak ada saya ngaku TNI. Hipnotis juga tidak,” kata Adi sambil matanya menatap Misniati. “Jangan bohong kau,” sahut Misniati kepada Adi.

Setelah membawa harta korban, dia langsung kabur dan menjual perhiasan tersebu. Uang hasil kejahatannya dipergunakan untuk bekal pergi ke Medan dengan mengendarai sepeda motor milik Misniati. Saat tiba di Medan pada 19 Januari 2012, tersangka ditangkap polisi.
Di tengah wawancara itu, tersangka mengaku ada niata bakal membunuh 10 orang lagi. Bahkan, orang-orang yang akan dibunuhnya merupakan orang-orang yang tidak dikenal sama sekali.

“Saya mau bunuh 10 orang lagi. Ya, korbannya nanti mungkin teman sesama tahanan atau korban lain yang saya cari setelah saya keluar dari penjara,” kata Adi di hadapan polisi.

Saat ditanya kembali siapa saja yang menjadi target korban pembunuhannya , Adi tidak mau merinci, targetnya adalah orang yang membuatnya sakit hati.  “Dendam itu harus dilampiaskan. Bila tidak batin saya tak puas. Waktu saya bunuh ipar saya, rasanya plong. Saya puas, saya tak menyesal,” ungkapnya.

Kenapa harus bunuh 10 orang? Adi menjabab, “Saya hanya bunuh 10 orang, tidak mau lebih,” tegasnya.

Kasubdit II Ditreskrimum Poldasu AKBP Andre Stiawan yang melihat temuan baru kejahatan tersangka berencana akan melakukan bebas tampung (Bestam). “Setelah menyelesaikan hukuman atas kasus pembunuhannya, tersangka menjalani hukuman kasus di Padang Sidempuan,” ujarnya.(*)