Home Blog Page 13905

Warga Sulit Dapat Kartu Jamkesmas

MEDAN- Warga Kota Medan mengeluhkan sulitnya mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Keluhan tersebut dikemukakan sejumlah warga Medan ketika menerima kunjungan kerja atau reses anggota DPRD Sumut Brilian Moktar, di Kecamatan Medan Barat, tepatnya di Kelurahan Karang Berombak, Rabu (8/2) dan Medan Timur, tepatnya di Kelurahan  Brayan Bengkel, Sabtu (11/2).

Musfiyani, warga Kelurahan Karang Berombak mengeluhkan, sulitnya mendapatkan Jamkesmas dan layanan kesehatan lainnya seperti seperti Kartu Medan Sehat.

Menurut Musfiyani, kesulitan mendapatkan Kartu Medan Sehat itu menyebabkan dia tidak dapat mengobati penyakit anaknya mengalami pembengkakan rusuk. “Bantulah kami Pak. Bagaimana lagi saya bisa mengobati rusuk anak saya yang mengalami pembengkakan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, yakni Halimatussakdiah Harahap, yang sangat mengharapkan Kartu Medan Sehat. Sebagai warga yang kurang mampu.

Halimatusakdiyah Harahap merasa, sangat memerlukan Kartu Medan Sehat agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan jika mengalami penyakit.
Selain itu, warga juga mengeluhakn masalah kerusakan drainase yang mengakibatkan seringnya terjadi banjir, seolah tidak diperhatikan pemerintah.
Seperti yang dikemukan salah seorang warga Pulo Brayan Bengkel, bernama Supardi Lubis.
“Bagaimana tidak resah, hujan sedikit saja sudah banjir,” katanya.

Selain drainase yang rusak, rentannya banjir di Medan Barat itu disebabkan kanal penampungan air yang berlokasi di perbatasan dengan Kecamatan Medan Deli berada di dataran yang lebih tinggi.

Akibatnya, air yang ada selalu tergenang di Medan Barat karena airnya kembali lagi meski sudah mengalir menuju kanal. Salah satu lokasi yang banyak mengalami genangan air itu terlihat di lapangan bola Brayan Bengkel karena airnya tidak dapat mengalir.
Kondisi itu menyebabkan daerah sekitar lapangan bola itu menjadi langganan banjir.

“Airnya sudah tergenang karena tidak bisa mengalir, ditambah lagi hujan, banjirlah,” katanya.

Menanggapi keluhan soal Jamkesmas, Brilian Moktar menyatakan, warga harus mempersiapkan  berkas tentang data pribadi anaknya sekaligus riwayat penyakitnya. Dijelaskannya, untuk mendapatkan kartu Medan Sehat tergantung dari perubahan data kemiskinan yang dilakukan setiap tahun yang datanya diambil dari setiap lingkungan.

Sedangkan untuk masalah drainase, politisi dari PDI P Sumut ini menyatakan, agar warga untuk mebuat surat ke Pemko Medan dan ditembuskan ke DPRD Medan dan DPRD Sumut agar dapat diperjuangkan melalui konstitusi.

Brilian menyarankan warga untuk mebuat surat ke Pemko Medan dan ditembuskan ke DPRD Medan dan DPRD Sumut agar dapat diperjuangkan melalui konstitusi. Terhadap mengenai masalah tanah,  Brilian menyarankan, warga untuk membuat laporan resmi ke posko tanah dan Biro Bantuan Hukum (BBH) PDI Perjuangan yang berkantor di Jalan Hayam Wuruk Medan.

Brilian berjanji akan menyampaikan keluhan itu ke pemprovsu agar menunda upaya mengeluarkan penghuni yang telah mendiami rumah tersebut selama puluhan tahun.

“Laporkan secara resmi, nanti akan kami tindak lanjuti,” kata anggota Komisi B DPRD Sumut itu.(ari)

Gelar Razia, Incar Geng Motor

MEDAN -Polsekta Medan Baru dibantu Polresta Medan dan Polda Sumut menggelar razia di simpang Jalan Iskandar Muda, Sabtu (11/2) malam. Polisi berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat.

Kapolsekta Medan Baru, Kompol Doni Alexander SIK mengatakan, razia dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para anggota geng motor yang sudah meresahkan masyarakat.

Diterangkannya, razia sesuai instruksi Kapolresta Medan, Kombes Pol Monang Situmorang.

“Razia dilakukan untuk mempersempit ruang gerak geng motor karena belakangan ini sudah meresahkan masyarakatn
Tidak hanya itu, ulah mereka tergolong nekad,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi geng motor polisi dibantu personel dari Polresta Medan dan Polda Sumut tetap melakukan razia rutin tiap malam di seluruh wilayah hukum Polsekta Medan Baru.

“Kita juga melakukan razia di ruas jalan yang ada di wilayah hukum Polsekta Medan Baru. Petugas juga disiagakan di ruas jalan yang dijadikan sebagai perlintasan geng motor,” jelasnya.

Sebelumnya, Minggu (12/2) dini hari, polisi membubarkan pemuda yang kumpul-kumpul di sekitar kawasan Jalan Sekip.
“Sepeda motor mereka kita amankan dan kalau memang mereka pemiliknya, kita persilahkan mengambil sepeda motornya disertai dengan surat-surat kepemilikan,” jelas Doni Alexander.

Minggu (12/2) pagi, ratusan warga yang kesal dengan ulah kawanan geng motor melakukan sweeping sambil membawa kayu, di sepanjang Jalan Adam Malik Medan untuk mencari kawanan geng motor.

“Nampaknya mereka sudah tidak takut sama polisi. Buktinya meskipun polisi sweeping tapi  nyatanya mereka semakin menjadi-jadi. Dan semakin anarkis,” ujar Een, warga. (mag-5/jon)

Ikut Camp Internasional, Belajar dan Bertanding di Amerika

Kesempatan Langka bila Menjadi DBL Indonesia All-Star

Sejak tahun 2008, kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, Honda Development Basketball League (DBL), selalu berkomitmen mencari pemain-pemain terbaik untuk bergabung dalam DBL Indonesia All-Star. Mereka yang terpilih akan punya kesempatan langka mengikuti perjalanan internasional. Pada 2008 dan 2009, tim DBL All-Star diajak belajar dan bertanding ke Australia. Pada 2010 dan 2011, mereka yang terpilih dibawa ke Amerika Serikat.
Tahun ini, Honda DBL kembali memberikan peluang tersebut.

Untuk menjadi salah satu yang berhak mengecap kesempatan itu, tentu bukan hal mudah. Pada setiap penyelenggaraannya, Honda DBL akan mencari pemain-pemain serta pelatih-pelatih terbaik dari setiap provinsi. Sebanyak 10 pemain (lima putra, lima putri) dan dua pelatih terbaik dari setiap seri akan masuk dalam League DBL First Team. Selain itu, DBL Indonesia juga akan mencari pemain putra dan putri terbaik untuk menjadi Honda Most Valuable Player.

”Terpilihnya pemain sebagai League DBL First Team adalah langkah awal mereka untuk bisa terpilih sebagai DBL Indonesia All-Star dan pergi ke Amerika Serikat,” ujar Donny Rahardian, events senior manager PT DBL Indonesia.

Pemain-pemain terbaik dari setiap provinsi peserta Honda DBL 2012 itu akan diterbangkan ke Surabaya, mengikuti DBL Camp. Di camp basket terbesar di Indonesia itu, mereka akan mendapat pelatihan dari pelatih-pelatih kelas dunia. Tahun lalu, salah satu pelatihnya merupakan pemain legendaris dari salah satu negara dengan sejarah basket kuat, Australia. ”Kami akan mengumumkan lebih lanjut mengenai detil DBL Camp. Yang pasti, peserta camp akan mendapat banyak ilmu bertaraf internasional,” ujar Donny.

Dari seluruh peserta DBL Camp, para pelatih internasional tersebut kemudian akan memilih satu tim putra, satu tim putri, dan dua pelatih terbaik dari ratusan yang terbaik itu untuk bergabung dalam DBL Indonesia All-Star. Mereka inilah yang akan terbang ke Amerika Serikat, belajar dan bertanding di negeri asal basket tersebut.

”Pada 2011 lalu, kami sudah mengirim tim ke Seattle, Amerika Serikat. Dan, kami sangat senang karena mereka bisa bertanding dan belajar di negara asal olahraga basket. Ketika pulang, kami berharap, cerita-cerita menarik yang mereka dapat di sana bisa menjadi inspirasi bagi teman-temannya di Indonesia,” kata Azrul Ananda, commissioner DBL.

Salah satu pemain yang pernah merasakan kesempatan langka terpilih ke Amerika Serikat adalah Jan Misael Panagan, DBL All-Star 2011 asal SMAN 9 Bandung. Tahun sebelumnya, Jan tergabung dalam DBL Indonesia Selection, tim pilihan Honda DBL yang berangkat ke Malaysia untuk mengikuti kompetisi internasional Malaysia International High School Basketball Tournament.

“Tergabung dalam DBL All-Star dan terbang ke Amerika adalah pengalaman berharga buat saya. Di sana, saya banyak mendapatkan pelajaran yang belum tentu bisa saya dapatkan di sini. Terutama pengetahuan tentang basket melalui berbagai coaching clinic,” ungkap Jan. “Tapi, pengalaman yang saya dapat nggak melulu soal teori basket. Pengalaman bertanding dengan tim-tim kuat di sana juga memberi ilmu yang berharga. Belum lagi pembelajaran budaya dan teman-teman baru yang saya dapatkan. Pokoknya, nggak terlupakan,” terangnya.

Nantinya, tidak hanya pemain-pemain terbaik yang akan dikirim ke Amerika. Empat penonton beruntung juga bakal berkesempatan terbang ke Negeri Paman Sam. Program ini terselenggara berkat dukungan PT KAO Indonesia bersama Men’s Biore dan Laurier selaku official partners Honda DBL. (*)

Gepeng dari Luar Penuhi Medan

Wali Kota Medan Rahudman Harahap menginstruksikan untuk menertibkan gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Medan. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Plt Kadis Dinsosnaker Medan, Marah Husin Lubis.

Seperti apa intruksi wali kota soal gepeng?

Kita diminta wali kota untuk menertibkan gepeng dan anak punk bekerjasama dengan instansi terkait. Sebab, keberadaan mereka dinilai Pak Wali sudah meresahkan, di mana jalanan macet bertambah semakin macet, selain itu keberadaan mereka juga dinilai membuat buruk wajah Kota Medan. Setiap melakukan razia, disosnaker melibatkan 80 orang personel, yakni 40 orang personel Satpol PP, 20 personel Polresta Medan dan 20 orang personel dari Disosnaker Medan. Selain itu, kita juga mengimbau kepada warga masyarakat yang menggunakan kendaraan agar tidak memberikan uang kepada gepeng dan anak punk di setiap persimpangan jalan. Dengan begitu, maka mereka perlahan bisa berkurang dan tidak lagi meminta-minta di persimpangan jalan.

Kenapa semakin meningkat?
Meningkatnya gepeng dan anak punk di Medan ini memang merupakan satu cermin dampak Medan sebagai Kota Metropolitan. Dan gepeng yang berada di Medan rata-rata berasal dari daerah pinggiran kota Medan yakni dari Sergei, Deliserdang, Tebingtinggi juga Binjai.Ke depan, Pemko Medan juga sudah melakukan kajian untuk membangun panti di Medan sebagai tempat untuk menampung dan merehabilitasi gepeng dan anjal. Di tahun ini, kita sudah membuat DED-nya, seperti kamar dan fungsi ruangan juga sudah kita buat. Pembangunan ini akan dikonsultasikan karena pembangunannya sendiri akan diambil dari dana-dana sharing yang berasal dari pemerintah pusat sedangkan untuk operasional panti nantinya dari anggaran disosnaker.

Apa ada yang lain selain gepeng?
Ada pengemis yang membawa kotak infak. Tapi, ternayata bukan diperuntukkan bagi pembangunan masjid ataupun bantuan ke panti asuhan, namun untuk diri sendiri. Pengemis yang membawa kotak infak ini pun kita jaring, karena itu tidak dibenarkan apalagi ternyata sumbangan itu untuk dirinya sendiri. Untuk itu, Pemko Medan melakukan pembinaan terhadap anak jalanan yang ada di Medan. Maka beberapa instansi terkait harus berkoordinasi dan bekerjasama. Mulai dari dinas pendidikan, asisten kesejahteraan hingga bagian sosial dan Satpol PP.

Dimana saja titik penertiban?
Razia yang dilakukan di sekitar Jalan Gatot Subroto, Jalan Sei Sikambing, Jalan Gagak Hitam, Jalan AH Nasution. Selain itu juga di Jalan Pemuda, Jalan Guru Patimpus. Selain menindak langsung mereka juga kita suruh membuat surat pernyataan supaya ke depan tidak lagi mengulangi perbuatannya mengemis dan mengamen di simpang-simpang jalan.(*)

Tanpa Perbedaan Latihan

KEHADIRAN Michels di Sevilla menggantikan Marcelino Garcia Toral diharapkan mampu mendongkrak posisi Sevilla yang kini  masih berada di luar zona Liga Champions.

Pun begitu, ternyata para pemain Sevilla harus menunda keinginannya melihat Michels melakukan perombakan teknik permainan.
Menurut kiper Sevilla Javi Varas, tak ada perbedaan mendasar antara pola latihan yang digeber Michels dengan pelatih Sevilla sebelumnya.

“Dia lebih terlihat membangkitkan semangat bertanding dari pada melatih. Begitupun, kami berharap apa yang dilakukannya itu bisa membuat kami berkompetisi di tingkat Eropa pada musim mendatang,” bilang Javi Varas. (jun)

Layani Rute Luar Kota, Senyaman Mobil Pribadi

Taksi Nice Trans 6 Bulan Beroperasi di Medan

Taksi Executive Express Nice Trans baru enam bulan beroperasi di Kota Medan. Seperti apa pelayanannya?

Jhonson P Siahaan,  Medan

Dr Haposan Siallagan SH MH, pemilik Taksi Nice Trans mengaku, meskipun baru enam bulan beroperasi, Taksi Nice Trans sudah dikenal masyarakat. Pelayanannya tergolong mewah dan penumpang serasa di dalam mobil pribadi.

“Penumpang dijemput dari rumahnya dan diantar ke daerah tujuannya.  Di dalam disediakan tiga televisi 10 inchin
pada masing-masing penumpang,” katanya.

Memang Taksi Nice Trans  mempunyai visi sebagai perusahaan taksi antar jemput yang mengutamakan pelayanan umum yang aman, nyaman, cepat dan melindungi serta memberikan kepuasan kepada penumpangnya.

“Pelayanan yang prima dengan mengupayakan SDM dan armada yang sangat berkualitas, menjunjung tinggi etika bisnis dan taat kepada peraturan yang berlaku,” sebutnya.

Ditegaskannya, sopirnya juga harus melalui beberapa seleksi.

“Supir harus berpendidikan minimal SMU sederajat, tes teori, praktek, psikologi dan narkoba,” jelasnya.
Mengenai rute antar jemput, Haposan mengaku, melayani rute luar kota tapi baru beberapa rute saja.
“Medan-Siantar, Medan-Lubuk Pakam, Medan-Tebingtinggi dan Medan-Parapat,” jelasnya.

“Kebanyakan penumpang tujuan Medan-Siantar dan Medan-Tebingtinggi. Penumpang umumnya menengah ke atas,” sambungnya.
Menurutnya, selama di dalam mobil penumpang tak diperbolehkan merokok.

Haposan menuturkan, sebelum berangkat penumpang juga diperiksa termasuk barang bawaannya. Sopir juga dilengkapi dengan asuransi kecelakaan diri (AKD) di PT Jasa Raharja.

Ke depannya akan dibuka rute Langkat, Brandan, Sibolga, Tarutung dan beberapa daerah lain di Sumut. Untuk bulan April ini akan dibuka rute Medan-Asahan dan Medan-Tanjungbalai. (*)

Aksi Ade Gol Saha

LONDON- Kini Harry Redknapp boleh makin percaya diri kalau dirinya layak dijadikan bos Timnas Inggris. Itu setelah timnya Tottenham Hotspur menang telak 5-0 atas Newcastle kemarin malam.  Padahal, bos Newcastle Alan Pardew juga digadang jadi bos Inggris. Tentu saja ada pertimbangan lain setelah hasil ini.  Pada laga itu, Adebayor tampil menawan. Dia membuat empat assist dan satu gol. Sementara, striker anyar Luis Saha juga tampil sukses dengan dua golnya. Sisanya, Ekotto dan Kranjcar bikin satu gol.

Dengan raihan tiga poin ini, Spurs mengokohkan posisinya di urutan ketiga klasemen dengan 53 poin dari 25 laga. Selisih lima poin dengan Manchester United di puncak. Sementara Newcastle tertahan di urutan keenam dengan poin 42.

Laga itu juga diwarnai teriakan dari fans untuk Redknapp ‘kami ingin Anda bertahan’. Ada jugabanner bertuliskan Redknapp jangan pergi. Itulah tuntutan para fans kepada sang manajer Harry Redknapp, yang digadang-gadang akan dipinang Timnas Inggris.

“Ini adalah pekan paling sulit bagi saya, sejujurnya. Saya tidak ingin orang lain melewatinya seperti itu. Apa yang terjadi sangat buruk. Tapi semuanya berlalu dengan baik. Anak-anak tampil hebat,” kata Redknapp, seperti dikutip AFP.

Di sisi lain, manajer Newcastle Alan Pardew kecewa berat dengan hasil itu. “Kami kali ini tidak merefleksikan performa terbaik,” kata Pardew, seperti dikutip Soccernet. (ham/ful)

Melapor di Polsek Sunggal Bayar Rp30 Ribu

085360124xxx

Kapolresta Medan berapa biaya untuk 1 kali pengaduan di jajaran anda? Karena saat saya melaporkan kehilangan di Polsek Sunggal, saya diharuskan membayar Rp30.000 (juga para pelapor yang lain) oleh oknum Polwan yang menerima laporan itu, tak ada kwitansi pembayaran untuk bukti pungli itu. Saya rasa Kapolsekta Sunggal pasti tahu praktek pungli itu. Apa itu yang namanya mengayomi? Tolong Bapak sebagai Kapolresta yang baru, tindak lanjuti masalah ini. SMS ini akan saya kirimkan kepada Bapak Kapoldasu, terima kasih.

Langsung Arahkan ke Saya

Terima kasih atas informasinya. Perlu kami sampaikan bahwa untuk laporan kehilangan tidak dipungut biaya apa pun. Kalau ada masyarakat yang dipungut biaya agar langsung arahkan ke saya biar saya tindak anggotanya.

AKP Budi Hermawan
Kapolsek Sunggal

Petugas Piket e-KTP Minta Uang

087867444xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan, Bapak Camat Amplas, Redaksi Sumut Pos, 2 minggu lalu saya mendapatkan undangan dari Camat Amplas untuk hadir pada tanggal 1 Februari 2012. Tapi saya terkejut, piket memintai uang seikhlas saya dengan alasan saya terlambat. Yang saya tahu pendataan e-KTP gratis. Sudah syukur saya mau mensukseskan program e-KTP ini.

Tidak Dipungut Biaya

Untuk pengurusan e-KTP tidak dipungut biaya apa pun atau gratis. Kalau ada pungutan, itu adalah pungli dan pelanggaran. Untuk itu warga yang menjadi korban agar memberikan data petugas yang meminta biaya agar saya tindak langsung. Terima kasih.

Emir Mahbob Lubis SSTP MAP
Camat Medan Amplas

Masih Terjadi Permainan Kotor di Disduk Medan

Rumitnya pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun e-KTP dan kartu keluarga di Kota Medan menyebabkan banyak masyarakat harus mengeluarkan dana untuk mendapatkan layanan jika ingin cepat. Parahnya lagi, masih banyak “KTP tembak” diterbitkan tanpa surat pindah yang jelas alias formalitas. Artinya masih terjadi permainan kotor di Disduk Kota Medan.

Hal itu membuat penerapan e-KTP di kota Medan juga terkesan lambat. Padahal kota Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatera Utara seharusnya sudah mampu menerapkan e-KTP ini.

Untuk itu kita minta Wali Kota Medan agar meningkatkan pengawasannya dan tidak sungkan menindak petugas yang berlaku curang. Sehingga menjadi peringatan bagi pejabat pemerintah lainnya untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Medan

Akibat Mau Bunuh Diri

MEDAN LABUHAN-Suhardi alias Pendi (55), warga Jalan Baru, Medan Marelan cemburu, setelah mendengar istrinya, Rumiati (45) ditelepon mantan suaminya, Sumadi (45).

Akibatnya, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini mencoba bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perutnya. Tapi, pisau itu malah mengenai lengan istrinya hingga mengalami luka 12 jahitan.

Kejadian Minggu (12/2) sekitar pukul 04.00 WIB itu bermula sejak setengah bulan belakangan ini. Pria yang akrab disapa Pendi ini sudah ribut dengan Rumiati. Pernikahan yang sudah mereka jalin selama 9 bulan selalu diwarnai pertengkaran karena kecemburuan Pendi dengan Rumiati atas tuduhan telah berhubungan kembali dengan mantan suaminya.

Lantas, malam itu Pendi yang telah setengah bulan tak pulang ke rumah tiba-tiba  melihat mantan suami istrinya menelepon. Deringan handphone itu didengar oleh Pendi. Akibatnya keributan pun terjadi.

Handphone itu langsung dirampas oleh Pendi. Pendi pun langsung menuju ke dapur mengambil pisau, Pendi mencoba bunuh diri dengan mengarahkan pisau ke perutnya hingga tertusuk sekitar 1 centimeter. Aksi nekat Pendi dihadang Rumiati dan anak-anaknya. Tak disangka ketika pisau itu mau ditarik ibu beranak 3 itu malah mengenai ke arah lengan kanannya hingga berlumuran darah. Peristiwa itu pun membuat anak-anaknya terkejut. Subuh itu juga Rumiati dibawa ke rumah sakit terdekat.

Setelah berobat dengan luka 12 jahitan di lengannya, Rumiati melaporkan kejadian itu ke Polsekta Medan Labuhan. Polisi menerima laporan langsung menjemput Pendi yang telah ditahan keluarga dan tetangga. Pendi pun langsung dibawa ke Mapolsekta Medan Labuhan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Di kantor polisi, Pendi mengaku, dirinya tak bermaksud  menikam istrinya, karena pisau itu rencanya mau digunakan untuk bunuh diri.
“Aku sudah nggak tahan lagi. Aku sayang sama dia, tapi dia tetap aja berhubungan dengan mantan suaminya itu, makanya aku nekat mau bunuh diri. Rupanya waktu pisau itu mau ditariknya kena lengannya,” kata pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu.

Dijelaskannya, dirinya sudah menikahi Rumiati 9 bulan lamanya, mereka berkenalan di Belawan, karena dirinya juga duda tak memiliki anak, maka nekat menikahi Rumiati yang telah mempunyai 3 anak.

“Aku menikahinya karena sayang, bukan aku kecewain dia malah dia yang buat aku kecewa,” keluh Pendi dari balik terali besi.
Pernyataan yang dikatakan Pendi dibenarkan oleh anak kedua Rumiati. “Memang malam itu dia (Pendi) mau bunuh diri, tapi pisau itu kena ibu saya,” katanya.

Aksi nekat Pendi yang ingin bunuh diri bukan hanya sekali dilakukannya. Sebulan lalu, Pendi juga pernah mau bunuh diri karena cemburu dengan istrinya Rumiati yang ditelepon oleh mantan suaminya yang telah bercerai 2 tahun lalu. Kenekatan Pendi bunuh diri karena tak terima melihat istrinya berhubungan lagi dengan mantan suaminya.

“Sebulan lalu saya pun sempat dibuatnya gini, saya tak terima mantan suaminya menghubunginya, tapi perbuatan itu gagal,” kata Pendi. (smg)