27 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 13911

66 Anggota Polisi Diturunkan ke Desa

TEBING TINGGI-  Polres Tebingtinggi bersama Pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai melepas 66 personel polisi sebagai Babinkamtibmas dalam program satu polisi satu desa (one Vilage one police) di Kantor Camat Tebingtinggi, Rabu (15/2).

Penempatan personel polisi di tiap desa itu, untuk mewujudkan suasana kondusif ditengah-tengah masyarakat.

Pelepasan personel polisi ini langsung dipimpin Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi didampingi Waka Polres Kompol Safwan Khayat dan Bupati Serdang Bedagai Tengku Erry Nuradi.

Ke 66 personel polisi ini akan ditempatkan di 66 desa yang ada di wilayah jajaran hukum Polres Tebingtinggi di daerah Kabupaten Serdang Bedagai. Polisi bersama kepala desa dan tokoh masyarakat nantinya bisa menyelesaikan kasus-kasus kecil yang terjadi ditengah-tengah masyarakat tanpa harus menempuh jalur hukum.

“Babinkamtibmas memberikan pengamanan kepada masyarakat, polisi senang lihat masyarakat bisa mengerti hukum dan tertib hukum,” kata Kapolres.(mag-3)

Excavator Dibakar, Kades Diperiksa Polisi

SERGAI- Terkait pembakaran satu unit excavator (beko) dilakukan OTK di PTPN IV Adolina, tepatnya dibantaran Sei Ular, Dusun I, Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Jumat (10/2) lalu, Kades Ujung Rambung diperiksa polisi, Rabu (15/2).

Kasat Reskrim Polres Sergai AKP TM Lumbang Tobing membenarkan pemanggilan Kades Ujung Rambung terkait pembakaran beko yang dilakukan OTK. “Sunario kita periksa sebagai saksi, kasusnya masih kita tindak lanjuti,” terang Kasat.

Sementara Kades Ujung rambung Sunario ketika dimintai keterangan di mapolres Sergai mengaku tidak tahu menahu soal pembakaran excavator tersebut.
“Saya tidak tau siapa yang bakar beko itu, saya cuma mengamankan penjaga beko yang mau dikeroyok warga,” ujar Sunario.

Diceritakan Sunario, sore itu dia mendapat kabar dari Kadus III Ujung Rambung kalau ada beko di kebun sawit PTPN IV Adolina. Mendapat laporan itu, Sunario langsung mendatangi lokasi dan melihat massa sudah berada di sekitar TKP.

Setiba di TKP, dirinya langsung mendatangi penjaga beko yang lagi tidur, kemudian menyuruhnya turun dan menghindar dari beko.
“Aku mengamankan dia dari amukan massa dan membawanya ke rumah Sekdes, karena dia meminta untuk diamankan dari kejaran massa yang membawa senjata,” terang Sunario.(mag-16)

STAI Minim Peminat

MEDAN – Sekitar 50 persen kondisi sekolah tinggi agama Islam (STAI) di Sumut tidak memadai, sehingga perlu mendapat pembinaan dan pendampingan.
Hal ini disampaikan Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah IX Prof Nur Ahmad Fadhil Lubis, saat dikonfirmasi kemarin (15/2).
“Dari 35 sekolah tinggi Islam yang ada di Sumut, setengah atau 50 persen diantaranya masih memprihatinkan, sehingga perlu perhatian dan pembinaan demi kelangsungan peserta didik,” sebut Fadhil.

Masih Fadhil, dalam amatan Kopertais, sekolah tinggi agama Islam, institut, maupun fakultas agama Islam di daerah hampir seluruhnya belum memadai.
Beberapa diantaranya, yakni STAI Al-Ikhlas Sidikalang, STAI Barumun Raya Sibuhan, STAI Nias dan STAITA Padangsidempuan. “Banyak faktor yang menyebabkan perkembangan perguruan Islam tidak secepat perguruan tinggi umum, misalnya minat mahasiswa, ketersedian dosen, dan dukungan fasilitas,” ucap Fadhil.

Terkait persoalan minat, kata Fadhil, perguruan tinggi Islam atau sekolah tinggi agama Islam tidak sebanyak perguruan tinggi umum. Sebagai contoh, untuk peminat perguruan tinggi umum mencapai ribuan dan sebaliknya jumlah peminat perguruan tinggi Islam jauh lebih kecil.
Untuk itu, lanjutnya,  pengelolaan keuangan yang bersumber dari biaya pendidikan juga terbatas.

Begitu juga dengan program studi yang banyak belum terakreditasi. Dikarenakan keterbatasan tenaga pendidik, sarana prasarana dan ketersedian mahasiswanya.

“Untuk sekolah agama di daerah, dosen sebagian besar masih S1. Seyogyanya setiap prodi minimal ada enam dosen berkualifikasi magister, tetapi banyak yang di bawah itu. Bahkan, sebagian dosen yang sudah magister atau doktor itu berasal dari perguruan tinggi Islam di Medan,” jelasnya.

Kurangnya tenaga dosen berkualifikasi magister dan doktoral, disebabkan rendahnya minat menyambung pendidikan karena keterbatasan biaya. “ Tapi selama ini, beasiswa pendidikan dosen jauh lebih banyak tersedia di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Fadhil berharap Perguruan Tinggi Islam Swasta yang ada di lingkungan Kopertais IX dapat lebih baik ke depannya. Baik dari segi legal formal, izin, maupun sarana dan prasarana termasuk pemenuhan akreditasi.(uma)

Persiram Pede

PSMS vs PERSISAM

MEDAN- Menghadapi PSMS pada laga lanjutan kompetisi ISL sore ini (16/2) di Stadion Teladan, Persiram Raja Ampat mengaku percaya diri (pede) bisa menang.

Memang dua laga sebelum bertandang ke PSMS, tim berjuluk Dewa Laut itu mencatat dua kali perolehan poin penuh. Bentrok Persidafon Dafonsoro 9 Februari lalu Persiram menang dengan skor 5-2. Sementara laga sebelumnya pada 4 Februari kontra Deltras Sidoarjo Persiram membukukan skor 3-1.
“Menang pada dua laga sebelumnya jadi modal bagi skuad kami. Motivasi anak-anak mencuri poin di sini (PSMS, Red) juga sangat tinggi,” ungkap Asisten Pelatih Persiram Nur Abdullah, Rabu (15/2).

Abdullah juga mengatakan, skuadnya sudah didoktrin untuk tampil maksimal pada laga kali ini. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin meraih kemenangan. Didukung performa pemain yang cukup baik, mencuri poin saat partai tandang kenapa enggak?” tegasnya.

Namun, ia mengakui tim besutan Bambang Nurdiansyah itu juga mempunyai track record buruk saat melakoni partai tandang. Dari lima laga away sebelumnya yang dilakoni Persiram, tercatat Persiram hanya sekali seri dan menderita empat kali kalah.

Saat dijamu Persiwa Wamena pada 28 Januari lalu Persiram kalah telak 3-0. Saat bertandang ke Perispura Jayapura pada 24 Januari, Persiram juga kalah 3-1. Lebih parah saat meladeni Persela Lamongan 8 Januari lalu, Persiram kalah 5-1. Dijamu Arema Indonesia 4 Januari Persiram mampu bermain imbang 2-2. Melawat ke kandang Pelita Jaya pada 7 Desember 2011 lalu, Persiram juga dikalahkan dengan skor 2-1.

“Memang rekor main tandang kita buruk. Tapi kita akan berusaha menghapus rekor itu dengan menang melawan PSMS. Kembali lagi, kemenangan dua pertandingan sebelumnya bakal jadi modal utama bagi tim kami,” tutur Abdullah.

“Persiram merupakan satu keluarga besar. Keakraban antara pemain juga manajemen merupakan satu keutamaan. Jadi kita membawa seluruh pemain yang berjumlah 28 orang ke sini (Medan, Red),” ungkap Nur Abdullah.

Dia juga menambahkan, striker andalan Persiram Jean Boumsong terkena akumulasi kartu kuning sehingga tak bisa diturunkan. “Namun, kita masih memiliki striker berpotensi lainnya untuk melapis posisi Boumsong,” jelasnya.

Sementara Asisten Pelatih PSMS Roekinoy mengaku, skuad berjuluk Ayam Kinantan dalam performa terbaik. “Semua pemain siap diturunkan. Kecuali play maker kita Inkyun Oh, ia terkena akumulasi kartu kuning. Tentunya kita tak ingin mengulang rekor buruk harus kalah di Stadion Teladan,” tegasnya.
Ia juga menuturkan, dengan sesi latihan yang dipandu adanya rekaman pertandingan Persiram sebelumnya, cukup memberikan pelajaran-pelajaran penting. “Mengenai kelebihan dan kekurangan Persiram sudah kita ketahui sedikit banyaknya. Dan kita sudah antisipasi strategi yang pas untuk meladeni mereka besok (Hari ini, Red),” tutur Roekinoy. (saz)

Warga Lingkungan 22 Helvetia Tengah Belum Punya e-KTP

085830258xxx

Yth Bapak Wali Kota Medan tolong ditindak Kepala Lingkungan (Kepling) 22 Helvetia Tengah karena semua urusan harus pakai duit. Sampe saat ini belum ada warga lingkungannya yang e-KTP. Kalau ditanya dia marah, “bukan kalian saja mau kulayani,” katanya. Mohon Pak wali kota mengganti kepling tersebut.

Cek Laporan Tertulis

Terima kasih atas informasinya, kita akan cek melalui lurah dan staf penyerapan dari masyarakat. Mudah-mudahan ada laporan tertulis dan dapat dibuktikan kebenarannya sebagai dasar kita bertindak.

Mhd Reza Hanafi
Camat Medan Helvetia

Diwarnai Aksi Protes

PSDS vs PSSA

LUBUKPAKAM- Pelatih kiper tim PSSA Asahan Hardianto mengkritik kinerja wasit pengawas M Amin yang dinilai kurang profesional saat  laga PSDS dengan PSSA Asahan.

Dalam pertandingan lanjutan kompetisi PSSI Divisi  Satu Grup II Liga Indonesia 2011-2012  di  Stadion Baharoeddin Siregar, Rabu (15/2) itu PSDS bermain imbang  atas PSSA dengan skor  0-0.

Saat pertandingan Hardianto sempat mendatangi M Amin. Namun, aksi itu langsung dihentikan anggota Panpel Dodo dengan cara menahan tubuh Hardianto sehingga niat Hardianto  terhalang. Tapi belakangan aksi itu mulai reda seiring pendekatan yang dilakukan Ketua Panitia Pelaksana  Judiman.
Aksi protes yang dilakukan Hardianto menyusul tidak sesuainya wasit menentukan batas waktu pertandingan. Padahal, selayaknya injuri time diberikan 4 menit, bukan satu menit. Soalnya dalam pertandingan banyak berhenti karena pemain cedera.

“Saya mendekatinya, agar wasit itu tahu kerjanya. Bukan sesuka hatinya,” ucapnya dengan tegas.

Di sela-sela perseteruan, Pelatih PSSA Asahan Rudi Sa’ari menyatakan tindakan rekannya itu untuk memberikan pelajaran  kepada korps baju hitam agar profesional dalam memimpin pertadingan.

Ketika ditanya apakah PSSA Asahan akan melayangkan surat protes kepada komisi pertadingan atau kepada PSSI pusat? Rudi menjawab tidak  akan melayangkan surat protes.

“Nggak usah buat protes. Cukup ini saja akan memberikan pelajaran bagi semua pihak,” katanya. (btr)

Kompetisi AMPI Cup I 2012 Digelar

MEDAN- Kompetisi AMPI Cup I 2012 U-15 dan U-12  akan digelar 27 Februari 2012 mendatang di Lapangan Martubung Medan Labuhan.
Kompetisi ini memperebutkan piala Ketua AMPI Labuhan Subandi dengan total hadiah Rp15 juta.

Ketua AMPI Labuhan Subandi mengatakan kompetisi ini bertujuan untuk memilih pemain-pemain muda berbakat khususnya di tingkat SSB.
“Tingginya animo pemain usia dini di pentas olahraga sepakbola membuat saya berpikir menyelenggarakan ajang kompetisi ini. Selain itu, demi mempererat rasa silaturahmi antar pengurus dan pemain,” katanya.

Lanjut Subandi dalam kompetisi ini dia akan mempertandingkan dua tingkat kelompok umur yaitu tahun kelahiran 2000 dan 1997.
Peserta juga akan dibatasi dan hanya merekrut 24 tim di kelahiran 1997 (U-15). “Kita telah targetkan 24 tim saja yang akan berlaga di tingkat U-15. Tapi untuk U-12 peserta pendafataran tidak kita batasi hingga waktu yang ditentukan yaitu sebelum perhelatan ini digelar,” sambungnya. Biaya pendaftaran  kelahiran 2000 Rp200 ribu dan kelahiran 1997 hanya Rp300 ribu.(mag-10)

Medan Labuhan Juara Turnamen Futsal PFC

MEDAN- PSMS Medan Fans Club (PFC) menggelar turnamen futsal antar korwil di KIM Futsal Centre Mabar, Minggu (13/2) lalu. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat persaudaraan sesama anggota.

“Ini demi soliditas anggota. Kalau mereka akrab di sini, tentu saat memberikan dukungan kepada PSMS di Stadion Teladan juga akan semakin solid,” ungkap Ketua Umum PFC Rahmad Nur Lubis.

Dengan demikian, lanjutnya, para anggota PFC dapat terarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif. “Harus diakui, anggota kita sebagian besar remaja. Jadi dengan menggalakkan futsal di kalangan mereka, setidaknya bisa membuat mereka melakukan kegiatan yang positif,” katanya lagi.
Sementara, Ketua Panitia Muammar Reza menuturkan, turnamen Futsal PFC ini diikuti oleh 10 korwil dengan sistem grup. Korwil Medan Labuhan menjadi juara turnamen usai mengandaskan Medan Deli di final dengan skor 4-1.

Sebelumnya, di babak semifinal Medan Labuhan menekuk Medan Perjuangan dengan skor 7-6 lewat adu penalti. Sementara Medan Deli di babak semifinal mengalahkan Medan Timur degan skor 4-2. “Tim juara mendapatkan hadiah uang pembinaan dan piala. Turnamen ini khusus untuk anggota yang mempunyai kartu anggota PFC,” pungkasnya.(saz)

NPC Sumut Target 22 Emas

MEDAN- Cabang olahraga atletik binaan National Paralimpic Commite (NPC) Sumut memasang target 22 medali emas untuk PON Riau mendatang.
“Pengurus mengharapkan penambahan medali emas dari Porcanas Kalimantan Timur 2008,” tutur Yoseph Lumi, Kepala Pelatih Atletik kepada wartawan usai memimpin latihan di Stadion Unimed Medan, Rabu (15/2).

Untuk keseluruhan atlet atletik Sumut yang lolos Pra-Porcanas itu ada 20 orang, antara lain nomor lempar cakram, lempar lembing dan tolak peluru.
Sementara nomor  lari dan lompat jarak jauh  ada Harjono Tarihoran, Super Benektus, Abdul Halim, Indra, Aspen, Suriani, Melly, Lidya, Septi Sumarni. Semua atlet berasal dari daerah Medan, Samosir, Deliserdang, Binjai, Pematangsiantar, Nias, dan Serdangbedagai.
“Untuk peningkatan prestasi tidak sepenuhnya kita menekan atlet melainkan sistem kepengurusan juga masih perlu pembenahan,” katanya. (mag-10)

Anes Siregar Siap Tampil di PON

MEDAN- Atlet renang asal Tirta Prima Anes Siregar akan diturunkan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau, 9 September  mendatang.
Rencananya dia akan turun di nomor lomba 100 meter gaya punggung dan 200 meter gaya punggung.

“Sampai saat ini saya terus menjalani program latihan di Kolam Renang Selayang Medan Jalan Dr Mansyur,” bilang Anes saat ditemui wartawan koran ini, Selasa (14/2).

Dijelaskannya materi latihan yang diajarkan pelatih Igor meliputi latihan daya tahan tubuh dan pengaturan pernapasan dalam air. “Namun yang terpenting dalam teknik renang ini adalah bisa mengatur pernafasan. Lalu dapat menggerakan organ tubuh dengan cepat,”ungkapnya. Sebelumnya Anes juga pernah meraih medali emas saat Pelatda. Nah, saat PON nanti Anes bertekad meraih emas.

Sementara itu Rudi Rinaldi, Penasihat Klub Tirta Prima mengaku bangga atas prestasi yang diraih atletnya.
“Mudah-mudahan raihan medali emas dapat memotivasi atlet untuk bisa meraih prestasi lagi saat di PON nanti,” bilang Rudi.(omi)