27 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 13910

Jadi Calo CPNS, Raup Puluhan Juta Rupiah

Kepala Registrasi Lapas Gadungan Dibekuk

MEDAN- Pelaku penipuan yang mengaku sebagai Kepala Seksi Registrasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjunggusta, Patri Harahap alias Jefri Sianipar (30) warga Pematang Siantar, diringkus korbannya sendiri, Rabu (15/2) siang. Jefri diringkus setelah dijebak oleh kuasa hukum korbannya, Feri Antoni Surbakti SH MH untuk bertemu di doorsmeer mobil Jalan T Amir Hamzah untuk melakukan transaksi.

“Saya mendapat laporan dari seorang ibu yang katanya ditipu oleh oknum yang mengaku Kepala Registrasi Lapas. Jadi, saya tadi minta ibu itu menlepon pelaku dan meminta dia datang ke mari,” jelas Feri Antoni, pengacara yang berkantor di Jalan Gatot Subroto ini.

Berselang 30 menit kemudian, oknum Kepala Registrasi Lapas gadungan itu datang dengan mengendarai mobil xenia. Setelah berbincang-bincang, lantas Feri langsung membekuk Jefri dan menggiringnya ke Mapolsek Helvetia.

Di Mapolsekta Helvetia, Jefri mengaku sudah empat bulan menjalankan aksinya dengan menyaru sebagai Kepala Seksi Registrasi Lapas Tanjunggusta. Kepada calon korbannya, Jefri mengaku bisa memuluskan seseorang untuk menjadi PNS di Lapas Tanjunggusta.

Bermodalkan seragam lengkap yang ia beli dari UD Bandung di kawasan Tomang Elok dan ID Card palsu yang di tempahnya di kawasan Jalan Iskandar Muda seharga Rp30 ribu, pelaku mampu meyakinkan korbannya dan menipu korbannya sehingga tertarik memakai jasanya untuk menjadi PNS di Departemen Kementrian Hukum dan HAM.

Jefri juga mengaku sudah menyusun rencana penipuan ini saat dia masih menjadi narapidana di LP Siborong-borong atas kasus penipuan. “Aku sudah atur rencana penipuan ini saat masih mendekam di Lapas Siborong-borong,” terang pria yang mengaku besar di Panti Asuhan Siantar ini.

Dari aksinya, Jefri mengaku sudah meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah. “Dari empat orang korban aku minta Rp5 juta sampai Rp20 juta uang mukanya. Kubilang untuk biaya buat ID card Departemen Hukum dan HAM Medan,” terangnya lagi.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia AKP Ade Chandra saat ditemui mengaku telah mengamankan oknum Kepala Registrasi Lapas Tanjunggusta gadungan. “Namun kita masih menunggu korbannya membuat laporan, biar bisa kita proses,” ucap Ade.(gus)

Perkokoh Nilai Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa

MEDAN- Ketua Pengurus Wilayah Laskar Ampera Arif Rachman Hakim Sumut HM Tahjuddin Nur SK mengajak generasi muda untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila dalam diri masing-masing sebagai jati diri bangsa. Hal ini disampaikan Tahjuddin didampingi sejumlah Pengurus Wilayah Laskar Ampera Arif Rachman Hakim Sumut saat berkunjung ke kantor redaksi Harian Sumut Pos, Graha Pena Jalan SM Raja Medan, Rabu (15/2). Mereka diterima dua Wakil Pemimpin Redaksi Sumut Pos, Hirzan dan Herdiansyah.

Tahjuddin yang juga Wakil Sekretaris Partai Golkar Sumut ini mengungkapkan, organisasi yang baru dipimpinnya selama dua bulan ini bertekad menjadi wadah penyampai hati nurani masyarakat Sumut termasuk mencari solusi atas maraknya kasus-kasus tanah yang belum tuntas di Sumut. ‘’Kami ini milik masyarakat Sumut,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, saat pelantikan kepengurusan di Hotel Madani telah dilaksanakan dialog nasional membahas permasalahan tanah yang juga dihadiri anggota Komisi II DPR RI Chairuman Harahap.

Berkaitan dengan kepengurusan baru Pengurus Wilayah Laskar Ampera Arif Rachman Hakim Sumut, Tahjuddin menerangkan, saat ini 30 persen merupakan pelaku sejarah angkatan 66 sedangkan selebihnya generasi muda penerus angkatan 66. ‘’Organisasi ini independen meski pengurus ada yang yang menjadi kader partai politik,’’ katanya menyikapi apresiasi Laskar Ampera Arif Rachman Hakim Sumut menghadapi Pilgubsu 2013.
Dalam kesempatan ini, Tahjuddin memberi apresiasi kepada Sumut Pos yang menjadi koran terbaik se-Sumatera. (dmp)

Penjaga Malam Diikat, Puluhan Juta Lewong

Perampok Bobol Brankas PT CBB

LABUHAN- Aksi perampokan di wilayah hukum Polsekta Medan Labuhan kian mengganas. Setelah sebelumnya terjadi di sebuah gudang industri, kini giliran PT CBB di Jalan Pasar Nippon Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan, dirampok tiga pria bersenjata tajam, Rabu (15/2) dini hari. Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa kabur uang tunai puluhan jutaan rupiah dari dalam brankas milik perusahaan.

Perampokan dilakukan tiga pria bersenjata tajam (sajam) jenis parang panjang itu terjadi sekira pukul 02.00 WIB. Dalam aksinya, pelaku lebih dulu melumpuhkan dan menyekap petugas penjaga malam, Husin (40). Kedua tangan dan kaki warga Pasar Melati, Tanjungsari, Kecamatan Medan Tuntungan ini diikat dengan seutas tali oleh pelaku.

Setelah itu, pelaku menerobos masuk ke ruangan perusahaan dan mengambil uang dari berangkas senilai Rp6 juta. Usai mengambil uang tersebut, ketiga pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi peti kemas itu.

Husin, ketika ditanyai menyebutkan, pagi dini hari itu dia tengah duduk di pos penjagaan. Tiba-tiba, tiga pria tak dikenal, dua diantaranya menggunakan sebo melompat pagar setinggi 2 meter. “Aku sempat terkejut begitu ada orang masuk ke gudang. Saat itu aku sempat nanya ke pelaku, kalian ini siapa? Tapi aku langsung ditendang hingga terjatuh. Dan terus tangan dan kakiku diikat,” ungkapnya.

Dalam keadaan terikat, Husin berusaha melepaskan tali yang mengikatnya. “Pagi itu juga aku menghubungi pemilik perusahaan, lalu diteruskan ke polisi,” ucapnya.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan AKP Oktavianus ketika dikonfirmasi mengaku sedang melakukan penyelidikan.(mag-17)

Polres Karo Periksa Kelengkapan Senpi

KARO- Untuk meminimalisir tindakan negatif personel yang memiliki senjata api (senpi) di jajaran Polres Karo, Waka Polres Tanah Karo, Kompol D Aruan menggelar pemeriksaan kelengkapan senjata seluruh personel di halaman Mapolres Karo, Rabu (15/2).

Menurut Waka Polres Tanah Karo Kompol D Aruan, pemeriksaan senjata api ini merupakan bagian dari kegiatan berkala per tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan agar personel polisi yang memiliki senpi tidak menyalah gunakan fungsi tugasnya.

“Ini merupakan arahan Kapolres, agar senpi dan perlengkapannya (peluru, Red), serta surat ijin diperiksa secara detail. Cuma petugas yang lulus test psikologilah yang dapat membawa senjata api. Dari gelar rutin ini diharapkan  seluruh anggota tidak ada yang menyalah gunakan fungsi senjata,” ujarnya singkat.(wan)

Empat Rekanan Bakal Susul Arjoni Munir

MEDAN- Setelah menahan mantan Kadispora Pemprov Sumut Arjoni Munir pada Senin (30/1) lalu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut bakal menambah empat calon tersangka baru. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso, Rabu (15/2).

“Kumungkinan dalam waktu dekat ini Akan ada calon tersangka lainnya, diperkirakan ada empat orang. Sepertinya dari pihak rekanan,” ujar Heru. Saat ditanya identitas keempat orang tersebut, Heru tak mau membeberkannya.

Sementara mengenai berkas tersangka Arjoni Munir, kata Heru, dalam waktu dekat akan dikirim penyidik ke Kejaksaan.

Berkas Arjoni Munir yang terbelit kasus korupsi pengerjaan 11 paket proyek kegiatan pemeliharaan rutin atau berkala gedung kantor dan asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jalan Sekolah Pembangunan Medan Sunggal Tahun Anggaran 2008 tersebut akan dikirim paling lambat pekan ini.(mag-5)

Pulang Urus e-KTP, Warga Belawan Dibacok

BELAWAN- Aksi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) di kawasan Belawan kian meningkat. Dalam empat hari terakhir, telah terjadi tiga kasus kekerasan dengan senjta tajam.

Rabu (15/2) sore, tindak kejahatan serupa kembali terulang. Kali ini korbannya Salman alias Martel (29), warga Lorong Kenanga Lingkungan 27, Kelurahan Belawan I, Medan Belawan. Dia dibacok dua pria bersepeda motor di depan Lorong Pahlawan Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.
Sore itu, Salman baru saja pulang dari kantor camat usai mengurus KTP elektonik. Di tengah jalan, tiba-tiba dia dihadang oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor.

Tanpa banyak tanya, pelaku langsung membacokkan senjata tajam ke perut korban hingga terkapar bersimba darah. Puas menganiayaa korbannya, pelaku yang diduga juga pernah melakukan kejahatan serupa terhadap Khaidir (21), warga Lorong Melati, Belawan itu langsung melarikan diri.(mag-17)

Kecerdasan dan Kesehatan Anak Terjamin

Yayasan Nanda Putra Utama Integrasikan PAUD dan Posyandu

LABUHAN DELI- Gizi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam pertumbuhan dan kecerdasan anak usia dini. Pemenuhan gizi yang cukup pada anak usia dini dapat mempengaruhi perkembangan mental, termasuk kecerdasan anak.

Karenanya, sesuai amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, maka Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diintegrasikan dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada kecerdasan dan kesehatan anak.

Demikian disampaikan Camat Labuhan Deli Dedi Maswardy saat meresmikan pengintegrasian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Nanda Putra Utama dengan Posyandu di Jalan Veteran Gang Utama, Desa Helvetia, Labuhan Deli, beberapa hari lalu.

Menurut Dedi, berdasarkan suatu penelitian, tingkat kecerdasaran manusia dimulai dari usia 4 hingga 12 tahun dan 80 persen tingkat kecerdasan itu dimulai pada usia 4 tahun. “Karenanya di usia 4 tahun itulah anak harus diberikan pendidikan dan asupan gizi. Nah, di sinilah peran Posyandu itu dimaksimalkan,” kata Dedi.

Dalam kesempatan itu, Camat Labuhan Deli juga mengaharapkan PAUD Nanda Putra Utama dapat menjadi percontohan untuk Kecamatan Labuhan Deli bahkan Kabupaten Deliserdang. Dia juga mengapresiasi kegigihan Hasaidin Daulay dan istri selaku pemilik dan pengelola PAUD Nanda Putra Utama yang tak henti-hentinya mengabdi dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya di Labuhan Deli.

Sementara Hasaidin Daulay selaku tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Deliserdang dari PPP mengungkapkan, PAUD Nanda Putra Utama diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya ibu dan anak. Menurutnya, pengintegrasian PAUD dengan Posyandu ini untuk menyahuti tuntutan pemerintah melalui UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dalam mencerdaskan dan manyehatkan anak secara terpadu.

“Kita menyediakan sarana dan prasarana dan didukung Kades Helvetia Zakaria SH. Kita tak akan henti-hentinya membantu masyarakat,” terang Hasaidin.(ade)

Dua Bupati Teken MoU

Hindari Konflik Tapal Batas Sergai-Tebingtinggi

TEBINGTINGGI- Guna mengantisispasi konflik di wilayah perbatasan, Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Bupati Serdang Bedagai Tengku Erry Nuradi sepakat menandatangi sejumlah kerja sama, Rabu (15/2).

Adapun kerja sama yang diteken dua daerah bertetangga ini yaitu, bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, kebersihan,lingkungan hidup, pelayanan air bersih, pemadam kebakaran dan tapal batas kedua wilayah.

Penandatangan yang dilaksanakan di Gedung Balai Kartini, Jalan Imam Bonjol, Kota Tebingtinggi itu, turut disaksikan Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara  Zulkifli Taufik, Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Irham Taufik ,Kapolres Tebingtinggi AKBP Andi Rian Djajadi, seluruh SKPD Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Serdang Bedagai, Direktur PDAM Tirta Bulian Ir Oki Doni Siregar dan undangan lainnya.

Bupati Serdang Bedagai, Tengku Erry Nuradi mengatakan, Tebingtinggi dan Serdang Bedagai memiliki hubungan historis tersendiri, karena wilayah administratif keduanya saling berdampingan.

Perekonomian Kota Tebingtinggi, juga didukung oleh masyarakat Serdang Bedagai, sehingga saat ini hubungan baik antar kedua daerah sangat penting.
“Contohnya, tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Tebingtinggi, sudah tidak memungkinkan lagi untuk dioprasikan, sehingga Pemkab Sergai bisa memberikan wilayahnya untuk dibuat TPA. Untuk pemadam kebakaran, pihak Tebingtinggi dan Kabupaten Sergai juga saling bekerjasama,jika pemadam kebakaran Sergai belum datang diharapkan pemadam kebakaran Tebingtinggi sudah sampai di lokasi jika terjadi kebakaran,” jelas Erry.

Masalah tapal batas dan aset Sergai yang ada di Kota Tebingtinggi, Tengku Erry Nuradi akan kembali membicarakannya dengan pemerintah Kota Tebingtinggi dengan mengambil keputusan terbaik yang tidak merugikan pihak manapun.

Sementara, Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, hubungan emosional masyarakat Serdang Bedagai dan Kota Tebingtinggi sangat baik, janganlah karena tapal batas wilayah menjadikan hubungan tersebut tidak harmonis. “MoU yang kita bangun hari ini, diharapkan menjadi pererat hubungan antara kedua belah pihak, sehingga saling menguntung bagi keduanya,” kata Umar.

Staf Ahli Gubsu, Zulkifli Taufik meminta perjanjian  naskah kesepakatan bersama (MoU) Wali Kota Tebingtinggi dan Bupati Serdang Bedagai bisa berjalan dengan baik, karena kedua wilayah ini saling berbatasan langsung, sehingga hubungan baik perlu dijaga untuk kemajuan masyarakatnya. (mag-3)

Oknum LSM Tipu Ribuan Siswa

Palsukan Tanda Tangan Kepala Dinas Pendidikan Tebingtinggi

TEBINGTINGGI- Abdul Sukur Nasution (22) warga Paringgoran, Kecamatan Ulu Barumun, Kabupaten Padang Lawas dan Hafzan Syahputera (27) warga Young Panah Hijau, Kelurahan Labuhan Deli, Medan Labuhan ditangkap petugas Polres Tebingtinggi di kantor Dinas Pendidikan, Jalan Balai Kota, Kota Tebing Tinggi, Selasa (14/2) malam, sekira pukul 20.00 WIB.

Penangkapan kedua pelaku terkait pemalsuan tanda tangan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi atas nama Drs Pardamean Siregar.
Keterangan diperoleh di mapolres Tebingtinggi, Rabu (15/2), pemalsuan tanda tangan oleh anggota LSM Lembaga Mobille Medical yang berkantor di Jalan Gatot Subroto, Kota Tebingtinggi ini, untuk memuluskan aksi mereka ke sekolah-sekolah yang ada di Tebingtinggi saat melakukan cek golongan darah kepada siswa.

Ribuan pelajar setingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tertipu dengan aksi Mobille Medical ini. Adapun sekolah yang menjadi korban penipuan pelaku diantaranya, SMP N1, SMPN 2 dan SMPN 4.

Untuk memudahkan penyelidikan, kedua tersangka langsung di amankan ke Mapolres Tebingtinggi guna dimintai keterangan. Penangkapan pelaku berawal dari laporan Kepala Sekolah SPM Negeri 2, yang merasa curiga dengan aksi pelaku.

“Saya curiga melihat surat rekomondasi itu, kemudian dilakukan komunikasi dengan Kadis Pendidikan, tetapi rekomandasi tersebut dibantah Kadis,” kata Zulkarnaen, Kepala Sekolah SMPN 2.

Menyikapi hal itu, Kadis pendidikan Drs Pardamean Siregar langsung menghubungi pihak Mobille Medical untuk datang ke Kantor Dinas Pendidikan, saat itu langsung pihak kepolisian menangkap dua orang pelaku sekaligus pemilik Lembaga Mobille Medical.

“Saya tidak pernah memberikan rekomondasi kepada Mobille Medical untuk cek golongan darah ke palajar setingkat SD dan SMP,” bantah Pardamean.
Sementara itu, tersangka Hafzan Syaputera mengaku, terpaksa melakukan hal ini dikarenakan ada keyakinan sebelumnya saat memasukan proposal ke Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi akan disetujui Kadis. Usaha yang dilakoni ini sudah berjalan satu bulan dengan target utama pelajar se-Kota Tebingtinggi, biaya yang dipatok untuk satu siswa bervariasi, mulai Rp8.000 sampai Rp15.000 per siswa.

Kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Lili Astono mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan kedua tersangka. Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti satu unit komputer dan alat cetak printer. (mag-3)

Program KB Perlu Komitmen Kepala Daerah

MEDAN- Komitmen stake holder atau kepala daerah disetiap Kabupaten/Kota sangat diperlukan dalam menyukseskan program Keluarga Berencana. Hal itu ditegaskan Ketua Koalisi Kependudukan Provinsi (KKP) Sumut Heru Sadono, usai melaksanakan teleconference dengan KKP provinsi di Indonesia, di aula BKKBN Perwakilan Sumut, kemarin (15/2).

“Dalam rakernas lalu, ada 7 point rekomendasi deklarasi kependudukan. Salah satu yang penting yaitu komitmen pemerintah daerah akan pentingnya kependudukan sebagai aset masa depan,” ujar Heru.

Dijelaskan Heru, jika pertumbuhan penduduk tidak di manage dengan baik, maka akan memberi beban kepada negara.

“Kita harus punya desain karena salah satunya yang berpengaruh adalah keluarga berencana (KB). Untuk itu, diperlukan revitalisasi kependudukan dan komitmen kepala daerah, agar memandang KB sebagai variabel mengatasi pertumbuhan penduduk, khususnya Sumut,” jelas Heru.
Menyikapi hal itu, tambahnya, dalam waktu dekat ini KKP Sumut akan bekerjasama dengan BKKBN Perwakilan Sumut untuk melaksanakan Rakerda yang nantinya dihadiri para kepala daerah dan legislatif.

Sementara, Kepala BKKBN Perwakilan Sumut, Djondrorini mengatakan, tujuan diadakannya teleconference sebagai sosialisasi KB, dimana hasil rakernas meningkatkan peran serta dan komitmen stake holder. “Karena sekarang program KB dilaksanakan kabupaten/kota,” ujar Rini. (mag-11)