27 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 13920

Monitoring Saham Lewat AKSes Mobile

MEDAN- Saat ini, para pengusaha tak perlu bersusah payah memonitoring bursa saham. Soalnya, kini telah hadir AKSes Mobile yang mempermudah informasi terkait saham.

Aplikasi handphone ini, diperkenalkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Hotel Aryaduta Medan, Kamis (26/1).
Menurut Kepala Divisi Penelitian dan pengembangan Usaha KSEI, Syafruddin, aplikasi AKSes Mobile ini akan mempermudah nasabah pasar modal untuk melakukan monitoring, tinggal melakukan install di smart phone, masukan User ID, dan password seperti biasa, monitoring bisa langsung dilakukan. “Ini akan mempermudah pemantauan saham, baik untuk pembelian maupun pemindahan saham nasabah,” ujar Syafruddin.

Salah satu kemudahan yang diberikan, nasabah dapat mengetahui perkembangan saham, uang masuk, dan uang keluar hanya melalui pemantauan di aplikasi ini. “Kadang, nasabah tidak mengetahui adanya pemindahan dan pembelian saham, nah dengan aplikasi ini bisa dipantau setiap saat,” tambah Syafruddin.

Berdasarkan data tanggal 24 Januari 2012, secara nasional pengguna Kartu AKSes yang tercatat di KSEI sebanyak 203.607 pengguna, dan hanya 23.478 yang login ke website AKSes, dengan jumlah perusahaan efek 118 perusahaan.

Sedangkan untuk Medan, ada 27 perusahaan efek, dengan jumlah nasabah sekitar 15.223 dan hanya 945 nasabah yang sudah menggunakan fasilitas AKSes ini.

Dipastikan, dengan menggunakan aplikasi mobile ini, pelanggaran yang biasanya dilakukan oleh perusahaan efek dapat dihindari. Kalaupun terjadi pelanggaran yang dilakukan, perusahaan efek tersebut akan mendapatkan sanksi berupa pencabutan lisensi.

“Sanksi paling keras yang bisa kita lakukan dengan pencabutan lisensi bagi perusahaan efek yang melakukan pelanggaran,” ungkap Syafruddin.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja, mengatakan, aplikasi AKSes Mobile ini akan memudahkan nasabah untuk memantau Sub rekening Efek. “Ini akan mencegah terjadinya pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh perusahaan efek. Nah dengan sering memantau, tentu dapat membuat nasabah mengetahui jumlah dana yang dimilikinya,” tutur Lily.

Pengalaman menggunakan AKSes Mobile juga disampaikan oleh Oentoeng Prasetyo, selaku pemilik dan pengguna kartu AKSes.
“Aplikasi AKSes Mobile ini sangat mudah dan praktis, saya bisa memeriksa kepemilikan saham saya setiap saat yang disimpan di KSEI,” ujar Oentoeng. (ram)

Polres Pakpak Bharat Amankan Kayu Ilegal, Pelaku Mengaku Anggota TNI

PAKPAK BHARAT- Kepolisian Resor (Polres) Pakpak Bharat menangkap tiga pelaku ilegal logging saat melakukan razia rutin di Pos Lantas Sukaramai, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Kamis 26/1) sekira pukul 01.00 WIB.

Ketiga pelaku yang ditahan berinisial R (24) warga Desa Teluk Bakung, Kabupaten Langkat, S (27) warga Dusun V Kebun Baru Hamparan Perak dan H (29) warga Dusun V Kebun Baru, Hamparan Perak.

Pelaku mengangkut kayu olahan diduga hasil ilegal logging  dari kawasan hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Aceh. Saat melintas dari NAD menuju Medan, ketiga pelaku membawa kayu olahan menggunakan satu unit truk colt diesel berplat TNI 8672-I.

Petugas yang curiga dengan muatan truk tersebut, memberhentikan truk. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata muatan truk tersebut berisi kayu jenis damar laut, kayu kapur dan kayu hutan lainnya sebanyak 120 batang berbentuk broti dengan ukuran bervariasi. Saat diamankan, ketiga pelaku memakai kaos loreng TNI dan mengaku sebagai anggota TNI.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom didampingi Waka Polres Kompol Bulmar Pasaribu dan Kasat Reskrim AKP Bonar Silalahi saat dikonfirmasi Sumut Pos, membenarkan penangkapan tersebut. “Saat ditangkap, ketiga pelaku mengaku aparat dan kayu tersebut hendak mereka bawa ke Simpang Merek. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku masih diamankan di Mapolres Pakpak Bharat,” kata Gultom. (mag-14)

Minta Jatah Mobil, DPRD Langkat Dikecam

LANGKAT- Kecaman keras spontan ditujukan kepada anggota DPRD Kabupaten Langkat, terkait permintaan 30 unit jatah mobil dinas dengan judul pinjam pakai.

Bukan hanya dinilai tidak pro rakyat, malah sekumpulan legislator disebut pongah.

“Semestinya anggota dewan berkaca kepada kondisi yang ada, banyak kebutuhan masyarakat belum terakomodir dan mungkin sudah mereka (DPRD) kantongi sesuai serapan dari aspirasi rakyat,” kata M Nuh, mantan anggota DPRD Langkat.

Nuh yang duduk masa bhakti 1992-1997, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (26/1), dengan nada tinggi menyikapi hal itu sekaligus berharap DPRD Kabupaten Langkat tidak disambangi penyidik apakah kepolisian, jaksa atau bahkan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) seperti yang saat ini mengemuka.

Legislator asal Fraksi Karya Pembangunan (ketika itu) menambahkan, anggaran diperuntukkan kepada 30 unit mobil yang disebut-sebut bernilai Rp6 miliar lebih, lebih baik dipergunakan untuk membangunan infrastruktur. Pasalnya, mobil dimaksud tidak bisa menjangkau konstituen di pelosok karena sarananya tidak memadai.

“Kita sepakati dulu, kesampingkan aturan maupun peraturan terhadap kelayakan apa dan siapa saja di legislatif mendapat atau terima fasilitas dari pemerintah. Bagaimana mungkin mobil jatah diminta legislator mampu menembus ke pelosok, guna menyerap aspirasi kalau sarana infrastrukturnya saja tidak diperbaiki,” urai Nuh.

Idealnya, saran dia, legislator berpikir lebih sederhana dan introspeksi terhadap hasil kinerja sebelum mewacanakan sesuatu. Pasalnya, kesilafan mengambil kebijakan seketika dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap embanan status wakil rakyat.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Langkat, Syafril, saat dimintai tanggapan melalui sambungan telepon menilai, sikap tersebut kendati masih rumor sangat tidak pro sekaligus melukai rakyat. Pasalnya, dengan segala keprihatinan saat ini masih saja legislator itu tidak memahami keadaan (rakyat) yang diwakilinya.

“Untuk kader kita (PDI-P) yang duduk di legislatif saat ini, dengan segala hormat diharapkan tidak terlibat dalam mewacanakan jatah mobil tersebut. Karenanya, anggota (DPRD) kita wanti-wanti agar tidak terjerumus dalam kebijakan aneh ini. Setiap anggota tidak pro rakyat, tentunya kita punya rumusan menyikapinya,” tegas mantan legislator dua periode ini.

Ralin Sinulingga anggota DRPD Kab Langkat menduduki posisi panitia anggaran saat ini dimintai tanggapan mengaku, belum mengetahui secara detail tentang hal dimaksud sampai sejauh ini. Pun demikian, apabila tetap dilangsungkan wacana itu dengan ketentuan berlaku maka penerima mobil (jatah) harus menanggung jawabi kebutuhan bahan bakar ataupun perawatan sendiri bukannya pemerintah.  (mag-4)

Antisipasi Gangguan Kamtibmas

PAKPAK BHARAT- Demi menjaga keamanan dan kondusivitas, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom, mengundang Muspida dalam acar temu ramah di Mapolres Pakpak Bharat, Selasa (24/1).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Pakpak Bharat Maju Ilyas Padang, Ketua DPRD Agustinus Manik, Kodim 0206 DM Ginting, Ketua MUI Kabupaten Pakpak Bharat Daud Sagala, para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta organisasi kepemudaan.

Dikatakan JH Manik, selaku tokoh masyarakat, perlu dilakukan penertiban pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan di jalan raya, terutama para pelajar sebagai generasi penerus. Selain itu, meningkatkan pengamanan di setiap daerah sebagai antisipasi maraknya tindak kriminal, seperti pencurian.
Sementara Daud Sagala, mewakili tokoh agama, meminta kepada pihak kepolisian dan pemkab untuk memberantas penyakit masayarakat seperti, perjudian dan prostitusi.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pakpak Bharat Maju Ilyas Padang, mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan dan mewujudkan suasana yang aman dan kondusif di lingkungan masing-masing.

Selain itu, dia juga mengharapkan adanya kerja sama apik antara masyarakat dengan kepolisian demi terciptanya Kamtibmas di daerah tersebut. (mag-14)

JR Saragih Bungkam Soal Dugaan Korupsi Rp48 M

SIMALUNGUN- Bupati Simalungun JR Saragih, memilih bungkam atau tidak memberikan komentar tentang dugaan korupsi Rp48 miliar APBD 2006 yang dilaporkan anggota DPRD Bernhard Damanik ke KPK. JR Saragih terlihat tidak senang ditanya tentang masalah ini, ketika dita nya wartawan, Kamis (26/1) sekira pukul 13.00 WIB, saat JR Saragih melaksanakan makan siang di RM Garuda di Jalan Medan Siantar Utara.

Acara makan siang para pejabat Pemkab ini, berlangsung hingga pukul 14.30 WIB.  Usai makan siang, JR Saragih didampingi Sekda Ismail Ginting, Asisten I Jhonni Saragih, Asisten II Ramadani Purba dan beberapa pimpinan SKPD di Pemkab Simalungun, enggan memberikan komentar terkait kasus dugaan korupsi Rp48 miliar yang diduga melibatkan dirinya.

Saat memperkenalkan diri dari METRO (grup Sumut Pos), muka JR Saragih tampak tidak senang dan makin tidak senang lagi ketika disebutkan hendak konfirmasi terkait pengaduan Bernhard Damanik ke KPK.

“Sama Kabag Humas aja, Kabag Humas,” teriak JR seraya menoleh ke belakang dan bergegas masuk ke bus yang membawa mereka.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Simalungun Trully Anto Sinaga menyebutkan, sejak menjabat sebagai Bupati Simalungun pada akhir 2010 lalu, JR Saragih minim komunikasi politik atau komunikasi politiknya selama ini kurang memadai.

“Saya lihat, dari Bupati Simalungun sebelumnya, mulai dari Djabanten Damanik, Jhon Hugo Silalahi dan Zulkarnain Damanik, dialah (JR Saragih) yang paling minim komunikasi politiknya, baik kepada DPRD, LSM dan media massa.

Seharusnya, lanjut Trully, sebagai bupati, dia harus berani berdialog dengan orang yang mengkritisi atau memposisikan diri sebagai opisisi selama ini.
Dikatakan Trully, bukti JR Saragih minim komunikasi politik bisa dilihat dari isu keretakan bupati dan wakil bupati. Sejak mereka memimpin Simalungun, wakil bupati hanya diberikan satu kali kesempatan melantik pejabat, sisanya diberikan kepada Sekda Ismail Ginting.

Selanjutnya, pengakuan Trully, 90 persen saran dan kritikan fraksi-fraksi di DPRD pada saat rapat paripurna, tidak ditanggapi. Begitu juga kritikan dari media dan praktisi hukum maupun LSM, dianggap sebagai angin lalu saja.(ral/smg)

Diduga Arus Pendek Empat Ruko Ludes Terbakar

TEBING TINGGI- Empat ruko di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi ludes terbakar,Kamis (26/1) sekira pukul 03.00 WIB.
Keempat ruko terdiri dari, dua ruko sebagai tempat penampungan barang bekas (botot) dan dua ruko lagi sebagai tempat bengkel dan toko spare part mobil. Kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari arus pendek listrik di gudang botot milik Tio Jam Hing (56).

Untuk memadamkan api, tiga mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan Pemerintah Kota Tebing Tinggi bersama Tim Siaga Bencana (Tagana) Kota Tebing Tinggi. Karena tiupan angin begitu kencang, proses pemadaman berlangsung lambat. Butuh waktu 4 jam untuk menjinakkan kobaran api.
Menurut Adi Putra (31), pemiliki toko spare part mengatakan, saat kebakaran terjadi, dirinya sedang tidur. Tiba-tiba kobaran api menyambar ruko miliknya dan membuatnya tersentak. “Untung saja kami masih bisa meyelamatkan diri,” jelas Adi.

Kapolres Tebing Tinggi AKBP Andi Rian Djajadi, mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihaknya. (mag-3)
“Kami masih menyelidiki penyebab kebaran dengan meminta bantuan tim Labfor Poladsu.(mag-3)

Kapal Disita Polisi Malaysia, Pilih Istirahat di Rumah

Pengakuan Nelayan Sumut yang Tiba di Bandara Polonia Medan

Sebanyak 11 nelayan Sumut yang ditahan pihak keamanan Malaysia beberapa waktu lalu, akhirnya tiba di Terminal Kedatangan International Bandara Polonia Medan, Kamis (26/1) siang.

Setibanya di Bandara Polonia Medan, para nelayan asal Batubara ini, disambut oleh Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pusat, Syahrin Abdurrahman didampingi Direktur Penanganan Pelanggaran PSDKP, Ir Nugroho Aji MSi. Selanjutnya, kesebelas nelayan tersebut diserahkan kepada kepala daerah masing-masing yang tiba di Bandara Polonia Medan.

Dirjen PSDKP Pusat Syahrin Abdurrahman, kepada wartawan mengatakan, pembebasan para nelayan yang sempat ditahan pihak keamanan Malaysia ini, memakan waktu panjang dan negosiasi yang cukup alot.

“Pemulangan kesebelas nelayan ini merupakan wujud kepedulian KKP terhadap nasib para nelayan dan kami mengupayakan tindakan preventif dengan memberikan pembinaan dan sosialisasi tentang wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, ditambahkannya, bila ada nelayan yang ditangkap oleh petugas keamanan Malaysia, pihaknya langsung pro aktif dan melakukan semua upaya agar para nelayan bisa dipulangkan dengan cepat.

“Setiap mengetahui ada nelayan yang ditangkap, kami langsung bekerja sama dengan pihak Kementerian Luar Negeri dalam upaya pemulangan para nelayan,” jelasnya.

Syahrin Abdurrahman mengaku, pemulangan sebelas orang nelayan asal Sumut ini, merupakan hasil kegiatan advokasi yang secara terus menerus dilakukan.

Sebelumnya, terang Syahrin, tanggal 25 November 2011 lalu, sebanyak 17 nelayan berhasil dipulangkan. Sementara dari data Kementrian Kelautan dan Perikanan sebanyak 172 nelayan asal Indonesia telah berhasil di pulangkan dan kesebalas nelayan tersebut rencananya akan langsung di bawa ke daerah masing-masing untuk dipertemukan dengan sanak keluarga mereka.

Ditempat yang sama, Saan bin Rusli, salah seorang nelayan mengatakan, penangkapan terhadap mereka terjadi ketika mereka selesai menangkap ikan dan hendak pulang. “Polisi dan Tentara Diraja Malaysia menangkap dan menahan kami dengan tuduhan mencuri ikan,” ujarnya.
Ditambahkannya, meski sudah bebas, namun, dirinya masih belum bisa memastikan kembali melaut atau tidak, karena kapal mereka juga disita oleh pihak keamanan Malaysia. “Kalau untuk melaut belum tahu kapan rencananya. Lebih baik istirahat dulu,” ucapnya.

Kesebelas nelayan itu diantaranya Saan bin Rusli, Alwatan bin Baidi, Lukman bin Harun dan Amir bin Rusli, nelayan asal Pantai Labu, Deli Serdang ditangkap 23 Agustus 2011. Sementara Amrianto, Iwan, Ilham, Dhaam, Riduan, Sholi dan Budianto, yang semuanya nelayan asal Medang Deres, Batubara, ditangkap terpisah di bulan Oktober hingga November.(jon)

Perguruan Tamsis Juara LPI

TEBING TINGGI- Perguruan Taman Siswa (Tamsis) Kota Tebing Tinggi tetap menunjukkan jati dirinya sebagai gudangnya olahraga sekolah.
Kali ini, SMK Teknologi tersebut menjadi juara 1 Liga Pelajar Indonesia (LPI) Kota Tebing Tinggi tingkat SMA dengan menaklukkan SMA Negeri 2, dengan skor 2-0, Rabu (25/1) di Stadion Bola, Kampung Durian, Kota Tebing Tinggi.

Tim sepak bola SMK Taman Siswa  membuka skor babak I melalui tendangan Iqbal Trianda di menit ke lima. Skor awal itu  hanya bertahan lima menit, ketika Alfian Effendi berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di menit kesepuluh.

Posisi imbang mejadikan permainan meningkat lebih agresif. Dewi fortuna ternyata berada pada tim SMKT Taman Siswa, ketika tendangan Ridho berhasil menggetarkan gawang SMA Negeri 2 di menit keduapuluh.

Di babak kedua, tempo pemainan lebih dikuasai anak-anak SMA Negeri 2 asuhan Drs Sariono selaku kepala sekolah tersebut.
Namun, sepanjang pertandingan para penyerang SMA Negeri 2 tidak berhasil menambah gol. Demikian pula dengan anak-anak SMK Tamsis, meski punya peluang tapi tak bisa menyelesaikannya dengan baik.

Skor akhir bertahan 2-1 hingga akhir babak pertandingan, untuk keunggulan itu, SMK Tamsis berhak sebagai juara 1 di Liga Pelajar Indonesia Kota Tebing Tinggi .

Kadis Pendidikan Kota Tebing Tinggi, Drs Pardamean Siregar dalam laporan penutupnya mengatakan LPI tingkat SMA diikuti oleh 16 tim sekolah yang ada di Kota tebing Tinggi.

“Direncanakan LPI ini akan menjadi turnamen rutin dalam rangka pembinaan mencari bibit sepak bola di Kota Tebing Tinggi,” katanya.
Sedangkan Plt Sekdako Hadi Winarno mengatakan bahwa kegiatan olah raga dalam ajang LPI ini sebagai salah satu ajang membangun karakter generasi muda melalui olah raga.

“Salah satu bentuk pembangunan karakter dalam olah raga adalah jiwa sportifitas, kejujuran dan bertanggung jawab,” katanya.
Sementara itu juara pertama mendapat tropi bergilir, tropi tetap dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta, juara  dua mendapat tropi tetap dan uang pembinaan Rp7,5 juta dan juara ketiga mendapat tropi tetap dan uang pembinaan Rp5 juta, untuk tingkat SMP dan SMA. (mag-3)

Asian Games 2019, Indonesia Seriusi Jadi Tuan Rumah

JAKARTA- Sukses menjadi tuan rumah SEA Games XXVI Palembang, Indonesia kini tengah mempertimbangkan untuk menjadi penyelenggara pesta olahraga tingkat Asia. Menpora Andi Mallarangeng mengungkapkan, Indonesia mendapat tawaran untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2019.
“Memang ada tawaran menjadi tuan rumah Asian Games,” kata Andi setelah mengikuti silaturahmi Presiden SBY dengan atlet ASEAN Paragames VI 2011 di halaman tengah Istana Kepresidenan, kemarin (26/1).

Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1962. “Sudah waktunya 2019, kita sudah mampu,” imbuhnya.
Pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup stabil menjadi alasan untuk mengajukan sebagai tuan rumah Asian Games. Andi menuturkan, pihaknya akan menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk bidding Asian Games.

“Kita harus tetap melamar juga. Ada beberapa dokumen yang harus disiapkan dan berkomunikasi dengan pihak OCA (Olympic Council of Asia),” kata Andi. Mantan juru bicara kepresidenan itu mengatakan, beberapa negara di kawasan Asian Tenggara menjadi saingan dalam memperebutkan jatah tuan rumah Asian Games 2019.

Andi mengungkapkan, saat ini pihaknya akan melakukan langkah-langkah apa yang diperlukan menuju bidding untuk menjadi tuan rumah. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan persoalan administratif menuju bidding.

Tawaran untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2019, kemarin, juga sempat dibahas dalam breakfast meeting dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan para menteri koordinator. “Dibicarakan kemungkinan-kemungkinannya, di daerah mana yang pantas menjadi kota penyelenggara,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Menurutnya, setidaknya butuh waktu hingga enam tahun untuk melakukan persiapan. “Tadi masih bertukar pikiran. Nanti juga diskusi lagi dengan komisi X DPR,” kata Djoko. (fal/ali/jpnn)

Sejati Pratama Tekuk Batang Sere

MEDAN- Tim Kelompok Umur (KU-16) SSB Sejati Pratama berhasil mengalahkan SSB Batang Sere, dengan skor 3-0 dalam babak penyisihan turnamen Mabar Putra CUP-III 2012 di Lapangan SSB Mabar Jalan Mangaan Pasar II Medan Deli.

Dari awal pertandingan sudah terlihat Sejati Pratama yang akan menjadi pemenang pertandingan. Hal ini ditandai dengan setiap persenrase serangan yang kebanyakan mengarah ke arah pertahanan lawan.

Hingga berakhirnya babak pertama, Sejati Pratama yang diasuh oleh Budianto itu keluar sebagai pemenang dengan skor sementara 2-0.
Dimana dol tersebut diciptakan oleh Rinaldi dengan nomor punggung 9 serta Denis dengan nomor punggung 13.

Bahkan di babak kedua kondisi tersebut belum berubah, dengan semakin meningkatnya serangan yang dilancarkan setiap pemain Sejati Pratama.
Bahkan di babak kedua ini, Sejati Pratama juga belum puas dengan dua angka yang diperolehnya pada babak pertama dengan menambahi satu gol kembali yang hampir menembus gawan Batang Sere oleh Rizki dengan nomor punggung 15.

Akhirnya sampai Rusdi sebagai wasit meniupklan pluit pertanda waktu berakhir, Sejati Pratama tidak memberi satu poin pun kepada pihak lawan. Dan akhirnya pertandingan tersebut berakhir dengan skor 3-0.

“Kami belum puas sampai di sini, disebabkan masih banyak perjuangan untuk meraih juara nantinya,” tutur Budianto kepada wartawan usai pertandingan.
Di tempat yang sama, Ruslan Ketua Panitia mengatakan, penyisihan di KU-16 tersebut akan berlangsung hingga Minggu (29/1).
Dilanjutkan dengan babak 16 besar yang menerapkan sistem gugur untuk penentuan juara pool dan ranner-up pool, sedangkan babak 8 besar pada Kamis (2/2) mendatang, babak semifinal pada Sabtu (4/2) mendatang. Dan babak final pada hari Minggu (5/2) mendatang. (mag-10)