30 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 13926

Kembangkan Fakultas Baru

Ahmad Laut Hasibuan, Zuberuddin Siregar, dan Milhan Jadi Wakil Rektor UMN Al-Washliyah

Melalui proses pemilihan yang demokratis dihadiri 26 orang senat UMN Al-Washliyah, Prof Dr H Ahmad Laut Hasibuan MPd, Drs H Zuberuddin Siregar MM, dan Drs H Milhan MA terpilih menjadi Wakil Rektor UMN Al-Washliyah I, II, dan III periode 2012-2016.

REKTOR UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA me-nyampaikan selamat terhadap tiga Wakil Rektor UMN Al-Washliyah terpilih yang akan segera dilantik setelah keluar surat ketetapan dari PB Al-Washliyah. Kondar mengung-kapkan tiga calon wakil rektor UMN Al-Washliyah yang belum terpilih yakni Dr HM Pandapotan Nasution MPS Apt, Anwar Sadat Harahap SAg MHum, dan Drs Darajat Rangkuti MPd dapat terus berperan mengembangkan UMN Al-Washliyah.

‘’Bagi yang belum terpilih, ini merupakan kemenangan tertunda. Ini merupakan amanah bagi kita dalam menjalankan amanah yang diberikan Pengurus Besar Al-Washliyah,’’ kata Kondar yang memimpin sidang senat di hadapan Sekretaris PB Al-Washliyah Drs Haris Sambas, Ketua PW Al-Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn, Direktur PPs UMN Al-Washliyah Prof Hj Sri Sulistyawati SH MSi PhD di kampus UMN Al-Washliyah Jalan Garu II Medan, Sabtu (11/2).

Dukungan atas proses pemi-lihan yang lancar disampaikan Ketua PW Al-Washliyah Sumut H Hasbullah Hadi SH MKn. Ia menilai pemilihan Wakil Rektor UMN Al-Washliyah merupakan acuan dalam memilih pimpinan kampus. ‘’Tidak ada yang kalah dan yang menang dalam mengembangkan amal usaha dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari jihad,” tegasnya.

Hasbullah mengajak pimpinan kampus, dosen, mahasiswa dan alumni untuk membesarkan UMN Al-Washliyah. ‘’Kita harus tingkatkan dakwah, sosial dan membangun kepedulian. Kita berharap struktur organisasi di lingkungan Al-Washliyah lebih modern dengan sistem adminitrasi dan manajemen yang baik,’’ ucapnya.

Sekretaris PB Al-Washliyah Drs Haris Sambas meminta pimpinan baru di UMN Al-Washliyah terus berkiprah membangun kampus. ‘’Masyarakat Sumut semakin besar menaruh harapan terhadap pengembangan UMN Al-Washliyah di masa mendatang termasuk dalam membuka fakultas baru seperti Fakultas Kedokteran,’’ katanya.

Haris berharap ciri khas pendidikan Islam dapat menjadi karakter bagi para mahasiswa dan alumni UMN Al-Wahliyah. ‘’Rektor dan wakil rektor dan dosen UMN Al-Washliyah harus mampu membimbing mahasiswa dengan lebih baik. Amanah bagi wakil rektor terpilih amat berat,’’ katanya.
Tiga Wakil Rektor periode empat tahun kedepan ini akan menggantikan Wakil Rektor I Drs H Ridwanto MSi, Wakil Rektor II Drs H Firmansyah MSi dan Wakil Rektor III yang kini menjadi Rektor UMN Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA. (*)

Fakultas Kedokteran Wajib Punya RS Pendidikan

JAKARTA-Paling cepat empat tahun lagi, seluruh Fakultas Kedokteran (FK) wajib memiliki Rumah Sakit Pendidikan (RSP). Jika tidak mendirikan RSP izin FK dicabut. Aturan ini menimbulkan keresahan FK di kampus swasta. Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak akan mengucurkan bantuan pendirian RSP di kampus swasta.

Kepastian tidak ada bantuan pembiayaan ini disampaikan oleh Dirjen Pendidkan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso kemarin (12/2). “Tidak ada bantuan,” kata dia.   Djoko menjelaskan, aturan di FK nantinya adalah, wajib mendirikan RSP baru bisa memperoleh izin pendirian FK. “RSP itu sifatnya wajib dulu,” katanyan

Untuk saat ini, FK boleh berdiri meskipun kampus tidak memiliki RSP. Akibatya, pihak kampus menempatkan sejumlah mahasiswa FK ke sejumlah rumah sakit daerah setempat.

Longgarnya pendirian FK tanpa ada RSP ini akhirnya menuai kritikan. Sebab, kualitas mahasiswa FK cenderung tidak bagus. Selain itu, pihak kampus juga tidak memiliki kewenangan penuh dalam mengontrol rumah sakit tempat mahasiswa itu berpraktek. Pihak kampus terbentur dengan keberadaan pengelola rumah sakit daerah itu.

Kepastian tidak aka nada sumbangan untuk pendirian RSP ini, membuat pengelola kampus swasta resah. Diantaranya diutarakan oleh petinggi Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Tim Pengembangan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se Indonesia Suyatno mengatakan, jika memang tidak ada bantuan dari pemerintah maka pihaknya sudah berancang-ancang menggenjot pemasukan dari masyarakat.

Pria yang juga rektor Universitas Muhammadiyah Prod Dr Hamka (Uhamka) itu menjelaskan, saat ini ada delapan PT dibawah naungan PP Muhammadiyah yang mengelola FK. Yaitu Universitas Muhammadiyah (UM) Malang, UM Surakarta, UM Jogjakarta, UM Jakarta, UM Semarang, UM Palembang, UM Sumatera Utara, dan UM Makassar. “Ada dua yang masih proses (penderian FK, Red), yaitu UM Purwokerto dan UM Surabaya,” jelas Suyatno.

Suyatno berharap ketentuan mewajibkan keberadaan RSP tidak dijalankan dengan kaku. “Harus bisa fleksibel. Apalagi ada FK yang baru berkembang,” kata dia. Suyatno menjelaskan, seluruh FK di bawah naungan PP Muhammadiyah sampai saat ini masih bergabung dengan RS Muhammadiyah yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang FK di kampus Muhammadiyah.

Dia berharap, sambil mengumpulkan dana dari masyarakat pemerintah bisa memberikan kesempatan FK Muhammadiyah untuk bekerjasama dulu dengan RS Muhammadiyah. “Biarkan dulu yang sekarang ini sudah berjalan. Sambil lalu membangun RS Pendidikan,” tandasnya. Jika perlu, Suyatno berharap RS Muhammadiyah yang selama ini sudah digandeng FK Muhammadiyah bisa ditetapkan menjadi RSP.

Dalam kesempatan lain, Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan aturan kewajiban RSP ini masih digodok dalam bentuk RUU Pendidikan Kedokteran. Dia mengingatkan, kalaupun aturan ini disahkan seluruh perguruan tinggi wajib menjalankkan.

Menurut Nuh, RSP harus berfungsi seperti rumah sakit umum. “Harus ada pasien masyarakat umum,” tandas menteri asal Surabaya itu. Dengan demikian, maka proses pembelajaran calon-calon dokter bisa benar-benar efektif. (wan/jpnn)

Tambah Ruang Terbuka Hijau

Wali Kota Tanam Pohon di Lapangan Gajah Mada

Pemerintah Kota (Pemko) Medan menanaman 48 pohon trembesi di Lapangan Gajah Mada Medan, Sabtu (11/2). Penanaman pohon ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya perubahan iklim karena meningkatnyasuhu cuaca. Selain itu, upaya ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah ruang terbuka hijau (RTH) di Medan.

“Saya sudah membaca di media kalau suhu cuaca naik, dan disebutkan oleh BMKG kalau suhu cuaca yang meningkat ini dapat memicu kebakaran, untuk itulah penanaman pohon ini kita lakukan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan suhu cuaca,” kata Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, di sela-sela penanaman pohon trembesi di Lapangan Gajah Mada Medan, didampingi Sekda Medan Syaiful Bahri, Sabtu (11/2).

Dijelaskan Rahudman, Pemko Medan saat ini memang konsen melakukan penghijauan. Apalagi sebelumnya, Pemko Medan sudah menyatakan diri siap menjadi satu di antara 60 kabupaten/kota di Indonesia yang mengusung konsep kota hijau dalam program pengembangan kota hijau (P2KH).
“Saat ini kita berupaya untuk konsen mendorong penghijauan, termasuk penghijauan di tempat-tempat pemakaman umum, selama 2012-2013 ini, kita akan melakukan penataan dan minimal semua makam yang ada di Medan akan dipagar dan ditanam pepohonan sehingga ke depan tidak ada lagi makam yang angker karena suasananya sudah menjadi nyaman,” terang Rahudman.

Dikatakannya pula, Lapangan Gajah Mada Medan yang sudah ditanami 48 pohon trembesi ini, sebaiknya harus steril. “Kalau ada yang berjualan harus ditata dengan baik, dan lingkungan di sini harus dikelola dengan baik, tingkatkan kebersihan dan penghijauan, kita mendorong lapangan ini bisa menjadi taman atau ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat untuk bermain dan sebagainya,” kata Rahudman.

Dalam kesempatan itu juga, dia meminta Kadis Pertamanan, untuk memasang lampu di Lapangan Gajah Mada. “Lapangan Gajah Mada ini harus dijaga karena sudah terdaftar dalam aset Pemko. Dinas pertamanan harus memasang lampu-lampu di lapangan ini, sehingga lapangan ini tidak gelap dan bisa dimanfaatkan bagi masyarakat sebagai ruang terbuka hijau,” jelas Rahudman.

Untuk menata lingkungan menjadi baik, tertata rapi dan nyaman, kata Rahudman, setiap aparat kecamatan dan kelurahan harus mampu bekerja sama dengan baik, termasuk dengan stakeholder maupun masyarakat. “Jangan saling menyalahkan, tapi saling menghargailah. Ke depan akan ada kompetisi antar kecamatan dan kelurahan sebagai motivasi untuk memanajemen lingkungannya dengan baik. Tentu kalau kita mampu bekerja sama dengan baik terutama dengan masyarakat, maka program yang kita jalankan pasti tidak akan gersang,” papar Rahudman.

Dalam kesempatan itu, Rahudman juga meminta agar masyarakat dapat mewaspadai terjadinya bencana. “Perubahan cuaca ini harus kita waspadai, kalau dia panas pasti akan rentan kebakaran, dinas P2K juga harus melakukan sosialisasi tentang pemakaian racun api kepada masyarakat, sehingga kota ini bisa layak huni dan hijau,” terang Rahudman.

Salah seorang warga, Rutiah, memberikan apresiasi kepada Pemko Medan yang sudah memberikan perhatian kepada masyarakat di Kota Medan khususnya warga di Lapangan Jalan Gajah Mada.

“Saya mengucapkan terima kasih karena Pemko sudah memberikan perhatian kepada lapangan ini,” ujarnya.
Apalagi, kata dia, lapangan ini sebelumnya bermasalah sehingga dikhawatirkan warga sekitar sini tidak memiliki lapangan lagi. Anak sekolah yang gedung sekolahnya bersebelahan dengan lapangan juga bakal kehilangan lapangan tempat siswa bermain.
“Kalau Pemko tidak memberikan perhatian ke lapangan ini, siswa tidak akan memiliki tempat bermain lagi. Kami harap Pemko benar-benar serius memperhatikan lapangan satu-satunya di sekitar sini,” ucapnya. (adl)

Capacity Manajemen di Balik Kandang Sapi

Manufacturing Hope

Oleh: Dahlan Iskan
Menteri BUMN

Saya lupa ini bukan Surabaya: pukul lima pagi masih sangat gelap di Jambi. Tapi, janji telanjur diucapkan: melihat perkebunan sawit milik PTPN-6, kira-kira satu jam naik mobil dari Kota Jambi. Padatnya acara Hari Pers Nasional yang dihadiri Presiden SBY tanggal 9 Februari lalu membuat tidak banyak pilihan waktu.

Di PTPN-6 ini ada tubuh-tubuh seksi yang perlu dikunjungi: peternakan sapi yang dikombinasikan dengan kelapa sawit!?

Sudah lebih satu bulan uji coba sapi-sawit ini dilakukan. Memanfaatkan pelepah kelapa sawit untuk makanan ternak. Begitu banyak pelepah yang terbuang. Ini disebabkan kelapa sawit tidak bisa dipanen kalau pelepah yang melindungi tandannya tidak dibuang.

Setiap pohon sawit rata-rata panen 20 kali setahun. Berarti setiap pohon membuang 22 pelepah yang bisa dijadikan makanan ternak. Pelepah itulah yang dimasukkan mesin. Dihancurkan sampai lembut. Selembut cacahan rumput. Lalu, dicampur bungkil dari pabrik pengolahan sawit. Ditambah lagi blotong yang diambil dari buangan pabrik yang sama.

Betapa murahnya makanan ternak seperti ini. Kontras dengan peternakan yang ada. Betapa banyak peternak (sapi, kambing, ayam, bebek, lele, gurami) yang terjerat harga pakan yang mahal. Akibatnya, peternak kita kurang bergairah. Akibatnya, kita selalu kekurangan daging. Akibatnya, kita harus impor sapi. Impor lagi. Impor lagi. Tahun lalu Indonesia mengimpor 350.000 ekor sapi!

Kenyataan tingginya impor sapi inilah yang menantang siapa pun. Termasuk menantang teman-teman BUMN yang bergerak di perkebunan sawit. Mungkin teman-teman BUMN sawit yang bisa ikut mengatasi. Mungkin kombinasi “sapi-sawit” inilah solusinya.

Memang, sebelum melihat uji coba di PTPN-6 Jambi ini, saya sudah berpikir agar BUMN membuat peternakan skala besar di Sumba atau di salah satu pulau di NTT lainnya. Atau di Pulau Buru. Saya bersama seorang tokoh manajemen perubahan, Rhenald Kasali, diam-diam memang lagi mempersiapkan studi peternakan skala besar di Pulau Buru.

Profesor Kasali sudah lebih dulu memiliki proyek sosial yang monumental di Pulau Buru, Maluku. Ada kemungkinan masih bisa dikembangkan lagi untuk bidang peternakan. Saya belum berani mengungkapkan soal ini karena belum begitu konkret. Biarlah tim Profesor Kasali meneruskan studinya. BUMN hanya akan menerima hasilnya dan kelak mengembangkannya.

Sebagaimana BUMN pangan yang harus dibesarkan, Presiden SBY juga memberikan dorongan yang sangat besar untuk teratasinya kekurangan sapi ini. Rasanya, banyak skenario yang bisa disiapkan. Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, misalnya, termasuk yang sangat antusias mengatasi kekurangan daging ini agar kecerdasan generasi mendatang lebih tinggi lagi.

Sambil menunggu studi di Pulau Buru, proyek sapi-sawit seperti yang di Jambi ini bisa dijalankan lebih dulu. Pagi itu, di sebelah kandang sapi yang berisi 50 ekor, diskusi serius dilakukan. Di samping ada Dirut PTPN-6, Iskandar Sulaiman, ada juga ahli serat kelapa sawit Dr Witjaksono. Juga doktor-doktor peternakan yang menekuni bidang ini. Misalnya, Dr Bess Tiesnamurti: kelahiran Jogjakarta, lulus S-1 di Undip Semarang, S-2 di Amerika Serikat, dan mengambil doktor di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tentu saya banyak bertanya kepada para ahli itu. Sesekali menguji dan mengklarifikasi data. Ini disebabkan pengetahuan saya di bidang peternakan sangat terbatas.

Diskusi intensif perlu saya lakukan karena saya harus membuat keputusan yang strategis. Tidak boleh keterbatasan saya menjadi penghambatnya. Memang di masa remaja, saya adalah penggembala kambing. Bertahun-tahun setiap pulang sekolah saya harus menggembalakan kambing milik tetangga dengan upah: kelak mendapatkan salah satu anak kambingnya. Saya juga biasa memandikan sapi atau kerbau asuhan teman-teman sepenggembalaan. Tapi, saya tidak pernah sekolah peternakan.

Diskusi tersebut terus dilakukan di sepanjang perjalanan kembali ke Kota Jambi. Itulah sebabnya, saya dan Dirut PTPN-6 gantian mengemudikan mobil. Para ahli itu sebagai penumpangnya. Diskusi di dalam mobil tidak kalah seru. Gantian mengemudi begini juga penting sekaligus untuk mengubah citra bahwa direksi perkebunan itu feodalistik.

Tiba di Jambi, ratusan aktivis KAMMI Jambi sudah menunggu saya untuk sebuah dialog. Karena itu, sementara saya terlibat diskusi dengan KAMMI, para ahli tersebut saya minta mengadakan rapat dengan manajemen PTPN-6. Saya ingin dari hasil peninjauan dan diskusi sepanjang pagi itu ada follow-up-nya. Para ahli tersebut bersama direksi PTPN-6 saya minta membuat business plan.

Harapan saya, ketika diskusi dengan teman-teman KAMMI selesai, saya sudah bisa melihat business plan proyek sapi-sawit ini. Mereka ternyata benar-benar ahli. Sebelum saya selesai acara di KAMMI, rapat itu sudah selesai. Business plan sudah tersusun. Ini disebabkan bahan-bahan rapat tersebut memang sudah didiskusikan secara mendalam sejak pukul 5 pagi.

Kombinasi ahli ternak dari Kementerian Pertanian dengan kemampuan manajerial direksi PTPN-6 membuat pekerjaan bisa selesai cepat. Inilah yang membuat saya pernah mengemukakan di MetroTV bulan lalu bahwa eksekutif BUMN itu sebenarnya hebat-hebat. Bahkan, dari lima kali pemilihan Marketer of the Year yang dilaksanakan Hermawan Kartajaya, empat di antaranya dimenangkan Dirut BUMN!

Kami pun kembali ke kantor PTPN-6. Mendiskusikan business plan yang sudah dirumuskan. Berbagai angka diklarifikasi. Berbagai kesulitan dibayangkan. Berbagai hambatan diinventarisasi. Hasilnya: go! Peternakan sapi-sawit ini bisa dilaksanakan. PTPN-6 Jambi, karena kebunnya yang hanya 32.000 ha (terkecil di antara perkebunan BUMN), menyanggupi dijatah 10.000 ekor sapi setahun. Mulai kapan? Dimulai tahun ini juga. Kandang sudah harus dibuat April nanti. Sebelum musim Qurban hari raya haji Oktober nanti, sudah harus mulai panen 2.000 ekor.

Business plan akan dimatangkan lagi dalam pertemuan antardireksi PTPN sawit seluruh Indonesia sebelum akhir bulan ini. Target 100.000 ekor sapi tahun ini harus dibagi di antara perkebunan yang ada. Tahun depan, kalau bisa, ditingkatkan menjadi 200.000 ekor.

Target waktu tersebut tidak sulit dicapai. Model kandangnya dipilih yang praktis. Memang ada dua model kandang: model berlantai semen yang tiap hari harus dibersihkan atau model lantai jerami yang hanya tiap tiga bulan diperbarui. Dua-duanya sama baiknya.

Kalau model lantai semen yang dibuat agak miring, kotoran sapi itu bisa dimanfaatkan untuk biogas. Sedangkan, air kencingnya bisa untuk pupuk. Jangan meremehkan air kencing sapi. Kini, harga air kencing itu sudah lebih mahal daripada Coca-Cola! Begitu bagusnya kandungan pupuk air kencing sapi, harganya kini mencapai Rp 10.000/liter!

Kalau lantai kandang itu terbuat dari hamparan sabut, tidak perlu dibersihkan setiap hari. Biarlah tinja sapi bercampur dengan Coca-Cola-nya, menyatu dengan sabutnya. Setiap tiga bulan, lantai itu bisa diambil. Menjadi pupuk organik yang luar biasa. Pupuk inilah yang akan menyuburkan perkebunan sawit. Menggantikan hilangnya pelepah-pelepah yang selama ini dibiarkan membusuk di bawah pohon.

Tentu ide ini masih bisa dikembangkan. Begitu banyak rakyat yang memiliki kebun sawit sendiri. Tentu kelak, setelah melihat praktik di PTPN, mereka juga bisa meng-copy-paste. Karena itu, proyek sapi-sawit PTPN ini harus berhasil: menjadi contoh untuk rakyat sekitar.

Bagi manajemen PTPN sendiri, sebenarnya proyek ini kurang menarik. Hasilnya hanya serambut dibelah tujuh jika dibandingkan dengan hasil minyak sawitnya. Karena itu, niat pengembangan sapi-sawit ini harus tidak sekadar bisnis. Melainkan juga untuk ikut menyelesaikan salah satu persoalan bangsa.
Bagi saya, proyek seperti ini juga untuk melihat capacity yang sebenarnya dari sebuah manajemen di BUMN. Apakah sebuah BUMN sudah menggunakan kapasitas manajemennya secara maksimal? Apakah kapasitas besar yang dimiliki para direksi BUMN sudah sepenuhnya tercurah untuk kemajuan perusahaan? Atau masih banyak kapasitas yang terbuang di “arena lain”.

“Arena lain” itu tidak boleh terlihat begitu menariknya bagi manajemen BUMN. “Arena lain” itu bisa menggeser fokus. Saya sendiri sudah diingatkan banyak teman untuk jangan tergoda sering menghadiri acara yang tidak ada hubungannya dengan pengembangan BUMN. Belakangan memang terlalu banyak permintaan untuk sebuah aktivitas di luar BUMN. Saya harus segera menyadari bahwa itu adalah godaan. Saya akan memperhatikan peringatan teman-teman seperti itu.

Kembali ke fokus memang harus digalakkan: bekerja, bekerja, bekerja. Direksi BUMN yang selama ini hanya mengurus PSO (public service obligation), misalnya, sudah harus mulai bergerak ke luar PSO. Agar kapasitas manajemen yang sebenarnya terlihat dengan nyata. PSO tetap harus dijalankan. Ini penugasan dari pemerintah. Tapi, tidak boleh direksinya tidak bergerak di luar itu. Itulah sebabnya, saya gembira ketika PT Pusri, PT Sang Hyang Sri, dan PT Pertani bersemangat menangani pembukaan sawah baru besar-besaran. Bulog juga akan ikut bergerak menangani program intensifikasi sawah mandiri.

Kelemahan business as usual adalah: tidak akan bisa terlihat kapasitas manajemen BUMN yang sebenarnya. Business as usual tidak akan melahirkan manajemen yang tangguh. Dengan beban yang lebih banyak dan target yang lebih tinggi, akan terlihat mana direksi yang benar-benar andal dan mana yang sebenarnya biasa-biasa saja. Peningkatan kapasitas direksi melalui penambahan beban seperti inilah jalan terbaik untuk capacity building.
Capacity building model ini juga akan terjadi di kelompok kehutanan. Inisiatif Perhutani untuk menggarap hutan sagu menjadi industri pangan adalah capacity building dari manajemennya yang luar biasa. Perusahaan-perusahaan BUMN kehutanan (terutama Inhutani 1, 2, 3, 4, 5) tidak akan lagi kerja rutin: mengerjasamakan lahan dan mengerjasamakan apa saja yang dimilikinya. Bagaimana kita bisa melihat apakah direksi Inhutani itu hebat atau tidak kalau semua pekerjaannya di-sub-kan ke pihak ketiga.

BUMN PPA juga berubah. Tidak boleh lagi PPA menangani hal yang kecil-kecil. Tahun 2012 ini PPA hanya akan menangani lima masalah, tapi gajah-gajah. Sudah bertahun-tahun tidak ada yang berani menyentuh gajah-gajah-bengkak itu. Di sinilah akan terlihat manajemen capacity PPA yang sebenarnya. Mungkin agak heboh-heboh sedikit, tapi bukankah manajemen yang besar memang harus menyelesaikan persoalan yang besar?

Kalau capacity building ini terjadi di semua bidang BUMN (perkebunan, pangan, gula, penerbangan, perbankan, kereta api, pelabuhan, kehutanan, energi, perkapalan, perhotelan, dan seterusnya), hasilnya akan gegap gempita. Kita pun akan tahu apakah kapasitas manajemen di sebuah BUMN itu sudah memadai atau belum. Kita pun akan tahu dengan sebenar-benarnya apakah semua kapasitas manajemen BUMN sudah termanfaatkan atau masih idle.

Semua itu harus sudah terbaca sebelum 1 Juli 2012. Saat itulah, dari ribuan sapi di kebun sawit sudah banyak yang mulai hamil. (*)

Kejatisu Minta Bukti Tambahan ke DPRD

Dugaan Korupsi Dishub Medan Rp24 M

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) meminta data dugaan korupsi retribusi parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Medan kepada Komisi DPRD Medan. Permintaan itu dilakukan untuk mempercepat penuntasan pemeriksaan dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan daerah Rp24 miliar. Komisi D DPRD Medan pun menyambut baik permintaan Kejatisu dan mendukung penuntasan pengusutan dugaan korupsi tersebut.

“Kalau ada temuan DPRD Kota Medan mengenai dana retribusi parkir yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan dan tidak ada bukti setoran, kita berharap hasil temuan itu dapat dilimpahkan kepada kita untuk dijadikan bukti tambahan. Kita siap menerima data retribusi parkir yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Perhubungan Kota Medan,” tegas Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH, kepada wartawan koran ini, akhir pekan lalu.

Di tempat terpisah, Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong, menyatakan siap membantu penyidik Kejatisu dengan memberikan data temuan penyimpangan retribusi parkir Dishub Medan kepada lembaga penegak hukum tersebut. “Bila ada permintaan itu. Komisi D siap melaksanakannya,” kata Simangungsong.

Dijelaskannya, dari hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan pejabat Dishub Medan dua pekan lalu, terungkap berbagai dugaan penyimpangan. Semua data terkait pemungutan retribusi parkir 2010-2011 tak bisa ditunjukkan pejabat Dishub Medan. Bahkan surat perintah tugas (SPT) juru parkir di lapangan tidak bisa ditunjukkan.

Kembali ke Jufri. Kejatisu dalam waktu dekat segera melakukan gelar perkara (ekspos) kasus dugaan korupsi tersebut. Hanya saja Jufri tidak bersedia menyebutkan tanggal pastinya. Dia hanya mengatakan, hal itu akan dilakukan secepatnya. Kepala Kejatisu, AK Basyuni Masyarif, sendiri meminta percepatan penuntasan pengusutan kasus itu.

“Gelar ekspos secepatnya akan dilakukan Pidsus Kejatisu mengingat hasil gelar ekspos tersebut nantinya akan segera dilaporkan pada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung RI,” tambahnya.

Jufri menyebutkan, gelar perkara dilakukan untuk mengetahui jumlah kerugian negara yang sebenarnya, berapa nominalnya. Dari gelar ekspos itu juga akan jadi dasar peningkatan status kasus dari penyelidikan ke penyidikan. “Gelar ekspos itu wajib kami lakukan dan dibahas secara bersama-sama penyidik dan pejabat Kejatisu. Waktunya belum kita tentukan kapan, mengingat kita saat ini sedang menyimpulkan hasil penyelidikan, keterangan para saksi, hingga temuan di lapangan,” tegas Jufri.

Saat ditanya kapan ada penetapan tersangka? Jufri kembali mengatakan, penetapan tersangka menunggu hasil gelar perkara. “Nanti ya. Kalau ada perkembangan akan kami sampaikan secepatnya,” tandasnya. (rud/adl)

Olah TKP Kebakaran Terganjal Libur

Medan-Sampai Minggu (12/2) polisi belum bisa memastikan penyebab terbakarnya tiga unit bangunan rumah toko (ruko) di Jalan Brigjen Katamso Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Medan Maimun. Malah, pengakuan warga, belum ada polisi yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terhadap kebakaran yang terjadi pada Sabtu (11/2) lalu itu.

“Dari pagi hingga sekarang sore tidak ada polisi yang datang kemari. Kalau datang, pasti warga ramai lihat Bang, seperti kebakaran di sana, “kata seorang warga sambil menunjuk ke arah lokasi kebakaran di Gang Aman Kelurahan Sukaraja beberapa waktu lalu yang meludeskan belasan rumah Hal ini juga diakui Kapolsekta Medan Kota Kompol Sandi Sinurat. Katanya, petugas Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan memang belum melakukan olah TKP. “Kejadiannya kan hari Sabtu sore. Dan, sekarang hari Minggu, nanti kita akan layangkan,” terang Sandi saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, kemarin.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan, karena belum adanya olah TKP, pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. “Baru semalam. Kita lihat besok lah,” ucap Sandi.

Meski begitu, Sandi mengatakan pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui awal kejadian. “Untuk sementara lokasi kita amankan dulu dengan memasang garis polisi dan memeriksa beberapa saksi,” terangnya.

Sementara itu Syafrizal (30), warga pasar VII Tembung, salah satu korban mulai membaik. Shafrizal yang mengalami luka bakar serius di bagian tangan, perut dan wajah ini mengaku tak menyadari akan musibah yang menimpa dirinya. “Waktu kejadian aku langsung ngumpulkan kayu di depan toko tempat aku kerja. Aku gak tau api dari mana, tiba-tiba langsung meledak saja dan langsung menyambar ,”sebutnya saat disambangi di ruang Kecubung 202 RSU Permata Bunda tempat dirinya mendapatkan perawatan, Minggu (12/2).

Izal yang baru dua tahun bekerja di Karyawan Mega Jaya Tehnik juga mengakui jika kebakaran tersebut juga ikut membakar sepeda motor miliknya serta dua sepeda motor milik sang toke.

Ak selaku pemilik toko  sekaligus bos kerja Syafrizal yang langsung menjenguk korban menyatakan jika asal api diduga berasal dari tiner yang dipasok ke sebuah toko cat sebagai lokasi awal kebakaran. “Sore itu mobil box membawa tiner untuk diantarkan ke toko cat tempat Loi Weng Hoa (salahsatu korban kritis). Namun saat itu info yang saya terima, tinernya bocor dan memenuhi ruangan toko hingga menyebabkan sebuah ledakan,”sebut AK.
Selain Syafrizal kedua korban lainnya  Loy Poei Kong, Warga Jalan Kampung Aur Medan, penjual es tebu yang melintas dan ikut terbakar juga sempat mendapatkan perawatan di ruang  Baiduri 301 RS Permata Bunda. Namun Minggu pagi (12/2) korban dipindahkan ke RS Methodist Medan untuk menjalani operasi pada bagian kakinya.

Sedangkan Loi Weng Hoa, warga Jalan Brigjend Katamso salah satu pemilik toko yang juga menjadi korban, masih dirawat intensif di ruang  ICU, dengan luka bakar diperkirakan mencapai 90 persen. Dari info yang diporeh salah satu keluarganya, Loi Weng Hoa, ayah satu orang anak ini, akan dipindahkan Minggu sore (12/2) sekitar pukul 18.00 WIB ke RS yang berada di Singapore untuk menjalani perawatan atas luka bakarnya. “Kondisinya cukup parah dan tengah menjalani masa kritis atas luka bakarnya. Bahkan dari pengakuan dokter dia juga mengalami gangguan pada pernafasannya akibat luka bakar itu,”ungkap seorang keluarga yang enggan memberikan identitasnya.

Terkait kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Bakung Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area,  Anggota DPRD Kota Medan meminta seluruh oknum dan instansi terkait untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) terhadap korban.

Hal tersebut dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan, Herri Zulkarnain Hutajulu usai menyerahkan bantuan material bangunan kepada korban kebakaran, kemarin. “Apalagi dari aparatur Pemko Medan. Kita berharap agar semua dipermudah, dan tidak dipersulit. Jika kita temukan adanya dugaan pungli yang dilakukan aparatur Pemko Medan, kita secepatnya mengambil langkah-langkah konkret,” katanya.
Dikatakannya, kutipan yang dimaksud antara lain berupa pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, Srijati Pohan juga meminta agar camat dan lurah setempat segera mendata dengan jelas korban kebakaran. Hal ini dimaksudkan untuk memberi ruang kemudahan bagi mereka yang ditimpa musibah dalam pengurusan segala administrasi. “Kita juga meminta Wali Kota Medan mempertimbangkan usulan penggratisan pengurusan IMB dan administrasi lainnya,” cetusnya. (mag-5/uma/adl)

Anjing dan Majikan Kompak Pakai Pink

Ketika Valentine Disiapkan untuk Hewan Peliharaan

Perayaan kasih sayang atau valentine day’s bukan hanya ditujukan terhadap manusia saja. Ya, momen itupun bisa dipakai untuk mengungkapkan rasa kasih sayang kepada hewan peliharaan. Setidaknya hal ini terlihat dalam acara Dog’s Gathering in Valentine Party yang digelar kemarin.

Farida N Ritonga, Medan

Bertempat di Jalan Asia Komplek Asia Mega Mas, Minggu (12/2), peserta yang mengikuti acara tersebut terlihat begitu antusias. Ya, meski matahari sangat terik, tak terlihat mimik capek atau suntuk dari peserta. Ada sekitar 50-an anjing peliharaan dari berbagai jenis yang mengikuti perlombaan itu. Menariknya, bak menyesuaikan tema, beberapa anjing pun dipakaikan kostum berwana pink persis dengan majikannya.

“Sesuai temanya Februari yang merupakan bulan kasih sayang. Biasanya perayaan kasih sayang hanya dari manusia dengan manusia. Tapi kali ini, kita tujukan untuk hewan peliharaan. Kenapa kita milihnya anjing, karena di Medan sendiri, antusias untuk melihara anjing sangat tinggi apalagi di kalangan remaja,” kata Ketua Panitia, Evi Chaniago yang juga pemilik My Pets Shop.

Begitulah, anjing-anjing yang ada di tempat itu memang sangat terawat. Beragam jenis anjing pun bisa memanjakan penggila anjing yang hadir. Sebut saja pudel, herder, maltese dengan bulunya yang panjang, pug dengan wajah yang keriput dan berukuran sedang, hingga chihuahua jenis anjing terkecil di dunia dengan muka pipih dan bulu tipis.

Bahkan ada juga jenis akita dengan bulu tebal dan besar yang biasanya dapat ditemukan di ‘Negeri Matahari Terbit’. Jenis shih tzu yang menggemaskan dengan badan dan moncong pendek serta bulu yang panjang hingga menutupi mata dan telinga juga tak luput dari pandangan. Tak salah jika pemiliknya terkadang mengikat bulu di bagian kepala shih tzu, karena bulu-bulu itu dinilai sangat mengganggu penglihatan anjing mereka.

Menurut Evi, kegiatan ini baru pertama kali diadakan. Namun tidak menutup kemungkinan akan diadakan kegiatan serupa di masa mendatang. Bahkan, jika kegiatan ini berjalan lancar dan antusias masyarakat juga tinggi, maka pihaknya berencana melakukan penampungan terhadap anjing liar. “Di My Pets Shop memang ada beberapa jenis hewan lain. Tapi kita lebih dominan ke anjingnya. Apalagi anjing ini hewan peliharaan yang setia kepada majikannya dan sudah menjadi lifestyle memeliharanya. Atas dasar mencintai hewanlah, kita mengadakan kegiatan ini,” urainya lagi.

Pada even kemarin, ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian juri seperti kecepatan, kecakapan, serta jinak atau tidaknya anjing terhadap majikan. Pemilik anjing juga boleh memilih, lomba apa yang akan mereka ikuti untuk anjingnya. Seperti lomba makan, fashion show, foto, marathon anjing hingga hias kandang oleh sipemilik. Pengunjung yang ingin menyaksikan kegiatan tersebut juga tidak kalah ramai hingga mencapai hingga 300-an orang.
Bagi pemenang yang beruntung,akan memperoleh hadiah unik seperti sejumlah uang, parsel yang didalamnya terdapat perlengkapan anjing, voucher belanja dan sebagainya. “Kita pilih juaranya hanya tiga orang saja. Kita harap penyayang anjing khususnya tidak melupakan hewan peliharaannya. Sayangi mereka karena anjing juga makhluk hidup,” ucap Evi.

Perlombaan sempat terhenti, saat salah seorang peserta, Toni Sulaiman membawa anjing jenis low Inggris miliknya yang berukuran besar dengan berat 57 kg. Pengunjung di acara tersebut pun berebut untuk berfoto bersama. “Nama anjing milik saya ini Angle, usianya sudah 4 tahun. Ini anjing jenis Low Inggris, biar ukurannya besar tapi jinak. Mengurusnya sih gampang-gampang susah. Kalau per harinya bisa sampai 7 kali makan. Ya bisa menghabiskan sampai 2 kg lebih daging lah,” ungkapnya.

Sayang, Angle sedikiti sulit kalau diajak mejeng. “Ya, paling susahnya saat diajak jalan, anjing saya ini nggak tahan panas, apalagi bulunya tebal. Minumnya harus disediakan kemana aja pergi,” ungkapnya.

Even inipun mendapat apresiasi positif dari anggota Komisi C DPRD Kota Medan, Hasyim SE, yang hadir menyambut baik diadakannya kegiatan tersebut. Kegiatan itu menurutnya sebagai pembentuk kreativitas dan memberi nilai tersendiri bagi pencinta anjing. “Kegiatan ini sangat bagus. Seperti yang kita lihat pemiliknya rata-rata anak muda. Dengan memiliki hewan peliharaan, aktivitas kita tersalurkan ke hal-hal yang positif,” ujar Hasyim. (*)

Berjaya tanpa Ibra

Udinese vs AC Milan

UDINE- Tanpa Zlatan Ibrahimovic, AC Milan justru mampu merebut kemenangan pertama mereka selama Februari. Klub berjuluk Rossoneri tersebut menang atas rivalnya di papan atas Udinese pada pekan ke-23 Serie A Liga Italia.

Istimewanya, kemenangan itu menjadikan Milan sebagai tim pertama yang mampu menundukkan Udinese di markasnya Stadion Friuli. Milan juga sekarang merebut status capolista alias penguasa klasemen sementara dari Juventus.

Milan mengemas 47 poin dan unggul dua angka dari Juve. Hanya, Juve punya peluang melampauinya. Sebab, mereka masih memiliki dua laga sisa yang belum dimainkan. Yakni, melawan Parma dan Bologna yang tertunda karena cuaca.

Terlepas dari posisi Milan di klasemen, kemenangan itu memberikan suntikan kepercayaan diri kepada Milan jelang bertarung pada first leg babak 16 besar Liga Champions melawan Arsenal pada Kamis dini hari (16/2).

Kebangkitan Milan setelah selalu gagal menang dalam tiga laga sebelumnya di semua ajang. “Kami memang khawatir dengan hasil beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami melakukannya dengan baik melawan Udinese,” kata Massimiliano Allegri, pelatih Milan, seperti dikutip Football Italia.
Kehilangan Ibra, sapaan Ibrahimovic, yang diskorsing tiga laga karena menampar bek Napoli Salvatore Aronica mampu ditutupi dengan baik oleh striker Milan lainnya.

“Tentu kami merasa kehilangan Ibra. Tetapi, pemain menunjukkan karakter yang berbeda,” bilang mantan pelatih Cagliari itu.
Milan lebih dulu tertinggal pada menit ke-19 melalui gol Antonio Di Natale. Punya banyak peluang, tapi Milan selalu gagal mencetak gol pada babak pertama. Baru setelah striker anyar Maxi Lopez dimasukkan pada menit ke-66 menggantikan Antonio Nocerino, situasi menjadi berbeda.
Ya, Lopez menjadi pemecah kebuntuan dengan golnya pada menit ke-77 dan menyumbangkan assist untuk gol Stephan El Shaarawy pada menit ke-85.
“Saya sangat senang, karena mencetak gol untuk Milan seperti mimpi yang jadi kenyataan,” kata Lopez, kepada Sky Sport.(ham/jpnn)

Tagana Selamatkan Warga yang Hanyut

TEBING TINGGI- Tim Sar Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Tebing Tinggi berhasil meyelamatkan satu orang korban hanyut di Sungai Padang, tepatnya Kampung Semut, Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebing Tinggi, Minggu (12/2).

Penyelamatan tersebut dilakukan menggunakan perahu karet milik Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) Kota Tebing Tinggi. Setelah berhasil menyelamatkan korban, tim SAR tagana langsung memberikan pertolongan pertama.

Inilah yang terlihat saat Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi melakukan simulasi penyelamatan korban hanyut di sungai dalam latihan kemahiran mengevakuasi korban bencana alam.

Komandan Operasi, Bambang Sukamto menjelaskan, dalam pasukan Tim Sar Tagana ada empat tim yang langsung menangani evakuasi yaitu tim reaksi cepat dengan pengendalian dilakosi kejadian menggunakan perahu karet, P/B Medical memberikan pertolongan pertama kepada korban, logistik dan dapur umum mempersiapkan konsumsi.

“Simulasi ini dalam rangka persiapan perbekalan pemantapan diri anggota Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi dalam menghadapi bencana alam seperti banjir,” jelas Bambang kepada Sumut Pos.

Sementara itu, Ketua Tim Sar Tagana Kota Tebing Tinggi, Kaharuddin Nasution mengatakan, kegiatan simulasi ini dalam rangka peningkatan sumber daya anggota Tagana dalam penyelamatan evakuasi korban dan pembelajaran kepada semua anggota untuk pengendalian perahu karet dilapangan agar lebih efektif saat terjadi musibah. Simulasi ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan mengambil lokasi berbeda.
“Kegiatan dimaksudkan agar semua anggota tagana siap menghadapai semua kejadian musibah,” ujarnya.(mag-3)

Teman Bicara Saat Kesepian

Yukori Hana dan Mini Poodle Kesayangannya

Memiliki hewan kesayangan tentu saja sangat berkesan. Selain memberikan energi positif, tapi juga menumbuhkan rasa sayang dan kreatifitas bagi sipemiliknya. Bahkan tak jarang, si pemiliknya menjadikan hewan tersebut sebagai teman bicara di saat kesepian.

Sebagian orang, tentu memilih anjing untuk dijadikan peliharaan. Banyak alasan memilih hewan berbulu ini. Anjing dinilai tidak hanya memberikan rasa aman di lingkungan rumah, tapi juga sangat setia terhadap pemiliknya.

Bagi Yukori Hana (14) aktivitas berkomunikasi dengan hewan lucu ini, memberikan banyak manfaat seperti dengan membelai-belainya, akan membuat otot kita menjadi rileks, detak jantung melambat, dan tekanan darah akan kembali normal.

“Anjing juga dapat memancarkan sejumlah besar energi karena semua proses di dalam tubuh mereka sangat aktif. Jadi, anjing  peliharaan akan selalu berbagi energi dengan pemiliknya,” ujar anak sulung dari dua bersaudara pasangan Fiolina Suriani dan Halim tersebut.
Yukori sendiri memiliki dua ekor anjing jenis mini pudel (poodle). Bahkan kedua hewan kesayangannya itu diberi nama Michi dan Bruno. Kecintaan terhadap anjing bukan tanpa sebab. Karena sang ibu juga memiliki hoby yang sama.

“Dari dulu memang suka pelihara anjing. Dari kecil kita udah diajarkan agar menyayangi hewan peliharaan. Awalnya lihat mama yang meliharanya, entah kenapa aku juga suka. Apalagi anjing bisa diajak jalan-jalan, bisa diajari dan setia kepada tuannya,” urai gadis cantik yang beralamat di Jalan Brigjen Katamso ini.

Merawatnya juga dibutuhkan keseriusan dan ketelatenan agar anjing tetap sehat. Segala hal harus menjadi perhatian. Mulai dari pemberian vaksin, memandikan hingga makanan harus benar. Kalau tidak, anjing akan terkena penyakit dan bisa membahayakan sipemiliknya.

“Merawatnya nggak begitu sulit. Biasanya aku mandiin anjingku dua hari sekali. Karena bulunya gampang kotor. Oh ya, selain daging, anjing ku juga suka makan buah lho. Biasanya aku ngasi apel, semangka, dan anggur. Kalau vaksin sih cukup 1 tahun 2 kali supaya nggak mudah sakit,” jelasnya Yukori saat ditemui pada acara Dog’s Gathering in Valentine Party oleh My Pet’s Shop yang berlangsung di Jalan Asia Komplek Asia Mega Mas (12/2).

Yuri pernah merasakan bagaimana  sedihnya ketika kehilangan anjing kesayangannya. Karenanya, dengan diadakannya Dog’s Gathering in Valentine Party   ini, Yukori berharap bisa lebih memberi kasih sayang kepada kedua anjingnya.  ‘’Nggak ada persiapan khusus sih untuk ikut acara ini, tapi mudah-mudahan bisa menang,” beber Yukori.  (mag-11)

Pintar dan Setia

Anjing Poodle merupakan anjing nasional Negara Prancis. Terdapat 3 ukuran untuk anjing yang elegan dan pintar ini. Anjing ini telah dikenal diseluruh dunia karena kecantikannya dan kepintarannya tanpa ada trah lain yang biasa menandinginya.

Sejarah

Dipercaya berasal dari Jerman atau Rusia , Standard Poodle (ukuran yang terbesar) diciptakan untuk water retriever (mengejar hewan buruan yang jatuh ke dalam air) Anjing ini memang diciptakan sedemikian rupa agar dapat berenang dan mengambang di air. Di Rusia , anjing ini digunakan sebagai penarik kereta susu. Setelah Standard Poodle dibawa ke Prancis, mulai dikembangkan ukuran yang lebih kecil yang disebut Mini Poodle dan Toy Poodle. Toy Poodle berkembang dengan pesat, masyarakat Eropa sangat menyukai trah ini karena sifatnya yang baik dan bentuknya yang cantik apalagi bulunya bias dibentuk sesuai keinginan sang pemilik. Anjing ini sangat mudah untuk dilatih sehingga banyak dipakai pada pertunjukan sirkus di negara-negara Eropa.

Karakstik

Bentuk kepala membulat dengan moncong panjang , stop terlihat jelas, telinga menggantung kebawah, ekor dipotong ¼ – 1/2 tegak lurus menghadap keatas. Tersedia berbagai macam warna bulu : hitam, putih, coklat, abu-abu dan biru.

Poodle memiliki sifat yang setia, gemar bermain dan pintar . Untuk tipe standar sifatnya lebih berani dibanding 2 tipe lainnya yang agak pemalu.
Hal yang sangat istimewa pada Poodle adalah ras ini tidak mengalami masa pergantian bulu seperti ras lainnya. Bulunya tumbuh diseluruh bagian tubuh hingga didalam lubang telinga.

Perawatan

Bulunya tumbuh dengan cepat, harus disisir setiap hari kalau tidak bulunya akan menggumpal. Penyisiran juga berguna untuk mengangkat bulu yang kurang sehat . Poodle harus dimandikan minimal satu minggu sekali. Bulu yang tumbuh didalam lubang telinga juga harus dicabut untuk memudahkan pembersihan telinga. Bulu pada moncong , ujung kaki, leher bagian bawah, pangkal ekor juga harus dicukur setiap 3-6 minggu sekali. . Sebaiknya anjing ini dipelihara didalam rumah karena akan cepat kotor jika dipelihara diluar rumah. (net)