32 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13925

Melawan Bahrain, Indonesia Menyerah Sepuluh Gol tanpa Balas

Dingin Sekali, Latihan Saja Pakai Jaket…

Andi Muhammad Guntur tak bisa berbuat apa-apa. Sebagai kiper pengganti dia harus bolak-balik melihat jalannya bergetar. Tidak satu atau dua gol, dalam laga yang digelar selama 90 menit itu, gawangnya kebobolan sepuluh kali.

Sama sekali tidak diduga. Sungguh memalukan. Begitulah, pada laga melawan Bahrain, Timnas Indonesia tidak bisa berbuat banyak. Tim besutan Aji Santoso tersebut seperti kerupuk yang terkena air. Sebelum laga, Aji sejatinya optimistis memberi hasil yang baik. “Kami akan tetap bermain maksimal melawan Bahrain, walaupun pertandingan ini sudah tidak berpengaruh,” kata Aji menjelang pertandingan di Bahrain.

Sayang, laga diluar prediksi tim Indonesia. Yang ada, Abdul Rahman dkk jadi bulan-bulanan. Bak sebuah sinyal, bek Timnas Abdul Rahman mengaku ia dan rekan-rekannya cukup kesulitan beradaptasi. “Di Bahrain dingin, sampai mencapai 16 derajat celcius. Dingin sekali. Latihan saja pakai jaket tebal, seperti pemain Eropa,” katanya sebelum laga.

Dan, terbukti. Tadi malam, Indonesia sudah terkena hukuman penalti di menit ketiga. Penalti diberikan setelah Samsidar melanggar Ismael Abdullatif di kotak 16. Pelanggaran ini juga berbuah kartu merah untuk Samsidar.

Kehilangan Samsidar, pelatih Aji Santoso terpaksa memasukkan kiper pengganti Andi Muhammad Gunturn dan menarik Slamet Nurcahyo. Dan hal pertama yang dilakukan Andi adalah memungut bola dari gawangnya karena dia tak bisa membendung tembakan penalti Abdullatif.
Memasuki menit ke-15, Bahrain menggandakan keunggulan. Kali ini, Mohamed Tayeb yang mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan sebuah bola rebound di kotak penalti Indonesia. Indonesia sempat punya peluang pada menit ke-21 lewat aksi individu Ferdinand Sinaga. Tapi, tembakan Ferdinand masih bisa ditepis oleh kiper Sayed Mohammed Jaffer. Dua menit berselang, Indonesia kembali terkena hukuman penalti setelah Diego Michiels melanggar Abdullatif. Tapi, eksekusi Abdullatif bisa dimentahkan oleh Andi.

Penalti ketiga didapat Bahrain pada menit ke-33 setelah Tayeb dijatuhkan oleh Abdul Rahman. Mahmood Abdulrahman yang maju sebagai algojo menuntaskan tugasnya tanpa cacat. Pada menit ke-42, Bahrain bikin gol lagi dan unggul 4-0. Sebuah umpan silang Abdullah Omar berhasil diteruskan oleh Abdulrahman ke gawang Indonesia dengan kepalanya. Hingga berakhirnya babak pertama, Indonesia masih tertinggal 0-4 dari tim tuan rumah.
Bahrain tetap tampil ofensif di babak kedua. Mereka mencetak gol kelima saat pertandingan berusia satu jam. Melakukan penetrasi di sisi kanan pertahanan Indonesia, Abdullatif menusuk ke kotak penalti dan kemudian mengoper bola ke Tayeb. Setelah menahan bola sebentar, Tayeb mengirim bola ke pojok gawang Andi.

Tiga menit kemudian, lagi-lagi gawang Indonesia bergetar. Kali ini, Sayed Dhiya yang mencetak gol untuk Bahrain lewat tembakan kerasnya dari dalam kotak penalti.Gol ketujuh Bahrain lahir beberapa menit berselang. Memanfaatkan umpan silang Salman Isa, Tayeb mencetak gol ketiganya dalam laga ini. Abdullatif mengoyak gawang Indonesia lagi pada menit ke-71. Sepakan kerasnya ke tiang jauh tak bisa dijangkau oleh Andi.

Sembilan menit sebelum berakhirnya waktu normal, Bahrain mencetak gol kesembilan. Dhiya yang mendapatkan operan dari Waleed Al Hayam dengan mudah menaklukkan Andi. Beberapa saat kemudian, Bahrain mendapatkan hadiah penalti keempatnya setelah Ali Abdulwahab dijatuhkan oleh Abdulrahman di area terlarang. Tayeb kali ini gagal menjalankan tugasnya karena eksekusinya bisa ditahan oleh Andi. Pesta gol Bahrain akhirnya digenapi oleh Dhiya di masa injury time. Skor akhir 10-0 untuk tim tuan rumah.(bbs)

Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru Dilempari Batu

MEDAN- Keberingasan warga  di Glugur Rimbun, Desa Lau Bakeri, Kutalimbaru, Deli Serdang yang sering main hakim sendiri, nyaris saja mengambil nyawa Kanit Reskrim Polsekta Kutalimbaru.  Sebab,  pada saat peristiwa penganiayaan terhadap Ricardo Sitorus dan Marco Siregar, beberapa waktu lalu, Kanit Reskrim turun ke lokasi untuk mengamankan situasi.

Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru yang datang dengan mengendarai mobil, justru disambut batu oleh warga setempat sehingga kaca mobilnya pecah. Tak sampai disitu saja, ponsel miliknya pun diambil. “Kita waktu kejadian langsung menerjunkan pasukkan, bukan korban saja menjadi sasaran amukkan warga, Kanit Reskrim kita pun menjadi korban kaca mobilnya pecah dan handphonenya hilang,” ujar Kapolsek Kutalimbaru AKP Robinson Subakti saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (29/2) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Hingga saat ini, lanjutnya, pihak polisi sudah mengamankan Erwin Tarigan dan Kelana. “Keduanya masih menjalan pemeriksaan di Mapolresta Medan,” tambahnya.

Diakuinya, pihak keduanya sudah mengindetifikasi pelaku yang diduga sebagai provokator, namun semua itu masih dalam penyeledikkan. “Sudah terindentifikasi, namun kita dalami lagi penyelidikkannya,” ujarnya.

Sayangnya, Kapolresta Medan Kombes Pol Monang Situmorang tak mengakui kalau sudah mengamankan provokator pemicu aksi anarki warga Kutalimbaru. “Belum ada yang kita amankan,” tegasnya.

Hanya saja, dirinya menjelaskan bahwa saksi yang dimintai keterangan atas kejadian ini sudah mencapai 10 orang di Malporesta Medan. “Sudah bertambah yang kita mintai keterangan dalam kesaksian atas kejadiannya, saksi sudah 10 orang,” sebutnya sembari mengatakan kesepuluh orang ini dari anggota Polri ada 3 orang yakni Brigader AZ dan dua personel Polsekta Kutalimbaru.

Disinggung soal isu kedatangan Kasi Propam Mabes Polri ke Polresta Medan terkait dengan kasus ini, Monang menampiknya. “Kasi Propam Mabes Polri datang ke Polresta Medan untuk melakukan pengawasan. Hal itu biasa kok,” elaknya.

Sementara itu, Kapolsek Kutalim Baru AKP R Subakti dan Camat Kutalimbaru IB Ginting memberikan pemahan kesadaran hukum kepada warga Desa Leu Bakeri dan Desa Silebo-lebo Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang Kutalimbaru agar tidak main hakim sendiri sehingga peristiwa tersebut tidak kembali terjadi dikemudian hari.

Camat Kutalim Baru IB Ginting mengatakan kegiatan ini menjadi program pihaknya yang dilakukan secara berskala. “Untuk memberikan pemahaman baik itu pemahaman di bidang hukum, keterampilan dan usaha,” ujarnya.

Kegiatan ini sudah menjadi program dan kewajiban segala pihak terhadap warga sehingga perisitiwa ini tidak terulang kembali. “Ini seharusnya kewajiban bersama baik itu kepolisian dan jaksa untuk memberikan pemahan hukum bagi warga,” harapnya.
Untuk ke depannya, kata dia,  hal ini terus dilakukan agar pemahaman dan pengetahuan warga sehingga main hakim sendiri itu tidak kembali terjadi. “Ini terus kita lakukan untuk memberikan ilmu kepada warga agar main hakim sendiri tidak terjadi dan tidak benarkan oleh hukum,” tuturnya. (gus)

Atasan Aminuddin Pasrah

Dugaan Korupsi Biro Umum Pemprovsu Rp25 M

MEDAN-Langkah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Poldasu menetapkan Bendahara Biro Umum Pemprovsu, Aminuddin, sebagai tersangka menjadi perbincangan sejumlah PNS di Kantor Gubsu, Rabu (29/2). Mereka menduga bakal ada pejabat baru yang bakal ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran rutin Biro Umum 2011 sebesar Rp25 miliar itu.

“Gawat kali. Kalau dia (Aminuddin, Red) kena, atasannya pasti kena. Dia berani karena perintah atasan. Tak mungkin main sendiri. Kita tunggu sajalah,” ujar seorang PNS di lorong lantai dasar Kantor Gubsu yang berkerumun dengan sejumlah PNS lainnya. “Kau baca ini,” ujarnya sambil menunjuk koran yang dipegangnya kepada rekannya yang baru bergabung.

Di lobi juga terlihat tiga orang PNS membicarakan perkembangan dugaan korupsi tersebut. Seorang PNS yang berbadan jangkung malah menyayangkan sikap Poldasu yang menetapkan Aminuddin sebagai tersangka. “Dia cuma anak buah. Atasannya yang seharusnya bertanggung jawab. Pencairan anggaran pasti karena ada perintah atasan,” ujar PNS tersebut.

Dalam berita sebelumnya, Poldasu memang telah mengisyaratkan bakal ada tersangka baru. Namun pengumuman tersangka baru itu menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut. Seorang sumber di Poldasu mengatakan, tersangka baru yang segera diumumkan adalah mantan atasan Aminuddin. Siapa pejabat tersebut? Pejabat di Poldasu belum bersedia mengungkapkannya.

Wartawan koran ini, kemarin berupaya mengkonfirmasi kasus tersebut kepada pejabat yang membawahi Aminuddin, Kepala Biro Umum, Hj Nurlela dan mantan Kepala Biro Umum yang saat ini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Rajali. Kepada wartawan koran ini, Nurlela mengaku pasrah. “Ya, kalau sudah begini mau bagaimana lagi. Kita serahkan ke proses hukum saja,” akunya.

Nurlela juga mengaku, dirinya telah dipanggil dan diperiksa oleh penyidik Tipikor Poldasu, dua hari sebelumnya. Nurlela mengatakan, setelah dirinya selesai diperiksa, penyidik Poldasu di ruangan yang sama juga memeriksa Kadishub Sumut, Rajali. “Saya kalau tidak salah dua hari lalu dipanggil. Saya menjelaskan sepanjang yang saya ketahui, sepanjang jangka waktu saya menjabat. Dia (Rajali, red) juga diperiksa. Saya duluan, baru dia,” cetusnya.
Sayang, Rajali tak berhasil ditemui wartawan koran ini. Mantan Kepala Biro Umum tersebut tak berhasil ditemui di kantornya. “Pak kadis nggak ada bang. Dari pukul 10.00 WIB tadi, sudah keluar. Nggak tahu balik lagi ke kantor atau tidak. Tapi silahkan cek langsung saja ke atas,” ujar petugas jaga di pintu masuk kantor tersebut.

Untuk memastikan keberadaan Rajali, wartawan koran ini naik ke lantai dua. Ruangan itu terkunci, dan tak ada seorang PNS pun yang berjaga di depan pintu ruangan. Setelah satu jam menunggu, hanya ada seorang PNS berbadan subur yang naik ke lantai dua. Namun PNS tersebut tak masuk ke ruangan Rajali, tapi ke ruangan yang ada di sebelahnya. “Nggak ada,” katanya singkat sembari mengangkat tangan saat wartawan koran ini bertanya keberadaan Rajali. Gagal bertemu Rajali, SMS pun dikirimkan ke nomor Rajali. Namun beberapa pertanyaan melalui SMS, sama sekali tak berjawab hingga tadi malam. (ari)

Nama Bandara Harus Bernuansa Sumut

Jelang Pengoperasian Kualanamu

JAKARTA – Munculnya opsi tiga nama bandara baru pengganti bandara Polonia yang terungkap dari seminar yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) bekerjasama dengan Pemkab Deliserdang, Selasa (28/2), ternyata mengundang perdebatan.
Sejumlah pihak menilai, tiga opsi nama yakni Bandara Sultan Sulaiman, Bandara Sultan Serdang dan Bandara Kualanamu Deliserdang, tidak merepresentasikan Sumut.

Anggota Komisi V DPR, Ali Wongso Sinaga, mengatakan, bandara baru itu harus diberi nama sesuai fungsinya sebagai bandara internasional. “Name follows the function. Nama mengikuti fungsi. Itu bandara internasional satu-satunya di Sumut, tak ada duanya di Sumut. Tentunya, namanya harus mewakili dan merepresentasikan Sumut,” ujar Ali Wongso, satu-satunya anggota DPR asal Sumut yang duduk di komisi yang membidangi infrastrktur itu kepada koran ini di Jakarta, kemarin (29/2).

Lantas, apa nama yang merepresentasikan Sumut itu? Politisi Golkar itu mengaku, tidak mau mendikte masyarakat. “Yang representatif apa, itu terserah masyarakat Sumut. Saya akan mendukung apa pun aspirasi masyarakat Sumut,” ujarnya.

Lebih tegas Rahmat Shah, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut itu terang-terangan menolak jika nama bandara baru itu menggunakan nama orang atau tokoh.

Setidaknya ada tiga alasan yang dikemukakan Rahmat mengapa dirinya menolak jika menggunakan nama tokoh. Pertama, tokoh asal Sumut itu terlampau banyak. Menurutnya, nama tokoh yang layak hanya jika tokoh tersebut sudah jelas-jelas punya jasa besar yang dirasakan masyarakat Sumut, termasuk keturunannya.

Alasan kedua, jangan sampai yang terjadi malah kultus individu. “Sempat muncul nama Sisingamangaradja, Tengku Rizal Nurdin, dan yang lain. Tapi bukankah itu malah pengkultusan?” ujarnya.
Ketiga, bandara itu merupakan bandara internasional. Karenanya, menurut Rahmat, namanya juga harus menggambarkan fungsi itu. “Kalau dinamai bandara Kualanamu, itu terlalu kecil. Karena itu international airport,” kata Rahmat.

Rahmat usul, nama bandara baru itu Sumut International Airport, yang disingkat SIA. “Atau Medan International Airport, disingkat MIA. Karena Sumut itu ya tahunya Medan. Ini seperti Los Angeles International Airport, disingkat LA Airport,” bebernya.

Dia pun menolak opsi-opsi nama bandara yang hanya merepresentasikan Deliserdang. “Karena bandara itu yang membangun bukan Deliserdang, tapi dibangun dengan uang rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Bagaimana sebenarnya mekanisme pemberian nama bandara? Direktur Bandara, Kemenhub, Bambang Cahyono, menjelaskan, memang pemberian nama lebih berdasarkan usulan atau aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Usulan yang ada, lanjut Bambang, disalurkan ke DPRD Sumut. Lantas, nama yang disetujui dewan, dibawa Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, untuk disampaikan ke kemenhub. “Biasanya usulan nama satu, lantas kita menetapkan saja,” ujar Bambang kepada koran ini di Jakarta, kemarin.
Bagaimana jika bandara baru itu diberi nama dengan nama tokoh? Dijelaskan, memang akan muncul perdebatan panjang tatkala di daerah tersebut nama tokoh atau pahlawannya banyak.  “Seperti Padang, di sana banyak pahlawannya, lantas kita namai Bandara Minangkabau saja. Di Lombok juga, kita namai Bandara Internasional Lombok,” terangnya.

Yang pasti, lanjutnya, pemberian nama sangat memperhatikan aspirasi yang berkembang di masyarakat. “Tapi kalau nggak ada usulan ya kita namai saja Bandara Internasional Kualanamu,” katanya.

Sementara itu, di tengah senternya pengoprasian Bandara Kualanamu 2013 mendatang, sejumlah calo tenaga kerja mulai mencari mangsa.Calo ilegal itu, menawarkan puluhan juta rupiah kepada warga sebagai biaya masuk menjadi tenaga kerja di Bandara Kualanamu.(sam/btr)

Geger Perut Berlemak Lee Hyori

Penyanyi cantik Korea Selatan Lee Hyori selalu dipuja-puja karena penampilannya yang selalu percaya diri dan glamor. Hyori juga memiliki tubuh indah yang membuat banyak perempuan iri. Namun, tak selamanya Hyori terlihat sempurna, ternyata. Dia juga memiliki kekurangan.

Salah satunya terlihat saat Hyori menghadiri acara terbaru SBS. Saat mengisi acara itu, dia mengejutkan banyak penonton. Mengenakan baju tanpa lengan dan berpotongan pendek, tanpa sadar Hyori memperlihatkan bagian perutnya.

Yang bikin geger, perut Hyori tampak sedikit gemuk, digelayuti lemak. Padahal, tubuhnya selama ini selalu terlihat begitu ramping.  Setelah acara itu selesai,  foto perut berlemak Hyori beredar luas di jagat maya dan langsung menjadi topik hangat di Internet. Berbagai komentar, termasuk kritik, dilontarkan para netizen.

Mereka rata-rata menyatakan kecewa karena selama ini mereka menganggap Hyori sebagai sosok yang sempurna lantaran imej seksi yang melekat padanya. Oleh fansnya, Hyori digelari “Sexy Queen”. Meski begitu, tak semuanya mencela. Ada juga yang memakluminya.

”Hyori hanyalah manusia. Saya tidak peduli dan selalu merindukan penampilannya yang cantik,” komentar seorang pemujanya.
Mendapat kritik, telinga penyanyi ini rupanya merah juga. Dia pun angkat bicara melalui akun Twitter pribadinya untuk membela diri.  “Ketika seseorang bertambah tua, kenyataannya tubuh kita mulai kendur. Apa yang membuat orang sampai begitu terkejut?” tweet Hyori seperti dikutip Allkpop. (vvn)

18 Pelajar SD Keracunan Kentaki

TEBINGTINGGI- Sebanyak 18 pelajar Sekolah Dasar (SD) Negeri II 163081 di Jalan Pendidikan Kota Tebingtinggi mendadak keracunan setelah menyantap jajanan kentaki, Rabu (29/1).

Keterangan diperoleh, belasan pelajar SD ini, membeli jajanan yang dijual di kantin sehat sekolah tersebut. Para pelajar mengalami mual-mual dan muntah setelah satu jam mengkomsumsi jajanan kentaki itu, kemudian pihak sekolah melarikan para pelajar ke RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi untuk mendapatkan perawatan itensif.

Dari 18 pelajar yang mengalami mual dan muntah, empat pelajar harus dirawat inap di rumah sakit karena kehilangan cairan tubuh dan kepala pusing. Adapun keempat pelajar itu, Farhan (11) warga Jalan Bulian, Haikal Saidin (11) warga Kampung Rao, Ridho Hairi (11) warga Jalan KF Tandean dan Muhammad Hafiz (11) warga Jalan Setia Budi, Kota Tebingtinggi, keempatnya pelajar kelas V SD Negeri.

Sedangkan 14 pelajar lainnya diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan dari tim medis RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi.
Empat belas pelajar yang dibolehkan kembali ke rumahanya masing-masing, Wahyono, Winda Utami, Nanda Ambia, Aulia Friska, Kevin, Yoan dan Laila Safira, kesemuanya pelajar kelas V. Dari kelas III, Arta dan Kania, sedangkan pelajar kelas IV yakni, Hanggi Aulia, Haikal, Evi, Dian dan Ratna.
Kejadian keracunan makanan ini bermula saat tiba jam istirahat sekolah. Para murid pergi membeli jajanan kentaki dan bakso seharga Rp500 per tusuk di kantin di belakang sekolah. Setelah mengkomsumsi jajanan selama satu jam, perut para siswa mendadak mual, kepala pusing dan merasa ingin muntah. Melihat para anak didiknya muntah dan mengalami mual, guru sekolah kemudian melarikan belasan pelajar ke ruang IGD RSUD dr Kumpulan Pane Tebingtinggi untuk mendapatkan perawatan.

Direktur RSUD dr Kumpulan Pane, dr Nanang Aulia, ketika dikonfirmasi melalui Kepala Ruangan IGD dr Iwan S, membenarkan pasien keracunan makanan dirawat di rumah sakit tersebut. “Jajanan jenis kentaki dan bakso goreng tersebut dibawa ke laboratorium untuk diobservasi,” kata Nanang.
Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri No 163081, Mardiana mengatakan, saat kejadian sedang ada urusan di ruang KTU Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi. Dia baru mengetahui kejadian itu setelah mendapat kabar dari guru di sekolahnya yang menyebutkan sejumlah murid kelas V SD tiba-tiba mengalami sakit perut. Setelah mendapat kabar itu, dia langsung menjenguk ke rumah sakit.

Haikal Saidin, ketika ditemui di rumah sakit mengatakan, saat dimakan, kentaki tersebut berbau busuk. “Bau bangkai kentaki itu, sudah kumakan sedikit kemudian aku langsung mual dan muntah-muntah,” beber Haikal.

Terpisah, Sarina  (40) pemilik kantin ketika dikonfirmasi mengaku, sama sekali tidak mengetahui kalau jajanan yang dijualnya menjadi penyebab anak-anak sakit perut.  Bahan-bahan pembuatan  jajanan anak-anak tersebut dibeli dari pasar pagi.
Kapolres Tebing Tinggi melalui Kapolsek Rambutan AKP M Simarmata mengatakan, kini pihaknya masih meminta keterangan pemilik kantin sekolah. “Saat ini jajanan kentaki dan bakso goreng sudah diamankan,” katanya.(mag-3)

Sukses Sebagai Konsultan Pajak, Terpanggil Bangun Kampung Halaman

Hernita Sitorus

Ada banyak perempuan Batak yang sukses meniti karir di perantauan. Tapi bicara mereka yang bangga sebagai orang Batak dan ingin membangun kampung halaman, mungkin hanya segelintir diantaranya. Salah satunya Hernita Sitorus, wanita lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang juga mengenyam pendidikan International Lead Assesor, United Kingdom (UK).

Kini ia menjabat sebagai CEO di PT.Inti Bisnis Indonesia, sebuah perusahaan yang fokus menangani Strategic Management & Business Consulting. Selain itu, ia juga merupakan Senior Consulting pada Kantor Konsultan Pajak “Edward & Partners”. Sebuah bidang profesi dimana 75 persennya didominasi oleh pria.

Namun Hernita mampu bertahan. Padahal cukup banyak godaan yang dialami, terutama godaan untuk berbuat curang.
Karena disini, melibatkan uang yang begitu besar. Baik dari pengusaha yang enggan membayar setoran pajak, maupun oknum petugas pajak yang sangat mengerti akan celah hukum yang ada. Makanya tidak jarang, banyak orang yang tidak tahan godaan sehingga berakhir seperti yang dialami Gayus Tambunan.

Namun menghadapi hal ini, Hernita mempunyai sejumlah jurus jitu. Sebelum terjun dalam dunia pajak, ia terlebih dahulu membentengi diri dengan sebuah komitmen yang jelas. Komitmen menjadi seorang konsultan yang benar dan profesional.

“Kalau putih saya akan bilang putih. Kalau hitam, saya bilang hitam. Bagi saya ini sebuah tantangan di mana kita harus bisa bertahan. Artinya, meski celah cukup banyak, berperan dengan baik itu harus benar-benar hadir menjadi komitmen yang senantiasa dijaga,” ungkap wanita yang sebelumnya bekerja sebagai Operational Specialist pada International Organization (USA) untuk area Jakarta, Surabaya dan Bandung.

Jurus lain, kata Hernita, “Dari kecil bapak selalu bilang, kalau orang memberi anaknya ikan, maka saya memberi kamu pancing. Misalkan walaupun bapak pensiunan pegawai pajak, tapi dia tidak memberi kemudahan bagi saya untuk masuk menjadi pegawai pajak. Atau memberi kepada saya klien-kliennya yang lama. Bapak selalu menanamkan, kalau kita ingin meraih sesuatu, maka kita harus belajar dan bekerja keras untuk meraihnya,” sebutnya.
Artinya, menurut Hernita, saat seseorang meraih sesuatu dengan bekerja keras, maka ia akan melihat betapa sulitnya mencapai apa yang diraih ketika hendak melakukan pelanggaran.

Kini, ditengah apa yang diraih, wanita kelahiran Medan yang mendekati usia 40 tahun ini, ingin kembali membangun kampung halaman. Ia ingin membangun tanah leluhurnya, Sappuara, Tapanuli. Walaupun di sana tidak ada lagi keluarga dekat. Namun Hernita mencoba berbuat.
“Tahun 2008 lalu saya usulkan, mumpung bapak dan bapaktua masih hidup, mengapa nggak ramai-ramai sekeluarga besar pulang ke Sappuara. Kan penting juga buat kami, walaupun kami boru. Dan akhirnya itu dapat kita dilangsungkan. Masak negara lain kita kunjungi, tapi kampung kelahiran sendiri nggak pernah. Jadi secara pribadi, saya ada keinginan untuk membangun kampung halaman. Tapi karena boru, ikkon manungkun tu hula-hula (harus bertanya kepada orangtua). Kalau dilibatkan, maka saya dengan senang hati siap menerima,” ceplosnya.(gir)

Jennifer Lopez Buka Suara Soal Gaun Oscar yang Terlalu Lebay

Perhelatan Piala Oscar telah usai. Namun, masih banyak cerita menarik yang tersisa dari acara bergengsi yang digelar di Los Angeles, AS, akhir pekan lalu. Salah satunya soal kontroversi gaun seksi Jennifer Lopez saat menghadiri acara itu.

Kehadiran Lopez dengan gaun rancangan Zuhair Murad begitu menyita perhatian. Gaun berpotongan panjang dengan belahan dada V rendah, bahan yang tipis serta memamerkan punggungnya menjadi kontroversi. Berbagai komentar muncul soal pakaian yang dikenakan artis berdarah Latin tersebut.
Banyak yang beranggapan, baju yang dikenakan mantan istri Marc Anthony itu terlalu seksi dan berlebihan. Para penata gaya menganggap Lopez telah gagal memilih pakaian yang tepat untuk dipakai menghadiri acara tahunan tersebut.

Pakaian yang dikenakan Lopez justru membuat wanita berusia 42 tahun itu banjir kritikan. Bahkan, ada beberapa gambar yang memperlihatkan bagian dada artis itu terlihat ‘mengintip’. Foto-foto itu kemudian menjadi pembahasan dan lelucon.

Beberapa sumber menyatakan, Lopez memakai gaun seksi karena ia sedang merasakan kebebasannya. Dilaporkan, saat terikat pernikahan dengan Anthony, Lopez sulit mengenakan gaun seksi.

Anthony selalu melarang Lopez mengenakan gaun terbuka. Dan masalah baju seksi itu selalu menjadi perdebatan yang berujung pertengkaran dari pasangan yang dikaruniai anak kembar itu. “Anthony menyukai wanita yang berpakaian sopan,” kata sumber.
Anthony selalu ikut campur dalam pemilihan baju yang akan dikenakan Lopez, baik untuk pertunjukkan maupun pemotretan. Ia menganggap dengan statusnya sebagai ibu, Lopez sudah tak pantas mengenakan pakaian yang memamerkan bagian tubuhnya.

Maka tak heran, begitu cerai dari Anthony, Lopez berusaha kembali ke gaya lamanya, yang identik dengan image-nya yang seksi.
Menanggapi hal tersebut, penyanyi berusia 42 tahun itu pun berkicau lewat Twitter. “All the #Oscars talk is funny, but I’ve got plenty of other things to talk about,” tulisnya seperti dilansir Aceshowbiz, Rabu (29/2/2012).

Namun stylist J-Lo, Mariel Haenn memberikan pernyataan yang membela. “Gaun itu pas secara sempurna tiap inci,” belanya.
Sama seperti Angelina Jolie juga menjadi sasaran olok-olok karena insiden pamer belahan kaki, kini ada akun Twitter @JlosNipple untuk menyindir J-Lo. (rm/bbs)

Dirut PD Pembangunan Tantang Wali Kota Ungkap Korupsi

BINJAI- Pasca aksi unjuk rasa dilakukan puluhan masyarakat di Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, yang meminta mantan Dirut PD Pembangunan, Nazri Kamal, segera ditangkap, berbuntut panjang.

Soalnya, Nazri Kamal mengungkapkan adanya kecurangan Wali Kota Binjai dan adanya wali kota ‘bayangan’ untuk mengakomodir sejumlah proyek di seluruh SKPD jajaran Pemko Binjai.

Dalam temu persnya, Rabu (29/2), Nazri mengungkapkan, orang yang menjadi mafia dalam tender proyek di Kota Binjai tak lain adalah Bajor, orang dekat Wali Kota Binjai. “Ucapan Bajor, tentunya sangat didengarkan oleh Wali Kota Binjai. Makanya, dia dengan mudah mengambil keuntungan dari proyek yang ada di Kota Binjai ini,” ungkap Nazri Kamal.

Lebih jauh dijelaskan Nazri Kamal, permainan yang dilakukan Bajor dalam setiap proyek, dapat memenangkan setiap CV yang mendaftar ke setiap intansi. “Setiap CV yang dimenangkan melalui Bajor, tentunya harus memberikan setorannya kepada Bajor. Selanjutnya, setoroan itu tentunya dilanjutkan lagi. Sama siapa dilanjutkan? Tentunya kalian sudah tahu siapa orangnya,” beber Nazri Kamal.

Maka dari itu, sambungnya, Bajor dikenal dengan Wali Kota bayangan. Sebab, setiap orang yang memiliki kepentingan di Pemko Binjai, tidak perlu menghadap langsung ke wali kota.  “Kalau sama Bajor sudah bisa, berarti untuk apa lagi menghadap wali  kota. Begitulah permainan yang dilakukan Bajor di Pemko Binjai,” sindirnya.

Selain itu, Nazri Kamal meminta agar Wali Kota Binjai melaporkan setiap kecurangan atau dugaan korupsi dalam proyek yang ada di Binjai ini.
“Kalau memang Wali Kota Binjai itu bersih, silahkan lapor ke penegak hukum terkait dugaan korupsi proyek yang ada di Binjai. Jangan hanya kasus PD Pembangunan saja yang disoroti dengan serius, tapi bongkar juga kasus yang lain demi memberantas pemain proyek yang menghabiskan uang rakyat Kota Binjai,” tantang Nazri.

Sementara itu, Bajor, saat dikonfirmasi  membantah tudingan Nazri Kamal. “Saya orang Partai dan saya sibuk di Partai. Jadi, untuk apa saya sibuk urusin proyek. Kalau dia (Nazri Kamal-red) mengatakan seperti itu, itu hak dia,” ucapnya singkat. (dan)
Sebelumnya, Kepala Seksi Pidana Khusu (Kasi Pidsus) Kejari Binjai, FKJ Sembiring, mengatakan, kasus PD pembangunan sudah diselidiki Poldasu. (dan)

Ayu Dewi Fitting Baju Pengantin

Ayu Dewi semakin mantap untuk menikah dengan RD, kekasihnya. Buktinya, Ayu dan RD sudah menjajal busana yang akan dikenakan saat prosesi akad nikah.

Meski demikian mereka masih menyembunyikan  kapan dan di mana rencana pernikahannya akan berlangsung.  Usai menghadiri nonton bersama Mengejar Cinta Olga di Kawasan Kemang, Selasa (28/2) dan dilanjutkan menghadiri ulang tahun komedian Edric Tjandra, Ayu mengaku  baru saja melangsungkan fitting baju pengantin. Namun tidak banyak yang diceritakan tentang bajunya itu, termasuk nama perancangnya.

“Fitting baju buat akad, dia buat baju. Tinggal nyamain saja, mereka (desainer) yang akan kolaborasi bertukar pikiran buat bikin baju kita nantinya. Baju adat minta dibikinin sama desainer,” ungkap Ayu Dewi.

Sementara itu saat datang ke ulang tahun presenter Edrick Tjandra, diketahui Ayu hadir dengan mengandeng calon suaminya berinisial RD, yang kemudian diketahui bernama Regi Datau. Mereka berencana melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, Ayu pun mengaku berencana mengenakan pakaian adat Jawa.

“Adat akad Jawa modern. Resepsi tunggu nanti diomongin lagi tunggu mama dia pulang. Pelan-pelan kita siapin bareng. Warna (baju pengantin) maronish, pinkish, pastel-pastel gitu. Cuma dua baju,” pungkasnya.  (net/bbs)