29 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 13925

Sektor Perkebunan Masih Menjanjikan

Salah satu gerbang investor adalah Provinsi Sumatera Utara. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan Pengamat Ekonomi dari Unimed, M Ishak.

Sektor apa yang paling menjanjikan bagi investor di Sumut?
Tetap seperti tahun yang lalu, sektor perkebunan tetap paling menarik untukn
dikembangkan di Sumut. Apalagi program MP3EI yang di Sei Mangke. Ini membutuhkan banyak dana, karena pembangunannya merupakan prospek yang sangat besar dan tentu saja banyak yang harus diperhatikan. Prospek yang dapat dilirik oleh investor kesiapan Sei Mangke, infrastruktur dalam Sei Mangke, infrastruktur penunjang, dan tentu saja perhatian pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi investor misalnya, pengurusan izin dan lainnya.

Apa yang harus diperhatikan oleh pemerintah?
Paling penting adalah infrastruktur, sedangkan peraturan lainnya dapat berjalan seiring pembangunan MP3EI. Infrastruktur sangat penting, karena kendala kita dari tahun ke tahun juga tetap di infrastruktur ini. Nah, kalau tidak bisa dengan biaya sendiri, kita bisa kok minjam dana asing, karena saya yakin MP3EI itu sangat potensial, dan hasilnya juga untuk kemakmuran bangsa terutama negara.

Apa lagi yang menarik dari Sumut bagi investor?
Khusus untuk Kota Medan, yang paling menarik adalah jasa keuangan. Medan nantinya menjadi pusat perdagangan, kenapa? Berkembangnya MP3EI, menjadikan Medan pusat untuk transaksinya. Nah, pembangunan yang saat ini sedang terjadi di Medan juga memberikan bukti betapa perlunya jasa keuangan untuk kota Medan. Kalau Pemko Medan tetap pada komitmennya menjadi Medan sebagai kota metropolitan, dipastikan jasa keuangan memiliki potensi yang sangat menjanjikan.

Apakah perbankan juga akan meningkat di Medan?
Tidak harus perbankan, tetapi jasa keuangan kecil juga sangat penting. Kalau sektor besar sudah bergerak, secara tidak langsung sektor besar juga demikian. Nah, saat globalisasi mendatang perputaran uang atau keluar masuk dari dalam dan luar negeri juga akan sangat cepat. Untuk itu dibutuhkan jasa untuk menemp[atkan uangnya.

Apa lagi sektor lainnya?
Jangan lupakan pariwisata yang sangat menjanjikan. Selain danau toba, daya jual di Sumut yang lain adalah etnisnya. Bayangkan ada 8 etnis yang hidup di medan, dan semuanya memiliki akar budaya yang sangat kental. Nah, bagaiman kalau kita kembangkan. Misalnya dalam perayaan besar mereka, jadikan ini sebuah undangan bagi investor. Seperti Amerika, mereka membangun gedung kesenian, dimana semua etnis dapat berpartisipasi. (*)

Belum Ada Pembaharuan Data Peserta Jamkesmas

MEDAN-Dinas Kesehatan Kota Medan sampai saat ini belum melakukan pembaharuan terhadap data warga  yang mendapatkan Jamkesmas, yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Medan.

“Dinkes Medan tetap mengupayakan agar masyarakat miskin dapat terbantu untuk mendapatkan kartu Jamkesmas. Namun, sampai saat ini belum ada pembaharuan peserta dari BPS,” kata Kepala Dinas Kesehatan Medan, dr Edwin, Senin (13/2).
Dijelaskannya, untuk memperoleh kartu Jamkesmas pihak kecamatan berperan aktif untuk melakukan pendataan terhadap masyarakatnya yang berhak medapatkan.

“Seharusnya mempertanyakannya ke kantor camat karena kecamatan berperan aktif. Jadi, untuk yang berhak mendapatkan kartu Jamkesmas adalah orang miskin dan masyarakat yang tidak mampu yang menjadi peserta ditetapkan camat,” jelasnya.
Dikatakannya, untuk ketentuan masyarakat yang berhak memperoleh sesuai dengan ketentuan dari penyelesian dari tingkat kepala lingkungan sampai lurah untuk mendata.

“Kalau untuk yang berhak akan dilakukan penyeleksian dari kepling, karena dia lebih tahu warganya. Jadi dinkes hanya memberikan pelayanan kesehatan,” bebernya.

Seperti diberitakan, sejumlah warga Medan mengeluhkan sulitnya mendapatkan kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) ketika menerima kunjungan kerja atau reses anggota DPRD Sumut Brilian Moktar, di Kecamatan Medan Barat, tepatnya di Kelurahan Karang Berombak, Rabu (8/2) dan Medan Timur, tepatnya di Kelurahan  Brayan Bengkel, Sabtu (11/2).

Musfiyani, warga Kelurahan Karang Berombak mengeluhkan, sulitnya mendapatkan Jamkesmas dan layanan kesehatan lainnya seperti seperti Kartu Medan Sehat.

Menurut Musfiyani, kesulitan mendapatkan Kartu Medan Sehat itu menyebabkan dia tidak dapat mengobati penyakit anaknya mengalami pembengkakan rusuk.

“Bantulah kami Pak. Bagaimana lagi saya bisa mengobati rusuk anak saya yang mengalami pembengkakan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, yakni Halimatussakdiah Harahap, yang sangat mengharapkan Kartu Medan Sehat. Sebagai warga yang kurang mampu, Halimatusakdiyah Harahap merasa, sangat memerlukan Kartu Medan Sehat agar bisa mendapatkan perawatan kesehatan jika mengalami penyakit.
(adl)

Jambret untuk Biaya Pacaran

MEDAN-Bayu Pratama (15), warga Jalan Setia Luhur dan Irwansyah (17), warga Jalan Bakti Luhur harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Medan Helvetia.

Pasalnya, keduanya ditangkap warga saat menjambret warga di Jalan Danau Singkarak.

Kedua remaja itu menjamret tas milik seorang wanita yang sedang menumpang becak bermotor. Naas saat hendak kabur kedua remaja  terjebak macet dan berhasil tertangkap warga.

Oleh warga keduanya diserahkan ke Mapolsekta Helvetia berikut sepeda motor Yamaha Mio BK 2439 ABC.

Kedua remaja itu mengaku nekat menjambret karena butuh uang untuk jalan jalan bersama pacarnya ke Berastagi.
“Kami jambret biar ada duit jalan-jalan bang sama cewek ke Berastagi. Uda sering kami beraksi kemarin ketangkap karena macet,” kata Irwansyah, tersangka yang membawa sepeda motor saat melakukan aksi.

Sementara Bayu Pratama mengaku jika dirinya diajak oleh Irwansyah. Dia bertugas melihat korban dan sebagai eksekutor jika sudah ada.
“Aku diajak Bang, tugasku menjambret Bang, si Irwan yang bawa sepeda motor. Nyesal kali aku Bang, minta maaf aku buat orang yang sudah ku jamret,” terang siswa SMA itu.

Kapolsekta Helvetia, Kompol Sutrisno Hady SIk membenarkan penahanan kedua remaja tersebut. (cr-1/smg)

Tim Labfor Sisir Lokasi Kebakaran

MEDAN-Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Katamso, Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Senin (13/2).

“Kedatangan Tim Labfor dan penyidik untuk mencari asal api dan penyebabnya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa yang menyebabkan lima orang mengalami luka bakar tersebut,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, SiK saat ditemui di lokasi.
Selain itu, lanjut Sandy, pihaknya juga menginstruksikan agar isi mobil box yaitu tinner segera dikeluarkan sebab berbahaya dan dapat memicu kebakaran baru.

“TKP juga telah diamankan dan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat diminta turut menjaga serta diimbau jangan membuang puntung rokok demi menjaga hal tak diinginkan,” bebernya. Dikatakannya, pihaknya telah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Kepling VI, Mukhlis dan ke depan bakal diminta penjelasan beberapa orang lagi.

Ditambahkannya, berdasarkan kejadian awal diketahui tiga korban luka bakar yaitu Linghua alias Ahwa (46), mengalami luka bakar hingga tidak sadarkan diri, Ahui (58), menderita luka bakar di kedua kaki dan tangan dan paha kanan patah dan Syafrizal (30) luka bakar di wajah, kedua tangan dan kaki masih menjalani perawatan medis.

“Ternyata supir dan kernet mobil box, Rahmat Kurnia Nasution (30) dan M Rafi’i (35) keduanya warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungn VI, Tanjung Mulia, Medan Deli, juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Jika sebelumnya tiga korban dirawat di RS Permata Bunda, tapi Ahwa kini dibawa ke luar negeri. Sedangkan Ahui di bawa ke RS Methodist. Sementara Rahmat Kurnia dan Rafi’i di RS Deli. (adl)

Tim Labfor Sisir Lokasi Kebakaran

MEDAN-Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Cabang Medan bersama Polsekta Medan Kota masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), di lokasi kebakaran di Jalan Brigjen Katamso, Lingkungan VI, Kelurahan Sukaraja, Senin (13/2).

“Kedatangan Tim Labfor dan penyidik untuk mencari asal api dan penyebabnya, apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam peristiwa yang menyebabkan lima orang mengalami luka bakar tersebut,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, SiK saat ditemui di lokasi.
Selain itu, lanjut Sandy, pihaknya juga menginstruksikan agar isi mobil box yaitu tinner segera dikeluarkan sebab berbahaya dan dapat memicu kebakaran baru.

“TKP juga telah diamankan dan kepada kepala lingkungan (kepling) setempat diminta turut menjaga serta diimbau jangan membuang puntung rokok demi menjaga hal tak diinginkan,” bebernya. Dikatakannya, pihaknya telah meminta keterangan tiga saksi di antaranya Kepling VI, Mukhlis dan ke depan bakal diminta penjelasan beberapa orang lagi.

Ditambahkannya, berdasarkan kejadian awal diketahui tiga korban luka bakar yaitu Linghua alias Ahwa (46), mengalami luka bakar hingga tidak sadarkan diri, Ahui (58), menderita luka bakar di kedua kaki dan tangan dan paha kanan patah dan Syafrizal (30) luka bakar di wajah, kedua tangan dan kaki masih menjalani perawatan medis.

“Ternyata supir dan kernet mobil box, Rahmat Kurnia Nasution (30) dan M Rafi’i (35) keduanya warga Jalan Kolonel Yos Sudarso, Lingkungn VI, Tanjung Mulia, Medan Deli, juga mengalami hal yang sama,” katanya.

Jika sebelumnya tiga korban dirawat di RS Permata Bunda, tapi Ahwa kini dibawa ke luar negeri. Sedangkan Ahui di bawa ke RS Methodist. Sementara Rahmat Kurnia dan Rafi’i di RS Deli. (adl)

Mayat Pria Telentang di Pinggir Selokan

Berlumuran Darah, Ada 8 Bekas Luka Tikaman

MEDAN-Warga Jalan Benteng, Sari Rejo, Medan Polonia mendadak heboh. Pasalnya, warga menemuan mayat di pinggir selokan, Senin (13/2).
Saat ditemukan mayat pria dengan posisi telentang dengan kondisi tubuh berlumaran darah dan terdapat 8 luka tikaman di sekujur tubuhnya.
Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi, jasad pria yang belum diketahu identitasnya itu pertama kali ditemukan seorang siswa SMA yang baru pulang dari sekolah sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat itu siswa itu melintasi gundukan tanah yang berbukit di sekitar lokasi, dia melihat sesosok mayat. Kemudian dia langsung memberitahukan kepada warga yang lain. Warga yang mengetahui langsung menghubungi Polsekta Medan Baru.

“Anak sekolah yang pertama kali melihat mayat itu, kondisinya seram kali aku lihat tadi,” ungkap seorang warga. Menurutnya, warga tidak ada yang mengenal mayat itu.

Polisi yang mendapatkan informasi langsung menerjunkan personel untuk melakukan identifikasi. Hasil identifikasi sementara polisi ditemukan sepasang sendal jepit milik korban, lem kambing, telur lalat hijau dan bercak darah.

Ciri-ciri mayat kulit putih, tinggi badan 175 cm, kurus dan rambut ikal. Usia diperkiraan 35 tahun. Korban sementara diduga dibunuh, karena selain luka tikam di perut, leher dan tangan sebelah kanan, dari mata dan mulut korban mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Kepala Lingkungan XII Kelurahan Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Fauzi saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan dirinya tidak mengenal korban. “Saya tidak mengenal mayat itu dan bukan warga saya,” ungkapnya.

Kapolsekta Medan Baru Kompol Donny Alexander mengatakan polisi masih terus melakukan penyeledikan serta menurunkan tim identifikasi dari Polresta Medan.

“Kita tidak menemukan kartu identitas atau KTP korban,” katanya. Setelah dilakukan identifikasi mayat korban dibawa ke RSU dr Pirngadi Medan untuk dilakukan otopsi.

Donny mengungkapkan korban tewas beberapa hari yang lalu. Dirinya mengimbau agar warga yang kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke Mapolsekta Medan Baru. (gus/mag-5)

Bawa Sajam, 5 Pemuda Diamankan

MEDAN-Lima pemuda diamankan polisi saat berada di Jalan Asmara, simpang Gaperta, Minggu (12/2) dini hari. Kelima masing-masing Reza Wibowo (16), warga Jalan Setia Luhur Gang Banteng, Zainal Arifin (16), warga Jalan Kemiri, I Made Bagus Riwayan (17), warga Jalan Pemasyarakatan, Andhi Surya (18), warga Jalan Pasar VII Martubung, Willy Kasim (15), warga Jalan Pasar VII Martubung. Dari kelimanya polisi menyita sebuah tas berisi parang, kapak, pisau, rantai, gear sepeda motor dan 6 unit sepeda motor.

Kapolsekta Medan Helvetia, Kompol Hadi Sutrisno mengatakan akan terus melakukan patroli saat akhir pekan. Dirinya mengimbau kepada seluruh pemuda yang mengendarai sepeda motor untuk tidak melakukan aksi brutal dan hindari menjadi anggota geng motor. (gus)

Usulan CPNS Daerah ke Pusat tak Becus

Pengajuan Formasi Lengkap Ditenggat Juni

JAKARTA- Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini juga terancam batal. Pasalnya, hingga kemarin belum ada satu pun daerah yang usulannya dinyatakan lengkap. Dengan kata lain, usulan yang diberikan daerah tidak becus hingga Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) pesimis akan ada penerimaan CPNS tahun ini.

Data terkini, sudah 53 daerah yang mengajukan usulan, namun sayangnya tidak disertai analisa jabatan (Anjab) dan analisa Beban Kerja (ABK). “Baru 53 daerah yang masuk, namun belum lengkap juga. Kita masih memberikan deadline hingga Juni mendatang,” kata Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen-PAN) Eko Prasojo, Minggu (12/2).

Jika sampai Juni, usulan kebutuhan pegawai untuk tenaga tertentu (tenaga kesehatan, guru, dan tenaga mendesak seperti sipir serta anak buah kapal, juga honorer tertinggal) yang disertai Anjab maupun ABK, belum juga diusulkan ke pusat, berarti penerimaan CPNS ditiadakan. Kalaupun usulan lengkap masuk tapi di atas Juni 2012, maka akan diplot untuk formasi 2013.

“Hitungan pemerintah hanya sampai Juni, karena Juli sudah harus dibahas dengan DPR RI. Kalau lewat Juni, berarti penerimaannya ditunda tahun depan,” ujar Guru Besar Universitas Indonesia (UI) ini.

Penegasan serupa diungkapkan Nurhayati, asisten Deputi SDM bidang Aparatur Kementerian PAN&RB. “Namanya moratorium, berarti tidak ada penerimaan sama sekali. Kalaupun dalam moratorium ada pengecualian bagi honorer tertinggal, tenaga kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan mendesak, namun ada syaratnya,” tuturnya.

Persyaratan itu, lanjutnya, dirasakan cukup berat bagi daerah. Sebab, hingga saat ini belum ada satupun Anjab dan ABK yang masuk.  Memang, pemerintah telah melatih PNS yang disiapkan sebagai analis jabatan sejak Desember 2011, namun belum tentu daerah bisa melaksanakan kewajibannya.
“Setelah usulan lengkap, Kemenpan-RB akan melakukan analisa apakah benar data yang diberikan tersebut. Jadi saya pesimis kalau tahun ini dilaksanakan penerimaan CPNS. Sebab, moratorium diberikan untuk benar-benar menata struktur organisasi kepegawaian di seluruh instansi. Yang lebih pegawainya, harus mendistristibusikan ke daerah kekurangan,” tegasnya.

Untuk Sumatera Utara, sejumlah daerah malah masih menunggu kabar dari Pusat soal adanya penerimaan CPNS formasi 2012 itu. Setidaknya ini sempat diucapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Parluhutan Hasibuan, belum lama ini. “Kami belum terima surat pemberitahuan penerimaannya dan kami hanya menerima surat moratorium PNS 2012, mintalah suratnya baru kami tindaklanjuti,” katanya.
Hal yang sama disampaikan, Pemko Tebingtinggi. Melalui keterangan Kepala BKD Pemko Tebingtinggi, Erwin Suheri Damanik, Pemko Tebingtinggi segera melaporkan jumlah PNS yang bertugas di instansinya. Memang benar bahwa Pemko/Pemkab se-Indonesia diminta untuk menyampaikan laporan tersebut paling lambat 5 Desember 2011 lalu. Hal itu sudah dilakukan, namun untuk menghitung jumlah kebutuhan PNS 5 tahun mendatang akan harus disampaikan ke Menpan dan RB paling lambat Juni 2012.

“Jadi kami tetap menunggu surat dari Menpan dan RB untuk pengusulan CPNS tenaga teknis,” ujarnya.

Pemkab Deliserdang juga masih menunggu instruksi dari pusat. “Bila ada instruksi, kita tinggal memberi saran kepada bupati. Sebenarnya Deliserdang masih butuh CPNS meski dengan kondisi sekarang masih,” kata sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Deliserdang, Joni Ritawan.
Sedangkan, Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan mengakui, bahwa tenaga medis dan pendidikan masih kurang. Hanya saja, Pemko Binjai belum bisa memastikan berapa kekurangannya karena semua pengaturannya ada di Pemerintah Pusat. “Jadi sekarang menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat, selama ini jumlah PNS Binjai yang dikirimkan ke Pemerintah Pusat sebanyak 3.064 orang,” sebutnya.

“Belum ada, belum dapat diketahui apakah Pemkab menerima calon pegawai negeri sipil tahun ini,” timpal Sekdakab Langkat, Surya Djahisa.
Hal serupa juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, Kaiman Turnip. “Kita belum bisa memberi jawaban karena belum menerima Surat Keputusannya,” akunya.

20 Ribu Honorer Ancam Boikot Ujian Nasional

Di sisi lain, Ujian Nasional (Unas) 2012 yang tinggal dua bulan lagi terancam kocar-kacir. Penyebabnya bukan disebabkan keterlambatan distribusi soal. Tetapi, 20 ribu honorer guru dan tenaga kependidikan mengancam boikot gebyar tahunan itu.
Mereka menuntut Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) pengangkatan honorer tidak boleh lama-lama parkir di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB).

Ancaman boikot Unas ini keluar dari Dewan Kehormatan Honorer Indonesia (DKHI). Organisasi tenaga honorer yang berbasih di Semarang itu memberikan toleransi hingga bulan depan kepada Kemen PAN-RB untuk memasukkan RPP pengangkatan honorer ke Sekretariat Negara (Setneg). “Jika Maret dimasukkan ke Setneg, perkiraan kita bulan itu juga akan disahkan presiden,” kata Ketua Umum DKHI Ali Mashar, kemarin.

Sebaliknya, jika tidak ada tanda-tanda iktikad baik dari Kemen PAN-RB untuk memasukkan RPP itu ke Setneg, maka Ali mengatakan tidak bisa membendung seruan mogok kerja masal rekan-rekannya sesama honorer menjelang dan selama unas. Dia mengatakan, saat ini anggotanya ada 30 ribu tenaga honorer. Dimana 20 ribu di antaranya adalah guru dan tenaga kependidikan. Sisanya adalah tenaga medis dan administrasi di kantor pemda.

Ancaman paling kuat muncul manakala seluruh tenaga administrai atau tata usaha (TU) honorer. Sebab, kata Ali, selama ini peran TU atau tenaga administrasi yang didominasi honorer, cukup sentral menjelang, selama, dan setelah Unas. Di antaranya, sebelum Unas tugas mereka adalah mengentri daftar tetap nama-nama peserta Unas. Selanjutnya menerima nomor peserta lalu disebar ke siswa dan ditempel ke meja-meja peserta. “Mana mungkin guru yang menempel nomor soal itu. Apalagi apa mungkin peserta Unas sendiri yang menempelnya, pasti kacau,” jelas dia. Ali menegaskan gerakan mogok kerja menjelang, selama, dan setelah Unas ini sudah kompak disuarakan honorer di sekolah negeri dan swasta.

Terkait dengan itu, Menteri Pendidikan Nasional (Mendikbud) Mohammad Nuh mengingatkan, urusan pengangkatan honorer tidak perlu dikatikan dengan pelaksanaan Unas. “Pihak-pihak itu perlu menjelaskan duduk perkaranya seperti apa. Kami terbuka,” tegasnya, kemarin.

Nuh menyayangkan jika akhirnya aksi mogok ini merugikan jutaan peserta unas. Pihak Kemendikbud merasa tidak suka dengan aksi ancam-ancaman seperti ini. Sebagai seorang guru atau tenaga kependidikan, para honorer yang berniat mogok saat Unas harus bisa menjelaskan dengan baik akar persoalan yang selama ini terjadi. Jika memang terkait rencana pengangkatan honorer yang terkatung-katung, Nuh mengatakan bisa dicari solusinya. “Semua bisa diselesaikan dengan baik. Jangan sampai ada yang dirugikan,” kata dia.

Menteri asal Surabaya itu mengingatkan para honorer di lingkungan sekolahan jika mereka itu beda sekali dengan buruh-buruh di pabrik sepeda motor atau pabrik lainnya. Proses pengangkatan honorer di lingkungan pendidikan sendiri, kata Nuh, harus melalui berbagai kajian. Khususnya tentang sebaran PNS. Dia menjelaskan sulit mengabulkan usulan pengangkatan honorer menjadi CPNS di suatu daerah yang PNS-nya sudah padat. “Di satu sisi ada daerah yang kurang sekali PNS-nya,” kata Nuh. Untuk itu, perlu ada perhitungan untuk pemerataan aparatur negara sipil atau PNS yang akurat sehingga tidak terjadi ketimpangan.  (wan/esy/jpnn/sam/adl/dan/btr/mag-3/ari)

Kurang dari Sehari Grammy Ubah Konsep

Tribute Khusus untuk Whitney Houston

Whitney Houston memang sosok istimewa dan berpengaruh di komunitas musik dunia. Berita kematian diva legendaris ini mampu memengaruhi event penghargaan kelas dunia, seperti Grammy Awards 2012, yang berlangsung pagi ini. Kemarin atau sehari sebelum perhelatan, panitia berani mengubah konsepnya menjadi Tribute to Whitney Houston.

Grammy Awards 2012 yang diadakan di Staples Center, Los Angeles, itu akan mengadakan pementasan musikal khusus untuk Whitney Houston. Penyanyi peraih dua Gramophone Trophy (piala Grammy) sekaligus bintang film Jenifer Hudson ditunjuk sebagai penampil di momen tersebut.
Hudson yang sempat dijuluki perwujudan baru dari seorang Houston itu tidak tampil sendiri. Menurut People, Chaka Khan dijadwalkan juga benyanyi pada acara spesial tersebut. Houston pada umur 15 tahun pernah menjadi backing vocal Khan dalam lagu I”m Every Woman pada 1978. Single ini dinyanyikan kembali Houston dan termasuk dalam album OST film The Bodyguard yang fenomenal itu.

Rencananya, Khan dan Hudson menyanyikan beberapa hits Houston. Konsep khusus telah dirancang pihak Grammy. Ken Ehrlich yang menjadi produser eksekutif telah mengofirmasi hal ini. Meski tidak disebutkan detail acara yang diwujudkan, mereka mengatakannya bakal spesial.
“Sangat disayangkan kalau kami tidak mengakui kontribusi besar Whitney kepada penggemar musik secara umum. Khususnya untuk kedekatan dia dengan Grammy, trofi, dan nominasi yang diraihnya sepanjang tahun,” ujar Ehrlich.

Houston memenangkan Gramophone Trophy pertamanya pada 1985 untuk best pop vocal performance. Penghargaan ini didapatnya untuk lagu Saving All My Love For You. Dua tahun kemudian dia kembali mendapat penghargaan yang sama untuk I Wanna Dance With Somebody (Who Loves Me). Total penyanyi asal New Jersey itu memenangi enam Gramophone Trophy sepanjang karirnya.

Pernyataan duka mendalam juga diungkapkan President/CEO The Recording Academy Neil Portnow. Sebagai pihak penyelenggara Grammy Awards, dia juga mengungkapkan ekspresi kesedihannya sepeninggal Whitney Houston.

“Sebuah malam yang suram terjadi di komunitas musik hari ini (kemarin, Red). Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga, teman, fans, dan semua yang telah tersentuh suara cantiknya,” ujar Neil Portnow di situs resmi Grammy.

Grammy Awards yang tahun ini memasuki edisi ke-54 bakal diisi para penyanyi kelas atas dari lintas generasi. Mulai Adele, Rihanna, Alicia Keys, Foo Fighters, Coldplay hingga musisi legendaris seperti Paul McCartney, The Beach Boys, dan Bruce Springsteen. Sederet selebriti seperti Ryan Seacrest, Ringo Starr, Gwyneth Paltrow, dan Marc Anthony bakal menjadi presenter. Untuk kali pertama sejak tujuh tahun lalu Grammy kembali memakai host utama. Tahun ini yang ditunjuk adalah rapper senior berumur 44 tahun, LL Cool J. Grammy Awards 2012 akan ditayangkan langsung stasiun CBS mulai pukul 20.00 waktu setempat atau hari ini pukul 09.00 WIB.

Selain menjadi musisi, Houston memang getol bermain film. Proyek film terbarunya, Sparkle, siap tayang pada pertengahan tahun ini. Meredupnya karir Whitney Houston karena narkoba membuatnya seakan ‘hilang’ dari peredaran. Kali terakhir dia merilis album pada 2009 dengan judul I Look to You. Respons kritikus terhadap album tersebut sebenarnya cukup lumayan. Situs kritik Metacritic memberikan nilai 66 dari 100.

Album I Look to You mendapat banyak pujian karena pemilihan lagu dan cara Houston mepresentasikannya dengan gaya yang berbeda. Karakter suaranya berubah menjadi lebih berat dan serak. Rilisan ketujuh itu juga memulai debut mengesankan di US Billboard 200 dengan terjual 305 ribu kopi dalam minggu pertama. Pada 1 Desember 2009, rilisan itu mendapat sertifikat platinum dari Recording Industry Association of America (RIAA) karena sudah terjual sejuta kopi.

Rintisan momen kebangkitan Houston dilanjutkan dengan proyek film Sparkle. Dalam film tersebut, pemeran Rachel Marron dalam film The Bodyguard itu menempati posisi produser sekaligus pemain.

Sparkle merupakan remake dari film berjudul sama pada 1976 yang terinspirasi grup vokal cewek, The Supremes. Secara garis besar, versi orisinal film tersebut berkisah tentang perjalanan karir tiga penyanyi dari Harlem pada akhir 1950-an. Sedangkan remake-nya mengambil tempat di Detroit, Michigan, pada era 1960, ketika Motown sedang berada dalam puncak kejayaan.

Sederet nama beken membintangi Sparkle. Mulai Jordin Sparks, Cee Lo Green, Derek Luke, Whitney Houston, Mike Epps, Carmen Ejogo, Tika Sumpter, hingga Omari Hardwick. Sementara itu, penyanyi pop/R&B R. Kelly bakal mengatur scoring musik. Untuk versi 1976, musiknya dirancang Curtis Mayfield. Bahkan, salah satu single-nya, Something He Can Feel, sukses dinyanyikan nenek Houston, Aretha Franklin, pada 1976.

Film itu mulai syuting pada 10 Oktober 2011. Saat ini Sparkle telah selesai diproduksi. Rencananya, film tersebut mulai premier 17 Agustus 2012. Untuk Houston, Sparkle akan menjadi film keempat. Sayang, proyek itu juga menjadi film terakhirnya. Penyanyi berusia 48 tahun tersebut tidak akan bisa menikmati momen keemasannya kembali. Terutama kalau Sparkle menuai sukses besar di pasaran.

Momen yang dialami Houston itu mirip dengan nasib Michael Jackson. Penyanyi yang juga akrab disapa MJ tersebut tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya di film This Is It. The King of Pop telanjur meninggal pada 25 Juni 2009, sekitar empat bulan sebelum film itu rilis pada 28 Oktober 2009.
This Is It yang berbujet USD 60 juta (sekitar Rp538,8 miliar) tersebut mendapat pemasukan hingga USD 261,1 (sekitar Rp2,3 triliun). Sementara itu, Sparkle ‘hanya’ menghabiskan dana USD 17 juta (sekitar Rp 152,6 miilar). Meninggalnya Houston berpotensi membuat Sparkle meledak. Kasus serupa terbukti pada MJ dengan This Is It dan kematian Heath Ledger yang membuat The Dark Knight (2008) meledak. (kkn/c2/any/jpnn)

Banyak Persoalan Butuh Perhatian Pemko Medan dan Polda Sumut

Reses Anggota DPRD Sumut M Nasir

MEDAN- Di tengah hiruk pikuk pembangunan di Kota Medan, ternyata masih banyak persoalan yang tidak teratasi di kehidupan masyarakat.
Dari persoalan pendidikan, ekonomi dan kriminalitas termasuk pula pembangunan yang tidak merata. Itu tergambar dan terungkap dari kegiatan reses anggota DPRD Sumut, Muhammad Nasir di Kota Medan, dalam beberapa hari lalu.

Hasil Reses M Nasir di Medan Labuhan, berdasarkan penuturan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan Labuhan, Drs, H Norman mengungkapkan, di Medan Labuhan, tepatnya di Kelurahan Griya Martubung 1, tumbuh subur dan merajalelanya tempat maksiat seperti kafe remang-remang yang buka secara vulgar.

Selain itu, masalah warnet-warnet terselubung yang menyajikan tayangan pornografi juga telah meresahkan masyarakat. Dimana ini  memberi dampak negatif pada kehidupan anak dan remaja serta masyarakat pada umumnya.

Dari itu, secara tegas ia meminta Pemko Medan, untuk segera menurunkan tim guna melakukan penertiban.  Lain lagi di Kelurahan Tangkahan, masih di kawasan Kecamatan Medan Labuhan. Ada persoalan limbah dari perusahaan yang beroperasi di dekat daerah tersebut (PT KIM, red), yang membuang limbah ke pemukiman warga.

Sedangkan di kawasan Jalan Rawe Raya, pengaspalan dan pembangunan drainase terkesan ada anak tiri dan anak kandung.

Dari hasil reses di Medan Marelan, lebih tepatnya di Pasar 1, Kelurahan Tanah 600, banyak drainase dan jalan yang belum dibangun. Selain itu, masyarakat juga mengalami pendistribusian air dari Perusahaan Daerah Air Mimum (PDAM) Tirtanadi yang kualitasnya buruk, sehingga dibutuhkan perbaikan kualitas pendistribusian.

Khusus di daerah Simpang Atap, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, masyarakat mengharapkan pembangunan jembatan permanen  yang menghubungkan antara Medan Marelan dan Medan Labuhan.

Tokoh di Kecamatan Medan Labuhan, yakni Adiansyah SPdi dan Syahrul Idrus lebih menyoroti, mengenai masalah pendidikan. Dimana masyarakat di Medan Labuhan, mengharapkan adanya pembangunan Sekolah Tsanawiyah Negeri.

Di Kecamatan Medan Tembung, tepatnya di Musholla Al Muttaqien, Jalan Durung, Kelurahan Sidorejo, masyarakat mengeluhkan beberapa persoalan seperti pembangunan dan perawatan drainase yang tidak merata. Kemudian mengenai kesejahteraan pegawai swasta. Termasuk pula masalah pengembangan ekonomi, dimana masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai pedagang dan penarik becak, membutuhkan pelatihan-pelatihan untuk menambah ilmu dalam upaya meningkatkan perekonomian mereka.

Reses lainnya di daerah Kelurahan Tegal Sari Mandala 2, Medan Denai. Berdasarkan penuturan warga setempat, Ustad Fahmi menyatakan, sejumlah jalan di daerah tersebut khususnya berada di dekat Sungai Denai, tidak pernah diaspal.

Disebutkan Nasir, dari pertemuan reses  yang dijalaninya, masyarakat di Kota Medan masih dan terus mengeluhkan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah kriminal . ‘’ Banyak terjadi kejahatan Pencurian Kendaraan Motor, kemudian masih maraknya perjudian di berbagai daerah serta peredaran narkoba jenis sabu-sabu dan jenis lainnya  yang seperti menjual makanan ringan. Maka dari itu, masyarakat mengharapkan agar Kapolda Sumut lebih bekerja keras, dalam memberantas masalah penyakit masyarakat tersebut,” tegas Anggota DPRD Sumut dari Dapil 1 Medan yang berdomisili di Lingkungan XI, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan kepada Sumut Pos.(ari)