31 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 1393

Sosialisasikan Perda Kesehatan, Rizki Lubis Edukasi Warga Hidup Sehat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan M. Afri Rizki Lubis, S.M, M.I.P mensosialisasikan Produk Hukum Daerah Kota Medan Perda No.4 Tahun 2012 Tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Sari Ujung, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (17/6/2023)

Rizki menyebutkan, sosialisasi ini digelar untuk memberikan edukasi hidup sehat kepada warga berdasarkan isi Perda Sistem Kesehatan.

“Saya ingin mengedukasi warga untuk hidup sehat sesuai dengan Perda Sistem Kesehatan Kota Medan ini. Apalagi sekarang cuaca sangat panas sehingga bisa berdampak terkena penyakit, jadi kita butuh pemahaman untuk hidup sehat terhindar dari penyakit,” ucap Rizki Lubis dalam kegiatan yang dihadiri aparatur pemerintahan dan ratusan warga.

Diterangkannya, perda ini menjamin kesehatan warga dengan memberikan pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Medan.

“Bila ada warga sakit, jangan takut berobat ke faskes karena pasti dilayani. Apalagi sekarang Pemko Medan telah memiliki program Universal Health Coverage (UHC), dimana warga bisa berobat gratis dengan menggunakan KTP. Apalagi di kelurahan ini sudah ada Puskesmas yang bisa dipergunakan warga untuk berobat,” ujar Rizki.

Pada kesempatan itu, Rizki yang menjabat sebagai Anggota Komisi I itu juga menyinggung penggunaan gadget yang bila berlebihan dapat mengancam kesehatan dan juga berpengaruh negatif.

“Anak boleh main gadget, cuma harus diawasi orang tua agar jangan berlebihan, sehingga anak bisa terhindar dari penyakit dan dampak negatifnya,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Puskesmas Kedai Durian, dr Sari Yosmika memastikan pihaknya sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada warga pasien UHC. Selain itu, pelayanan kesehatan yang diberikan bukan untuk warga Kelurahan Kedai Durian saja, tapi juga untuk warga kelurahan terdekat.

“Puskesmas sekarang bukan saja sebagai tempat ambil rujukan berobat, tetapi juga untuk konseling kesehatan, silahkan warga memanfaatkannya,” terangnya.

Sementara itu, perwakilan BPJS Kesehatan Kota Medan, Dewa Nasution menjelaskan program UHC JKMB adalah program kerjasama Wali Kota Medan Bobby Nasution dan DPRD Medan yang berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan. Program ini diperuntukkan untuk warga ber KTP Kota Medan.

Namun, lanjut Dewa, UHC tidak diperuntukkan bagi warga yang masih aktif di perusahaan, karena regulasinya kesehatan karyawan ditanggung pihak perusahaan.

“Kecuali kalau telah pensiun maka bisa mempergunakan UHC,” katanya seraya juga menyebutkqn bahwa warga yang punya BPJS Kesehatqn aktif tidak termasuk peserta UHC.

Pada kesempatan itu, salah seorang warga yang hadir, Ratnawati Simamora mempertanyakan pengobatan apa saja yang ditanggung Program UHC.

Sedangkan warga lainnya, Ade mengeluhkan BPJS nya yang tidak aktif lagi karena menunggak pembayaran bertahun-tahun. “Bagaimana agar kami bisa tetap dapat berobat,” tanyanya.

Menjawab ini, dr Sari menegaskan semua pengobatan ditanggung UHC. “Tapi puskesmas tidak bisa menangani penyakit kategori urgen dan harus dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Sedangkan Dewa Nasution mengatakan, bagi warga yang BPJS Kesehatannya tidak aktif bisa tetap berobat dengan menggunakan program UHC. (map/ila)

Kapolres Asahan Jumat Curhat dengan Pengurus PD Muhammadiyah

istimewa JUMAT CURHAT: Kapolres Asahan AKBP Rocky saat melakukan program Jumat Curhat dengan Pengurus PD Muhammadiyah.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kapolres Asahan AKBP Rocky H Marpaung, SH, SIK, MH melaksanakan kegiatan Jumat Curhat dan Silaturahmi dengan Pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Asahan yang dilaksanakan di ruangan Perjamuan Polres Asahan, Jumat (16/6).

Dalam kegiatan ini, Kapolres Asahan AKBP Rocky mengucapkan Terimakasih Kepada Pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Asa­han yang telah hadir melakukan si­laturahmi dan Jumat Curhat di Polres Asahan.

Kapolres Asahan juga meminta maaf karena tidak bisa setiap hari menemui warga dikarenakan pekerjaan Polres Asahan cukup Padat. Pun begitu tetap membuka pintu tiap waktu bagi warga untuk bersi­laturahmi dan memberikan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dikatakan AKBP Rocky, saat ini angka kriminalitas jalanan seperti tauran antar Genk Motor yang dilakukan anak remaja dan anak di­bawah umur. “Kami telah berupaya untuk mencegah bersama dengan Unsur 3 Pilar untuk melaksanakan Patroli Skala Besar yang melibatkan TNI, Sat Pol PP dan Dinas Perhubu­ngan.

Penindakan kami yaitu Berupa Pembinaan terhadap anak anak remaja. Saya membuat program pol­res Asahan berkah dan saya me­ngarahkan kepada seluruh personil polres Asahan untuk melaksanakan beribadah dengan selalu berdoa dan bersedekah,”ucap Kapolres.

Kapolres Asahan mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Asa­han, bilamana ada keluhan tentang Kamtibmas segera menghubungi Call Center 110 kami akan segera Turun ke lokasi dan mohon di sampaikan kepada para Tetangga rekanan, dan Famili,”kata Kapolres Asahan.

Ditempat yang sama Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Asa­han. Drs M Akhyar, M.A M.mengu­cap­kan terima kasih kepada Kapolres Asahan yang telah diberi kesempatan untuk Silaturahmi sekaligus Jumat curhat.

Ia juga menjelaskan, bagaimana tehnik dan cara orangtua untuk me­­nga­tasi tauran yang dimaksud Kapolres Asahan. “Anak remaja adalah aset ne­gara dan suatu kebanggaan dari pada keluarga.

Untuk itu kita sebagai Orangtua mari kita jaga Betul anak kita de­ngan cara memberikan ajaran aja­ran agama yang baik untuk mereka, Memberikan Pelajaran Ekstrakuriku­ler di luar Jam sekolah, contohnya Les Privat sebagai Pelajaran di sekolah, Awasi anak anak kita di dalam pergau­lannya sehari, awasin jam pulang bila­mana anak pergi pada Malam hari,” terangnya.(dat/han)

Mahasiswa UMSU Tewas Dibegal, Komisi I Minta Polisi Bertindak Tegas

SIKAPI: Ketua Komisi I DPRD Medan Robi Barus menyikapi soal begal marak di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi begal yang merenggut nyawa, kembali terjadi di Kota Medan. Kali ini, seorang mahasiswa yang menjadi korbannya. Peristiwa miris tersebut terjadi di Jalan Mustafa, Rabu (14/6/2023) dinihari.

Atas kejadian itu, Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus mengaku gerah dengan aksi begal yang tak kunjung berhasil diberantas. Ia pun mempertanyakan keseriusan pihak kepolisian dalam memberantas aksi begal di Kota Medan.

“Kita terus menyuarakan soal pentingnya memberantas aksi kejahatan ini, bahwa begal terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat, khususnya saat beraktivitas di malam hari. Namun begal-begal ini seakan tak ‘tersentuh’ oleh pihak kepolisian, kita mempertanyakan keseriusan rekan-rekan kepolisian,” ucap Robi Barus kepada Sumut, Sabtu (17/6/2023).

Untuk itu, Robi pun menegaskan bahwa hal ini akan menjadi catatan penting bagi pihaknya di DPRD Medan. “Tentu ini menjadi catatan penting bagi kami di DPRD Medan, khususnya Komisi I,” tegasnya.

Dikatakan Ketua Fraksi PDIP itu, memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dari aksi-aksi kejahatan yang jelas-jelas melanggar hukum adalah salah satu tugas utama pihak kepolisian. Sekalipun tugas itu berat, namun pihak kepolisian harus bisa menunaikan kewajibannya tersebut.

“Berkali-kali kita sampaikan bahwa patroli harus terus ditingkatkan oleh rekan-rekan kepolisian, khususnya di malam hari hingga dini hari. Kita kecewa, korban terus berjatuhan akibat aksi begal. Mirisnya, kejadian ini seolah-olah memang tidak bisa ditangani lagi,” ujarnya.

Robi Barus pun meminta agar para petinggi kepolisian, baik di tingkat Polsek, Polres, hingga Polda Sumut agar menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi bagi kinerja anggota mereka di jajarannya masing-masing.

“Harus ada evaluasi, harus ada perubahan. Jangan harapkan hasil yang berbeda untuk kinerja yang sama. Sebagai wakil rakyat Kota Medan, atas nama Komisi I DPRD Medan, kita meminta agar polisi segera berbenah. Mohon agar hal ini menjadi atensi bagi Bapak Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan dan Kapolres Pelabuhan Belawan, hingga polsek-polsek yang berwilayah hukum di Kota Medan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Insanul Anshori Hasibuan menjadi korban aksi keganasan begal di Jalan Mustafa, Kota Medan, Rabu (14/6/2023) dinihari.

Korban dibegal saat sedang mencari makan sekitar pukul 03.00 WIB dari kosnya di Jalan Pasar III, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Saat melintas di lokasi kejadian, Insanul yang dibonceng bersama temannya menggunakan sepeda motor dipepet pelaku menggunakan dua pengendara sepeda motor yang membawa celurit.

Korban terjatuh dari sepeda motor setelah ditarik oleh pelaku. Diduga, pelaku menusukkan senjata tajam tersebut ke tubuh korban. Sementara, rekan korban berhasil menyelamatkan diri.

Selanjutnya, mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi FISIP UMSU itu dievakuasi warga sekitar ke rumah sakit terdekat. Namun, kondisi luka parah yang dialami Insanul membuat nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal dunia. (map/ila)

PNM Cabang Medan Rayakan HUT ke-24, dengan Penyaluran Paket Gizi

PNM Cabang Medan Rayakan HUT  ke-24 dengan Penyaluran Paket Gizi.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PNM Cabang Medan rayakan HUT PNM ke-24 dengan mengangkat tema ‘Bersama Nyata Dalam Karya’ untuk mendukung pemerintah dalam menekan angka stunting lewat program berbagi paket gizi. Stunting merupakan kondisi pertumbuhan balita dengan tinggi badan di bawah rata-rata.

Hal ini menjadi perhatian PNM untuk terus mempedulikan pencegahan stunting sejak dini. Bukan hanya berbagi kebahagiaan dengan sesama karyawan PNM, melalui program aksi penekanan angka anak stunting di Indonesia, PNM Cabang Medan berkomitmen untuk berbagi kepada masyarakat sekitar khususnya Nasabah PNM Mekaar.

Target penyaluran paket gizi ini ditujukan kepada ibu hamil, penyandang disabilitas dan anak usia balita dengan tujuan untuk memastikan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, terutama di tengah situasi sulit akibat pasca pandemi dan dampak lainnya.

Penyaluran paket gizi diberikan kepada 100 nasabah Mekaar di 3 titik yaitu Kelurahan Namorih, Unit Mekaar Salapian dan Kelurahan Rengas Pulau Medan yang sudah mulai disalurkan sejak tanggal 5 Juni 2023 sampai tanggal 9 Juni 2023. Pemimpin PT PNM Cabang Medan, Alfian Langkamane, menyerahkan langsung paket gizi kepada ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak balita yang dilaksanakan pada Jumat (9/6) di unit Mekaar Salapian.

Pembagian paket gizi kepada ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak usia balita ini adalah bentuk kontribusi PNM dalam mengurangi angka stunting terutama di wilayah Medan. Sekaligus sebagai bentuk tanggung jawab social lingkungan kepada nasabah Mekaar dan warga sekitar. Penerima paket gizi sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan PT PNM Cabang Medan.

“Terima kasih PNM, Selamat Ulang Tahun. Semoga program berbagi paket gizi terus ada dan sukses selalu,” ucap salah satu nasabah Mekaar PNM Cabang Medan, Nurhayati, dalam keterangan tertulis, Jumat (16/6).

PNM sebagai perusahaan yang telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp 24 T kepada nasabah (periode Januari – April 2023), berkomitmen untuk terus tumbuh dan menginspirasi dengan memberikan kontribusi bukan hanya pada aspek ekonomi namun juga sosial dan kesehatan.

“Selain berbagi paket gizi, PNM juga mengedukasi para ibu-ibu penerima manfaat mengenai stunting dan apa yang dapat dilakukan untuk mencegahnya,” tandasnya.(gus)

Teror Begal Kian Menakutkan

TEWAS: Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Insanul Anshori Hasibuan menjadi korban aksi keganasan begal di Jalan Mustafa, Kota Medan, Rabu dini hari, Rabu (14/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Berita pembegalan terus mengisi ruang publik di tengah hiruk pikuk masalah ekonomi, hukum, dan politik di negeri ini. Kehadirannya menjadi tamparan keras buat negara yang menjamin keamanan dan keselamatan warga.

Berkaitan dengan kasus ini, Polres Pelabuhan Belawan, melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) yang dipimpin AKP Zikri Muammar dinilai keluarga korban lambat dalam penanganan kasus begal yang terjadi di Desa Helvetia.

Tidak ada pencegahan ataupun upaya yang dilakukan reskrim ini, ataupun satuan terkait dalam menindak dan mencegah kasus ini tidak terjadi lagi.

Baru baru ini korban kecelakaan lalu lintas akibat begal yang terjadi di Jalan Veteran, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (10/6). Korbannya bernama Radityas Alfat (16) warga Jalan Bambu, Pasar 4, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli.

Awalnya dari keterangan yang diperoleh, sebelum kejadian korban keluar rumah dengan menggunakan sepeda motor KLX miliknya untuk mencari makanan.

Saat sedang mengendarai motornya di Jalan Veteran tepatnya didepan Kantor Desa Helvetia. Sepeda motor korban bertabrakan dengan sepeda motor Vario yang dikendarai oleh M Fadli (19) warga Provinsi Riau dan Vicho Ananta Ginting (22) warga Bah Jambi Kabupaten Simalungun yang saat itu sedang dikejar oleh kawanan begal di daerah Jalan Kapt Sumarsono Akibat benturan yang sangat keras, kedua pengendara motor terpental sangat keras.

Korban Radityas Alfat sempat dirawat dirumah sakit terdekat, namun lantaran luka yang cukup parah nyawanya tak terselamatkan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Zikri Muammar ketika dikonfirmasi oleh Sumut Pos, Jumat (16/6) tidak menanggapi, dan bahkan dalam beberapa hari terakhir ketika Sumut Pos mengunjungi kantor Sat Reskrim, sulit untuk ditemui.

Setelahnya itu juga, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) bernama Insanul Anshori Hasibuan menjadi korban aksi keganasan begal di Jalan Mustafa, Kota Medan, Rabu dini hari, 14 Juni 2023. Berdasarkan informasi diperoleh, korban dibegal saat sedang mencari makan, sekitar pukul 03.00 WIB Dari kosnya di Jalan Pasar III, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. Saat melintas di lokasi kejadian, Insanul yang dibonceng bersama temannya menggunakan sepeda motor dipepet pelaku menggunakan dua sepeda motor, yang membawa celurit.

Korban terjatuh dari sepeda motor setelah ditarik oleh pelaku. Diduga, pelaku menusukkan senjata tajam tersebut ke tubuh korban. Sedangkan rekan korban berhasil menyelamatkan diri.

Selanjutnya, mahasiswa semester 6 Ilmu Komunikasi FISIP UMSU itu dievakuasi korban warga sekitar ke rumah sakit terdekat. Namun, kondisi luka parah dialami kader mahasiswa itu membuat nyawanya tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.

Menanggapi kasus begal ini, Founder Ethics of Care, Farid Wajdi kepada Sumut Pos di Medan, Jumat (16/6) mengatakan, hak rakyat untuk mendapatkan perlindungan dan keamanan dari negara para jagal jalanan itu perlu diperhatikan. Korban terus berjatuhan seiring dengan kian tingginya derajat keresahan masyarakat. Dalam kasus begal motor, polisi sebagai wakil negara hampir seperti mati langkah.

Menurutnya, seolah ketinggalan di tikungan, tangan polisi pun seperti tak pernah benar-benar mampu menjangkau kelompok begal yang tersebar. Paling baru dan sangat menyedihkan terkait kejahatan jalanan juga, ialah kasus pembegalan dengan korban mahasiswa hingga ada meninggal dunia, yakni Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Insanul Anshori Hasibuan, kemarin.

“Memang di dalam peristiwa pembegalan, umumnya, masyarakat sebagai sasaran (korban) tidak berdaya karena para pelaku begal menggunakan senjata tajam dan tak segan membunuh korban dengan sadis. Pelaku juga biasanya adalah sekelompok orang dengan sebutan geng motor, dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Meningkatnya kasus kriminalitas, lanjut Farid, dipercaya oleh banyak pakar disebabkan banyak faktor, yakni sulitnya ekonomi dan narkoba. Orang yang sudah candu atau ketagihan narkoba harus menyediakan uang untuk membeli barang haram tersebut hingga akhirnya melakukan pembegalan.

Selain itu, sambungnya, faktor lemahnya hukum, ataupun keluarga yang rusak (broken home), maupun pendidikan yang belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Terbukti dari usia sebagian pelaku pembegalan adalah usia anak sekolahan atau di bawah umur. “Beragam faktor itulah yang dianggap menjadi alasan kuat maraknya aksi kriminalitas jalanan ini,” sebutnya.

Dia menilai, apapun itu, kampanye pemberantasan begal wajib terus dilaksanakan oleh semua pihak. Tidak hanya tugas kepolisian dan pemerintah. Tidak hanya menerapkan hukuman, tapi juga melakukan usaha preventif (pencegahan). “Menyelesaikan masalah begal dengan cara main hakim sendiri jelas tak dapat dibenarkan dari sisi hukum dan keadilan. Namun, itu berpotensi bakal terjadi bila polisi dan pemerintah selalu lemah atau terlambat melakukan pengamanan,” tegasnya.

Menurutnya, polisi jelas harus meningkatkan kinerjanya untuk memenuhi rasa aman publik. Tindakan terukur, tegas, masif dan rutin adalah kunci lain dalam mencegah korban begal berikutnya. Dan hal itu, memang tidak mudah. Apalagi dari sisi jumlah personel kepolisian Republik Indonesia (RI) masih jauh dari ideal. Belum lagi soal peningkatan profesionalisme Polri yang masih kerap ‘diganggu’ faktor politik.

Namun, bila pemerintah punya komitmen kuat untuk melindungi warganya, masalah itu mestinya dapat diatasi. Di sisi lain, dalam menjaga keamanan lingkungan, masyarakat pun tetap harus pegang peran. “Bila publik memandang kejahatan begal sudah menjadi penyakit yang mesti diberangus, sudah semestinya pula mereka memasang level kewaspadaan tinggi. Itu jauh lebih efektif dan beradab ketimbang menunggu begal beraksi dan kemudian menghukumnya sendiri,” katanya.

Farid juga mengingatkan, begal bukan sekadar masalah kriminal, para pelaku begal yang rata-rata berusia muda itu tumbuh menjadi liar karena faktor lingkungan dan masalah sosial. Begal, harus diakui, ialah kriminalitas yang berbalut masalah sosial-ekonomi. Karena itu, solusi komprehensif menjangkau ranah sosial-ekonomi juga menjadi bagian dari strategi.(dwi/azw)

Terdesak Kebutuhan Ekonomi Keluarga, Rasyid Nekad Jual Narkoba

AMANKAN: Muhammad Rasyid diamankan ketika menjual narkoba jenis sabu di sebuah gang Jalan Ketumbar, Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satresnarkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan pria yang kedapatan memiliki narkoba jenis sabu disebuah gang sempit tepatnya Jalan Ketumbar Lingkungan IV, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Kamis (15/6).

Kasat Narkoba Polres Tebingtinggi AKP Jhon Harto Panjaitan mengatakan penangkapan pelaku karena adanya laporan dari masyarakat yang sering melihat pelaku sering melakukan transaksi narkoba dan sudah membuat resah masyarakat sekitar.

“Saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui barang bukti narkoba jenis sabu adalah miliknya,” ungkap AKP Jhon Harto.

Dari pelaku, Muhammad Al Rasyid (39) warga Jalan Subur, Lingkungan II, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi ditemukan paket plastik klip transparan yang berisikan serbuk Kristal diduga Narkotika jenis sabu seberat 1,50 gram, 1 buah amplop warna putih, 1 helai tisu warna putih, 1 unit handphone merek Samsung lipat warna merah, 1 unit handphone android merek Vivo warna biru dan uang tunai Rp302.000 serta 1 unit sepeda motor Suzuki Satria Fu warna hitam Bk 5446 VAW.

Pasal yang dipersangkakan melanggar Pasal 114 Ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (ian/ram)