Home Blog Page 13932

Menjawab Tekanan Kerja Insan Pers

Forwakes Gelar Konsultasi Psikologi Jurnalistik

MEDAN –Meskipun psikologi jurnalistik belum pernah ditulis secara spesifik dan mendalam dalam sebuah buku, namun hal ini coba dikupas oleh Dra Irna Minauli MSi sebagai konsultan psikologi dalam sebuah diskusi psikologi jurnalisme dan launching program konsultasi bagi wartawan Sumut, di Aula Dinas Kesehatan Medan, Selasa (7/2). Kegiatan ini merupakan pertama kalinya dilakukan di Indonesia. Selain diskusi, insan jurnalis (wartawan) diberikan layanan konsultasi psikologi secara gratis dan berlaku bagi insan jurnalis di wilayah Sumatera Utara.

Dra Irna Minauli MSi sebagai konsultan psikologi mengatakan, seorang jurnalis sering berhadapan dengan empat aspek, yakni persuasi, persepsi, adaptasi dan intuisi.

Menurut Irna, dari aspek persuasi, seorang jurnalis dituntut harus dapat menarik dan melakukan pendekatan dengan seorang narasumber berita. “Saya menilai, tidak semua jurnalis dapat melakukan persuasi kepada narasumber. Dan ini merupakan salah satu tantangan bagi seorang jurnalis untuk melakukan pendekatan baik dengan narasumber,” ucapnya.

Aspek kedua dan yang menjadi contoh utama dalam psikologi adalah keterlibatan para jurnalis dalam persepsi.
Ketiga yaitu aspek adaptasi (penyesuaian), beban tugas yang sangat besar diserta dengan tengat waktu yang telah ditentukan, membuat banyak jurnalis yang mengalami tekanan. Jika tidak diatasi dengan baik, maka hal ini dapat menimbulkan stres yang dapat mempengaruhi area kehidupan lainnya. Maka diperlukan semacam penyesuaian untuk menghilangkan sense of realism.  Tujan dari penyesuaian ini untuk mencegah seseorang menjadi terganggu baik secara fisik maupun emosional.

Aspek keempat adalah intuisi, yakni jurnalis dituntut untuk mengasah ‘indra keenam’. Intuisi adalah suatu kemampuann untuk menangkap sesuatu yang tidak lazim. Oleh karena itu, kemampuan observasi dan melihat berbagai kesenjangan, antara satu isyarat dengan isyarat lain.
Kegiatan ini diprakarsai Forwakes. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forwakes Sumut, Zulnaidi mengatakan, dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, seorang jurnalis yang menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sosial kontrol, memperoleh tekanan jiwa (psikologi), sehingga menyebabkan stres berat bagi seorang jurnalis.  Tekanan bisa juga datang dari keredaksian (kantor), karena wartawan (jurnalis) dituntut untuk memperoleh berita yang profesional. (*/red)

Calo CPNS Bakal Dipecat

Damari Sudah 6 Bulan tak Ngantor

MEDAN-Pemko Medan berjanji akan segera memecat PNS di jajarannya yang terbukti melakukan tindak pidana. Tapi, syaratnya tetap menunggu kepastian hukum.

“Tindakan pidana di luar institusi akan ditanggung sendiri, karena itu perbuatan pribadi,” kata Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri, Selasa (7/2).
Menurutnya, Pemko Medan akan menunggu kepastian hukum. “Kalau terbukti dia memang bersalah pasti akan dipecat sambil menunggu kepastian hukum,” jelasnya.

Seperti diketahui, Damari Sianturi, PNS di Dinas Kesehatan (Dinkes) Medan bertugas di Puskesmas Kelurahan Lalang, Medan Sunggal sempat dimintai keterangan di Mapoldasu karena disangka terlibat menipu 10 orang CPNS.

Damari mengaku menjadi ‘korban’, karena uang para korban telah disetorkannya kepada Plancius Panjaitan. Plancius menurut Damari adalah pengusaha ekspedisi yang mengaku bisa meloloskan peserta seleksi CPNS karena memiliki kedekatan dengan Presiden SBY dan orang-orang di Cikeas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Edwin mengaku kalau pegawainya yang diduga terlibat kasus penipuan CPNS tersebut memang di jajaran Dinkes Medan.

“Yang bersangkutan PNS bermasalah karena sudah 6 bulan tak aktif. Dinkes juga sudah memberikan surat teguran kepada yang bersangkutan, namun tak ditanggapinya,” ujar Edwin.

Dijelaskannya, upaya yang dilakukan Dinkes Medan dengan menyerahkan seluruh permsalahan untuk memberikan sanksi tegas langsung ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan untuk proses lebih lanjut.

“Kita serahkan kepada BKD guna proses lanjut. Tindakan yang dilakukannya perorangan di luar dari fungsi dinas. Jadi akan ditanggungnya secara pribadi,” ucapnya.

Kepala BKD Kota Medan, Parluhutan Pardamean menambahkan kalau Pemko Medan sudah melakukan balasan surat ke Polda Sumut untuk menjelaskan kalau di Pemko Medan tak ada sisipan terhadap penerimaan CPNS.

“Itu hanya tindakan orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi kita tidak tahu kalau ada jajaran PNS Pemko Medan yang melakukan tindakan penipuan,” cetusnya.

Menurutnya, tindakan yang diberikan BKD terhadap PNS yang sedang dalam proses penyelidikan di Poldasu akan ditindaklanjuti oleh BKD Pemko Medan. (adl)

ABG Tewas Digilas Truk

MEDAN-Anak baru gede (ABG) berusia 17 tahun Ahmad Arfan tewas digilas truk di Jalan Letda Sujono, tepatnya di depan Gang Rukun, Medan Tembung, Selasa (7/2) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Informasi yang dihimpun, pagi itu Ahmad Arfan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi BK 3642 ACA datang dari arah Medan hendak pulang ke rumahnya. Saat melintas di Jalan Letda Sujono, depan Gang Rukun, korban hendak mendahului angkot KPUM Lin 65 yang sedang berhenti menurunkan penumpangnya di pinggir jalan.

Namun, belum sempat mendahuluinya, tiba-tiba sopir angkot jalan sehingga menyenggol bagian depan sepeda motor korban dan membuat Ahmad Irfan hilang keseimbangan dan terjatuh ke bagian kanan. Pada saat bersamaan truk bernomor polisi BK 8686 BC melintas dan langsung menggilas bagian kepala korban.

Aiptu Mulyono, petugas Lakalantas Polsekta Percut Seituan yang mengetahui kejadian itu segera membawa mayat Ahmad Irfan ke RSU dr Pirngadi Medan sedangkan sopir truk Marihot Marbun langsung diamankan berikut truknya.

Penyidik Lakalantas Polsekta Percutr Seituan, Brigadir Iwan Simarmata menyebutkan, sopir truk Marihot Marbun masih menjalani pemeriksaan.  Orang tua korban, Husein (50) dan Yus (45) menangis begitu melihat jenazah anaknya di ruang jenazah RSU dr Pirngadi. “Jangan tinggalkan ibu,” kata Yus sambil menangis.(gus/jon)

Peduli Pendidikan dan Kebersihan

Bank Sumut dan IMI Sumut Bakti Sosial

Pendidikan salah satu kunci untuk keluar dari kemiskinan. Dengan memiliki pendidikan yang layak, akan lahir generasi yang dapat membantu sesama. Sehingga ke depan seluruh masyarakat memiliki taraf hidup yang layak.

Demikian disampaikan Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu di hadapan peserta “Bank Sumut Peduli Pendidikan” yang dilaksanakan oleh Bank Sumut bersama Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) dan Lembaga Swadaya Masyarakat Mata Rakyat (LSM Marak) di halaman Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Medan Belawan, Sabtu (4/2).

Hadir pada kegiatan itu Ketua Pengprov IMI Sumut H Musa Rajeck Shah didampingi jajaran pengurus, Wakil Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Belawan H Saiful Famar, Camat Medan Belawan Andi Syukur Harahap, Letda Sukandar DM dari Den Teram Belawan, Kapt. Inf. Mustakim dari Dan Ramil Belawan, Ipda S Siregar dari Polres Belawan, Lettu Nano Harsono dari Dan Pomal, Ketua Yayasan Hang Tuah Mayor Adi, tokoh organisasi kemasyarakatan H Junaidi Pangaribuan, dan tokoh masyarakat H Ustad Teguh Ahmad Bakri.

“Kiranya kegiatan ini menginspirasi anggota masyarakat lain yang berkesempatan untuk berpartisipasi dalam pengembangan daerah di Kecamatan Medan Belawan ini melalui pendidikan. Dengan demikian, generasi muda saat ini tampil lebih baik dari generasi sebelumnya dalam mengembangkan potensi lokal. Ke depan, mereka yang saat ini mendapat bantuan dapat memberi bantuan bagi masyarakat membutuhkan lainnya,” ucap Gus Irawan.
Sehubungan dengan itu tambah Gus Irawan, Bank Sumut menyiapkan program ‘Pemberdayaan Kaum Perempuan’ yang diispirasi dari kehidupan kaum nelayan. Dengan program tersebut para istri nelayan dapat ambil bagian dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tidak bergantung kepada rezeki yang dibawa suami setelah sekian lama melaut.

Program ‘Pemberdayaan Kaum Perempuan’ sendiri merupakan pemberian kredit modal usaha yang dilaksanakan secara bertahap dari Rp1 juta di tahap I hingga Rp5 juta di tahap V. Program ini pun dapat ditingkatkan hingga mencapai Rp50 juta bagi kelompok yang beranggotakan 20-30 kelompok usaha. Di Sumut, program ini sudah mengasuh 65 ribu anggota dari 2600 kelompok usaha.

“Syaratnya hanya ibu-ibu punya usaha, apa pun itu. Pinjaman tahap I sampai V akan kita berikan tanpa agunan dan tidak perlu datang ke Bank Sumut karena petugas kita yang akan mendatangi ibu-ibu. Cukup punya tanda pengenal sebagai persyaratan perbankan,” pungkas Gus.
Selain menyerahkan bantuan pendidikan berupa perlengkapan belajar bagi siswa, juga dua unit Mandi Cuci Kakus (MCK) untuk Kelurahan Sicanang, dan pembagian sembilan bahan pokok (Sembako) bagi masyarakat sekitar yang merupakan bantuan dari tokoh masyarakat H Anif dan Pengprov IMI Sumut pimpinan H Musa Rajeck Shah atau yang akrab disapa Ijeck.

Camat Medan Belawan Andi Syukur Harahap memberi apresiasi besar atas bantuan yang diberikan dalam meningkatkan potensi di enam kelurahan yang memiliki luas daerah sekitar 2000 hektar dengan 12 ribu masyarakat. “Terlebih di Kelurahan Sicanang yang kita ingin rubah tidak lagi berkonotasi negatif seperti selama ini,” tutur Andi. (jul)

Masuk Laboratorium SMANSA Sunggal Bayar Rp8 Ribu

082166447xxx

Gedung laboratorium SMANSA Sunggal beralih fungsi menjadi gedung bioskop. Pasalnya, setiap siswa yang hendak masuk ke gedung laboratorium diharuskan bayar Rp8 ribu.

Kita Konfirmasi ke Sekolah Terkait

Untuk jelasnya, laporan ini akan saya konfirmasi terlebih dahulu dengan sekolah terkait. Perlu diketahui bila dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) yang ada masih belum mencukupi seluruh pendanaan operasional sekolah. Maka dibentuklah Komite Sekolah untuk mencari dana tambahan. Selama kebijakan itu merupakan keputusan Komite Sekolah, itu adalah resmi. Terima kasih.

Drs Umar Sitorus
Kabid Humas Dinas Infokom Deli Serdang

Perketat Pengawasan Penyaluran Dana BOS

Selama ini dunia pendidikan di Sumatera Utara cukup memprihatinkan bahkan carut marut. Proses belajar mengajar terkesan dikesampingkan dan pejabat sekolah lebih mengurusi proyek dari pada mengurus kebutuhan peserta didiknya. Untuk itu perlu dilakukan perubahan manajemen, khusunya peningkatan SDM para guru dan kepala sekolah (kasek). Perketat pengawasan penyaluran dana BOS dan menindak tegas oknum yang melakukan pungli. Evaluasi jabatan kasek yang terbukti melakukan pungli, copot dan laporkan ke aparat hukum sebagai efek jera.

Nur Hasanah
Anggota Komisi E DPRD Sumut

Siswi SMK Dibawa Kabur ke Malaysia

LABUHAN DELI – Siti Marsela Ningsih alias Sela (15), sudah sebulan tak pulang ke rumahnya di Jalan Veteran Raya, Gang Kabah, Kecamatan Labuhan Deli. Siswi kelas 1 SMK Yaspi Medan Labuhan ini diduga dibawa kabur pria beristri yang tak lain adalah pacarnya.

Kabar hilangnya, Sela kini telah dilaporkan pihak keluarga ke Mapolres Pelabuhan Belawan. Yatiem (46), ibu kandung Sela kepada Sumut Pos mengatakan, putrinya mulai pergi meninggalkan rumah sejak 4 Januari 2012 lalu. Sebelum pergi, Sela sempat pamitan dengan Yatiem.

“Waktu itu dia permisi mau pergi ke rumah kawannya, dan aku juga kasih dia duit buat jajan Rp7 ribu,” kata Yatiem, Selasa (7/2) siang.

Awalnya, Yatiem tak menyangka kalau putri ke empatnya itu bakal tak pulang lagi ke rumah. Kecurigaan, Yatiem muncul setelah menjelang tengah malam, Sela tak juga pulang. “Kami sudah berusaha mencari ke rumah keluarga dan rumah temannya, tapi dia tetap tak ditemukan,” ucapnya.

Pihak keluarga menduga kalau, Sela pergi bersama pacarnya yang sudah beristri, berinisial, BH (33) warga Titi Dua Pulau Sicanang, Belawan. Dugaan itu didasari adanya layanan pesan singkat (SMS) di handpone Sela. “Di HP itu ada SMS, kalimatnya ‘jangan kau ganggu lagi suamiku, Sela. Dari situlah keluarga lalu menghubungi nomor tersebut, dan diketahui itu adalah nomor HP istri BH,” ujar, Yatiem.

Dari pengakuan, Dini istri, BH keluarga memperoleh petunjuk kalau, Sela telah dibawa kabur ke Malaysia. “Menurut istrinya, BH sudah lama tak pulang. Keluarganya juga bilang begitu, dan katanya saat ini dia sudah berada di Malaysia,” ungkapnya sedih.

Yatiem kian yakin tentang keberadaa putrinya di Malaysia itu setelah beberapa waktu lalu, Sela menghubunginya. “Saya memang ada ditelepon sama Sela, waktu itu dia bilang kondisinya baik-baik saja dan sedang berada di Malaysia. Cuma yang aku heran nada suaranya seperti tertekan,” aku Yatiem.(mag-17)

Judi Dadu di Desa Tangkahan Ujung

087867857xxx

Yth Bapak Kapolsek Percut Sei Tuan tolong digrebek judi dadu di Warung Tuak Kuyu di Desa Tangkahan Ujung. Judi dimulai pukul 23.00 WIB sampai pagi.

Cek ke Lapangan

Terima kasih atas laporannya dan segera kami teruskan ke Polsek Namo Rambe agar dikirim petugas untuk mencek langsung ke lapangan. Bila benar seperti yang dilaporkan SMS ini, akan ditindak tegas.

Kompol Mohch Yoris MY Marzuki
Kasat Reskrim Polresta Medan

Tagam Sinaga: Terima Kasih Pak Kapoldasu

Hari Ini Sertijab Kapolresta Medan

HARI ini Rabu (8/2), jabatan Kapolresta Medan diserahterimakan dari Kombes Pol Tagam Sinaga kepada Kombes Pol Monang Situmorang yang berlangsung di Aula Kamtibmas Poldasu. Seperti apa sepak terjang Tagam Sinaga sebelum dan sesudah menjabat Kapolresta Medan?
“Pertama kali saya ditugaskan di Nias, Sumatera Utara saat itu masih berpangkat letnan dua (Letda),” kata Kombes Pol Tagam Sinaga kepada wartawan di Halaman Mapolresta Medan Jalan Hm Said Medan, Selasa (7/2).

Tugas yang diemban Tagam tak tanggung-tanggung. Ia menjabat sebagai anggota serse di Nias.

Delapan bulan bertugas, Tagam kemudian dipromosikan untuk sekolah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang.
Selesai sekolah, Tagam kembali bertugasdi  Polda Sumut sebagai guru di SPN Sampali selam dua tahun. Kemudian Tagam pindah ke bagian Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Poldasu dan pindah lagi menjadi Waka Polsek Belawan,
Setelah itu, Tagam pindah tugas ke Tapanuli Selatan sebagai Kasat Samapta selama 2,8 bulan. “Inilah jabatan yang paling lama saya emban,” akunya.
Dari Tapsel, Tagam kemudian bertugas menjadi Kapolsek Sunggal. Berbagai prestasi yang diukirnya selama menjabat Kapolsek Sungga, Tagam kemudian ditarik tugas menjadi Kanit Jahtanras Polda Metro. Pengungkapan kasus Kapak Merah yang telah membuat warga Jakarta resah berhasil dibabat habis.
“Sejak itu lah, saya berhasil mengungkap kasus pembunuhan Hakim Agung Kartasasmita, bom Atrium Senin, bom BEJ, karena saya berada dalam tim itu,” katanya.

Kemudian Tagam menjabat Kepala Bagian Operasional Polresta Jakarta Pusat dan melakukan pengamanan Pemilu pertama secara demokratis 2004 yang langsung dipilih oleh masyarakat.

“Ini tugas yang paling berat,, tugas nasional karena Pemilu pertama dengan banyaknya partai,” katanya.

Setelah itu melanjutkan Sekolah Pimpinan (Sespim), Tagam kembali ke Poldasu dan menjabat Kasat Tipikor Polda Sumut selama sembilan bulan. Salah satu prestasi yang tak dilupakan selama menjabat Kasat Tipikor, Tagam menahan salah satu bupati di Sumut dan Direktur Utama salah satu PTPN Sumut. Ia kemudian pindah lagi menjadi Kapolres Labuhan Batu dan mengungkap perampokan toke sawit dengan menembak mati empat pelaku perampokan berikut mengamankan tiga senjata apinya. Atas keberaniannya itu Tagam kemudian ditunjuk mengungkap kasus perampokan di Tapanuli Selatan PT Mujur First Plantation dengan kerugian Rp1,3 m. Tagam berhasil menangkap lima tersangka dan satu ditembak mati Padahal beliau bertugas di Polres Labuhan Batu ketika Kapoldasu dijabat Irjen Nurudin Usman.

Kemudian, Tagam pindah tugas lagi menjadi Waka Polwil Purwakarta. Kemudian Tagam pindah lagi di Bareskrim di bagian tim penanganan kasus Gayus dan menjadi Katim II untuk penanganan judi seluruh Jakarta dan Jawa.

Setelah itu, Tagam menangkap tahanan Poltabes Medan yang lari dari tahanan yakni Julianto di Jawa Barat yang membunuh lima polisi.
Dari Bareskrim, Tagam kemudian dipercaya menjabat Kapolresta Medan. Kombes Tagam Sinaga merupakan putra daerah yang pertama menjadi Kapolresta Medan.

“Perasaan saya waktu itu senang sekali karena menjadi Kapolresta Medan merupakan mimpi saya dan akan kita jaga kepercayaan itu dengan bekerja keras jangan sampai memalukan masyarakat Medan maupun pimpinan Polri,” katanya.

Selama menjabat Kapolresta Medan berhasil ungkap kasus sopir yang membawa kabur uang majikannya yakni pihak Konjen Malaysia mencapai Rp300 juta. Mengungkap kasus perampokan Bank CIMB, 1 bulan 2 minggu. Kasus penembakan Awi-Dora, pembunuhan karyawan BRI Syahriah dan tewasnya warga AS karena ditikam perampok. Selain itu banyak pembangunan yang dilakukannya untuk polisi di Medan ini. Seperti  police in village, pengadaan ruangan biologis, ruang transparansi penyidikan Polresta Medan, memberikan bantuan 10 unit sepeda motor trail ke Sat Sabhara Polresta Medan. Pembangunan kantor reserse dan setiap ruang juru periksa diberi sket untuk transfaransi, membuat pusat informasi penangan perkara, media online Polresta Medan dan lainnnya. ”Semua ini berkat dukungan dan bimbingan Bapak Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, terimakasih Pak Kapoldasu, terimakasih masyarakat,” tuturnya. (azw)

Tak Ada Lagi Cap Go Meh

Bencana 1979 Terulang, 86 Rumah Terbakar

MEDAN-Kemarin, Senin (6/1), diperingati warga etnis Tionghoa sebagai perayaan Cap Go Meh. Momen yang melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa pe rayaan Imlek bagi komunitas Tionghoa yang tinggal di luar China itu digelar meriah di berbagai daerah di Indonesia. Di Medan, tepatnya di Medan Area, 200 KK malah kehilangan tempat tinggal.

Begitulah, beberapa jam lagi perayaan Cap Go Meh, terjadi kebakaran di Jalan AR Hakim Gang Bakung Lingkungan XII kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area. Kawasan penduduk yang didominasi warga keturunan Tionghoa ini memang memiliki jalan yang sempit. Hingga, kobaran api yang secara tiba-tiba muncul sejak pukul 10.30 WIB, sulit dihadang petugas kebakaran Medan. Padahal, Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan sampai menurunkan 15 armada. Tak pelak, 86 rumah ludes terbakar.

“Aku tidak tahu dari mana api, tiba-tiba sudah besar saja api ini dan rumah aku juga terbakar,” ungkap seorang korban, Aciu (60).
Aciu menjelaskan, sebelum kebakaran sempat terjadi pemadaman listrik di kawasan tersebut. Tak lama kemudian, lampu memang hidup seperti sediakala. Tapi, tak berapa lama setelah lampu nyala, muncul api entah dari mana.

Lanjut kakek ini, kebakaran saat Cap Go Meh sudah terjadi dua kali. “Sebelumnya sudah terjadi seperti pada 1979, satu hari sebelum Cap Go Meh.”sebutnya.

Dari pantaun Sumut Pos di lokasi kebakaran, warga yang menjadi korban sudah mempersiapkan perlengkapan perayaan Cap Go Meh. Kini perlengkapan Cap Go Meh ikut terbakar dalam kegagasan si jago merah. “Sudah terbakar, Bang, tidak ada lagi perayaan Cap Go Meh. Perlengkapannya pun ikut terbakar sudah.”ungkap warga lainnya, Herna Cici (36).

Kini, Herna Cici hanya berpikir untuk tinggal di mana, rumahnya ludes dihajar si jago merah. “Cemana aku mau bangun rumah lagi, semua sudah ludes terbakar hingga barang-barang aku,” ujarnya sembari berlalu.

Setelah api dipadamkan, warga yang menjadi korban kebakaran kembali ke rumahnya masing-masing. Mereka mencoba mengais barang yang masih bisa dimanfaatkan. Sementara, Pemerintahan Kota (Pemko) Medan membuka dapur umum dan posko bantuan untuk warga. Untuk penginapan sementara bagi korban, Pemko Medan sudah meminta kepada pihak manajemen Plaza Yuki di Jalan AR Hakim yang tidak jauh dari lokasi kebakaran untuk meminjamkan tempat. Permintaan itu pun diaminkan oleh pihak Plaza Yuki, lantai II  pun disiapkan manajemen untuk korban kebakaran. “Ya, pihak Plaza Yuki setuju,” ungkap Batara Harahap, Lurah Tegal Sari I Medan Area.

Dari pantauan Sumut Pos, bantuan dari dermawan silih berganti berdatangan. Terlihat juga sejumlah elit penjabat Pemko Medan seperti Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Sekretaris Daerah Pemko Medan Syaiful Bahri, serta sejumlah anggota DPRD Kota Medan dan anggota DPRD Sumut.
Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 WIB setelah si jago merah menyala garang, terlihat kepanikan warga dalam menyelamatkan diri dan mengevakuasi barang-barang berharga miliknya.

Api yang berkobar dengan cepat tak mampu dipadamklan warga yang hanya mengandalkan alat seadanya. Beruntung tak lama kemudian, pihakpemadam kebakaran turun. Lima belas armada langsung terjun ke lokasi. Sayang, situasi jalan yang sempit membuat pemadaman sedikit lambat. Petugas malah terlihat mondar-mandir mencari air. Api baru berhasil dijinakkan sekitar 90 menit kemudian, tepatnya pukul 12.00 WIB.

“Belum tahu, ini baru usai dilakukan pemadaman. Kita masih menyelidiki asal api,” ujar Kapolsek Medan Area Kompol Aries Setyo Ningsih.
Saat disinggung atas kerugian meterial yang dialami warga, Aries belum bisa menghintung hal itu.”Belum tahu kita berjumlah kerugaian material yang dialami warga,” ungkap Aries.

Sementara Camat Medan Area Khoiruddin Rangkuti mengatakan selain pembangunan dapur umum, pendataan korban juga mereka lakukan. “Ya, kita sedang melakukan pendataan warga yang mejadi korban dalam perisitiwa ini,” sebutnya. (gus)

Tes Narkoba Pilot Pakai Rambut

JAKARTA-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) langsung bereaksi melihat ba nyak pilot yang tertangkap menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Dalam waktu dekat Kemenhub akan melakukan tes narkoba secara acak kepada pilot sebelum terbang. Bahkan disiapkan uji narkoba baru melalui rambut.
“Kita sedang siapkan metode baru, kalau selama ini memakai urine untuk ngetes narkoba, nantinya kita akan pakai rambut. BNN sudah memiliki teknologinya. Kami dan BNN dalam waktu dekat berencana menggunakan itu,” ujar Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bhakti S Gumay di kantornya, Senin (6/2).

Menurut dia, tes narkoba melalui urine sudah usang dan dianggap kurang maksimal. Pasalnya metode seperti itu hanya bisa untuk mengecek pemakaian narkoba sebelum 12 jam sejak pemakaian. Apalagi, metode seperti itu rawan dimanipulasi oleh pelaku. “Kalau pakai rambut bisa ketahuan sampai tiga bulan kebelakang apakah dia pernah pakai atau tidak,” ungkapnya.

Dengan sistem seperti itu diperkirakan manipulasi lebih bisa diminimalisir.Harapannya, BNN dan Kemenhub akan memiliki gambaran siapa saja pilot yang pernah menggunakan narkoba. Oleh karena itu pihaknya berharap tes narkoba bagi para pilot melalui rambut itu bisa dilakukan secara berkala. “Nanti rencananya kita akan tes rambut mereka setiap tiga bulan sekali,” tuturnya.

Di kesempatan itu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir dengan temuan beberapa pilot yang tertangkap menggunakan narkoba. Sebab hal itu dinilai hanya ulah beberapa oknum pilot saja. Masih banyak pilot yang berperilaku baik. “Kita sudah siapkan aturan pengawasannya. Itu mengadopsi peraturan internasional yaitu CASR (Civil Aviation Safety Regulation) No.120,” sebutnya.

Aturan CASR 120 itu merupakan aturan yang dibuat secara internasional sebagai standar pengawas penggunaan obat terlarang dan alkohol (drugs and alcohol control programs) dalam penerbangan. Selama ini program pengawas seperti itu merupakan inisiatif masing-masing operator penerbangan, di samping pemerintah juga melakukan tes narkoba setiap enam bulan sekali. “Kita target aturan itu terbit dua bulan kedepan,” katanya.
Herry menambahkan program tersebut nantinya akan dibuat dalam bentuk Peraturan Menteri Perhubungan. Sayangnya Herry enggan menceritakan lebih lanjuut menganai bagaimana mekanisme pengawasan narkoba di dunia penerbangan itu. “Kita berharap kedepan kasus seperti di Lion Air tidak terjadi lagi. Bukan hanya ingin mengurangi, tetapi harus bisa dihilangkan,” tegasnya.
Rute Aek Godang-Polonia tak Terganggu Pilot Nyabu

Sementara itu, Air membuka rute Bandara Aek Godang-Polonia melalui anak perusahaannya, Wings Air, tidak terganggu oleh kasus pilot Lion Air yang kedapatan mengonsumsi sabu-sabu.

Anggota Komisi V DPR asal Sumut, Ali Wongso Sinaga, menyatakan, dengan adanya kasus tertangkapnya pilot nyabu itu, justru ke depan Lion Air akan lebih keras mendisiplinkan para pilotnya. “Wajar jika masyarakat khawatir karena ada kasus itu. Tapi kita percaya tak semua pilot menggunakan narkoba. Rencana rute Aek Godang-Medan harus tetap jalan,” kata Ali Wongso Sinaga kepada koran ini di Jakarta, kemarin.

Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu rencana pembukaan rute tersebut dibeber Direktur Keuangan Wings Air, Edward Sirait, bersama Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu yang mewakili juga Bupati Madina Hidayat Batubara, Bupati Padang Lawas Utara Bachrum Harahap, Walikota Padangsidimpuan Zulkarnain Nasution, dan Bupati Padang Lawas, Basyrah Lubis.

Wings Air akan menggunakan pesawat ATR 72-600, dengan penerbangan dua kali sehari, untuk rute terbaru itu. Untuk tahap awal, nantinya akan digunakan sistem blok seat, di mana lima pemkab/pemko yang ada di kawasan Tabagsel, menawarkan masing-masing akan mengganti biaya tiket dua seat jika pesawat Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang itu tidak full seat. Saat itu dikatakan, penerbangan perdana Februari 2012.
Kemarin, dimintai konfirmasi perkembangan rencana itu, Edward Sirait mengatakan, pihaknya masih menunggu pesawat yang didatangkan dari Perancis. Rencana awal, pesawat tiba Januari, namun hingga pekan pertama Februari, pesawat belum juga tiba.

“Kita masih menunggu pesawat datang. Ini perlu kita siapkan secara matang,” cetusnya. Dia juga meminta pemda-pemda di wilayah Tapanuli bagian selatan, untuk serius menyosialisasikan rencana pembukaan rute ini.

Menurut Edward, sosialisasi dan promosi sangat menentukan seberapa kuat pasar rute baru ini bisa terbentuk. “Kalau pasar tak berkembang, repot. Jangan hanya seminggu dua minggu hingga sebulan jalan, lantas tutup karena pasar tak berkembang,” ujar Edward.

Lion Air, kata Edward, tidak mau kegagalan membuka rute ke Silangit terulang lagi. “Silangit kita tutup karena penumpang tak berkembang,” katanya.  Terkait dengan masalah pilot, Edward dalam berbagai kesempatan menegaskan, pihaknya akan memperketat sistem pendisiplinan pilot.
Sudaryatmo, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), juga sependapat, rencana rute Aek Godang-Polonia jalan terus. Yang terpenting, lanjutnya, begitu pemerintah memberikan izin, maka pemerintah juga memberikan jaminan bahwa pilot-pilotnya waras.

“Yang penting, pemerintah dan pihak maskapai memberikan jaminan bahwa pilot-pilotnya semua waras, tidak ada yang menggunakan narkoba,” ujar Sudaryanto. Untuk saat ini, lanjutnya, Kementerian Perhubungan harus melakukan audit terhadap Lion Air, bagaimana selama ini menjalankan manajemen personalianya, terutama kepada para pilotnya. “Apa yang sudah dilakukan untuk pendisiplinan pilotnya? Ini yang harus diaudit,” tegasnya.
Di level regulasi, komisi V DPR juga harus mempertanyakan ke Kemenhub. Regulasi harus mengatur secara detil, siapa yang mesti melakukan tes terhadap pilot dan laboratorium mana yang diajak kerjasama.

Sedang Ali Wongso Sinaga mengatakan, sistem yang ditetapkan selama ini terbukti mengandung kelemahan. Dijelaskan, mekanisme tes rutin enam bulanan dengan sistem random terhadap pilot, terbukti tidak efektif. Dengan sistem random, dari 6.000-an jumlah pilot, jika diambil sampel 10 persen saja, berarti hanya 600-an pilot yang secara rutin enam bulan sekali dites darah dan urinenya. “Lah, yang 5.400 pilot bagaimana?” cetus politisi Partai Golkar dari dapil Sumut itu.

Karenanya, Ali menyarankan perlu dibuat mekanisme yang lebih ketat. Seluruh maskapai disarankan menjalin kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). “Kalau BNN dan polisi sudah punya data-data pilot yang terindikasi menggunakan narkoba,langsung ditindak saja,” ujarnya.
Sementara, untuk langkah pencegahan kecelakaan pesawat karena pilotnyanyabu, perlu alat yang bisa mendeteksi secara cepat dan akurat terhadap pilot sebelum menerbangkan pesawat.

“Konon ada alatnya itu. Cukup rambutnya digunting sedikit, dimasukkan ke alat itu, bisa ketahuan apakah pilot menggunakan narkoba atau tidak dalam enam bulan terakhir,” kata Ali. (wir/jpnn/sam)