Dorong Akselerasi Ekosistem Inklusif dan Berkelanjutan, Bank Mandiri Gelar WLF 2026

MEDAN, SumutPos.co- Bank Mandiri terus memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan inklusif di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara dalam penyelenggaraan Srikandi Women Leadership Forum (WLF) 2026.

Bertajuk “Breaking Barriers, Building the Future: Saatnya Perempuan Bicara”, forum yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (24/4), ini bertujuan menjadi katalisator lahirnya pemimpin perempuan masa depan. Acara ini dihadiri lebih dari 600 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga profesional serta komunitas perempuan.

Hadir secara langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) RI, Arifah Fauzi, serta Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Kehadiran dua tokoh penting ini mempertegas urgensi sinergi antara kebijakan nasional dan daerah dalam mempercepat agenda kesetaraan gender di tanah air.

Regional CEO Sumatera 1 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, menyatakan bahwa keterlibatan Bank Mandiri merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat luas sekaligus membangun lingkungan kerja yang inklusif.

“Bank Mandiri memandang inklusi dan kesetaraan gender bukan sekadar agenda sosial, melainkan fondasi penting pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kami berkomitmen terus menghadirkan sinergi terintegrasi dan membangun ekosistem layanan yang membuka peluang setara bagi perempuan. Langkah ini kami yakini mampu menciptakan keunggulan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar I Gede Raka Arimbawa.

Ia menambahkan, penguatan peran perempuan juga menjadi bagian dari transformasi internal Bank Mandiri agar tetap adaptif dan relevan dengan dinamika zaman.

Puncak forum diisi dengan sesi gelar wicara inspiratif yang dipandu oleh penulis Ika Natassa. Diskusi ini menghadirkan panelis lintas sektor, yakni Eka Fitria (Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri), Rr. Endah Sri Rejeki (Asisten Deputi Kemen-PPA), dr. Hely Wijaya (Co-Founder RS Bunda Thamrin), dan dr. Ariska Putri Pertiwi (Miss Grand International 2016).

Menariknya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, turut hadir sebagai Male Champion. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa terciptanya ruang yang setara memerlukan dukungan dan kolaborasi lintas gender.

Melalui Srikandi WLF 2026, Bank Mandiri menegaskan bahwa kolaborasi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam akselerasi pembangunan yang berkeadilan. Bank Mandiri optimistis dapat terus memperluas akses dan menciptakan pertumbuhan yang berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (adz)

MEDAN, SumutPos.co- Bank Mandiri terus memperkokoh posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan inklusif di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara dalam penyelenggaraan Srikandi Women Leadership Forum (WLF) 2026.

Bertajuk “Breaking Barriers, Building the Future: Saatnya Perempuan Bicara”, forum yang digelar di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (24/4), ini bertujuan menjadi katalisator lahirnya pemimpin perempuan masa depan. Acara ini dihadiri lebih dari 600 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar dan mahasiswa hingga profesional serta komunitas perempuan.

Hadir secara langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) RI, Arifah Fauzi, serta Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution. Kehadiran dua tokoh penting ini mempertegas urgensi sinergi antara kebijakan nasional dan daerah dalam mempercepat agenda kesetaraan gender di tanah air.

Regional CEO Sumatera 1 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, menyatakan bahwa keterlibatan Bank Mandiri merupakan bagian dari strategi berkelanjutan perusahaan untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat luas sekaligus membangun lingkungan kerja yang inklusif.

“Bank Mandiri memandang inklusi dan kesetaraan gender bukan sekadar agenda sosial, melainkan fondasi penting pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kami berkomitmen terus menghadirkan sinergi terintegrasi dan membangun ekosistem layanan yang membuka peluang setara bagi perempuan. Langkah ini kami yakini mampu menciptakan keunggulan berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar I Gede Raka Arimbawa.

Ia menambahkan, penguatan peran perempuan juga menjadi bagian dari transformasi internal Bank Mandiri agar tetap adaptif dan relevan dengan dinamika zaman.

Puncak forum diisi dengan sesi gelar wicara inspiratif yang dipandu oleh penulis Ika Natassa. Diskusi ini menghadirkan panelis lintas sektor, yakni Eka Fitria (Direktur Human Capital & Compliance Bank Mandiri), Rr. Endah Sri Rejeki (Asisten Deputi Kemen-PPA), dr. Hely Wijaya (Co-Founder RS Bunda Thamrin), dan dr. Ariska Putri Pertiwi (Miss Grand International 2016).

Menariknya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Rudy B. Hutabarat, turut hadir sebagai Male Champion. Kehadirannya memperkuat pesan bahwa terciptanya ruang yang setara memerlukan dukungan dan kolaborasi lintas gender.

Melalui Srikandi WLF 2026, Bank Mandiri menegaskan bahwa kolaborasi antara korporasi, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci utama dalam akselerasi pembangunan yang berkeadilan. Bank Mandiri optimistis dapat terus memperluas akses dan menciptakan pertumbuhan yang berdampak positif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru