25 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 13933

Gratis, Film Jerman Diputar di Medan

MEDAN- Film Jerman di Medan kembali digelar. Bertepat di Cinema 21 Palladium Plaza, sebanyak 8 film box office akan ditayangkan secara gratis untuk masyarakat penikmat film.

“Ini merupakan tahun ketiga kita menggelar acara ini, dan tiap tahunnya animo masyarakat terus meningkat,” ujar Sekretaris Jurusan Bahasa Jerman Unimed, Uut.

German Cinema, akan menayangkan berbagai genre film yang tidak beda jauh dengan film yang sering dinikmati oleh masyarakat Indonesia, Medan terutama. Berbagai genre yang disajikan seperti komedi, sejarah, biopik, thriller, dan lainnya masuk kedalam acara ini. “Ajang ini untuk meningkatkan persaudaraan dan kebudayaan antardua negara,” tambah Uut.

Secara nasional, festival film ini diputar bergantian, mulai dari 14-25 Januari 2012, sedangkan untuk kota Medan acara ini berlangsung mulai dari 24 hingga 25 Januari. “tepatnya di Cinema 21 Palladium Plaza, di studio 2, dan kita menyediakan 151 bangku,” tambah Uut.

Pada pemutaran perdana kemarin, film yang diputar berjudul Die Welle (Gelombang), film bergenre thriller ini mengangkat kisah seorang guru di sebuah sekolah menengah atas. Dan cerita film ini menyerempret sedikit dengan kisah Negara Jerman saat masih kekuasaan tentara Nazi.

Sang guru yang bernama Wenger, selama satu minggu harus membahas tema autokrasi bersama anak didiknya. Muridnya, meragukan kediktatoran masa zaman Nazi. Sang guru pun secara spontan memulai sebuah eksperimen, dan mulai saat itu murid-mudridnya harus menyapanya sebagai tuan Wenger. Ia duduk tegak, dan berdiri setiap kali ingin berbicara. Seisi kelas semangat mengikuti aturan tersebut, dan gerakan tersebut di sebut “Die Welle”.
“Tema yang diangkat merupakan tema sosial, sehingga memudahkan masyarakat kita untuk memahami cerita dibalik film ini,” tambah Uut.
Festival ini, bukan hanya dinikmati oleh masyarakat Medan, tetapi wisatawan asing atau yang biasa kita sebut bule keturunan Jerman juga turut ikut menghadiri German Cinema ini. “Ini merupakan sesuatu baru, dan sangat bagus, dengan pemutaran film ini setidaknya masyarakat juga dapat memperlajari bahasa Jerman dan kebudayaannya,” ujar Romy Claus.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dosen tamu di Unimed, asal Hungaria Dr Balazs Huszka, yang menyatakan film ini akan mempermudah masyarakat untuk menglafazkan kata-kata bahasa Jerman. Dirinya menyadari, bahwa ada perbedaan mencolok dalam pengungkapan bahasa Jerman dan Inggris yang telah terlebih dahulu menjadi bahasa internasional. “Kita akan lebih mudah memahami pelafasan huruf, terutama saat menjadi kalimat,” tambah Balazs.
Untuk saat ini, bagi yang akan menikmati German Cinema, dapat langsung ke Palladium Plaza. Karena tiket yang disediakan oleh panitia sudah habis, “Tetapi masih ada yang waiting list, jadi bila mau menyaksikan film German, silahkan datang,” ungkap Uut. (ram)

Kembangkan Intelegensi Pemain

MEDAN- Siang ini (25/1), tepatnya pukul 14.00 WIB, PSMS akan memulai sesi latihan perdananya,jelang lanjutan laga kompetisi ISL bentrok Persela Lamongan. Pada laga yang bakal digelar 29 Januari mendatang, PSMS akan bermain dengan taktik berbeda untuk mengantisipasi kondisi lapangan yang buruk.

Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, pihak manajemen sudah membooking lapangan untuk skuad Ayam Kinantan ini latihan.

“Lapangannya mirip dengan lapangan di Stadion Gelora Surajaya. Dan di lapangan itu nanti kita akan menerapkan taktik untuk meredam permainan Persela dan melakukan serangan dengan taktik berbeda pula,” ungkapnya, Selasa (24/1).

Menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini, pada sesi latihan tersebut secara taktis skuad PSMS akan berlatih bagaimana mengantisipasi permainan Persela yang pasti akan banyak melakukan cross ke daerah jauh. “Karena, dengan pengalaman beberapa hari di Jawa Timur ini, kondisi cuaca selalu hujan. Nah, dapat dipastikan pertandingan nanti akan dimainkan dengan kondisi lapangan becek,” ujarnya.

Raja Isa juga menuturkan, ada dua lapangan terburuk di Indonesia jika sudah digenangi air hujan, yakni lapangan di Stadion Persiba Balikpapan dan Stadion Gelora Surajaya Lamongan. “Kalau di Stadion Teladan lapangannya digenangi air hujan masih ada ampun, maksudnya masih bisa dipakai. Kalau di dua stadion tadi, ga ada ampun,” katanya.

Eks pelatih Persipura Jayapura ini juga menerangkan, tim pelatih akan mempersiapkan skuad PSMS dengan latihan khusus. Karena menurutnya, anak-anak asuhannya akan banyak melakukan permainan crossing pada laga kontra Persela nanti. “Persiapan khusus ini untuk melatih pemain dengan melakukan crossing-crossing. Dan ini akan kita lakukan dengan waktu singkat,” ujarnya.

Saat ini menurutnya, tim harus tau bagaimana kondisi pertandingan yang akan dilakoni. “Kita harus mempersiapkan pemain secepat mungkin, bisa beradaptasi dengan kondisi. Dan bisa melakukan taktik serta strategi baru untuk menyikapinya,” jelas Raja Isa.
“Nah, untuk itu, yang kita butuhkan adalah pengembangan intelegensi pemain agar bisa menerima dengan cepat konsep-konsep taktik serta strategi yang harus diterapkan. Kalau permainan bola-bola pendek tentu tak akan berkembang pada kondisi seperti ini,” tambahnya. (saz)

Wali Kota Terkejut Griya Turi Asih tak Punya SIMB

Dibeli Pejabat dan Warga Luar Medan

MEDAN-Wali Kota Medan Rahudman Harahap terkejut mendengar perumahan Griya Turi Asih yang dikelola PT Mandiri Bangun Pertiwi berdiri tanpa Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB). Rahudman pun berjanji akan melakukan pengecekan ke lokasi 59 unit bangunan.
“Saya akan langsung melakukan pengecekan,” kata Rahudman, Selasa (24/1) siang.

Warga sekitar, Br Simanjuntak mengaku tidak mengetahui bangunan perumahan Griya Turi Asih tidak memiliki SIMB.

“Bah, kami (warga) tidak tahu kalau bangunan perumahan itu tidak memiliki izin. Tetapi sudah banyak orang yang datang dan memesan rumah itu,” ujar wanita paruh baya yang mengaku sudah tinggal selama 20 tahun di Jalan Turi.

Kalau bangunan tersebut tidak ada SIMB-nya, lanjut Br Simanjuntak, bagaimana nasib warga yang sudah membeli rumah tersebut.
“Kenapa masih ada juga yang membeli bangunan tersebut, padahal tidak ada SIMB-nya. Pantas saja, pernah datang petugas Dinas TRTB melakukan pembongkaran terhadap bangunan tersebut,” ungkapnya.

Pegawai Pemasaran perumahan Griya Turi Asih, Rini yang ditemui wartawan koran ini di kantornya menjelaskan kalau seluruh tipe rumah jenis silver dan gold sebanyak 10 unit sudah terjual. Sedangkan untuk bangunan jenis platinum baru terjual sebanyak 44 unit dan tersisa tinggal 5 unit saja.
“Kalau untuk perumahan yang tersisa hanya tinggal lima unit saja. Itupun untuk tipe platinum. Kalau untuk tipe silver dan gold sudah habis terjual. Kebanyakan yang membeli orang dari luar kota dan pejabat,” jelas wanita yang memakai baju bercorak bola warna hitam putih itu.

Dikatakannya, meskipun bangunan tidak ada izinnya tidak menggangu  bagi konsumen yang mau membeli. “Tidak masalah karena kita ada izin usaha dari PT Mandiri Bangun Pertiwi di Jalan H Misbah atau Komplek Multatuli Blok B 39 Medan. Dan kita juga mendapatkan KPR dari bank. Jadi tidak ada masalah,” cetusnya.

Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong  mengaku akan memanggil developer.

“Secepatnya akan kita lakukan pemanggilan. Bila tidak datang kita akan membuat rekomendasi pembongkaran paksa terhadap bangunan yang tidak ada izinnya itu,” jelasnya.

Sementara, Ali Tohar, Kabid Pemanfatan dan Tata Ruang Dinas TRTB Medan menjelaskan SIMB Griya Turi Asih dalam proses pengurusan izin ke Dinas TRTB. “Mereka sudah mengurus izin. Sampai saat ini status pembangunan perumahn itu dalam kondisi stanvas. Dalam artian pembangunan itu tidak boleh berjalan sampai izin diterbitkan,” bebernya.

Dijelaskannya, Dinas TRTB Kota Medan juga sudah melakukan tindakan terhadap perumahan itu dengan melakukan pembongkaran sebanyak tiga kali.
“Sudah tiga kali kita bongkar. Pemilik juga mengajukan desain peruntukan ke Dinas TRTB yang sedang dalam proses. Sedangkan untuk sanksi karena bangunan sudah berdiri tanpa mengurus izin Dinas TRTB hanya bisa melakukan teguran terhadap developer. Kalau sampai sanksi belum ada perda kita,” bebernya. (adl)

Inkyun Siap Tampil

MEDAN- Libero PSMS Sasa Zacevic dan play maker PSMS Inkyun Oh dinyatakan siap memperkuat timnya pada laga lanjutan kompetisi ISL pada 29 Januari mendatang kontra Persela.

Pernyataan ini datang dari Dokter tim berjuluk Ayam Kinantan dr Raja yang menuturkan, dua pemain PSMS yang sempat dirundung cedera pada laga sebelumnya melawan Arema Indonesia, sudah pulih kondisinya. Dan dipastikan sudah bisa memperkuat PSMS pada laga kontra Persela nanti.
“Hasil rontgen yang telah kita dapat dari rumah sakit di Surabaya ini, cedera di bagian hidung Sasa dan cedera di bawah lutut Inkyun sudah berangsur membaik. Dan kini tidak ada masalah lagi.

Keduanya sudah bisa memperkuat PSMS. Tapi khusus untuk Inkyun, ia harus menjalani paling tidak dua kali lagi terapi sebelum bertanding,” ungkap dr Raja, Selasa (24/1).

Pelatih PSMS Raja Isa menyambut gembira hasil pemeriksaan dokter terhadap kedua pemain kunci tersebut, karena dapat dipastikan sudah bisa memperkuat tim besutannya. “Ledi Utomo berpeluang menggantikan Novi,” tambahnya.(saz)

Novi dan Sasa Simpan Dendam

MEDAN-Stoper PSMS Novi Handriawan yang mendapat kartu merah saat melakoni pertandingan bentrok Arema Indonesia, Minggu (22/1) lalu, ternyata menyimpan dendam terhadap striker Arema Indonesia Marcio Souza.

Bukan karena PSMS ditaklukkan 2-1 di Stadion Gelora Surajaya, tapi karena hasil provokasi Marcio yang melakukan pelanggaran lebih dulu sehingga Novi terpancing menendang kaki Marcio. Begitu pula libero PSMS Sasa Zecevic yang karena sikutan Marcio, hidungnya hingga mengeluarkan darah pada laga yang berlangsung keras tersebut.

“Saya sangat terpukul dengan kartu merah yang diberikan wasit Oki Dwi Putra. Padahal lebih dulu Marcio memukul perut saya,” terang Novi, Selasa (24/1).

Menurutnya, ia tak akan membalas dengan menendang kaki Marcio seandainya wasit juga memberi kartu merah kepada Marcio, yang selama ini dikenal pemain paling sering mencederai lawannya baik dengan sengaja maupun tidak. “Kenapa wasit sebaik Oki Dwi Putra dari Bandung itu tidak menghukumnya. Jika tidak ada sanksi yang diberikan kepadanya dari Badan Liga Indonesia (BLI) karena memukul perut saya, akan saya balaskan di Medan nanti saat PSMS menjamu mereka,” ujar Novi lagi.

Sama halnya dengan Sasa, dia juga merasa dendam kepada Marcio karena menyikut hidungnya hingga mengucurkan darah. “Dia bisa berbuat seperti itu di kandangnya tanpa ada hukuman dari wasit. Saya juga akan melakukan hal yang sama ketika Arema bertandang ke Medan di putaran kedua nanti di bulan April,” tegasnya.

“Saya juga bisa berkelahi kalau dicederai. Tapi selama ini hal seperti itu saya hindarkan karena saya tahu peraturan. Namun kalau wasit membiarkan hal seperti yang dilakukan Marcio, maka saya akan mencederai dia nanti di Medan sebagai pembalasan,” tambah Sasa.
Sementara itu, Novi juga mengaku siap memotivasi penggantinya Ledi Utomo ataupun Ramadhan Saputra. Motivasi ini diberikan agar kedua pemain itu benar-benar bisa menjadi palang pintu yang solid mendampingi Sasa Zacevic saat menghadapi laga terakhir PSMS dalam turnya di Jawa Timur melawan Persela Lamongan.

“Saya tidak ingin tanpa kehadiran saya lalu PSMS jadi bulan-bulanan. Makanya saya harus memberi motivasi dan semangat kepada kedua pengganti saya nanti,” katanya. (saz)

SSB Karisma Juara

MEDAN- Tim  Kelompok Umur (KU) 16 SSB Karisma meraih juara satu Piala Karisma 2012 di Lapangan SSB Karisma Jalan Veteran Pasar VII Medan Helvetia. Di partai final, SSB Karisma berhadapan dengan SSB Sinar Sakti dengan skor 5-4.

Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Jeck itu, terjadi tendangan penalti, karena kedua tim saling unjuk kekuatan.
Saat pertandingan berakhir dengan skor 0-0 sehingga diadakan tendatangan penalti.

Tiap tim menurunkan 5 algojo  penendang. Dimana dari tim  Karisma sendiri ada Hanafi dengan nomor punggung  10 yang juga bertindak sebagai kapten.
Selanjutnya Hamzali dengan nomor punggung  15, Taufik Hidayat dengan nomor punggung 17, Reza dengan nomor punggung 7 dan Rendi dengan nomor punggung 19.

Di  sesi adu penalti, tim Karisma berhasil melaksanakan setiap tendangan dan mengantongi lima gol, sedangkan tim lawan  kecolongan. Maka dengan hasil tersebut tim Karisma berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 5-4 .(mag-10)

Warga: Dipercepat Saja Biar tak Macet

Pembangunan Fly Over Simpang Pos

MEDAN- Warga di sekitar Jalan AH Nasution dan Jalan Ngumban Surbakti berharap Pemko Medan mempercepat pembangunan jembatan layang (fly over) Simpang Pos.

“Pembebasan lahan kan sudah selesai. Jadi lanjutkanlah pembangunannya biar nggak macet,” kata seorang warga Jalan AH Nasution, Boru Sembiring kepada wartawan, Selasa (24/1).

Selama ini, katanya, masyarakat terganggu karena kemacetan yang terjadi hampir sepanjang hari mulai pagi, petang dan malam hari. Karena itu, warga meminta Pemko segera menyelesaikan pembangunan fly over agar kemacetan berkurang.

“Kami sudah jenuh melihat kemacetan yang setiap hari dirasakan warga, apalagi pengguna jalan yang lalu lalang,” ujarnya.
Warga lainnya, Hendra memastikan selama proses pembangunan fly over Simpang Pos kondisi lalulintas akan semakin macet.
“Contohnya saja seperti pembangunan fly over Amplas, kondisi jalannya macet parah selama proses pembangunan. Sampai ada juga pengguna jalan yang menjadi korban akibat jatuh ke dalam lubang,” cetus Hendra, pedagang di sekitar Jalan AH Nasution.

“Jadi, Pemko harus secepatnya membahas perubahan jalan selama pembangunan fly over Simpang Pos,” katanya.
Pantauan wartawan koran ini di lokasi pembangunan fly over Simpang Pos, kondisi kemacetan terjadi saat jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. Apalagi terkadanglampu jalan (traffic light) padam.

Menurut seorang petugas Dinas Perhubungan Medan, petugas selalu stand by melakukan penjagaan. (adl)

Gepeng, Perlu Perhatian Khusus

Gelandangan dan pengemis (gepeng) masih belum bisa dibersihkan. Kenapa? Berikut wawancara wartawan Harian Sumut Pos, Ari Sisworo dengan Anggota DPRD Sumut, Muhammad Nasir Johan.

Kenapa masalah sosial seperti gepeng tak bisa diatasi?

Kota Medan merupakan Kota Metropolitan dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya. Harusnya Pemko Medan jeli atas persoalan-persoalan yang ada, termasuk masalah-masalah sosial kemasyarakatan. Kejadian ini, menunjukkan sejauh ini Pemko Medan tidak memiliki perhatian serius terhadap masalah sosial, termasuk masalah gelandangan.

Apa yang harus dilakukan Pemko Medan?
Pemko Medan adalah pihak yang bertanggungjawab terhadap apa yang terjadi. Dan Pemko Medan juga yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan kebijakan. Sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan, No.6/2003 tentang gepeng. Kejadian tersebut sama artinya pemberlakuan Perda tersebut belum secara 100 persen. Menurut saya, yang harus dilakukan oleh Pemko Medan adalah melakukan pembinaan dan memberikan solusi.

Apa solusinya?
Pembinaan ada dua hal, pembinaan secara jasmani dan rohani atau keagamaan. Secara jasmani adalah memberikan bimbingan skill, sehingga setelah itu para gepeng tersebut bisa bekerja dengan baik. Karena gepeng-gepeng yang ada di Kota Medan, jelas-jelas tidak memiliki kecacatan tubuh dan bisa bekerja seperti orang pada umumnya. Para gepeng ini, terkesan hanya berpikir meminta-minta adalah cara yang mudah untuk mencari nafkah. Ini hubungannya, pada pembinaan rohani atau keagamaan. Di dalam Islam, meminta-minta itu bukanlah perilaku yang baik dan tidak disukai. Jadi, dalam pembinaan itu harus meliputi pembinaan jasmani dan rohani. Nah apalagi, untuk menuntaskan persoalan gepeng ini kan sudah ada alokasinya di anggaran yang ada. Ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Hal yang harus juga menjadi prioritas dicari solusinya. Pemko Medan pada prinsipnya harus bekerja keras untuk mengatasi persoalan ini secara menyeluruh dan tuntas.

Apakah gepeng dikoordinir?
Ya, ini sudah diketahui banyak pihak dari semua lapisan masyarakat. Saya pikir, orang-orang yang memanfaatkan ini atau mencari keuntungan dari memobilisasi masyarakat atau orang-orang yang memiliki kelemahan dalam sisi ekonomi, untuk dijadikan gepeng dan anjal adalah sikap dan perilaku yang tidak bertanggungjawab. Jangan mencari keuntungan atas ketidakmampuan orang lain.

Apa yang harus dilakukan masyarakat?
Masyarakat harus punya pandangan, prinsip yang tegas untuk menjalani hidup. Dalam artikata, kita harus selalu berusaha dengan berkarya. Jangan berniat mencari rezeki dengan cara mudah dan mengharapkan belas kasihan orang, dengan cara meminta-minta. Manusia diciptakan dengan segala kecukupan, dalam artikata sesuai realita yang ada para gepeng yang ada di Medan bukanlah orang-orang yang memiliki cacat tubuh. Gepeng-gepeng itu punya fisik yang sempurna layaknya orang-orang kebanyakan. Harus sadar bahwa, nasib seseorang tidak akan berubah bila tidak berusaha untuk merubahnya sendiri. Itulah dengan cara berkarya. Harus juga ditanamkan, menjadi gepeng dan sebagainya pada prinsipnya juga mengganggu lalulintas dan sebagainya.(*)

Mencuri demi Uang Kuliah

Dua mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Medan masing-masing berinisial AHS (19), warga Jalan Pipit XIII Perumnas Mandala dan MFA (19), warga Jalan Jermal  VI Medan Denai, ditangkap polisi ketika sedang mengikuti ujian di kampusnya, Selasa (24/1).

Keduanya dijebloskan ke dalam sel tahanan Mapolsekta Percut Seituan karena terlibat mencuri sepeda motor Honda Supra bernomor polisi BK 2429 JR milik teman kuliahnya Yusuf (22), saat di parkir di kampusnya.

Tertangkapnya kedua mahasiswa berawal dari pengaduan Yusuf (22). Keterangan Yusuf saat itu dia sedang salat dan memarkirkan sepeda motornya. Kebetulan dia lupa mencabut kunci kontaknya. Tersangka AHS yang melihat kunci kontak sepeda motor tersebut masih tergantung tergiur dan membawa kabur sepeda motor tersebut. Selanjutnya, tersangka AHS mengajak temannya MFA keluar dari dalam kampus.

Saat  kedua pelaku hendak keluar ternyata pintu gerbang kampus telah ditutup sehingga keduanya gagal keluar dan menunggu kesempatan. Kebetulan ada mobil hendak keluar dari kampus, kedua pelaku langsung jalan beriringan dengan mobil tersebut dan akhirnya berhasil keluar dari kampus.

Tersangka AHS membawa kabur sepeda motor hasil curian tersebut ke kampung halamannya ke Serdang Bedagai. Setelah sepeda motor disimpan di rumahnya, tersangka AHS kembali ke kosnya di Jalan Pipit XIII Perumnas Mandala karena akan mengikuti ujian smester.

Sedangkan Yusuf segera melaporkan peristiwa tersebut ke pos satpam. Berdasarkan laporan tersebut, petugas satpam segera melihat rekaman gambar di kamera CCTV. Dari hasil rekaman  CCTV terlihatlah kedua tersangka yang mencuri sepeda motor tersebut.

Petugas satpam kampus bekerjasama dengan Reskrim Polsek Percut Seituan berhasil meringkus tersangka AHS dan MFA yang sedang mengikuti ujian semester di dalam ruang kuliahnya. Saat diringkus, awalnya kedua  mahasiswa tersebut tidak mengakui perbuatananya, namun setelah diperlihatkan hasil rekaman CCTV tersebut kedua pelaku tak berkutik lagi.

Saat diperiksa petugas, tersangka AHS mengaku awalnya tak ada rencana untuk mencuri sepeda motor, namun saat melihat kunci kontak sepeda motor masih belum dicabut oleh pemiliknya timbul niat pelaku untuk mencurinya.

“Semula tak ada rencanaku mencuri sepeda motor tersebut. Saat ku lihat kunci kontaknya masih tergantung, spontan timbul niat mencurinya,” tutur tersangka AHS. Menurut tersangka AHS, rencananya sepeda motor tersebut akan dijual dan uang hasil penjualan akan digunakan untuk membayar uang kuliah.

“Uang kuliahku tahun ini belum ku bayar,” tutur tersangka AHS.

Kapolsek Percut Seituan Kompol Maringan Simanjuntak menjelaskan, kedua tersangka sudah mengakui perbuatannya sedangkan sepeda motor hasil curian akan segera dijemput ke rumah tersangka AHS. (gus)

Nuri Refani Latihan di Jakarta

MEDAN- Taekwondoin Sumut, Nuri Refani Siregar menjalani latihan di Pantai Indah Kapok Jakarta. Hal ini seiring dengan persiapan tim menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XVIII.

“Saya latihan Agustus 2010 lalu. Saya tinggal di rumah Lioe Nam Kiong yang merupakan pengurus Yayasan Universal Taekwondo Indonesia,” bilang Nuri Refani Siregar.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Raja Imas Siregar dan Evan ini bertekad memberikan yang terbaik untuk Sumut. Nuri Refani Siregar akan bertanding di kelas bantam under  53 kg.

Terkait dengan lawan yang paling berat dihadapi di PON, Nuri menyebutkan semua lawan yang dihadapi telah memiliki kemampuan yang baik.  “Tapi, yang kita ketahui biasanya lawan yang paling keras dari taekwondoin asal Jawa,” ungkapnya.

Soal materi  latihan, Nuri menjelaskan semua materi yang diberikan sang pelatih itu semua sama. Hanya saja, menjalani latihan di Jakarta seluruh taekwondoin  bisa berbaur dengan daerah lain.

“Enaknya latihan di Jakarta. Kita dapat mengenal satu sama lain para taekwondoin dan berbagi cerita tentang pengalaman,” katanya.(omi)
bertanding. Pasalnya, yang menjalani latihan di Jakarta itu merupakan taekwodoin yang mempunyai kemampuan baik, “ terangnya.(omi)