Home Blog Page 13944

Hari Doa Sedunia di GPdI Mananatha

WORLD Prayer Assembly (WPA) 2012 atau hari doa sedunia merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh umat kristiani di dunia.

WPA merupakan agenda penting yang diharapkan menghasilkan transformasi yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. Hari Doa Sedunia diharapkan menjadi gerakan doa transformatif yang terjadi di akar rumput di seluruh gereja-gereja di Indonesia.

Tidak ketinggalan di Sumatera Utara, kegerakan doa di gereja-gereja berlangsung dengan sukacita. Pada hari Jumat, 10 Februari 2011 Pukul 10.00 WIB di GPdI Maranatha Jalan S Parman, Medan akan digelar doa bersama bagi pemimpin bangsa, pergumulan bangsa, penyakit masyarakat dan masyarakat beserta sharing visi dan misi WPA dalam rangka Hari Doa Sedunia di Sumut tahun 2012.

Dalam kegiataan ini akan dihadiri ribuan umat kristiani dari berbagai interdenominasi gereja, pimpinan gereja, organisasi kristen dan unsur lain.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Hari Doa Sedunia Sumut 2012, Pdt Paul F Wakkary menjelang digelarnya doa bersama dalam rangka hari doa sedunia di Sumut.

Ditambahkan Pdt Paul, gereja-gereja di Sumut aktip dalam ikut menyukseskan moment ini.

Dan Sekretaris Panitia Hari Doa Sedunia Sumut 2012 : Wati Simamora, S.Sos dan Bendehara : Pdt Lucas Timotius.

Hari Doa Sedunia berawal dari doa sekitar 27 negara yang tergabung dalam Internasional Prayer Assembly yang ikut berdoa bersama sekitar 27 tahun silam di Korea. Kala itu transpormasi melanda dunia termasuk Korea. Pertumbuhan umat manusia yang percaya pada Tuhan Yesus semakin terlihat dan kebangunan gereja diwarnai berdirinya rumah doa membuktikan kuasa doa tersebut. Hingga tahun 2012 World Prayer Assembly atau Hari Doa Sedunia telah diikuti oleh 220 negara di dunia.

Sementara itu Pdt Paul Wakkary berharap sekitar 1.000 konflik horizontal yang disebut-sebut sedang melanda Indonesia akan mengalami kedamaian melalui momentum kegerakan doa yang membawa perubahan dalam segala bidang kehidupan termasuk menghasilkan karakter yang kuat agar bangsa menerima terobosan-terobosan baru dalam menuju perubahan.

Melalui momentum WPA juga diharapkan pula Indonesia akan menghasilkan pemimpin yang memiliki karakter yang kuat seperti Daniel dan Yusuf. Dan Indonesia sendiri akan menggelar Hari Doa Sedunia di 200 kota dari Sabang sampai Marauke. Dalam sharing WPA, dapat menghubungi Ketua Panitia Hari Doa Sedunia Sumut 2012 Pdt Paul Wakkary No HP : 08126508204. (rahel sukatendel)

Disandera, Bacakan Alkitab untuk Pelaku

SEORANG wanita di Shelby, Amerika Serikat, membaca Alkitab selama lebih dari satu jam dengan seorang pria mengacungkan pisau ke tenggorokannya.

Lindsay Wood (32) baru pulang dari gereja bersama putranya ketika seorang pria bersenjata menyerangnya dari belakang saat ia keluar dari mobil.

Menurut Kepolisian Shelby, Wood membuka Alkitab dan mulai membacakan firman Tuhan ketika pelaku itu mulai menekan pisau ke lehernya. Wood bahkan juga mengundang pelaku untuk datang ke gereja.

Ibu muda itu bahkan menawarkan kepada pria itu untuk mengambil dompet dan mobilnya, namun pria itu tidak bertindak. Pria itu sempat mengatakan penyesalannya kepada Wood, sebelum akhirnya ia lari dan menghilang dalam kegelapan malam.

Wood dan putranya dikenal sebagai seorang Kristen yang taat, sehingga tetangganya pun menyayangkan mengapa kejadian ini bisa terjadi. “Saya tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi padanya,” ungkap Faye Cooke, tetangga korban.

Sambil tetap menyelidiki kasus ini, polisi meningkatkan patroli di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, karena itu kita harus selalu bersikap waspada. Libatkan Tuhan dalam setiap aktifitas Anda. (bbs/vn/jc)

Pdt Niko Njotorahardjo Perintis GBI Bethany di Wilayah Barat

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo atau Pdt Niko adalah seorang pendeta dan tokoh gereja di Indonesia. Ia adalah Gembala Sidang dari GBI Bethany Jakarta yang kemudian menurunkan nama jemaat lokal “Bethany” dan menyebut dirinya GBI saja.

PADA tahun 1988 dipercayakan oleh Sinode Majelis GBI Bethany (pada waktu itu) yang berpusat di Surabaya, untuk membuka dan menggembalakan GBI Bethany di wilayah Indonesia Bagian Barat. Hal ini ditandai dengan Ibadah Perdana GBI Bethany Jakarta pada hari Minggu, 4 September 1988 di Gedung Wisma Karsa Pemuda – Senayan.

Dalam kelanjutannya, GBI Bethany wilayah Barat di bawah penggembalaan Pdt Niko berkembang sangat pesat baik dari jumlah cabang yang telah mencapai sekitar 400an cabang gereja lokal di Indonesia dan sekitar 70 cabang di luar negeri dengan sekitar 170 ribu jemaat.

Tahun 2003, Mengikuti hasil Sidang Sinode Gereja Bethel Indonesia, Pdt.Dr.Ir.Niko N kemudian menurunkan nama GBI Bethany menjadi GBI Jl.Gatot Subroto dengan Jemaat Induk di Senayan, dimana saat ini dilaksanakan Ibadah setiap Minggunya di Cendrawasih Room / Assembly Hall – Jakarta Convention Center (JCC – Balai Sidang Senayan Jakarta).

Saat ini Pdt. Niko menjabat sebagai Pengarah Jaringan Doa Nasional dan anggota Majelis Penasehat Sinode Gereja Bethel IndonesiaJuga menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan & Pelayanan Hamba Tuhan Garis Depan PPHTGD.

Pada SPGI 2010, terjadi rekonsiliasi antara Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo dengan Pdt. Prof. DR. Abraham Alex Tanuseputra, Pdt. DR. Ir. Timotius Arifin, dan Pdt. Dr.

Yusak Hadisiswantoro sehingga terjadi unity/kesatuan hati kembali di antara mereka, para pemimpin Gereja Bethany, meskipun dalam dua sinode berbeda yaitu Gereja Bethel Indonesia dan Gereja Bethany Indonesia.

Pria yang lahir di Bondowoso, Jawa Timur, 20 Februari 1949 ini memiliki istri bernama Hermien Irawati (Hermien Njotorahardjo).

Putra dari Pdt. Niko adalah Billy Njotorahardjo yang beristrikan Milka Wira.

Tahun 2001, Pdt. Niko mendapatkan gelar Doctor of Divinity, sebuah gelar kehormatan, dari Church of God, Lee University, Cleveland, Tennessee, Amerika Serikat.

(wkipedia)

Lagi, Kim Kardashian Selingkuhi Atlet

BELUM final perceraiannya dengan Kris Humpries, Kim Kardashian telah beberapa kali digosipkan dengan sejumlah lelaki. Kali ini, bintang Keeping Up With Kardhasians ini dikabarkan memiliki hubungan dengan atlet American football Mark Sanchez, yang notabene adalah masih kekasih orang.

Salah satu sumber mengungkapkan pada Starberryicecream.com bahwa pasangan tersebut memang terlibat hubungan khusus. Selama Kim ada di New York, mereka sering bertemu di hotel untuk sekedar makan malam dan kencan. Namun pertemuan itu sengaja disimpan rapat karena Mark sendiri punya hubungan dengan model Victoria’s Secret bernama Kate Upton.

“Kim dan Mark suka ketemuan di hotel untuk kencan makan malam dan menghindar dari sorotan publik.

Kapanpun Kim pergi ke New York mereka akan keluar bareng. Mereka sangat hati-hati agar tidak sampai ketahuan, Mark punya orang lain!” ungkap sumber tersebut.

Namun terkait dengan pemberitaan itu, Kim pun langsung berkomentar.

Dia mengaku sama sekali tidak kenal dengan pria bernama Mark tersebut sehingga tidak mungkin ada hubungan khusus antara mereka. Konfirmasi Kim diungkapkan lewat twitter.

“Rumor tentang suatu hubungan itu selalu terdengar lucu jika kau bahkan tidak kenal dengan orang yang digosipkan denganmu. Siapa sih, yang nyebarin?” tulis Kim. (bbs/jpnn)

Suharto Is Back

MEDAN- Raja Isa akhirnya benarbenar didepak. Rapat sejumlah manajemen Jumat (3/2) malam memastikan hal itu, meskipun belum dilaporkan kepada Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap.

Tak masalah, sebab pemecatan itu sudah pasti terjadi karena masalah tersebut diserahkan kepada komisaris PT PSMS Iswanda Nanda Ramli, tanpa berurusan langsung kepada Rahudman. Kata Nanda, keputusan yang dibuat secara kolektif itu harus dihargai.

“Saya memang terkejut mengenai keputusan ini. Kita juga tau sedikit banyak Raja Isa sudah berbuat untuk PSMS. Namun, rapat kecil yang dihadiri CEO, manager, perwakilan pemain dan pelatih ini harus dihargai. Karena diputuskan secara kolektif,” ungkap Nanda, Sabtu (4/2).

Menurutnya, keputusan tersebut harusnya diberitahukan dahulu ke ketum PSMS yang juga Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebelum dipublis ke media. “Sampai sekarang belum ada keputusan dan surat resmi dari ketum tentang ini. Karena ketum dalam beberapa hari ini memang banyak kegiatan, jadi sulit ditemui. Namun, hasil rapat ini sudah mutlak tinggal menyampaikannya nanti ke ketum,” tutur Nanda.

Nanda juga menjelaskan, hal mendasar yang menyebabkan adanya usulan pemecatan pelatih berkebangsaan Malaysia ini adalah jebloknya prestasi tim berjuluk Ayam Kinantan itu hingga pertandingan ke delapan.

Dari delapan pertandingan, praktis PSMS beru memetik satu kali kemenangan, empat kali seri dan tiga kali kalah.

“Selain itu, juga disinyalir tak ada semangat dalam skuad, program latihan kurang mumpuni, tak ada evaluasi di babak kedua atas kesalahan- kesalahan pemain di babak pertama serta kurang harmonisnya antara pemain dan pelatih.

Dan ini tentu sangat mempengaruhi kondisi tim,” paparnya.

Ketua AMPI Kota Medan ini juga tak menampik kesalahan tersebut bukan mutlak karena Raja Isa. “Ia hanya melatih pemain yang sudah disediakan manajemen. Itu yang ada, dia tinggal melatih. Mungkin jika ada pelatih dunia sekalipun bakal bernasib sama karena harus memaksimalkan kondisi materi pemain yang ada,” ujar Nanda.

Sementara, kondisi kompetisi yang terus berlanjut, PSMS harus menghadapi Persiba Balikpapan pada Senin (6/2) mendatang, dan tentu tanpa pelatih kepala. Karena itu, untuk sementara asisten pelatih Suharto AD didaulat untuk mengarsiteki tim hingga paruh musim.

“Bang Harto untuk sementara kita plot melatih tim beserta Bang Kinoy (asisten pelatih) dan Bang Sugihar (pelatih kipper), hingga kita menemukan pengganti Raja Isa paruh kompetisi nanti,” jelas Nanda. Selamat datang kembali Suharto! (saz)

PSMS Terapkan Formasi 4-4-2

SENIN ini, PSMS kembali melakoni laga kandang lanjutan kompetisi ISL. Kali ini harus meladeni Persiba Balikpapan. Dan Suharto mengaku sudah menyiapkan segala sesuatunya walaupun dalam kondisi mepet.

Nampaknya, Suharto juga tak melanjutkan formasi yang selama ini digadang-gadang Raja Isa sebagai formasi potensial bagi PSMS.

“Kita akan terapkan formasi yang lama, saat saya tangani di awal kompetisi yakni 4-4-2.

Menurut saya, potensi pemain yang ada harus dimaksimalkan,” tuturnya, Sabtu (4/2).

Mengenai siapa yang bakal diplot di depan sebagai striker, Suharto tak berpatok kepada seorang pemain.

“Kita lihat siapa yang paling siap. Bukan tak mungkin kita menurunkan Yoseph. Apalagi, mengahadapi partai selanjutnya kita bakal minus tiga pemain andalan, yakni Zainal dan Zulkarnain karena akumulasi dan Dong Soo karena kartu merah,” kata pelatih berkepala plontos ini.

Namun, pemain yang sempat tak diturunkan di partai bentrok Persegres Gresik, Luis Alejandro Pena menurut Suharto sudah bisa diturnkan. “Menghadapi Persiba kita sudah bisa turunkan Pena.

Kita harap dia bisa berikan kontribusi lebih terhadap tim,” harapnya.Suharto kembali menegaskan, PSMS tetap bermain secara tim tanpa bergantung pada seorang pemain. “Saat ini kita sedang fokus angkat spirit dan moril pemain, setelah kita ditekuk di kandang 0-1 oleh Persegres. Karena itu, pada latihan tadi pagi dan sore (Kemarin, Red) kita gelar game-game yang menimbulkan ceria serta tawa pemain. Kita harap itu bias bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Suharto juga mengkritisi, kelemahan tim hingga saat ini terletak pada penguasaan bola yang kurang.

“Kita pegang bola dua-tiga kali, tapi lepas lima kali, itu bukan hal bagus. Penyelesaian akhir juga menjadi kendala kita. Termasuk pertahanan yang lemah terbukti dari kita baru memasukkan tujuh gol dan kebobolan 10 gol. Ini menjadi evaluasi penting dalam skuad yang bakal menjadi prioritas ke depan,” tuturnya. (saz)

Nadal Tersandung Kasus Pajak

PETENIS Rafel Nadal kini sedang diguncang isu tidak sedap. Petenis peringkat dua dunia ini dituduh telah menggunakan cara curang untuk memotong tagihan pajaknya secara drastis dengan menggunakan pertolongan beberapa perusahaan.

Menurut salah satu media online Spanyol, Primeran, para perusahaan itu terbentuk di Spanyol, tepatnya di region Basque. Mereka mengambil keuntungan dari hukum spesial perpajakan yang dirancang untuk menolong firma-firma lokal. Tak hanya itu, para perusahaan itu juga digunakan secara radikal untuk memotong jumlah pajak atas hak pencitraan Nadal.

Menurut salah satu media Spanyol, El Confidencial, pihak otoritas pajak Basque kini sedang mempelajari kasus tersebut. Pemerintah regional di sana tidak bisa secara langsung memberikan komentar atas kasus yang melibatkan bintang tenis Spanyol tersebut.

Juru bicara Nadal, yakni agennya, Carlos Costa mengaku mengetahui tentang adanya perusahaan Basque tersebut. Tetapi, dirinya menyatakan Nadal tidak tinggal di region Basque, karena telah pindah ke kampung halamannya di kepulauan Balearic.

“Para perusahaan yang disebutkan dan sang pemain tenis sendiri hingga kini memenuhi kewajiban pembayaran pajak mereka dengan tepat waktu,” ujar Carlos Costa, seperti dilansir dari Eurosport, Jumat (3/2).

“Sejak awal kariernya, Rafa selalu ingin mempertahankan tempat tinggalnya di Spanyol dan hal itu adalah penegasan akan komitmennya sebagai orang Spanyol, baik di luar dan di dalam lapangan,” pungkas sang agen. (net/jpnn)

Mengapa Gereja Kehilangan Kaum Muda?

TERLALU protektif, dangkal dan mengekang. Ungkapan tersebut merupakan deskripsi yang diberikan sebagian remaja Kristen untuk menggambarkan tentang iman mereka.

Hal ini lah yang menjelaskan mengapa banyak remaja Kristen khususnya di banyak negara yang menjauhkan diri dari kegiatan gereja. The Barma Group, sebuah perusahaan riset non profit mengatakan hampir 60 persen pemuda-pemudi gereja dengan rentang usia 15-29 tahun, telah meninggalkan komunitas gereja.

Kinnaman, pemimpin The Barma group menjelaskan, alasan dari menjauhnya kaum muda Kristen dari komunitas mereka adalah bukti gagalnya gereja untuk menjelaskan konsep bahwa mereka (kaum muda) ada di dalam dunia namun bukanlah bagian dari dunia ini.

Dalam wawancaranya pada acara The 700 Club yang ditayangkan pada 15 November 2011, Kinnaman memaparkan dampak yang akan dialami gereja jika mengabaikan hilangnya generasi mudanya. Fenomena ini menarik perhatian Kinnaman sehingga dia pun menulis sebuah buku yang berjudul, You Lost Me: Why Young Christian Are Leaving Church and Rethinking Faith.

Kaum muda hanya bisa mempertahankan imannya dan menjaga hidupnya tetap kudus dengan terus melakukan firman Tuhan.

Gereja harus memperhatikan kebutuhan remaja sehingga remaja tidak pergi dan meninggalkan komunitas di gereja.

Apa tanggapan pelayan/petinggi gereja mengenai hal ini?

Semua Sudah Tertulis

SEMUA itu sudah tertulis di Alkitab. Dalam 2 Timotius 3 dilukiskan tentang tanda-tanda akhir zaman. Orang-orang sudah tidak peduli lagi dengan pengajaran dan agama. Kaum muda punya keinginan sendiri, memberontak pada orangtua.

Itu tanda-tanda akhir zaman, banyak perlakuan menyimpang. Di media massa kita lihat banyak pembantaian terjadi, ada juga orangtua perkosa anak sendiri.

Baru-baru ini di Medan, polwan yang juga istri polisi malah selingkuh dengan polisi rekan kerjanya. Saat ini kita berada di gerbang akhir zaman.

Hari minggu orang tidak lagi ke gereja dan memilih bekerja. Banyak orang berbuat sesuka hatinya demi uang. Akar semua kejahatan memang cinta uang. Inilah tantangan gereja. Kita sudah melihat hal-hal seperti itu.

Meski saat ini banyak terjadi seperti itu, masih sangat banyak orang yang haus firman Tuhan dan banyak kaum muda yang berlomba-lomba dalam pelayanan.

Jadi hasil survei itu tidak bisa dijadikan kesimpulan umum yang terjadi saat ini. Tuhan tidak tinggal diam, Dia terus bekerja, Roh Kudus sedang bekerja. Di mana-mana banyak mujizat terjadi. Ingatlah, dimana banyak orang berdosa, disitu Tuhan bekerja.

Kesimpulan saya, walau ada penelitian seperti itu, Tuhan tetap menjaga anak-anaknya.

Bila menemukan masalah dan pergumulan, datanglah pada Tuhan Semua itu sudah dituliskan. (*)

Pastor Surya Kumar Pelayan di Gereja Methodist Wesley- Pelayan di Gereja Methodist Wesley

Tantangan Gereja dan Rohaniawan

PENELITIAN itu ada benarnya. Realita kehidupan seperti itu sedang terjadi di masyarakat kita. Ada kaum muda merasa tidak perlu ke gereja dan tidak butuh Tuhan lagi.

Banyak hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Umumnya, karena orangtua kehilangan waktu membimbing anak-anaknya secara rohani. Dalam Ulangan disebutkan, orangtua harus ajarkan anaknya bagaimana cara duduk, berdiri dan sebagainya.

Di sisi lain, peran gereja dan rohaniawan tidak mampu merangkul mereka. Atau kelakuan rohaniawan yang menjadi batu sandungan. Tapi yang pasti, ini penggenapan seperti yang tertulis dalam 2Timotius 3:1-5. Ayat itu menjelaskan ciri-ciri akhir zaman. Manusia akan lebih cinta dirinya sendiri, tidak tahu berterima kasih, dan sebagainya, dan sebagainya. Dan yang paling nyata, hal ini kita lihat terjadi pada orang-orang muda.

Lihatlah kecanggihan teknologi yang tanpa batas, termasuk di dunia hiburan. Dan semua itu dialami dan dinikmati kaum muda.

Jadi, penelitian itu ada benarnya. Dan itu saat ini banyak terjadi di negara-negara Eropa. Dimana kaum mudanya bekerja, berprestasi, mapan dan berkecukpan. Jadi mereka merasa, tidak hidup dalam Tuhan juga tidak mengapa.

Inilah tantangan gereja dan rohaniawan saat ini. Hamba-hamba Tuhan harus sadari itu dan Gereja Tuhan melalui hambanya harus bisa mengantisipasi hal itu. (*)

Pdm Edison Sinurat Pelayanan di Yayasan Nathania Ministry

Nama Ivan Kolev Mencuat

PASCA Raja Isa didepak, manajemen PSMS langsung menerima banyak nama untuk jadi pelatih Ayam Kinantan. Para agen langsung mengirimkan masukan nama-nama tersebut. Di antaranya Ivan Kolev.

Salah satu agen, Hardimen Koto yang menawarkan itu kepada manajemen. Selain Ivan Vankov Kolev asal Bulgaria, Hardiman juga menawari Garry Philips dari Inggris.

Sementara itu, manajemen PSMS segera mengkaji pembayaran kontrak Raja Isa. Konon Raja Isa semestinya menerima bayaran Rp550 juta, dan manajemen sudah membayarkan uang muka kontrak sebesar 25 persen.

“Namun, jika ada data berbeda dari kawan-kawan wartawan yang menyatakan 50 persen, maka akan kita kaji lagi. Jika memang 50 persen, maka kita akan segera lunasi yang 25 persen lagi,” ungkap Nanda Ramli.

Namun, jika memang hanya 25 persen maka manajemen tinggal membayar gaji saja. “Kita akan pastikan tak ada hutang oleh manajemen. Kita akan selesaikan , jika di kontrak tertera 25 persen, maka kita tinggal terhutang gaji saja,” ujar Nanda.

Mengenai sponsor jersey Eutag, Nanda menuturkan, hal tersebut berbeda dengan kontrak Raja Isa.

“Memang kita akui Raja Isa yang membawa sponsor itu untuk kita. Namun, kontraknya memang berbeda. Dan kontrak dengan Eutag akan berakhir pada akhir musim,” tuturnya. (saz)

Pemain Persita Asal Medan Semusim tak Digaji

MEDAN- Enam pemain Persista Kabupaten Sintang Kalimantan Barat (Kalbar) yang dua di antaranya asal Medan, Usman dan Erwin serta empat lainnya dari Surabaya, mengadukan nasibnya kepada Ketua Umum Persitas Corlimas karena gaji/kontrak mereka selama satu musim kompetisi belum terbayarkan.

Melalui surat yang ditujukan kepada Corlimas yang juga merupakan Bupati Sintang tertanggal 1 Februari 2012, menurut Erwin atas nama rekan-rekannya di Medan Sabtu (4/2) mereka memperkuat Persista satu musim kompetisi Divisi Satu PSSI 2010, dengan nilai kontrak total mencapai ratusan juta rupiah.

Ironisnya setelah kompetisi berakhir, hingga kini tak sepeser pun gaji dari kontrak itu mereka terima. “Sementara manajer tim Persista Syamsul kalau ditagih hanya mengumbar janji,” kata Erwin.

Di dalam surat yang ditembuskan kepada KONI Sintang, KONI Kalbar, KONI Pusat, Pengcab PSSI Sintang, PSSI Kalbar, PSSI Pusat, PengrovPSSI Sumut dan Jatim itu, keenamnya berharap pengaduan mereka itu ditanggapi oleh Ketua Umum Persista Corlimas.

Erwin dan kawan-kawan dalam suratnya itu juga menyebutkan, seandainya dalam tempo sepekan tidak ada realisasinya mereka akan menyelesaikannya melalui jalur hukum.

“Kami selalu dijanjikan oleh manajer tim Syamsul, apabila hendak turun ke lapangan. Namun begitu usai bertanding janji itu hanya tinggal janji,” tambah Erwin Nasib Usman lebih tragis. Selain juga tak dibayar gajinya, Usman juga patah kaki selama membela Persista dan mengobati cederanya sendiridiSurayaba. Usmanmengaku sudah berulangkali menemui langsungmanajertimPersista, atau berhubungan via surat dan ponsel.

Namun tetap tak ada itikad baik. Syamsul selalu menjanjikan akan menyelesaikannya. (ful)