Home Blog Page 13962

Disandera, Bacakan Alkitab untuk Pelaku

SEORANG wanita di Shelby, Amerika Serikat, membaca Alkitab selama lebih dari satu jam dengan seorang pria mengacungkan pisau ke tenggorokannya.

Lindsay Wood (32) baru pulang dari gereja bersama putranya ketika seorang pria bersenjata menyerangnya dari belakang saat ia keluar dari mobil.

Menurut Kepolisian Shelby, Wood membuka Alkitab dan mulai membacakan firman Tuhan ketika pelaku itu mulai menekan pisau ke lehernya. Wood bahkan juga mengundang pelaku untuk datang ke gereja.

Ibu muda itu bahkan menawarkan kepada pria itu untuk mengambil dompet dan mobilnya, namun pria itu tidak bertindak. Pria itu sempat mengatakan penyesalannya kepada Wood, sebelum akhirnya ia lari dan menghilang dalam kegelapan malam.

Wood dan putranya dikenal sebagai seorang Kristen yang taat, sehingga tetangganya pun menyayangkan mengapa kejadian ini bisa terjadi. “Saya tidak tahu mengapa hal ini bisa terjadi padanya,” ungkap Faye Cooke, tetangga korban.

Sambil tetap menyelidiki kasus ini, polisi meningkatkan patroli di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja, karena itu kita harus selalu bersikap waspada. Libatkan Tuhan dalam setiap aktifitas Anda. (bbs/vn/jc)

Pdt Niko Njotorahardjo Perintis GBI Bethany di Wilayah Barat

Pdt Dr Ir Niko Njotorahardjo atau Pdt Niko adalah seorang pendeta dan tokoh gereja di Indonesia. Ia adalah Gembala Sidang dari GBI Bethany Jakarta yang kemudian menurunkan nama jemaat lokal “Bethany” dan menyebut dirinya GBI saja.

PADA tahun 1988 dipercayakan oleh Sinode Majelis GBI Bethany (pada waktu itu) yang berpusat di Surabaya, untuk membuka dan menggembalakan GBI Bethany di wilayah Indonesia Bagian Barat. Hal ini ditandai dengan Ibadah Perdana GBI Bethany Jakarta pada hari Minggu, 4 September 1988 di Gedung Wisma Karsa Pemuda – Senayan.

Dalam kelanjutannya, GBI Bethany wilayah Barat di bawah penggembalaan Pdt Niko berkembang sangat pesat baik dari jumlah cabang yang telah mencapai sekitar 400an cabang gereja lokal di Indonesia dan sekitar 70 cabang di luar negeri dengan sekitar 170 ribu jemaat.

Tahun 2003, Mengikuti hasil Sidang Sinode Gereja Bethel Indonesia, Pdt.Dr.Ir.Niko N kemudian menurunkan nama GBI Bethany menjadi GBI Jl.Gatot Subroto dengan Jemaat Induk di Senayan, dimana saat ini dilaksanakan Ibadah setiap Minggunya di Cendrawasih Room / Assembly Hall – Jakarta Convention Center (JCC – Balai Sidang Senayan Jakarta).

Saat ini Pdt. Niko menjabat sebagai Pengarah Jaringan Doa Nasional dan anggota Majelis Penasehat Sinode Gereja Bethel IndonesiaJuga menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan & Pelayanan Hamba Tuhan Garis Depan PPHTGD.

Pada SPGI 2010, terjadi rekonsiliasi antara Pdt. Dr. Ir. Niko Njotorahardjo dengan Pdt. Prof. DR. Abraham Alex Tanuseputra, Pdt. DR. Ir. Timotius Arifin, dan Pdt. Dr.

Yusak Hadisiswantoro sehingga terjadi unity/kesatuan hati kembali di antara mereka, para pemimpin Gereja Bethany, meskipun dalam dua sinode berbeda yaitu Gereja Bethel Indonesia dan Gereja Bethany Indonesia.

Pria yang lahir di Bondowoso, Jawa Timur, 20 Februari 1949 ini memiliki istri bernama Hermien Irawati (Hermien Njotorahardjo).

Putra dari Pdt. Niko adalah Billy Njotorahardjo yang beristrikan Milka Wira.

Tahun 2001, Pdt. Niko mendapatkan gelar Doctor of Divinity, sebuah gelar kehormatan, dari Church of God, Lee University, Cleveland, Tennessee, Amerika Serikat.

(wkipedia)

Lagi, Kim Kardashian Selingkuhi Atlet

BELUM final perceraiannya dengan Kris Humpries, Kim Kardashian telah beberapa kali digosipkan dengan sejumlah lelaki. Kali ini, bintang Keeping Up With Kardhasians ini dikabarkan memiliki hubungan dengan atlet American football Mark Sanchez, yang notabene adalah masih kekasih orang.

Salah satu sumber mengungkapkan pada Starberryicecream.com bahwa pasangan tersebut memang terlibat hubungan khusus. Selama Kim ada di New York, mereka sering bertemu di hotel untuk sekedar makan malam dan kencan. Namun pertemuan itu sengaja disimpan rapat karena Mark sendiri punya hubungan dengan model Victoria’s Secret bernama Kate Upton.

“Kim dan Mark suka ketemuan di hotel untuk kencan makan malam dan menghindar dari sorotan publik.

Kapanpun Kim pergi ke New York mereka akan keluar bareng. Mereka sangat hati-hati agar tidak sampai ketahuan, Mark punya orang lain!” ungkap sumber tersebut.

Namun terkait dengan pemberitaan itu, Kim pun langsung berkomentar.

Dia mengaku sama sekali tidak kenal dengan pria bernama Mark tersebut sehingga tidak mungkin ada hubungan khusus antara mereka. Konfirmasi Kim diungkapkan lewat twitter.

“Rumor tentang suatu hubungan itu selalu terdengar lucu jika kau bahkan tidak kenal dengan orang yang digosipkan denganmu. Siapa sih, yang nyebarin?” tulis Kim. (bbs/jpnn)

Suharto Is Back

MEDAN- Raja Isa akhirnya benarbenar didepak. Rapat sejumlah manajemen Jumat (3/2) malam memastikan hal itu, meskipun belum dilaporkan kepada Ketua Umum PSMS, Rahudman Harahap.

Tak masalah, sebab pemecatan itu sudah pasti terjadi karena masalah tersebut diserahkan kepada komisaris PT PSMS Iswanda Nanda Ramli, tanpa berurusan langsung kepada Rahudman. Kata Nanda, keputusan yang dibuat secara kolektif itu harus dihargai.

“Saya memang terkejut mengenai keputusan ini. Kita juga tau sedikit banyak Raja Isa sudah berbuat untuk PSMS. Namun, rapat kecil yang dihadiri CEO, manager, perwakilan pemain dan pelatih ini harus dihargai. Karena diputuskan secara kolektif,” ungkap Nanda, Sabtu (4/2).

Menurutnya, keputusan tersebut harusnya diberitahukan dahulu ke ketum PSMS yang juga Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebelum dipublis ke media. “Sampai sekarang belum ada keputusan dan surat resmi dari ketum tentang ini. Karena ketum dalam beberapa hari ini memang banyak kegiatan, jadi sulit ditemui. Namun, hasil rapat ini sudah mutlak tinggal menyampaikannya nanti ke ketum,” tutur Nanda.

Nanda juga menjelaskan, hal mendasar yang menyebabkan adanya usulan pemecatan pelatih berkebangsaan Malaysia ini adalah jebloknya prestasi tim berjuluk Ayam Kinantan itu hingga pertandingan ke delapan.

Dari delapan pertandingan, praktis PSMS beru memetik satu kali kemenangan, empat kali seri dan tiga kali kalah.

“Selain itu, juga disinyalir tak ada semangat dalam skuad, program latihan kurang mumpuni, tak ada evaluasi di babak kedua atas kesalahan- kesalahan pemain di babak pertama serta kurang harmonisnya antara pemain dan pelatih.

Dan ini tentu sangat mempengaruhi kondisi tim,” paparnya.

Ketua AMPI Kota Medan ini juga tak menampik kesalahan tersebut bukan mutlak karena Raja Isa. “Ia hanya melatih pemain yang sudah disediakan manajemen. Itu yang ada, dia tinggal melatih. Mungkin jika ada pelatih dunia sekalipun bakal bernasib sama karena harus memaksimalkan kondisi materi pemain yang ada,” ujar Nanda.

Sementara, kondisi kompetisi yang terus berlanjut, PSMS harus menghadapi Persiba Balikpapan pada Senin (6/2) mendatang, dan tentu tanpa pelatih kepala. Karena itu, untuk sementara asisten pelatih Suharto AD didaulat untuk mengarsiteki tim hingga paruh musim.

“Bang Harto untuk sementara kita plot melatih tim beserta Bang Kinoy (asisten pelatih) dan Bang Sugihar (pelatih kipper), hingga kita menemukan pengganti Raja Isa paruh kompetisi nanti,” jelas Nanda. Selamat datang kembali Suharto! (saz)

PSMS Terapkan Formasi 4-4-2

SENIN ini, PSMS kembali melakoni laga kandang lanjutan kompetisi ISL. Kali ini harus meladeni Persiba Balikpapan. Dan Suharto mengaku sudah menyiapkan segala sesuatunya walaupun dalam kondisi mepet.

Nampaknya, Suharto juga tak melanjutkan formasi yang selama ini digadang-gadang Raja Isa sebagai formasi potensial bagi PSMS.

“Kita akan terapkan formasi yang lama, saat saya tangani di awal kompetisi yakni 4-4-2.

Menurut saya, potensi pemain yang ada harus dimaksimalkan,” tuturnya, Sabtu (4/2).

Mengenai siapa yang bakal diplot di depan sebagai striker, Suharto tak berpatok kepada seorang pemain.

“Kita lihat siapa yang paling siap. Bukan tak mungkin kita menurunkan Yoseph. Apalagi, mengahadapi partai selanjutnya kita bakal minus tiga pemain andalan, yakni Zainal dan Zulkarnain karena akumulasi dan Dong Soo karena kartu merah,” kata pelatih berkepala plontos ini.

Namun, pemain yang sempat tak diturunkan di partai bentrok Persegres Gresik, Luis Alejandro Pena menurut Suharto sudah bisa diturnkan. “Menghadapi Persiba kita sudah bisa turunkan Pena.

Kita harap dia bisa berikan kontribusi lebih terhadap tim,” harapnya.Suharto kembali menegaskan, PSMS tetap bermain secara tim tanpa bergantung pada seorang pemain. “Saat ini kita sedang fokus angkat spirit dan moril pemain, setelah kita ditekuk di kandang 0-1 oleh Persegres. Karena itu, pada latihan tadi pagi dan sore (Kemarin, Red) kita gelar game-game yang menimbulkan ceria serta tawa pemain. Kita harap itu bias bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Suharto juga mengkritisi, kelemahan tim hingga saat ini terletak pada penguasaan bola yang kurang.

“Kita pegang bola dua-tiga kali, tapi lepas lima kali, itu bukan hal bagus. Penyelesaian akhir juga menjadi kendala kita. Termasuk pertahanan yang lemah terbukti dari kita baru memasukkan tujuh gol dan kebobolan 10 gol. Ini menjadi evaluasi penting dalam skuad yang bakal menjadi prioritas ke depan,” tuturnya. (saz)

Nadal Tersandung Kasus Pajak

PETENIS Rafel Nadal kini sedang diguncang isu tidak sedap. Petenis peringkat dua dunia ini dituduh telah menggunakan cara curang untuk memotong tagihan pajaknya secara drastis dengan menggunakan pertolongan beberapa perusahaan.

Menurut salah satu media online Spanyol, Primeran, para perusahaan itu terbentuk di Spanyol, tepatnya di region Basque. Mereka mengambil keuntungan dari hukum spesial perpajakan yang dirancang untuk menolong firma-firma lokal. Tak hanya itu, para perusahaan itu juga digunakan secara radikal untuk memotong jumlah pajak atas hak pencitraan Nadal.

Menurut salah satu media Spanyol, El Confidencial, pihak otoritas pajak Basque kini sedang mempelajari kasus tersebut. Pemerintah regional di sana tidak bisa secara langsung memberikan komentar atas kasus yang melibatkan bintang tenis Spanyol tersebut.

Juru bicara Nadal, yakni agennya, Carlos Costa mengaku mengetahui tentang adanya perusahaan Basque tersebut. Tetapi, dirinya menyatakan Nadal tidak tinggal di region Basque, karena telah pindah ke kampung halamannya di kepulauan Balearic.

“Para perusahaan yang disebutkan dan sang pemain tenis sendiri hingga kini memenuhi kewajiban pembayaran pajak mereka dengan tepat waktu,” ujar Carlos Costa, seperti dilansir dari Eurosport, Jumat (3/2).

“Sejak awal kariernya, Rafa selalu ingin mempertahankan tempat tinggalnya di Spanyol dan hal itu adalah penegasan akan komitmennya sebagai orang Spanyol, baik di luar dan di dalam lapangan,” pungkas sang agen. (net/jpnn)

Mengapa Gereja Kehilangan Kaum Muda?

TERLALU protektif, dangkal dan mengekang. Ungkapan tersebut merupakan deskripsi yang diberikan sebagian remaja Kristen untuk menggambarkan tentang iman mereka.

Hal ini lah yang menjelaskan mengapa banyak remaja Kristen khususnya di banyak negara yang menjauhkan diri dari kegiatan gereja. The Barma Group, sebuah perusahaan riset non profit mengatakan hampir 60 persen pemuda-pemudi gereja dengan rentang usia 15-29 tahun, telah meninggalkan komunitas gereja.

Kinnaman, pemimpin The Barma group menjelaskan, alasan dari menjauhnya kaum muda Kristen dari komunitas mereka adalah bukti gagalnya gereja untuk menjelaskan konsep bahwa mereka (kaum muda) ada di dalam dunia namun bukanlah bagian dari dunia ini.

Dalam wawancaranya pada acara The 700 Club yang ditayangkan pada 15 November 2011, Kinnaman memaparkan dampak yang akan dialami gereja jika mengabaikan hilangnya generasi mudanya. Fenomena ini menarik perhatian Kinnaman sehingga dia pun menulis sebuah buku yang berjudul, You Lost Me: Why Young Christian Are Leaving Church and Rethinking Faith.

Kaum muda hanya bisa mempertahankan imannya dan menjaga hidupnya tetap kudus dengan terus melakukan firman Tuhan.

Gereja harus memperhatikan kebutuhan remaja sehingga remaja tidak pergi dan meninggalkan komunitas di gereja.

Apa tanggapan pelayan/petinggi gereja mengenai hal ini?

Semua Sudah Tertulis

SEMUA itu sudah tertulis di Alkitab. Dalam 2 Timotius 3 dilukiskan tentang tanda-tanda akhir zaman. Orang-orang sudah tidak peduli lagi dengan pengajaran dan agama. Kaum muda punya keinginan sendiri, memberontak pada orangtua.

Itu tanda-tanda akhir zaman, banyak perlakuan menyimpang. Di media massa kita lihat banyak pembantaian terjadi, ada juga orangtua perkosa anak sendiri.

Baru-baru ini di Medan, polwan yang juga istri polisi malah selingkuh dengan polisi rekan kerjanya. Saat ini kita berada di gerbang akhir zaman.

Hari minggu orang tidak lagi ke gereja dan memilih bekerja. Banyak orang berbuat sesuka hatinya demi uang. Akar semua kejahatan memang cinta uang. Inilah tantangan gereja. Kita sudah melihat hal-hal seperti itu.

Meski saat ini banyak terjadi seperti itu, masih sangat banyak orang yang haus firman Tuhan dan banyak kaum muda yang berlomba-lomba dalam pelayanan.

Jadi hasil survei itu tidak bisa dijadikan kesimpulan umum yang terjadi saat ini. Tuhan tidak tinggal diam, Dia terus bekerja, Roh Kudus sedang bekerja. Di mana-mana banyak mujizat terjadi. Ingatlah, dimana banyak orang berdosa, disitu Tuhan bekerja.

Kesimpulan saya, walau ada penelitian seperti itu, Tuhan tetap menjaga anak-anaknya.

Bila menemukan masalah dan pergumulan, datanglah pada Tuhan Semua itu sudah dituliskan. (*)

Pastor Surya Kumar Pelayan di Gereja Methodist Wesley- Pelayan di Gereja Methodist Wesley

Tantangan Gereja dan Rohaniawan

PENELITIAN itu ada benarnya. Realita kehidupan seperti itu sedang terjadi di masyarakat kita. Ada kaum muda merasa tidak perlu ke gereja dan tidak butuh Tuhan lagi.

Banyak hal yang menyebabkan hal ini terjadi. Umumnya, karena orangtua kehilangan waktu membimbing anak-anaknya secara rohani. Dalam Ulangan disebutkan, orangtua harus ajarkan anaknya bagaimana cara duduk, berdiri dan sebagainya.

Di sisi lain, peran gereja dan rohaniawan tidak mampu merangkul mereka. Atau kelakuan rohaniawan yang menjadi batu sandungan. Tapi yang pasti, ini penggenapan seperti yang tertulis dalam 2Timotius 3:1-5. Ayat itu menjelaskan ciri-ciri akhir zaman. Manusia akan lebih cinta dirinya sendiri, tidak tahu berterima kasih, dan sebagainya, dan sebagainya. Dan yang paling nyata, hal ini kita lihat terjadi pada orang-orang muda.

Lihatlah kecanggihan teknologi yang tanpa batas, termasuk di dunia hiburan. Dan semua itu dialami dan dinikmati kaum muda.

Jadi, penelitian itu ada benarnya. Dan itu saat ini banyak terjadi di negara-negara Eropa. Dimana kaum mudanya bekerja, berprestasi, mapan dan berkecukpan. Jadi mereka merasa, tidak hidup dalam Tuhan juga tidak mengapa.

Inilah tantangan gereja dan rohaniawan saat ini. Hamba-hamba Tuhan harus sadari itu dan Gereja Tuhan melalui hambanya harus bisa mengantisipasi hal itu. (*)

Pdm Edison Sinurat Pelayanan di Yayasan Nathania Ministry

Nama Ivan Kolev Mencuat

PASCA Raja Isa didepak, manajemen PSMS langsung menerima banyak nama untuk jadi pelatih Ayam Kinantan. Para agen langsung mengirimkan masukan nama-nama tersebut. Di antaranya Ivan Kolev.

Salah satu agen, Hardimen Koto yang menawarkan itu kepada manajemen. Selain Ivan Vankov Kolev asal Bulgaria, Hardiman juga menawari Garry Philips dari Inggris.

Sementara itu, manajemen PSMS segera mengkaji pembayaran kontrak Raja Isa. Konon Raja Isa semestinya menerima bayaran Rp550 juta, dan manajemen sudah membayarkan uang muka kontrak sebesar 25 persen.

“Namun, jika ada data berbeda dari kawan-kawan wartawan yang menyatakan 50 persen, maka akan kita kaji lagi. Jika memang 50 persen, maka kita akan segera lunasi yang 25 persen lagi,” ungkap Nanda Ramli.

Namun, jika memang hanya 25 persen maka manajemen tinggal membayar gaji saja. “Kita akan pastikan tak ada hutang oleh manajemen. Kita akan selesaikan , jika di kontrak tertera 25 persen, maka kita tinggal terhutang gaji saja,” ujar Nanda.

Mengenai sponsor jersey Eutag, Nanda menuturkan, hal tersebut berbeda dengan kontrak Raja Isa.

“Memang kita akui Raja Isa yang membawa sponsor itu untuk kita. Namun, kontraknya memang berbeda. Dan kontrak dengan Eutag akan berakhir pada akhir musim,” tuturnya. (saz)

Pemain Persita Asal Medan Semusim tak Digaji

MEDAN- Enam pemain Persista Kabupaten Sintang Kalimantan Barat (Kalbar) yang dua di antaranya asal Medan, Usman dan Erwin serta empat lainnya dari Surabaya, mengadukan nasibnya kepada Ketua Umum Persitas Corlimas karena gaji/kontrak mereka selama satu musim kompetisi belum terbayarkan.

Melalui surat yang ditujukan kepada Corlimas yang juga merupakan Bupati Sintang tertanggal 1 Februari 2012, menurut Erwin atas nama rekan-rekannya di Medan Sabtu (4/2) mereka memperkuat Persista satu musim kompetisi Divisi Satu PSSI 2010, dengan nilai kontrak total mencapai ratusan juta rupiah.

Ironisnya setelah kompetisi berakhir, hingga kini tak sepeser pun gaji dari kontrak itu mereka terima. “Sementara manajer tim Persista Syamsul kalau ditagih hanya mengumbar janji,” kata Erwin.

Di dalam surat yang ditembuskan kepada KONI Sintang, KONI Kalbar, KONI Pusat, Pengcab PSSI Sintang, PSSI Kalbar, PSSI Pusat, PengrovPSSI Sumut dan Jatim itu, keenamnya berharap pengaduan mereka itu ditanggapi oleh Ketua Umum Persista Corlimas.

Erwin dan kawan-kawan dalam suratnya itu juga menyebutkan, seandainya dalam tempo sepekan tidak ada realisasinya mereka akan menyelesaikannya melalui jalur hukum.

“Kami selalu dijanjikan oleh manajer tim Syamsul, apabila hendak turun ke lapangan. Namun begitu usai bertanding janji itu hanya tinggal janji,” tambah Erwin Nasib Usman lebih tragis. Selain juga tak dibayar gajinya, Usman juga patah kaki selama membela Persista dan mengobati cederanya sendiridiSurayaba. Usmanmengaku sudah berulangkali menemui langsungmanajertimPersista, atau berhubungan via surat dan ponsel.

Namun tetap tak ada itikad baik. Syamsul selalu menjanjikan akan menyelesaikannya. (ful)

Berawal dari Tembok Tetangga

Galar Pandu Asmoro, Raja Panjat Tebing Asia Tenggara

Berkali-kali merajai level nasional, Galar Pandu Asmoro akhirnya menjadi runner-up dunia tahun lalu. Namun, siapa sangka, awal karir pemanjat nomor 12 dunia itu berawal dari keisengannya melubangi tembok tetangga pada 2000.

SEPTEMBER 2011 menjadi tonggak paling penting bagi perjalanan karir Galar Pandu Asmoro. Pemanjat tebing andalan Jawa Timur itu mencatatkan prestasi sangat impresif pada dua seri kejuaraan dunia.

Pada 3 September tahun lalu itu, Galar mengejutkan publik panjat tebing dunia dengan menempati posisi tiga seri world championship di Kota Xining, Tiongkok.

Galar hanya takluk dari jagoan Polandia Lukasz Swirk yang menjadi juara. Juga dari andalan tuan rumah Qixin Zhong yang berada di posisi runner-up.

Lebih mengejutkan lagi, lima hari kemu dian di seri kejuraan dunia Changzhi, Tiong kok, Galar menyentak dengan menjadi runner-up. Galar cuma tertinggal dari pemanjat tebing andalan Rusia Evgenii Vaitcekhovsk.

Pada kancah dunia, pemanjat nomor speed asal Eropa Timur se lama ini memang dikenal merajai tingkat dunia. ’’Itulah prestasi terbaik saya sampai sejauh ini,’’ ucap Galar sehabis menjalani sesi latihan sore di lapangan KONI Jawa Timur Kamis (26/1).

Galar memang masih bermimpi untuk menjadi juara dunia.

Dengan persiapan yang matang, Galar bertekad untuk mengikuti jejak dua koleganya di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Panjat Tebing Jatim, Evi Neliwati dan Abudzar Yulianto.

Keduanya pernah berada di puncak tertinggi sebagai juara dunia. Apalagi, Evi dan Abudzar merupakan pemanjat dengan spesialisasi yang sama dengan dia, yakni nomor speed classic.

Pada seri dunia di Tiongkok itu, Galar sejatinya tidak berada dalam kondisi terbaik. Pria yang akan berumur 29 itu merasa tidak dalam kondisi paling fit. Apalagi, menjelang dua seri kejuaraan tersebut, Galar hanya berlatih tiga pekan.

Di samping itu, nomor kecepatan yang dipertandingkan saat itu adalah speed world record. Dia membutuhkan adaptasi yang pan jang dengan nomor yang menjadi standar dunia tersebut.

Sebab, selama ini, sepanjang karirnya, Galar adalah spesialis nomor speed classic. Pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur, Galar berhasil menggondol tiga emas dari nomor itu. Jadi, bagi Galar, menjadi nomor satu dunia saat ini tinggal menunggu waktu.

Sebelumnya, bersaing di level dunia tidak pernah tebersit sedikit pun di benak Galar.

Saat memulai berlatih panjat tebing pada usia 17 tahun, Galar hanya ingin coba-coba. Hasratnya semakin besar saat dia bergabung dengan Tripena, kelompok pencinta alam SMA Trisila Surabaya.

Saat pulang sekolah, Galar yang selalu melewati rel kereta api dari kawasan Undaan, Surabaya, sering me mungut batu-batu kali. Galar ingat dengan tembok kosong milik tetangganya di kawasan Lebak Timur, Surabaya.

Karena keinginan besar untuk memanjat, Galar melubangi tembok nganggur tersebut dengan bor. Nah, batu-batu kali dari rel kereta itu dipasang ke tembok sebagai pegangan.

’’Waktu itu, saya berlatih gaya saya sendiri. Sepulang sekolah, istirahat sebentar, lalu manjat tem bok. Begitu terus, hampir se tiap hari,’’ kenang anak pasangan Rameli dan Khomariyah tersebut. Saat itu, Galar tidak tahu bahwa panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga yang di pertandingkan.

Pembina SMA Trisila Bambang Soedjono adalah satu seorang sosok penting pada perjalanan karir Galar. Dialah yang mengajak Galar menonton perlombaan panjat tebing untuk kali pertama di Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya pada 2001.

’’Saat itu, saya baru tahu kalau ada juga lomba panjat tebing,’’ ceritanya.

Keinginan untuk turun gelanggang se ma kin besar setelah pulang dari Ubhara. Galar resmi me mulai karir panjangnya dengan mengikuti perlombaan panjat tebing SMULA Cup di SMAN 5 Surabaya. Turun di nomor lead (kesulitan), Galar menjadi nomor satu. Kemenangan itu merupakan momen paling berkesan dan tidak bisa dilupakan hingga sekarang.

’’Padahal, itulah kejuaraan per ta ma yang saya ikuti. Kok, ternyata langsung menang. Saya gembira sekali rasanya. Temanteman di SMA langsung mengarak saya saat mendapatkan piala,’’ kata Galar, lantas tersenyum lebar.

Lepas dari SMULA Cup, sepan jang 2001 dan 2002, Galar semakin aktif berpartisipasi dalam ajang pemula di SMA dan perguruan tinggi. Selama itu pula, Galar konsisten menjadi juara. Mentok jadi runner-up. Pada tahun-tahun awal tersebut, Galar mengambil spesialisasi nomor lead.

Prestasi Galar semakin maju saat dia lolos seleksi masuk Pemu satan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim pada 2003. Oleh staff pelatih, Galar diproyeksikan pindah nomor dari lead menuju speed (kecepatan).

Tampaknya, suami pemanjat nasional Nani Sugiarti tersebut berjodoh dengan nomor speed.

Baru setahun berlatih intensif di puslatda, Galar langsung menda patkan medali perak nomor kecepatan beregu Kejuaraan Nasional Prakualifikasi PON XVI/2004. Hebatnya, pada PON 2004, Galar berhasil menggondol emas pada kategori yang sama.

Prestasi Galar itu terus konsisten hingga kejuaraan dunia 2011 dan SEA Games XXVI/2011 Palembang-Jakarta. Pada pesta Olahraga Asia Tenggara dua tahunan itu, Galar mampu memboyong dua medali emas nomor speed relay dan speed world record.

Di kawasan Asia Tenggara, Galar hampir tidak memiliki pesaing.

Rival baru bermunculan di kancah Asia, terutama dari pemanjat Tiongkok dan negaranegara pecahan Uni Soviet.

Prestasi hebat yang ditorehkan Galar itu membuatnya tercatat sebagai salah satu barisan generasi emas panjat tebing Jatim.

Sejak 2006, Jatim memang terus merajai pentas nasional.

Masuknya atlet-atlet hebat asal Sumatera Selatan, yakni Evi Neliwati, Ilmawati, Wilda Baco Ahmad, dan Nurmansyah, mem buat Jatim menjadi raja nasional hingga saat ini.

Apalagi prestasi Galar dan rekan seangkatannya, Abudzar Yulianto, terus konsisten. Dengan Galar dkk, di PON XVIII/2012 September mendatang, Jatim diprediksi tidak kesulitan meraih gelar juara umum cabor panjat tebing seperti empat tahun silam. (ainur rohman/c6/diq)

Inspirasi Besar dari Dan Osman

KARIR Galar di nomor speed cabang olahraga panjat tebing banyak terinspirasi aksi Daniel ’’Dan’’ Eugene Osman. Di ka langan pencinta dan praktisi olah raga ekstrem, pemanjat tebing kelahiran Amerika Serikat (AS) itu adalah legenda.

Osman sering melakukan aksi-aksi berbahaya. Terutama saat me manjat tebing batu curam tanpa alat pengaman.

’’Dan Osman adalah pemanjat favorit saya. Kece patan dan ke be raniannya luar biasa. Saya belajar banyak dari sosoknya,’’ kata Galar. Dia kali pertama menonton aksi Osman saat SMA.

Pemanjat spesialis speed tersebut langsung merasakan datangnya inspirasi besar. Apalagi saat dia melihat video Osman dengan teman-temannya di kelompok pencinta alam SMA Trisila, Surabaya.

’’Sejak itu, saya suka Osman. Dia memberikan sega lanya untuk panjat tebing. Dia luar biasa. Dia hidup dari panjat tebing sampai meninggal di tebing. Saya lang sung tertarik untuk menggeluti panjat tebing ketika melihat vi deo nya dulu,’’ papar Galar.

Selain karena menaklukkan tebing-tebing yang ekstrem dan curam, Osman semakin legendaris karena meninggal saat beraksi. Osman wafat pada 23 November 1998 saat berusia 35 tahun di tebing curam Leaning Tower, Yosemite National Park, California, AS.

Osman meninggal di tempat karena talinya gagal terulur saat melakukan terbang bebas dari ketinggian 700 kaki dari tebing batu yang amat curam tersebut. ’’Saya senang pada semua hal dari Osman, tetapi tidak pada kenekatannya, lho,’’ ujar Galar, lantas tertawa.

Bagi Galar, kehebatan Osman mengalahkan pemanjat yang jauh lebih populer, Alain Robert. Pemanjat yang dikenal sebagai Spiderman dari Prancis terebut memang sangat terkenal karena menaklukkan gedung-gedung paling tinggi di dunia.

’’Medan yang sudah ditakluk kan Dan Osman jauh lebih me nantang dan lebih sulit dari pa da medan Robert. Namun, sa ya mengakui, nama Robert jauh lebih populer di kalangan umum,’’ papar Galar. (nur/c12/diq)

Ya Atlet, Ya Asisten Pelatih

SELAIN menjadi atlet andalan Jawa Timur, mulai tahun ini Galar menjalani peran baru sebagai asisten pelatih nomor speed. Pengprov FPTI Jawa Timur secara informal sudah meng angkat dia.

’’SK-nya memang belum ada. Na mun, kami sudah resmi memberikan pekerjaan baru sebagai asisten pelatih kepada dia. Saya kira Galar adalah tipikal atlet yang bisa membimbing juniorjuniornya,’’ ujar Ketua Harian Pengprov FPTI Jatim Sulistyono Dwi Nugroho.

Pelatih Puslatda Panjat Tebing Jatim Ronald Novar Mamarimbing pun memuji Galar sebagai atlet yang penting bagi Jatim. Sebagai senior, selain prestasinya mentereng, Galar dianggap sebagai atlet yang bisa menjadi contoh.

’’Sikap dan perilakunya bisa menjadi panutan atlet muda kami.

Jadi, wajar kalau dia diangkat sebagai asisten pelatih kategori speed,’’ ungkap Ronald.

Penunjukan Galar sebagai asisten pelatih, tambah Ronald, me mang tidak berlebihan. Meski usianya masih 29 tahun, dia memiliki naluri kepemimpinan yang baik. Selain itu, Galar bisa mengangkat mentalitas atlet muda di lapangan.

Ronald juga menyebut Galar sebagai sosok atlet yang disiplin.

Meski sudah berada di puslatda sejak 2003, Galar tidak pernah abai menjaga makanan, istirahat, dan terus mengonsumsi vitamin.

’’Walau sosoknya terlihat agak sedikit nakal, prestasi dia yang stabil adalah buah kedisiplinan yang amat tinggi,’’ papar pria yang juga pelatih kepala pelatnas itu.

Galar mengatakan akan berusaha terus berkiprah di arena panjat tebing dalam waktu lama. Menjadi asisten pelatih tidak membuat Galar lekas-lekas pensiun.

Selain ingin berprestasi maksimal di PON XVIII/2012, Galar membidik PON 2016 sebagai pelabuhan terakhir kiprahnya di panjat tebing. (nur/c3/diq)

Cinta Bersemi dari Puslatda

GALAR amat bahagia bergabung di pemusatan latihan daerah (puslatda) panjat tebing Jatim 100/II pada 2003. Lebih bahagia lagi, ternyata dia mendapat jodoh dari arena yang membesarkan namanya itu.

Tahun pertama di puslatda, Galar langsung jatuh cinta kepada pemanjat senior, Nani Sugiarti.

Meski usia Nani lebih tua lima tahun, itu tidak menyurutkan niat Galar untuk menjalin hubungan lebih serius.

Apalagi, Nani juga nyaman berpacaran dengan Galar. Atlet perempuan kelahiran 24 Novem ber 1978 tersebut melihat Ga lar yang saat itu berusia 20 ta hun sangat dewasa dan ber sungguh-sungguh.

”Kami nyambung dan selalu saling support. Apalagi, saat itu kami sama-sama berlaga di nomor speed. Jadi banyak diskusi juga.

Kadang pernah juga beran tem karena sama-sama di puslatda.

Tapi, kami bisa menyikapinya secara positif,” kata Nani.

Setelah puas berpacaran, Galar akhirnya memper sunting Nani pada Maret 2009. Dari pernikahannya itu, lahir bayi lelaki bernama Aleandra Putro Asmoro yang se karang berusia 1,5 tahun.

Kalau dilihat dari segi prestasi, pernikahan tersebut sebetulnya ”merugikan” Nani. Sebab, atlet asal Kota Malang itu harus rela absen dari ajang SEA Games XXVI/2011. Dalam dua tahun belakangan, Nani lebih fokus memprogram memiliki anak.

Apalagi pada kehamilan perdananya, dia sempat keguguran.

Nani seakan tidak peduli meski saat itu panjat tebing baru kali pertama ditandingkan di pesta olah raga Asia Tenggara dua tahunan tersebut. Se be narnya, pencapaian Nani sedang bagusbagusnya.

Pada PON XVII/2008 Kalimantan Timur, Nani tampil memukau dengan rengkuhan tiga medali emas. Medali tersebut diraih pada nomor estafet putri, es tafet campuran, dan beregu putri. ”Sekarang saya sedang bekerja keras untuk kembali ke puncak pe nampilan menjelang PON,” ucap Nani.

Galar sendiri mengaku sangat bahagia dengan pernikahannya.

Dia tidak rikuh meski usianya lebih muda lima tahun ketimbang sang istri. Atlet asal Surabaya tersebut berusaha menepis segala masalah yang mungkin muncul akibat perbedaan itu. ”Saya tetap memposisikan diri sebagai kepala rumah tangga. Istri juga menghormati dan mengerti batasan yang ada. Yang pasti, kami di rumah tangga ini sekarang berdiri sama dan sejajar,” papar Galar disertai anggukan Nani. (nur/c14/diq)