31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 13965

DPRD Kecewa Kinerja Kepolisian

LUBUK PAKAM- Anggota DPRD Deliserdang kecewa dengan kinerja Polres Deliserdang yang terlalu cepat menetapkan status tersangka terhadap Lisnawati (19) dan Adinda Sri Rezeki (20), karyawan minimarket SPBU Petro Plus I, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam. Kekecewaan anggota dewan ini terungkap dalam rapat dengar pendapat lintas komisi (Komisi A, B dan C) di ruang Komisi B DPRD Deliserdang, Senin (30/1).

“Harusnya aparat polisi minta dulu keterangan dari masyarakat. Mengapa mereka cepat kali dijadikan tersangka, padahal mereka yang lebih dulu melaporkan pengusaha SPBU itu ke Polisi. KPK saja menetapkan orang sebagai tersangka butuh BPK untuk membuktikannya,” kata anggota DPRD Deliserdang Apoan Simanungkalit.

Apoan menilai, tidak semestinya polisi langsung menerima bulat-bulat pengakuan dari pengusaha minimarket tersebut. Dikatakannya, polisi hendaknya waspada terhadap laporan pengusaha, karena banyak pengusaha yang melakukan penindasan kepada pekerja dengan berbagai macam cara. (btr)
Anggota DPRD lainnya, Saiful Tanjung mengimbau, pemkab hendaknya segera mengambil tindakan jika memang supermarket yang ada di SPBU itu tidak memiliki izin. Kemudian Saiful meminta kepada Perwakilan Pemberdayaan Masyarakat (PMD) menindak Kades yang terlibat dalam kasus ini.(btr)

Penjaga Sekolah Tertidur, 8 Komputer Raib

BINJAI- Dalam sepekan terakhir, aksi kawanan maling marak terjadi di Kota Binjai. Seperti pada Minggu (29/1) malam lalu, kawanan maling berhasil menggasak 8 unit CPU dan 2 unit monitor dari ruang praktik komputer SMP Negeri 9 Binjai, Jalan Gunung Bendahara, Binjai Selatan.
Kejadian ini terjadi saat penjaga sekolah tertidur. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan kawanan maling untuk masuk ke ruang praktik komputer dan menggasak barang-barang yang ada di dalam.

Namun dalam aksi itu, kawanan maling tak sempat membawa semua barang-barang yang dicurinya. Mereka sempat meninggalkan tujuh unit monitor dan 3 unit CPU di samping sekolah yang berjarak 50 meter dari perladangan ubi rambat milik warga.

“Saya sudah lima tahun kerja di sekolah ini. Tapi baru tadi malam saya tertidur di ruang TU. Memang, saya sempat patroli sekitar pukul 00.00 WIB. Namun, saat saya patroli komputer itu belum hilang dan lampunya masih menyala,” ujar penjaga sekolah, Umri Nasution.
Kapolsek Binjai Selatan Kompol Kamaluddin Tarigan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. “Iya, kasus ini sudah kita tangani. Selanjutnya, kita akan memeriksa saksi untuk mencari tahu kawanan maling tersebut,” ujar Kompol Kamaluddin Tarigan.(dan)

Pemkab DS Bantah Tunggak Listrik

LUBUK PAKAM- Kepala Dinas Pengelolan Keuangan Daerah (PKD) Pemkab Deli Serdang, Hasbi membantah kalau perkantoran Pemkab Deli Serdang menunggak rekening listrik kepada PT PLN sekitar Rp3 miliar. Bahkan menurutnya, semua biaya pembayaran listrik pada 2011 lalu telah lunas.

“Saya bingung dan heran, masak ada tunggakan rekening listrik yang belum dibayarkan. Padahal saya sendiri yang mengtransfer biaya rekening listrik itu, kalau tidak kita lunasi rekening listrik itu, mana mungkin PT PLN membayarkan PPJ Rp90 miliar ke Pemkab,” jelas Hasbi saat dihubungi via ponselnya, kemarin.

Dilanjutkanya, pembayaran rekening listrik setiap bulan dilakukan pada bulan berikutnya. Hasbi bahkan bertanya tentang rekening listrik bulan kapan yang belum dilunasi menurut orang PT PLN. Soalnya, menurut pria yang memiliki rambut tipis itu, semua tunggakan listrik pada Desember sudah lunas sebelum tanggal 20.

Terpisah, Manager Cabang PT PLN Lubuk Pakam, Y P Wahyu Nugroho mengatakan, ada empat Pemkab dan Pemko yang belum membayarkan tunggakan rekening listriknya. Keempatnya, Kabupaten Serdang Bedagai Rp800 juta, Pemko Medan Rp2,1 miliar dan Pemkab Deliserdang Rp3 miliar serta Kota Binjai.(btr)

4 Rumah Karyawan PTPN IV Terbakar, Petugas Pemadam Diejek

SIANTAR- Ratusan warga Kampung Darasi Nagori Parbalokan Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun mengejek kedatangan armada pemadam kebakaran. Hal itu diakibatkan warga kesal, setelah empat rumah milik karyawan PTPN IV Kebun Marihat sudah rata dengan tanah baru armada pemadam kebakaran datang.

Insiden tersebut terjadi, Senin (30/1) sekira pukul 10.45 WIB. Beruntung, rumah yang sudah rata dengan tanah tersebut tak berakibat terhadap korban jiwa, hanya harta benda yang tak bisa diselamatkan.

Amatan di lokasi kejadian, kedatangan armada pemadam kebakaran tidak bermanfaat karena api kehadirannya saat api sudah nyaris padam. Hal itu pula yang membuat warga bersorak dan mengejek petugas pemadam kebakaran Pemkab Simalungun.   Sumber api mulai menjalar ke empat rumah tersebut bermula dari dapur rumah yang dihuni,  Tumijah (44)  yang bergandengan rumah Susi (38). Seperi diutarakan, Susi (38).

“Saya berteriak kebakaran, apinya bersumber dari rumah di sebelah saya yaitu rumah Tumijah, saat itulah saya keluar dan api terus membesar membakar rumah kami,” ujar Susi.

Sedangkan Tumijah saat berada di lokasi membantah dirinya lalai mematikan api kompor, sebab saat itu seperti biasa ditinggal setelah keadaan rumah aman. Namun, belum mengetahui pasti keterangan putrinya, Heni (22) yang saat itu belakangan ke luar rumah. Heni sendiri kerja di satu perusahaan di Kota Pematangsiantar yang jaraknya kurang lebih 10 Km.

Wakapolsek Tanah Jawa, AKP Hendrik Sinaga menegaskan Hasil keterangan saksi, sumber api dari dapur rumah Tumijah. Barang bukti kompor sudah diamankan (mag-5/smg)

Fee Penyaluran Migor Disetor ke Pemprovsu

MEDAN- Dua terdakwa penyaluran minyak goreng (migor) subsidi untuk keluarga kurang mampu di Kabupaten Batubara kembali menjalin persidangan. Pada kesempatan itu terungkap, hasil penyelewengan anggaran disalurkan ke sejumlah pejabat Pemprovsu dan penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Kedua terdakwa yang hadir yakni mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkab Batubara, Mengadar Marpaung dan Direktur UD Sahabat Sejati Sumardi.

Terdakwa tersebut disidangkan secara bersamaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Medan, Senin (30/1). Dihadapan Ketua majelis hakim, Denin Lumbantobing dan Jaksa Penuntut Umum, Netti Silaen.

Netti menyatakan, terdakwa Sumardi tidak menyalurkan migor subsidi tersebut ke 7 kecamatan di Kabupaten Batubara tak sesuai prosedur yang ada, akibatnya ditemukan kerugian negara.

Ungkapan tersebut, diakui Sumardi. Dia menyebutkan, dirinya terlibat menyalurkan migor tahap dua dan tiga. Dalam pendistribusiannya, migor seharusnya disalurkan sebanyak 261.740 liter kepada masyarakat di Kabupaten Batubara.

Tapi, dia menyebutkan, sebagai pihak ketiga dari Disperindag Kabupaten Batubara, dirinya bertugas menyalurkan migor sebanyak 50.273 liter. Hal tersebut diakibatkan harga migor dari pabrik mengalami penurunan. Sedangkan, Juli hingga Agustus harga minyak goreng di pabrik dihargai sebesar Rp11 ribu, tapi pada bulan September harganya sudah turun menjadi Rp7 ribu.

“Tujuan program penyaluran minyak goreng bermanfaat untuk menstabilkan harga, jika harga stabil tak mungkin lagi disalurkan. Karena rekanan bisa termakan harga modal sebab kami beli Rp11 ribu per liternya,” ujarnya.

Dia mengatakan, migor yang disalurkan ke warga tersebut didapatkan dari Edi Wijaya seorang pengusaha migor di Kota Medan. Sementara itu, pihaknya hanya menunggu di Kabupaten Batubara. Tapi, sistemnya dalam pengadaan migor itu, uang harus dibayarkan terlebih dahulu. Kemudian, Disperindag baru membeli migor untuk segera disalurkan.

“Saya memang ada pegang uang Rp200 juta lebih, tapi uang setiap hasil penjualan migor subsidi dibagi-bagikan ke Pemprovsu, jumlahnya sekitar Rp157 juta dan dana itu diserahkan ke Benny Samosir untuk fee ke pejabat Pemprovsu di Disperindag Sumut,” katanya.

Sementara itu terdakwa Mangadar Marpaung, mengaku harga migor bersubsdi tersebut dijual kepada warga kurang mampu sebesar Rp2.500 per liter. Migor subsidi ini disalurkan  oleh dua rekanan, pada tahap pertama yakni pada 2007 disalurkan oleh Koperasi Sawit Sejahtera dan sifatnya penunjukkan langsung tanpa melalui verifikasi.

Sedangkan untuk pembayarannya, sebutnya dibayarkan langsung oleh Pemprovsu melalui Disperindag Sumut.

“Saya tidak tahu mulainya, berarti saya ditokohi dalam pelaksanannya tidak saya, namun penandatangan tetap dilakukan. Pencairan uang juga tidak mempunyai berita acara, dokumen lain juga tidak ada tapi uangnya cair,” sebutnya yang duduk di sebelah Sumardi.

Dia juga mengakui, dirinya tidak ada menerima apapun, baik itu uang ataupun minyak goreng. Tapi, secara pribadi menitipkan uang sebesar Rp30 juta diserahkan ke Sumardi. Uang tersebut sebenarnya untuk menutupi kekurangan pembayaran uang migor.

Lebih lanjut, dia menyebutkan ada uang sebesar Rp75 juta yang diserahkan Sumardi kepadanya, dan uang tersebut sebagai fee. Tapi, uangnya sudah dikembalikan ke Sumardi.

“Saya ada memang menyerahkan uang ke penyidik jaksa sebesar Rp30 juta,” sebutnya.(rud)

Peringati Hari Gizi, Pelajar SD Minum Susu Gratis

SERGAI-  Puluhan pelajar  kelas I hingga kelas VI Sekolah Dasar (SD) Pesantren Al Washliyah di Dusun II, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah minum susu kemasan gratis bersama.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional. Susu tersebut disalurkan atas bantuan Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (Gema Shadana) Sumut dan DPC Gerindra Sergai, Senin (30/1).

Ketua DPC Gerindra Sergai, Budy SE mengatakan bantuan susu kemasan dalam upaya memperingati hari Gizi Nasional sebagai wujud untuk menindak lanjuti revolusi putih, yang dicanangkan DPP Gerindra oleh H Prabowo Subianto.

“Di dalam susu terdapat kandungan asupan protein, vitamin, dan kalsium  yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tubuh khususnya anak usia dini termasuk juga pelajar tingkat SD,” katanya didampingi, Bendahara Dedy Irwansyah SPdI dan  Wakil Ketua, Supianto.

Kepala Sekolah SD Pesantren Al Wasliyah, Fahrur Effendi SPdI menyambut positif kegiatan yang digagas anggota DPRD Sergai, Budy SE. (mag-16)
Kiranya dapat dilaksanakan rutinitas setiap tahunnya.

“Mengingat susu termasuk kebutuhan penting dalam perkembangan tubuh, seperti slogan empat sehat lima sempurna yaitu susu,” tambahnya didampingi didampingi pengajar, Taufik Akbar dan Daswatul Hikmah. (mag-16)

Satpam Tidur, Mio Digondol Maling

TEBING TINGGI-  Seorang pekerja roti Kacang di Kompleks Perumahan Citra Harapan, Jalan Sisingamangeraja, Kota Tebing Tinggi, Thio Bum Chei (52) warga Jalan Sudirman, Pajak Mini, kehilangan sepeda motor Yamaha Mio warna merah BK 6027 VAG.

Nasib naas buruh pabrik roti itu, Senin (30/1) sekira pukul 11.30 WIB. Ketika itu, korban hendak istirahat makan siang. Tiba-tiba, sepeda motor yang biasanya terparkir sudah tidak ada, padahal posisinya dalam keadaan dikunci setang.

Sementara Andi (32), security perumahan tidak mengetahui siapa yang mencuri sepeda motor milik pekerja roti kacang, dia menjelaskan banyaknya penghuni kompleks yang bebas keluar masuk, bahkan semua kenderaan dan warga lainnya juga bebas masuk ke dalam kompleks.

Begitu mendapat laporan, Polres Tebingtinggi mendapat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, terlihat kompleks perumahan dilengkapi dengan CCTV, hanya saja CCTV rusak.  (mag-3)

Taman Hutan Kota jadi Tempat Mesum

TEBING TINGGI- Pembangunan Taman Hutan Kota yang menghabiskan biaya sebesar Rp3,5 miliar tak terurus dan malam hari dijadikan lokasi pacaran hingga berbuat mesum. Hal itu diakibatkan taman tersebut dan dijaga oleh petugas taman.

Amatan wartawan, Senin (30/1) taman yang telah selesai dibangun tersebut, pada proses pengerjaannya di pagari seng sekeliling lokasi oleh kontraktornya. Tapi, beberapa minggu lalu, seng pagar telah dibuka sehingga bangunan jadi jelas terbuka.

“Kondisinya jadi rentan rusak, dan dijadikan tempat mejeng muda-mudi, hal itu akibat taman tersebut tidak ada penjaganya,” kata warga di sekitar lokasi taman, Hasan Damanik.

Dia menyebutkan, bila malam Kamis dan Minggu, banyak remaja datang berpasang-pasangan masuk ke dalam taman tanpa ada larangan.
Kadis Kebersihan dan Pertamanan Pemko Tebing Tinggi, Syaiful Fahri mengatakan proses pembangunan taman hutan kota tidak pernah dikoordinasikan ke Pemko Tebing Tinggi. Bahkan, saat bangunan selesai belum ada serah terima dari Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Sumut  ke Pemko Tebingtinggi. (mag-3)

Tertangkap Judi, Warga Minta Kepala Desa Mundur

SERGAI- Pasca digrebek polisi terkait lokasi perjudian di Desa Pematang Cermai, Minggu (29/1) kamarin. Polisi menemukan kepala desa tersebut ikut dalam permainan judi. Hal tersebut membuat warga berang.

Seperti diutarakan,  tokoh masyarakat di desa tersebut,  Munanilpa S Pd kepada Sumut Pos, Senin (30/1). Dia mengatakan warga sudah lama menginginkan Kepala Desa Pematang Cermai yang dijabat, Gokar Silalahi agar segera mengundurkan diri, karena dinilai gagal membangun desa. Selain ikut ditangkap dalam penggrebekan judi, ada anggaran dana desa (ADD) tidak jelas penggunaannya.

Minan menyebukan, sebelumnya warga sudah marah kepada kepala desa dan sempat merusak fasilitas kantor. Hal itu diakibatkan pengadaan lampu jalan yang sampai sekarang belum rampung.

Ungkapan itu, didengar warga lainnya dan meminta kepala desa tersebut segera di pecat, karena belum tuntas masalah anggaran dana desa (ADD) pada tahun 2010 dan 2011 yang tidak mampu di pertanggungjawabkannya.

Kepada Sumut Pos, Golkar Silalahi saat menjalani pemeriksaan di Polsek Tanjung Beringin mengatakan dirinya akan segera mengambil langkah, jika sudah tidak ada lagi masalah di kepolisian, dirinya akan mengumpulkan warga desanya, dan semua keputusan nanti ada di tangan warga.
“Saya siap menerima apa yang di inginkan warga, mengundurkan diri juga saya siap,” ungkapnya.

Bupati Serdang Bedagai H.T Erry Nuradi ketika diminta tanggapannya di Aula Sultan Serdang menegaskan, Pemkab Sergai menyerahkan persoalan tersebut ke penegak hukum, jika warga tidak menginginkan Golkar Silalahi menjadi kepala desa, sebaiknya kepala desa mengambil sikap, karena intinya kepala desa dipilih oleh warga.

Saat disinggung mengenai masalah ADD, Erry menyatakan, hal tersebut akan ditindak lanjuti Inspektorat dan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMD) untuk memprosesnya. (mag-16)

Formasi Raja Isa Lucu

MEDAN- Dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni PSMS di ISL, hanya tujuh gol yang bisa diusahakan. Tentu itu bukan catatan membanggakan. Posisi striker di PSMS pun disorot. Bahkan mungkin saja posisi pelatih turut jadi sorotan, karena PSMS juga baru satu kali menang.

Dari tujuh gol itu, hanya dua gol yang tercipta dari kaki striker Osas Saha. Sisanya dua dari second striker Zulkarnain, dan masing-masing satu dari second striker Arie Supriatna, gelandang serang Luis Alejandro Pena dan bek Sasa Zecevic.

Namun jika hal itu ditanyakan kepada pelatih Raja Isa, pelatih asal Malaysia itu dengan entengnya selalu menyalahkan pemain. Dia selalu bilang skuadnya minim pengalaman.

Raja isa saat ini memfokuskan diri untuk menghadapi empat laga tandang yang bakal dilakoni. Ia berpendapat, hal ini pastinya sangat membutuhkan kondisi fisik pemain yang prima. “Mereka harus menjaga kondisi tubuh serta gizi. Pemai bola tak perlu datang ke mall, karena itu akan menghabiskan banyak energi,” ungkapnya, Senin (30/1).

Namun, menanggapi paceklik gol di skuadnya, eks pelatih Persipura Jayapura ini juga tak menampik penyelesaian akhir yang sangat buruk kerap diperagakan pemain. “Dari peluang yang terus kita dapatkan di sepanjang pertandingan yang sudah kita lalui. Harusnya dari tujuh pertandingan kita sudah bisa mengoleksi 20 gol,” tuturnya.

Lalu adakah upaya menambah striker?  “Jika kemampuan dana kita memadai, kita perlu striker tambahan. Namun, itu buka wewenang saya selaku pelatih. Saya hanya melatih pemain yang ada. Tapi jika saya diberikan kesempatan dan dana memang ada, saya akan memilih striker yang tepat untuk PSMS,” ujarnya.

Tapi, saat ditanya tipikal striker seperti apa sebenarnya diperlukan PSMS, Raja Isa tak melanjutkan tanggapannya.
Menurut striker andalan PSMS Mervelius Ikpefua Osas Saha, sebagai seorang striker ia hanya bisa mengikuti instruksi pelatih. Namun, ia tak menampik formasi dan strategi yang dibangun pelatih PSMS Raja Isa sangat lucu. “Kenapa kita selalu menerapkan satu striker di depan, itu sangat lucu. Dan di dunia mana pun tak ada yang seperti itu,” katanya.

Namun, Saha juga mengakui formasi saat ini juga merupakan formasi terbaik yang diterapkan Raja Isa. “Tapi hal ini pula yang menyebabkan kontribusi bola tak dapat dimaksimalkan. Tak sedikit pula assist yang saya berikan tak mampu diselesaikan dengan baik. Jika anda terus menyaksikan pertandingan PSMS, anda pasti tahu berapa kali umpan saya tak dimanfaatkan dengan baik,” tandasnya. (saz)