Home Blog Page 13980

Akibat Utang, Iversen Banting Stir ke Sepak Bola

MALANG benar nasib mantang bintang NBA  Allen Iverson. MVP NBA tahun 2001 ini dikabarkan harus membayar utang perhiasan yang diperkirakan  lebih dari US $ 850.000.

Iverson yang saat ini tidak memperkuat tim manapun sempat dispekulasikan akan bermain di liga bola basket Puerto Rico dan Venezuela untuk membayar utang tersebut. Bahkan baru-baru ini muncul lagi spekulasi bahwa Iverson akan beralih menjadi seorang pemain sepakbola.

Dikabarkan Iverson akan memperkuat The Rochester Labcers yang berlaga di MISL (Major Indoor Soccer League). Bekas bintang Philadelphia 76ers tersebut akan bermain di dua pertandingan kandang terakhir Rochester. Iverson akan di gaji US $ 20.000 per game.

Bahkan Iverson akan mendapatkan bonus US $ 5.000 jika mencetak gol. Belum lagi bonus jika memenangi pertandingan dan bonus penjualan merchandise.
“Allen Iverson adalah salah satu atlet terkemuka sekarang ini,” ujar Rich Randall, Wakil Presiden Lancers Rochester. “Dengan keatletisannya dan kelaparannya dalam bermain, saya pikir dia sangat cocok dengan tim dan fans kami untuk mebawa kita ke play-off,” ungkapnya. (net/jpnn)

SSB Karisma Target Semifinal

MEDAN- SSB Karisma menargetkan lolos babak semifinal pada turnamen AMPI Cup I 2012 KU-15 dan KU-12 yang berlangsung di Lapangan Martubung Medan Labuhan Senin (27/2) mendatang.

“Kita tetap menerapkan latihan tiga kali seminggu,” tutur Paino, Pelatih SSB Karisma kepada wartawan usai latihan di Lapangan SSB Karisma Jalan Veteran Medan Helvetia, Rabu (22/2).

Paino mengaku akan menerapkan formasi pertandingan dengan memperkuat lini pertahanan.
“Pemain KU-15 ini harus bangkit dan tampil bangus menghadapi lawan-lawannya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Sumitro, Pelatih Kepala SSB Karisma. Dalam turnamen AMPI Cup I 2012 ini mereka tidak memiliki target banyak. “Target kami cuma lolos semifinal saja,” katanya.  Ini mengulang kesuksesan SSB Karisma di turnamen KU-15 Kebun Bunga tahun 2010 silam.
Menjelang pertandingan ini Sumitro berharap kepada orangtua pemain agar memberikan semangat kepada anak-anaknya yang akan bermain.(mag-10)

Diterpa Akumulasi Kartu

Jelang PSMS vs Persela Lamongan

MEDAN- Pertandingan antara PSMS kontra Persela Lamongan pada laga lanjutan kompetisi ISL, yang sempat ditunda pada 29 Januari lalu akan kembali digelar pada 28 Februari mendatang.

Hukuman kartu merah yang diterima stopper PSMS Novi Handriawan dan akumulasi kartu kuning yang diterima gelandang PSMS Luis Pena saat bentrok Arema Indonesia 22 Januari lalu, juga bakal diberlakukan kembali.

Menghadapi dua pemain yang bakal absen, pelatih PSMS Suharto AD menuturkan, untuk menggantikan Pena masih banyak pemain yang bisa mengisi posisi tersebut. “Karena pemain cadangan berposisi gelandang kita banyak. Nah, yang minim adalah untuk mengganti posisi Novi,” tuturnya, Rabu (22/2).

Ia mengaku akan menyeleksi tiga pemain untuk menempati posisi Novi. “Kita hanya punya Ledi Utomo, Ramadhan Saputra dan Eko Prasetyo. Kita akan cari yang bisa padu untuk tandem Sasa Zecevic di stoper,” tambah Suharto.

Mengenai tiga laga yang bakal dilakoni mulai 28 Februari mendatang, Suharto menuturkan akan membawa lebih banyak pemain dari biasanya. “Kita bawa 20 orang pemain. Karena kita akan bertanding tiga kali, selain melawan Persela, pada 3 Maret kita meladeni Deltras Sidoarjo dan 7 Maret kita ke Persidafon Dafonsoro,” paparnya.

“Karena itu, kita butuh pemain lebih banyak untuk mengantisipasi lamanya pertandingan away yang bakal kita lakoni. Juga untuk menjaga recovery pemain,” tambah Suharto.

Menghadapi laga away kontra Persela, Suharto mengaku akan semakin mematangkan tingkat mental bertanding. “Memadukan kerjasama tim menjadi perhatian khusus jelang tiga laga away ini,” ujarnya.

“Besok (hari ini, Red) kita akan melakukan dua kali sesi latihan, pagi dan sore. Hal ini untuk menyiapkan kondisi pemain dalam performa terbaiknya menghadapi tiga laga kandang nanti,” tandasnya.(saz)

Terdakwa Erwin Akui Keterangan Saksi

Sidang Pembunuhan Teller Bank BRI

MEDAN-Sidang lanjutan perkara perampokan dan pembunuhan teller BRI Syariah Jalan S Parman Medan, Sri Wahyuni Simangungsong kembali digelar di PN Medan, Rabu (22/2).

Sidang menghadirkan terdakwa Briptu Erwin Panjaitan, anggota Sabhara Polresta Medan ini, dua orang saksi anggota kepolisian Polresta Medan Briptu Al Fatah dan Ranto Siburian.

Dalam keterangannya dihadapan Ketua Majelis hakim Muhammad Nuh, saksi Briptu Al Fatih mencurigai SMS korban (Sri Wahyuni), kalau dirinya berada di rumah sakit menemani temannya yang berobat.

Mendengarkan keterangan saksi Al Fatih, terdakwa Erwin Panjaitan membenarkan seluruh keterangan saksi dan tidak keberatan atas keterangan saksi. (rud)

37 Calon Pemain PSDS Jr Tejaring

LUBUKPAKAM- Sebanyak 51 pemain PSDS Junior (Jr) yang lulus seleksi tahap sebelumnya kembali menjalani seleksi lanjutan, kemarin (22/2). Hasilnya ada 37 pemain yang terjaring.

Rencananya menejemen PSDS Jr akan menjaring 24 pemain yang bakal dimainkan untuk menghadapi Piala Suratin 15 Maret mendatang. Seleksi berlangsung di Stadion Baharoeddin Siregar Lubukpakam.

Pelatih PSDS Nasib Iwan didampingi asistennya Susanto, Agusjuma dan pelatih kiper Surya Darma mengatakan, selain teknik bermain materi seleksi juga terdiri dari aneka game.

Game ini berdurasi sekitar 30 menit. Saat bermain game, tim pelatih PSDS Jr mengamati pergerakan peserta seleksi.
Nasib Iwan mengatakan, 37 pemain PSDS Jr yang lolos ini nantinya akan mengikuti tes fisik yang akan diadakan, Jumat (24/2) dan Sabtu (25/2) mendatang di Lapangan PU Komplek Kantor Bupati Deliserdang.

Rencananya materi tes meliputi daya tahan tubuh ketika lari  15 menit. “Pemain yang mempunyai daya tahan kuat, mampu mengitari lapangan sepakbola 15 putaran per 15 menit, maka dia yang akan lulus seleksi,” kata Nasib Iwan.

Selain tes lari sambung Nasib Iwan ada juga tes pengukuran kecepatan saat bermain bola, serta tes daya lentur tubuh.
“Nah, saya ingatkan agar peserta seleksi menjaga kondisi fisik. Jangan begadang serta jaga asupan gizi selama mengikuti seleksi,” sarannya. (btr)

Tabungan Martabe Bertabur hadiah

Gebyar penarikan undian Tabungan Martabe periode II tahun 2011 dilaksanakan secara meriah di lima wilayah di Sumatera Utara. Total hadiah yang diperebutkan sebanyak satu unit grand prize Toyota Fortuner, lima unit Toyota Avanza, 24 unit Honda Scoopy, dan 195 unit TV LCD.

Penarikan undian dibagi ke dalam lima wilayah, di mana masing-masing wilayah nasabah berpeluang mendapatkan hadiah utama yaitu satu unit Toyota Avanza. Sedangkan hadiah grand prize berupa satu unit Toyota Fortuner berpeluang diraih oleh nasabah di keseluruhan wilayah.

Untuk Wilayah I meliputi (Kantor Cabang (KC) Utama, KC Medan Iskandar Muda, KC Sukaramai, KC Jakarta, KC Melawai, KC Kampung Lalang, KC Tembung, KC Simpang Kuala, beserta unit-unit di bawahnya), penarikan undian Tabungan Martabe dilaksanakan pada 13 Februari 2012 di pelataran Plaza Medan Fair. Sekaligus merupakan puncak penarikan undian grand prize Tabungan Martabe berhadiah 1 unit Toyota Fortuner.

Sebelumnya, telah dilakukan penarikan undian Tabungan Martabe di Wilayah II (meliputi KC Lubuk Pakam, KC Tebing Tinggi, KC Binjai, KC Sei Rampah, dan KC Stabat serta unit-unit kantor di bawahnya). Kegiatan dipusatkan di Lapangan Bola Pangkalan Susu pada 2 Februari 2012; Wilayah III (meliputi KC Tanjungbalai, KC Pematangsiantar, KC Kisaran, dan KC Rantauprapat besreta unit-unit di bawahnya) dipusatkan Restoran Sari laut Tanjung Balai pada 30 Januari 2012; Wilayah IV (KC Tarutung, KC Balige, KC Dolok Sanggul, KC Pangururan, KC Kabanjahe dan KC Sidikanag beserta unit-unit di bawahnya di pusatkan di aula gereja Dolok Sanggul pada 26 Januari 2012; dan Wilayah V (meliputi KC Padangsidempuan, KC Sibolga, KC Gunung Sitoli, KC Gunung Tua, KC Panyabungan dan KC Teluk Dalam beserta unit dibawahnya) dipusatkan di GOR Defna Teluk Dalam pada 6 Februari 2012.  Nah, siapakah pemegang rekening yang beruntung meraih Toyota Fortuner, Toyota Avanza dan Honda Scoopy. (*)

Pemko Medan Dikalahkah (Spirit Parhobas) Humbahas

Oleh:
Jonson BS Rajagukguk SSos SE MAP

Judul tulisan ini agak provokatif memang, tetapi ada tujuan yang sangat mulia dan sekaligus sebuah permenungan bagi kita semua. Sudah pasti semua orang atau instansi maupun organisasi bisnis selalu berlomba untuk menjadi yang terunggul dan terbaik (the best player). Para motivator ulung selalu memberikan arahan bagaimana yang terbaik dengan cara bekerja keras dan mau belajar dari kesalahan.

Ketika sebuah harian terbitan Medan beberapa waktu lalu merilis, Pemerintah Kabupaten Humbahas menjadi yang terbaik dalam penyelenggeraan otonomi tingkat Provinsi Sumatera Utara, sebagai warga Kota Medan saya langsung bertanya-tanya, mengapa Pemko Medan dikalahkan Kabupaten Humbang Hasundutan?

Setidaknya ini menjadi cambuk bagi Pemko Medan agar ke depan bisa lebih berprestasi dengan meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Pemko Medan sebagai pusat segala aktivitas di Sumut seharusnya meraih juara pertama penyelenggaraan otonomi daerah. Kota Medan punya modal dasar menjadi is the best dalam praktik otonomi daerah.
Gagalnya Pemko Medan meraih yang terbaik dalam praktik otonomi daerah harus menjadi bahan evaluasi postif untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

Seharusnya publikasi indeks pelayanan publik Kota Medan yang sangat buruk bisa menjadi pelajaran bagi kota terbesar ketiga di negara ini.
Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Direktur Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan Ombudsman RI- dengan kesimpulan Indeks Pelayanan Publik di Sumut terus mengalami penurunan sejak dua tahun terakhir. Bahkan, khusus Kota Medan komitmen dan pengawasan pejabatnya sangat rendah untuk memperbaiki pelayanan publik. Penurunan ini disebabkan dua faktor utama, yakni rendahnya komitmen pejabat dan minimnya pengawasan di lapangan. Indikator KPK adalah evaluasi supervisi pelayanan publik yang diselenggarakan KPK di Medan, indeks pelayanan publiknya masih berada di atas angka 5.

Saat ini indeks yang mencerminkan integritas layanan publik di kota Medan hanya 3,66. Posisi ini bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan kota Bandar Lampung dan Jayapura dengan masing-masing indeks lima dan empat.

Terlepas daripada itu, sebuah sinyal positif datang dari tanah Batak tatkala pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) berhasil meraih peringkat pertama penyelengeraan otonomi daerah di Sumatera Utara. Sebagai orang Batak Toba tentu ada kebanggaan bagi saya, pemda yang mayoritas orang Batak Toba mampu menyelenggerakan pemerintahan yang baik (good governance) untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Saya secara khusus bukan mau mempersempit otonomi dengan konsep etnisitas, tetapi berpikir positif bahwa jiwa parhobas (pelayan) benar-benar ditransformasikan dalam konteks berpemerintahan yang bagus.

Tampilnya Humbang Hasundutan sebagai yang terbaik dalam penyelenggeraan otonomi daerah di Sumatera Utara memang bukanlah kejutan. Beberapa tahun terakhir ini dalam setiap penerimaan CPNS di Humbahas relatif bersih dengan tidak adanya isu. Bahkan, perankingan sangat jelas dan kerjasama dengan USU untuk lebih mudah mengontrol proses seleksi merupakan bukti bahwa Pemkab Humbahas sangat seriu membangun tatanan pemerintahan berbasis tata keloloa yang bagus (good governance). Prestasi ini merupakan angin segar dari daerah bona pasogit orang Batak Toba dimana jiwa parhobas mulai diresapi oleh pemerintahan.

Kalau kita analisis, tidak ada alasan bagi Pemko Medan untuk kalah dengan Humbang Hasundutan. Ada beberapa hal yang menjadi modal dasar utama Pemko Medan dalam menyabet juara pertama atau peringkat pertama otonomi tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Pertama, ketersediaan SDM yang lebih bagus. Bukan rahasia umum lagi SDM di lingkungan Pemko Medan pasti lebih unggul. Semua PNS selalu berlomba ke pusat kota. Berbagai cara dilakukan agar bisa pindah ke Pemko Medan. Kemudian mutu SDM PNS didukung oleh akses penddikan yang sangat dekat. Medan adalah pusat pendidikan (center of education) di Sumatera Utara. Dari berbagai daerah selalu datang ke Kota Medan untuk mengambil S2. Tentu perputaran informasi sangat tinggi di Kota Medan. Kita tidak tahu mengapa SDM dengan kapasitas yang bagus ini tidak bisa diberdayakan oleh Pemko Medan dalam pembangunan pemerintahan yang berjiwa pelayan.

Kedua, dukungan potensi pendapatan asli daerah yang sangat besar. Jumlah PAD Kota Medan sangat besar. Dukungan finansial ini tentu membuat format pemerintahan akan sangat bagus. Sementara kendala pengembangan SDM di daerah pelosok Sumut dikarenakan dukungan finansial yang minim. Pemko Medan dengan dukungan finanasial yang sangat mendukung seharusnya bisa menjadi yang terunggul di Sumatera Utara. Seharusnya PAD yang besar signifikan dalam pengembangan kapasitas pemerintahan atau penguatan pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang prima.

Ketiga, dukungan tingkat pendidikan masyarakat. Masyarakat yang cerdas tentu bisa mengontrol pemerintahan untuk berjalan pada rel yang benar. Semakin cerdas masyarakat maka pemerintahan semakin mudah untuk diawasi. Perbandingan level pendidikan antara masyarakat kota Medan dan Humbahas sangatlah jauh. Bahkan angka buta huruf lebih tinggi di Humbahas daripada Kota Medan. Masyarakat yang kritis tentu tergambar dari SDM. Semakin tinggi level pendidikan masyarakat maka semakin kritis pula terhadap i bentuk praktik penyelewengan kekuasaan (abused of power).

Keempat, Kota Medan adalah kota pusat bisnis (business center), industri yang merupakan perlintasan dari berbagai komponen. Tentu ini bisa dimanfaatkan untuk membangun kota Medan yang lebih bagus dalam hal tata kelola pemerintahan (clean government). Makin tinggi aktivitas dan mobilitas sebuah kota secara bersamaan menuntut untuk berbenah diri. Sebab, sebagai kota yang merupakan pusat bisnis, industri, dan jasa sangat menjanjikan secara finansial.

Masih banyak keunggulan dan nilai plus yang dimiliki oleh Pemko Medan untuk bisa keluar sebagai peringkat pertama dalam penyelenggeraan otonomi daerah di Sumatera Utara. Kita tidak tahu mengapa sumber daya dan modal dasar itu tidak dioptimalkan agar penyelenggeraan otonomi daerah mengacu pada Kota Medan.

Mengingat hakikat otonomi daerah percepatan pembangunan dan juga melembagakan nilai kearifan lokal, sudah saatnya semua pemda untuk berbenah dan mengevaluasi sejauh mana mampu melaksanakan otonomi daerah dalam konteks yang tepat.

Humbahas membuktikan dengan dukungan APBD yang sangat minim mampu menjadi yang terbaik di Sumut. Sementara banyak daerah yang PAD nya sangat tinggi seperti Pemko Medan, Kabuten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Serdang Bedagai tidak mampu mengungguli Humbahas. Selamat kepada Kabupaten Humbahas karena mampu menerapkan praktik otonomi daerah yang terbaik tahun ini di Sumatera Utara.

Mungkin Humbahas sudah menyadari sepenuhnya bahwa kehadiran mereka adalah sebagai parhobas yang harus melayani masyarakat. Layaknya parhobas dalam budaya orang Batak Toba selalu mengutamakan kepentingan orang banyak. Sekali lagi, spirit keunggulan yang datang dari Humbahas merupakan peringatan bagi Pemko Medan dan pemerintah lainnya untuk terus berbenah. Energi positif perlu ditarik dari political will Humbahas dalam mempraktikkan otonomi daerah yang tepat, terlepas dari kekurangan Pemkab Humbahas belakanga ini.(*)

Penulis adalah Dosen STIE -STMIK IBBI Medan/Direktur Eksekutif ELSANEK
(Lembaga Studi dan Advokasi Negara Kesejahteraan)

Terjun Payung Dimulai

MEDAN- Latihan terjun payung yang akan dilakukan Komando Cadangan Militer Strategi Angkatan Darat (Kostrad), rencananya akan dimulai hari ini (Kamis  23/2).

Itu diketahui dari pertemuan antara Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen AY Nasution, ketika bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (22/2).

Latihan terjun payung tersebut, akan digelar di enam lokasi antara lain, Medan, Deliserdang, Serdang Bedagai, Langkat dan Binjai.
Pada kesempatan itu, AY  Nasution menjelaskan, latihan yang akan dilaksanakan itu terdiri atas Terjun Penyegaran Statik dan Terjun Bebas Militer (TBM), serta latihan Raid dan Pembebasan Tawanan dengan melibatkan sekitar 1000 personel.

“Pelaksanaan latihan dimulai mulai tanggal 23 sampai 28 Februari 2012 mendatang. Kami mengharapkan dukungan doa dari segenap masyarakat Sumut agar latihan dapat berjalan lancar dan selamat,” ujar AY Nasution.

Diterangkannya lagi, latihan jungar TBM yang dilanjutkan latihan raider dan pembebasan tawanan dilaksanakan pada tanggal 24, 26 dan 28 Februari 2012 di Lapangan Adolina Perbaungan Kabupaten Sergai, kemudian di Stadion Teladan Medan serta Lapangan Amir Hamzah Stabat, Langkat.

Sedangkan untuk latihan Terjun Statis dilaksanakan secara terus menerus selama enam hari, dari tanggal 23, 24, 25, 26, 27 dan 28 Februari 2012 di Kualanamu dan Hamparan Perak, Deliserdang serta Namu Sira-Sira, Langkat.

“Saya berterimakasih karena Kualanamu dijadikan lokasi latihan terjun, dengan demikian banyak mata akan tertuju ke Kualanamu sehingga diharapkan mendapat perhatian untuk mendorong percepatan pembangunan Bandara Kualanamu,” ujar Gatot pada kesempatan yang juga dihadiri Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, Bupati Serdang Bedagai, HT Erry Nuradi dan Asisten Ekonomi Pembangunan Provsu Djaili Azwar. (ari/rud)

Parkir Sembarangan

081920123xxx

Jalan Gatot Subroto simpang Gang Ban-dung setiap hari macet karena mobil toko material parkir sembarangan. Mohon ditertibkan, terima kasih.

Kami Teruskan

Terima kasih informasinya, laporan ini kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Medan untuk ditindaklanjuti.

Budi Hariyono
Kabag Humas Pemko Medan

Jangan hanya Lips Service

Harus kita akui, kondisi perparkiran di Kota Medan sangat memprihatinkan dan terkesan amburadul. Jeleknya pengelolaan perparkiran di Kota Medan, sudah semakin parah, hal  ini sering dijumpai di sepanjang jalan di inti Kota Medan. Bahkan parahnya, rambu-rambu dilarang parkir pun tidak dipatuhi, ditambah lagi dengan Juru Parkir (Jukir) yang tidak resmi mendominasi tempat-tempat parkir yang menjadi lahan empuk. Belum lagi trotoar yang seharusnya tempat lalu lalang pejalan kaki pun ikut dijadikan lahan parkir, sehingga para pejalan kaki merasa tidak nyaman dan kehilangan haknya menggunakan trotoar.

Kita harap Wali Kota Medan dapat mengevaluasi kinerja petugas terkait meng-   ingat program Pemko Medan dalam peningkatan pelayanan publik yang sudah disosialisasikan tidak menjadi lips service belaka. Terima kasih.

Ilhamsyah
Ketua Komisi A DPRD Kota Medan

Meteor Jatuh di Pesisir Sergai

SERGAI- Penampakan fenomena jatuhnya  meteor terjadi Selasa (21/2) malam, sekira pukul 20.00 WIB. Peristiwa itu sontak menghebohkan warga pesisir Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Hebohnya warga diakibatkan penampakan cahaya sebesar gelas berwarna warni dari arah selatan menuju barat laut, yang berlangsung hampir mencapai 15 detik, sehingga banyak warga yang menyaksikannya.

Pengepul ikan, Fery(35) warga Dusun I, Desa Sentang, Kecamatan Teluk Mengkudu menuturkan, saat meteor itu melintas, dirinya sedang mandi dan melihat cahaya meteor warna warni sebesar gelas berjalan lambat dari arah selatan dan menghilang ke arah barat laut, tepatnya di perairan Sentang.

“Seumur-umur baru kali ini saya melihat pemandangan meteor jatuh sebesar itu dengan waktu yang terbilang lama,” imbuh Fery, Rabu (22/2).
Hal senada diungkapkan Reza (50) warga Dusun II, Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu. Dia melihat batu meteor jatuh saat berada di halaman rumah yang tak jauh dari lokasi pantai bersama para tetangganya.

“Meteor itu jatuh tak jauh dari halaman rumah saya, sekitar 500 meter dari bibir pantai dan langsung menghilang dengan mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Mudah-mudahan fenomena apapun itu kiranya menjadi pertanda baik,” terangnya. (mag-16)