PT Liga Indonesia Gelar Evalusi Pertama
JAKARTA-PT Liga Indonesia (LI) akhirnya menggelar evaluasi pertama untuk musim kompetisi 2011-2012 di Jakarta, Selasa (31/1) malam lalu. Secara keseluruhan, Kompetisi Indonesia Super League dan Divisi Utama dinilai masih berjalan sesuai harapan.
Pada agenda awal evaluasi, CEO PT LI Joko Driyono, menyoroti sisi fair play pertandingan. Menurut dia, dari indikator fair Play berdasar statistik pertandingan yang ada, pihaknya menilai fairness masih berada di bawah titik nilai rawan.
Dengan hasil evaluasi 75 pertandingan ISL dan 56 pertandingan Divisi Utama, didapatkan nilai indikator yang berada dalam toleransi,” katanya kepada para wartawan.
Perhitungan itu didapatkan dari presentase jumlah kemenangan tuan rumah dalam laga kandang, kemenangan tim tamu pada laga tandang, dan draw. Hasilnya, ada 56 persen kemenangan tuan rumah, 20 persen kemenangan tim yang melakoni tandang, dan 23 persen draw.
Nilai tersebut masih belum mengkhawatirkan karena berada di bawah 70 persen. Jika prosentase kemenangan tim tuan rumah mencapai 70 persene atau lebih, maka ke-fair play-an perlu dipertanyakan karena disinyalir ada permainan yang menguntungkan tim tuan rumah.
Kendati dinilai berjalan baik, bukan berarti kompetisi, khususnya ISL tidak memiliki kendala. Dari catatan PT LI, kendala yang muncul adalah di sisi keterlaksanaan pertandingan dan perwasitan. Sampai Senin (30/1), seharusnya sudah terlaksana 79 peratndingan, tapi, empat pertandingan batal dilaksanakan karena masalah perizininan dan kondisi lapangan.
Beberapa pertandingan tersebut adalah Persija Jakarta lawan Mitra Kukar dan Persisam Samarinda, Persela Lamongan melawan PSMS Medan, Persiram Raja Ampat kontra Persiba Balikpapan.
Untuk masalah wasit, PT LI mulai bertindak tegas. Dari evaluasi yang dilakukan kepada 10 wasit dan 12 asisten wasit, PT LI mengistirahatkan lima wasit dan tiga asisten wasit. Alasannya, partai yang mereka pimpin menyisakan masalah karena ada protes keras yang dilancarkan oleh tim yang bertanding.
Beberapa pertandingan yang diprotes keras antara lain Persiwa Wamena lawan Persiba Balikpapan (5/12), Sriwijaya FC lawan Persija (18/12), Persiba lawan Persisam (12/1), dan Arema v PSMS (22/1).
Sayang, saat ditanya lebih jauh mengenai siapa saja nama-nama wasit yang dievaluasi dan diistirahatkan, Joko enggan menyebutkan. Dia menilai masalah itu menjadi ruang penilaian tiga instruktur wasit Purwanto, Jaka Mulyono, dan Jimmy Napitupulu.
Terpisah, Jimmy yang coba dikonfirmasi perihal pengisitirahatan wasit juga bungkam. Dia menegaskan jika tak bisa mengumumkan nama-nama wasit yang diistirahatkan karena langkah itu tidak dibenarkan dalam kode etik korps baju hitam.
Menurut wasit berlisensi FIFA itu, wasit baru boleh diumumkan namanya ke depan publik jika melakukan pelanggaran yang bersifat kriminal seperti terbukti menerima suap. Tapi, kesalahan kali ini dianggap oleh instruktur wasit sebagai kesalahan teknis.
“Lebih kepada bagaimana mereka menilai atau kurang cakap di lapangan. Ini yang membuat kami mengistirahatkan mereka,” tuturnya.
Sebagai pengganti wasit yang mendapat sanksi dan diistirahatkan tersebut, PT LI akan melakukan penggantian dengan wasit dari Divisi Utama yang dianggap mampu. Sejauh ini, lanjut Jimmy, pihaknya telah mengantongi nama-nama yang akan menggantikan.
“Nanti ada empat wasit dan satu asisten wasit untuk mengganti yang disitirahatkan. Kami hanya ambil wasit saja dari Divisi Utama, kalau asisten kami masih memiliki stok banyak,” ujarnya. (aam/jpnn)