32 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 13985

Sumut Unggulkan Atletik Putri

MEDAN- Sumatera Utara masih mengunggulkan aletik putri dalam Kejurnas antar PPLP yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat, Juni 2012 nanti.
Atletik putri itu adalah Putri Aulia kategori nomor sprint 200 meter, Agustina Mardika Damanik kategori sprint 100 meter dan Elvi Alvriani kategori nomor jalan cepat.

“Kalau di kejurnas tahun 2011 kemarin kita hanya bertumpu pada Putri Aulia saja. Tapi, tahun 2012 ini ada tiga putri yang dipastikan dapat menggondol medali emas,” bilang Mardi Lestari pelatih Sprint PPLP Sumut saat di sela-sela latihan di Lintasan Sprint PPLP Sumut Jalan Sekolah Pembangunan/Sunggal Medan, Kamis (25/1).

Mardi menyutkan, masih ada juga beberapa pelajar putra yang masih bisa dihandalkan dalam kejurnas ini nantinya, seperti Wahyudi di nomor lempar cakram dan Abdul Hafiz di nomor lempar lembing.

“Kedua pelajar putra ini kita bisa handalkan dalam meraih medali perak. Pasalnya, mereka cukup mempunyai kemampuan juga,” ungkapnya
Untuk itu, Mardi berharap kepada anak-anak pelajar putri dan putra cabor atletik yang berada di PPLP Sumut untuk seirus menjalani latihan dan jangan bermalas-malas.

Saat ini ada pelajar Sumut yang cabang olahraga atletik yang berada di PPLP Sumut Mereka adalah Sadar Pardamean, Arif Hanafi, Ari Sanjaya, Aswin,  Wahyudi dan Abdul Hafiz.

Kemudian atletik putri yakni Yolanda Teresia,  Winda Sari Waruwu, Dinda Pramaya, Putri Aulia, Agustina Mardika Damanik, Tetti Suastri, Alvi Alvriani dan Nurika.(omi)

Laga Duo PSMS Ditunda

PSMS ISL Dapat Ganti Rugi

MEDAN-PT Liga Indonesia (LI) resmi menunda laga lanjutan kompetisi ISL antara PSMS kontra tuan rumah Persela Lamongan yang seyogianya digelar di Stadion Gelora Surajaya, Minggu (29/1) mendatang. Laga PSMS IPL juga ditunda. Seharusnya Sabtu (28/1) mereka akan berlaga kontra Persibo Bojonegoro. Laga kembali diundur hingga Minggu (29/1) mendatang.

Kabar tersebut didapat seorang manajemen PSMS Henny dari PT LPIS Kamis (26/1) siang. “Kita menerima pemberitahuan tersebut melalui surat elektrik (email) kemarin siang,” ujarnya.

Perubahan jadwal di tersebut merupakan yang kesekian kalinya diterima PSMS IPL. Setelah sebelumnya laga tandang kontra Persema Malang ditunda dari Sabtu (21/1) Januari menjadi Senin (23/1) lalu, karena disebutkan akan ditayangkan langsung. Namun, kabar yang berhembus, kurang kondusifnya internal di panpel Persema membuat siaran langsung tersebut akhirnya dibatalkan.

Sementara kubu PSMS ISL, sudah bertolak ke Medan Kamis (26/1) sore. Dari Surabaya ke Jakarta sekira pukul 14.30 WIB dan dari Jakarta ke Medan pukul 19.00 WIB.

PT LI menunda laga ini karena Stadion Gelora Surajaya tak memenuhi syarat kelayakan untuk dilaksanakannya pertandingan. Ditambah, beberapa stadion alternatif yang disarankan untuk menggelar pertandingan tak mendapat izin dari manajemen masing-masing stadion.

Hal ini dikabarkan PT LI ke manajemen PSMS melalui fax pada Rabu (25/1) malam. “Beberapa stadion alternatif tak kunjung mendapat ijin dari manajemen pemilik stadion. Itu isi pemberitahuan dari BLI melalui faximili,” ungkap Sekretaris  Tim PSMS kemarin.

Adapun stadion yang tak diperbolehkan digunakan untuk menghelat pertandingan Persela bentrok PSMS yakni Stadion Petrokimia kandang Gresik United. Begitu juga terhadap stadion alternatif lainnya di Stadion Manahan kandang Persis Solo, karena akan dipakai untuk menghelat pertandingan Persis di kompetisi Divisi Utama PSSI.

Sementara di Stadion Mojokerto kandang PS Mojokerto Putra yang diusulkan Persela juga ditolak PT LI. Pasalnya, stadion tersebut tak memiliki lampu. Laga away keempat bagi PSMS ini akan berlangsung malam dan disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi nasional. Maka, mustahil stadion itu dapat digunakan untuk menggelar pertandingan tersebut.

Atas penundaan laga tersebut, akhirnya PSMS mengajukan mengklaim ganti rugi terhadap PT LI. Klaim tersebut mencakup biaya transportasi dan penginapan selama berada di Surabaya, dan PT LI menyatakan menyanggupi hal tersebut.
Sementara, pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, hari ini (27/1) skuad PSMS akan kembali menggelar latihan di Stadion Teladan. (saz)

Beto Pasang Tiga Penyerang

Pro Duta vS Persikota

LUBUK PAKAM- Laga lanjutan Divisi Utama PSSI kembali bergulir antara Pro Duta FC Deli Serdang ditantang Persikota Tangerang di Stadion Baharoeddin Siregar Lubuk Pakam, Jumat (27/1) sore.

Pada laga kali ini, Pro Duta bakal tampil full team. Dan pelatih Pro Duta Roberto Bianchi, bakal memanfaatkan tiga pemain depannya, Abdelhadi Lakkaad, Gozali Muharam, Dan Arif Sajali.

“Saya akan satukan tiga penyerang di depan. Dengan adanya Lakkaad di barisan depan tentunya daya gedor skuad semakin bagus,” ungkap Beto, sapan akrab Roberto Bianchi, Kamis (26/1).

Pada laga sebelumnya, barisan depan Pro Duta memiliki masalah dalam penyelesaian. Banyak peluang tercipta, tapi gagal menuai gol oleh penyerang-penyerang muda Pro Duta. Namun, kali ini dengan tampilnya Lakaad, lini depan tim berjuluk Kuda Pegasus ini semakin tajam.

Dari dua laga tandang yang menghasilkan point penuh, gol kemenagan diciptakan oleh pemain tengah. Meski demikian, penampilan lini depan Pro Duta memang cukup baik. Mereka bisa membuka ruang bagi lini kedua untuk mencetak gol. “Pada laga ini kami tetap akan memprioritaskan nilai penuh. Dan tidak mau kehilangan poin. Kita harus menjaga posisi kami di klasemen,” tutur Beto.

Di barisan belakang, Beto menempatkan Toni Soldevilla untuk mengamankan gawang. Pemain yang sarat pengalaman itu akan menjaga barisan belakang tim dengan Suyatno, Hardian dan Majid. Laga-laga sebelumnya, Pro Duta tampil tanpa Toni, namun lini belakang Pro Duta cukup tangguh untuk mengamankan gawang mereka yang belum ada kebobolan hingga saat ini.

Ditambah kehadiran Toni, maka lini belakang akan lebih kokoh lagi. Pemain Persikota harus bekerja ekstra keras membobol gawang Yudha Hananta yang juga tampil apik di pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Di tengah Beto akan tetap menggunakan duet Faisal dan Xavi. “Saya tetap mengandalkan Faisal dan Xavi di tengah, karena jika Toni, Faisal dan Xavi di tengah tentunya akan kokoh tapi tak kreatif. Jadi saya mau lakukan explorasi. Saya punya pilihan untuk ini,” katanya.

Sementara itu, tim tamu Persikota memboyong pemain 17 orang. Yang terdiri dari pemain senior dan pemain muda. “Coach Agus Suryanto pada pertandingan ini akan melakukan kombinasi antara pemain muda dan senior. Karena beberapa pemain inti kita tidak bisa tampil,” ungkap pelatih fisik Persikota Suwanda.

Chairul Anamn, yang merupakan satu diantara pemain kunci Persikota tak bisa tampil karena akumulasi kartu. Dan Uyung pemain lainnya sedang mengalami cedera lengan dan beberapa pemain lainnya juga dalam keadaan cedera.

Pada laga sebelumnya Persikota harus takluk pada Lhokseumawe dan pada laga ini Suwanda yang hadir mengatakan, sang pelatih kepala mengincar angka penuh. “Walau main di laga away, kita tetap menargetkan point penuh. Pro Duta bukan tim yang mudah ditaklukkan, tapi coach sudah siapkan strategi untuk itu,” tambahnya.

“Di Tangerang cuaca juga panas, pastilah pemain bisa beradaptasi,”  tutur Suwanda. (saz)

14 Rumah Elit Dibongkar

Terbukti Melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB)

MEDAN-Tim terpadu Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan membongkar 14 unit bangunan berlantai dua di Jalan Jangka, Kelurahan Sei Putih Barat I, Medan Petisah, Rabu (25/1) siang.

Menurut Kabid Pemanfataan dan Tata Ruang Dinas TRTB Medan, Ali Tohar pembongkaran dilakukan karena bangunan yang akan dijadikan perumahan elit itu terbukti melanggar garis sepadan bangunan (GSB).

Terungkapnya kasus itu setelah seo rang warga Br Pangaribuan, yang tinggal di sebelah bangunan perumahan itu, melayangkan pengaduan ke Dinas TRTB.

Dalam pengaduannya, Br Pangaribuan keberatan karena bangunan perumahan itu dibangun persis di sebelah rumahnya dan tidak menyisakan jarak sedikit pun.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, bangunan perumahan itu terbukti melanggar GSB sekitar 1,5 meter dari batas tanah dengan panjang lebih kurang 100 meter. Pemilik bangunan sudah disurati untuk membongkar sendiri bangunan yang melanggar peraturan tersebut,” kata Ali Tohar.
Walau sudah tiga kali diberi surat peringatan, namun pemilik bangunan tak juga mengindahkannya. Akibatnya, pegawai Dinas TRTB Medan membongkar langsung bangunan dibantu personel Satpol PP, Polsekta dan Koramil setempat.

“Sebelum melakukan pembongkaran tim melakukan pengukuran ulang. Tiba-tiba datang seorang pria yang mengaku pengawas bangunan minta kepada Dinas TRTB untuk menunda pembongkaran. Dia berjanji akan membongkar sendiri bangunan yang melanggar GSB tersebut,” jelasnya.

Menurut Ali Tohar, permintaan tersebut langsung ditolak. “Kami hari ini (kemarin) melaksanakan tugas untuk melakukan pembongkaran. Sebab, kita sudah tiga kali memberi surat peringatan namun tidak ditanggapi. Jadi permintaaan saudara tidak dapat kami penuhi,” tegas Ali Tohar.
Ke depan, katanya, Dinas TRTB Medan meminta dibuatkan surat pernyataan untuk membongkar sendiri bangunannya dalam waktu 3×24 jam sejak surat pernyataan di atas materai itu ditandatanganinya.

Selain itu bangunan yang sudah dibongkar tidak diperkenankan dibangun kembali.

“Kita akan terus mengawasinya. Jika surat pernyataan itu tak dilaksanakan dan bangunan yang kita bongkar dibangun kembali, kita pasti datang untuk melakukan pembongkaran kembali,” cetusnya.(adl)

Dugaan Tanda Tangan Palsu Surat PAW Kader Demokrat Medan

Ketua FPD: Tanda Tangan Surat Itu Asli

MEDAN-Fraksi Demokrat DPRD Kota Medan sudah melihat dan mengklarifikasi kepada Pjs Sekretaris DPC Partai Demokrat Medan, Bangun Tampubolon dan Pjs Ketua DPC Demokrat Medan, Sutan Batugana bahwa surat perihal Penggantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Medan, Hj Halimatusakdiyah kepada penggantinya  Ir Yahya Payungan Lubis  asli.

“Itu sudah saya lihat dan mengklarifikasinya bahwa surat tersebut asli ditandatanganioleh Pjs Ketua DPC Demokrat Medan, Sutan Batugana. Jadi tak ada pemalsuan,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan, Heri Zulkarnain, Rabu (25/1).
Dijelaskaannya, Pjs Ketua DPC Demokrat Medan.

Sutan Batugana sudah menyetujui untuk PAW anggota DPRD Medan Hj Halimatusakdiyah yang meninggal dunia pada 10 Januari 2012 lalu, dengan pengganti Ir Yahya Payungan Lubis.

“Tak ada masalah, karena meninggal dunia. Jadi Fraksi Demokrat sudah mendukung agar secepatnya dilakukan pergantian terhadap almarhum Hj Halimatusakdiyah,” jelasnya.

Diharapkan Heri, seluruh unsur pimpinan DPRD Kota Medan menpercepat pengurusan pergantian.

Sementara Ketua DPRD Medan, Amiruddin tidak mengetahui mengenai surat tersebut. “Jika pun ada dan surat itu beredar, saya akan langsung mempertanyakannya ke Pak Sutan terkait kebenarannya. Tetapi, PAW sepenuhnya merupakan wewenang dari DPC,” bebernya.
Sementara Wali Kota Medan, Rahudman Harahap juga belum menerima surat PAW anggota DPRD Medan dari Almarhum Hj Halimatusakdiyah kepada Ir Yahya Payungan Lubis. Seharusnya, tembusan surat dari DPC harus sampai kepadanya sebagai kepala daerah. (adl/ari)

Tender Gedung DPRD Awal Februari, Kantor Sementara Belum Juga Ada

MEDAN-Proses tender pembangunan gedung baru DPRD Medan segera dibuka awal bulan depan. “Pengumuman bisa berlangsung sampai du minggu,” kata Kepala Dinas Perkim Medan, Iriadi Irawadi, kepada wartawan, Rabu (25/1).

Menurutnya, gedung yang akan dibangun sesuai dengan detail enginering desain (DED) delapan lantai dengan anggaran keseluruhan Rp89 miliar,” ujar Iriadi.

Apa saja fasilitas yang akan dibangun? Iriadi menyebutkan fasilitasnya tentu untuk menunjang kinerja anggota dewan.
“Tidak ada fasilitas kesenangan seperti yang ada di gedung DPRD Sumut, yakni ruang fitness.

Sesuai dengan DED yang sudah dibuat oleh konsultan perencana, yang pasti gedung delapan lantai ada ruang konferensi, ruang kerja masing-masing juga ruang rapat. Selain itu juga ke bawah tiga lantai itu untuk parkir,” jelasnya.

Iriadi menyebutkan, Perkim Medan sama sekali tidak ada menampung anggaran yang dialokasikan untuk gedung sementara anggota dewan.
Sementara itu Wakil Ketua Fraksi Patriot Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Medan, Bangkit Sitepu meminta Wali Kota Medan untuk menunda pelaksanaan pembangunan gedung DPRD Medan hingga 2014 mendatang. Pasalnya, hingga kini belum ada bangunan pengganti sementara yang tepat.
“Selagi belum ada bangunan pengganti, Wali Kota Medan harus menunda pembangunan gedung DPRD Medan,” kata politisi Partai Patriot Medan itu, Rabu (25/1).

Dia beralasan, hingga kini belum ada bangunan pengganti sementara untuk gedung DPRD Medan. Dari beberapa gedung yang ditawarkan belum ada kecocokan, seperti gedung Bank Sumut akan berdampak kepada operasional bank milik Pemprovsu tersebut, kemudian di Paladium Plaza sangat tidak sesuai karena bisa menyulitkan warga menyampaikan aspirasinya. Selain itu juga Deli Plaza dan gedung PT PN IV.

Untuk itu, dia menyarankan Wali Kota Medan sebaiknya membatalkan anggaran Rp90 miliar untuk pembangunan gedung DPRD Medan dan dialihkan ke pembangunan terminal di wilayah Medan bagian selatan, khususnya di Jalan Jamin Ginting, Medan. Sisanya, masih bisa disalurkan ke sejumlah pembangunan infrastruktur jalan dan drainase serta perbaikan lampu jalan.

Dia menambahkan, gedung DPRD Medan yang sekarang masih layak digunakan, hanya saja ada persoalan kamar mandinya perlu perbaikan. Ke depan, Wali Kota Medan memerintahkan Sekwan DPRD Medan untuk segera memperbaikinya.

“Kalau hanya perbaikan kamar mandi, saya rasa di bawah Rp200 juta, sehingga bisa menghemat anggaran miliaran rupiah,” ujarnya.

Bangkit membandingkan dengan kondisi infrastruktur di Kota Medan masih membutuhkan anggaran yang besar, sedangkan gedung DPRD Medan masih layak digunakan. Sebaiknya, Wali Kota Medan lebih memikirkan pembanguna infrastruktur untuk masyarakat banyak. “Jadi dari penghematan anggaran yang miliaran itu, bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur di sejumlah ruas jalan di Kota Medan,” tegasnya.

Wakil Ketua BKD DPRD Kota Medan ini menyatakan jika tetap dilaksanakan pembangunan gedung DPRD Medan, tentunya sangat menyakiti masyarakat banyak khususnya di wilayah Medan bagian selatan yang sangat membutuhkan kehadiran terminal. Selama ini, angkutan yang masuk ke Kota Medan dari Tanah Karo dan Nangroe Aceh Darussalam (NAD) harus memutar jauh masuk ke terminal Pinang Baris dan dampaknya menimbulkan biaya yang lebih tinggi.

“Kemudian di beberapa wilayah di Kota Medan sudah banyak titik kemacetan. Jadi buat apa membangunan gedung DPRD Medan, jika infrastruktur tidak baik,” sebutnya. (ril/adl)

Wali Kota Seser Penjual Unggas di Jalan Bintang

MEDAN-Dinas Pertanian, Perternakan dan Kelautan (Distanla) melakukan penyemprotan desinfektan di pusat perdagangan unggas dan burung yang ada di Kota Medan, Kamis (26/1), untuk mengantisipasi penyebaran flu burung.

Untuk hari pertama dilakukan di pusat jual beli burung di Jalan Bintang langsung dipimpin Wali Kota Medan Rahudman Harahap.
“Ini sebagai langkah pencegahan sekaligus imbauan kepada masyarakat terutama para pedagang bahaya flu burung. Pemko Medan siap jika ada laporan dari masyarakat,” kata Rahudman, di sela-sela penyemprotan.

Rahudman sempat masuk ke sebuah toko dan memeriksa hingga ke bagian belakang toko. Rahudman menilai bahwa pedagang telah menerapkan kebersihan yang baik.

“Ternyata mereka menerapkan prinsip kebersihan, mulai dari membersihkan kandang sampai pemberian makanannya,” ujar Rahudman.
Kadistanla Kota Medan, Wahid menambahkan jajarannya secara teratur memantau pusat-pusat perdagangan burung dan unggas.

Sebagai langkah pencegahan, Distanla membagi-bagikan cairan desinfektan gratis kepada setiap kecamatan. “Setiap kecamatan mendapatkan jatah satu liter desinfektan dengan rasio penggunaan untuk penyemprotan lima mililiter per  satu liter air,” cetusnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) Distanla drh Dewi Nainggolan menjelaskan kalau peralihan cuaca dari musim hujan ke musim kemarau perlu diwaspadai. Sebab pada saat peralihan ini peluang penyebaran virus flu burung semakin besar.

“Oleh sebab itu, untuk memperkecil risiko sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus dilakukan penyemprotan desinfektan. Sebagai komitmen terhadap upaya pencegahan, Distanla Medan membentuk satuan tugas (satgas) atau tim pemantau flu burung.  Tim ini dinamakan participant disease surveilance disease (PDSR),” ungkapnya.

Pedagang unggas yang ditemui wartawan mengatakan kalau setiap harinya terus melakukan perawatan terhadap unggas yang dijualnya.
“Perawatan yang kita berikan dimulai dari kebersihan kandang sampai unggas. Kalau ada temuan unggas yang sakit kami langsung membawanya ke dokter hewan yang ada di sekitar sini,” jelas Asiong, pedagang yang mengaku sudah 15 tahun menjadi penjual unggas di Jalan Bintang.

“Kepedulian Pemko terhadap pencegahan virus flu burung sangat disambut baik pedagang unggas. Karena selain melaukan perawatan penyemprotan desinfektan juga perlu agar tidak terjangkit ke unggas lain dan manusia,” pungkasnya.(adl)

Jauhkan Generasi Muda dari Narkoba

Sosialisasi Laskar Merah Putih untuk Pelajar

MEDAN-Forum Bersama Markas Cabang Laskar Merah Putih Kota Medan menginginkan generasi muda bersih dari narkoba. Sebagai langkah yang diambil, Laskar Merah Putih Kota Medan melakukan penyuluhan narkoba untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Medan yang berlangsung di Aula Masjid Taqwa Jalan Demak Medan, Kamis (26/1).

Ketua Laskar Merah Putih Kota Medan, Mangatas Siagian dalam sambutannya mengaku, kegiatan penyuluhan yang mengambil tema say no to drugs ini, dilakukan dalam wujud memberikan pemahaman kepada siswa akan dampak dan bahaya dari narkoba.

“Siswa merupakan generasi bangsa, komponen penting dalam kemajuan sebuah negara. Demi mewujudkan hal itu dibutuhkan generasi yang bersih dari narkoba, sehingga kegiatan ini mampu memberikan pemahaman kepada pelajar dalam menjauhi narkoba,” kata Mangatas.

Hal senada disampaikan Bendahara Laskar Merah Putih Kota Medan, Jhonny Nadeak. Dirinya berharap para siswa tidak mudah terjebak narkoba lewat iming-imig dan rayuan teman yang lain.  “Kepada para siswa untuk lebih menjaga pergaulannya dan jangan mudah dirayu oleh teman yang lain untuk mengkonsumsi narkoba, karena kita ketahui bahwa narkoba memberikan dampak yang negatif terhadap perkembangan generasi muda,” ujarnya saat akan menutup resmi kegiatan penyuluhan narkoba itu.

Penasehat Laskar Merah Putih Amrudy mengaku akan terus mendukung kegiatan  yang bernilai positif. Salah satunya,  penyuluhan mengenai narkoba. “Kalau tidak peduli dari sekarang tentang masa depan generasi muda, mau kapan lagi tumbuh generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa?. Laskar Merah Putih akan terus meningkatkan dan mengobati penyakit narkoba dengan melaksanakan kegiatan penyuluhan secara berkesinambungan,”serunya.
Dalam acara penyuluhan narkoba itu hadir tiga pemateri, yakni Winda Kustiawan, Abdul Hakimn Batubara MA, dan Kompol Tuti Herawati mewakili Direktorat Narkoba Polda Sumut.

Acara yang dihadiri lebih dari 500 siswa-siswi itu mendapatkan apresiasi yang cukup besar dari Kepala SMP Muhammadiyah 01, Paiman Spd.
“Sesuai moto sekolah kita yakni berjuang terhadap narkoba dan berlomba dalam mengejar prestasi lewat akademik. Diharapkan kegiatan seperti ini akan terus berkesinambungan dalam menciptakan siswa yang terjauh dari narkoba seraya memiliki kepribadian yang berahlak mulia,” pungkasnya.(*/uma)

RS Tembakau Deli Cagar Budaya

Rumah Sakit Tembakau Deli sudah dijual per 1 Januari 2012 lalu. Apa tanggapan anggota dewan? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut, Pos Ari Sisworo dengan anggota Komisi E DPRD Sumut, Richard Eddy M Lingga.

Apa pendapat Anda tentang penjualan RS Tembakau Deli?

Berdasarkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi C DPRD Sumut dengan Pihak PTPN II, dengan tegas Komisi C meminta PTPN II untuk tidak menjual atau mengalihkan fungsi rumah sakit tersebut. Pasalnya, keberadaan sarana pelayanan kesehatan itu sangat dibutuhkan masyarakat. Kami meminta RS Tembakau Deli itu tidak dialihfungsikan apalagi dijual untuk kepentingan lain. Rumah sakit itu sangat dibutuhkan masyarakat Sumut.

Apakah realistis penjualan RS Tembakau Deli atas dasar untuk membayar utang?

Jika alasan PTPN II yang dalam menjual RS Tembakau Deli tersebut hanya untuk membayar utang sangat disayangkan. Sebab untuk membayar utang sebenarnya masih ada aset lain yang dimiliki PTPN II dan bisa dijual ketimbang menjual rumah sakit tersebut. Jadi kalau mau bayar utang, jual saja aset yang lain. Kenapa harus rumah sakit yang dibutuhkan masyarakat dan akan mengorbankan karyawannya itu dijual.

Kenapa RS Tembakau Deli dipertahankan?

RS Tembakau Deli itu merupakan bangunan tua yang memiliki nilai sejarah dan tergolong cagar budaya. Sehingga keberadaannya harus dijaga. Kami tidak mau setelah RS Tembakau Deli itu dijual, bangunan bersejarah itu akan musnah. Kemana karyawan-karyawan PTPN II harus berobat? Ini yang harus dipikirkan pihak PTPN II. Meskipun katanya akan dibangun klinik, untuk menggantikan RS Tembakau Deli  apa cukup dengan begitu banyaknya karyawan PTPN II. Ini harus menjadi perhatian PTPN II.(*)

Lagi, Ruko Terbakar

MEDAN-Api kembali menghanguskan satu rumah toko (ruko) di Jalan Sutomo, Medan Timur, Kamis (26/1) siang. Api diduga berasal dari lantai IV ruko milik Halim Jafar (60), yang di jadikan sebagai agen pelumas dan elpiji oleh PT PT Pola Raya Jaya Sakti. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta.

Informasi yang dihimpun Sumut Pos di lokasi, api terlihat pertama kali di lantai IV. Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik. Api langsung membesar sehingga karyawan serta pemilik ruko panik. Dengan alat seadanya, sejumlah karyawan langsung memadamkan api.

Petugas Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan menerjunkan tiga unit armada untuk memadamkan api di ruko tersebut.
Karyawan ruko, Sipon (42) menuturkan saat dia hendak naik dia melihat asap hitam sudah mengepul. Spontan dia berteriak.
“Saya baru pulang dari pasar, saya naik dan melihat sudah ada asap. Ya saya teriak,”ucapnya.

Personel Polsekta Medan Timur yang mengetahui kejadian itu menurunkan personel dan melakukan olah TKP di lokasi kebakaran. Polisi juga mengamankan satu unit AC yang diduga menjadi penyebab kebakaran.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Timur AKP Ridwan mengatakan masih melakukan penyelidikan. (gus)