23 C
Medan
Saturday, January 24, 2026
Home Blog Page 13997

Diculik lalu Dianiaya

MEDAN-Dituduh mencuri harta tetangga, Syaiful Bahri (43) warga Jalan Eka Rasmi Gang Eka Rasmi 4, Kelurahan Gedung Johor Medan Johor diculik lima orang tak dikenak (OTK). Syaiful dibawa kabur pelaku dengan menggunakan mobil Avanza lalu disiksa di tengah-tengah hutan Dairi. Untungnya penarik becak bermotor (betor) ini berhasil kabur. Kasus ini telah dilaporkan korban ke Polresta Medan, Kamis (12/1) kemarin.

Awal kisah penculikkan yang dialaminya Syaiful saat ia keluar dari rumah untuk menarik betor nya, Rabu (11/1) pagi sekitar pukul 06.30 WIB. Seorang pria kemudian menghampiri Syaiful meminta untuk diantarkan ke Kebun Binatang di Simalingkar. ” Kemudian dia meminta diturunkan di sebuah warung dekat kebun binatang,lalu saya memberhentikannya,” kata Syaiful saat membuat laporan ke Polresta Medan.

Tak lama kemudian,sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi BK 1163 RI, berhenti tepat di warung, Syaiful dan penumpangnya berada.  “Kulihat empat orang turun dari mobil itu lalu mendatangiku,dan penumpang yang bersamaku memintaku menggembok becaku untuk masuk ke dalam mobil, ternyata penumpang saya itu kawanan empat orang di dalam mobil Avanza itu, “ kata Syaiful.

Dengan rasa takut Syaiful mengikuti perintah OTK itu. “Sambil menjalankan mobilnya mereka menuduh saya mencuri empat HP, dua laptop dan dua sepeda motor milik tetangga saya bernama Sri. Tuduhan itu kata mereka berdasarkan petunjuk delapan dukun bahwa saya pelakunya. Karen saya tidak mencuri saya tidak mengakuinya,” ketus korban.

Singkat cerita mereka tiba di Dairi. Syaiful kemudian digiring ke dalam hutan. Di tengah-tengah hutan itu, Syaiful dicekik, disepaki hingga diancam ditembak. Hingga akhirnya Syaiful berhasil kabur dari sekapan lalu melapor ke Polresta Medan. (gus)

Merampok di Taput Didor di Tangerang

JAKARTA- Pelarian John Tamba, tersangka perampokan bersenjata di Sumatera Utara berakhir di tangan Resmob Polda Metro Jawa, Jumat (13/1) dinihari kemarin. John Tamba yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Poldasu ini merupakan aktor baku tembak di Jalan Sibolga-Tarutung Km 19, Desa Dolok Nauli, Dusun Lobu Pining, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, awal Desember lalu, antara kawanan perampok dengan pihak kepolisian.

Dari Tapanuli Utara, John Tamba melarikan diri ke Jakarta. Tepatnya di Tangerang, John Tamba membentuk basecamp di sebuah rumah. “Keterangan sementara, sebagian ada yang sudah melakukan berulang kali kejahatannya. Dan salah satu pelakunya, yang merupakan kaptennya, John Tamba berusaha kabur, dia pernah baku tembak dengan polisi Sumatera Utara,” papar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono, Jumat (13/1).

John Tamba dkk dibekuk di Jalan Mohamad Husni Thamrin, Kebon Nanas, Tangerang pada Jumat (13/1) pukul 01.30 WIB. John Tamba ditembak kakinya oleh aparat kepolisian saat berusaha kabur dari kepungan aparat. Selain John Tamba, polisi juga membekuk lima pelaku lainnya yakni PS(31), JS (37), BP (21), AT alias Kopral (36) dan TS (37).
“Sasaran mereka adalah pabrik, perkantoran, dan selalu mencari brankas. Sebelum membuka brankas, pelaku selalu mengancam korban dengan senjata yang dibawanya,” ungkap Gatot.

Pelaku juga selalu melumpuhkan terlebih dulu petugas keamanan yang menjaga, seperti mengikat tangannya, ditembak, ataupun ditusuk dengan senjata tajam. Aksi komplotan ini, diakui Gatot, cukup sulit terlacak. (bbs/jpnn)

Untuk Menyelesaikan Konflik Tanah DPD RI Bentuk Pansus Agraria

MEDAN- Ketua Tim RUU Pertanahan DPD RI Rahmat Shah menilai, bahwa negara tidak akan bangkrut bila memberikan dan mengembalikan tanah yang sejatinya milik dan hak rakyat. Seharusnya solusi permasalahan pertanahan adalah masalah yang sangat sederhana.

Hal ini diungkapkan Rahmat Shah ketika memimpin kelompok anggota DPD RI dari Provinsi Riau, Lampung, NTT dan Papua, saat menerima perwakilan dari Sekretariat Bersama Pemulihan Hak-hak Rakyat Indonesia.

Yakni, tergabung dalam sebuah aliansi dari kurang lebih 100 organisasi petani, buruh, masyarakat adat, perempuan, pemuda-mahasiswa, perangkat pemerintahan Desa dan NGO se-Indonesia. Pertemuan anggota DPD RI dengan perwakilan Sekretariat Bersama ini berlangsung di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta (12/01).

Dikatakan anggota DPD RI asal pemilihan Sumut ini, DPD RI sendiri jauh sebelum eskalasi demonstrasi masyarakat menuntut hak-hak mereka akhir-akhir ini, telah mempersiapkan pembentukan Panitia Khusus Agraria (Pansus Agraria DPD RI). “Pansus ini diharapkan secepatnya dapat bekerja untuk menjadi bagian dari solusi masalah pertanahan dan agraria di Indonesia,” bilang Rahmat.

Dikatakan Rahmat, DPD RI memahami kesulitan dan penderitaan yang dirasakan masyarakat akibat pola kebijaksanaan pertanahan yang tidak pro rakyat dan dimanfaatkan oleh sebahagian oknum dan segelintir pemegang kekuasaan untuk mencari kekayaan di atas penderitaan rakyat.

Oleh karena itu, DPD RI mendukung penuh upaya Reformasi Agraria yang seharusnya mencakup kepada reformasi peraturan dan perundangan, reformasi kelembagaan serta reformasi mental dan moral para pejabat penyelenggara negara dan pemegang amanah rakyat.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmat merupakan pihak yang pertama kali menandatangani dukungan Lembaga Perwakilan Daerah untuk tujuan-tujuan yang diharapkan masyarakat.

Selanjutnya, Rahmat mengingatkan bahwa sorotan luar negeri atas keberhasilan suatu negara adalah keberhasilan pemerintah negara tersebut menyelesaikan dan mengelola permasalahan-permasalahan pertanahan yang ada. “Ini berarti, bahwa bukan berarti di negara lain tidak ada permasalahan pertanahan, hanya saja, kasus dan masalah pertanahan di negara lain, umumnya dapat diselesaikan secara tuntas dalam waktu yang tidak begitu lama, bisa dalam hitungan minggu,” kata Rahmat.

Dalam hal ini Rahmat mencontohkan lambat dan berlarut-larutnya penyelesaian pengembalian hak rakyat atas tanah dalam kasus tanah eks HGU PTPN II yang telah berlangsung sejak tahun 2002 hingga sekarang.

Namun dengan minimnya moral para pemegang kekuasaan dan kewenangan dalam permasalahan ini, yang terjadi adalah berlarut-larutnya permasalahan hak masyarakat. Pada akhirnya, kondisi ini mengakibatkan jatuhnya korban yang tidak sedikit dan berpotensi memecah  belah bangsa.

Di tengah bangkitnya kesadaran dan perlawanan masyarakat di seluruh Indonesia untuk menuntut hak-hak mereka sejak awal Januari 2012 lalu , DPD RI tetap mengimbau masyarakat agar dalam seluruh aksi perjuangan tidak mengedepankan anarkisme dan kekerasan.

Dan sebaliknya, pihak keamanan (Kepolisian RI) dihimbau agar tetap dapat menjaga profesionalisme dan kenetralan mereka.  DPD RI menekankan agar tidak ada aparat negara  dari kesatuan manapun yang dapat dibeli oleh kelompok tertentu untuk kepentingan mereka. Kepolisian RI adalah milik masyarakat, untuk itu mereka harus bekerja untuk kepentingan masyarakat. (*/ila)

Jaga Kesehatan dengan Donor Darah

MEDAN- Dalam menjaga kesehatan tubuh, donor darah menjadi solusi penting dalam hal tersebut. Begitulah kata Wakil Ketua PMI Provinsi Sumatera Utara dr Horas Rajagukguk SpB FInaCS.
“Dengan mendonorkan darah berarti mengencerkan darah. Khususnya masyarakat yang mengonsumsi ikan, daging, sehingga tidak merasa kepala pening, darah tinggi dan sebagainya. Darah yang encer dapat masuk melalui pembuluh darah otak.

Sebaliknya, kalau darah kental, sirkulasi darah menjadi tersendat. Inilah salah satu manfaat dari donor darah,” katanya, Rabu (11/1).
Menurutnya, dengan mendonor darah masyarakat secara tidak langsung juga memeriksa kesehatannya. “Dengan rutin melakukan donor darah, berarti secara rutin pula dia memeriksa kesehatannya. Karena setiap akan melakukan donor darah, pasti akan diperiksa kesehatannya terlebih dahulu. Secara hipotesa, kolesterol dan asam urat akan turun,” ujarnya.

Diterangkan Horas, kegiatan donor darah juga merupakan kegiatan sosial dan amal, dimana tindakan ini merupakan kegiatan ini juga dapat menyelamatkan nyawa banyak orang. “Karena darah tidak ada pabriknya, orang yang butuh darah adalah orang yang sedang terancam jiwanya,” tuturnya.

Ditambahkannya, donor darah juga meningkatkan tali silaturahmidan keakraban. “Itulah manfaat lain dari donor darah. Selain kegiatan sosial, menyehatakan badan, menjaga kesehatan juga meningkatkan tali persaudaraan dengan sesama,” tegasnya.

Untuk Unit Donor Darah (UDD) di Sumatera Utara, lanjut Horas, ada 10 UDD yang tersebar di Tapanuli Selatan (Tapsel), Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Asahan, Toba Samosir (Tobasa), Balige, Labuhan Batu, Medan, dan Pematang Siantar.
“Untuk kedepannya, kita akan membuat UDD lain seperti di Kepulauan Nias.

Sedangkan untuk tingkat partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darah, lanjut Horas, sejauh ini partisipasi dari warga Medan khususnya sudah semakin meningkat. Ini terjadi dengan gencarnya sosialisasi dari berbagai pihak dan manfaat dari donor darah itu sendiri.
“Dengan semakin meningkat aksi donor darah, artinya organisasi kepemudaan, keagamaan, perkantoran sudah mulai rutin melakukan donor darah setelah dilakukannya sosialisasi,” paparnya.

Dalam mendonorkan darah, sambungnya, seseorang harus berumur 17 hingga 60 tahun, tidak menderita diabetes miletus (DM), tidak terinfeksi karena virus seperti malaria, DBD, tidak terinfeksi HIV/AIDS, Hepatitis A, Hepatitis B, dan Hepatitis C positif serta penyakit lainnya. “Intinya dengan berdonor darah, warga secara tidak langsung sudah memeriksakan dirinya apakah ada mempunyai penyakit,” pungkasnya.(jon)

BKKBN Sumut Tingkatkan Lagi Kerja Sama di SKPD Daerah

Medan- Program kerja BKKBN Sumut 2011 lalu berjalan lancar dan tahun 2012 BKKBN Sumut harus menjalankan program KB dan program kerja yang lebih banyak lagi tahun 2012. Hal itu dikatakan, Kasubid Advokasi Penggerak dan Informasi BKKBN Sumut, Anthony SSos, Kamis (12/1) di ruang kerjanya.

“Tugas dan program kerja KB ini sehubungan dengan otonomi daerah, maka BKKBN Sumut akan meningkatkan kembali kerja samanya dengan SKPD masing-masing daerah,” kata Anthony.

Peningkatan kerjasama ini, lanjutnya, harus ditunjang dengan komunikasi dan kordinasi dengan semua pihak dan lintas sektor. Koordinasi ini sangat diperlukan mengingat banyak petugas KB lapangan banyak yang beralih ke instansi lain. “Tidak hanya itu, juga harus didukung dengan SDM yang berkompeten dalam bidangnya,” tambahnya.

Menurutnya, masih adanya satu daerah dimana petugasnya yang bertugas hanya satu orang petugas lapangan KB  menangani hampir keseluruhan masalah program KB dalam satu kecamatan atau kelurahan.

“Ini jelas-jelas tidak maksimal karena petugas lapangannya masih minim. Begitu juga dalam hal sosialisasi KB di lapangan. BKKBN Sumut berupaya agar pemerintah dapat melakukan perekrutan petugas lapangan baru,” pungkasnya. (jon)

SMP Negeri 5 Medan akan Gelar Reuni

Medan-Demi mempererat tali silaturahmi, Ikatan alumni SMP Negeri 5 Medan (saat ini menjadi SMPN 6) akan menggelar HUT Reuni 1 alumni tahun 1980/1981  pertama yang akan dilaksanakan di sekolah SMPN 6 Jalan Bahagia, Medan, Minggu (29/1).

Rencananya, acara reuni diisi dengan gerak jalan massal bersama guru dan anak murid SMP Negeri 6 yang akan dimulai dari pukul 06.00 Wib.
Menurut Dra Hj Fitri Idris, Ketua HUT Reuni, acara yang diselenggarakan  ikatan alumni 1980/1981 SMP Negeri 5 Medan ini untuk mempererat kebersamaan para alumni berserta guru dan anak murid.

“Kepada seluruh alumni SMP Negeri 5 Medan diharapkan hadir  bergabung dan mendukung acara yang bertujuan menjalalin silaturahmi antar sesama alumni SMPN 5 Medan. Kita mengundang seluruh angkatan untuk hadir di acara nanti,” ujar Hj Fitri Idris.
Hj Fitri juga mengimbau rekan-rekan, kakak kelas atau pun adik kelas semasa SMPN 5 Medan yang ingin bergabung dan datang ke acara. “Diharapkan menghubungi nomor Hp 081397332217 (Hj Fitri). Widodo Napitupulu (081375994548)irwan (085376727179),” sarannya.

Dalam acara Reuni nantinya, lanjut dia, pihak sekolah akan memberikan bantuan dana kepada murid-murid yang kurang mampu. “Maka kita berharap dukungannya dari para almuni SMPN 5 untuk mendukung acara ini,” ujar Fitri.(mag-5)

Drop Out Sekolah

Nikita Willy

Kabar tak sedap menimpa Nikita Willy. Artis remaja berusia 17 tahun ini dikabarkan drop out dari  sekolahnya di SMU 3 Setiabudi, Jakarta. Kabarnya, pihak sekolah terpaksa mengeluarkan Nikita, karena “putri yang ditukar”  itu telalu sibuk ngartis sehingga tak mampu lagi mengikuti pelajaran. Tapi Nikita nampak terkejut saat dikonfirmasi.

“Hah?! Nggak benar itu. Malah aku mau sekolah ini,” katanya.  Beredarnya kabar Nikita DO bukan tanpa sebab. Beberapa bulan lalu, ibunda Nikita, Yora, datang ke sekolah dengan mengajukan surat untuk meminta izin syuting yang mulai padat. Namun, menurut informasi Nikita keluar lantaran jarang masuk sekolah.

“Sekarang sudah lumayan tak terlalu sibuk, satu hari satu episode. Empat bulan lalu, satu hari empat episode kita masih kedayung, masa sekarang cuma satu nggak kedayung,” ungkap Yora.  Meski begitu, Yora memang tak membantah jika sekolah Nikita terganggu akibat syuting. Namun ketertinggalannya itu bisa dikejar melalui les private. Kabar berbeda diperoleh dari praktisi pendidikan, Seto Mulyadi. Menurut Kak Seto, Nikita saat ini mengikuti program home schooling di tempatnya. Dengan alasan kesibukan Nikita ngartis.

“Ya, benar. Memang sudah cukup lama dia sekolah di tempat kami. Memang banyak anak-anak sekolah yang senang bekerja dan banyak kegiatan juga. Supaya tidak saling menganggu kemudian memutuskan untuk pindah dari jalur formal ke jalur informal yakni homeschooling di tempat kami,” ucap Kak Seto. Menurut dia, Nikita sekolah seminggu tiga kali dengan memilih pendidikan jarak jauh selama beberapa bulan terakhir ini.

“Biasanya Senin hingga Rabu itu, lalu ada kegiatan kreatifitas juga. Tapi kalau tidak salah, dia (Nikita) memilih pendidikan jarak jauh. Dalam sekali sebulan, bertemu dan berkumpul bersama teman-teman,” tuturnya. (bcg/jpnn)

Pejabat Pemko Binjai Disegarkan

BINJAI- Sebanyak 101 pejabat eselon II dan III di jajaran Pemko Binjai dilantik oleh Wali Kota Binjai HM Idaham SH MSi di Aula Pemko Binjai, Jumat (13/1).

Pelantikan 101 pejabat dilaksanakan sebagai bagian upaya penyegaran dalam rangka penataan pemenuhan formasi jabatan sesuai Perda No 15,16,17 dan 18/2011. Sebab, ada perubahan struktur organisasi dan tata kerja dibeberapa unit kerja di lingkungan Pemko Binjai.

“Dengan adanya pelantikan ini diharapkan dapat mewujudkan kinerja Pemko Binjai yang lebih optimal dalam memenuhi harapan masyarakat yang terus berkembang,” kata Idaham.
Dia menyebutkan, dalam menunjukkan pejabat ditentukan berdasarkan kemampuan dan prestasi yang dicapai dan telah melalui pertimbangan serta seleksi tim Baperjakat Kota Binjai.

“Setelah dilantik, jangan sampai disia-siakan atau disalah gunakan melainkan harus benar-benar di pelihara amanah yang telah diberikan, selanjutnya tetap dijaga dan dijalankan dengan sebaik-baiknya dan diiringi rasa tanggungjawab yang tinggi,” ujarnya.

Berikut beberapa pejabat yang dilantik antara lain, Drs H Arlan Nasution MAP, Drs T.Syarifudin, H Wahyudi SH .  Kemudian, Drs Eka Edi Syahputra, Drs Aspian, Nani Sundari , Zulfikar S Sos , M Nurli BA , Drs Avon Syafrullah Nasutiuon dan H Bahren Ritonga. (dan)
sebagai Kabid Mutasi BKD. (dan)

Rayakan Imlek dengan Kesederhanaan

TEBINGTINGGI- Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2012, Wali Kota Tebingtingging, Ir Umar Zunaidi menyerukan perayaan dilakukan dengan kesederhanaan dan bisa membawa bagi masyarakat sekitar.

Hal itu disampaikannya saat membuka Imlek Fair 2012 di Vihara Jalan Sudirman, Kota Tebingtinggi, Kamis (12/1) malam didampingi Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Irham Taufik, Waka Polres Tebingtinggi Kompol Safwan Khayat, Kadis Disporabudpar Azhar Efendi Lubis, Kadis Prindakop Asmali dan Kabag Humas, Hadi Sucipto.

Umar mengatakan, dengan kesederhanaan diharapkan tidak ada lagi tradisi lama seperti melempar tepung jagung di tengah jalan, yang dilakukan anak-anak muda karena termasuk tindakan yang mubajir.
“Mari berfikir positif,  ke depan Tebingtingi merupakan kota yang strategis, pelabuhan terbesar di Indonesia akan berada di dekat kota kita, yaitu di kawasan Tanjung Balai dan Kabupaten Batubara,” sebutnya. (mag-3)

40 Km Ruas Jalan Bangun Purba Rusak

DELISERDANG- Buruknya infrastruktur jalan antara Bangun Purba-Lubuk Pakam. Jalan sepanjang 40 kilometer tersebut kini dalam keadan rusak dan banyak lobang sedalam 20 cm dan berdiamater antara 10 hingga 30 cm. Akibatnya pengendara sering menjadi korban.
Kondisi kerusakan dan membahayakan banyak pengendara itu, ternyata Pemkab Deliserdang tak bisa menuntaskannya. Alasannya, kerusakan tersebut akibat banyaknya truk melintas dengan tonase berlebih.

Seperti diakui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU Pemkab Deli Serdang, Khairum Rizal. Dia mengungkapkan, jalan tersebut milik provinsi dan banyak dilintasi truk  bertonase lebih. “Kalaupun, dilakukan perbaikan hanya sebatas tambal sulam atau menempel badan jalan yang rusak. Itupun kondisinya hanya bertahan tiga bulan ke depan,” katanya, Jumat (13/1).

Kondisi tersebut, dikeluhkan sejumlah pengguna yang kerap celaka akibat kerusakan jalan. Seorang warga Desa Petumbukan, Kecamatan  Galang,  Indra Setia (26) mengatakan kerusakan sangat membahayakan pengendara sepeda motor.  “Sering  sekali pengendara sepeda motor tanpa sadar terjebak masuk ke dalam lobang dan terjatuh,” sebutnya.
Lebih lanjut, warga lainnya, Lukman (28) berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. (btr)