28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 140

Rajudin Sagala Ajak Warga Pahami Perda Trantibum

SOSIALISASI PERDA: Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No 10 Tahun 2021 di sejumlah lokasi di Medan, Sabtu-Minggu (11-12/10).
SOSIALISASI PERDA: Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No 10 Tahun 2021 di sejumlah lokasi di Medan, Sabtu-Minggu (11-12/10).

UPAYA menciptakan Kota Medan yang aman, nyaman, dan tertib menjadi hal yang sangat penting di Kota Medan. Untuk itu, Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H Rajudin Sagala, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran hukum dan turut berperan aktif menjaga ketenteraman dan ketertiban umum sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).

Hal itu disampaikan Rajudin Sagala saat menggelar Sosialisasi Perda Kota Medan No 10 Tahun 2021 di sejumlah lokasi. Antara lain di Jalan Klambir V Gg Pribadi 1, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Jalan Danau Jempang, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, serta Jalan Karya Dalam No 26, Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, pada Sabtu-Minggu (11-12/10).

Rajudin menegaskan bahwa mewujudkan ketenteraman dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban moral seluruh warga kota.

“Perda ini mengajak kita semua untuk hidup tertib, taat aturan, dan saling menghormati hak sesama warga. Kalau setiap individu peduli dan bertanggung jawab, maka Medan akan menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali,” ucap Rajudin Sagala.

Dikatakan Rajudin, Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan perilaku sosial di ruang publik, seperti ketertiban lingkungan, kebersihan, keamanan, hingga ketenangan masyarakat.

Rajudin menilai, penerapan aturan ini bukan untuk membatasi kebebasan, melainkan untuk membangun tatanan sosial yang harmonis dan beradab.

Rajudin juga mengajak masyarakat agar ikut menjadi pelopor ketertiban di lingkungannya masing-masing. Ia menekankan pentingnya gotong royong, saling mengingatkan, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga fasilitas umum dan mencegah tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan keresahan.

“Mari mulai dari hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak membuat kebisingan, dan menjaga keamanan lingkungan. Kalau semua warga ikut berbuat, Insya Allah Medan akan semakin tertib dan damai,” tambahnya.

Dengan adanya produk hukum ini, Politisi PKS itu mengharapkan masyarakat agar semakin memahami aturan yang berlaku dan termotivasi untuk bersama-sama menjaga ketertiban di Kota Medan.

“Kita berharap nilai-nilai ketenteraman, ketertiban, dan kedamaian dapat tumbuh kuat di hati masyarakat Medan, menjadikan kota ini bukan hanya maju secara pembangunan, tetapi juga nyaman secara sosial,” pungkasnya. (map)

Tim Dosen USU Kenalkan Automatic Solar Heat Flow Composter ke Petani di Desa Lubuk Kasih Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO- Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Sumatera Utara (USU) sukses mengedukasi Kelompok Tani Pasir Putih I di Desa Lubuk Kasih, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, dalam penggunaan teknologi untuk menghasilkan pupuk kompos secara mandiri guna meningkatkan kapasitas produksi padi.

Pada kegiatan ini, tim pengabdian menerapkan Automatic Solar Heat Flow Composter untuk menggantikan komposter dengan pengaduk otomatis yang digerakkan oleh motor AC 2 hp (~1500 W) yang sudah diterapkan Kelompok Tani Pasir Putih I sejak setahun yang lalu.

Menurut Ilyas, selalu ketua Kelompok Tani Pasir Putih I, tanpa menggunakan pupuk kompos atau 100% pupuk kimia (anorganik) seperti Urea, NPK mutiara, dan ponska, produksi padi di Desa Lubuk Kasih sekitar 3,7 ton hingga 5 ton per hektare. Namun dengan penggunaan pupuk kompos di awal pengolahan lahan sebagai pupuk dasar, terjadi peningkatan produksi padi yang bisa mencapai 7,5 ton per hektare.

“Penggunaan pupuk kompos sebagai pupuk dasar, selain meningkatkan kesuburan tanah juga telah mengurangi penggunaan pupuk kimia (anorganik) hingga 30%,” ungkap Ilyas.

Hal senada disampaikan Masnan dan Jumadi, perwakilan petani yang sudah merasakan dampak positif penggunaan pupuk kompos yang dihasilkan Tim PkM-USU. Karenanya, Ilyas mewakili seluruh masyarakat petani di Desa Lubuk Kasih, sangat berterima kasih kepada Tim PkM-USU yang diketuai Dr. Tulus Ikhsan Nasution dari Program Studi Sarjana Fisika, beserta anggota tim Dr. Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak, CA dan Abdul Floranda, S,Si, M.Si dari Fakultas Vokasi.

Selain itu, Ilyas juga berterima kasih kepada Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat USU (LPM-USU) Prof. Dr. Tulus, Vor.Dipl.Math., M.Si, Ph.D. dan secara khusus kepada Rektor USU Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si.

Sementara itu, Dr. Tulus Ikhsan Nasution yang merupakan penerima penghargaan SINTA AWARDS dari Kemenristek Dikti sebagai salah satu Inovator terbaik Nasional di tahun 2019 dan memiliki keahlian dalam bidang Rekayasa Teknologi Instrumentasi dan Konversi Energi menjelaskan, Automatic Solar Heat Flow Composter dirancang untuk menggantikan Komposter dengan Pengaduk Otomatis yang digerakkan oleh motor AC 2 hp (~1500 W) yang sudah diterapkan di Desa Lubuk Kasih sejak setahun yang lalu.

Jika komposter dengan pengaduk otomatis memiliki keterbatasan dari hal produksi karena adanya konsumsi energi yang semakin tinggi untuk produksi yang semakin besar dan desainnya yang relatif rumit serta waktu dekomposisinya yang mencapai 20 hari, maka kelebihan Automatic Solar Heat Flow Composter ini tidak memiliki keterbatasan dalam jumlah produksi dan waktu dekomposisi yang lebih cepat yaitu sekitar 12 – 15 hari dibandingkan karena adanya bantuan panas.

Dengan penerapan Teknologi Komposter ini diharapkan petani padi di Desa Lubuk Kasih seiring waktu akan beralih dari penggunaan pupuk anorganik ke pupuk organik, yang manfaatnya selain meningkatkan kapasitas produksi juga menciptakan lingkungan yang bersih dari pencemaran kimia. Dalam pelaksanaannya, Tim juga dibantu oleh lima orang Mahasiswa Sarjana Fisika. (adz)

Bupati Labuhanbatu Luncurkan Program UHC, Kesehatan Prioritas Utama Pembangunan Daerah

LUNCURKAN: Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita secara resmi meluncurkan Program UHC di Halaman RSUD Rantauprapat, Jalan Ki Hajar Dewantara.(Fajar/Sumut Pos)
LUNCURKAN: Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita secara resmi meluncurkan Program UHC di Halaman RSUD Rantauprapat, Jalan Ki Hajar Dewantara.(Fajar/Sumut Pos)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, menegaskan komitmennya untuk menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah.

“Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara. Dengan Universal Health Coverage (UHC), kami ingin memastikan tidak ada lagi warga Labuhanbatu yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan karena masalah biaya,” ungkap Maya, saat secara resmi meluncurkan Program UHC di Halaman RSUD Rantauprapat, Jalan Ki Hajar Dewantara, Senin (13/10).

Pemkab Labuhanbatu meluncurkan program itu, bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang komprehensif bagi seluruh warga Labuhanbatu.

“Ini merupakan wujud nyata dari visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat Labuhanbatu yang sehat, sejahtera, dan berdaya saing. Dengan adanya UHC, masyarakat dapat lebih produktif dan berkontribusi positif bagi pembangunan daerah,” tuturnya.

Maya menjelaskan, Program UHC ini mencakup berbagai layanan kesehatan, mulai dari pelayanan dasar di Puskesmas, hingga pelayanan rujukan di rumah sakit.

“Warga Labuhanbatu cukup menunjukkan syarat yang diperlukan, contohnya KTP, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis di fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kapasitas fasilitas kesehatan yang ada, serta memperluas jangkauan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk memastikan Program UHC ini berjalan sukses dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat,” kata Maya.

Dengan diluncurkannya Program UHC ini, diharapkan seluruh warga Labuhanbatu dapat merasakan dampak positifnya. Pemkab Labuhanbatu mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam Program UHC ini, serta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada dengan sebaik-baiknya.

Program UHC adalah sistem jaminan kesehatan yang bertujuan untuk memastikan, semua orang memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus menghadapi kesulitan finansial. UHC merupakan satu pilar penting dalam pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap kinerja semua jajaran RSUD Rantauprapat agar dilaksanakan sebaik-baiknya dengan profesional, dan sebagaimana tertuang dalam janji korps ASN, yakni kepentingan negara, masyarakat di atas kepentingan pribadi,” ujar Maya lagi.

Usai me-launching Program UHC, Maya meninjau lokasi dan ruang pelayanan kesehatan RSUD Rantauprapat. Dia juga menyapa pasien, guna memastikan para pasien memperoleh pelayanan yang baik. (fdh/saz)

Banjir di Medan Sudah Mulai Surut, Warga Medan Labuhan Masih Ada Mengungsi

BANJIR: Pengendara terjebak macet akibat banjir yang menggenang Jalan Sisingamangaraja Meda, Minggu (12/10) malam.
BANJIR: Pengendara terjebak macet akibat banjir yang menggenang Jalan Sisingamangaraja Meda, Minggu (12/10) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari, memastikan bahwa kondisi banjir di Kota Medan sudah aman terkendali. Bahkan, mayoritas wilayah yang tergenang banjir di Kota Medan sudah surut total.

“Alhamdulillah, saat ini banjir di Kota Medan sudah surut. Bahkan banyak yang sudah surut total,” ucap Yunita Sari kepada Sumut Pos, Senin (13/10/2025).

Dikatakan Yunita, ratusan warga Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor yang sempat mengungsi juga telah kembali ke rumahnya masing-masing.

“Warga di Kwala Bekala dari semalam (Minggu) sore sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Karena banjir sudah surut, mereka kembali ke rumah untuk bersih-bersih dan kembali tinggal di rumah,” ujarnya.

Meskipun begitu, Yunita Sari mengatakan bahwa hingga Senin (13/10/2025) siang, masih ada beberapa warga Medan Labuhan yang masih mengungsi di SD Negeri 50 Medan Labuhan.

“Ada tinggal sedikit yang mengungsi di SD 50 Medan Labuhan. Kemungkinan kalau kondisi semakin membaik besok mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya.

Sesuai instruksi Wali Kota Medan, Rico Waas, Yunita Sari memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus memperhatikan kondisi para pengungsi. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan juga terus memperhatikan kondisi permukaan air sungai di Kota Medan.

“Alhamdulillah tinggi permukaan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Deli, Sungai Babura, Sungai Sikambing, Sungai Sunggal dan Sungai Denai hingga saat ini terpantau normal. Begitupun, kita terus melakukan pemantauan, sebab hujan dari wilayah gunung bisa saja menyebabkan permukaan air kembali meningkat,” pungkasnya. (map/azw)

Ungkap Fakta di Lapangan, Dinsos Menduga Sebagian Gepeng di Medan Intelijen

TERTIDUR: Seorang pria tertidur di emperan simpang jalan Kota Medan, beberapa waktu lalu.
TERTIDUR: Seorang pria tertidur di emperan simpang jalan Kota Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KEPALA Dinas Sosial (Kadinsos) Sumatera Utara (Sumut), Asren Nasution, mengungkap fakta mengejutkan terkait maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) di berbagai ruas jalan utama Kota Medan dan daerah lain di Sumut. Menurutnya, tidak semua orang yang tampak mengemis di pinggir jalan benar-benar berasal dari kelompok miskin atau terlantar.

“Kami baru bisa melakukan penanganan ketika mereka sudah masuk ke panti kami. Tapi kalau masih di pinggir-pinggir jalan, itu ranahnya Satpol PP dan pemerintah kota atau kabupaten,” Kata Asren saat memberikan keterangannya di Kantor Gubernur Sumut, Senin (13/10).

“Nanti diserahkan ke kami untuk dilakukan asesmen, apakah mereka benar-benar layak disebut gepeng atau bukan,” sambungnya.

Namun yang paling mengejutkan, Asren menyebut bahwa dalam sejumlah kasus, hasil asesmen pihaknya menunjukkan ada indikasi keberadaan pihak-pihak tertentu yang bukan gepeng sesungguhnya, melainkan ‘intelijen”.

“Mohon maaf, bisa jadi bukan gepeng, tapi intelijen. Jadi kami tidak bisa asal sorong atau langsung memasukkan semua orang ke panti tanpa verifikasi,” ujar Asren dengan nada serius.

Pernyataan ini memunculkan pertanyaan besar di publik, siapa sebenarnya yang dimaksud ’intelijen’ oleh Kadis Sosial Sumut tersebut.

Apakah ia mengacu pada aparat resmi yang sedang melakukan pemantauan, ataukah pihak-pihak lain yang menggunakan modus gepeng untuk kepentingan tertentu.

Asren menegaskan, dinas sosial tidak bekerja sendiri dalam penanganan masalah sosial seperti gepeng dan kemiskinan ekstrem.

Dia menyebut sudah dibentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sumatera Utara sejak 8 Maret 2024, dengan Gubernur sebagai penanggung jawab dan Sekda Sumut sebagai ketua.

“Persoalan kemiskinan bukan hanya domain dinas sosial. Semua OPD memiliki program pengentasan kemiskinan yang dikolaborasikan dalam satu meja, agar bisa membahas fenomena-fenomena sosial seperti ini secara komprehensif,” tambahnya.

Namun di lapangan, fenomena gepeng justru terus meningkat, terutama di simpang lampu merah dan pusat-pusat perbelanjaan Kota Medan.

Masyarakat menilai, jika benar ada ‘intelijen’ di balik aktivitas pengemis, maka diperlukan langkah tegas dan transparan agar isu ini tidak sekadar menjadi rumor yang menutupi lemahnya koordinasi antarinstansi dalam penanganan masalah sosial. (san/azw)

Bapenda Kota Medan Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Medan untuk Perkuat Peningkatan PAD

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian didampingi Sekretaris, para Kepala Bidang dan Kasubag Umum melakukan audiensi ke Kejaksaan Negeri Medan. Kedatangan rombongan Bapenda Kota Medan ini diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Fajar Syah Putra, di ruang kerjanya, Senin (13/10).

Audiensi tersebut menjadi wadah silaturahmi dan pemantapan kerja sama antara Pemerintah Kota Medan, khususnya Bapenda Kota Medan dengan Kejaksaan Negeri Medan dalam rangka memperkuat sinergitas untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama di sektor pajak daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bapenda Kota Medan, M. Agha Novrian, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kejaksaan memiliki arti strategis dalam menciptakan tata kelola pajak yang tertib dan berkeadilan.
“Kami berharap dukungan dari Kejaksaan Negeri Medan dapat memperkuat langkah Bapenda Kota Medan dalam melakukan penagihan tunggakan pajak serta memberikan pendampingan hukum yang sesuai dengan koridor aturan. Dengan sinergi ini, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel,” ujar Agha.

Lebih lanjut, Agha menambahkan bahwa ke depan akan dilakukan pembahasan pembentukan Tim Intensif Pemantauan PAD di seluruh mata pajak agar pengawasan dan peningkatan penerimaan daerah dapat berjalan lebih efektif dan memiliki payung hukum yang kuat.

Selain itu, Bapenda juga berencana menggandeng Kejaksaan dalam kegiatan sosialisasi kepada para pelaku usaha, guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban sebagai wajib pajak.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Medan, Fajar Syah Putra, menyambut baik langkah sinergi yang dibangun oleh Bapenda Kota Medan.
“Kami siap mendukung langkah Pemko Medan melalui Bapenda Kota Medan dalam upaya peningkatan PAD, khususnya dalam memberikan pendampingan hukum yang diperlukan. Sinergitas ini penting agar kebijakan daerah berjalan sesuai ketentuan hukum dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Fajar.

Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin sinegitas yang semakin solid antara Bapenda Kota Medan dan Kejaksaan Negeri Medan dalam mewujudkan tata kelola pajak daerah yang kuat secara hukum, transparan, dan berdampak positif bagi pembangunan Kota Medan.(rel)

Medan Barat Mendominasi Atletik Porkot Medan 2025

Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal didampingi Sekretaris Umum Helti Susilo dan lainnya bersama peraih medali cabor Porkot Medan 2025. (Dok Pribadi)
Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal didampingi Sekretaris Umum Helti Susilo dan lainnya bersama peraih medali cabor Porkot Medan 2025. (Dok Pribadi)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Medan Barat menunjukkan dominasinya pada cabang atletik Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XV tahun 2025. Mereka berhasil mengumpulkan medali 19 emas, 6 perak, dan 3 perunggu hingga hari terakhir perlombaan di Lintasan Atletik SPOBDA/PPLP Sumut, Senin (13/10/2025).

Raihan medali Medan Barat tersebut unggul jauh dari pesaingnya di posisi kedua, Medan Denai dengan 8 emas, 10 perak, dan 3 perunggu. Medan Amplas berada di posisi ketiga dengan 1 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Posisi keempat ditempati Medan Tembung dengan raihan 1 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Medan Baru di posisi kelima dengan 1 emas dan 1 perak.

Pada perlombaan hari terakhir, turut hadir Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal SE didampingi Sekretaris Umum Helti Susilo SE, Wakil Ketua Umum II Ir Halomoan Samosir, dan Wakil Bendahara Siefried.

Aswindy memuji antusias peserta di cabang atletik. Apalagi banyak peserta masih berusia sangat muda. Mereka merupakan calon atlet masa depan Kota Medan.

“Porkot Medan ini merupakan langkah awal. Jadi, kalian harus tetap rajin berlatih, karena masih banyak event atau kejuaraan yang lebih tinggi,” pesan Aswindy kepada peserta Porkot Medan 2025.

Sedangkan Ketua Panitia Irwan Pulungan menjelaskan, pertandingan cabang olahraga atletik Porkot Medan 2025 digelar di Lintasan Atletik SPOBDA/PPLP Sumut selama dua hari, Minggu (12/10/2025) dan Senin (13/10/2025). Sebanyak 198 peserta dari 20 kecamatan bersaing dalam 33 nomor pertandingan.

“Kita bangga karena peserta cabor atletik Porkot ini cukup antusias. Ada atlet yang datang sendiri tanpa didampingi. Atlet terbit ingin tampil dan menjadi juara,” ungkap Irwan Pulungan.

Irwan Pulungan pun mengucapkan terima kasih kepada KONI Kota Medan yang telah menggelar Porkot ini. Dia berharap Porkot ini bisa melahirkan bibit atlet potensial. (dek)

Dosen Polmed Tingkatkan Efektivitas Pengelolaan Keuangan dan Pengendalian Persediaan pada UMKM Kerajinan Gambus Kayu

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Usaha kerajinan gambus kayu yang digeluti Bambang Hermanto di Desa Tanjung Morawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, sudah terkenal di wilayah Deliserdang. Usaha Bambang Hermanto ini merupakan salah satu produsen alat musik tradisional yang masih aktif mempertahankan warisan budaya lokal. Namun, dalam pengelolaan keuangan dan persediaan bahan produksi, usaha ini masih menghadapi beberapa kendala administratif.

Menjawab tantangan tersebut, tim dosen Polmed hadir untuk memberikan pendampingan akuntansi dasar sebagai upaya meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan dan pengendalian persediaan. Pendampingan ini dikemas dalam kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul “Peningkatan Efektivitas Pengelolaan Keuangan dan Pengendalian Persediaan melalui Pendampingan Akuntansi Dasar pada UMKM Kerajinan Gambus Kayu”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, serta dibiayai melalui dana DIPA Politeknik Negeri Medan (Polmed). Tim pelaksana PKM ini diketuai Anita Putri, S.E., M.Si, dengan anggota Raya Puspita Sari Hasibuan, S.E., M.Si, M. Rikwan Effendi Salam Manik, S.E., M.E., Mardelia Desfrida, S.E., M.Si, dan Susilawati, S.E., Ak., M.Si.

Selama kegiatan berlangsung, tim dosen memberikan pelatihan dan bimbingan teknis mengenai pencatatan transaksi keuangan harian, pengelolaan arus kas, serta pengendalian stok bahan dan hasil produksi. Melalui pelatihan ini, pelaku usaha diharapkan mampu menyusun pembukuan sederhana dan melakukan pengawasan persediaan secara mandiri untuk mendukung efisiensi usaha.

Selain memberikan pelatihan, tim dosen juga menyalurkan bantuan peralatan penunjang produksi, di antaranya kompresor angin, gun cat F 75, gerinda botol, pahat per, bor 10mm, jig saw, selang, kunci ring, kopel selang, koper drat, serta buku kas untuk pencatatan keuangan. “Bantuan ini diharapkan dapat membantu mitra dalam memperlancar proses produksi, memperbaiki manajemen persediaan, dan meningkatkan kualitas hasil kerajinan,” kata Ketua Tim Pelaksana Anita Putri, S.E., M.Si.

Menurut Anita, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelatihan teknis akuntansi, tetapi juga bertujuan memperkuat kapasitas UMKM dalam mengelola usahanya secara profesional. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendampingi pelaku usaha agar lebih terampil dalam mengelola keuangan dan persediaan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus menjaga keberlanjutan produksi gambus kayu yang menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan PKM ini, diharapkan usaha kerajinan gambus kayu milik Bambang Hermanto dapat berkembang lebih maju, memiliki sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertata, serta menjadi contoh bagi pelaku UMKM lain di Deliserdang dalam penerapan pembukuan sederhana dan pengendalian persediaan yang efektif. (adz)

Dosen Polmed Bangun Sistem Pengendalian Internal Keuangan untuk Pabrik Roti Rumahan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah usaha ekonomi produktif yang dimiliki oleh perorangan atau badan usaha tertentu. UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia karena mencakup sebagian besar pelaku ekonomi dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Namun begitu, masih banyak UMKM yang tidak melakukan pembukuan keuangan dengan benar. Seperti pabrik roti milik Riri Marta, di Jalan Subur II Ujung Gang Mandiri Kota Medan, Sumatera Utara.

Melalui kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM), tim dosen Politeknik Negeri Medan (Polmed) membantu pabrik roti milik Riri Marta dalam membangun sistem pengendalian internal keuangan sederhana namun efektif untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan usaha.

Kegiatan PKM bertajuk “Membangun Sistem Pengendalian Internal Keuangan untuk Pabrik Roti Berbasis Rumah Tangga melalui Pendampingan Akuntansi Dasar” ini diketuai Raya Puspita Sari Hasibuan, S.E., M.Si, yang beranggotakan Putri Syuhada, S.E., M.Si, Anriza Witi Nasution, S.E., M.Si, Nuraini, S.S., M.A, dan Abdul Rahman, S.E., Ak., M.Si.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, dan dibiayai dengan dana Politeknik Negeri Medan.

“Usaha roti milik Ibu Riri telah berjalan cukup lama dan melayani masyarakat sekitar, namun masih menghadapi kendala dalam sistem pencatatan keuangan yang belum tertata dengan baik,” kata Raya Puspita Sari Hasibuan dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/10/2025).

Untuk itu, sebut Raya, mereka melakukan pendampingan akuntansi dasar mencakup pelatihan pencatatan transaksi harian, pengelolaan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana. “Kita berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam melakukan pembukuan yang sistematis serta memahami pentingnya pengendalian internal dalam menjaga stabilitas keuangan usaha,” terang Raya.

Selain memberikan pelatihan, lanjut Raya, mereka juga menyerahkan bantuan peralatan pendukung produksi dan administrasi, berupa 37 loyang roti, trolley dorong, dan buku kas untuk pembukuan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mitra dalam memperlancar proses produksi sekaligus memperkuat aspek administrasi keuangan usaha.

“Melalui pendampingan ini, kami ingin membantu mitra agar mampu menerapkan sistem keuangan sederhana yang efektif, sehingga pengendalian internal usaha menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan PKM ini, pabrik roti milik Riri Marta diharapkan dapat tumbuh menjadi usaha rumah tangga yang lebih profesional, efisien, dan berdaya saing, serta menjadi contoh inspiratif bagi pelaku UMKM lainnya di Kota Medan dalam penerapan pengendalian internal keuangan yang baik. (adz)