PANYABUNGAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus menghadirkan semangat kemerdekaan melalui upaya pembangunan yang merata dan pelayanan listrik yang andal hingga ke pelosok daerah. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui kunjungan resmi PLN UP3 Padangsidimpuan ke Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Selasa (22/7/2025).
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Manager PLN UP3 Padangsidimpuan Yessi Indra, beserta jajaran manajemen ini disambut langsung oleh Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, dan membahas berbagai isu strategis terkait peningkatan layanan kelistrikan dan penguatan program Listrik Desa di wilayah Kabupaten Mandailing Natal.
General Manager PLN UID Sumatera Utara Ahmad Syauki, menegaskan bahwa langkah sinergis seperti ini merupakan bagian dari peran aktif PLN sebagai BUMN dalam mendukung pemerataan pembangunan, terutama pada aspek ketenagalistrikan.
“Dalam semangat kemerdekaan, PLN hadir tidak hanya untuk menyalakan lampu, tapi juga menyalakan harapan dan pertumbuhan. Sinergi dengan pemerintah daerah seperti Pemkab Madina sangat penting agar program elektrifikasi, khususnya listrik desa, dapat berjalan cepat, tepat, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ahmad Syauki.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, menyampaikan apresiasi kepada PLN dan harapan agar kolaborasi terus diperkuat dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Harapan kami, PLN terus menghadirkan listrik yang andal dan merata ke seluruh wilayah Madina, sehingga masyarakat bisa menikmati kemerdekaan yang sesungguhnya melalui akses energi yang berkeadilan,” kata Saipullah.
Dalam kesempatan yang sama, Manager PLN UP3 Padangsidimpuan, Yessi Indra, menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dalam menjalankan program ketenagalistrikan.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Pemkab Mandailing Natal. Dengan kolaborasi ini, kami semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan terbaik, meningkatkan keandalan, dan memperluas jangkauan listrik desa sebagai bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan terang hingga ke pelosok negeri,” ujar Yessi.
Melalui sinergi berkelanjutan ini, PLN optimis dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah-wilayah strategis, termasuk daerah tertinggal dan pelosok. PLN UID Sumatera Utara berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan layanan listrik yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkeadilan. Sebagai bagian dari semangat kemerdekaan dan kontribusi nyata BUMN untuk Indonesia. (rel/ila)
Senator Penrad Siagian Pulang Kampung, Bahas Revisi UU ASN hingga Usulkan PSN di Labuhanbatu

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Anggota Komite I DPD RI Pdt Penrad Siagian melakukan kunjungan kerja ke tanah kelahirannya, Kabupaten Labuhanbatu. Dalam kunjungan tersebut, Penrad bertemu Wakil Bupati Labuhanbatu, H Jamri di Kantor Bupati, Rabu (23/7/2025).
Penrad menegaskan, kunjungan ini bukan sekadar pulang kampung, melainkan bagian dari tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat asal Labuhanbatu. “Ini adalah bagian dari semangat membangun kampung. Saya yang lahir dan besar di sini, berasal dari sini, dan berangkat merantau dari sini,” katanya.
Ia menegaskan, selain mempertanggungjawabkan suara masyarakat yang memilihnya, ia memiliki utang moral untuk ikut membangun Labuhanbatu dan Sumatera Utara pada umumnya. Dalam pertemuan itu, Penrad ingin mendapatkan masukan atas revisi UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN dan UU Nomor 2 tahun 2021 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan umum. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan agar ASN tidak dijadikan alat politik oleh kelompok tertentu.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati H Jamri memberikan masukan agar penataan ASN tidak diatur secara sentral dari Pemerintah Pusat. “Untuk masalah ASN ini, saya rasa teman-teman dari OPD ataupun dinas ini tidak akan ada yang setuju. Jangankan dipindah ke luar provinsi, di antara kabupaten saja sudah mikir semua ini Pak. Jadi terkait masalah UU ASN nanti, kita tidak sependapat jika ahli madya ditarik semua ke Pusat,” kata Jamri.
Penolakan serupa juga disampaikan Camat Bilah Hilir, Ridwan Harahap. “Soal rencana pemindahan ASN ini terlalu jauh Pak. ASN di Labuhanbatu, saya salah satu di antaranya, kurang sependapat kalau ada wacana ASN ahli madya akan ditempatkan di seluruh Nusantara,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Penrad juga mendorong hadirnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di Labuhanbatu. Menurutnya, PSN akan mendatangkan investasi dan menggerakkan fiskal daerah. “Minimal satu PSN harus ada di Labuhanbatu. Tentu saya berharap kita bisa berdiskusi dan memetakan potensi yang layak dijadikan PSN,” ujarnya.
Ia meminta Pemkab mematangkan perencanaan dan rekomendasi PSN agar tidak memicu konflik. Penrad juga mengingatkan pentingnya komunikasi dengan masyarakat.
Menanggapi hal itu, Jamri menyoroti kondisi lahan yang ada di Labuhanbatu sebagian besar sudah dikuasai korporasi. “Terkait lahan, saat ini yang ada adalah PSN tol Kisaran-Labuhanbatu, hanya saat ini sedang berhenti. Jika mungkin ada PSN untuk pangan, mungkin bisa dibuat percontohan ketahanan pangan. Sebenarnya, semua lahan kita ini sudah dikuasai korporasi,” ucapnya.
“Jadi, luasannya pun sudah luasan PT semua. Oleh karena itu harapan kita semua kepada Bapak Penrad, mohon kiranya ini menjadi perhatian dan atensi kepada bapak bagaimana pihak perusahaan ini bisa berkolaborasi dengan seluruh pemerintah sesuai dengan anjuran Presiden Prabowo Subianto agar perusahaan-perusahaan betul-betul berkontribusi untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Penrad juga menyampaikan adanya laporan terkait status tanah di Jalan Urip Sumodiharjo yang disebut milik DSM atau PT KAI. Isu penggusuran lahan ini, ujarnya, memicu keresahan warga Jalan Urip.
“Saya mengajak Pemkab Labuhanbatu untuk menyelesaikan persoalan ini. Secara khusus tim saya tentu akan melakukan verifikasi dokumen termasuk membangun kronologi dan menggali sejarahnya. Ribuan masyarakat sudah lama tinggal di sana. Enggak mungkin Jalan Urip itu kita gusur semua begitu saja, harus ada skema yang adil,” tegasnya.
Ia berjanji mendampingi warga untuk mendapatkan haknya, bernegosiasi dengan PT KAI agar masyarakat yang sudah puluhan tahun menempati kawasan tersebut bisa medapatkan kepemilikan sah melalui sertifikat hak milik (SHM). “Paling tidak kita harus melobi Kementerian ATR/BPN, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan untuk pelepasan aset negara,” katanya.
Di akhir pertemuan, Penrad menyoroti pentingnya peningkatan dana bagi hasil sektor perkebunan. Labuhanbatu seperti dikatakan tanahnya hampir sudah digunakan oleh korporasi, maka harus ada perubahan sinkronisasi dan perubahan mengenai dana bagi hasil dari sektor perkebunan.
Ia meminta Pemkab menyediakan data perusahaan perkebunan untuk menghitung potensi dana bagi hasil lebih besar. “Kami ingin Labuhanbatu mendapatkan porsi yang layak dari sektor perkebunan yang selama ini menjadi tumpuan daerah,” pungkas Penrad. (adz)
Silaturahim dan Santuni Anak Yatim di Stabat, Ricky Anthony Disambut Hangat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pengabdian tiada henti terus dilakukan Pimpinan DPRD Sumut, Ricky Anthony. Politisi muda dari Partai NasDem yang karib disapa RA tersebut, merajut silaturahim dengan ratusan masyarakat Kelurahan Dendang, Stabat, Langkat, belum lama ini.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Sumut tersebut, juga memberikan santunan kepada anak yatim dalam rangka bakti sosial dan membagikan lucky draw kepada masyarakat yang hadir. Selain itu, RA juga berkesempatan untuk menyerap beragam aspirasi masyarakat. Mulai dari soal infrastruktur, pendidikan, dan hal yang berkembang lainnya untuk diserap dan ditindaklanjuti pada tingkat provinsi.
“Ada beberapa aspirasi masyarakat yang kami serap. Di antaranya persoalan infrastruktur, pendidikan, dan lainnya. In sya Allah, hal ini akan kami teruskan ke provinsi untuk ditindaklanjuti,” ungkap RA dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/7).
Sebagai wakil rakyat pada tingkat provinsi, RA menuturkan, hal ini dilakukannya sebagai bentuk komitmen dalam menjalani tugas dan fungsinya. Terlebih, bagi masyarakat yang berada di daerah pemilihannya dan turut mengantarkannya duduk di kursi parlemen.
Selain itu, ini juga sesuai dengan amanat Partai NasDem sebagai partai politik yang menaunginya. Kader partai harus senantiasa memberikan manfaat di tengah masyarakat.
Sementara itu, seorang masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut, mengucapkan terima kasih atas kunjungan RA. Harapannya dengan kehadiran RA, dapat menyuarakan aspirasi masyarakat hingga merealisasikannya.
“Terima kasih atas kunjugan Pak RA. Kami berharap agar aspirasi yang disampaikan warga bisa didengar ke tingkat provinsi dan ditindaklanjuti,” tutur Lasiman di sela kegiatan tersebut. (ted/saz)
Syah Afandin Dukung Penuh Koperasi Merah Putih untuk Ekonomi Desa
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Syah Afandin, menyatakan komitmen dan kesiapan penuh Pemkab Langkat dalam mendukung pro-gram nasional pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai ujung tombak penguatan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis desa.
Hal ini disampaikan Ondim, sapaan karib Syah Afandin, usai mengikuti Zoom Meeting Peluncuran Kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Senin (21/7) lalu. Kegiatan ini digelar serentak di seluruh Indonesia dan dipusatkan dari Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Untuk Kabupaten Langkat, pelaksanaan kegiatan berlangsung secara virtual di Jentera Malay, Rumah Dinas Bupati Langkat, yang turut diikuti oleh unsur Forkopimda Langkat, Sekdakab Langkat, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD terkait, para camat, hingga kepala desa dan lurah se-Kabupaten Langkat.
Peluncuran koperasi ini merupakan bagian dari strategi nasional guna membangun kemandirian ekonomi desa, dan dilandasi oleh Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang mulai berlaku sejak 27 Maret 2025. Presiden Prabowo menekankan, koperasi adalah simbol gotong royong, sekaligus langkah nyata untuk membangun kemandirian bangsa dari desa.
“Gerakan Koperasi Merah Putih ini bukan sekadar simbol. Ini adalah upaya nyata untuk memberdayakan rakyat, memperkuat ekonomi desa, dan membangun kemandirian bangsa dari bawah,” ungkap Prabowo, dalam siaran langsung nasional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, selaku Ketua Satgas Koperasi Merah Putih, menyampaikan, koperasi ini akan dirancang sebagai pusat layanan ekonomi rakyat di desa, yang mencakup unit usaha. Seperti gerai sembako, layanan obat murah, klinik desa, simpan pinjam, cold storage, hingga distribusi bantuan pemerintah seperti PKH, gas dan pupuk bersubsidi.
“Koperasi Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa, melainkan kendaraan utama untuk pemerataan ekonomi dan pemerdekaan rakyat dari kemiskinan,” jelas Zulhas.
Hingga 13 Juli 2025, sudah terbentuk 81.147 Koperasi Merah Putih melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), dan 77.888 di antaranya telah mengantongi badan hukum resmi dari Kementerian Hukum dan HAM RI.
Menanggapi hal tersebut, Ondim menyambut baik peluncuran program strategis nasional ini. Dia menilai, keberadaan koperasi desa akan menjadi penggerak utama dalam menciptakan ekonomi lokal yang kuat dan inklusif.
“Koperasi adalah jantung ekonomi kerakyatan. Kami siap menyukseskan program ini, dengan mendukung penuh pembinaan dan pengembangan koperasi di tingkat desa dan kelurahan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ondim menuturkan, Pemkab Langkat akan menindaklanjuti program ini dengan penguatan kelembagaan dan pembinaan teknis melalui perangkat daerah terkait, guna memastikan koperasi desa tidak hanya terbentuk secara administratif, tapi juga berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Peluncuran Koperasi Merah Putih ini menjadi momentum penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi desa di Kabupaten Langkat, sejalan dengan semangat Presiden untuk membangun kemandirian bangsa dari akar rumput. (rel/saz)
Ada Jejak Cakar Beruang Madu di Parbuluan 2, Polsek & BBKSDA Imbau Warga Jangan Beraktivitas Sendirian
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ramli Sihite, warga Dusun 2 Barisan Baru, Desa Lae Hole 2, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi, melaporkan temuan jejak cakar binatang buas diduga beruang madu, baru-baru ini.
Dalam laporanya ke Polsek Parbuluan, Ramli menyebutkan, telah menemukan jejak cakar beruang madu di satu batang pohon area perladangan miliknya, belum lama ini.
Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek Parbuluan Iptu Kornel Situmorang, bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), menindaklanjuti adanya temuan jejak cakar binatang buas diduga beruang madu tersebut.
Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan, melalui Kasie Humas Ipda Ringkon Manik, Rabu (23/7), menyatakan dalam keteranganya, Kapolsek Parbuluan Iptu Kornel Situmorang mengatakan, bekas cakaran itu ditemukan di satu batang pohon yang berada di perladangan Ramli.
“Kami mendapat informasi penemuan jejak bekas cakaran diduga beruang madu di beberapa pohon yang ada di ladang itu (milik Ramli),” ungkap Kornel.
Hasil pemantauan bersama Tim BBKSDA, lanjut Kornel, hewan buas itu diduga datang untuk mengambil madu hasil peternakan milik Ramli.
“Kotak atau sarang madu ada yang dirusak binatang buas tersebut,” bebernya.
Lebih lanjut, Kornel mengatakan, BKSDA sudah memasang camera trap untuk memantau pergerakan hewan yang diduga beruang madu itu. “Diharapkan kepada seluruh warga, untuk jangan beraktivitas sendirian, terkhusus saat pergi ke ladang,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan hewan itu, harap segera melapor kepada petugas Bhabinkamtibmas.
“Atau dapat menghubungi nomor kontak 082299460002,” pungkas Kornel. (rud/saz)
Prabowo Luncurkan Logo HUT ke-80 RI, Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

SUMUTPOS.CO – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), pemerintah merilis logo HUT RI terbaru. Logo ini langsung diluncurkan Presiden Prabowo Subianto, Rabu (23/7).
Peluncuran ini menjadi momentum penting menjelang delapan dekade kemerdekaan Indonesia. “Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, tahun ini kita merayakan hari kemerdekaan negara Republik Indonesia yang ke-80. Delapan dekade sudah bangsa ini berdiri merdeka,” kata Prabowo dalam pidato peluncuran logo dan tema HUT ke-80 RI di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menegaskan, perjalanan panjang bangsa ini dibangun dari semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan dan seluruh anak bangsa. Prabowo mengajak seluruh rakyat untuk merenungkan makna kemerdekaan sebagai warisan yang lahir dari perjuangan panjang.
“Kita tidak hanya memperingati sebuah peristiwa bersejarah tetapi juga merayakan semangat yang tidak pernah padam dari para pendiri bangsa dan seluruh rakyat Indonesia yang memiliki cita-cita besar,” ujarnya.
Adapun tema HUT RI tahun ini adalah “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Menurut Prabowo, tema tersebut dipilih karena mencerminkan visi besar bangsa Indonesia saat ini dan masa depan. “Tema ini dipilih karena selaras dengan visi besar negara dan mewakili arah perjuangan bangsa kita,” jelasnya.
Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan sebagai pondasi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. “Ini adalah dorongan kita, hasrat kita. Keinginan nenek moyang kita. Kita bangun persatuan dan kesatuan menjadi suatu kekuatan untuk menjaga kedaulatan dan kemakmuran bangsa Indonesia,” tuturnya.
Ia tak memungkiri, logo HUT ke-80 RI yang diluncurkan pun mengandung filosofi mendalam. Desain angka 8 dan 0 yang saling terhubung tanpa ujung menggambarkan konsep infinity sebagai simbol persatuan yang tidak terputus. “Desain ini menampilkan bentuk angka delapan dan nol yang saling terhubung tanpa ujung dan tidak terputus. Bentuk ini melambangkan persatuan sebagai dasar dari kedaulatan,” ungkap Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan HUT RI ke-80 dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi sesama dan lingkungan. “Rayakan kemerdekaan dengan kegiatan yang baik, positif, gotong royong, lomba-lomba, pentas seni budaya, kegiatan bakti sosial untuk rakyat. Jangan sekadar seremoni, tetapi bentuklah kegiatan yang nyata,” pungkasnya.
Sementara, Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri acara peluncuran logo HUT Kemerdekaan ke-80 Indonesia yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Acara ini dilaksanakan guna memperkenalkan logo resmi yang akan menjadi simbol perayaan kemerdekaan RI tahun 2025 ini.
Logo HUT ke-80 RI diluncurkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu, 23 Juli 2025. Tema perayaan tahun ini adalah ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’. Selain Puan, acara turut dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin.
Puan mengatakan tema HUT RI kali bukan sekadar rangkaian kata, melainkan pengingat akan arah perjuangan. Hal tersebut harus dijaga bersama oleh seluruh elemen bangsa Indonesia. “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju menjadi tema HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Bukan sekadar rangkaian kata, ini adalah pengingat arah perjuangan yang harus kita jaga bersama,” kata Puan, Rabu, 23 Juli 2025.
Puan juga mengungkapkan logo HUT ke-80 RI yang diluncurkan Prabowo juga menjadi simbol pemersatu. “Harapan menuju rakyat sejahtera,” sebut cucu Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, Sukarno itu.
Dengan semangat ini, Puan berharap logo tersebut dapat memotivasi bangsa Indonesia untuk terus bergerak maju, menjaga persatuan, dan berupaya mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. “Logo HUT ke-80 RI yang diluncurkan oleh Bapak Presiden Prabowo di Istana Negara hari ini, menjadi simbol pemersatu, harapan menuju rakyat sejahtera, dan dorongan kemajuan yang berkelanjutan,” ungkap Puan. (jpc/bbs/adz)
Istana Maimun Layak Jadi Cagar Budaya Nasional

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi Istana Maimun, di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Rabu (23/7). Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadly Zon yang didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya tersebut, dalam rangka persiapan Istana Maimun yang akan dijadikan cagar budaya nasional.
Pada kesempatan itu, Menteri Kebudayaan Fadly Zon menyampaikan, Istana Maimun layak dijadikan sebagai cagar budaya nasional. Itu penting untuk menjaga originalitas dari sisi bangunan, benda-benda budaya, serta peninggalan seni lainnya yang saat ini masih tersimpan di Istana Maimun
“Kita berharap bisa menjadi cagar budaya nasional, karena banyak menyimpan peninggalan sejarah, perjalanan budaya, dari segi bangunan yang sudah lama berdiri, sehingga sangat eligible (layak-red) untuk menjadi sebuah cagar budaya nasional,” ujar Fadli Zon.
Untuk itu, ke depan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan akan menata kembali seluruh ornamen dan estetika Istana Maimun, sesuai dengan originalnya. “Ini salah satu ikon budaya yang penting di Sumut dan bahkan di Indonesia, yang bisa menjadi sebuah enklaf, sebuah kantong budaya yang mempunyai visi budaya yang maju,” katanya.
Ditambahkannya, nantinya Kementerian Kebudayaan akan berkolaborasi dengan Pemprov Sumut dalam menjaga warisan, situs budaya maupun dalam berbagai program kegiatan budaya lainnya.
Sementara itu, Sultan Deli Mahmud Arya Lamantjiji membenarkan adanya diskusi untuk mengembalikan marwah Istana Maimun, baik dari segi penataan dari dalam istana dan juga luar istana untuk lebih baik lagi. “Kita masih menyusun bersama seperti apa nantinya dalam merenovasi kembali Istana ini, yang pastinya akan tetap menjaga nilai budaya seperti aslinya,” katanya. (rel/adz)
Sekolah Rakyat Tingkat SD dan SMA Segera Dibuka, Dinsos Medan Cari 100 Murid

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekolah Rakyat (SR) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan segera digelar. Rencananya, proses belajar-mengajar akan berlangsung di gedung Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan di Jalan Amal, Kecamatan Medan Sunggal.
“Ini lagi kita cari muridnya. Total yang dicari 100 murid yang terbagi 50 siswa untuk SD dan 50 siswa untuk SMA,” ucap Kadinsos Medan, Khoiruddin Rangkuti saat dikonfirmasi, Rabu (23/7).
Khoiruddin menjelaskan, saat ini kuota siswa untuk SMA sudah terpenuhi. Namun untuk SD masih 27 siswa. “Begitu sudah lengkap muridnya kegiatan langsung jalan. Makanya saya bilang kami lagi fokus untuk mencari muridnya itu, karena begitu dapat langsung digelar,” jelasnya.
Ditanya soal regulasi pencarian murid, Khoiruddin menyebut bahwa pihaknya mengutamakan anak-anak tidak mampu yang tergabung dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kota Medan. “Jadi patokan kita tetap DTKS. Selanjutnya kita verifikasi ulang untuk memastikan kondisi warga tersebut apakah memang masih tergolong tidak mampu.
Lalu anaknya yang kita masukkan ke dalam SR,” katanya.
Anak-anak Sudah Nyaman, tapi Rindu Orangtua Seperti diketahui, Sekolah Rakyat tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sudah digelar di Balai Sentra Bahagia Kementerian Sosial Jalan William Iskandar, Medan Tembung, mulai 14 Juli lalu. Di sana, 100 siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu mendapatkan pendidikan secara gratis.
Menurut pantauan Sumut Pos di Sekolah Rakyat yang kini bernama Sekolah Rakyat Menengah Pertama 2 Medan ini, para siswa terlihat sangat bahagia dan sudah mulai merasakan kenyamanan berada di asrama. “Selama di sini senang, bahagia, dan gembira. Karena mendapatkan kawan baru, dan guru-gurunya juga semua baik dan ramah-ramah. Jadi, saya merasa nyaman dan enak di sini,” kata seorang siswi, Salsabila Putri saat ditemui Sumut Pos usai salat zuhur berjamaah dan menanti waktu makan siang, Rabu (23/7).
Salsabila mengaku, makanan yang tersedia enak dan bergizi, sama seperti yang pernah dinikmati di rumah. Namun, di balik rasa bahagia dan nyaman yang mulai tumbuh, Salsabila mengaku masih menyimpan rasa kerinduan yang teramat dalam kepada orangtua dan dua saudara kandungnya. “Rindu sama orangtua dan kakak-kakak, biasa tidur dan berkumpul sama mereka di rumah. Sekarang ini harus di asrama berpisah dari mereka,” kenang anak ketiga dari tiga bersaudara ini.
Namun, Salsabila menyadari, untuk melanjutkan pendidikannya, dia harus rela berpisah dari keluarga tercinta. “Kemarin kata mamak (ibu), ini demi berlangsung sekolah saya. Jadi, saya harus mau berpisah dari mereka. Walaupun sedih dan selalu rindu sama mereka, tapi orangtua dan keluarga bisa jenguk saya di sini kok,” ungkap Salsabila lagi, yang mengaku baru dikunjungi orangtua dan keluarga pada hari Minggu (20/7) kemarin.
Di sisi lain, Desi, Wali Asrama Putri SRMP 2 Medan mengatakan, selama 10 hari berjalan ini belum mendapati kesulitan yang berat dalam menghadapi anak-anak atau siswa dan siswi di asrama. “Saya senang banyak anak-anak yang bersama saya di sini, merasa ramai dan benar-benar seperti anak sendiri.
Kesulitan yang dihadapi sampai sekarang ini, karena baru juga hitungan hari, masih belum ada kesulitan yang luar biasa. Cuma masih sebatas menghadapi prilaku, tingkah, sikap, dan sifat anak-anak yang berbeda-beda satu dan lainnya. Jadi tetap kita pelajari semuanya, untuk menghindari kesalahan dalam menghadapinya” Kata Desi.
Desi mengatakan, dengan berbagai karakter anak-anak, selalu Wali Asrama, dirinya dan wali asrama lainnya serta pendamping asrama, selalu melakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan yang terjadi, serta bagaimana tindakan ke depannya.
“Sejauh ini, keluhan anak-anak dan terkadang diperlihatkan lewat sikapnya, adalah kerinduan kepada orangtua dan keluarga lainnya. Mungkin kebanyakan dari mereka baru kali ini berpisah dalam waktu yang cukup lama dengan orangtua dan keluarga lainnya, jadi wajar kalau mereka memiliki rasa rindu yang kuat, apalagi ini masih hitungan hari,” terang Desi lagi.
Sementara itu, Pembantu Kepala Sekolah (PKS) SRMP 2 Medan Khairul Hasyim Haloho, mengaku masih terus melakukan evaluasi dari setiap proses yang dilakukan. “Kita tetap melakukan evaluasi dari semua proses, untuk bisa menghasilkan metode yang pas dalam menghadapi anak-anak didik, baik pola di kelas maupun pola di asrama.
Karena ini baru hitungan hari kita berjalan tentunya kita masih berfokus pada anak-anak. Bagaimana memberikan rasa aman, nyaman, serta bahagia untuk mereka. Selanjutnya kita akan berfokus pada pola disiplin anak-anak dalam segi waktu” terang Khairul.
Sama halnya dengan Desi, Khairul juga mengatakan, belum mendapati kesulitan serius dalam menghadapi anak-anak didik di SRMP 2 Medan. “ Kita belum bisa mengatakan adanya kesulitan, bahkan untuk mengatakan perkembangan anak-anak kita belum bisa katakan karena masih dalam hitungan hari.
Tapi, mereka sudah mulai merasakan kenyamana dan terlihat bahagia bersama di Asrama. Keluhan mereka hanya satu, yaitu rindu orangtua dan keluarga, itu saja yang ada sampai sejauh ini,” pungkasnya. (map/mag-2/adz)
Wakil Wali Kota Medan Bantu Mikhayla, Balita Penderita Kanker Mata

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mendapat laporan adanya warga yang menderita sakit kanker mata, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap langsung menjenguk warga yang mengalami sakit di Jalan Pancing I, Gg. Buntu, Kel. Besar, Medan Labuhan, Sabtu (26/7/2025).
Setibanya di lokasi, Zakiyuddin didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, dan Camat Medan Labuhan Khairun Nasyir Tambusai, langsung disambut oleh Ridwan dan Siti, orangtua dari Mikhayla anak usia 1 tahun 8 bulan yang saat ini tengah berjuang melawan penyakit kanker mata yang dideritanya lebih kurang delapan bulan belakangan ini.
Saat berbincang dengan orangtua Mikhayla, Zakiyuddin tampak tak kuasa menahan kesedihan melihat kondisi Mikhayla yang harus menahankan rasa sakit di usianya yang masih balita.
Untuk meringankan beban keluarga Mikhayla, Zakiyuddin pun memberikan sejumlah bantuan berupa uang, susu dan pampers. Tidak hanya itu saja, Zakiyuddin juga memerintahkan agar Mikhayla langsung dibawa ke Rumah Sakit.
“Hari ini saya menjenguk Mikhayla yang sedang sakit, sudah stadium 4. Jadi tadi saya minta langsung di bawak ke rumah sakit, kita sudah siapkan ambulance dan rujukanya agar langsung ditangani,” kata Zakiyuddin.
Zakiyuddin juga meminta agar Mikhayla langsung dirawat secara intensif, jangan lagi mengikuti prosedur administrasi. “Saya minta langsung di tangani segera, karena sakitnya sudah parah. Untuk prosedur administrasi bisa belakangan, yang penting harus ditangani terlebih dahulu,” ujar Zakiyuddin seraya mengatakan Mikhayla akan dibawak ke Rumah Sakit Materna dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik.
Sementara itu, Ridwan orangtua dari Mikhayla menceritakan penyakit kanker mata yang di derita anaknya sudah dirasakan sejak delapan bulan belakangan ini. “Namun satu bulan ini penyakitnya semakin parah, dan mengalami pembengkakan,”ujar Ridwan.
Ridwan pun mengaku sangat berterimakasih atas perhatian yang diberikan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap kepada keluarganya. “Sangat puas sekali sudah dibantu seperti ini, saya ucapkan terimakasih kepada pak Wakil Wali Kota,” pungkas Ridwan. (map/ila)





