28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 141

Helvetia Kuasai Kempo Porkot Medan 2025

Camat Medan Helvitia Junedi Lumban Gaol dan Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE bersama peraih medali cabang kempo Porkot Medan 2025. (Dok KONI Medan)
Camat Medan Helvitia Junedi Lumban Gaol dan Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal SE bersama peraih medali cabang kempo Porkot Medan 2025. (Dok KONI Medan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Medan Helvetia berhasil meraih juara umum cabang kempo Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XV Tahun 2025. Pada pertandingan di Kantor Camat Helvetia, Minggu (12/10/2025). Helvetia mengoleksi 8 medali emas, 12 perak, dan 3 perunggu.

Helvetia unggul atas Medan Selayang dengan 4 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Medan Perjuangan di tempat ketiga dengan torehan 3 emas, 3 perak, dan 1 perunggu.

Pertandingan ini turut dihadiri Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal SE. Aswindy mengapresiasi Camat Medan Helvetia, Junedi Lumban Gaol, yang begitu perhatian dalam perkembangan olahraga di kota ini.

Apresiasi itu disampaikan Aswindy tak lepas karena Aula Kantor Camat Medan Helvetia dijadikan salah satu venue pertandingan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XV Tahun 2025, yakni cabang olahraga (cabor) Kempo.

“Pertama-tama kami dari KONI Medan sampaikan bahwa Camat Medan Helvetia ini luar biasa. Hari ini keliling-keliling ada 8 cabor (Porkot 2025) yang saya kunjungi, tidak ada camat yang hadir langsung seperti beliau ini,” puji Aswindy.

“Hal-hal seperti inilah yang seharusnya kita apresiasi. Selain hadir langsung, beliau juga begitu perhatian sama cabor Kempo. Karena saya dengar kantor beliau ini sering dipakai juga sama cabor Kempo,” tambah Aswindy.

Lebih lanjut, eks atlet bulutangkis Sumut untuk PON (Pekan Olahraga Nasional) 2004 itu menyebut, ada atlet Kempo Kota Medan yang memperkuat Kontingen Sumatera Utara di PON Beladiri 2025, yang mana event ini tengah berlangsung di Kudus, Jawa Tengah.

“Kedua, saya rasa cabor Kempo ini bisa dibilang salah satu cabor andalan, bukan untuk Kota Medan saja bahkan untuk Sumatera Utara juga. Artinya kita lihat, atlet binaan KONI Kota Medan cabor Kempo ada yang berangkat ke PON Beladiri,” ungkap Aswindy.

“Atlet cabor Kempo Kota Medan yang ke Kudus (PON Beladiri 2025) tersebut dipersiapkan untuk Porprovsu (Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara) November tahun depan. Artinya Kempo merupakan salah satu cabor prioritas kita,” tambahnya lagi.

Sementara Camat Medan Helvetia, Junedi Lumban Gaol mengucapkan terima kasih kepada KONI Kota Medan yang telah mempercayai Aula Kantor Camat Medan Helvetia sebagai salah satu veneu pertandingan Porkot Medan tahun ini.

“Kami berterima kasih ke Bapak Ketua KONI Kota Medan yang telah mempercayai kantor kami ini sebagai tempat bertanding Porkot. Kami tentunya mendukung agar Porkot ini berjalan lancar dan sukses, dan kita berharap Medan Helvetia bisa menjadi juara umum nantinya,” pungkasnya. (dek)

Kurangi Efek Negatif pada Ekosistem Perairan, Dosen Pertanian USU Manfaatkan Eceng Gondok sebagai Pakan Ternak

LANGKAT, SUMUTPOS.CO- Enceng gondok adalah tumbuhan air yang sering merusak lingkungan perairan seperti danau dan sungai. Tumbuhan ini dapat menyumbat saluran irigasi, mempercepat hilangnya air, dan mencemari area penangkapan ikan.

Enceng gondok tumbuh dengan cepat, sehingga diperlukan upaya untuk menanganinya agar tidak mengganggu dan merusak lingkungan. Oleh karena itu, Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Batu Malenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, 27 September 2025 lalu.

Tim yang diketuai Dr. Ir. Nevy Diana Hanafi, SPt., M.Si., IPM yang merupakan Dosen Prodi Peternakan Fakultas Pertanian USU dengan anggota Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng; Dr. Ir. Ma’ruf tafsin, M.Si., IPM dan Delima Lailan Sari Nasution, S,TP., M.Sc. mengedukasi masyarakat dalam mengolah eceng gondok menjadi pakan ternak.

Kegiatan ini dihadiri ketua, sekretrais, dan anggota Kelompok Ternak Berkat Tani dan masyarakat Desa Batu Malenggang. Dalam pemaparannya Dr. Nevy Diana Hanafi menyampaikan, Eceng Gondok dapat diolah menjadi pakan ternak. Akan tetapi, eceng gondok memiliki kelemahan yaitu tingginya kadar serat kasar sehingga sulit untuk dicerna oleh ternak.

“Agar Eceng Gondok dapat dicerna oleh ternak, kita harus mengolahnya dengan cara diperkecil ukurannya dan kemudian dilakukan fermentasi untuk diolah sebagai Complete Feed,” kata Nevy.

Pada kesempatan tersebut, tim pengabdian menyerahkan bantuan berupa mesin chooper dan juga bahan-bahan pelengkap penyusun complete feed. Hal tambahan lain dari program ini adalah dapat mewujudkan salah satu dari 8 prioritas sustainability developments goals (SDGs) yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, dan mencanangkan pertanian berkelanjutan. “Hal ini sesuai karena dengan berhasilnya kegiatan pengabdian ini nantinya diharapkan akan tercipta pertanian berkelanjutan dengan nol limbah (zero waste),” pungkasnya. (adz)

Enaknya Hidup Sehat, Entrasol Multigrain Oatmeal Kolaborasi dengan Hong Tang Ajak Anak Muda Nikmati Dessert Bernutrisi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Siapa bilang hidup sehat harus ribet dan tidak bisa menikmati yang enak? Melalui kolaborasi terbarunya bersama Hong Tang, Entrasol Multigrain Oatmeal menghadirkan cara baru menikmati dessert yang enak, mengenyangkan, dan tetap bernutrisi.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata Entrasol untuk semakin dekat dengan masyarakat dari berbagai generasi yang aktif, dinamis, dan peduli pada gaya hidup seimbang.

Hong Tang dan Entrasol Multigrain Dessert Series menghadirkan tiga menu eksklusif yaitu Matcha Multigrain Dessert, Taro Multigrain Dessert, dan Choco Multigrain Dessert, yang memadukan cita rasa khas Hong Tang dengan manfaat multigrain oatmeal dari Entrasol. Mengandung kebaikan ekstrak buah zaitun, tinggi serat, serta sumber protein dan karbohidrat kompleks, setiap menu dirancang sebagai healthy pleasure bagi siapapun yang ingin menikmati dessert tanpa rasa bersalah.

“Melalui Entrasol Multigrain Oatmeal, kami ingin menunjukkan bahwa makanan bernutrisi juga bisa seru dan penuh variasi. Produk ini bisa dikreasikan menjadi berbagai pilihan menu, termasuk dessert kekinian seperti kolaborasi kami bersama Hong Tang. Dengan cara ini, siapa pun bisa menikmati cita rasa manis yang disukai, sambil tetap mendapatkan manfaat nutrisi yang baik untuk energi, otot, dan fungsi pencernaan, sehingga cocok juga untuk mendukung diet sehat,” ujar Dessyana, Marketing Entrasol.

Andrew Surya Iskandar, Founder Hong Tang mengaku senang bisa berkolaborasi dengan Entrasol untuk menghadirkan dessert yang bukan hanya enak, tapi juga bernutrisi. “Kolaborasi ini jadi cara kami menunjukkan bahwa menikmati dessert tetap bisa jadi bagian dari gaya hidup sehat. Semoga kolaborasi ini bisa diterima dengan baik oleh pelanggan setia Hong Tang dan juga generasi muda yang ingin hidup lebih seimbang,” katanya.

Sebagai bagian dari peluncuran kolaborasi ini, Entrasol dan Hong Tang juga menghadirkan aktivitas wellness experience di Universitas Atma Jaya Jakarta, yang diawali dengan sesi yoga bersama di area kampus dan diakhiri dengan launch event di Hong Tang Café Canton. Aktivitas ini menjadi simbol ajakan Entrasol untuk menjalani hidup yang aktif, mindful, dan tetap menikmati momen manis setiap hari.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan semangat #PejuangBerdikari, di mana Entrasol mengajak masyarakat lintas generasi untuk tetap kuat, aktif, dan mandiri menjaga kesehatan tubuh. Melalui inovasi seperti Entrasol Multigrain Oatmeal, Entrasol berkomitmen menghadirkan cara baru untuk hidup sehat yang lebih fun, praktis, dan relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini.

Hong Tang x Entrasol Multigrain Dessert Series sudah bisa dinikmati di seluruh outlet Hong Tang mulai Oktober 2025, lengkap dengan promo menarik. (adz)

Memperingati Hari Tani, Sutarto Bantu Bibit Jagung ke Petani Desa Karanganyar

BANTUAN: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Dr Sutarto MSi memberikan bantuan bibit jagung kepada para petani di Desa Karanganyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (11/10).
BANTUAN: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Dr Sutarto MSi memberikan bantuan bibit jagung kepada para petani di Desa Karanganyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (11/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara (Sumut), Dr Sutarto MSi memberikan bantuan bibit jagung kepada para petani di Desa Karanganyar, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (11/10). Pemberian bantuan bibit jagung itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025.

Pemberian bantuan bibit jagung itu dilakukan Sutarto didampingi Erwin Murdani Purba sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan Tugiran sebagai Wakil Sekertaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Deliserdang.

“Dalam rangka Hari Tani Nasional, hari ini kita memberikan bibit jagung secara gratis kepada para petani di Desa Karang Anyar,” ucap Sutarto.

Menurut Sutarto yang merupakan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara tersebut, pemberian bibit jagung tersebut merupakan intruksi dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri.

“Ada sebanyak 6 ton bibit jagung yang dibagikan se Sumatera Utara dan ini tahap pertama. Kami dari Fraksi PDI Perjuangan diinstruksikan oleh ketua DPD PDI Perjuangan agar bibit jagung itu didistribusikan di masing-masing daerah pemilihannya (dapil),” ujarnya.

Anggota DPRD Sumatera Utara dari daerah pemilihan Sumut III (Kabupaten Deliserdang) ini pun berharap, bantuan bibit jagung tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dapat menyokong program ketahanan pangan di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Deliserdang.

“Semoga bantuan bibit jagung ini dapat dimanfaatkan bagi petani warga Desa Karanganyar Kecamatan Beringin. Ini juga sebagian dari membantu program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan sesuai intruksi Ketua Umum Ibu Megawati Soekarno Putri,” pungkasnya. (map/azw)

Diduga Asal Jadi Dikerjakan, Bangunan Bronjong di Bangun Purba Ambruk

AMBRUK: Proyek bronjong penahan tanah di Bangun Purba yang ambruk.
AMBRUK: Proyek bronjong penahan tanah di Bangun Purba yang ambruk.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan bronjong penahan tebing yang baru rampung dua bulan lalu di Dusun III, Desa Sialang, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, ambruk dan melorot ke jurang. Kejadian ini terjadi pada Minggu (12/10) akibat abrasi, dan memicu kemarahan warga yang menilai proyek tersebut dikerjakan asal jadi.

Bronjong yang dibangun oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deliserdang itu seharusnya menjadi pelindung badan jalan dari ancaman longsor. Namun kenyataannya, struktur yang baru saja selesai dikerjakan pada Agustus 2025 lalu, telah mengalami keretakan serius dan runtuh.

“Diduga asal-asalan. Kalau kayak gini hasil kerja Dinas PU Deli Serdang, sia-sia uang rakyat. Baru selesai dibangun sudah ambruk, apa gunanya bronjong ini?” tegas Yahya Saragih, tokoh masyarakat Kecamatan Bangun Purba.

Yahya mendesak agar pihak penegak hukum segera turun tangan menyelidiki proyek yang dibiayai oleh APBD Deliserdang tersebut. Ia menuding lemahnya pengawasan dan buruknya perencanaan teknis sebagai penyebab utama gagalnya proyek.

“Kami menduga perhitungan teknis dari konsultan dan pelaksana sangat lemah. Ini jelas merugikan keuangan negara. Harus ada yang bertanggung jawab, jangan dibiarkan,” tuturnya.

Peristiwa ini menambah daftar panjang persoalan proyek infrastruktur yang diduga bermasalah di Kabupaten Deliserdang. Warga meminta Inspektorat, Kejaksaan, dan aparat penegak hukum lainnya segera mengaudit proyek dan memanggil pihak-pihak terkait.

“Jangan sampai kebiasaan proyek asal jadi ini terus berulang. Uang rakyat harus digunakan dengan benar. Kalau dibiarkan, ini akan jadi preseden buruk,” pungkas Yahya Saragih.

Kepala Desa Sialang, Selamet, membenarkan bahwa pembangunan bronjong tersebut merupakan proyek dari Pemkab Deliserdang. Ia menyebut, proyek dikerjakan pada bulan Agustus lalu, namun tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana, karena selama pengerjaan berlangsung tidak ada plang proyek terpasang di lokasi.

“Setahu saya itu proyek dari Dinas SDABMBK. Tapi siapa pemborongnya saya tidak tahu, katanya orang Lubukpakam. Tidak ada plang proyek, jadi saya tidak bisa pastikan,” ujar Selamet saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas SDABMBK Kabupaten Deliserdang belum memberikan keterangan resmi terkait ambruknya bronjong di Bangun Purba. (btr/ila)

Muniruddin Ritonga Serap Aspirasi Warga Desa Situmba

RESES: Anggota DPRD Sumut Muniruddin Ritonga SHI MAg melaksanakan Reses I Tahun Sidang II 2025–2026 di Desa Situmba Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapsel, Sabtu (11/10).
RESES: Anggota DPRD Sumut Muniruddin Ritonga SHI MAg melaksanakan Reses I Tahun Sidang II 2025–2026 di Desa Situmba Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapsel, Sabtu (11/10).

TAPSEL, SUMUTPOS.CO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (sumut), Muniruddin Ritonga SHI MAg menggelar Reses I Tahun Sidang II 2025–2026 di Desa Situmba, Kecamatan Tanotombangan Angkola (Tantom Angkola), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sabtu (10/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat serta tokoh-tokoh masyarakat dan pemerintah desa.

Dalam sambutannya, tokoh masyarakat Desa Situmba, Murhot Siregar, menyampaikan apresiasi atas kedatangan wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

“Apa yang menjadi permintaan, mohon disampaikan supaya kita sama-sama mendengarkan dan menyampaikan kepada perwakilan kita dari DPRD Sumut dari PKB,” ujar Murhot Siregar.

Sementara itu, Ikhwan, anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan dari PKB, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dan kepada Muniruddin Ritonga yang telah memilih Desa Situmba sebagai lokasi pelaksanaan reses.

“Kegiatan reses adalah sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kami memohon dukungan dari bapak ibu sekalian agar kami dapat bekerja dengan baik. Terima kasih kepada Pak Munir yang mengingat konstituennya di Desa Situmba,” ungkap Ikhwan.

Dalam kesempatan itu, Muniruddin Ritonga SHI MAg menjelaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari pelaksanaan tugas DPRD dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

“Alhamdulillah saya bisa hadir di sini. Mudah-mudahan kampung kita mendapat berkah dari Allah SWT. Reses ini adalah kegiatan penting untuk menampung aspirasi masyarakat,” tutur Muniruddin.

Sebagai anggota Komisi B DPRD Provinsi Sumatera Utara yang membidangi perekonomian, Muniruddin memaparkan ruang lingkup kerja komisinya, meliputi sektor perindustrian dan perdagangan, pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, pangan dan logistik, koperasi, UMKM, pertambangan dan energi, serta pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia menekankan pentingnya peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam memberikan informasi tepat waktu kepada petani.

“PPL harus menyampaikan kepada masyarakat kapan pupuk subsidi disalurkan, berapa harga eceran tertinggi dari pemerintah, serta memastikan jadwal tanam dan distribusi pupuk berjalan selaras agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Muniruddin juga mengingatkan bahwa DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.

“Reses ini bagian dari fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi. Jangan sungkan menyampaikan aspirasi selama hal itu menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” tambahnya.

Acara reses kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan penyampaian aspirasi masyarakat. Beberapa usulan dan pertanyaan yang disampaikan warga antara lain:

Pembangunan tangga Masjid Raya Nurul Huda Situmba.

Abdul Rahim Siregar meminta solusi atas alih fungsi sawah menjadi lahan sawit, perbaikan irigasi persawahan yang kini kering, serta pembangunan rabat beton menuju lahan sawah.

Samsinar Harahap mengusulkan pembangunan jembatan penghubung sepanjang sekitar 8 meter menuju perkebunan warga.

Sabban Siregar menyampaikan keluhan terkait irigasi air sawah yang telah kering lebih dari satu tahun, serta mengusulkan bantuan bibit ikan bagi masyarakat yang memiliki kolam. Ia juga memohon bantuan alat mengaji seperti Iqra, Alquran, dan papan tulis. Harun Siregar meminta bantuan alat olahraga bagi para pemuda Desa Situmba.

Kegiatan reses ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh aspirasi yang disampaikan dapat diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Sumatera Utara.(san/azw)

 

Dairi dan Kabupaten Blitar Sepakat Kembangkan Pertanian dan Peternakan Unggulan

CENDERAMATA. Bupati Dairi Vickner Sinaga menerima cenderamata dari Bupati Blitar H.Rijanto usai melakukan pertemuan belum lama ini.
CENDERAMATA. Bupati Dairi Vickner Sinaga menerima cenderamata dari Bupati Blitar H.Rijanto usai melakukan pertemuan belum lama ini.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Langkah maju diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dengan menjalin kerja sama lintas provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Kedua daerah sepakat mengembangkan sektor pertanian dan peternakan unggulan yang diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Pertemuan strategis itu digelar saat Bupati Dairi, Vickner Sinaga, bersama rombongan, berkunjung langsung ke Kabupaten Blitar. Turut hadir Ketua TP PKK Rita Puspita Situmorang, Kepala Bappeda Romedi Bangun, Kadis Kesehatan Henry Manik, Plt Kadis Pendidikan Mariady Simanjorang, dan Ketua DPRD Sabam Sibarani. Rombongan disambut hangat oleh Bupati Blitar, H Rijanto.

“Kita tidak hanya bertukar informasi, tetapi juga membangun kemitraan konkret. Dairi akan memasok jagung ke Blitar, dan Blitar akan mengirimkan bibit sapi perah ke Dairi. Ini langkah nyata demi ekonomi dan kesejahteraan petani dan peternak,” ujar Bupati Vickner.

Dalam lawatan itu, rombongan Pemkab Dairi juga mengunjungi sentra produksi coklat Blitar yang telah sukses menembus pasar ekspor ke Malaysia dan sejumlah negara lainnya.

Bupati Vickner mengaku terinspirasi dan menyatakan potensi coklat Dairi tak kalah besar, hanya perlu dukungan teknologi dan pasar. “Blitar memberi kita motivasi kuat. Kita juga punya lahan dan petani coklat yang siap berkembang. Tinggal kita perkuat dari hulu ke hilir,” ujarnya penuh optimisme.

Kedekatan antara kedua kepala daerah bukan hal baru. Dalam struktur Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Vickner Sinaga menjabat Ketua Bidang Pembangunan Daerah dan Desa Tertinggal, sementara H Rijanto sebagai Sekretaris. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana jaringan antardaerah dapat menghasilkan program nyata yang menyentuh rakyat.

Kedua daerah juga membahas sektor infrastruktur, pelayanan publik, dan pengembangan inovasi daerah, sebagai bagian dari sinergi jangka panjang. “Kami yakin kerja sama ini tak berhenti di sini. Ini awal dari banyak peluang kolaborasi yang lebih luas. Petani diuntungkan, peternak tumbuh, dan ekonomi lokal bergerak,” pungkas Vickner. (rud/ila)

Kejari Binjai Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp14,9 Miliar

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai membongkar dugaan praktik mafia tender dalam proyek pembangunan jalan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit Tahun Anggaran 2023-2024 senilai Rp14,9 miliar. Dugaan korupsi ini melibatkan 12 paket proyek dengan modus pengaturan pemenang tender melalui perusahaan-perusahaan “boneka”.

Penyelidikan jaksa mengungkap fakta bahwa belasan perusahaan mendaftar sebagai peserta tender, namun hanya satu perusahaan yang mengirim penawaran harga sehingga mengindikasi kuat bahwa pemenang sudah “diatur” sejak awal.

“Ini pengaturan proyek. Empat perusahaan yang ikut, ternyata dikuasai oleh satu orang, hanya beda bendera,” tegas Kepala Kejari Binjai, Iwan Setiawan, dalam konferensi pers belum lama ini.

Dua dari 12 paket yang disorot jaksa, yakni Jalan Gunung Sinabung dan Jalan Samanhudi, ditemukan tidak memiliki pekerjaan fisik alias diduga fiktif. Akibatnya, negara dirugikan hingga Rp2,6 miliar.

Dalam kasus ini, tiga tersangka telah ditetapkan dan ditahan di Lapas Binjai, yaitu: RIP: Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Binjai, merangkap Plt Kepala Dinas PUTR dan sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SFP selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta TSD selaku rekanan swasta.

Jaksa juga telah menggeledah Kantor Dinas PUTR Kota Binjai, Rabu (8/10/2025), guna mencari dokumen asli proyek yang sedang diselidiki.

Dari data yang diakses wartawan dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), pada proyek-proyek yang bermasalah, belasan perusahaan hanya meng-upload dokumen administrasi, tapi tidak melanjutkan ke pengajuan harga menjadi tanda bahwa pemenang tender telah ditentukan sejak awal.

Kajari Binjai menegaskan, penyidikan masih terus bergulir dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka. “Kami akan dalami apakah ada kesamaan kehendak, pengetahuan, atau keterlibatan pejabat lain. Yang pasti, praktik mafia proyek harus dihentikan!” tegas Iwan.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setdako Binjai, Ikhsan Siregar, membantah keterlibatan pihaknya. Ia menegaskan bahwa proses lelang dilakukan secara sistematis dan terbuka. “Semua by sistem. Upload, evaluasi, hingga pembuktian kualifikasi dilakukan sesuai mekanisme,” kata Ikhsan.
Namun, penyidik mendalami kemungkinan keterlibatan oknum internal Pokja atau Pokmil PBJ dalam mengatur proyek.

Kasi Intelijen Kejari Binjai, Noprianto Sihombing, belum memberikan jawaban rinci terkait apakah dugaan pengaturan proyek melibatkan pejabat PBJ. “Saya cek dulu ke Pidsus ya,” ujarnya singkat, ketika dikonfirmasi soal kemungkinan keterlibatan Pokja dalam praktik kotor tersebut. (ted/ila)