28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 1400

BIJ Carvan, Strategi Epson Indonesia Mengedukasi Produk Ramah Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Epson Indonesia di tahun fiscal yang baru ini menghadirkan kembali mobil pamer keliling untuk edukasi sekaligus menciptakan pengalaman produk (brand experience) kepada khalayak.

Head of Visual Instrument & Business Product Printer Epson Indonesia, Zanipar SA Siadari menjelaskan BIJ Caravan akan menawarkan pengalaman baru kepada khalayak dalam berinteraksi dengan brand Epson Indonesia khususnya pada produk Scanner, Business Inkjet Printer, dan T series.

“Kami senantiasa memiliki komitmen untuk menyediakan solusi pencetakan yang ramah lingkungan secara total kepada para pelanggan di Indonesia. Salah satunya, BIJ Caravan yang menghadirkan konsep ruang expo mini yang mobile,” ujarnya di acara peluncuran BIJ Caravan di beberapa kota di Kalimantan, baru-baru ini.

BIJ Caravan merupakan program aktivasi Epson Indonesia yang dikemas dalam pameran keliling dengan menggunakan mobil. BIJ Caravan dilengkapi dengan demo produk, mulai dari printer, scanner, dan program promo dan mobil BIJ Carvan ini dilengkapi dengan tenaga panel surya dalam melakukan operasional demo pencetakan. Termasuk pula menghadirkan produk unggulan dari jajaran Business Inkjet Printer.

Selain itu, BIJ Caravan menyediakan layanan konsultasi dimana pengunjung dapat bertanya secara langsung dengan perwakilan dari Epson Indonesia mengenai produk – produk yang ditampilkan pada BIJ Caravan.

BIJ Caravan diperkenalkan pertama kali kepada publik di Jakarta pada tahun 2019 dan diikuti 100 lebih pengunjung. Mereka sangat antusias mengikuti demo produk termasuk datang untuk melihat produk Epson Indonesia yang hemat energi dan ramah lingkungan, selain itu mobil BIJ Carvan ini telah menggunakan tenaga panel surya sebagai motor penggerak demo unit yang di pamerkan di dalam mobil BIJ Caravan.

Menurut seorang pengunjung, Ahmad Taryadi, program ini sangat bermanfaat bagi konsumen untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan teknologi pada setiap solusi Epson yang tepat.

“Program BIJ Caravan tidak hanya berkeliling di Jakarta saja, tapi akan hadir di beberapa kota besar Indonesia salah satunya di Kalimantan” tandas Zan.

Pada bulan Juli 2023 ini program BIJ Caravan ini tersebar di beberapa area di Kalimantan yakni Banjar baru, Banjarmasin, Tanjung, hingga Tanah Grogot. Sebelumnya program BIJ Caravan ini sudah dilakukan di beberapa daerah di Sumatera yakni di Pekanbaru dan Palembang dan disambut antusias oleh masyarakat dan di dukung oleh Pemerintah setempat. Selanjutnya Epson Indonesia akan terus mengkaji dan melakukan kegiatan BIJ Caravan ini di beberapa daerah lainnya.(rel)

Asosiasi Akbarindo Batubara Gelar Diskusi, Kontraktor Daerah Harus Kualifight Bangun Batubara

FOTO BERSAMA: Ketua Umum BPP Akbarindo Sumut Krisman Tambunan, S.T, Staf Khusus Akbarindo Sumut, Indra Daulay, pengurus perwakilan Akbarindo Batubara Mona Nasution, dan Wakil Ketua Akbarindo Sumut Purnama Sari Manalu, foto bersama dengan para kontraktor Batubara usai acara diskusi. - IRMAWAN/SUMUT POS.

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pengurus Perwakilan Asosiasi Kontraktor Bangunan Konstruksi Indonesia (Akbarindo) Kabupaten Batubara menggelar diskusi tentang tata cara pelaksanaan pemenuhan sertifikat standar jasa kontruksi dalam rangka mendukung kemudahan perizinan berusaha bagi pelaku usaha jasa konstruksi.

Diskusi digelar di Sekretariat Akbarindo, Jalan Tulilp Perumnas Lima Puluh, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Batubara, Senin (12/6).

Hadir pada diskusi Akbarindo, Pengurus perwakilan Akbarindo Batubara Mona Nasution, S.E, Ketua Umum BPP Akbarindo Sumut Krisman Tambunan, S.T, Wakil Ketua Akbarindo Sumut, Purnama Sari Manalu, Staf Khusus Akbarindo Sumut, Indra Daulay S.T, Pengurus Akbarindo Batubara Ahmad Khoir.

Selain itu, Ahmad Muzawir, M.SP sebagai MC, dan para pelaku usaha jasa konstruksi, diantaranya Chandra Wiguna mewakili Wadir perusahaan CV. Abrah Wiguna, Roni Hasiholan selaku Direktur CV. Jaya Sekawan Abadi, Abdi Aditiya selaku Direktur CV. Salsabila, serta Wartawan Sumut Pos yang secara khusus diundang ikut menghadirinya.

Pengurus perwakilan Akbarindo Kabupaten Batubara, Mona Nasution, S.E dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi/asosiasi pelaku usaha orang perseorangan dan badan usaha jasa konstruksi nasional yang mempunyai badan hukum dan bergerak dalam bidang pelaksana kontruksi yang bersifat umum.

“Kami mengundang sekaligus mengajak rekan-rekan untuk bergabung menjadi anggota Akbarindo, hingga sampai kepada pengurusan SBU, SKA, SKT, ISO, OHASS, Akuntan Publik yang sudah terdaftar di OJK, kita siap memfasilitasinya, ujar Mona singkat.

Berikutnya, Ketua Umum Badan Pengurus Pimpinan (BPP) Akbarindo Sumut, Krisman Tambunan S.T, menjelaskan hadirnya Akbarindo, tentunya kita bisa berdiskusi dan bertukar informasi, maupun bertukar pikiran kepada rekan-rekan kontraktor di Batubara.

Pada kesempatan tersebut, Krisman mengajak Akbarindo Batubara untuk bekerja sama membangun daerah. “Kita tidak inginkan persaingan-persaingan asosiasi lainnya. Persaingan itu memang ada, tetapi persaingan lebih sehat. Kalau kita satu badan janganlah kita saling sikut meyikut,”tegas Krisman dengan serius. (aci/han)

Masyarakat Desa Ambar Halim Hadiri Sosialisasi dan Pengumuman Hasil Inventarisasi ROW

HADIRI: Masyarakat Desa Ambar Halim, Kecamatan Pintu Pohan Meranti dan Kabupaten Toba, menghadiri sosialisasi dan Hasil Inventarisasi ROW yang digelar PLN UIP SBU melalui UPP Sumbagut 4.

TOBA, SUMUTPOS.CO – Progress rencana pembangunan Jalur Transmisi 150 kV PLTA Asahan 3 – GI Simangkuk terus berlanjut. Untuk merealisasikan proyek tersebut, PLN UIP SBU melalui UPP Sumbagut 4, menggelar Sosialisasi dan Pengumuman Hasil Inventarisasi Tanah, Tanaman dan Bangunan Pada ROW jalur transmisi tersebut.

Kegiatan sosialisasi dan hasil inventarisasi itu dilakukan di hadapan masyarakat Desa Ambar Halim, Kecamatan Pintu Pohan Meranti dan Kabupaten Toba, Sumut pada tanggal 14 April 2023.

Selain dihadiri masyarakat pemilik tanah yang dilintasi jaringan Transmisi T/L 150 kV PLTA Asahan 3 – GI Simangkuk, hadir pula jajaran stakeholder, di antaranya Kepala Desa Ambar Halim Wesli Tambunan, Camat Pintu Pohan Meranti Josten Sihotang, Kapolsek AKP D. Aritonang, Danramil Kapten T. Lumbantoruan dan perawakilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Masmur Bangun sebagai pendampingan terkait program program pembangunan sistem ketenalistrikan.

Sedangkan dari pihak PLN yang hadir yakni MSB Pertanahan dan Aset UIP Sumbagut Andi Rizky dan AMN Perijinan & Umum UPP Sumbagut 4 Andono.

Terkait kegiatan itu, GM PLN UIP Sumbagut Octavianus Duha mengungkapkan, manfaat dari kegiatan sosialisasi itu diantaranya untuk memenuhi kewajiban PLN dalam rangka proses tahapan pelaksanaan pembayaran kompensasi ROW yang diatur dalam Permen ESDM No 13 Tahun 2021.

“Lewat kegiatan itu juga kami menyampaikan hasil pengukuran ROW berupa luasan tanah, jumlah tanaman dan luasan bangunan kepada pemilik tanah yang dilintasi jaringan transmisi T/L 150 kV PLTA Asahan 3 – GI Simangkuk,” ujarnya. (ila)

Kemenperin Kukuhkan Asosiasi Gabungan Industri Aluminium Indonesia

Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita saat mengukuhkan Asosiasi Gabungan Industri Aluminium Indonesia (Galunesia) di Kementerian Perindustrian RI, Rabu (14/6).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia secara langsung mengukuhkan Asosiasi Gabungan Industri Aluminium Indonesia (Galunesia) yang dilakukan langsung oleh Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita di Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI), Rabu (14/6). Dalam kesempatan tersebut, Oktavianus Tarigan, yang merupakan insan Inalum ditunjuk sebagai Ketua Galunesia.

Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa kehadiran Galunesia dalam ekosistem industri aluminium nasional diharapkan bisa menjadi energi baru dalam menjawab tantangan hilirisasi nasional.

“Galunesia akan menjadi bagian dari pemangku kepentingan dalam langkah strategis mewujudkan rantai pasok industri aluminium nasional sekaligus memberikan gagasan dan inovasi segar dalam meningkatkan nilai tambah dari produk aluminium,” ujar Agus.

Galunesia merupakan asosiasi dari entitas industri yang bergerak dalam pengolahan komoditas aluminium. Tujuan Galunesia yaitu menjadi wadah dan katalis dalam menghubungkan semua pemangku kepentingan di industri aluminium nasional mulai dari pemerintah, pelaku industri, pasar, hingga investor. Galunesia memiliki visi sebagai center of knowledge dari industri aluminium nasional.

Direktur Operasional PT Inalum, Rainaldy Harahap, berharap Galunesia bisa menjadi semangat baru dalam industri aluminium nasional dan memajukan seluruh industri strategis nasional berbahan baku aluminium.

“Dengan Galunesia industri aluminium nasional akan lebih mapan karena asosiasi ini akan berperan aktif dalam perumusan regulasi, inovasi, hingga penetrasi pasar yang lebih luas baik di pasar domestik maupun pasar global,” ujar Rainaldy.

Perkembangan peradaban modern di Indonesia selama 47 tahun terakhir mengalami percepatan pertumbuhan salah satunya dikarenakan perkembangan industri aluminium nasional. Saat ini kebutuhan pasar domestik terhadap aluminium mencapai 1 juta ton per tahun. Inalum bersama Galunesia diarahkan untuk bisa mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar nasional dan melakukan ekspansi global.

Hal tersebut sejalan dengan Noble Purpose MIND ID dalam rangka memajukan peradaban, meningkatkan kesejahteraan, dan mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Ketua Umum Galunesia menyebut bahwa mewujudkan visi industri aluminium yang mandiri membutuhkan kontribusi dari semua pihak. Ia berharap partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.

“Saya percaya, dengan kolaborasi, kerja keras, dan rasa kebanggaan nasionalisme yang sangat besar, kita bisa memajukan industri tempat kita berkarya saat ini menjadi lebih baik dan lebih maju,” pungkas Oktavianus.(rel/tri)

Ashari Buka FSQ ke-45 Tingkat Deliserdang

PUKUL BEDUK: Bupati Deliserdang Ashari Tambunan memukul beduk tanda dimulainya FSQ ke45 Tingkat kabupaten Deliserdang - IKA/SUMUT POS.

TANJUNGMORAWA, SUMUTPOS.CO – Bupati Deliserdang, H Ashari Tambunan membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) ke-45 Tingkat Kabupaten Deliserdang di Lapangan Sepakbola Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanjung Morawa, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Selasa(13/6).

Dalam arahannya, Bupati mengemukakan FSQ ke-45 merupakan program Pemerintah Kabupaten Deliserdang untuk mendukung program nasional di bidang keagamaan.

Selain itu, pelaksanaan FSQ ke-45 bertujuan untuk mendidik generasi muda dalam meningkatkan nilai seni qasidah pada diri generasi Islam, agar bisa terus eksis dan beradaptasi sesuai perkembangan zaman.

“Kita sangat bersyukur karena masyarakat Kabupaten Deli Serdang memiliki beragam suku, bahasa, budaya yang berbhineka tunggal ika, saling akulturasi, berasimilasi, beradaptasi, bersilang budaya tanpa kehilangan jati diri, serta rukun dam bersatu,” ungkap Bupati.

“Kita bisa melihat dan mempelajari, bagaimana alim ulama di masa lalu yang memilih jalan kebudayaan dalam menjalankan dakwah dan syiar Islam, membuat ajaran Islam bisa bersanding dan menjiwai kebudayaan-kebudayaan yang beragam dan memberikan kontribusi besar dalam membangun masyarakat kita,” imbuh Bupati sembari mengatakan akan terus mendukung penyelenggaraan event keagamaan, karena bisa membentuk masyarakat unggul dan inovatif.

Tema FSQ ke-45, “Melalui Festival Seni Qasidah ke-45 Tahun 2023, Kita Wujudkan Masyarakat Deli Serdang Bangga Menjadi Warga Deli Serdang yang Religius dan Rukun dalam Kebhinekaan”, terang Bupati, bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga masyarakat Deli Serdang, melalui kesenian qasidah.

Pesatnya perkembangan musik modern yang identik dengan budaya budaya luar, tegas Bupati, membuat kesenian qasidah mulai terkikis. Sementara, seharusnya seni dan qasidah bukan hanya dijadikan sebagai tontonan. Namun juga, harus dijadikan sebagai tuntunan hidup, karena mengandung nilai-nilai dakwah dan ajaran yang baik sesuai dengan kaidah Islam.

Bupati Ashari juga berpesan agar peserta menjadikan FSQ ke-45 sebagai motivasi untuk memahami dan menggali nilai budaya religius.

Kepada dewan juri, Bupati menekankan agar menghindari pertimbangan-pertimbangan bersifat pribadi, dan menjunjung tinggi objektivitas yang dilandasi ketulusan hati.

Sementara sebelumnya, Ketua Panitia FSQ ke-45, Drs H Citra Effendi Capah yang juga Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Deli Serdang, dalam laporannya yang dibacakan Kepala Bagian (Kabag) Kesra, Drs Syahrul MPd menyampaikan pelaksanaan FSQ ke-45 didasari Surat Keputusan (SK) Bupati No.286 Tahun 2023 Tentang Pembentukan Panitia Pelaksana CSQ ke-45 Tingkat Kabupaten Deliserdang dan SK Bupati No.287 Tahun 2023 Tentang Pembentukan Dewan Pembina, Dewan Pengawas dan Dewan Juri FSQ ke-45 Tingkat Kabupaten Deliserdang

FSQ ke-45 kali ini diikuti 346 peserta yang akan mengikuti sembilan perlombaan. (ika/han)

Inisiatif Telkomsel Jaga Bumi Tanam 15.060 Pohon di Kawasan Hutan Mangrove Indonesia

Telkomsel melalui inisiatif Program CSR Telkomsel Jaga Bumi kembali melangsungkan penanaman 15.060 pohon mangrove dari hasil konversi donasi Telkomsel Poin pelanggan dan donasi perusahaan. Penanaman ini diperkirakan dapat menyerap karbon dioksida setara dengan 441,2 ton (tCO2e).

Kolaborasi Telkomsel bersama Jejak.in untuk Dukung Upaya Reboisasi di Sejumlah Kawasan Konservasi Hutan Mangrove di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Melanjutkan komitmen aktivitas Corporate Social Reponsibility (CSR) dalam mengambil peran terdepan untuk mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim dan mengkompensasi emisi karbon yang dilakukan dalam Program Carbon Offset, Telkomsel melalui insiatif Telkomsel Jaga Bumi bersama Jejak.in melakukan penanaman sebanyak 15.060 pohon bakau (mangrove) di sejumlah lokasi kawasan konservasi hutan mangrove di Indonesia dari hasil konversi donasi Telkomsel Poin pelanggan dan donasi perusahaan. Peresmian kegiatan ini ditandai secara seremonial dengan melakukan penanaman pohon mangrove di Kawasan Bedono, Demak, Provinsi Jawa Tengah (13/6).

Dengan total luas area penanaman mencapai 3,9 hektare, keseluruhan kegiatan penanaman mangrove berlangsung di sejumlah lokasi kawasan konservasi hutan mangrove di Indonesia, yang mencakup penanaman 1.000 pohon di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta, 500 pohon di Ekowisata Mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta, 2.560 pohon di Kawasan Tahura Bali, 2.000 pohon di Mangrove Bedono di Demak, 2.000 pohon di Kawasan Mangrove Mangunharjo di Semarang, 2.000 pohon di Kawasan Mangrove Kartika Jaya di Kendal, 3.000 pohon di Kawasan Mangrove Kampung Laut Cilacap, serta 2.000 pohon di Kawasan Mangrove Pabean Ilir Indramayu. Melalui aktivitas penanaman 15.060 pohon mangrove tersebut, keberlanjutan inisiatif Telkomsel Jaga Bumi tersebut diperkirakan dapat menyerap karbon dioksida setara dengan 441,2 ton (tCO2e).

Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono menjelaskan, “Sebagai salah satu program CSR Telkomsel, inisiatif Telkomsel Jaga Bumi berkomitmen untuk menggerakkan perubahan di Indonesia dengan berfokus secara konsisten mengambil peran terdepan dalam menghadirkan dampak positif terhadap kelestarian bumi dan lingkungan hidup. Kini, kami melanjutkan program tersebut dengan kegiatan penanaman pohon mangrove di beberapa kawasan konservasi di Indonesia untuk periode semester pertama 2023.

Telkomsel berharap inisiatif ini dapat mendukung upaya reboisasi hutan mangrove melalui langkah kolaboratif untuk membuka berbagai peluang dalam mengkompensasi emisi karbon secara inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan membuka berbagai kolaborasi serta menghadirkan pemanfaatan ekosistem aset dan kapabilitas teknologi digital terdepan, yang salah satunya kami lakukan melalui Telkomsel Jaga Bumi, kami juga berharap dapat terus aktif menjalankan bisnis yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip EnvironmentalSocialand Governance (ESG).”

Sebagai upaya mendorong kontribusi dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian bumi serta lingkungan hidup lebih lanjut secara inklusif, Telkomsel Jaga Bumi juga menghadirkan sesi edukasi tentang perubahan iklim, jejak karbon, dan mangrove yang melengkapi berbagai kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Bedono, Demak (13/6). Sesi ini turut dihadiri oleh perwakilan pelanggan yang telah menukarkan Telkomsel Poin mereka dalam Program Carbon Offset, komunitas lokal dan warga Desa Bedono, serta employee volunteer dari Telkomsel.

Carbon Offset dari Telkomsel sendiri merupakan salah satu aktivitas CSR melalui inisiatif Program Telkomsel Jaga Bumi yang berkolaborasi dengan Platform Jejak.in. Program yang digelar sejak Desember 2022 ini mengajak para pelanggan setia untuk ikut serta dalam enviromental movement dengan menukarkan Telkomsel Poin yang dimiliki melalui Aplikasi MyTelkomsel dan situs www.telkomsel.co.id menjadi kontribusi yang setara dengan sebatang pohon untuk mengkompensasi emisi karbon. Pelanggan bisa melakukan penukaran poin melalui SMS ke 777 dengan mengetik JAGABUMI5 untuk menukarkan 50 poin (setara dengan 0.1 pohon/2.93 kg CO2e) atau JAGABUMI50 untuk menukarkan 500 poin (setara dengan 1 pohon/29.33 kg CO2e) sekaligus.[1]

Selain Program Carbon Offset bersama Jejak.in, Telkomsel Jaga Bumi juga telah meluncurkan beberapa program yang mengintegrasikan elemen proses bisnis di Telkomsel dengan upaya pelestarian lingkungan dan bumi, seperti Program Waste Management yang berkolaborasi dengan PlusTik untuk mendaur ulang kemasan kartu perdana dan cangkang kartu SIM berbahan dasar plastik hingga menjadi produk reusable dan sustainable, Program Digitalization Support untuk melindungi ekosistem hutan mangrove Tahura Ngurah Rai melalui pemanfaatan teknologi Internet-of-Things (IoT) bersama dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Bali, kerja sama Telkomsel Jaga Bumi dan Volta untuk menghadirkan bundling motor listrik sebagai solusi transportasi ramah lingkungan yang hemat, efisien, dan bernilai tambah. Informasi lebih lengkap mengenai berbagai program dalam inisiatif Telkomsel Jaga Bumi dapat diakses melalui laman tsel.id/jagabumi.

“Merujuk kepada dokumen kontribusi yang ditentukan secara nasional atau Nationally Determined Contribution (NDC), Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen melalui kerja sama internasional pada tahun 2030[2]. Guna mendorong pencapaian target penurunan tingkat emisi karbon hingga tahun 2030 tersebut, Telkomsel melalui inisiatif Telkomsel Jaga Bumi telah berkolaborasi dengan Jejak.in untuk mengajak para pelanggan berpartisipasi bersama dengan menukarkan Telkomsel Poin yang dimiliki sejak Desember 2022 yang kemudian dikonversi menjadi pohon mangrove untuk Program Carbon Offset,” tutup Saki.(rel)

TPP 2 Bulan dan Gaji 13 Belum Cair, Kepala BPKPAD Binjai Bungkam

MELINTAS: Sejumlah warga saat melintas di depan Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman Binjai - Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah pegawai lingkup Pemko Binjai mengeluhkan kondisi keuangan. Pasalnya, mereka mengeluhkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang tak kunjung cair hingga 2 bulan, April dan Mei 2023.

“Tidak pernah-pernahnya kondisi keuangan begini. Banyak yang mengeluh atas kondisi ini, mengeluh dalam hati semua,” ungkap seorang sumber kepada wartawan, Rabu (14/6).

Sumber ini merupakan seorang Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Binjai. Untuk menutupi ini, lanjut sumber mengaku, terpaksa mencari pinjaman hingga mengagunkan barang berharganya ke Pegadaian.

“Jangan-jangan ada (ASN) yang sudah terjerat pinjaman online,” katanya berasumsi.

Dia pun mengaku, tidak tahu mau mengadu ke mana atas kondisi ini.

“Selain TPP 2 bulan, gaji ke-13 pun belum cair,” imbuhnya.

Kondisi ini diherankan sumber lantaran hanya di Pemko Binjai yang demikian. Sementara daerah lain, TPP sudah cair, termasuk gaji ke-13. “Kenapa bisa Binjai sekarang kalah sama Langkat?” ujarnya mengeluh.

Lebih lanjut, dia juga mengherankan kalangan wakil rakyat yang tak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas.

“DPRD Binjai aneh, fungsi pengawasan tidak berjalan,” katanya lagi.

Dia pun menjelaskan, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah begini. Bahkan, saat masa pandemi lalu. Namun setelah pandemi, dia heran, keuangan Pemko Binjai malah amburadul, yang dinilai tidak baik tata kelolanya.

“Tahun-tahun sebelumnya lancar tiap bulan. Sedihlah kalau Binjai jadi begini,” jelasnya.

“TPP ini memang diharapkan untuk membantu keuangan kami, karena banyak gaji ASN sudah dipotong bank. Sementara kalau gaji ke-13 untuk biaya anak masuk sekolah, apalagi yang mau masuk tahun ajaran baru,” sambungnya.

Sumber ini sebenarnya sedih melihat kondisi keuangan Pemko Binjai. Sebab, kebutuhan untuk pegawai saja tak terpenuhi. Bagaimana dengan kebutuhan yang lain.

“Hilang kebanggaan saya sebagai orang Binjai. Bukan kebanggaan karena sebagai pegawai lantaran dari gaji, TPP atau gaji ke-13, tapi lebih kepada sedih sekarang pengelolaannya begini. Sebelumnya kan kita (Binjai) lebih baik, dibanding daerah lain, apalagi dibanding dengan Langkat,” tukasnya.

Sayangnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Binjai, Erwin Toga Purba, tak dapat dikonfirmasi. Disampaikan konfirmasi via jejaring WhatsApp, dia tidak memberikan jawaban. (ted/saz)

Tingkatkan Produksi Jagung, Pemkab Dairi Serahkan Alsintan ke Gapoktan

SERAHKAN: Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Dinas Pertanian Robot Simanulang, menyerahkan alsintan berupa combine harvester kepada pengurus Gapoktan di Desa Rante Besi, Kecamatan Gunung Sitember, Senin (12/6).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi melalui Dinas Pertanian, menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa mesin combine harvester besar multiguna kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) di Desa Rante Besi, Kecamatan Gunung Sitember, Senin (12/6) lalu.

Pada kesempatan itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, pemberian alsintan ini, dimaksudkan untuk meningkatkan jumlah produksi jagung. Dan paling penting lagi, untuk menekan biaya yang dikeluarkan petani untuk sarana produksi/pengolahan. Diharapkan, bantuan alsintan ini bisa menekan biaya untuk tenaga kerja. Karena tidak bisa dipungkiri, petani cukup besar membayar tenaga kerja sesuai luas tanam dikelola petani.

“Melalui penyerahan bantuan alsintan ini, diharapkan akan menekan biaya produksi para petani. Mesin combine harvester berukuran besar ini, juga diharapkan bisa membantu para petani di gapoktan. Mesin ini seharga Rp427 juta. Jadi mohon dirawat dengan baik,” ungkap Eddy.

Menurut Eddy, mesin panen ini efektif untuk memanen jagung pada lahan luas, karena bisa langsung masuk ke lahan, memotong, merontok/memipil biji jagung, serta dapat langsung memasukkannya ke dalam karung.

“Kapasitas mesin dapat memanen jagung dengan luas 0,33 hektare per jam, atau memanen 1 hektare lahan jagung hanya dalam waktu 3 jam, dengan tenaga kerja 3 orang,” bebernya.

Selain itu, mesin tersebut dapat digunakan pada lahan dengan kemiringan hingga 30 derajat.

“Bandingkan jika menggunakan cara konvensional, untuk memanen 1 hektare lahan jagung, dibutuhkan tenaga kerja 20 sampai 25 orang, dalam waktu satu hari. Jika dikalikan, sudah berapa biaya tenaga kerja yang harus dikeluarkan?” tegas Eddy lagi.

Sehingga, bantuan alsintan yang diserahkan ini, menurut Eddy, cukup membantu memangkas biaya yang dikeluarkan para petani.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Robot Simanulang menyampaikan, Pemkab Dairi telah banyak memberikan bantuan alsintan kepada kelompok tani, seperti traktor roda 4 sebanyak 4 unit, traktor roda 2 sebanyak 81 unit, cultivator sebanyak 103 unit, corn sheller sebanyak 43 unit, power thresher sebanyak 33 unit, serta lainnya. (rud/saz)

Rutan Kabanjahe Diskusi Overstaying Tahanan

BERSAMA: Peserta Diskusi Penanganan Overstaying Tahanan saat diabadikan bersama di Hotel Grand Mercure Medan, baru-baru ini - Istimewa.

KARO, SUMUTPOS.CO – Kepala Rutan Kelas 2B Kabanjahe Chandra Syahputra Tarigan, bersama Kasubsi Pelayanan Tahanan Sastra Barus, mengikuti Diskusi Penanganan Overstaying Tahanan di Hotel Grand Mercure Medan, baru-baru ini.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenkumham Kanwil Sumut ini, merupakan sebuah tindak lanjut dari Surat Plt Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan Baran Nomor: PAS2.PK.01.01-128, terkait Kegiatan Diseminasi Penanganan Overstaying Tahanan di Sumut.

Overstaying merupakan sebuah kondisi, seorang tahanan mendekam lebih lama dibanding waktu yang telah ditentukan oleh pihak penahannya. Meskipun telah diatur oleh KUHAP Pasal 24 hingga Pasal 28, tentang Penahanan Penggeledahan Badan, Pemasukan Rumah, Penyitaan, dan Pemeriksaan Surat, yang menjelaskan, setiap tahanan dewasa yang mendekam di lapas ataupun rutan, memiliki masa penahanan terlama yakni 400 hari. Dengan rincian, tahanan kepolisian selama 60 hari, tahanan kejaksaan selama 50 hari, tahanan Pengadilan Negeri selama 90 hari, tahanan Pengadilan Tinggi selama 90 hari, hingga tahanan Mahkamah Agung selama 110 hari.

Namun dalam kenyataannya, tidak demikian. Akibat terlalu banyaknya kasus yang ditangani oleh Aparat Penegak Hukum (APH), menjadikan beban kerja setiap instansi APH semakin banyak. Hal ini semakin diperparah dengan adanya pasal lain yang turut dalam kasus tersebut (disangkakan lebih dari 1 pasal).

Dalam kesempatan itu, Chandra mengaku, kegiatan ini sangat bermanfaat. Adanya diskusi ini tentunya dapat memecah masalah-masalah yang saat ini terjadi di lapas ataupun rutan, dan mencarikan solusi terbaik. (deo/saz)

Pemkab Dairi Berharap BBPJN Medan Segera Rampungkan

SUDAH DIBEBASKAN: Pemkab Dairi sudah melakukan pembebasan lahan masyarakat di lintasan jalan nasional Sidikalang-Medan, sepanjang 2,65 kilometer untuk pelebaran jalan mulai simpang Salak-TWI Sitinjo - Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi berharap, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Medan dengan PPK 2.1, terus menindaklanjuti pembangunan pelebaran ruas jalan Simpang Salak-Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi Masaraya Berutu, melalui Kepala Bidang (Kabid) Tataruang dan Pertanahan, Bister Naibaho mengatakan, harapan untuk tindak lanjut pembangunan pelebaran jalan itu disampaikan supaya dampaknya dapat segera dirasakan masyarakat.

“Sejak dimulai pada 2019 lalu, Pemkab Dairi telah melakukan pembebasan jalan sepanjang 2,65 kilometer dari total panjang 7,25 kilometer yang akan diperlebar,” ungkap Bister, Selasa (13/6) lalu.

Dari 2,65 kilometer sampai stadion baru, ditambah sekitar 300 meter ke arah simpang Rutan Sidikalang.

“Adapun investasi atau dukungan dari APBD Kabupaten Dairi untuk uang pembebasan lahan masyarakat sejak 2019, sudah mencapai Rp9,2 miliar,” tutur Bister.

Menurut Bister, pelebaran jalan yang sudah dilakukan oleh BBPJN pada 2022 lalu, baru sepanjang 450 meter, dimulai dari simpang Salak.

“Permintaan kami, (lahan) yang sudah dibebaskan segera dieksekusi (diperlebar),” harapnya.

Sambil berjalan, Pemkab Dairi akan terus menindaklanjuti pembebasan.

“Hal itu kami harapkan, supaya masyarakat bisa merasakan dampak pembebasan lahan dimaksud. Pemkab Dairi siap mendukung,” jelas Bister.

Bister pun mengatakan, hasil koordinasi mereka ke BBPJN Medan melalui PPK 2.1, belum ada informasi apakah lanjutan pelebaran di lintasan jalan nasional dimaksud akan dilakukan. (rud/saz)