26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14005

Terkait Ijazah Palsu Anak Wagub Langkat, Polisi Tunggu Pelaku Sembuh

MEDAN- Sampai saat ini, HP anak Wakil Bupati Langkat yang ditepakan sebagai tersangka terkait ijazah palsu, belum juga bisa dimintai keterangan sebagai tersangka oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut (Sumatera Utara).

Informasi yang dihimpun Sumut Pos dimarkas Direktorat Reserse Kriminal Khusus, minggu (22/1) menyebutkan, Tim Penyidik Direskrimsus Polda Sumut telah dua kali  melayangkan surat panggilan untuk tersangka HP.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho yang diwawancarai di Joglo Sadono terkait kasus ijajah palsu yang melibatkan anak pejabat di Kabupaten Langkat Mengatakan, pihaknya tidak berani ambil resiko untuk memeriksa tersangka dengan kondisi tersangka saat ini mengalami sakit tumor otak.

“Setelah kita lakukan pengecekan atas surat sakit tersangka yang kita terima, tersangka benar-benar sakit, kita membawa sendiri tim dokternya,” ujar Sadono.

Dari hasil keterangan dokter dan medical record penyakit tersangka, Sadono mengatakan, tim Penyidik Ditreskrimsus disarankan dokter untuk menunggu tersangka sembuh. Bila dipaksakan menjemput tersangka untuk di boyong Ke Polda Sumut menjalani pemeriksaan, bisa berakibat fatal. “Kata dokter jangan dulu, karena penyakit  tersangka Sangat sensitif dan bisa berujung dengan kematian,” tandasnya.(mag-5)

Hutan Mangrove Dialih Fungsikan Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit

Bosan Menunggu Tindakan Pemerintah, Warga Jebol Bendungan Paluh

Sekitar 1.200 hektare hutan bakau (mangrove) di pesisir bibir pantai Kabupaten Langkat, telah dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit oleh investor UD Harapan Sawita. Akibatnya, sejumlah paluh yang menjadi gerbang nelayan mencari ikan ke laut tertutup.

Tak tahan dengan ulah pengusaha perkebunan kelapa swit ini, ratusan nelayan di tiga kecamatan (Brandan Barat, Seilepan dan Babalan) di kawasan Teluk Aru, Kabupaten Langkat, turun ke areal perkebunan dan membuka kembali bendungan paluh yang ditutup pengusaha, Minggu (22/1).

“Hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Berandan Barat, Langkat, telah di sulap menjadi kebun kelapa sawit oleh pengusaha UD Harapan Sawita melalui kaki tangannya AK alias ST, warga keturunan tionghoa,” kata Tajuddin Hasibuan, warga yang turut membongkar bendungan.
Dikatakan Tajuddin, akibat paluh dibendung oleh pengusaha, sebagian besar nelayan terancam nasibnya karena tidak bisa melaut. Selain itu, ekosistem laut juga terganggu dengan dirusaknya hutan mangrove di kawasan pesisir tersebut.

Bukan hanya nasib nelayan yang terganggu akibat ditutupnya paluh, ekosistem laut juga terganggu dengan beralih fungsingnya kawasan mangrove menjadi perkebunan kelapa sawit. bahkan, akibat perubahan fungsi itu, dapat mengundang banjir ke pemukiman warga di kawasan pesisir,” kata Tajuddin.

Hal serupa dikatakan Rajali, yang siap memperjuangkan dikembalikannya ekosistem hutan mangrove di pesisir Langkat. “Kami siap bertahan di lokasi kawasan perkebunan milik UD Harapan Sawita, untuk menjebol bendungan paluh, agar ekosistem hutan mangrove kembali dan nelayan bisa kembali melaut melalui paluh yang dibuka ini,” katanya.

Pantauan wartawan di lokasi penjebolan bendungan, ratusan nelayan tradisional yang berada dilokasi, tanpa buang waktu langsung menjebol bendungan di kawasan tersebut. Dengan alat seadanya, para nelayan ini bahu membahu mengorek tanah hingga berhasil menjebolkan bendungan.

Sebelumnya, UD Harapan Sawita sudah mendapat teguran dari Pemkab Langkat melalui surat edaran Bupati Langkat Ngogesa Sitepu Nomor 522-30/K/2011, tertanggal 18 Agustus 2011, tentang larangan alih fungsi kawasan hutan mangrove di pesisir Langkat.

Tapi sampai saat ini, penguasaha perkebunan tidak mengindahkan teguran dimaksud dan tidak adanya tindakan tegas dari pihak keamanan dan Pemkab langkat, membuat masyarakat mengambil sikap tegas dengan menjebol bendungan yang dibuat UD Harapan Sawita.

“Jelas UD Harapan Sawita telah berbuat pelanggaran terhadap Undang- Undang No.32 Tahun 1999 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup, dan melanggar UU. No 4 Tahun 1999 tentang konversi menyalahi Perda Nomor 36 Tahun 2002, tentang izin gangguan (HO), tapi mereka tetap menjalankan usahanya,” terang Tajuddin bersama ratusan warga lainnya.

Aksi jebol bendungan ini, mendapat kawalan ketat petugas Polres Langkat. Hal itu terlihat dengan adanya dua unit mobil Samapta Polres Langkat yang berjaga-jaga di lokasi, guna mengantisipasi serta menghindari kejadian yang tak diinginkan.(jok/smg)

Ungkapan Rasa Syukur kepada Sang Pencipta

Wali Kota Medan Berbagi dengan Warga Kurang Mampu di Padangsidimpuan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM memberikan bantuan kepada  1.500 masyarakat kurang mampu yang bermukim di sekitar kediamannya di Jalan Bakti PU, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan,
Kota Padangsidimpuan, Jumat (20/1).

Bantuan yang diberikan, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta Allah SWT. Di mana, selain diberikan kesehatan, kekuatan serta rezeki, juga diberi umur panjang. Kebetulan rahudman Harahap genap berusia 53 tahun, Sabtu (21/1) kemarin.

“Sebagai ungkapan rasa syukur, selesai Salat Jumat, saya menyisihkan sebagian rezeki kepada warga yang kurang mampu. Apa yang telah saya terima saat ini, semuanya tidak terlepas berkat doa dari seluruh masyarakat di sekitar tempat tinggal saya, termasuk keluarga,” kata Rahudman.

Diharapkan Rahudman, bantuan yang diberikan itu mampu  meringankan beban warga yang kurang mampu. “Jangan lihat dari nilai bantuan yang diberikan. Saya ikhlas memberikannya, semoga bantuan ini dapat mereka pergunakan sebaik-baiknya,” katanya.

Ketika menyerahkan bantuan yang berisi paket sembako, Rahudman didampingi istri Ny Yusra Rahudman Harahap beserta keluarga, dan Dewan Kota Medan Drs H Afifuddin Lubis, Asiten Kesejahteraan Masyarakat Drs Musaddat, serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan tokoh agama, memberikan bantuan melalui panitia yang telah ditunjuk untuk menyalurkan bantuan dengan membuat dua lokasi pembagian.

Untuk kaum bapak, di tempatkan di lapangan jalan menuju kediaman Rahudman. Sedangkan untuk kaum ibu, ditempatkan di sebuah rumah yang berdekatan dengan kediaman Wali Kota. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya antrean ketika menerima bantuan.

Usai Salat Jumat, sekitar kediaman Rahudman telah ramai dipenuhi masyarakat untuk mendapatkan sedekah dari orang nomor satu di Pemko Medan ini. Setelah masyarakat ramai berkumpul, Rahudman langsung menyalurkan bantuan sehingga seluruh warga yang hadir langsung mendapatkannya. Yang lebih diutamakan lagi, pemberian bantuan tersebut kepada warga yang telah berusia lanjut. Tanpa mengantre, warga langsung menerima bantuan tersebut.

“Semoga bapak Wali Kota terus diberi kesehatan dan rezeki berlimpah, sehingga terus bisa memberikan bantuan seperti ini,” ungkap seorang ibu berusia lanjut yang mengaku bernama Halimah.

Apa yang dilakukan Rahudman, juga mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari anggota DPRD Tapanuli Selatan, Sekaligus tokoh pemuda yakni Borkat Harahap. Diharapkannya, apa yang dilakukan Wali Kota ini diikuti oleh putra-putra daerah Tapanuli Selatan (Tapsel) yang sudah berhasil di daerah lain.
“Saya berharap kepada tokoh-tokoh dari Padangsidempuan yang sudah berhasil, ingat kampung halamannya dengan menyisihkan sedikit rezeki  untuk membantu warga kurang mampu di daerah ini. Jadi, saya berharap apa yang dilakukan Wali Kota Medan ini bisa dicontoh tokoh-tokoh lainnya baik yang berada di Medan, Jakarta maupun daerah lain di seluruh nusantara,” harapnya.

Sementara itu, Ketua  Dewan Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan KH Zulfikar Hajar LC mengaku, sangat berbesar hati dengan apa yang dilakukan Rahudman. Ini membuktikan Rahudman sangat peduli dengan seluruh lapisan masyarakat. Terbukti, Rahudman tidak hanya peduli dengan warga Kota Medan tetapi juga warga yang berada di sekitar kediamannya.

Ribuan warga kurang mampu dan anak yatim disantuni Wali kota Medan siang ini. Itu menunjukkan Wali Kota Medan mengamalkan hadist Nabi.
“Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Ada 4 yang dimiliki Wali Kota Medan saat ini yaitu, keikhlasan, kepedulian, kerja keras serta mengayomi umat dengan berbagai cara,” sebutnya.(adl)

Tuah Tim Underdog

PSMS u-21 vs TGM Medan

TANJUNG GADING: PSMS U-21 tampil sebagai tim underdog alias tim yang tak begitu diunggulkan di Turnamen Sepak Bola Inalum Cup 2012. Namun kondisi itu disikapi nothing to lose oleh pihak PSMS. Dan benar saja, perlahan tapi pasti PSMS U-21 berhasil merebut peringkat tiga Inalum Cup 2012. Di perebutan tempat ketiga, PSMS U-21 sukses mengandaskan perlawanan TGM Medan dengan skor 1-0, lewat gol tunggal Ismail di menit 83, Minggu (22/1) sore.

Ikut turnamen ini, PSMS pun hanya mengandalkan pemain lebih muda dari rataan usai peserta lain. Rata-rata skuad PSMS di bawah 21 tahun. Sementara panitia memperbolehkan pemain berusia di bawah 23 tahun, plus tiga pemain senior.

Tapi karena PSMS U-21 memang disiapkan untuk ikut ISL U-21, maka skuad yang ada itu yang dimaksimalkan.
Maka itu, dari rataan usia, awalnya tim ini tak diunggulkan. Tergabung di Pool A bersama PON Sumut dan PTPN 3, PSMS mengawali laga dengan buruk. Di laga perdana kontra PON Sumut, PSMS U-21 dihajar 3 gol tanpa balas.

Tapi, tim yang dimanajeri Kompol Jhon Taripar Hutabarat ini tetap optimis. Di laga kedua kontra PTPN 3, PSMS berhasil menang 2-1, setelah kebobolan lebih dulu. Gol kemenangan baru tercipta pada menit 90 lewat sang kapten, Oji Teguh. Hasil itu rupanya membawa keberuntungan, karena di laga penentuan antara PON Sumut kontra PTPN 3 dimenangkan PON dengan skor telak 10-2. Tentu saja PSMS akhirnya jadi runner up pool A dan berhak melaju ke semi final.

Di babak semi final, PSMS harus melakoni laga berat kontra tuan rumah Inalum FC. PSMS kalah 2-1, tapi memberikan perlawanan cukup maksimal hingga akhir laga. Kekalahan ini membawa PSMS ke perebutan tempat ketika bertemu TGM Medan, yang pada laga semi final juga dikandaskan PON Sumut dengan skor 3-1.

“Anak-anak berhasil melakoni laga dengan maksimal. Mereka mengikuti instruksi pelatih dengan baik. Memang kami akui gol kemenangan ini berbau keberuntungan. Tapi hasil ini kami syukuri,” kata Jefri Zal usai laga.

Sementara dari kubu TGM, lewat pelatih Sabda Lumbantoruan, menyatakan sedikit kekecewaan terhadap penampilan anak asuhnya.
“Terutama aksi blunder kiper yang berakhir gol, dan kartu merah bek kami. Kami dari awal yakin bisa mengatas permainan PSMS, tapi memang faktanya lain,” beber Sabda.

“Akan ada perombakan pemain setelah ini. Beberapa pemain akan dicoret dan beberapa pemain tetap kita andalkan untuk mengikuti Divisi II,” kata Sabda. (ful)

Bara Keyakinan

Inalum FC vs PON Sumut

PARTAI  pamungkas Inalum Cup 2012 akan segera dipentaskan, Selasa (24/1) mendatang. Yang bertanding adalah tuan rumah Inalum FC melawan juara bertahan PON Sumut.

Kubu tuan rumah menyimpan dendam terhadap PON Sumut. Pasalnya, pada  Inalum Cup edisi 2011, PON Sumut yang saat itu masih bernama Pra PON Sumut, berhasil mengandaskan Inalum FC di laga penghabisan. Kala itu, PON Sumut berhasil menang lewat drama adu penalti.

Kekalahan menyakitkan bagi tuan rumah. Karena PON Sumut sukses merebut gelar juara bertahan Inalum FC yang berhasil direngkuh di Inalum Cup edisi 2010. Kini, final ulangan bakal tersaji. Maka itu, kubu Inalum FC sudah menebar ancaman bahwa mereka akan merebut kembali gelar juara dari tangan PON Sumut.

“Kami sudah menyiapkan strategi dan taktik untuk mengalahkan PON Sumut. Mereka memang diunggulkan, tapi kami tak gentar dan siap melawan. Kami berniat mengambil kembali gelar juara yang sempat terlepas,” kata Ipung, pelatih Inalum FC kemarin.

Untuk mengamankan target juara, Ipung mengaku sudah tahu celah dari PON Sumut. “Walaupun PON Sumut tim bagus, tapi pasti ada kelemahannya. Itu yang akan kami manfaatkan jadi peluang menang,” sambung Ipung yang berhasil tiga kali bawa Inalum FC masuk final.

Skuad yang diturunkan pun kemungkinan masih tetap sama. Hanya beberapa perubahan kecil yang disiapkan. Itupun dikarenakan adanya satu pemain yang terkena larangan bermain lantaran akumulasi. “Penggantinya sudah ada. Di samping itu kita juga sudah siapkan tim yang lebih solid,” sambungnya.
Kubu PON Sumut memang layak diunggulkan. Sebab tim ini sudah dibentuk hampir dua tahun (terbentuk 25 Juli 2010). Praktis jam terbang para skuad sudah cukup tinggi. Beberapa uji coba hingga luar negeri sudah dilakoni, plus  ikut di sejumlah turnamen.

Pelatih PON Sumut, Rudi Saari juga sudah siap benar menghadapi final Inalum Cup tahun ini. Sejak awal, memang Rudi sudah menginstruksikan kepada anak asuhnya agar bermain total demi target mengamankan gelar juara.

“Tidak ada kata lain. Kami akan mempertahankan gelar juara. Itu sudah kami canangkan sejak awal, dan anak-anak mengerti,” katanya.
Ada strategi khusus? “Pasti ada, yang jelas kami akan terus memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan,” sambung mantan pelatih PSMS itu.
Perombakan tim utama juga tampaknya tak banyak dilakukan oleh Rudi. Tapi kalaupun hal itu dibutuhkan, Rudi tak khawatir karena skuad yang ada berkualitas nyaris sama. “Mungkin ada perubahan tapi tak banyak. Tergantung di latihan terakhirlah, siapa yang paling siap dia yang akan diturunkan,” bebernya.

Rudi tak menampik bahwa banyak pihak lebih mengunggulkan PON Sumut kembali jadi juara turnamen ini. Tapi hal itu harus segera dibawa ke dalam pertandingan dengan konsentrasi tinggi.

“Semua pihak harus menjaga konsentrasi demi hasil terbaik. Di atas kertas memang kami diunggulkan, tapi di lapangan hasilnya bisa saja beda,” kata Rudi. (ful)

Sudah 38 Gol, 36 Kartu Kuning dan 4 Kartu Merah

STATISTIK yang dirangkum Sumut Pos hingga perebutan tempat ketiga Inalum Cup 2012, mencatat telah terjadi 38 gol, 36 kartu kuning dan 4 kartu merah. Jumlah itu masih berpeluang bertambah di partai puncak, Selasa (24/1) mendatang antara PON Sumut versus Inalum FC.

Penyumbang gol terbanyak di turnamen tahunan gawean PT Inalum ini adalah PON Sumut, dengan catatan 16 gol. Jumlah itu terkatrol ketika skuad asuhan Rudi Saari itu berhasil membantai perlawanan PTPN 3 dengan skor mencolok 10-2. Selebihnya PON Sumut rata-rata buat tiga gol ke gawang PSMS U-21 dan TGM Medan. Dan PON Sumut baru kebobolan tiga kali.

Selanjutnya, penyumbang gol terbanyak adalah tuan rumah Inalum FC dengan catatan 8 gol. Kemenangan terbesar adalah ketika mengalahkan PSSA Asahan dengan skor 4-2. Inalum FC sejauh ini juga sudah kebobolan 3 gol.

Kemudian ada TGM dan PSMS di urutan tiga dan empat dengan sumbangan lima dan empat gol. Namun empat gol yang disumbangkan PSMS sangat efektif, sehingga dengan hanya bermodal empat gol, mereka berhasil finish di peringkat tiga turnamen tersebut.

Soal perolehan kartu, PSSA Asahan yang juara. Sepanjang ikut babak penyisihan yang hanya berjumlah dua laga, PSSA Asahan asuhan Budi Sianturi sudah mengoleksi 10 kartu kuning. Tiga di antaranya dapat kartu merah karena akumulasi kartu.

Kemudian, disusul TGM Medan yang bikin wasit beri mereka enam kartu kuning plus satu kartu merah langsung. Selanjutnya Inalum FC buat lima kartu kuning disusul PON Sumut dengan raihan empat kartu kuning. (ful)

Ismail: Memang Gol Keberuntungan

PSMS U-21 memastikan kemenangan dan merebut posisi tiga Inalum Cup 2012, setelah tendangan bebas yang dilancarkan Ismail dari jarak lebih 25 meter meluncur deras ke arah gawang. Gol tunggalnya yang terjadi menit 83 itu, cukup membawa PSMS berjaya.

Tentu saja gol itu terbilang spektakuler. Dari jarak jauh, tendangan bebas yang dilesakkan pemain yang masuk di babak kedua menggantikan Afrizal itu, memang tak begitu keras. Namun arahnya memang disudut gawang, tepatnya sudut kanan gawang yang dikawal kiper TGM, Handoko.

Jika sigap, Handoko memang berpeluang mengamankan gawangnya. Bola itu layak ditepis, namun Handoko hendak menguasainya. Bola cukup kencang, dan gagal diamankan dengan maksimal. Gol.

Usai laga, Ismail yang ditemui Sumut Pos punya jawaban lain soal gol itu. Apalagi ketika ditanya, apakah Ismail memang berniat melakukan tendangan bebas langsung ke gawang. “Tidak Bang. Tendangan bebas itu awalnya mau saya sodorkan sebagai umpan panjang ke kawan-kawan. Tapi rupany arahnya lebih dekat ke gawang dan masuk. Memang saya beruntung bisa buat gol itu,” katanya.

Memang ada indikasi, jika bola hasil sepakannya itu awalnya hendak dikirimkan ke beberapa pemain lain yang sudah menunggu di kotak penalti. Tapi itu tadi, bola lebih mengarah ke arah tiang dekat dan gagal dimaksimalkan dengan baik oleh kiper TGM.

“Gol itu saya persembahkan kepada rekan-rekan satu tim saya. Pelatih dan offisial,” katanya. Tidak untuk pacar? “Saya enggak punya pacar Bang,” katanya sambil senyum-senyum malu.

Dan gol itu juga layak disebut gol bernilai Rp7 juta. Ya, sebagai peraih peringkat ketiga, PSMS U-21 berhak mendapatkan uang pembinaan Rp7 juta. Dan kepastian PSMS meraih peringkat tiga tak lepas dari gol keberuntungan milik Ismail itu. (ful)

Bos Inatex Dipanggil Polisi

Buntut Pengrusakan Lapak Pedagang Ikan Simpang Limun

MEDAN-Presiden Direktur PT Inatex, Sutan Mulia Nadeak dan Direktur Utama PT Inatex, Lusiana br Nadeak akan segera diperiksa polisi.
“Pekan depan mereka akan datang untuk pemeriksaan,” kata Kapolsekta Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, kepada wartawan.

Menurutnya, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan pertama kepada Sutan begitu juga Lusiana br Nadeak. Sementara seorang stafnya dipanggil karena salah seorang dari lima satpam yang sudah dijadikan tersangka, Marasutan Nasution mengaku, merusak lapak pedagang ikan atas perintah stafnya bermarga Tobing.

“Mereka dipanggil atas tindak lanjut keterangan satpam yang merusak lapak pedagang,” kata Sandy.

Sementara empat satpam Sofyan, Abdullah, M Taufik dan Hotmer Siahaan mengaku mendapat perintah dari Lusiana Nadeak. “Pengakuan kelima satpam itu akan terus kita tindaklanjuti,” terang Sandy.

Apakah Sutan Mulia Nadeak, Lusiana Nadeak dan stafnya akan dijadikan tersangka? Sandy mengatakan, bisa saja.
“Satpam tidak akan berani merusak lapak pedagang kalau tidak ada perintah atasannya,” tegasnya.

Sekadar diketahui, belasan satpam PT Inatex merusak puluhan lapak pedagang ikan, Rabu (28/12) lalu. Pengrusakan itu disaksikan langsung para pedagang namun mereka tidak berani melakukan perlawanan karena satpam membawa parang, gergaji, martil dan alat-alat lainnya.
Satpam menghancurkan 20 lapak dari total 88 lapak. Aksi itu akhirnya dihentikan polisi. Sekretaris Persatuan Pedagang Pasar Tradisional (PPPT) Sumut Perwakilan Simpang Limun, Rusli Tanjung bersama pedagang lainnya melaporkan peristiwa itu ke Mapolsekta Medan Kota. (adl)

Arema vs PSMS Berakhir Ricuh

Suhu panas mewarnai laga antara tuan rumah Arema ISL kontra PSMS Medan ISL di Stadion Kanjuruhan sore kemarin (22/1). Tidak hanya menyuguhkan banyak pelanggaran, pertandingan juga diwarnai dengan kericuhan antarpemain kedua tim.

Bahkan, keributan menjalar sampai ke luar lapangan. Pemain kedua tim saling caci di ruang ganti. Hujan kartu pun mewarnai laga itu. Tercatat ada satu kartu merah dan enam kartu kuning dikeluarkan wasit Oki Dwi Putra.

Permainan keras yang diperagakan kedua tim sudah terjadi sejak awal babak pertama. Wasit bahkan mengeluarkan empat kartu kuning pada babak pertama. Satu untuk Arema ISL dan tiga untuk PSMS ISL.

Satu pemain Arema ISL yang mendapat kartu adalah kiper Yoewanto Beny. Sementara pemain PSMS yang mendapat kartu adalah Sasa Zecevic, Luis Pena, dan Inkyun Oh.

Meski tidak ada keributan di dalam lapangan, namun keributan kecil terjadi saat kedua pemain dari kedua tim akan masuk ke dalam ruang ganti. Tidak jelas siapa yang memulai, namun beberapa pemain dari kedua tim sempat saling ejek sebelum ditenangkan ofisial kedua tim serta aparat keamanan.
Pada babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Puncaknya terjadi pada menit 69, saat bek PSMS Novi Handriawan dengan sengaja menendang kaki Marcio Souza, hingga terjatuh. Novi sendiri akhirnya diganjar kartu merah.

Aksi tidak sportif yang diperagakan Novi itu menyulut emosi para pemain Arema ISL. Bahkan, kapten Arema ISL Seme Pierre Patrick mendorong Sasa Zecevic, yang mencoba memaksa Marcio yang terkapar, untuk segera berdiri.

Keributan pun terus meluas. Tidak hanya melibatkan pemain dari kedua tim, tapi juga ofisial. Akibat keributan itu, pertandingan pun sempat terhenti selama sepuluh menit dan baru dilanjutkan pada menit ke-79.

Hingga pertandingan berakhir, pertandingan berjalan relatif lancar tanpa ada keributan. Pada babak itu, selain kartu merah untuk Novi, wasit juga mengeluarkan dua kartu kuning untuk Arema ISL. Anggo Julian dikartu menit 63, sementara Dicky Firasat mendapat kartu menit 89.
Setelah peluit panjang dibunyikan, PSMS tidak segera meninggalkan lapangan untuk masuk ke ruang ganti.
Mereka tertahan sepuluh menit di dalam lapangan, karena khawatir dengan provokasi penonton serta hujan botol air mineral. Barulah, setelah aparat turun tangan, PSMS bisa segera masuk ruang ganti.
Ketika kapten PSMS Markus Horison akan memasuki ruang ganti, dia terlihat bersitegang dengan seorang aparat keamanan. “Kau mau pukul. Pukul aja,” bentak Markus.
Bahkan, ketika akan masuk ke dalam ruang ganti, dia sempat mengumpat ke arah ruang ganti Arema ISL yang memang berhadapan. “Apa itu pemain jelek semua. Mati, mati kalian di Medan,” ujar Markus yang langsung menendang pintu ruang ganti dengan keras.
Manajer PSMS ISL Benny Tamosoa mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra, sehingga membuat pertandingan diwarnai kericuhan.
“Sepanjang sejarah, pertandingan kami tidak pernah rusuh. Tidak pernah ada aksi lempar. Saya sangat-sangat kecewa dengan wasit,” ujar dia dengan nada emosional.
Panasnya emosi manajer PSMS ISL coba didinginkan oleh pelatih Arema ISL Joko Susilo. “Saya mohon maaf. Saya respek pada PSMS,” ujar Joko sambil menjabat erat Beny dan pelatih PSMS ISL, Raja Isa, pada sesi konferensi pers.
Joko juga menolak disebut bahwa pemainnya sengaja memprovokasi pemain PSMS sehingga berakibat terjadinya keributan. “Saya selalu instruksikan mereka untuk bermain sportif,” tegas Joko. (muf/abm/ruk/jpnn)

Pemko Bahas Gaji Honorer Pirngadi

MEDAN-Pemko Medan akan berkoordinasi bersama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Medan, terkait gaji tenaga honor pegawai RSU dr Pirngadi Medan yang di bawah standar upah minimum kota (UMK).

“Kalau bisa pekan depan sudah dibahas,” kata Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri, Minggu (22/1)

Menurutnya, Pemko Medan berencana akan menyesuaikan gaji tenaga honorer sesuai dengan UMK Medan sebesar Rp1.285.000.
Sebelumnya, Kadissosnaker Medan, Marah Husin Lubis mengatakan kalau seluruh perusahaan diminta untuk melaksanakan keputusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang mengesahkan UMK Medan 2012 sebesar Rp1.285.000.

“Kalau ada perusahaan membayar upah di bawah ketentuan yang sudah dikeluarkan akan dikenakan sanksi,” ujarnya. (adl)