23.9 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 14031

Pelatnas Karate Dimulai Maret

JAKARTA- Tim karate Indonesia yang berhasil menjadi juara umum pada SEA Games XXVI/2011 lalu untuk sementara diliburkan. Mereka dijadwalkan bakal kembali melakoni pemusatan latihan di Jakarta, Maret nanti.

Ketua umum PB FORKI  Hendardji Soepandji menjelaskan bahwa keputusan itu diambil agar para Karateka tidak jenuh. Selain itu, agenda yang akan diikuti oleh para atlet beladiri asal Jepang tersebut juga masih jauh. Terdekat, mereka baru akan turun bertanding kembali pada Juni mendatang.

“Nanti baru akan dipanggil lagi setelah program yang kami buat dan kepastian dari pemerintah kami dapat. Karena persiapan kali ini akan lebih matang,” tutur Hendardji saat dihubungi oleh Jawa Pos (Grup Sumut Pos), kemarin (6/1).

Terakhir, tim Pelatnas mengikuti latih tanding di Australia pada Desember lalu. Mereka mendapatkan tawaran uji  tanding di negeri Kanguru pasca menunjukkan penampilan gemilang pada ajang olahraga terbesar Asia Tenggara.

Saat ini, lanjut Hendardji, pihaknya sedang menyusun program dan step-step persiapan untuk Pelatnas. Dia juga tidak menyangkal jika kemungkinan bakal ada penambahan atlet karena pelatnas yang digelar ini akan merupakan program jangka panjang Program Indonesia emas (Prima).

Hanya, untuk komposisi atlet yang akan mengikuti Pelatnas mendatang, dipastikan masih akan memberikan prioritas kepada atlet-atlet yang berprestasi pada ajang SEA Games lalu. Alasannya, tim tersebut telah memiliki mental juara dan matang, sehingga program latihan bisa maksimal.

Mengapa baru Maret? Program itu menurut Hendardji menyesuaikan dengan jadwal pelatnas jangka panjang untuk persiapan SEA Games 2013 Myanmar. Setelah melakoni pemusatan latihan kira-kira tiga bulan, mereka akan turun di kejuaraan WKF Premier League (Liga Karate Dunia) pada Juni mendatang.

“Mereka nanti akan dilihat kemampuannya di sana. Jika kurang, bukan tidak mungkin akan dievaluasi,” tandasnya. (aam/jpnn)

Wim Berburu Pilar Timnas

JAKARTA – Perwajahan timnas senior Indoensia dipastikan akan mengalami perubahan drastis. Itu karena pemain yang berlaga di kompetisi yang tak direstui PSSI dilarang masuk timnas. Padahal, sebelumknya  90 persen anggota skuad timns Merah Putih adalah pemain yang berlaga di kompetisi Indoensian Super League (ISL) yang dicap illegal oleh PSSI.

Ditemui disela memantau seleksi pembentukan timnas U-17 kemarian di Lapangan C Senayan pelatih timna senior  Wim Rijsbergen memastikan dirinya tidak akan menggunakan pemain yang bermain dalam kompetisi yang tidak diakui PSSI untuk menghadapi Bahrain dalam laga pamungkas babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia di Bahrain pada 29 Februari mendatang. Wim akan mulai mencari pemain baru yang bermain di Indonesia Premier League (IPL).

Menurut Wim, pekan ini dirinya akan mulai melakukan pencarian pemain lewat video-video pertandingan IPL. “Saya baru datang. Pekan ini mulai fokus mencari pemain baru, prioritasnya pemain muda. Karena kita sudah dipastikan tersingkir,” ujar Wim.

Dengan tersingkirnya Indonesia di ajang Pra Piala Dunia, menyusul kekalahan tim Merah Putih di lima laga yang sudah dimainkan, maka, pertandingan melawan Bahrain hanya akan dijadikan sebagai ajang uji coba bagi pemain muda. “Tidak ada target yang dibebankan untuk laga nanti. Dengan kekuatan pemain muda, ini hanya akan jadi ajang uji coba. Saya yakin kami bisa memperlihatkan permainan yang bagus,” beber Wim.

Pelatih asal Belanda ini mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah memiliki daftar pemain yang nanti akan masuk dalam timnas senior. Tapi unutk saat ini belum bias dibeberkan. Sebab daftar itu bias saja berubah.

Kendati memastikan tidak akan mengambil pemain di luar IPL, tapi Wim berharap konflik yang terjadi di PSSI saat ini segera berakhir dan mereka (pengurus) bisa menjalankan kompetisi baru dimana semua pemain dapat bermain setiap pekan untuk meningkatkan kualitas individu. “Ini penting karena outputnya untuk timnas,” cetusnya. (ali/jpnn)

KPSI Gelar Liga Amatir

JAKARTA – Lengkap sudah perpecahan kompetisi sepakbola yang terjadi di tanah air, Setelah sebelumnya kasta kompetisi profesional terpecah menjadi dua, kini kompetisi amatir juga bernasib sama.

Kemarin Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) mengumumkan sudah membentuk Badan Liga Amatir Indonesia (BLA) yang bertugas memutar kompetisi amatir. Badan ini dipimpin Indra Muchlis dengan CEO adalah Syauqi Suratno yang di era kepengurusan sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BLAI.

Rencananya pada 13-14 Januari mendatang BLAI versi KPSI akan menggelar managers meeting. “Bagaimana teknisnya semua kami serahkan kepada BLAI,” kata Tony Apriliani, Ketua KPSI kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Sebelumnya, pada 16 Desember lalu PSSI sudah mulai menggulirkan liga amatir yang ditandai dengan kick off Divisi I di tujuh kota. Masing-masing di di Bekasi (Jawa Barat), Banyuwangi dan Kota Batu (Jawa Timur), Purbalingga dan Blora (Jawa Tengah), Kutai Timur (Kalimantan) dan Tomohon (Sulawesi Utara). PSSI mengklaim Divisi I versi mereka  diikuti 66 klub yang terbagi dalam 12 grup.
Oleh PSSI Divisi I telah ditetapkan sebagai ajang berkompetisi bagi pemain U-23. Sedangkan Divisi II untuk U-21 dan Divisi III untuk U-19. Sesuai rencana, dua level kompetisi terbawah akan digulirkan pada pertengahan bulan ini.

Sementara itu, terkait rencana kongres tahunan yang akan dilaksanakan di Bandung pada 21 Januari mendatang Tony Aprilliani menyatakan jika persiapannya sudah 95 persen. Undangan kepada anggota segera dikirim. “Tidak ada masalah. Semua sesuai rencana,” kata Tony.
Agenda utama kongres nanti adalah pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

Ketua PSSI Jawa Barat ini juga menegaskan jika 452 anggota yang menginginkan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) yang tercetus pada rapat akbar bulan lalu di Jakarta saat ini kondisinya masih solid. “Kami tau ada pihak-pihak yang berusaha menggoda mereka. Tapi sejauh ini tidak ada masalah. Sebab pernyataan mereka saat rapat akbar sudah dilegalisasi notaries,” jelasnya. (ali/jpnn)

Peluang Naik

Laga beda kepentingan akan tersaji saat Siena yang tengah berjuang dari daerah terlarang akan menjamu tim dari Ibu Kota, Lazio yang juga berjuang untuk menyodok dipapan atas klasemen.
Meski secara kualitas dan peforma musim ini Lazio lebih mengkilap dibanding tuan rumah, namun nampaknya Klose cs harus ekstra waspada. Pasalnya dalam 4 musim terakhir lazio terbuki tidak pernah menang saat bertamu ke markas sang rival.

Pertandingan terakhir mereka, berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Lazio. Dari 5 pertandingan terakhri Siena belum pernah meraih kemenangan, mereka hanya meraih 2 kali  seri, dan 3 kali  kalah. Pertandingan terakhir mereka, mereka ditahan imbang tamu mereka, Fiorentina.
Sedangkan dari 5 pertandingan terakhir Lazio memenangkan 3 pertandingan, dan 2 kali seri. Pertandingan terakhir mereka, mereka ditahan imbang Chievo dengan skor 0-0.

Siena saat ini berada diposisi ke-16 dengan point 15 dari 16 pertandingan. Dari 16 pertandingan tersebut, mereka memenangkan 3 pertandingan, 6 kali seri, dan 7 kali kalah. Lazio sendiri berada diposisi ke-4 dengan point 30 dari 16 pertandingan. Dari 16 pertandingan tersebut mereka memenangkan 8 pertandingan, 6 kali seri, dan 2 kali kalah. Siena baru mencetak 14 gol dari 16 pertandingan terakhir mereka, sedangkan Lazio lebih unggul dalam mencetak gol, mereka sudah mencetak 24 gol.

Pertahanan Lazio lebih baik dibandingkan Siena, Lazio baru kemasukkan 13 gol dari 16 pertandingan, sedangkan Siena sudah kemasukkan 16 gol dari 16 pertandingan. Lazio sendiri memiliki rekor tandang yang cukup baik.(bbs/jpnn)

Nyonya Tua Dapat Bekal Bersaing di Serie A

RIYADH- Bukan hanya AC Milan saja yang membawa oleh-oleh manis dari Timur Tengah. Pesaingnya dalam perburuan scudetto, Juventus, juga tampil cemerlang. Mereka menang 7-1 (4-0) atas klub Arab Saudi Al Hilal, kemarin dini hari.

Sama halnya dengan Milan yang melakoni pemusatan latihan musim dinginnya di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Juventus juga begitu. Hanya, Milan memilih bertarung dengan klub Prancis Paris Saint Germain (PSG) dan Juve hanya dengan klub Arab Saudi.

Pertarungan melawan Al Hilal tidak berlangsung di Dubai, melainkan di King Fahd International Stadium, Riyadh, Arab Saudi. Pertarungan tidak berimbang sejak menit-menit awal. Juve terlalu tangguh buat juara bertahan Liga Saudi itu.

Baru 14 menit laga berjalan, kapten Juve Alessandro Del Piero sudah menbawa timnya unggul. Kemudian, dia menggandakan gol pada menit ke-23. Setelah itu giliran Eljero Elia (32′) dan Arturo Vidal (45′) menambah keunggulan di babak pertama.

Pada awal babak kedua, publik tuan rumah sempat senang karena bisa mencetak gol untuk memperkecil ketertinggalan melalui kaki Saad Al-Harthi (48?). Ternyata, itu hanya gol hiburan, karena berikutnya Juve terus menggelontor tiga gol tambahan melalui Giorgio Chiellini (52′), Simone Pepe (75′), dan Fabio Quagliarella (86′).

Kemenangan yang membuat allenatore Juve Antonio Conte bangga dan semakin percaya diri dalam bertarung di Serie A. Pada pekan ke-17 mereka akan menantang Lecce (8/1). “Pertandingan seperti ini sangat berguna buat persiapan kami. Berikutnya pikiran kami tertuju pada perburuan gelar,” kata Conte, seperti dikutip Goal.

Saya senang dengan penerapan cara membaca jalannya pertandingan. Mereka semua bermain selama 45 menit dan beradaptasi dengan tugasnya masing-masing. Saya juga menjajal beberapa perbedaan dengan memainkan (Marcelo) Estigarribia sebagai bek kiri dan (Simone) menjadi gelandang tengah.(ham/jpnn)

Hasrat Merapat

INTER MILAN v PARMA

MILAN- Enam kemenangan dalam tujuh laga terakhir jelang liburan Natal dan Tahun Baru sudah cukup untuk mengerek posisi Inter Milan.  Nerazzurri-julukan Inter Milan yang di era Gian Piero Gasperini sempat berada di posisi ke-18, kini berhasil posisi lima besar. Jarak dengan pemuncak klasemen pun bisa mereka pangkas menjadi delapan poin.

Memang, sangat disayangkan ketika tren permainan Inter sedang menanjak, mereka harus break selama dua pekan.  Karena itulah, bomber Diego Milito berharap rekan-rekannya tak mengalami penurunan performa ketika kembali berlaga di kancah Serie A menghadapi Parma dini hari nanti WIB (siaran langsung Indosiar pukul 02.45 WIB).

“Saya senang Inter bisa menutup paro musim pertama dengan rentetan kemenangan. Tapi, yang lebih penting adalah kami tetap bisa tampil bagus di tahun 2012. Bahkan harus lebih baik lagi,” papar Milito kepada Sky Sport Italia.

Inter memang membutuhkan kemenangan di Giuseppe Meazza dini hari nanti.  Selain modal untuk mengejar ketinggalan, kemenangan juga menjadi bekal mental saat Inter melakoni Derby Della Madonnina melawan AC Milan pada pekan ke-18 (15/1).
Pelatih Inter Claudio Ranieri memang masih kehilangan beberapa pemain pentingnya seperti Cristian Chivu, Jonathan, Wesley Sneijder, Emiliano Viviano, dan Diego Forlan.

Nama terakhir kondisinya mulai membaik, tapi Ranieri memilih untuk menyimpannya.  Pasalnya, Forlan yang sebelumnya harus absen lama karena cedera hamstring, harus menunda comeback-nya karena mengalami cedera engkel. Sky Sport Italia melansir, Ranieri memilih mengistirahatkannya dan berharap bisa bermain kala melawan Milan.

Ranieri sendiri sudah lebih mahir mengatasi masalah demi masalah yang dihadapinya di Inter. Mantan pelatih AS Roma dan Juventus itu bisa memaksimalkan tenaga tersisa. Faktanya, tanpa sederet pilar di atas, Milan masih bisa meraih empat kemenangan beruntun pada Desember lalu.

Alasan lain kenapa Inter tak memaksakan tampil dengan skuad terbaik adalah tren negatif yang sedang melanda Parma. Selama Desember lalu Parma selalu bermain imbang dengan lawan-lawannya. Makanya, sempat tersiar kabar kalau kursi pelatih yang diduduki Franco Colomba dalam ancaman.

Belum lagi rekor tandang Parma yang selalu kalah dalam lima lawatan terakhir ke Giuseppe Meazza.  Namun, Colomba meyakini mereka bisa melakukan sesuatu dini hari nanti. “Selama dua pekan terakhir, kami fokus mempersiapkan diri untuk pertandingan ini. Kami harus lebih baik di laga away bila ingin bertahan di Serie A musim ini,” kata Colomba.

Antusiasme juga ditunjukkan Jonathan Biabiany yang nota bene merupakan mantan penggawa Inter. Biabiany tercatat sebagai penggawa Inter sejak 2007 hingga 2011.  Namun, setiap musim dia selalu membela klub lain dengan status pinjaman. Dia kemudian dilepas ke Sampdoria pada pertengahan musim lalu.(ham/jpnn)

Kapolres Ngotot Tahan Warga, Walau MK Hapus Perkara

Konflik Lahan Eks HGU PPTN 2 Sei Semayang Binjai

BINJAI-Polres Binjai masih menahan sejumlah warga tani yang mengerjai lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang Kota Binjai. Padahal, Ketua DPRD Binjai, Ir Haris Harto Msp, sebelumnya sudah menyampaikan kepada Sumut Pos bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) telah menghapus beberapa pasal untuk warga tani dalam persoalan ini.

“Untuk warga tani tidak dapat ditindak pidana. Sebab, MK sudah menghapus beberapa pasal dalam perkara ini. Untuk itu saya harapkan, pihak kepolisian untuk tidak mengenakan pidana terhadap petani penggarap,” ujar Haris harto yang akrab disapa Ajo ini.

Namun, Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon saat disunggung tentang penahanan warga penggarap mengatakan bahwa itu persoalan hokum, menurutnya sangat spesifik dan kasuistis. “Maka dari itu, tergantung pidana apa yang dilakukan oleh para petani penggarap, apakah pengerusakan, atau penguasaan lahan tanpa izin dan lain-lain,” bilang AKBP Musa Tampubolon.
Disinggung dasar hukum penangkapan dan penahan terhadap warga penggarap yang dilakukan oleh pihaknya, Musa enggan melanjutkan komentarnya.

“Maaf, kalau terhadap kasus yang sudah ditangkap. Silahkan korban atau pengacara yang tanyakan langsung ke penyidik atau Kasat Reskrim, biar tidak salah tafsir,” kilah Musa Tampubolon menjawab via pesan singkat kepada wartawan koran ini.

Sementara, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 10 tahun 1986, yang disampaikan oleh Ketua DPRD Binjai, Ir haris Harto Msp, menyatakan, tidak ada lagi lahan perkebunan di Kota Binjai. Sehingga, belum dapat diketahui pasti, atas dasar apa penangkapan serta penahan yang dilakukan oleh Polres Binjai. Dikarenakan tidak ada laginya lahan PTPN 2 di Kota Rambutan itu.

Seperti halnya dengan penangkapan, Abdul Azis, oleh petugas Polres Binjai, yang kini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat.

Abdul Azis, ditangkap berdasarkan laporan pihak PTPN 2 Sei Semayang, dengan tuduhan pengerusakan tanaman. Hingga kini, Abdul Azis, yang berprofesi sebagai Kepala Lingkungan IX, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur ini, hanya dapat pasrah atas apa yang menimpanya. (dan)

Rumah Sakit Pemerintah Harus Jadi Contoh

Keberhasilan suatu program khususnya di bidang kesehatan, dapat dilihat dari barometer keberhasilan di instansi kesehatan, tempat ataupun daerah yang didata secara baik dan benar. Apakah angka kesehatan tersebut naik atau malah terjadi penurunan? Hal ini diungkapkan pengamat kesehatan Kota Medan dr Umar Zain, Jumat (6/1).

Menurutnya, upaya untuk mempercepat pembangunan kesehatan di masyarakat, bukan dilihat dari sarana yang diberikan, tetapi dilihat dari keberhasilan petugas kesehatan.
“Sarana memang perlu, baik fasilitas maupun dana. Tetapi dengan bertambahnya sarana tersebut, apakah bisa menjamin penyebaran penyakit di kota Medan menurun?,” kritiknya.

Dikatakannya, pelayanan di rumah sakit pemerintah justru tidak maksimal, baik pelayanan hingga fasilitas kesehatannya. Padahal anggaran kesehatannya dibantu langsung oleh pemerintah.
“Rumah sakit pemerintah belum bisa berkiprah sebagaimana tuntutan masyarakat. Seharusnya rumah sakit pemerintah jadi contoh pelayanan kesehatan terbaik,” ungkapnya.
Hal itu menurutnya, dapat dibuktikan dengan masih banyaknya warga miskin yang tidak mendapat pelayanan baik dari pihak rumah sakit pemerintah itu sendiri.

“Pelayanan kesehatan itu isu kesehatan yang strategis. Misalnya, sudah miskin, tidak punya KTP, tidak dapat informasi, malah tidak tertanggulangi dengan baik. Padahal, unit pelayanan kesehatan pemerintah ada, alat kesehatannya ada, tenaga kesehatannya banyak, ditambah dana mumpuni, tapi warga miskin masih susah dapat pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Alhasil, tegasnya, rumah sakit swasta yang intens diburu pasien dengan alasan pelayanan baik kepada masyarakat, walaupun semua sarana dan prasarana kesehatan dimiliki tidak dari pemerintah.

“Inilah yang terjadi, makanya diharapkan media bisa menganalis lebih jauh tentang kondisi ini,” tegasnya.(adl)

United Berat Gaet Lampard

MANCHESTER – Siapa pun tahu Frank Lampard adalah ikon Chelsea. Dia sudah berkostum The Blues -sebutan Chelsea- 12 tahun terakhir. Karena itu, banyak yang tidak percaya Lampard bakal menyeberang ke Manchester United di bursa transfer Januari.

Tak terkecuali pelatih United Sir Alex Ferguson. Pelatih yang akrab disapa Fergie itu pun buru-buru menepis rumor yang tengah marak beredar di Inggris tersebut. Sebelumnya, Ferguson pernah meminati Lampard ketika bersaing dengan Chelsea untuk mendapatkannya dari West Ham United pada 2001.

“Apakah Anda percaya Chelsea akan menjual Frank Lampard kepada Manchester United pada Januari ini? Tidak ada dasar untuk itu,” tegas Ferguson kepada Daily Mail.
Lampard yang kini berusia 33 tahun memang dikaitkan dengan pintu keluar karena kurang memiliki hubungan harmonis dengan pelatih Andre Villas-Boas. Lampard sebelumnya juga dikaitkan dengan Los Angeles Galaxy, klub MLS yang dibela mantan bintang United David Beckham.
“Chelsea sama seperti kami. Mereka juga ingin melakukan sesuatu,” tandas Ferguson.
Seperti pernyataan sebelumnya, Ferguson menilai Setan Merah -julukan United- tetap pasif di bursa transfer Januari selama tidak ada pemain berkualitas yang tersedia. “Apa yang bisa Anda dapatkan di Januari? Pemain yang kami inginkan sulit didapatkan. Kami juga tidak ingin hanya mendapatkan pemain kelas dua. Lebih baik saya memaksimalkan pemain yang ada sekarang,” jelasnya.

Fergie memang tetap percaya diri sekalipun skuad United kini compang-camping karena banyak pilar yang mengalami cedera. Melawan Manchester City dalam derby di babak ketiga Piala FA Minggu besok (8/1) pun diprediksi menghadirkan kekalahan ketiga beruntun setelah dari Blackburn Rovers (31/12/2011) dan Newcastle United (4/1).
“Undian Piala FA berat bagi kami, tapi juga sama beratnya bagi mereka,” ujar Ferguson. (dns/jpnn)

Terapkan SOP, Pilih SDM Berkualitas

Anggota Komisi B DPRD Kota Medan Bahrumsyah, ketika ditemui, Jumat (6/1), berpendapat, pelayanan rumah sakit pemerintah kurang maksimal dibandingkan dengan pelayanan di rumah sakit swasta.

Hal itu katanya, dimungkinkan karena sistem pengelolaan rumah sakit yang kurang baik. Sementara, pengelolaan rumah sakit swasta lebih profesional, orang-orang yang ditempatkan juga orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan dan sudah teruji. Ditambah lagi, alat kesehatan dan penghasilan tenaga medisnya yang sudah layak.

“Lantas bagaimana dengan pengelolaan rumah sakit pemerintah? Sepertinya kurang profesional, orang-orang yang ditempatkan bukan melalui profesionalitas, tapi cenderung karena faktor kedekatan dengan pimpinan rumah sakit atau malah pimpinan pemerintahan,” ungkapnya.

Dikatakannya, bila rumah sakit pemerintah ingin melakukan perubahan agar pelayanannya maksimal, maka rumah sakit tersebut harus menerapkan sesuai SOP (standart operasional pelayanan). Selain itu, rekrutmen pegawai harus dipilih SDM yang berkualitas dan melalui seleksi.

“Makanya kalau bisa diminimalisir rumah sakit pemerintah tidak ada bedanya dengan rumah sakit swasta, tinggal bagaimana komitmennya. Selain itu, kalau memang Wali Kota ingin rumah sakit melayani masyarakat dengan baik, ya harus laksanakan sesuai SOP dan jangan ada intervensi, harus berdasarkan kemampuan,” tegasnya.

Sedangkan untuk JPKMS, diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena selama ini tidak ada aturan baku terkait pelaksanaan program tersebut.
Selain itu, kemandirian daerah dalam bidang kesehatan serta mutu pelayanan kesehatan harus terarah. Jangan sampai, anggaran untuk kesehatan membengkak, tapi pelayanan kesehatan bagimasyarakat terabaikan.

“Jika memang pemerintah serius di bidang kesehatan, harus lebih mengutamakan pelayanan, aman, adil dan terjangkau bagi masyarakat, serta akses masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan dipermudah,” sarannya. (adl)