22.9 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 14050

De Gea Sulit Antisipasi Krosing

KIPER Manchester United David De Gea mengakui ada perbedaan besar antara Liga Primer Inggris dengan Primera Liga Spanyol.

Sebelum berkiprah di Liga Inggris bersama United, De Gea adalah kiper andalan Atletico Madrid di Liga Spanyol. “Saya pikir adil apabila mengatakan La Liga dan Liga Primer Inggris adalah dua liga terbaik di dunia, oleh karena itu mereka berada di level yang hampir sama. Tetapi sudah banyak diketahui, bahwa permainan di Inggris lebih mengarah ke fisik dan sebagai kiper anda harus siap setiap saat,” ujar De Gea kepada Inside United.

“Para pemain dapat menembak dari sudut manapun, mereka dapat menembak dari jarak jauh, anda harus waspada dengan tembakan jarak jauh setiap saat. Selain itu, banyak juga umpan-umpan silang dari sisi lapangan, banyak umpan tinggi dan perebutan di udara (krosing). Anda harus dapat masuk ke dalam dan berusaha sekuat tenaga menghentikan bola. Ini yang sulit dilakukan,” tambah de Gea.

“Saya tahu permainan seperti itu yang akan saya hadapi di sini, jadi saya sudah cukup siap dan percaya diri ketika datang ke sini. Saya tahu saya butuh banyak latihan, dan saya melakukannya. Saya konsentrasi menahan bola dan ini berjalan baik untuk saya,” tuntasnya. (net/jpnn)

Heat dan Thunder Kalah

MIAMI – Pasca torehan sempurna pada lima laga awal, Miami Heat akhirnya terpeleset di pertandingan keenamnya. Finalis NBA musim lalu itu takluk atas Altanta Hawks dengan skor 92-100 di kandangnya sendiri, American Airlines Arena, Miami, kemarin WIB (3/1).

Kunci kemenangan Hawks terletak pada strategi zona defense yang diterapkan pelatih Larry Drew. Hawks yang langsung tertinggal 0-10 pada awal kuarter pertama, membuat Drew mengambil time out. Perubahan strategi dilakukan. Hawks yang awalnya bermain dengan sistem pertahanan man to man marking berganti menjadi zone defense. “Perubahan itulah yang mengubah ritme pertandingan,” ucap Drew seperti dilansir Associated Press.
Hal inilah yang membuat tempo sistem serangan Heat melambat. Hawks memaksa LeBron James dkk untuk sering bermain jauh di luar painted area. Big Three Heat yakni James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh yang biasanya agresif di bawah ring kali ini seperti mati kutu.

Percobaan tembakan jarak jauh juga tidak berjalan baik. Prosentase tembakan tiga angka Heat cuma 38,5 persen (5 masuk dari 13 percobaan).

Di sisi lain, Wade yang pada laga-laga sebelumnya menjadi mesin poin utama Heat selain James, kali ini tidak bisa berbuat banyak. Guard 29 tahun itu “hanya” meyumbang 12 poin dan 10 assist.

Pelatih Heat Erik Spoelstra mengakui bahwa timnya terbenam karena tidak mampu keluar dari perangkap zona defense yang diperagakan Hawks.     “Tidak setiap game kami bisa bermain dengan kecepatan ideal,” keluh Spoelstra seperti dilansir South Florida Sun Sentinel. “Saat mereka melakukan zona marking, kami keluar dari ritme selama ini. Jelas berpangaruh besar. Namun kami akan membaik selepas ini. Kami hanya butuh terobosan untuk membongkar strategi itu,” paparnya.

Di sisi lain, laga itu juga seolah menjadi ajang kelahiran kembali Tracy McGrady. Bekas bintang Houston Rockets itu menjadi salah satu kunci kemenangan tim lewat donasi 11 poinnya di kuarter empat.

Berangkat dari bangku cadangan forward 32 tahun itu total menyumbangkan  16 poin, 7 rebound, dan 4 assist untuk timnya. Top scorer Hawks pada laga itu adalah guard Joe Johnson yang menyumbangkan 21 angka. “Lama sekali saya tidak merasakan kepuasan seperti ini. Rasanya sangat hebat, kami bermain dengan benar,” ujarnya. Bintang utama Heat LeBron James tidak heran dengan kebangkitan McGrady. James menyebut McGrady adalah pemain berbahaya.
“Dia (McGrady) memang tampil memukau. Saat kamu terlahir sebagai skorer, kami selamanya akan menjadi skorer. Tidak peduli apapun yang terjadi,” ucapnya seperti di lansir ESPN. James sendiri kemarin tampil bagus. Pemain 28 tahun itu menjadi pemain terproduktif timnya dengan 28 poin.

Selain Heat, Oklahoma City Thunder juga menelan kekalahan perdananya musim ini. Kevin Durant dkk menyerah di tangan Dallas Mavericks 87-100. Bagi Mavericks, victory itu menjadi pembalasan setimpal. Sebelumnya (30/12) Mavericks kandas oleh Thunder 102-104 lewat buzzer beater tiga angka Kevin Durant. (nur/jpnn)

Wakil Merah Putih Berguguran

Korea Open Super Series

SEOUL-  Turnamen bulutangkis Korea Open 2012 baru saja bergulir. Namun baru saja memasuki babak kwalifikasi, pebulutangkis- pebulutangkis asal Indonesia mulai berguguran. Dari lima wakil yang turun di dua nomor berbeda tak satupun yang meraih kemenangan.

Bertanding di Seoul Olympic Gymnasium pada Selasa (3/1), Fran Kurniawan/Shendy Puspa Irawati dan Markis Kido/Pia Zebadiah yang turun di nomor ganda campuran menelan kekalahan dari lawan-lawannya.

Fran/Shendy kalah dari pasangan Korea Selatan, Yeon Seong Yoo/Ye Na Jang 12-21 dan 7-21. Sementara Markis yang berpasangan dengan adik kandungnya harus mengakui keunggulan Ji Wook Kang/Hye In Choi (Korea Selatan) 12-21 dan 14-21.

Dari nomor tunggal putri, tiga Srikandi ‘Merah Putih’ juga tak ada yang mencatatkan kemenangan. Adrianti Firdasari takluk dari Hye Youn Hwang 16-21 dan 16-21. Sedangkan Maria Febe Kusumastuti kalah dari Sindhu P. V. (India) 19-21 dam 18-21.

Langkah Lindaweni Fanetri juga terhenti setelah kalah dari pemain Malaysia, Jing Yi Tee 24-26 dan 17-21. Dengan demikian maka Indonesia tak memiliki wakil lagi di nomor tunggal putri.

Sejumlah pemain unggulan Indonesia akan bermain di babak pertama yang akan dipertandingkan esok hari. Di nomor tunggal putra, Indonesia diwakili oleh Simon Santoso, Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, dan Dionysius Hayom Rumbaka.
Dari ganda putra, Indonesia punya empat wakil yaitu Markis Kido/Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan/Bona Septano, Angga Pratama/Ryan Agung Saputra, dan Alvent Yulianto/Hendra Aprida Gunawan. Di nomor ganda putri, Indonesia menempatkan Meiliana Jauhari/Greysia Polii, Vita Marissa/Nadya Melati, dan Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari. (bbs/jpnn)

Rafael Nadal Terganggu Raket Baru

Persiapan petenis putra nomor dua dunia, Rafael Nadal, memasuki musim 2012 terganggu oleh raket anyar. Nadal mengaku harus lebih beradaptasi dengan raket barunya jelang tampil di Qatar Open, Selasa (3/1).

Untuk mengarungi musim 2012, Nadal memutuskan untuk menggunakan raket anyar yang bobotnya lebih berat. Namun, petenis asal Spanyol itu tidak memiliki waktu untuk beradaptasi dan mengaku akan kesulitan di awal musim.

“Persiapan saya tidak sempurna, dan saya berusaha bermain dengan raket yang lebih berat untuk mendapatkan pukulan lebih keras. Dengan raket baru, saya kehilangan sedikit kontrol. Kadang saya tidak merasakan forehand sebaik sebelumnya. Tapi, ini suatu yang bisa membantu saya di masa depan,” ujar Nadal seperti dikutip dari The Independent. Nadal mempertimbangkan untuk mengganti raket setelah ajang US Open 2011, September lalu, tapi tidak punya waktu untuk beralih ke raket anyar karena ketatnya jadwal pertandingan. (net/jpnn)

Wah, Jupe Ambil Alih Kantor PSSI

Rencana pengambilalihan kantor PSSI di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, mendapat perhatian dari artis seksi Julia Perez. Jupe, sapaan akrabnya, mengaku akan menduduki kantor PSSI.

Pengakuan Jupe tersebut tentu bukan rencana serius. Dia menyatakannya sambil tertawa di media twitter. Tampaknya, kekasih dari pemain Persegres GU Gaston Castano itu sedikit kesal juga dengan kian ruwetnya persepakbolaan Indonesia. “Brantem mulu ntar jupe yg dudukin deh pssi..LOL,” tulis Jupe melalui akun @juliaperrez.

Seperti diberitakan, kantor PSSI saat ini dijaga ketat oleh satgas. Penjagaan dilakukan karena ada rencana dari Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) mengambilalih kantor dari pengurus PSSI pimpinan Djohar Arifin. Rencana itu disampaikan oleh salah satu anggota KPSI, Roberto Rouw, beberapa waktu lalu.

Namun sampai sore ini, KPSI ternyata tidak datang ke kantor PSSI. Ketua KPSI Tony Apriliani mengklarifikasi bahwa rencana tersebut memang tidak ada. Walau begitu, Tony membenarkan bahwa segala urusan sepakbola di Indonesia telah diambilalih KPSI yang mendapat mandat dari 2/3 anggota PSSI. “Yang benar kami akan berkantor di wilayah sekitar PSSI,” kata Tony.(net/jpnn)

Sepak Bola Bukan Matematika

MEDAN-Pelatih PSMS Raja Isa menuturkan, dalam membentuk tim yang solid tak bisa dengan sekejap mata. Karena sangat banyak aspek dan faktor yang mempengaruhi menuju hal tersebut.

Ia mengatakan serumit-rumitnya Matematika, lebih rumit lagi sepak bola. “Sepak bola bukan Matematika,” tuturnya sesaat tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pukul 13.00 WIB, Selasa (3/1).

Raja Isa bersama tim bertolak dari Mess Kebun Bunga ke Bandara Polonia Medan sekira pukul 09.30 WIB. Seharusnya keberangkatan dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB, namun didelay oleh maskapai penerbangan selama satu jam. PSMS bakal dijamu di Stadion Singaperbangsa kandang Pelita Jaya, besok (5/1).

Pernyataan Raja Isa ini merujuk dari kurang produktifnya anak-anak asuhannya pada dua laga kandang di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. Pertandingan perdana kontra Mitra Kukar PSMS hanya mampu bermain imbang 1-1 dan menjamu Persisam, PSMS hanya mampu mengoleksi satu gol.

Ia mengatakan, rata-rata klub di kompetisi ISL tak banyak mengoleksi gol hingga pertandingan pekan kelima masing-masing klub. “Top scorer hingga saat ini masih mengoleksi tiga gol. Ini membuktikan persaingan di tiap pertandingan cukup kompetitif. Pertahanan dan penyerangan masing-masing sangat berimbang,” kata Raja Isa.

Ditambahkan Raja Isa, dengan kompetisi yang semakin kompetitif itu, masyarakat diharapkan bersabar menunggu saatnya PSMS menjadi satu tim yang cukup solid di kancah persepakbolaan Indonesia. “Di kompetisi ini tak lagi ada pengaturan skor atau kecurangan lainnya. Ini menyebabkan setiap klub dan tim memang harus menyiapkan laga terbaiknya dalam tiap pertandingan. Kompetisi ini menuju kompetisi yang professional dan kita harus mendukungnya,” tuturnya lagi.

Ia menyatakan, sangat banyak faktor yang mempengaruhi sebelum satu tim bisa menjadi solid. Kematangan mental, jam terbang, dukungan masyarkat dan sebagainya menurut pelatih berkebangsaan Malaysia ini harus dimiliki, baik oleh tim mau pun semua yang mendukung kemajuan persepakbolaan di Indonesia.

“Saya berharap, masyarakat Kota Medan bisa memberikan dukungan moril dan spirit bagi PSMS. Karena itu mutlak diperlukan tim. Namun, kita harap masyarakat juga bisa bersabar, karena untuk membentuk satu tim yang solid tak bisa dengan sekejap mata,” tutur pelatih yang sempat membesut Persiram dan Persipura itu.

Perlahan Raja Isa juga mencoba memenuhi permintaan masyarakat Kota Medan dengan memboyong pemain muda untuk berlaga. Menurutnya, hal tersebut memang akan dilakukan, namun tak serta-merta langsung bisa direalisasikan. (saz)

PSMS IPL Berniat Datangkan Pemain Kontroversial

MEDAN-Kendati telah memiliki empat pemain asing di tim berjuluk Ayam Kinantan, pelatih PSMS IPL Fabio Lopez masih mengincar sejumlah pemain guna membentuk tim yang solid. Kali ini, pemain yang sedang  bermasalah karena memutuskan kontrak secara sepihak Diego Michiels digadang-gadnag bakal bergabung dengan tim ini.

Pasca hengkang dari klub sebelumnya, pemain berposisi bek sayap berdarah Belanda tersebut belum memiliki klub. Dikabarkan, beberapa tim mencoba mendekati, seperti Persija dan Persebaya.

Tak pelak, Chief Executive Officer (CEO) PSMS Freddy Hutabarat yang mengetahui hal tersebut menuturkan, jika kedua tim rival PSMS di Indonesian Premier League (IPL) tersebut tidak akan semudah itu mendapatkan Diego. Karena PSMS juga tengah melakukan pendekatan.

“Persija dan Persebaya itu saingan PSMS. Jadi kalau memang mereka berminat dengan Diego, maka PSMS menjadi saingan mereka dalam perburuan Diego. Kami juga sudah melakukan pendekatan kepada agennya Ron Ravel, sejumlah dana kontrak disebutkan sang agen, dan PSMS tengah mempertimbangkannya,” kata Freddy, Selasa (3/1).

Sejak akhir 2011 lalu, menurut Freddy, pihaknya telah memulai negosiasi dengan Ron Ravels. “Memang angka yang ditawarkan cukup tinggi bagi kami, tapi semuanya masih bisa masuk dalam ranah negosiasi dan jika cocok, kami akan bawa dia ke Medan,” tutur mantan gelandang PSMS era 70 hingga 80-an tersebut.

Oleh Fredy, niat untuk mendatangkan pemain kelahiran 8 Agustus 1990 itu ke Medan dianggap sebagai satu langkah strategis untuk mendatangkan penonton memenuhi Stadion Teladan.

Sayangnya, Freddy melupakan jika Diego adalah sosok pemain kontroversial, utamanya terkait dengan pola hidupnya yang terkenal glamour. “Penonton pasti ingin melihat secara langsung aksi Diego,” bilang Fredy. (saz)

Tim Jatim Terbentuk

SURABAYA -Tim bayangan sepakbola Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 Riau terbentuk. Tim pelatih sudah memilih 22 dari 26 pemain yang mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda), yang intensif digelar sejak Agustus 2011.

Penentuan tim bayangan tersebut diputuskan setelah berlatih di Blitar sejak Senin lalu (2/1). Hanya butuh dua hari bagi pelatih kepala tim sepakbola PON Jatim Danur Dara menyeleksi pemain.

Meski disebut tim bayangan, Danur sepertinya sudah cukup puas dengan komposisi tim tersebut. Dia mengaku sudah mantap. “Mungkin saya hanya perlu mengamati satu atau dua pemain saja,” kata Danur saat dihubungi kemarin (3/1).
Mantan arsitek Pro Titan itu menegaskan masih akan menunggu beberapa pemain seleksi yang memperkuat tim Divisi I dan Divisi II. Tetapi, menurutnya, tidak akan terjadi perubahan radikal di tubuh tim itu. “Pencoretan pemain mungkin ada lagi. Tapi ya itu, nggak akan banyak. Tak lebih dari dua posisi,” tegasnya.

Mantan Asisten Pelatih Persema Malang itu menambahkan pemusatan latihan di Blitar akan berlangsung hingga 14 Januari. Fokus utama tim pelatih adalah mengembalikan kondisi fisik pemain setelah liburan.

Meski begitu, Danur juga akan mulai masuk pada program pemahaman visi permainan. Teknik dan skill pemain tidak menjadi menu utama. Karena Danur yakin 22 pemainnya memiliki kualitas yang cukup mumpuni. “Saya akan memperbaiki finishing touch anak-anak. Penyelesaian di depan gawang agaknya masih lemah,” ucapnya.

Soal penyelesaian akhir ini memang menjadi evaluasi utama tim PON Jatim saat ini. Itu terliihat dalam 19 kali uji coba yang sudah dilakukan sejak tahun lalu. Dari laga try out tersebut, tim Jatim menang 15 kali, seri dua kali, dan kalah dua kali.

Sepanjang laga sparring itu, tim Jatim berhasil mencetak 62 gol dan kemasukan 12 gol. Dari hasil pengamatannya, Danur menilai para pemain sudah sangat percara diri dan enjoy. “Namun kami ingin uji coba yang bernuansa pertandingan resmi, untuk mengukur mentalitas anak-anak menghadapi laga sesungguhnya,” papar Danur.
Terkait usulan Ketua Harian Pengprov PSSI Jatim Wardi Azhari Siagian yang membidik delapan pemain Sociedad Anonima Deportiva (SAD) yang berlaga di Uruguay, Danur tidak mau berandai-andai. Dia menyatakan sudah cukup puas dengan pemain yang ada saat ini.

Tim asuhan Danur Dara memang mengemban misi berat jelang PON. Mereka dituntut untuk bisa mempertahankan medali emas yang digenggam Jatim selama 16 tahun terakhir.

Mulai dari PON 1996 DKI Jakarta, 2000 Jawa Timur, 2004 Sumatera Selatan, dan 2008 Kalimantan Timur, kontingen Jatim selalu menggenggam emas di cabor paling bergengsi itu. “Kami sadar dengan beban ini. Semoga anak-anak bisa menanggungnya,” tandas Danur. (nur/ruk)

Pelita Jaya Kalahkan Garuda

JAKARTA – Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta memiliki modal bagus menghadapi Flexi NBL Indonesia Seri II. Tim racikan Rastafari Horongbala tersebut sukses menekuk Garuda Speedy Bandung dengan skor telak 52-41 dalam laga uji coba di Hall Basket, Senayan Jakarta kemarin pagi (3/12).

Hasil itu sekaligus membalaskan kekalahan PJ saat dibekuk Garuda dengan skor 49-59 di tempat yang sama pada 29 Desember lalu. Namun, hal yang paling berharga dari kemenangan itu ialah performa para pemain PJ yang dianggap stabil. Apalagi, dalam laga kemarin PJ tak diperkuat point guard andalannya Kelly Purwanto. Pemain nyentrik tersebut masih bergulat dengan cedera achilles. Hal itu setidaknya mengindikasikan bahwa PJ tak lagi bergantung dengan satu pemain.

“Anak-anak memang lebih stabil. Dibanding saat mengalami kekalahan, kali ini (kemarin) anak-anak bisa lebih menjaga performanya,” terang Rastafari saat ditemui setelah pertandingan kemarin.

Jika mampu menjaga performa seperti itu, PJ tentu memiliki peluang untuk meledak di Solo. Sekaligus, menebus performa yang tak terlalu istimewa di Seri I lalu. Saat itu, meski mampu memetik lima kemenangan dari enam laga yang dijalani, permainan PJ dianggap masih jauh dari harapan. Romy Chandra dkk bahkan harus bersusah payah mengalahkan Satyawacana Angsapura Salatiga.

Apalagi, di Solo mereka juga harus menghadapi lawan yang tidak ringan. Dari lima laga yang bakal dijalani, empat di antaranya mesti bersua tim-tim kuat. Yakni Satria Muda (SM) Jakarta, Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel, CLS Knights Good Day Surabaya serta Stadium Jakarta.

“Kami mencoba semua pola dan pemain. Hasilnya memang bagus meski hanya uji coba. Salah satu yang membuat kami senang adalah Garuda beberapa kali memainkan zone. Itu akan membantu kami saat di Solo nanti,” tambah Rastafari.

Jika Rastafari tersenyum senang, tak demikian dengan pelatih Garuda W Amran. Dia mengeluhkan performa anak asuhnya yang masih angin-anginan. Dia menganggap anak asuhnya tak bisa bermain total.
“Anak-anak permainannya masih di bawah ketika saat kami menang Desember lalu. Anak-anak kalau mendapatkan tekanan pasti melakukan turn over. Itu membuktikan anak-anak belum matang,” ucap Amran. (ru/jpnn)

SSB Surya Putra Sampali Siapkan Dua Tim

MEDAN- SSB Surya Putra Sampali menyiapkan dua tim untuk mengikuti Festival  Sepak Bola antar SSB Se kota Medan yang berlangsung pada 7 Januari mendatang.

Rencananya even digelar dalam rangka HUT SSB Rajawali itu dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola SSB Rajawali dan mempertandingkan U-12 dan U-14.

Diharapkan dengan menurunkan dua tim, maka peluang untuk menjadi yang terbaik di even ini semakin terbuka. “Sekarang tinggal berharap agar anak-anak mampu memperlihatkan kemampuannya secara maksimal, sehingga apa yang menjadi cita-cita para pemain dan pengurus dapat terpenuhi,” bilang Manajer Tim SSB Putra Sampali Medan, Ridwan Lubis kepada Sumut Pos, Selasa (3/1).

Menurut Ridwan untuk mewujudkan ambisi agar timnya meraih hasil terbaik, seluruh pemain digenjot setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat mulai Pukul 15.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Terkait materi latihan yang diberikan kepada seluruh pemain, pelatih Hendri Dinal menyebutkan jika materi latihan yang diberikan kepada seluruh pemain tak berbeda dengan materi latihan kebanyakan SSB yang ada di Medan.
Selain menggenjot para pemain, Hendri Dinal pun membawa anak asuhnya melakukan serangkaian pertandingan ujicoba, baik dengan tim yang berada di Kota Medan maupun tim yang berada di luar Kota Medan. (omi)