28.6 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 14054

Jatim Tekad Pertahankan Emas Sepakbola PON

SURABAYA – Konflik yang melanda Pengprov PSSI Jatim, untuk sementara tidak mengganggu program pembentukan tim sepakbola proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012. Mulai besok (2/1) anak asuhan pelatih Danur Dara itu akan berlatih di Kota Blitar, setelah libur panjang.

Sampai kemarin, sudah tercatat 26 pemain yang masuk dalam daftar skuad PON Jatim. Tim pelatih akan menyeleksi para pemain sehingga menyisakan 22 pemain inti untuk berlaga di PON XII Riau, yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.

Tugas berat diemban tim sepakbola PON Jawa Timur. Mereka harus mempertahankan medali emas yang diraih secara berturut-turut selama empat penyelenggaraan PON sebelumnya.

Ketua Harian Pengprov PSSI Jatim Wardi Azhari Siagian mengatakan saat ini pihaknya sedang berkonsentrasi penuh untuk menyusun skuad inti. Selain terus melakukan seleksi 26 pemain, PSSI Jatim sedang mengincar delapan pemain Jatim yang memperkuat tim Sociedad Anonima Deportiva (SAD) yang berlaga di Uruguay. “Kami sedang melakukan penjajakan bisa tidaknya mereka dibawa pulang untuk memperkuat Jatim di PON,” ucap Wardi kemarin (1/1).
Wardi menegaskan pihaknya tidak akan terpengaruh dengan ditunjuknya Bob Hippy sebagai Pelaksana Tugas Ketua PSSI Jawa Timur menggantikan La Nyalla M. Mattalitti. “Saya tidak peduli dengan Bob dan PSSI,” tandas Wardi. (nur/ruk/jpnn)

Perbankan Kembangkan KPR Rumah Bekas

JAKARTA- Berbagai cara dilakukan perbankan untuk mengembangkan bisnis Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Selain memperbaiki strategi dengan menggelar promo bunga murah dan memperpanjang tenor kredit, beberapa bank juga aktif mengembangkan produk KPR, seperti membiayai rumah bekas (seken).

Meski pasarnya belum terlalu besar, pembiayaan rumah bekas selalu tumbuh setiap tahun. Kontribusinya terhadap KPR berada di kisaran 20 persen hingga 30 persen. Terlebih, harga rumah baru kini kian tak masuk akal.
Head of Product and Business Credit Consumer Bank BNI Indrastomo Nugroho mengatakan, bank menyediakan pembiayaan rumah bekas untuk kelengkapan produk. Maka itu, bank tidak terlalu berharap banyak dari ceruk ini. Menu utama perbankan di bisnis KPR tetap rumah-rumah baru.

Di BNI, porsi pembiayaan rumah bekas sebesar 30 persen atau Rp5,1 triliun dari total KPR senilai Rp17 triliun pada akhir 2011. “Perseroan fokus menggarap rumah baru. Permintaan KPR rumah second tetap ada, terutama untuk rumah-rumah di lokasi strategis,” katanya.

Bank Mutiara juga terus mengoptimalkan KPR rumah seken. Dari target KPR sebesar Rp700 miliar pada 2012, manajemen mengalokasikan Rp100 miliar untuk KPR rumah bekas. “Kami menggandeng 50 broker properti. Bisnis ini terus tumbuh karena permintaannya tidak pernah sepi,” kata Candra Utama, Executive Vice President Bank Mutiara. KPR merupakan salah satu andalan Bank Mutiara. Segmen ini ditargetkan menyumbang 32 persen dari total target ekspansi kredit tahun ini senilai Rp2,2 triliun.

Agar tidak rugi, bank menetapkan kriteria rumah seken yang layak dibiayai. Syarat minimal, perumahan harus dekat dengan jalan raya dan kawasannya bebas banjir. Bank menetapkan syarat tersebut untuk mengantisipasi kredit gagal bayar (default). Jadi, ketika nasabah tidak mau melunasi pinjaman, bank tidak kesulitan menjual rumahnya kembali.
Bank juga jauh lebih berhati-hati memberikan persetujuan kredit. Indrastomo menjelaskan, selain menyeleksi kemampuan membayar si debitur, bank juga harus menyeleksi kondisi bangunan dan legalitas tanah. Apakah tanah dan bangunan itu menjadi objek sengketa atau ada hal lain yang berpotensi menyulitkan bank di kemudian hari. Meski verifikasi legalitas dokumen kepemilikan selalu menjadi tanggung jawab agen properti, bank juga ikut memeriksa. Ini berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk.

Selain memperketat syarat, ada juga bank yang menetapkan bunga lebih tinggi untuk KPR rumah bekas. Bank beralasan, premi risiko nasabah KPR rumah baru dan rumah bekas berbeda. Bank Mandiri misalnya, menetapkan bunga KPR rumah bekas sebesar 10,5 persen. Bandingkan dengan bunga KPR regular yang berkisar 7,5 persen hingga 9 persen.

Roostian Primananda, Manajer Produk KPR Bank Mandiri mengatakan, kendati bunganya berbeda, debitur tidak keberatan. Sayang Roostian tak ingat penyaluran KPR rumah seken. “Porsinya belum besar,” katanya. Di 2011, bank pelat merah terbesar ini membukukan KPR Rp 20,4 triliun, tumbuh 30% dibanding periode yang sama 2010.(net/jpnn)

Terlalu Tegas, Ketua Panpel Terancam Dipecat

MEDAN-Buntut kerancuan informasi yang diterima wartawan dari manajemen PSMS mengenai pencabutan perkara tiket palsu dari Polsek Medan Kota oleh PSMS, Ketua Panpel Syafril Jambak malah dikabarkan bakal  dipecat dari jabatannya.

Kabar ini terdengar sejak Senin (2/1) di Sekretariat PSMS Stadion Kebun Bunga. “Syafril bakal dicopot dari Ketua Panpel atas intruksi CEO PSMS Idris yang disetujui Ketum PSMS Rahudman Harahap,” ungkap seorang sumber kepada wartawan.

Dalam hal ini, Syafril dinilai terlalu tegas menangani masalah tiket palsu, yang diduga melibatkan orang dalam di tubuh PSMS. Kasus tersebut ditengarai telah dicabut perkaranya dan diakhiri dengan perdamaian tanpa sepengetahuan Syafril, yang sejak awal mengawal kasus yang terjadi saat pertandingan PSMS menjamu Persisam di Stadion Teladan 8 Desember 2011 lalu.

Namun, kabar tersebut sempat mengejutkan Syafril yang memang tak tahu-menahu tentang pemecatan dirinya dari kepengurusan. “Saya belum ada dengar soal itu,” katanya.

Ia menanggapi pro-kontra penanganan kasus tiket tersebut dengan bijak. Menurutnya, harus ada efek jera agar ke depan tak terulang lagi. Namun, karena berada dalam lingkungan manajemen, Syafril menyerahkan semuanya ke manajemen.

“Kalau saya pribadi, maunya kasus ini tetap diproses agar ada efek jera kepada pelaku. Setiap yang melanggar aturan kan harus ada sanksinya juga. Kita sudah serahkan ke polisi semua prosesnya,” jelas Syafril.

Syafril menuturkan, tindakannya yang dinilai tegas tersebut bukan untuk gagah-gagahan. “Kalau ada yang gerah dengan sikap saya, ya bagaimana lagi? Saya selaku Ketua Panpel berusaha melakukan setiap perbuatan sesuai aturan. Kalau kita tidak tegas, kapan bisa maju,” tegasnya.

“Dan seperti yang saya bilang tadi. Hingga saat ini, belum ada pihak manajemen yang memberitahu soal pemecatan,” tambahnya.

Idris yang dihubungi terpisah juga menjelaskan, kabar tersebut belum jelas. “Jika ada kabar soal itu, pasti saya yang lebih dulu tahu,” katanya.

Idris membantah, kondisi manajemen sedang ada masalah terkait beda pandangan dalam menyelesaikan kasus pemalsuan tiket tadi. “Kami masih kompak hingga saat ini. Koordinasi juga baik-baik saja. Memang sempat ada masalah, tapi itu hal biasa. Namanya manusia kadang khilaf, kadang lupa,” tandasnya. (saz)

2012, Rumah Minimalis Masih Diminati

Tren rumah minimalis saat ini tidak sekadar pada design rumah, tapi juga sudah berkembang ke design interior. Gaya hidup dengan aktivitas tinggi yang dituntut untuk bergerak serba cepat dan praktis membuat orang lebih memilih untuk membangun rumah dengan konsep design minimalis. Tren rumah model minimalis ini sudah mulai banyak digemari sejak beberapa tahun lalu dan dipastikan akan tetap digemari hingga beberapa tahun ke depan.
Di tahun 2012, permintaan akan rumah dengan design minimalis diperkirakan masih tetap tinggi. Tren model rumah minimalis di 2012 akan semakin menonjolkan konsep alam. Hal ini dipengaruhi gerakan cintai bumi yang semakin mendapat simpati dan respon dari banyak pihak.

Jadi walaupun konsepnya tetap minimalis namun unsur alam akan dimasukkan dalam design sehingga lebih kelihatan natural dan tidak kaku.

Unsur alam yang dimasukkan ke dalam design rumah minimalis 2012 ini dapat berupa penggunaan bahan serta akan terlihat jelas pada design perabot interiornya. Ini bisa dilihat dari konsep lighting yang lebih membumi
Nah, bagi Anda yang memiliki hunian mungil, tapi berniat mengubah rumah menjadi bergaya minimalis, ada baiknya menyimak tips rumah minimalis berikut ini.

Ubah Dinding Luar

Pada bagian dinding luar rumah, gunakanlah beton polos yang diberi kontur bergaris atau sedikit bertekstur bebatuan kecil. Jendela dibuat memanjang ke bawah dengan teralis yang sederhana. Artinya, teralis dibuat tanpa profil, hanya berbentuk kotak-kotak horizontal atau vertikal.

Pagar Besi

Pilihlah pagar yang tidak berkontur terlalu banyak lekukan. Agar terkesan minimalis, pilih pagar besi sederhana berbentuk kotak memanjang dengan warna gelap seperti hitam atau abu-abu tua.

Pola

Mainkan pola dalam ruang-ruang yang mungil. Agar ruangan memberikan ilusi yang terkesan luas, siasati dengan cermin dan kaca agar ruangan terlihat lebih lapang. Selain terlihat lebih luas, cermin juga mampu membuat penampilan ruangan lebih berkesan minimalis, manis, dan elegan. Usahakan untuk meletakkan aneka cermin untuk memberi kesan dinamis. Agar tidak menyilaukan dan bosan dengan pilihan cermin yang itu-itu saja, pilih cermin yang berwarna emas kecokelatan.

Tampilan Sederhana

Secara tidak langsung, rumah gaya minimalis mensyaratkan tampilan sederhana dan terkesan kosong. Karenanya, pilihlah lemari hias yang memiliki fungsi ganda dan ruang yang banyak. Contohnya bisa sebagai tempat meletakkan hiasan, namun juga terdapat ruang untuk menyimpan majalah atau koran.

Letakkan hiasan yang tidak berlebihan, contohnya wadah lilin, frame, lampu duduk, atau vas bunga tinggi. Jangan meletakkan guci berukuran sedang atau besar. Jika tempat terbatas, sebaiknya pilih televisi yang menempel pada dinding sehingga Anda bisa menghemat tempat untuk nakas sebagai tempat meletakkan televisi.

Selalu upayakan Interior Desain permukaan meja, permukaan credensa atau cabinet dalam keaadaan bersih dan kosong. Letakkan buku dan barang-barang lain dalam laci. Asesoris yang ideal adalah vas bunga dari gelas artistik, piring simple berisi buah dan/atau tempat lilin.

Tirai
Gunakan tirai polos atau abstrak bergaris agar menyatu dengan interior yang sederhana dan kesan minimalis semakin terasa.

Hiasan Dinding
Sebagai hiasan dinding, Anda bisa memilih lukisan berukuran besar sebagai point of interest dengan bentuk frame yang sederhana, simple, tanpa profil atau ukiran. Jangan terlalu banyak lukisan, pilih yang besar dari koleksi Anda.(net/jpnn)

Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Pukat

Seorang Hilang, Dua Selamat

LUBUK PAKAM-Perahu motor nelayan Pantai Labu tabrakan dengan kapal pukat katrol Belawan, Sabtu, (31/12) sekira pukul 04.00 WIB. Seorang diantaranya dikabari hilang bernama Sabran (38), dan dua orang awak, Emi (23) dan Untung (48) berhasil diamankan.

“Ketiga korbannya warga Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, ketiganya merupakan awak kapal perahu motor nelayan, satu diantara mereka hilang sedang dua berhasil diselematkan nelayan dan sekarang dalam kondisi sehat,” kata Kepala Desa Paluh Sibaji, Abdul Hafiz saat dihubungi wartawan, Senin (2/1).

Disebutkannya, posisi kecelakaan terjadi di sekitaran wilayah beroup atau waktu tempuh tiga jam dari pesisir Pantai Labu, Deli Serdang. Korban yang selamat, sempat terombang ambing sekitar 7 jam lamanya diperairan. Keduanya terapung berkat jerigen serta tutup kota fiber (box penyimpanan ikan) sebagai pelampung.

Sabran yang merupakan tekong dan sekaligus pemilik perahu motor yang terbuat dari bahan kayu memiliki panjang 12 meter itu hilang semenjak peristiwa kecelakan maut itu terjadi. Keterangan kedua korban perahu yang mereka tumpagi ditabrak kapal pukat katrol dari arah belakang.

Tabrakan kedua sarana traspostasi itu, mengeluarkan suara keras menyebabkan kerusakan parah pada bagian belakang perahu motor.

“Tentu kapal pukat katrol Belawan itu salah. Soalnya pukat katrol biasanya berlayar di wilayah perairan tertentu.”ujar Abdul Hafiz.Semenjak peristiwa kecelakan terjadi, telah dilakukan pencarian terhadap jasad korban yang menghilang. Namun, sampai informasi dihimpun belum ditemukan. Komandan Regu Rescue Tagana Kabupaten Deliserdang, Andika, bangkai perahu nelayan tradisional itu sudah berhasil diangkut ke tepi pantai. Kondisinya rusak parah dan kini dalam kondisi karam di pinggir pantai Desa Paluh Sibaji.

Tim Regu Rescue Tagana telah dua kali turun kelokasi kejadian melakukan penyisiran untuk mencari jasad Sabran. “Tim dapat informasi, Sabtu pukul 2 siang dan langsung melakukan pencarian pada pukul 3 sore. Tetapi tim hanya menemukan bangkai perahu di dasar laut,” terang Andika.

Saat menemukan bangkai perahu motor itu, tim penyelamat melihat tiang perahu muncul dipermukaan dengan ketinggian sekitar setengah meter. Kemudian perahu motor itu ditarik ke tepi pantai. Tetapi, disana tidak ditemukan jasad Sabran.

Belum berhasil pada pencarian hari pertama, kemudian pada Minggu, (1/1), sekitar pukul 11.00-pukul 17.30 WIB, 8 orang anggota Tagana kembali melakukan pencarian namun belum membuahkan hasil. Pencarian korban dipersulit dengan kondisi cuaca buruk berupa ombak besar memaksa tim untuk kembali kedaratan.

Tetapi Senin, (2/1) Tim Tagana tidak melakukan pencarian. Pasalnya tim belum melakukan kordinasi dengan Kamla Pantai Labu.” Kita hentikan sejenak pencarian untuk menunggu kordinasi dengan pihak pihak terkait, tetapi pihak keluarga korban masih terus melakukan pencarian,”tambah Andika.

Informasi yang dihimpun, dari kedua korban yang selamat, kecelakaan terjadi saat para nelayan itu tertidur, saat itu perahu motor itu tidak menyalakan lampu. Kondisi mesin dipadamkan. (btr)

Tahanan LP Binjai Nyaris Kabur

Jebol Tembok Kamar Mandi Pakai Obeng

BINJAI- Tahanan kabur di Binjai nyaris kembali terjadi. Setelah enam tahanan Polsek Binjai Utara kabur dari sel, kali ini tiga tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat mencoba kabur dengan cara menjebol tembok kamar mandi dengan menggunakan tiga buah obeng dan batu. Untungnya, aksi ketiga pelaku diketahui petugas, Minggu (2/1) sekitar pukul 02.00 WIB.

Ketiga tahanan yang mencoba kabur itu masing-masing, Bayu Prananta alias Bayu, tahanan kasus narkotika, Wiranda, tahanan kasus perampokan, dan Muhammad Taufik, tahanan kasus narkotika. Saat ini ketiga palaku dalam pemeriksaan pihak LP dan Polres Binjai.

Terungkapnya upaya kabur yang dilakukan ketiga pelaku itu berawal pemeriksaan petugas sipir terhadap tahanan usai pesta pergantian tahun di Binjai.

Petugas curiga melihat lembaran kertas menempel di dinding tahanan kelas II, blok A kamar 18. Setelah diperiksa ternyata kertas itu untuk menutupi lubang yang telah dikeruk pelaku. Sontak petugas sipir memeriksa 28 tahanan yang menempati ruang tahanan itu. Dalam pemeriksaan diketahui pelaku pembobolan itu diotaki Bayu, Taufik dan Wiranda serta menyita tiga buah obeng.

Pantauan Sumut Pos di LP kelas II A Binjai, terlihat sejumlah petugas Polres Binjai melakukan pemeriksaan terhadap tahanan yang mencoba melarikan diri. Usai pemeriksaan, tahanan yang mencoba melarikan diri kembali dimasukan ke dalam tahanan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas II A Binjai, Surung Pasaribu SH Mhum, kepada Sumut Pos mengatakan, bahwa pihaknya sudah membaca situasi seperti ini. “Malam itu saya sarankan kepada anggota jangan ada yang lalai. Karena, situasi seperti Tahun Baru sangat rentan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan benar saja, kita dapati tiga orang tahanan yang mencoba melarikan diri,” ujar Surung Pasaribu.

Selain itu, Surung Pasaribu juga mengakui, kalau semua ini adalah cobaan dan menjadi suatu pembelajaran bagi pihaknya. “Awal Tahun Baru kita sudah mendapat cobaan. Yang jelas, ini semua sebagai pelajaran bagi kita untuk tetap menjaga keamanan di LP kita ini,” kata Surung.

Menyinggung soal obeng tahanan yang mencoba melarikan diri, Surung mengakui, kalau obeng itu didapat para tahanan dari tahanan yang memperbaiki AC di LP tersebut. “Obeng yang digunakan tahanan itu untuk memperbaiki AC. Yang jelas, saya mengakui kesilafan. Karena, para tahanan yang dibenarkan untuk memperbaiki AC itu, hanya tahanan yang masa tahanannya sudah mau habis,” akunya.

berakhir, dan berkelakuan baik untuk mengembangkan bakatnya. Karena, kita juga punya hati nurani. Tapi, ini memang kesilafan kami. Makanya, seperti yang saya katakan tadi, ini semua sebagai cobaan dan pelajaran bagi kami,” ucap Surung Pasaribu.

Menganai hukuman yang akan diberikan olehnya terhadap ketiga tahanan yang mencoba melarikan diri ini. Surung menyerahkan ini semua kepada pihak kepolisian. “Yang jelas, ketiganya sudah kena pasal pengerusakan. Tapi, untuk masalah hukuman, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ujar Surung. (dan).

Korban Laka Lantas Tanpa Identitas Mengendap di RS Adam Malik Medan

Sudah Lima Hari Terbaring tak Sadarkan Diri  

Pria korban laka lantas sudah lima hari terbaring tak sadarkan diri di ruangan Rindu A, bagian syaraf rumah sakit Adam Malik Medan. Saat ditemukan, tidak satu pun ada identitas pada diri korban.

Bahkan hingga kini, pihak Polres Binjai Unit Laka Lantas, terus berusaha mencari tahu keberadaan keluarga dan identitas korban laka yang terjadi Rabu (28/12) Sekira pukul 22.30 Wib, di Jalan T Amir Hamzah, Tandem Pasar 4, Kelurahan Jati Karya, Kecamatan Binjai Utara.

Menurut Kanit Laka Polres Binjai Ipda N Sinuraya, saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjannya mengaku, korban ditabrak seorang pengendara mobil, namun hingga saat ini pihaknya kesulitan mencari tahu idntitas korban. Ada pun ciri ciri korban saat terjadi laka lantas, dijelaskannya, memakai kaos lengan pendek warna ungu, celana jeans pendek warna biru, rambut ikal pendek, bentuk waja muka lonjong, warna kulit sawo matang, tinggi badan 160 cm, berat badan 58 kg dan umur diperkirakan 30 tahun.

“Sepertinya korban mengalami gangguan kejiwaan. Namun saat terjadi kecelakaan korban memakai cincin besi putih dijari manis tangan sebelah kiri dan cincin kuningan dijari manis tangan sebelah kanan. Saat terjadi kecelakaan, korban sedang berjalan kaki dan sepertinya korban tidak terawat dengan kondisi gigi yang berantakan dan kurang terurus. Namun, pelaku yang menabrak bersedia bertanggung jawab dan berusaha mencari keluarga korban,” ungkap AKP N Sinuraya.

Bagi yang mengetahui identitas korban, dikatakannya, pihak keluargannya harap menghubunggi nomor 8823780, 081264992990 dan 08137070199 atau datang langsung ke rumah saki Adam Malik Medan ruangan Rindu A.
“Kita berharap, keluargannya menjenguknnya. Sebab, hingga sampai saat ini ia tidak juga sadarkan diri. Bagai manapun, ia manusia yang harus diselamatkan. Kita berharap, ia cepat dijenguk keluargannya,” tegasnnya.  (dan)

Tahun Baru, Dua Nyawa Melayang

PERBAUNGAN-Dua nyawa melayang diakhir tahun 2011 dan diawal tahun baru 2012, kedua korban malang tersebut yakni Mukhlis (18) warga Dusun II, Desa Sei Jenggi, Kecamatan Perbaungan dan Devi (19) warga Dusun II, Desa Pematang Kasih, Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai.

Keterangan yang dihimpun kru koran ini di kepolisian menyebutkan kedua kecelakaan tersebut terjadi waktu yang berbeda dan di tempat yang berdekatan. Kecelakaan pertama terjadi Sabtu(31/12) sekira pukul 23.30 WIB antara sepeda motor RX King dengan Mobil Luxio BK 1711 JQ yang di kemudikan Suwedi(34) warga Binjai. Kecelakaan maut tersebut terjadi di jalinsum Medan Tebing Tinggi KM 41-42 persisnya di Dusun IV, Desa Pasar Bengkel, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Sebelum kejadian korban yang mengedarai sepeda motor Yamaha RX King BK  4192 GC yang berboncengan dengan Yogi, datang dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Setibanya di TKP korban hendak mendahului sepeda motor Suzuki Satria BK 3292 YAS yang dikemuidkan Anto(34) warga Padang Sidimpuan.

Saat itulah setang sepeda motor Mukhlis menyenggol setang sepeda motor yang dikemudikan Anto, sehingga mengakibatkan sepeda motor yang dikemuidkan Muklis oleng ke kanan. Pada saat bersamaan dari arah Medan melaju mobil Luxio yang di kemudikan Suwedi, sehingga sepeda motor menabrak bagian samping mobil tersebut.
Akibatnya Mukhlis tewas di lokasi kejadian semnatara yang lainnya mengalami luka-luka, korban kemudian di evakuasi ke RSU Trianda Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan.

Berselang beberapa jam kecelakaan kembali terjadi, kali ini yang menjadi korban Devi. Devi yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU BK  6793 CL datang dari Medan menuju Tebing Tinggi.

Korban berniat hendak mendahului kendaraan yang ada di depannya, namun malang bagi Devi sepeda motor yang dikemuidkannya terjatuh kebadan jalan dan di lindas kendaraan dan melarikan diri. Kasat Lantas Polres Sergai AKP Gunadi SB mengakui adanya peristiwa tersebut.(lik/smg)

Curi Komputer, Dua Remaja Masuk Bui

PERBAUNGAN-Ferry Sandika alias Ferry(16) dan temanya Risky Maulana alias Boby (15)kedua remaja asal Desa Melat II, Kecamatan Perbaungan ini ditangkap tim buser Polsek Perbaungan dari temapat dan waktu yang berbeda, Minggu(1/1) sekira pukul 21.00 wib.

Selain mengamankan kedua tersangka petugas juga mengamankan barang bukti satu set computer milik sekolah dasar negeri(SDN) 104260 Desa Melati yang berada tak jauh dari rumah pelaku (Feri).

Pengakapan terhadap kedua tersangka berdasarkan laporan korban yakni kepala sekolah Husin, pada Sabtu(31/12) siang. Setelah dilakukan olah tkp dan penyidikan ternyata pelakunya adalah Ferry dan Boby.

Setelah cukup bukti petugas kemudian meringkus kedua pelaku . Kapolsek Perbaungan AKP Marluddin S.Ag mengatakan pihaknya menagkap Ferry pada pukul 21.00 wib setelah dilakukan penyidikan kemudian petugas berhasil meringkus Boby rekan Ferry saat melakukan pencurian.” Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah monitor LCD, CPU  mereka ION dan 1 unit printer merek Cannon,” terang Marluddin.

Pada wartawan Senin(2/1) Ferry dan Boby mengakui kalau perbuatannya tersebut dilakukan karena butuh uang buat merayakan malam tahun baru.

“Rencananya komputer ini mau kami jual dan uangnanya untuk malam tahun baru, tapi karena belum laku komputer tersebut kami simpan di semak-semak, namun belum lagi laku terjual kami keburu ketangkap polisi”, ucap kedua remaja ini. (lik/smg)

Sekolah Taman Siswa Disantroni Maling

TEBING TINGGI- Yayasan Sekolah Taman Siswa (Tamsis) yang terletak di Jalan Deblot Sundoro, Kelurahan Bagelen, Kota Tebing Tinggi, Senin (2/1) sekira pukul 03.00 WIB dibobol kawanan maling. Akibatnya uang senilai puluhan juta dan surat-surat berharga beserta barang lainnya berhasil digondol maling.

Kawanan maling yang diduga berjumlah tiga orang itu masuk ke dalam raung kantor bendahara sekolah dengan memanjat pagar dan merusak kaca nako. Setelah masuk, kawanan maling mengacak-acak isi dalam kantor dan kabur membawa brangkas milik sekolah.

Penjaga sekolah, Efendi Nasution pertama kali melihat ruangan bendahara sekolah dibobol maling ketika melakukan patroli malam hari. “Saat patroli pukul 03.00 WIB, saya lihat kaca nako sudah terbuka, langsung kejadian saya laporkan kepada yayasan di Mapolres Tebing Tinggi,” katanya.

Pemilik Yayasan Sekolah Taman Siswa, Darman mengaku mengetahui kejadian setelah mendapat laporan dari penjaga petugas malam. “Dari kejadian ini sekolah menderita kerugian uang kontan Rp10 juta, dua buah BPKB mobil, sebuah sertifikat surat tanah atas nama Adi Hariano, satu buah BPKB sepeda motor dan buku rekening bank sebanyak enam buah,” sebutnya.

Mendapat laporan, Tim Identifikasi Polres Tebing Tinggi melakukan olah tempat kejadian perkara, Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Lili Astono mengaku masih melakukan peyidikan lebih lanjut. “Pelaku masih dalam lidik petugas,” katanya. (mag-3)