28.6 C
Medan
Monday, January 19, 2026
Home Blog Page 14055

Urus Akta Kelahiran Kuras Uang Warga

LANGKAT- Pengurusan akta kelahiran sesuai UU No23/2006 tentang administrasi kependudukan, dinilai memberatkan masyarakat. Pasalnya, biaya yang dibutuhkan mengurus ke Pengadilan Negeri (PN) cukup menguras uang warga dan merepotkan karena harus membawa dua saksi.

Kekecewaan itu dirasakan Ketua DPC PDI-P Langkat, Syafril ketika berbincang dengan wartawan, Senin (2/1). Menurut dia, pemberlakukan UU No23/2006 tentang administrasi kependudukan seharusnya dikaji ulang, bukan hanya persoalan biaya dibebankan kepada warga yang mengurus akta lahir, tapi menghadirkan dua saksi bukanlah mudah karena harus menggunakan biaya.

Dia menyebutkan, sesuai ketentuan biaya Rp315 ribu dibayarkan warga ke PN dalam pengajuan membuat akta lahir itu sangat tidak rasional, sebab keterlambatan warga membuat akta didominasi oleh ketiadaan biaya.  Selanjutnya, didampingi anggota DPRD Langkat asal PDI-P Ralin Sinulingga, warga sebagai pemohon harus menyertakan dua saksi saat mengurus. Nah, untuk tahapan dimaksud maka tak ayal warga harus mengeluarkan biaya ekstra kepada saksi. “Karena bila dipaksakan, bukan tidak mungkin program wajib sekolah bisa terkendala. Ya itu tadi, kebanyakan warga tidak mengurus akte lahir anaknya karena tak punya biaya,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ralin Sinulingga menuturkan, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Pemkab Langkat melalui Kantor Catatan Sipil (Catpil) serta pihak PN. “Semoga dilakukan penundaan, walaupun kemungkinan kecil,” sebutnya. (mag-4)

KONI Sumut Apresiasi Atlet Penyandang Cacat

MEDAN- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara memberikan tali asih kepada atlet penyandang cacat atau disabilitas yang telah meraih medali pada saat mengikuti Kejuraan ASEAN Para Games VI/2011 yang berlangsung di Solo pada 12-22 Desember 2011.Pemberian tali Asih kepada atlet penyandang cacat yang telah berhasil menyumbangkan 12 medali emas, 19 perak dan 4 perunggu untuk kontingen Indonesia. Ke-12 medali emas yang disumbangkan itu, melalui cabang catur 7 medali emas dan 5 perak. Kemudian atletik 2 emas, 8 perak dan 1 perunggu, tenis meja 2 emas, 4 perak dan 1 perunggu serta angkat berat 1 emas, dua perak dan dua perunggu.

Acara pemberian tali asih yang dilakukan KONI Sumut itu berlangsung di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (31/12).

Ketua KONI Sumatera Utara H Gus Irawan Pasaribu SE, AKK di Medan dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberian tali asih tersebut merupakan salah satu bentuk perhatian kepada atlet Sumut yang berprestasi.
Dengan prestasi yang telah diraih tersebut, Lanjut Gus Irawan, bukan hanya membawa harum nama Sumut dikancah nasional, tetapi juga dimata internasional.

“Terimakasih kepada atlet yang telah berjuang dengan semangat hingga mampu meraih prestasi yang maksimal di ajang tingkat ASEAN tersebut,” bilang Gus.

Pemberian tali asih yang dirangkai dengan acara “Malam Keakraban Insan Olahraga Sumut” itu, atlet penyandang disabilitas yang mendapat tali asih yakni empat orang atlet catur, enam atletik, dua tenis meja dan lima orang atlet angkat berat.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sumut, Ristanto SH SPN mengatakan bahwa pemberian tali asih tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet lainya yang belum berhasil meraih medali untuk lebih giat lagi berlatih agar kedepannya dapat meraih hasil lebih maksimal.

Untuk itu, Ristanto berharap bagi atlet yang telah berprestasi untuk terus meningkatkan dan mengasah kemampuan. Pasalnya, kedepannya masih ada kejuaraan-kejuaraan lainnya yang sudah menunggu seperti Porcanas.
“ Tidak ada prestasi yang dapat diraih tanpa latihan yang keras. Hanya yang tekun berlatihlah yang mampu meraih hasil maksimal,” bilang Ristanto.

Sementara Ketua National Paralimpic Commite (NPC) Sumut Zulkifli mengatakan pemberian tali asih tersebut akan menambah semangat para atlet untuk semakin giat berlatih.
“Atlet cacat juga mampu mengukir prestasi layaknya atlet normal. Ini telah kami buktikan di ASEAN Para Games yang lalu,” bilang Zulkifli. (omi)

Naik Pangkat, Polisi Harus Paham IT

PARAPAT-  Di penghujung 2011, sebanyak 102 personel di Polres Simalungun naik pangkat. Setelah dilantik, seluruh personel polisi diminta untuk tetap memahami dan menguasai informasi teknologi (IT).

Usai melantik sejumlah personel polisi, dalam sambutannya, Kapolres Simalungun AKBP Agus Fajar Harkam SIK mengharapkan, semua personel harus menguasai IT, Ilmu pengetahuan dan teknologi, mengikuti pelatihan guna mendukung profesionalisme dan demi kinerja yang baik serta benar.

“Kini dunia bisa dalam gengamana kita, informasi apapun dapat dilihat pakai internet, laptop dan Netbook.  Apalagi sekarang mudah mengakses UU, Kepres dan sejumlah peraturan Kapolri hanya dengan melalui teknologi,” katanya, Sabtu (31/12).

Sementara itu, sebanyak 39 personel di Polres Tebing Tinggi juga naik pangkat. tiga diantaranya naik pangkat menjadi perwira. Kapolres Tebing Tinggi, AKBP Andi Rian Djajadi SIK didampingi Waka Polres, Kompol Safwan Khayat MHum di halaman  Mapolres Tebing Tinggi, menyatakan kenaikan pangkat setingkat bukanlah datang dengan sendirinya, melainkan suatu penghargaan  yang diberikan pimpinan dengan ukuran prestasi kerja. (jes/mag-3)

Bajing Loncat Beraksi, Keyboard Raib

LANGKAT- Kawanan perampok melompat ke atas mobil yang sedang berjalan (bajing loncat, Red) sekaligus menguras muatannya. Akibatnya satu set alat musik jenis keyboard hilang diambil kawanan bajing loncat.

Seorang korban, Darus Bangun (32) warga Dusun Rumah Galuh Desa Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingai-Langkat menuturkan, saat melintasi kawasan titi penceng Jalan Proklamasi Stabat, Senin (2/1) siang, menggunakan mobil pick-up BK 9092 RA bermuatan satu set alat musik jenis keyboard. Saat itulah, kawanan bajing loncat tersebut mengurus isi mobilnya.

“Kami baru pulang mengisi hiburan di Desa Buluh Telang, kemarim malam persisnya perayaan malam Tahun Baru 2012,” kata Darus didampingi rekannya Nonot (30) dan Lilik (25) saat membuat pengaduan di Mapolres Langkat.
Seperti biasanya, urainya, semua peralatan keyboard disusun di belakang. Sebelumnya, dua teman Darus duduk di belakang namun di Kota Tanjung Pura, dua biduan yang duduk di depan turun sehingga kedua teman dimaksud pindah duduk ke depan.

Perjalanan dilanjutkan, mengambil jalur Jalan Proklamasi Kelurahan Sidomulyo, Stabat persisnya kawasan Titi Penceng. Hanya beberapa meter melewati jembatan terdengar suara benda jatuh dari mobil. Seketika kenderaan dihentikan, guna melihat atau memastikan suara dimaksud. Saat bersamaan, terlihat dua pria mengendarai sepeda motor bebek memikul alat Kibot KN 2600 milik Darus. “Kami sempat terlibat aksi kejar-kejaran, tetapi langsung kehilangan jejak saat sepeda motor mereka masuk perumahan Pemkab Langkat,” aku Darus yang menaksir alami kerugian Rp18 juta. Kasat Reskrim Polres Langkat, AKP Aldi Subartono, ketika dikonfirmasi mengaku masih mengecek kebenaran laporan tersebut. (mag-4)

4 Persen PNS Terlarut Tahun Baru

PAKPAK BHARAT- Hari pertama tahun 2012 tingkat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkab Pakpak Bharat sebanyak 96 persen. Ketidak hadiran pegawai diperkirakan akibat masih terlarut dalam suasana tahun baru. Demikian hasil inspeksi mendadak Wakil Bupati Pakpak Bharat dengan Sekda, Senin (2/1).

Wakil Bupati Pakpak Bharat, Ir H Maju Ilyas Padang didampingi Sekda dan rombongan lainnya menggelar inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SKPD. Pejabat dijajaran Pemkab Bharat itu langsung mengecek absensi pegawai dan melihat pegawai yang hadir di bidangnya masing-masing.

“Saya telah konfirmasikan dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang tidak masuk kerja pada hari pertama sebanyak 4 persen,”kata Sekda Pemkab Pakpak Bharat, Holler Sinamo.

Dia memprediksi, kemungkinan PNS yang tidak hadir dikarenakan masih larut dalam suasana perayaan Tahun Baru dan momen itu dijadikan berkumpul dengan sanak saudara.

Sementara itu, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu mengingatkan PNS agar meningkatkan disiplin diri, disiplin tugas dan disiplin anggaran. Hal itu harus menjadi perhatian selaku abdi Negara dan masyarakat. Demikian pidato Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu untuk mengingatkan kepala SKPD agar mengingatkan pegawainya. (mag-14/mag-4)
meningkatkan kedisiplinan,  Senin (2/1).

Ngogesa yang memimpin apel perdana di tahun 2012 di halaman kantor Bupati menyampaikan, setiap bentuk kegagalan di tahun 2011 hendaknya dijadikan pelajaran berharga, melangkah ke arah lebih baik tahun ini. “Jadikan kegagalan tahun 2011 sebagai pengalaman dan pelajaran berharga melangkah lebih baik di tahun 2012,” kata Ngogesa. (mag-14/mag-4)

DPP PD Incar Kepala Daerah di Muscab

JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) hingga Senin (2/1) belum mengeluarkan jadwal pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PD Tapanuli Tengah (Tapteng). Pasalnya, hal itu belum layak dibicarakan lantaran masih dalam suasana Tahun Baru 2012.

Demikian disampaikan Wakil Ketum DPP PD, Jhonny Allen Marbun kepada koran ini, Senin (2/1). Menurut dia, belum saatnya membicarakan Muscab Tapteng.  “Masih suasana Tahun Baru. Rehat saja dulu lah,” ujarnya.
DPP PD belum menjadwalkan Muscab PD Tapteng. Alasan lain, karena baru saja digelar Muscab PD Pematangsiantar, yang dampaknya masih hangat. Bahkan, dia membantah DPP telah  membubarkan atau membatalkan kegiatan Muscab II DPC PD Tapteng, 5 Desember 2011 di Hotel Bumi Asih Pandan. Menurut Allen, itu bukan Muscab. “Ah, tak ada itu. Itu hanya konsolidasi biasa,” ujarnya.

Allen memberikan sinyal bahwa Muscab PD Tapteng belum digelar dalam waktu dekat ini. Alasannya, dibanding provinsi-provinsi lain, Muscab PD di kabupaten/kota di Sumut sudah tergolong tercepat. “Sumut sudah tergolong cepat, tinggal tiga kabupaten/kota lagi yang belum Muscab. Di provinsi-provinsi lain yang sama-sama besar, baru mencapai kisaran 35 persen hingga 60 persen,” terangnya. “Saya menjadikan Sumut sebagai pilot project, jadi dipercepat,” ulasnya.

Terkait dengan adanya penolakan hasil Muscab PD Siantar beberapa waktu lalu, Allen menganggap itu hal yang lumrah dalam dunia politik. Dia pun membantah anggapan telah mengkondisikan agar Hulman Sitorus yang juga walikota Siantar itu, yang terpilih sebagai Ketua DPC PD Siantar.

“Masak nggak percaya seorang Wali Kota bisa membesarkan partai? Ini untuk kepentingan partai. Kenapa dipersoalkan? Kecuali yang saya paksakan itu tukang roti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, semua partai politik sudah pasti menginginkan tokoh sentral di daerah itu menjadi pimpinan partai setempat. Dikatakan, seorang tokoh lokal pasti punya pengaruh kuat di daerah tersebut. “Hulman bisa mengalahkan incumbent. Jadi, apapun partainya, pasti mengejar dan menjadikan kepala daerah sebagai pimpinan partai” terangnya.

Allen berharap, semua kader PD bisa memahami hal itu. Apakah untuk Muscab PD Tapteng DPP akan mengincar tokoh kuat setempat? Allen tidak membantahnya. Berkali-kali dia mengatakan, pada hakekatnya partai ingin merekrut orang yang teruji dan punya pengaruh. (sam)

Pengunjung Pantai Perjuangan Diusir, Jalan Diblokir Warga

BATUBARA- Ratusan warga Kampung Lalang, Dusun Masjid, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara memblokir jalan masuk menuju daerah wisata Pantai Perjuangan atau Pantai Jono, Minggu (1/1) siang. Hal itu dipicu pihak pengelola Pantai Perjuangan mengusir pedagang dari areal pantai.

Aksi blokir jalan tersebut terjadi akibat pengelola pantai tersebut melarang pedagang berjualan di areal pantai. Larangan itu dimulai saat pengelola pantai merobohkan bangunan pada saat libur Hari Raya Idul Adha lalu. Kini, pada liburan Tahun Baru warga kembali dilarang berdagang.

Akibat hal itu, pedagang langsung emosi dan melakukan tindakan menutup jalan dengan mamajang kayu dan batu besar. Dampaknya, pengunjung yang hendak ke pantai tersebut tak bisa melalui jalan tersebut.

Kapolsek Medang Deras, AKP MH Sirait mengatakan penutupan jalan tersebut akibat ada permasalahan warga setempat dengan pihak pengelola wisata Pantai Perjuangan. “Tadi sempat digelar pertemuan dengan perwakilan warga dengan pihak pengelola pantai, tapi tidak ada kata mufakat. Maka polisi langsung mengambil alih lokasi wisata untuk mencegah terjadinya tindakan anarkis warga,” ucapnya kepada Sumut Pos.

Sementara itu, seorang perwakilan masyarakat, Erwan mengatakan selama 6 tahun dipegang oleh pengelola yang bernama OK Manan, hasil pendapatannya tidak jelas dan menimbulkan berbagai kekacauan, seperti pedagang di dalam diusir olah pihak keamanan pengelola daerah wisata.

“Kami sudah dua hari, Sabtu dan Minggu memblokir jalan akses masuk ke dalam pantai, kami minta OK Manan turun dari ketua sekaligus tidak lagi menjadi pengelola pantai perjuangan,” pintanya.

Lebih lanjut, dia menyatakan, izin pengelola tempat wisata hanya dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Pemkab Batubara, seharusnya yang boleh mengeluarkan izin Departemen Kelautan. “Pantai Perjuangan masih areal hutan mangrove yang dilindungi oleh negara,” paparnya.

Sedangkan kaum ibu-ibu yang kebanyakan melakukan pemblokiran jalan masuk dan mengusir pengunjung yang akan masuk ke pantai tersebut tetap enggan membuka jalan, hingga tuntutan warga dipenuhi. Para ibu-ibu tersebut meminta OK Manan turun dan tidak lagi menjadi ketua pengelola daerah wisata pantai perjuangan, masalahnya pengelola tidak mau berbagi dengan masyarakat setempat setiap hari libur besar dan selama 6 enam tahun tidak ada kontribusinya dengan warga setempat. “Kami berjualan sudah 7 tahun, tapi gubuk-gubuk jualan kami diruntuhkan oleh pengelola pantai,” ungkap warga sambil berteriak, “Kami sedang perang dengan pengelola pantai, silahkan pulang, jangan ke pantai,” ucap ibu-ibu yang memblokir jalan tersebut.

Seorang pengunjung, Najli Purba mengaku kecewa dengan tindakan yang diambil oleh warga setempat dengan meblokir akses jalan masuk ke dalam pantai. “Kami datang jauh-jauh dari Medan, malah diusir keluar oleh warga dengan alasan warga perang dengan pihak pengelola pantai,” ucapnya kesal.

Pihak pengelola tempat wisata pantai Perjuangan OK Manan saat hendak ditemui Sumut Pos tak bersedia, dengan alasan masih ada masalah dengan warga setempat.  (mag-3)

Bank Sumut Luncurkan Mobil Kas ATM Terbesar di Medan

Melayani Penyetoran dan Penarikan

MEDAN- Memasuki 2012, PT Bank Sumut meluncurkan Mobil Kas ATM keliling dengan wilayah operasional di 21 kecamatan di Kota Medan. Mobil tersebut akan melayani penyetoran dan penarikan.

Mobil kas 3 suku jenis Toyota Dyna bernilai investasi sekitar Rp500 juta dilepas secara langsung oleh Direktur Utama Bank Sumut Gus Irawan, Selasa (2/1/2012), di pelataran depan Kantor Cabang Utama Kota Medan dengan didampingi Direktur Umum M Yahya, sejumlah pemimpin divisi dan Pemimpin Cabang Utama Bank Sumut Paroiman Ritonga.
Dengan adanya kelengkapan alat VSAT (Very Small Appertune Terminal), Mobil Kas ATM tersebut dapat melayani transaksi penarikan maupun penyetoran uang tunai. VSAT adalah terminal komunikasi datan yang menghubungkan data transaksi kas mobil dengan data center kantor Bank Sumut.

Dirut Bank Sumut Gus Irawan berharap, keberadaan Mobil Kas ATM tersebut dapat memenuhi kebutuhan nasabahnya yang memerlukan transaksi cepat.

“Meski izin operasionalnya di 21 kecamatan, namun konsentrasi lokasi mangkal Mobil Kas ATM ini difokuskan di pusat-pusat keramaian, terutama pasar-pasar tradisional di Kota Medan di mana belum terdapat kantor Bank Sumut. Kita lihat nanti, di mana pasar potensial dan paling membutuhkan. Selain itu, mobil kas ATM ini juga sangat efektif sebagai promosi berjalan dan peningkatan corporate image Bank Sumut,” jelas Gus Irawan.

Mobil Kas ATM yang dipimpin Eva Sofia dengan teller Melya Hafsari dan sopir Albert ini merupakan Mobil Kas ATM Bank Sumut pertama yang beroperasi di Medan. Sebelumnya, Bank Sumut sudah meluncurkan 20 unit kas mobil tanpa ATM di berbagai kabupaten, khususnya di wilayah kecamatan dan pedesaan yang belum terjangkau akses perbankan. (her)

Kejatisu dan BPKP Lengkapi Bukti

Dugaan Korupsi di RSU Pirngadi Medan

MEDAN- Tim investigasi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut berkoordinasi mencari bukti-bukti kerugian negara di RSU Pirngadi Medan. Pencarian itu untuk mendukung bukti dugaan penyelewengan anggaran di rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasi Pidsus Kejatisu Jufri Nasution SH pada wartawan, Senin (2/1) di Jalan AH Nasution Medan. Menurutnya, tim investigasi dari dua instansi tersebut sedang bekerja.

Dari setiap bukti tersebut, akan memperkuat pihaknya untuk dijadikan alat bukti bahwa di rumah sakit itu memang melakukan penyimpangan. Dia menyebutkan, setelah barang bukti lengkap, akan digelar eksposnya. “Nah saat digelar ekspos itulah nantinya ditentukan soal kerugian negera, siapa yang terlibat dan siapa yang bertanggungjawab hingga penetapan status pejabat Pirngadi yang diperiksa,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, kasus yang tengah diinvestigasi di antaranya farmasi, pengajuan amprah dana yang dibayarkan oleh pihak Askes, ke mana dana itu disalurkan dan bagaimana pertanggungjawabannya selama ini.
Sementara Wakil Direktur RSU dr Pirngadi Medan Yasin yang dikonfirmasi terkait dengan temuan Tim Kejatisu soal adanya dugaan korupsi Rp13 miliar di rumah sakit milik Pemko Medan itu, dia mengaku semua sudah aman.

“Semuanya sudah aman dan hasil temuannya ada di BPKP bahwa tidak ada temuan yang berarti. Sejauh ini tidak ada indikasi korupsi di RSU dr Pirngadi Medan,” kata Yasin, Senin (2/1) siang via telepon selulernya.

Diterangkannya, hasil temuan dari BPKP juga sudah dijelaskan kepada semuanya. “Berarti sudah jelas bahwa hasil temuan BPKP tidak ada dugaan penyelewengan dan itu sudah diberitahukan juga kepada tim Kejatisu yang hadir pada waktu itu. Ibu (Dewi Syahnan, Red) saat itu diperiksa juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, wartawan koran ini ingin mengkonfirmasi langsung kepada Dirut RSU Pirngadi Medan Dewi Syahnan. Sayangnya, Dewi Syahnan tidak berada di ruangannya.

Diketahui, dugaan penyelewengan di RSU Pirngadi sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI 2011 No 19/S/ XVIII.MDN/01/2011.

Tim Investigasi Kejatisu masih menyelidik kasus penerimaan dana instalasi farmasi sebesar Rp11.625.046.868, kerugian sebesar Rp563.317.190 terkait keterlambatan pelaksanaan proyek di RSUD dr Pirngadi dan pembayaran atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Asuransi Kesehatan (Askes) pada Instalasi Hemodialisa sebesar Rp2.285.924.900.

Selain itu dugaan pembayaran ganda penggunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253, dugaan penyimpangan pengaturan lelang sehingga negara merugi sebesar Rp231.599.070 per tahun, serta denda atau sanksi keterlambatan pelaksanaan proyek sebesar Rp563.317.190 dan dugaan penyelewengan penetapan pemenang tender pekerjaan lanjutan gedung rawat inap kelas III Rp869.850.700.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sesuai LHP BPK RI tahun 2011 No 19/S/ XVIII. MDN/01/2011,disebutkan adanya dugaan penyelewengan di RSUD dr Pirngadi Medan.(rud/jon)

Dugaan Penyimpangan Anggaran di RSU Pirngadi Medan

  1. Klaim PT Askes atas pelayanan tindakan cuci darah pasien Askes pada Instalasi Hemodialisa tidak dicatat sebesar Rp2.285.924.900.
  2. Penerimaan pada Instalasi Farmasi sebesar Rp11.625.046.868 tidak dicatat dan tidak dilaporkan sebagai penerimaan RSUD dr Pirngadi dan pembagian hasil swakelola pada instalasi ini tidak sesuai ketentuan.
  3. Pembayaran ganda pengunaan jasa pelayanan sebesar Rp557.018.253.
  4. Kemudian ditemukan indikasi kuat pengaturan dalam penetapan lelang Ikatan Kerjasama Sistem Informasi Rumah Sakit RSUD dr Pirngadi Medan yang membebani anggaran rumah sakit. Indikasi ini juga berpotensi merugikan keuangan daerah sebesar Rp3.231.599.070 per tahunnya.
  5. Keterlambatan pelaksanaan proyek yang tidak dikenakan denda atau sanksi, RSUD dr Pirngadi dirugikan sebesar Rp563.317.190.
  6. Dugaan penyimpangan atas penetapan PT Alpha Rho Delta sebagai pemenang lelang pekerjaan lanjutan gedung rawat inap Kelas III dengan potensi kerugian daerah sebesar Rp869.850.700.

Sumber: Data LHP BPK RI tahun 2011 No 19/S/XVIII.MDN/01/2011

Merajut Kenangan Menjalin Persahabatan

Alumni 1986 SMAN 11 Helvetia Medan Gelar Reuni Akbar

Alumni 1986 SMAN 11 Helvetia Medan menggelar reuni akbar di Tapian Daya Jalan Gatot Subroto Medan Senin (2/1) kemarin. Reuni tersebut mengambil tema Merajut Kenangan Menjalin Persahabatan.
Seperti biasa, tujuan utama sebuah reuni tentu saja untuk menjalin silaturahmi. Itu pula yang dilakukan alumni 1986 SMAN 11 Helvetia Medan. Apalagi kini para alumni sudah banyak yang berpindah tempat tinggal, dan sudah bekerja di berbagai profesi.

Ketua Alumni 86 SMAN 11 Helvetia Medan, Ngatiman didampingi Ferry Suhari selaku Wakil Ketua mengatakan hal itu. Mempererat rasa persaudaraan antar sesama Alumni 86 SMAN 11 Helvetia Medan, adalah tujuan tak terbantahkan.
“Selama ini kita tidak bertemu, maka dengan diadakannya reuni ini, kita harap rasa kekeluargaan para alumni dan pengurus lebih terjalin lagi. Para alumni banyak yang sudah menjadi orang sukses, kita harap dengan kegiatan seperti ini, tidak ada perbedaan dan pemisah di antara alumni,” terang Ngatiman.

Kegiatan reuni akbar itu baru pertama kali diadakan. Ke depannya, diharapkan kegiatan tersebut berkelanjutan, dengan program-program baru demi kemajuan SMAN 11 Helvetia Medan yang sekarang sudah berganti menjadi SMAN 12 Helvetia Medan.

“Memang baru pertama kali diadakan. Nantinya kita akan buat program baru seperti mengadakan kegiatan bakti sosial ataupun membuka usaha yang kepentingannya untuk masa depan dan kemajuan para alumni. Dengan kegiatan ini juga kita dapat saling kenal diantara para alumni yang sudah berkeluarga,” sambung Ngatiman.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Agus Prianto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan momentum yang sangat baik untuk menyambung silaturahmi dengan dasar pemikiran untuk kebersamaan para alumni.

“Di sinilah para alumni bertemu tidak hanya dengan teman, namun juga dengan para guru yang pernah mengajar dulu. Ini saatnya bagi alumni untuk menumpahkan rasa rindu sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para guru yang dulu pernah mengajar dan mendidik,” katanya.

Pihaknya yang mewakili para alumni mengucapkan rasa terimakasih terhadap para guru yang telah banyak berjasa dalam mendidik. “Keberhasilan kita tidak terlepas dari didikan dan peran serta para guru. Maka kita juga mengucapkan banyak terimakasih terhadap para guru yang tak kenal lelah dalam mendidik kita. Karena guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan jendela masa depan,” ungkapnya.

Kegiatan reuni akbar yang dihadiri sebanyak 200 alumni SMAN 11 Helvetia Medan serta para tenaga didik ini diisi dengan hiburan dan nyanyian. Selain itu, acara tersebut ditandai dengan pemberian cendera mata terhadap para guru. “Kita harap para alumni menjadi lebih sukses dan para anak didik generasi penerus di SMAN 12 lebih semangat dalam belajar dan menggapai cita-cita,” pungkas Agus.  (*)