27 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 14078

GM Pujakesuma Sumut Go International

Luncurkan Website gmpujakesumasumut.org

MENYAHUTI era globalisasi yang membutuhkan informasi dan komunikasi cepat, dijawab keluarga besar Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda (DPW GM) Pujakesuma Sumut dengan meluncurkan website gmpujakesumasumut.org.

Peluncuran website ini berlangsung di Ruang Broadband Learning Centre Gedung Telkom, Jalan HM Yamin Medan, Sabtu (24/12).  Launching dilakukan Ketua Umum DPP Pujakesuma H Suratman SP bersama Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (DPO) DPW GM Pujakesuma Sumut Drs Syaiful Syafri MM.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan pelatihan komputer bagi utusan GM Pujakesuma kabupaten/kota se-Sumut tersebut, juga dihadiri Ketua MPO DPP Pujakesuma H Rusbandi, Ketua Harian DPP Pujakesuma Suherdi SSos, Ketua DPW Pujakesuma Sumut Ahwan Ismadi SPdI MH, Ketua DPW Sekretaris MPO GM Pujakesuma Sumut Zahir MAP, GM Pujakesuma Sumut Agus Baktiono dan undangan lainnya.

Syaiful Syafri yang juga Kadis Pendidikan Sumut dan Pembina Yayasan Prestasi Lanjut Usia Sumut mengatakan, dengan peluncuran website gmpujakesuma sumut.org berarti DPW Pujakesuma Sumut telah  go international.
Sebab berbagai kiprah GM Pujakesuma dalam memajukan generasi muda Sumut terutama masyarakat Jawa dapat diketahui secara luas baik di dalam dan luar negeri. “Website ini memudahkan masyarakat mendapatkan informasi mengenai GM Pujakesuma dimanapun berada termasuk di luar negeri,” kata Syaiful.

Ketua MPO DPW Pujakesuma ini mengatakan, kehadiran website juga dapat mempermudah pengembangan dan pemasaran usaha produktif yang dikembangkan para anggota GM Pujakesuma. “Disini juga dapat dipakai memasarkan produk dari usaha produktif,” jelasnya.

Syaiful menambahkan, melalui website memudahkan komunikasi bagi pengurus GM Pujakesuma se-Sumut. “Setiap kegiatan GM Pujakesuma di kabupaten maupun kota juga akan dapat diakses di website tersebut. Kita telah melatih tenaga teknis agar informasi dari daerah juga dapat dimasukan ke dalam website tersebut,” terangnya. (rel/ndi)

Yamaha Berbagi Kebahagiaan di Hari Ibu

MEDAN- Sabtu (24/12) lalu, merupakan hari yang sangat spesial bagi sekitar 50 pasang ibu dan anak yang diundang mengikuti kegiatan “Pesona Kasih untuk Bunda”. Kegiatan yang digelar di halaman Sentral Yamaha, Jalan Adam Malik, Medan, tersebut untuk memeriahkan peringatan Hari Ibu.

“Sebagai pelopor motor matic yang ditujukan khusus untuk para wanita, Yamaha terus menunjukkan apresiasinya kepada konsumen wanita. Salah satunya dengan mengadakan program memperingati Hari Ibu yang bertema Pesona Kasih Untuk Bunda,” kata Divisi Promosi PT Alfa Scorpii, Ismansyah.

Berbagai perlombaan yang melibatkan ibu dan anak dilansungkan diantaranya lomba mewarnai, puisi anak-anak, karaoke ibu-anak, lomba memasak ibu-ibu, dan lomba busana kebaya. “Para peserta sangat menikmati berbagai acara yang kami kemas, dan ini merupakan kebahagiaan tersendiri buat kami,” kata Ismansyah.

Kehadiran istri Plt Gubsu Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho, pengusaha real estate dan juga bendahara REI Sumut Nonna Wahyuni, serta Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2010 Cut Nabila Azhar, dalam talkshow di tengah-tengah acara itu memiliki makna tersendiri. Mereka berbagi cerita mengenai success story masing-masing dan berbagi tips kepada puluhan ibu dan anak yang antusias mendengarkan penuturan nara sumber.

Sutias mengingatkan, bahwa peran perempuan sangat strategis dan penting mengingat saat ini Indoneisa sedang digiatkan dengan ekonomi kreatif. “Dengan tertatanya, dengan kesabaran kaum perempuan Indonesia memberikan sentuhan dan inovasi, peran kaum perempuan sangat penting dan strategis untuk terwujudnya ekonomi kreatif,” ujar Sutias.

Ditambahkan Sutias, semangat perjuangan kaum perempuan Indonesia tersebut yang tercermin dalam lambang Hari Ibu berupa setangkai bunga melati dengan kuntumnya yang menggambarkan, kasih sayang kondrati antara ibu dan anak, kekuatan, kesucian antara ibu dan pengorbanan anak dan kesadaran  wanita untuk menggalang kesatuan dan persatuan, keikhlasan bakti dalam pembangunan bangsa dan negara.

Dikatakannya, keluarga pusat pembagunan sumber daya manusia (SDM). Untuk membagun SDM yang handal, keluargalah yang menjadi tumpuan harapan utama karena di dalam keluarga ada sosok seorang ibu yang menjadi guru pertama bagi sebuah generasi. “Sosok ibu, sosok perempuan harus ditempatkan dalam ujung tombak pembangunan generasi muda,” ucap Sutias.(*/jun)

Ciptakan Remaja Mandiri dan Kreatif

FBRM Gelar Pelatihan Membuat Brush dan Payet

MEDAN- Sebagai organisasi yang bertujuan menciptakan remaja mandiri, kreatif dan berdikari, Forum Bina Remaja Mandiri (FBRM) menggelar pelatihan membuat brush dan payet dari bahan manik-manik di Aula Forum Remaja Islam Mathla’ul Anwar Sampali (Formasi) Jalan Irian Barat Pasar 7 Sampali, Deliserdang, Sabtu (24/12). Dalam menggelar pelatihan ini, FBRM bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kebangpolinmas) Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai eleman remaja, baik remaja masjid maupun perkumpulan remaja lainnya. Diharapkan, kegiatan pelatihan membuat brush dan payet ini dapat menambah bekal keterampilan mereka guna menciptkan remaja yang mandiri, kreatif dan berdikari.

Ketua Forum Bina Remaja Mandiri (FBRM) Muhammad Syahputra ST dalam sambutannya mengatakan, sebagai remaja yang merupakan generasi penerus bangsa, remaja harus memiliki skill dan keterampilan yang baik sehingga sangat membantu dalam kehidupan ke depan.

Oleh karenanya, remaja harus bisa memanfaatkan kegiatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya untuk menambah bekal keterampilan mereka. Bahkan, diharapkan seteleh selesai melaksanakan kegiatan ini para peserta bisa mengembangkannya menjadi kegiatan industri rumah tangga yang dapat menghasilkan rupiah dan dapat meningkatkan perekonomian mereka.

Para peserta yang seluruhnya adalah remaja ini terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terlihat begitu tekun menyimak penjelasan dari instruktur yang sengaja didatangkan untuk membimbing mereka, hinga akhirnya mereka pun dapat menguasai materi yang diberikan dan langsung mempraktikanya.(ade)

Junaidi Jadi Ketua DPC PAN Kecamatan Tebing Tinggi

TEBING TINGGI- Muscab (Musyawarah cabang) DPC Partai Amanat Nasional (PAN) ke-IV Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, berjalan lancar dan telah menetapkan Ketua DPC PAN Kecamatan Tebing Tinggi terpilih Junaidi S, periode 2010-2015. Muscab dilaksanakan di Pasar III, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (24/12) sore.

Hadir dalam Muscab, Ketua DPD PAN Sergai Ir H Soekirman sekaligus Wakil  Bupati Serdang Bedagai, Ketua MPP PAN Drs Sayuti Nur, Ketua POK PAN Sergai Suarifin S.Sos, Ketua Fraksi PAN Sergai H Syahlan Siregar, Sutikno, Sugito, Ketua DPC PAN Kecamatan Tebing Tinggi Junaidi S dan semua unsur pengurus Partai Amanat Nasional tingkat Kabupaten Serdang Bedagai, Camat Tebing Tinggi Drs Ramadan Purba, Kapolsek Tebing Tinggi AKP HE Harahap dan Ketua OC, Amiruddin serta rekan-rekan komunitas Ontel Sepakat dan Kereta Angin Paya Lombang Sekitarnya (Kapas).
Dalam sambutannya, Ketua DPC PAN Kecamatan Tebing Tinggi Junaidi S mengatakan, di Kecamatan Tebing Tinggi mempunyai 13 anak ranting pengurus PAN dan berkat upaya semua anak ranting bisa menghantarkan satu orang duduk dikursi legislatif di Sergai.

“Kepada kader-kader PAN, ke depan diminta bisa mengangkat kinerja dan menjalin silatuhrami untuk memperoleh dan mengangkat hasil dapem di Kecamatan ini,” kata Junaidi.

Sambung Junaidi S, di Desa Paya Lombang, terdaftar jumlah pemilih sebanyak 11.000 jiwa, karena itu, kader harus mampu menciptakan solusi ditengah-tengah masyarakat untuk mencintai PAN sebagai partai pemerhati masyarakat kecil. “Ke depan, kita akan bermain dan mendapatkan kursi legislatif lebih banyak  dari dapem Kecamatan Tebing Tinggi ini,” harap Junaidi.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Kabupaten Serdang Bedagai Ir H Soekirman mengatakan, kalender kerja PAN tetap aktif mulai dari rapat rutin baik untuk tingkat daerah dan tingkat nasional. Dijelaskan Soekirman, hasil silatuhrami PAN tingkat Nasional telah mengangkat beberapa poin, PAN dibawah kepemimpinan Hatarajasa tetap komit mendukung pemerintahan SBY-Budiono hingga tahun 2014.

“PAN bagian dari koalisi dan tidak akan meninggalkan pemerintahan Susilo Bambang Yudoyono,” jelas Soekirman yang juga Wakil Bupati Serdang Bedagai.

Masih keterangannya, kader PAN harus bisa menajalin konsolidasi dan silatuhrami dan ikut mensuseskan master plan percepatan pembangunan Indonesia dan Partai Bintang Reformasi (PBR) telah melebur ke PAN. “ Maka dari itu, Kader PAN harus bisa menjalin memperkuat persatuan dengan kader-kader PBR di daerahnya,” pinta Soekirman.
Sukses program, menurut Ketua DPD PAN Sergai Ir H Soekirman adalah, kader-kader PAN harus bekerjasama dengan kelompok-kelompok lain untuk melaksanakan program ditengah-tengah masyarakat dan suksesi pemilu 2014 itu merupakan sinergi DPP dan DPW PAN. “Tetapi peran kader-kader PAN dipusat dan daerah sangat diharapkan bisa memenangkan pemilu 2014 mendatang,” pintanya. (*/mag-3)

Merampok, 3 Pelaku Kritis Dimassa

BERINGIN- Tiga pelaku perampokan dipukuli warga setelah kedapatan merampok sepeda motor Yamaha Mio BK 6526 MAE milik Sri Sumiarsih (43) warga Desa Pertumbukan, Galang, Deli Serdang, Minggu (25/12) sekira pukul 05.00 WIB.
Aksi perampokan itu dilakukan tiga pelaku yakni Didi Handoko (26) warga Desa Pargoruan, Kecamatan Bangun Purba, Diki alias Tio (19) warga  Desa Ujung Rambe, Kecamatan Bangun Purba dan Budi Irwansyah (32) warga Desa Pertumbukan, Kecamatan Galang. Ketiganya berniat merampok setelah terpengaruh minuman keras dan membawa senjata parang berkarat.

Tepatnya di Dusun II A, Desa Sidourip, Kecamatan Beringin. Ketiganya merampas sepeda motor Mio milik korban Sri yang berboncengan dengan Indri alias Iin (29). Pelaku menyergap Sri dan Iin saat berhenti di depan rumah Iin.   Didi langsung mengancam Sri dan Iin agar tidak berteriak. Alhasil, warga sekitar langsung memberikan pertolongan. Warga langsung berhamburan ke jalan, dan mengejar pelaku.

Melihat warga berdatangan ketiga pelaku langsung tancap gas dengan mengendarai sepeda motor milik pelaku, sedangkan sepeda motor milik korban gagal dirampas.

Aksi kejar-kejaran antara pelaku dan warga terjadi, sialnnya pelaku lari ke Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu. Melihat pelaku kabur ke Desa Durian, warga segera menghubungi beberapa warga agar ketiga pelaku ditangkap. Akhirnya, ketiga pelaku ditangkap dan dipukuli warga di Desa Durian.

Setelah babak belur dipukuli, warga lantas menghubungi Polsek Beringin. Pihak Kepolisian setempat segera membawa ketiga pelaku ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Deli Serdang. Sedangkan parang berkarat milik Didi, diamankan ke Polsek Beringin untuk dijadikan barang bukti.

Ditemui di ruang rawat inap Mawar RSU Deliserang, Didi yang saat itu ditemani istrinya mengaku tidak berniat merampok. Sebenarnya dia dan rekannya hendak bertanya kepada Sri jalan menuju Pantai Labu. Tapi, karena melihatnya membawa parang, Sri ketakutan dan menjerit. “Mana mungkin kami mau merampok bang, soalnya parang yang ku bawa saja berkarat,” katanya sambil mengelus wajahnya yang sudah membengkak.

Kapolsek Beringin AKP Pantas Sinaga menyatakan, kedua pelaku masih dirawat di RSU Deli Serdang, sedangkan pelaku lainya tengah dalam pemeriksaan. Ketiga pelaku memang berniat melakukan aksi kejahatan. (Pasta/smg)

Ciptakan Mahasiswa Multitalenta

Peringati Dies Natalis ke 46 FK UISU

MEDAN- Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) peringati Dies Natalis ke 46 sekaligus menyambut Milad ke 60 UISU dengan menggelar kegiatan bertajuk “Mahasiswa FK UISU Multitalenta”.

“Mahasiswa FK UISU sebagai calon dokter tidak cuma memahami pengetahuan medis saja, tapi ilmu menajemen dan seni, karena yang dihadapi adalah manusia sangat multi kompleks, baik dari kejiwaan, fisik dan sebagainya,” ujar Dekan FK UISU dr Rahmat Nasution DTM&H MSc Sp Park DK, dalam sambutannya di Kampus UISU, Jalan SM Raja Medan, Sabtu (24/12).

Menurut Rahmat, seorang dokter harus bisa menangani pasiennya secara holistik, tidak saja dengan pendekatan medis semata tapi emosionalnya juga harus bisa dibaca dan dipahami.

Selama ini, nilai Rahmat, jika dokter kurang menjiwai tentang pasiennya, bahkan susah  berkomunikasi tentang penyakit yang sedang diderita pasiennya.

Untuk itu, ke depan diharapkan perilaku  dokter harus bisa dirubah dan tetap membuka komunikasi yang efektif, dengan demikian bisa lebih menyenangkan.

“Tantangan yang dihadapi dokter sekarang ini adalah perbedaan budaya manusia. Karena perilaku pasien yang berbeda itu harus dicermati dengan komunikasi yang baik, sehingga perhatian yang khusus dari seorang dokter untuk memahami secara emosional tentang kondisi pasiennya bisa berjalan baik,” sebutnya.

Rahmat juga mengatakan, pimpinan UISU memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dengan tema satukan pemikiran, diharapkan mahasiswa FK UISU memiliki multitalenta yang dapat terus tumbuh dan berkembang, dengan kreativitas mahasiswa di masa depan.

“Multitalenta yang dimiliki mahasiswa FK UISU ini diharapkan bukan hanya mampu dan bisa berinteraksi dengan pasiennya, tapi hendaknya juga memiliki prestasi non akademik seperti di bidang seni dan olahraga,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Muhammad Akmal menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis ke 46 FK UISU yang puncak acaranya bersamaan dengan Porsema 2011, berlangsung selama satu hari penuh.

“Adapun kegiatan yang diselenggarakan antara lain, cabang seni seperti festival band, musikalisasi puisi, lomba busana (fashion show), lomba kaligrafi, lomba karikatur dan photografi, lomba MTQ serta lomba adzan. Kemudian, cabang olahraga diantaranya, troop, tenis meja, badminton, lomba panco, catur, tarik tambang, sepak bola dan futsal. Sedangkan puncak acara Porsema tahun ini, juga dimeriahkan dengan perlombaan UISU Mencari Bakat (UMB) yang diikuti mahasiswa FK,” terangnya.

Kegiatan yang dimulai pada 19 November sampai 31 Des 2011 ini, lanjutnya, diisi dengan berbagai ajang di antaranya lomba cabang olahraga dan seni, bazar serta pengabdian pada masyarakat dengan melaksanakan bakti sosial di kantor Kecamatan Medan Tembung dengan memberikan pengobatan gratis kepada 180 orang lansia dan pemberian nutrisi kepada anak-anak penderita gizi buruk.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian FK UISU serta salah satu tuntutan tridharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan acaranya akan diakhiri dengan lomba gerak jalan santai pada 31 Desember mendataang,” pungkasnya.(uma)

Pria Bugil Ditemukan Tewas di Sumur Tua

PANCURBATU- Seorang pria diperkirakan berusia 35 tahun di temukan tewas di dalam sumur tua yang tak dipakai lagi. Mayat itu ditemukan tak berpakaian (bugil, Red) di belakang rumah kontrakan milik Almarhum Namaken Tarigan di Jalan Sentosa, Desa Tengah, Kecamatan Pancurbatu, Deli Serdang, pada Senin (26/12)  sekira pukul 10.00 Wib.

Informasi yang dihimpun Posmetro Medan (Grup Sumut Pos)  di lapangan, mayat itu ditemukan dengan kondisi membusuk dan beraroma tak sedap. Sedangkan di luar sumut ditemukan sandal jepit warna putih sebelah kiri, dan di sekitar lokasi kejadian di temukan sehelai baju kaos warna putih.

Di temui di lokasi kejadian, anak pemilik rumah kontrakan, Evi Br Tarigan (30) warga Jalan Sentosa Desa Tengah mengaku mencium aroma tak sedap. Spontan, Evi bergegas ke belakang dan berencana membakar sampah yang menumpuk di sekitar sumur tua tersebut. Karena selama ini keluarganya selalu membuang usus ikan yang sering mereka konsumsi ke belakang.

Evi menyebutkan, saat melintas dari sumur tersebut, sempat terlihat rambut di dalam sumur. Namun, keanehan itu disangkanya hanya melihat ijuk saja.

Sementara, abang Evi, Abadi Tarigan juga mengaku mencium aroma tak sedap itu, dan Abadi langsung ke belakang, sesampainya di belakang Abadi bertanya ke pada Evi dari mana asal-usul bau tak sedab tersebut. Tapi, Evi hanya mengatakan dari bangkai ikan yang sering dibuang ke pembuangan sampah di belakang tersebut. Merasa tidak puas dengan jawaban adiknya, Abadi melihat ke dalam sumur tua yang sudah lebih 10 tahun tak digunakan. Setelah di amati Abadi, terlihat sosok mayat pria tanpa busana tenggelam di dalam sumur tersebut.

Abadi terkejut dan langsung melaporkan temuannya itu ke Kepala Desa Tengah Eben Ezer. Mendapat laporan tentang temuan mayat di Desanya, Eben langsung melaporkannya ke Mapolsek Pancurbatu. Mendapat informasi penemuan mayat petugas polsek Pancurbatu yang dipimpin Kapolsek Pancurbatu AKP Ruruh Wicaksono Sik SH MH di dampingi Kanit Reskrim Iptu Gunawan SH datang ke lokasi kejadian, dan memasang garis polisi.

Kapolsek langsung menghubungi Tim Basarnas dan tim Identifikasi Polresta Medan guna mengevakuasi jenazah Mr X tersebut. Setelah berjuang lebih dari 2 jam, jenazah Mr X berhasil di evakuasi. Dengan menggunakan Mobil Ambulans PMI, jenazah korban di evakuasi ke RSUP H Adam malik Medan guna keperluan autopsi.

Kepala Desa Tengah Eben Ezer ditemui di sekitar lokasi mengatakan,sampai sekarang belum ada warga yang melaporkan tentang kehilangan anggota keluarganya.

Kapolsek Pancurbatu AKP Ruruh Wicaksono Sik SH MH membenarkan penemuan jenazah pria bugil di dalam sumur tua yang lebih dari 10 tahun tak digunakan. (roy/smg)

SMK-SMAN3 Medan Dominasi Hasil Try Out

MEDAN- Try out ujian nasional lewat website  www.Ayo Sekolah.com yang dilombakan untuk tingkat SMA-SMK se-kota Medan menunjukan hasil yang memuaskan.

Dari 5.000 lebih peserta yang mengikuti, siswa SMKN3 Medan dan SMAN3 Medan terpilih menjadi yang terbaik sesuai jenjang yang diperlombakan.

“Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (22/12) dan berkhir Jumat (23/12) kemarin, mendapatkan antusias yang cukup tinggi dari peserta. Sistemnya sendiri kita lakukan seleksi dari seluruh peserta untuk mengambil 100 siswa terbaik dari jenjang SMK dan 100 siswa terbaik dari jenjang SMA. Dan dalam kesempatan tersebut, SMKN3 meraih nilai tertinggi  untuk tingkat SMK dan tingkat SMA diraih oleh siswa  SMAN3,” sebut Dicky Zulkarnaen SE MSi, selaku salah seorang pencetus website Ayo Sekolah.com, saat dikonfirmasi Minggu (25/12).

Dicky juga mengatakan, kegitan try uot yang dilasanakan oleh Plaza 99 ini, nantinya akan dilaksanakan setiap bulannya, dengan soal ujian yang terus dimodifikasi.

Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan prestasi siswa Sumatera Utara agar mampu bersaing dan memberikan hasil yang terbaik.

Dicky juga menilai, keberhasilan langkah awal tersebut, akan dikembangkan untuk  mengagendakan olimpiade UN secara online dan pertama di Indonesia pada Februari 2012 mendatang.

“Jika ini nantinya terealisasi, maka kita akan hadir di seluruh sekolah yang ada di kota Medan untuk membuatkan Website akademik online untuk mengakses daftar  kehadiran siswa yang bisa dikoneksikan langsung ke orangtua murid,” terangnya.

Adapun nama-nama peraih nilai tertinggi UN tingkat SMA yakni, juara 1 diraih Budiono Rahmad (SMA Negeri 3 Medan), juara 2 diraih Didit P. Haryanto (SMA Negeri 3 Medan) dan juara 3 diraih Holong Witra Lestari (SMA Negeri 16 Medan ).

Sedangkan untuk tingkat SMK,Juara 1 diraih Dilvi Anri Munda (SMK Negeri 3 medan), juara 2 diraih Abdul Aziz (SMK Negeri 3 Medan) dan juara 3 diraih Aulia Septiana (SPAN). Seluruh pemenang tersebut berhak mendapatkan sejumlah hadiah seperti Handphone dan gadget.

Melihat hasil positif yang diraih siswanya, kepala SMKN 3 Medan H Usman Lubis, merasa puas dengan kemajuan yang ditunjukkan oleh siswa didiknya.

Usman menilai, bimbingan persiapan UN yang diberikan guru pembimbing terhadap para siswa khususnya kelas III berjalan sesuai dengan target sekolah yakni meraih kelulusan 100 persen pada 2012 mendatang.
“Melihat hasil ini, memberikan motivasi yang tinggi bagi para siswa untuk terus belajar dalam mempersiapkan UN yang akan berlangsung beberapa bulan ke depan. Kita harapkan nantinya para siswa bisa meraih hasil maksimal yakni mampu mencapai kelulusan 100 persen,” harapnya. (uma)

Perempuan Jadi Pejuang Keluarga Sejahtera

Memperingati Hari Ibu PT Bank Sumut

Anda dan kami, kita semua sama. Begitulah slogan PT Bank Sumut disampaikan saat menggelar temu ramah dengan 1.100 orang perempuan, yang tergabung dalam kelompok keuangan mikro (KKM) di bawah naungan PT Bank Sumut cabang utama Kota Medan.

Ribuan perempuan antara usia 21 hingga 65 tahun berkumpul pada Kamis (22/12) di Restoran Kenanga Internasional Indonesia di Jalan Jamin Ginting, Medan. Para perempuan itu berkumpul untuk menghadiri silaturahmi dengan Direktur Utama PT Bank Sumut, H Gus Irawan Pasaribu SE Ak MM sekaligus memperingati hari ibu ke-83.
Para perempuan itu rela menunggu kehadiran Gus Irawan dari pukul 11.00 WIB demi mendapatkan pencerahan bagaimana cara mengelola usaha dan mendapatkan permodalan dari bank milik Pemprovsu itu. Ribuan perempuan itu melalui account officer lapangan PT Bank Sumut dikelompokkan menjadi 57 kelompok, tak jarang mereka saling mencoba bertukar informasi untuk mengelola usahanya.

“Ia usaha katering masih banyak dibutuhkan, karena usaha ini tak mengenal libur. Cuma itu, koneksi saja yang masih kurang. Kalau ada hubungi kelompok kami ya,” celetuk ibu dari Kelompok Dahlia. Layaknya berbalas pantun, perempuan lainnya berucap, bila butuh pelaminan dan rias pengantin hubungi kelompok Mawar. Begitulah percakapan ribuan perempuan yang ketika itu dikumpulkan oleh PT Bank Sumut cabang utama Medan.

Di tengah percakapan itu, sembari diiringi lantunan musik yang dinyanyikan oleh anggota kelompok, yang ketika itu saling menunjukkan kebolehannya. Ternyata, orang yang ditunggu Direktur Utama PT Bank Sumut, H Gus Irawan Pasaribu hadir sekira pukul 14.45 WIB. Sementara, musik langsung berganti menjadi alunan musik khas adat  Batak Karo, Gus Irawan digiring hingga ke atas panggung dan diulosi.  Acara mulai dibuka sekira pukul 15.00 WIB.
Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Bank Sumut, Kepala Cabang Utama PT Bank Sumut, Kepala Cabang Sukaramai dan kepala PT Bank Sumut Syariah Medan.

Kepala PT Bank Sumut cabang utama Medan, Fahrul Imam Ritonga didaulat menyampaikan kata sambutannya, dia menyebutkan sebenarnya di bawah PT Bank Sumut cabang utama Medan ada sebanyak 57 KKM dengan jumlah orang sebanyak 1.900. Dari jumlah itu, secara keseluruhannya merupakan pelaku usaha mikro kecil.
“Tapi, yang bersedia hadir dan bergabung berjumlah 1.100 orang. Lainnya berhalangan hadir karena ada kesibukan lain,” ujarnya.

Dia menyebutkan kehadiran Direktur Utama PT Bank Sumut selain memberikan pencerahan, para perempuan ini berkumpul untuk saling bertukar informasi cara mengelola usaha, dan pemasaran produknya diantara para kelompok.
Mewakili ribuan perempuan yang hadir, Nelyza dari KKM Tulip menyampaikan, mengawali usaha itu perlu modal, jadi walaupun memiliki keahlian belum tentu bisa mendatangkan untung. Kesulitan itulah yang banyak dirasakan kaum perempuan, akhirnya PT Bank Sumut dengan syarat yang cukup mudah yakni membuat kelompok dan menunjukkan usaha serta foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK) sudah bisa mendapatkan modal. “Alhamdulillah usaha anggota kelompok kami maju, kalau dulu kami mengharapkan uang dari gaji suami, tapi kami sudah bisa membantu perekonomian keluarga, menyekolahkan anak, beli televisi dan barang lainnya,” ucapnya.

Tapi, dia mengharapkan agar PT Bank Sumut segera merealisasikan kredit Sumut Sejahrtera II dengan pinjaman Rp5- 50 juta. Karena selama ini, kelompoknya lancar mengembalikan uang pinjaman modal saat menjadi peserta Sumut Sumatera I.

Mendengar itu, bergegas Gus Irawan menjawab,  program yang diusungnya untuk perempuan menjadi tonggak perjuangan keluarga sejahtera merupakan keinginan PT Bank Sumut.

Melalui peringatan hari ibu ke-83, Gus Irawan yang biasa disapa Bang Gus mengatakan aktualisasi bagi kaum perempuan tak hanya dilakukan melalui peringatan upacara, tapi sudah dilakukan setiap harinya dengan mendampingi sebanyak 2.600 KKM dengan jumlah anggota 60 ribu lebih di Sumut. Tapi, jumlah itu belum cukup dan akan terus ditambah ke pelosok penjuru Sumut.

Dia menerangkan di PT Bank Sumut mengawalinya pada 2011 lalu, dengan produk percontohan pelaku usaha mikro kecil pasca bencana alam gempa dan tsunami di Kepulauan Nias. Bekerjasama dengan lembaga keuangan di Filipina untuk menyalurkan kredit, inilah yang bisa digunakan oleh ribuan ibu-ibu di Sumut untuk mendirikan usaha.
“Sekarang saya sudah melakukan kerjasama dengan Jerman untuk menyalurkan kredit SS-II, kerjasama ini untuk penyaluran kredit SS-II. Kredit ini pakai agunan. Tapi, agunananya bisa apa saja kwitansi pembelian tanah saja bisa jadi agunan,” paparnya.

Sementara itu, dia mengingatkan apabila ada dari anggota kelompok yang sakit atau anaknya sakit dan berakibat usahanya terganggung. Mengatasinya kembalilah ke kelompoknya masing-masing, awalnya kelompok didirikan atas dasar kebersamaan. Jadi tak ada salahnya kelompoklah yang membantunya untuk membayar kredit, tapi setelah sembuh barulah dibayarkan ke kelompok.

Diakhir pertemuannya, dia berujar dengan berkelompok ini, sebaiknya ibu-ibu jangan lagi membeli produk dari luar, melainkan gunakanlah produk hasil dari kelompok sendiri atau kelompok lain. Sehingga semuanya semakin terbantu. (ril)

MPW PP: Tindak Pengusaha yang Abaikan Jamsostek

MEDAN- Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumut mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah untuk menertibkan perusahaan, yang mengabaikan jaminan sosial tenagakerja (Jamsostek) terhadap pegawainya.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Bidang Usaha dan Ketenagakerjaan Pokja Humas MPW PP Sumut, Mirza SE didamping Wakil Koordinator Pokja Humas Indra Gunawan, Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan, Sufriadi SE MM,  Ketua Bidang Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah, Syafrudin, Wakil Sekretaris Yulinda Dinata saat menggelar konfrensi pers di Hotel Grand Aston Medan, Senin (26/12).

Mirza mengaku, Ketua MPW PP Sumut, Anuar Shah SE “Aweng”  secara tegas sudah memerintahkan Pokja MPW PP Sumut untuk melakukan investigasi terhadap sejumlah perusahaan di Sumut yang nakal terhadap pegawainya tersebut.
Dia membeberkan persoalan jaminan sosial tenaga kerja, seperti yang berhubungan dengan industrial selama ini memang kerab terabaikan. Tak pelak, banyak tenaga kerja yang dirugikan karena mereka tidak memiliki jaminan hari tua atau malah harus kehilangan nyawa sia-sia karena kecelakaan kerja. Terang saja, kondisi tersebut mengusik hati nurani Ketua MPW PP Sumut.

“Berdasarkan data yang kami miliki memang baru sekitar 30 persen perusahaan di Sumut yang memberikan jaminan sosial seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan pemeliharaan kesehatan, dan jaminan hari tua kepada karyawan dan keluarganya. Ini sangat disesalkan. Sesuai arahan Ketua Aweng maka kami akan bekerja mensosialisasikan maupun mendorong pemerintah dalam hal ini Dinas Ketenagakerjaan untuk menindak perusahaan-perusahaan nakal tersebut,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Koordinator Pokja Humas MPW PP Sumut, Indra Gunawan menegaskan agar pemerintah benar-benar mengawasi pemberlakukan Upah Minimum Propinsi (UMP) sebesar Rp 1,2 juta perbulan.  “UMP tahun 2012  harus benar-benar berjalan dan mendapat pengawasan dari pemerintah,” ujarnya.(ari)