27 C
Medan
Sunday, January 18, 2026
Home Blog Page 14079

Ukir Prestasi Demi Cita-cita Keliling Dunia

Melda Risdayanti, Siswi Berprestasi di SMKN 1 Medan

Berawal dari ketertarikannya terhadap tayangan televisi yang menggambarkan begitu banyaknya rakyat Indonesia yang masih jauh tertinggal dalam mendapatkan hak-haknya seperti kesehatan, kesejahteraan dan jaminan hidup yang layak, membuat Melda Risdayanti, siswi kelas II SMKN 1 Medan, jurusan Usaha Perjalanan Wisata (UPW) ini, tergerak hatinya untuk memperjuangkan nasib bangsanya sendiri.

Salah satu langkah memperbaiki nasib bangsa ini yakni, dimulai dari diri sendiri.

“Aku sangat sedih melihat bangsa sendiri yang begitu banyak tertindas, makanya saya bercita-cita ingin menjadi seorang politikus yang memperjuangkan hak-hak orang lemah,” ungkapnya.

Keseriusan wanita yang lahir di Surabaya, 14 Mei 1995 silam, dibuktikannya lewat beragam prestasi membanggakan bagi dirinya, sekolah dan keluarga.

Diantara prestasi membanggakan yang telah ditorehkan buah hati pasangan Risdinal Latief dan Muryanthi ini, Juara I Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Kota Medan, Oktober 2011 lalu, dalam perlombaan tourism industri.
Dengan kemenangannya di Kota Medan tersebut, memberikan kesempatan besar untuk Melda mengikuti LKS di jenjang  Nasional di Bali 2012 mendatang.

Pasalnya, daerah lain tidak memiliki peserta untuk dilombakan dalam mata lomba tourism industri ini.
“Untuk tingkat Provinsi tidak ada, karena daerah lain tidak memiliki peserta. Rencananya saya langsung mengikuti LKS tingkat Nasional yang direncanakan berlangsung di Bali,” ungkap Melda, yang memiliki cita-cita sebagai Pramugari dan Politikus ini.

Sebelumnya, Melda juga mampu menasbihkan diri sebagai yang terbaik dalam Gelar Prestasi dan Bela Negara (GPBN) untuk lomba Bahasa Inggris tingkat Kota Medan dan tingkat Provinsi Sumatera Utara, Maret 2011 lalu.
Dengan hasil positif yang telah diraihnya itu, kini Melda juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba di ajang Nasional yang akan berlangsung di Jakarta pada 2012 mendatang.

Untuk persiapannya sendiri, Melda mengaku, untuk mata lomba Bahasa Inggris kini dirinya tengah mengikuti kursus bahasa Inggris di sebuah lembaga kursus di Kota Medan.

“Berhubung jadwalnya tidak berbenturan, mungkin saya akan mengikuti kedua lomba tingkat Nasional yang akan berlangsung tahun depan. Sedang untuk persiapan  mata lomba tourism industri, rencananya saya akan dilatih di Akademi Keperawatan,” sebutnya.

Untuk targetnya di ajang Nasional dalam dua lomba yang berbeda, Melda mengaku tak memiliki target muluk. Bagi anak sulung dari tiga bersaudara ini, berbuat yang terbaik untuk Sumut, keluarga dan khususnya sekolah adalah upaya terbaik sebagai modal nantinya.

“Saya gak pernah mikirin untuk menang, bagi saya berbuat yang terbaik adalah langkah nyata. Karena orangtua saya juga menasehati untuk tidak terlalu memporsir waktu dan berupaya menjalaninya tanpa beban,” sebutnya.(uma)

Anggota SMECK Diadukan ke Polisi

MEDAN-Kelompok pendukung PSMS yang tergabung di SMECK Hooligan oleh sebagian masyarakat dinilai semakin beringas. Ini ditandai dengan kian seringnya kelompok suporter ini terlibat bentrok dengan kelompok suporter lain, seperti PSMS Fans Club (PFC) maupun KAMPAK FC.

Kali terakhir SMECK terlibat bentrok dengan kelompok pendukung lainnya adalah saat berlangsungnya pertandingan persahabatan antara PSMS versus Perak FC di Stadion Teladan Medan, Jumat (23/12) lalu.  Akibat bentrok itu lima anggota PFC menderita luka di bagian wajah dan tubuh.

Tak senang anggotanya menjadi korban pemukulan, Ketua PFC Rahmat Nur Lubis menempuh jalur hukum dengan membuat pengaduan ke Polsekta Medan Kota, Sabtu (24/12) malam. Dan pengaduan tersebut direspon pihak kepolisian.

Namun, berdasarkan hasil visum yang dilakukan di RS Bakti, didapati bahwa cedera yang dialami oleh para anggota PFC tadi belum cukup kuat untuk menjerat para pelaku pemukulan tadi ke ranah hukum.

Pasalnya, pihak korban terlalu lama membuat pengaduan, sehingga luka yang dialami korban pemukulan tadi tak lagi lebam.

Selain itu, anggota PFC yang menjadi korban penukulan tadi juga tak mampu menandai pelaku pengeroyokan. Karenanya pihak kepolisian sulit untuk menangkap pelaku.

“Kami sangat kecewa dengan pemukulan yang dilakukan anggota SMECK. Apalagi peristiwa seperti ini telah terjadi berulangkali,” ungkap Ketua PFC Rahmat Nur Lubis, Senin (26/12).

Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsekta Medan Kota AKP  S Simaremare membenarkan bahwa pihak PFC melakukan pengaduan terhadap angggotanya yang menjadi korban pemukulan anggota SMECK. “Benar mereka telah melakukan pengaduan. Sayangnya, mereka terlalu lama membuat pengaduan sehingga hasil visum tak cukup kuat untuk menjerat pelaku. Seharusnya, pihak PFC melakukan pengaduan saat anggotanya dipukuli. Selain itu, para korban juga tak bisa menandai siapa-siapa saja anggota SMECK yang terlibat pemukulan itu.,” tuturnya.

Disebutkannya, jika pengaduan PFC diteruskan maka kecil kemungkinan para pelaku dijerat proses hukum. Jadi, kami imbau bila ke depan terjadi lagi kasus pemukulan,   ada baiknya insiden itu segera dilaporkan kepada pihak berwajib sehingga pelaku secepatnya ditangkap untuk diproses lewat jalur hukum. (saz)

Pelatih Kiper PSMS IPL Denny Paslah Tutup Usia

MEDAN- Pelatih kiper PSMS IPL, Denny Paslah menghembuskan nafas terakhirnya Senin (26/12) sekitar pukul 19.00 WIB di Jakarta. Denny Paslah meninggal dalam usia 63 tahun. Kabar duka itu langsung menyelimuti seluruh punggawa PSMS yang main di IPL.

Kabarnya, secara tiba-tiba, Denny yang sedang menyaksikan pertandingan sepak bola di Stadion Bea Cukai Jalan Ahmad Yani Rawamangun tidak sadarkan diri sekitar Pukul 18.30 WIB.

“Om Denny sebelumnya enggak ada sakit apa-apa. Tapi waktu nonton pertandingan sepak bola di stadion Bea Cukai, dia mendadak pingsan. Sempat, dibawa ke Rumah Sakit Rawamangun, tapi dalam perjalanan ke sana, beliau sudah tidak ada,” ujar keponakan Denny Pasla, Resi Pasla saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon seluler Senin (26/12) malam.

Jenazah saat ini disemayamkan di rumah duka Jalan Wadas di daerah Jati Waringin dan rencananya akan dikebumikan Selasa (27/12). “Rencananya besok dikebumikan. Sebelumnya, beliau enggak ada keluhan sakit atau apa. Kemarin (Minggu 25/12), kami sempat berbincang, bercanda. Beliau memang orangnya suka bercanda,” kata Resi.

Denny yang sebelumnya melatih kiper PSMS Decky Ardian dan Irwin Ramadhana pulang ke Jakarta selama PSMS diliburkan sejak Jumat (23/12) lalu untuk merayakan Natal bersama keluarganya.

Selama di Medan, adik kandung legenda kiper Indonesia Ronny Pasla juga tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Kabar duka cita ini diterima PSMS sekitar pukul 20.00 WIB. Komisaris PT Bintang Medan Metropolitan Arif Bargot Siregar langsung berangkat ke Jakarta untuk melayat ke rumah duka mewakili manajemen PSMS Medan.

Sementara ofisial PSMS Halim Panggabean mengaku mendapat kabar meninggalnya Denny dari adik iparnya Jajang Nurjaman dan mantan pemain PSMS Zulkarnain Lubis. “Jajang bilang, sampai jam empat tadio sore (26/12), dirinya masih BBM-an dengan Denny,” bebernya.

Manajer PSMS Medan Doli Sinomba Siregar mewakili tim PSMS Medan mengaku terkejut mendengar kabar duka tersebut. “Keluarga besar PSMS Medan mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya bang Denny Pasla. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi tuhan, dan keluarga tetap tabah ” tandas Doli.

Pelatih PSMS Fabio Lopez yang berada di Malaysia dan  mengetahui kabar tersebu cukup terkejut. “Dia ramah dan mudah senyum. Dari apa yang saya lihat, dia sangat senang bisa bekerjasama dengan orang-orang lain di PSMS,” tulis Fabio lewat pesan singkat.

Kabar duka juga diterima awak koran ini dari rekannya sesama pelatih, Donny Latuperisa yang kini melatih kiper di Persiba Balikpapan. “Saya dapat kabar Denny meninggal tiba-tiba tadi. Kami tentu sangat berduka atas kepergiannya,” kata Donny. (ful)

Aji Santoso Tangani Timnas U-23

JAKARTA- Lain Rahmad Darmawan, lain pula sikap yang ditunjukkan Aji Santoso. Jika Rahmad memilih mundur dari kursi pelatih Timnas U-23, tak demikian dengan Aji. Mantan pelatih Persebaya Surabaya tersebut memilih tetap bertahan sebagai pelatih. PSSI pun akhirnya menunjuk mantan arsitek Persema Malang tersebut sebagai suksesor Rahmad di Timnas U-23.

Hal itu diungkapkan koordinator Timnas Bob Hippy. Pengalaman Aji sebagai asisten pelatih di SEA Games 2011 dianggap sebagai nilai lebih. Aji dianggap banyak mengetahui karakter para pemain Timnas.
“Aji akan mulai menjalankan tugasnya Januari mendatang. Nantinya dia akan dibantu dua asisten pelatih,” terang Bob kemarin (26/12).

Namun, dari dua asisten pelatih yang direncanakan itu, PSSI baru menunjuk mantan bomber Timnas Widodo Cahyono Putro. Sebelumnya, keduanya saling bahu membahu membantu Rahmad di SEA Games 2011. Widodo sendiri mengaku siap jika memang ditunjuk sebagai asisten pelatih.

“Kalau saya ditempatkan di manapun selalu siap. Tapi hingga saat ini (kemarin) saya belum menerima surat atau konfirmasi dari PSSI,” ucap Widodo.

Tapi, pencetak gol terbaik di Piala Asia 1996 tersebut mesti membagi peran. Pasalnya, dia juga didaulat sebagai pelatih timnas U-20 yang akan diturunkan di Piala Hassanal Bolqiah di Brunei Darussalam 25 Februari- 5 Maret 2012 mendatang.

Nah, tangan dingin Aji bakal dilihat saat Timnas terjun di Piala AFF U-23 yang menurut rencana akan digeber Juni 2012 mendatang. Namun, agenda tersebut juga masih tentatif. Artinya, ada kemungkinan batal. (ru/jpnn)

21 Tim Berlaga di Turnamen Futsal PPP

MEDAN-Tim Futsal PPP Sunggal FC  berhasil meraih kemenangan perdana di Turnamen Futsal Harlah PPP ke 39 yang berlangsung di Lapangan Futsal Multi Fungsi Jalan Suka Amal/STM. Pada pertandingan yang berlangsung Minggu (25/12), PPP Sunggal FC menaklukkan Sukma FC dengan Skor 4-2.

Keempat gol bagi tim futsal PPP Sunggal FC diciptakan Sapta, Zarot, dan Aminan (dua gol). Sedang dua gol bagi Sukma FC dilesakkan Rudi dan Wira. Berkat kemenangannya itu, maka hari ini PPP Sunggal FC akan berhadapan dengan SMR FC.
Sebelumnya, H Hasrul Azwar MM, Wakil Ketua Umum DPP PPP yang juga penggagas even mengatakan bahwa  event futsal yang pertama kali berlangsung sejak tahun 2009 itu bertujuan menjaring pemain berbakat.

Selanjutnya Hasrul mengatakan bahwa even ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-39 PPP.
Sementara itu ketua panitia H Irsal Fikri S.Sos menyebutkan bahwa turnamen kali ini diikuti 21 tim dan memperebutkan total hadiah Rp39 juta.

Adapun ke 21 tim futsal yang berlaga di turnamen kali ini adalah VHI FC, Liga SU FC, Delapan PPP, LP3I Glugur FC , SE PPP Adanfg FC, PD Pasar FC, PPP Helvetia FC, Kantin FISIP UMSU FC, Black Pearl FC, Silva FC, Zoemanjie FC, Jurnalis Prestasi FC, PPP Medan Sunggal FC, Gastrom, ISORI FC, LP3I Gajah Mada FC, SMR FC, Sukma Amal Delapan FC dan LP3I SM Raja FC. (omi)

FORMI Sumut Gelar Rakerda

MEDAN – Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Sumatera Utara menggelar Rakerda di Hotel Asean Medan, Sabtu (24/12) lalu.

Ketua FORMI, Drs Sujamrat Amro MM menjelaskan,  sepanjang 2011, FORMI Sumut berhasil mengemas prestasi, antara lain, memperoleh dua medali emas Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) Oktober 2011, melalui atlet  FORMI Sumut, Ardika Winata yang berhasil menjuarai kompetisi BMX Freestyle. Ardika tampil juara pada kategori pemula dan junior.

Selain itu, Formi Sumut juga berhasil mengemas prestasi terbaik menjadi juara I terompa panjang wanita pada gelaran Kejuaraan Olahraga Tradisional Terompa Panjang dan Enggrang Tingkat Nasional 2011 di Jakarta pada 19-20 November lalu.

Formi Sumut bekerjasama dengan Perhimpunan Kebugaran Masyarakat Indonesia (PMKI) Sumut, juga meraih sukses penyelenggaraan pelatihan kebugaran dan lomba aerobik se-Sumatera yang diikuti 200 an peserta dari NAD, Riau dan Sumut, 3-4 Desember 2011 lalu.

Rapat kerja FORMI Sumut di ketuai Drs HM Joharis Lubis MM, MPd, dihadiri unsur Pengurus FORMI Sumut, Wakil Ketua Azwar Pilly Ketua Harian Jamila Aziz serta, Sekretaris RM Asnawi.

Rakerda tersebut diikuti 24 cabang olahraga dan rekreasi masyarakat, antara lain, ABI Sumut, Asosiasi Low Rider Indonesia (ALRI) Sumut, Asiafi, Domino Batu (Domba), POPTI Sumut, Pengrang Sumut, Parkour Sumut, Old Motorcycle Asosiasion (OMA), Gaz Auto Club (GAC) Sumut, Willys Auto Club (WAC), PTSI, Falundafa, Vespa Owner Club dan FORMI Kabupaten/Kota se Sumatera Utara.

Ditambahkan Sujamrat, peran olahraga masyarakat dan rekreasi cukup penting dan strategis pada kehidupan manusia. Pasalnya, olahraga masyarakat dan rekreasi ini telah dikenalkan sejak manusia masih dalam kandungan, kegiatannya melalui ibu yang melaksanakan olahraga hamil hingga dilakukan manusia yang telah lanjut usianya.
Karenanya Sujamrat berharap, olahraga rekreasi semakin berkembang. Agar masyarakat semakin gemar untuk berolahraga dan bisa menjadi atlet kebangaan Indonesia. “Atlet bisa muncul dari sebuah bangsa yang gemar berolahraga,” bilang Sujamrat Amro. (ful)

UMSU Beri Kemudahan bagi Alet Berprestasi

MEDAN- Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memberikan berbagai kemudahan bagi atlet mahasiswanya yang beprestasi, untuk menyelesaikan studinya  untuk meraih gelar sarjananya sesuai tepat waktu.
“Kita telah berkomitmen akan memberikan berbagai kemudahan bagi atlet mahasiswa yang telah mengukir prestasi saat berlaga ditingkat nasional maupun internasional,” bilang Drs Agussani MAP Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Senin (26/12).

Dilanjutkan pria yang menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia BAPOMI Sumut itu,  salah satu kemudahan yang diberikan kepada mahasiswa atlet beprestasi yakni  menyelesaikan studinya sesuai tepat waktu serta berbagai beasiswa.

Untuk itu, Agussani berharap kepada para dekan berbagai fakultas di perguruan tinggi itu juga diminta agar  menyiapkan suatu metode pembelajaran khusus bagi atlet mahasiswa berprestasi tersebut agar dapat mengejar ketertinggalan mata kuliah ketika mengikuti kejuaraan ataupun pemusatan latihan.

“Kita sadar atlet mahasiswa tentunya banyak ketinggalan mata pelajaran ketika mengikuti kejuaraan seperti kejuraan BAPOMI. Untuk itu kita akan siapakan suatu metode pembelajaran agar sekembalinya ke kampus usai mengikuti kejuaraan mereka dapat mengejar ketertinggalan tersebut,”katanya.

Dijelaskan Agussani, dimana  BAPOMI Sumut sendiri sesuai dengan fungsinya harus memiliki tanggungjawab membina atlet-atlet mahasiswa berpestasi.

Pembinaan bagi atlet berprestasi,  bukan hanya dari segi pretasi dibidang olah raga. Tapi, juga bisa dibidang akademis.

Dalam pengertian lebih lanjut, Bapomi sendiri juga memiliki peranan yang besar dalam pembinaan dan pencarian bibit unggul atlet khususnya mahasiswa yang berasal dari PTN/PTS.

“Bagi atlet yang memiliki prestasi dan ingin kuliah, kita akan fasilitasi, tentunya setelah bekerjasama dengan KONI Sumut, sehingga perstasi dibidang olah raga bisa seiring dengan pendidikan,” katanya.

Disebutkan jika beberapa atlet mahasiswa berprestasi nasional maupun internasional yang melanjutkan studi di UMSU, diantaranya Basuki Nugroho (taekwondo), Indra Gunawan (renang), Tantri W, Jintar Simanjuntak (karate) yang merupakan penyumbang emas bagi Indonesia pada SEA Games 2011 Jakarta dan Palembang.

Kemudian ada juga atlet nasional lainnya seperti Sumurung Siregar (gulat) serta Siti Aisyah (tinju). Mereka semuanya adalah mahasiswa UMSU. Prestasi yang telah mereka raih tersebut selain membawa harum nama UMSU sendiri juga telah memberikan kebanggaan bagi Sumatera Utara dan Indonesia,” katanya.(omi)

Pemain Tolak Imbauan PSSI untuk Tinggalkan Kompetisi ISL

JAKARTA-Tak hanya jajaran klub yang coba dirayu PSSI agar kembali ke pangkuan dan meninggalkan kompetisi yang dianggap illegal. Para pemain timnas juga mengaku didekati PSSI dan disarankan agar meninggalkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) dan memilih bergabung dengan klub-klub Indonesian Premier League (IPL). Janji yang diberikan PSSI sudah jelas, yaitu tempat di timnas Merah Putih.

Memang ada sedikit celah bagi para pemain untuk meninggalkan klubnya (ISL) dan membelot ke klub-klub IPL. Dimana di setiap kontrak pemain terdapat keterangan “berkompetisi di bawah naungan federasi (PSSI)”.

Beberapa pemain timnas yang dihubungi Koran ini mengakui sudah beberapa kali diajak ketemu pengurus PSSI. “Beberapa hari lalu saya dihubungi Pak Farid Rahman. Dia memang dekat dengan para pemain,” kata salah satu pemain timnas senior yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Penggawa timnas lainnya juga mengakui hal yang sama. Yaitu dibujuk-bujuk agar mau meninggalkan klubnya (ISL) saat ini dan bergabung dengan tim IPL. “Saya sudah sering dihubungi. Tapi saya masih mikir dulu karena biar bagaimanapun saya masih tetap menghormati kontrak klub yang saya bela saat ini,” kata salah satu pemain timnas lainnya.

Kepada wartawan di Jakarta  beberapa hari lalu, Presiden APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) Ponaryo Astaman yang bersama kepengurusannya sudah bertemu dengan  jajaran pengurus PSSI mengakui para pemain yang tergabung dalam APPI juga disarankan untuk meninggalkan klub yang berkompetisi di bawah  PT Liga Indonesia (PT LI) dan hijarah ke IPL yang direstui PSSI agar bisa memperkuat timnas.

“Jujur saja, kami memang mendapatkan tawaran begitu. Tapi permasalahannya tidak sesederhana itu. Tidak mungkin bagi kami untuk tiba-tiba saja memutuskan kontrak dengan klub yang kami bela sekarang. Kami bisa diadukan ke ranah hukum oleh manajemen klub,” beber mantan kapten timnas Merah Putih itu.

Beberapa pemain dengan tegas tidak akan menerima tawaran PSSI itu. Di antaranya kapten timnas U-23 Egi Melgiansyah. “Saya akan tetap membela Pelita Jaya. Saya terikat kontrak di sini dan senang bergabung dengan timnya. Jika konflik di persepakbolaan kita sudah  menemui jalan keluar terbaik pasti kita bisa kembali memperkuat timnas. Kami semua berharap kekisruhan ini segera usai,” kata Egy kepada wartawan di sela launching tim Pelita Jaya. Hal senada dinyatakan rekan satu tim Egy baik di timnas maupun di Pelita Jaya, Diego Michels.
Pemain yang namanya tengah naik daun ini menegaskan akan tetap memperkuat  Pelita Jaya. “Saya akan tetap bermain di sini dan tidak akan pindah kemana-mana,” ujar Diego. (ali/ko)

Wujud Kepedulian Kepada Rakyat

Wali Kota Hadiri Pembukaan Pasar Murah DPC Partai Demokrat Medan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, menghadiri acara pembukaan pasar murah yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Medan, di halaman Sekolah Farmasi Sumatera Utara, Jalan Ayahanda, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Senin (26/12).

Pasar murah ini dibuka langsung Pjs Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan yang  juga anggota DPR RI Drs Ir Soetan Batoegana.

Kehadiran  pasar murah ini disambut antusias warga. Ratusan warga terlihat mendatangi lokasi pasar murah sejak pagi. Tingginya animo masyarakat untuk  membeli sembako di tempat itu, tidak terlepas karena harga sembako yang ditawarkan relatif jauh lebih murah dibandingkan dengan harga jual di pasaran. Karenanya, kehadiran pasar murah ini  sangat membantu warga, terutama bagi warga beragama Kristiani untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2012.

Itu sebabnya, Wali Kota sangat menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus DPC Partai Demokrat Kota Medan, karena telah menggelar pasar murah  ini. Sebab, kehadiran pasar murah ini sangat membantu warga. “Ini merupakan wujud kepedulian Partai Demokrat kepada rakyat,” kata Wali Kota.

Untuk itu, Wali Kota berharap agar kegiatan pasar murah ini tidak hanya digelar di Kecamatan Medan Petisah, tetapi  harus diikuti kecamatan lainnya. Untuk itu, orang nomor satu di Pemko Medan ini berharap, agar Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Demokrat melakukan hal yang sama di wilayahnya masing-masing sehingga masyarakat bisa merasakan manfaatnya.

Dijelaskannya, pasar murah ini merupakan kegiatan yang pro masyarakat. Untuk itu, kegiatan yang sifatnya membantu masyarakat harus terus dilaksanakan. “Mari kita bersama-sama mendorong kehidupan masyarakat untuk lebih baik lagi. Semoga kegiatan ini mendapat ridho Allah SWT,” harapnya.

Sementara itu, Soetan Batoegana sebelum meresmikan pembukaan pasar murah mengatakan, pasar murah ini merupakan bentuk empati pengurus Partai Demokrat kepada masyarakat, terutama bagi umat Kristiani yang tengah merayakan Hari Natal dan menyambut Tahun Baru 2012. “Pasar murah sangat penting sekali, sebab setiap menjelang hari raya keagamaan tiba, harga sembako sangat tinggi. Dengan kehadiran pasar murah ini, diharapkan mampu meringankan beban masyarakat,” ujar Soetan.

Soetan selanjutnya mengungkapkan, latar belakang dibentuknya Partai Demokrat untuk rakyat. Karenanya, kehadiran Partai Demokrat harus bermanfaat bagi rakyat. Atas dasar itulah, Soetan mengingatkan kepada seluruh kader Partai Demokrat dimanapun berada harus bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Pembukaan pasar murah ini turut dihadiri Ketua DPRD  Medan Drs H Amiruddin, anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, sejumlah pimpinan SKPD dilingkungan Pemko Medan, pengurus PAC Partai Demokrat se-Kota Medan serta undangan lainnya. Pembukaan pasar murah ditandai dengan pengguntingan pita yang dilakukan Soetan Batoegana didampingi Wali Kota Medan Rahudman Harahap dan kader Partai Demokrat lainnya.

Sebelumnya, Drs Heri Zulkarnain selaku ketua panitia pelaksana pasar murah melaporkan, tujuan digelarnya pasar murah ini untuk membantu meringankan beban warga, terutama bagi umat Kristiani dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru 2012. Hal ini tidak terlepas dari tingginya harga sembako menjelang hari raya keagamaan tiba. “Jadi kita mengambil inisiatif untuk menggelar pasar murah ini,” jelas Heri.

Sebagai langkah awal, ungkapnya, pasar murah digelar di Kecamatan Medan Petisah. Direncanakan, pasar murah akan digelar di kecamatan lainnya. Heri memastikan, harga sembako yang dijual di pasar murah ini dijamin  sangat murah, karena telah disubsidi sehingga benar-benar membantu masyarakat.(red)

Pedagang Ikan Jualan di Jalan

Lapak Ditutup PT Inatex

MEDAN- Kecewa karena lapak jualannya ditutup PT Inatex , puluhan pedagang ikan Simpang Limun melakukan aksi blokir jalan. Mereka menggelar barang dagangannya di badan Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Pasar Simpang Limun, Senin (26/12) pagi pukul 07.00 WIB.

Akibat pemblokiran jalan oleh pedagang ikan ini, Jalan Sisingamangaraja macet sepanjang 2 kilometer dan pengguna jalan harus mencari jalan alternatif.

“Kami tidak melakukan unjuk rasa, hanya pindah jualan saja. Biasanya kami jualan di dalam kawasan PT Inatex, tapi karena ditutup oleh mangemen PT Inatex terpaksa kami berjualan di badan Jalan Sisingamangaraja ini,” kata Nazaruddin, perwakilan pedagang melalui P3TSU perwakilan Simpang Limun.

Dikatakannya, sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari PT Inatex akan menutup sementara tempat
berjualan para pedagang ikan tersebut. Sehingga para pedagang kebingungan untuk mencari lapak berjualan. “Lapak jualan kami di dalam sudah memang tersedia, kami jadi bingung karena meja tempat menjual kami pun tak bisa diambil. Solusinya, kami berjualan menggunakan ember untuk tempat ikan-ikan kami,” ucapnya.

Dijelaskannya, ikan yang diperoleh pedagang dari distributor ikan di kawasan Belawan tidak bisa di simpan untuk dijual esok hari, karena ikan tersebut bisa busuk. “Untuk menyelamatkan ikan yang ada, ikan harus segera dijual. Karena ikan tidak bisa disimpan lama-lama, bisa busuk,” cetusnya.

Akibat tindakan PT Inatex yang tidak perduli dengan para pedagang Ikan, puluhan pedagang ikan mengalami kerugian hingga puluhan juta. “Kami maklum dengan libur Natal pada 25 Desember kemarin, tapi setelah libur, seharusnya lapak pedagang harus dibuka agar pedagang bisa mencari makan. Akibatnya, seluruh pedagang ikan di Pasar PT Inatex mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Dengan begitu, tambahnya, para pedagang yang menjadi korban dari ketidakpedulian PT Inatex akan melakukan pertemuan dengan DPRD Provinsi Sumut hari ini, Selasa (27/12). “Pertemuan dengan DPRD tingkat I untuk menindaklanjuti dari kebijakan PT Inatex yang sudah membuat rugi pedagang,” ungkapnya.

Sementara, pantauan wartawan koran ini di lokasi. Puluhan pedagang yang menggelar dagangan di badan jalan membuat para pengendara roda dua dan empat terganggu yang mengakibatkan kemacetan.

Seorang supir angkot B Butarbutar (45), terpaksa memutar kendaraannya. Sambil membanting setir, mulut pria bertubuh tegap itu mengoceh. “Bah, bagaimana ini? Biasanya bisa lewat, ini malah dihadang. Pakai acara bakar bakar segala,” ucapnya.

Tidak hanya Butarbutar, para pengguna jalan lainnya juga memilih memutar arah mencari jalan alternatif menuju Amplas. “Ah ketimbang lama, lebih baik cari jalan lain,” ungkap Iwan (32), sambil memutarkan kendaraannya.
Untung saja personel Polsekta Medan Kota langsung datang untuk mengantisipasi hal tersebut. Petugas dari Polsekta Medan Kota bersama unsur Kecamatan Medan Kota memberikan imbauan kepada pedagang untuk tidak menggelar dagangannya di badan jalan. Dengan begitu, seluruh pedagang memindahkan dagangannya ke atas trotoar sampai ada keputusan dari pertemuan dengan DPR tingkat I.

Sementara, perwakilan PT Inatex yang dikonfirmasi wartawan koran ini enggan memberikan komentar terkait pedagang yang tidak diperbolehkan berjualan di kawasan PT Inatex. “Saya belum tahu, besok la, “ ucap Irfan Harahap selaku kuasa hukum PT Inatex.(adl/gus)