29 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 14083

Ditangkap Bersama Dua Napi di LP Cipinang, Sipir Terancam Dipecat

JAKARTA- Sipir penjara di Lembaga Pemasyarakat Khusus Narkotika Jakarta, Cipinang, Jakarta Timur, yang ditangkap Satuan Tugas Pemberantasan Narkotika, Minggu (25/12) dini hari, terancam dipecat dengan tidak hormat. Sanksi itu akan dijatuhkan apabila sipir penjara itu terindikasi terlibat dalam jaringan sindikat narkotika.

“Saya akan usulkan dipecat saja dari pegawai negeri sipil,” kata Kepala Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Wilayah DKI Jakarta Taswem Tarib, Minggu (25/12).

Menurut Taswem, sanksi tegas tersebut sebagai peringatan terhadap seluruh aparatur di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah DKI Jakarta agar tidak terlibat narkotika ataupun menjadi bagian dari sindikat narkotika. Tindakan tegas itu juga bentuk komitmen aparatur Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah DKI Jakarta mendukung langkah pemberantasan dan penanggulangan narkotika.

Sekadar diketahui, Minggu (25/12) dini hari tim yang dipimpin Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dan Deputy Pemberantasan Badan Naskotika Nasional (BNN) Brigjen Pol Benny Mamoto  menggerebek Lapas Narkotika Cipinang.

Denny menjelaskan, pada penggerebekan di Cipinang ini, dibekuk dua napi berinisial Z dan AM, serta satu orang petugas sipir, FA.

“Operasi dilakukan sebagai hasil pengembangan pemberantasan jaringan narkoba yang dilakukan oleh BNN. Pada saat penggeledahan di sel yang bersangkutan ditemukan sejumlah barang bukti yang kemudian disita oleh BNN, diantaranya seperangkat handphone, serta sejumlah kertas dan dokumen,” terang Denny dalam keterangan persnya, kemarin.

Dijelaskan, operasi dinihari itu adalah operasi kali kedua kerjasama BNN dengan Kemenkumham, setelah Rabu dinihari lalu di Lapas Tanjunggusta, Medan. Kedua operasi tersebut merupakan realisasi dari Peraturan Bersama Menkumham dan Kepala BNN Nomor M.HH-09.HM.03.02 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Dalam Lapas dan Rutan, dimana Kepala Satgas P4GN atau Satgas Pemberantasan Narkoba adalah Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana bersama Deputi Pemberantasan BNN Benny Mamoto. (sam/jpnn)

3 Hari di Rumah Sakit, Nunun Dikembalikan ke Rutan

JAKARTA-Nunun Nurbaeti tidak bisa berlama-lama menikmati kasur nyaman RS Abdi Waluyo. Sore kemarin (25/12), tersangka kasus suap cek perjalanan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) itu diboyong kembali ke Rutan Wanita Klas I Pondok Bambu untuk melanjutkan masa tahanannya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos (grup Sumut Pos) menyebutkan, Nunun dikeluarkan oleh beberapa penyidik KPK dari rumah sakit (RS). Dia dijemput sekitar pukul 16.00. Selain petugas KPK, beberapa anggota keluarga juga tampak sabar menemani pemindahan Nunun.

“Dia berjalan seperti biasa, tidak pakai kursi roda atau dipapah kayak orang sakit parah. Dia juga tampak segar. Tapi dia diam saja,” kata seorang petugas RS kemarin.

Begitu keluar dari rumah sakit yang terletak di Jalan Cokroaminoto itu, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun tersebut langsung dimasukkan ke dalam mobil KPK, Isuzu Panther B 1220 SQO. Dan seperti yang diduga, mobil itu pun langsung tancap gas meninggalkan kerumunan wartawan yang ingin mengabadikan momen tersebut.

Seorang sumber di KPK mengatakan, pembantaran Nunun ke RS Abdi Waluyo itu sangat mengejutkan para pimpinan KPK, terutama Ketua KPK Abraham Samad.  “Pimpinan marah besar begitu tahu Nunun dibantarkan penyidik. Setalah mengetahui bahwa Nunun tidak sakit parah, pimpinan memutuskan untuk mengembalikan Nunun ke rutan,” katanya.
Menurutnya, pimpinan KPK akan meminta pertanggungjawaban para penyidik yang sudah mengeluarkan izin pembantaran tanpa sepengetahuan pimpinan. Saat ditanya apakah ada penyidik yang pro dengan keluarga Nunun, mengingat penyidik KPK merupakan penyidik kepolisian yang memungkinkan masih menjalin kedekatan dengan Adang, sumber tersebut hanya menjawab singkat. “Pokoknya ini masih panjang. Masih ada runtutannya dari (penangkapan Nunun, Red) Thailand,” imbuhnya.

Memang, Jumat lalu Ketua KPK Abraham Samad begitu berang saat mengetahui Nunun dibantarkan. Apalagi yang membantarkan adalah para penyidik dan dia sendiri belum pernah mendengar adanya permohonan resmi tentang pembantaran itu. (kuh/nw/jpnn)

Bayi 6 Ons di Tangerang Menyusul Ibunya Meninggal

Tangerang- Melani Hidayah, bayi yang lahir yang lahir abnormal pada 9 Desember 2011 lalu dengan berat cuma 6 ons, akhirnya menyusul Tuti Alawiyah (28) ibunya. Warga Kelurahan Neroktog, RT 7/5, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang itu meninggal Minggu (25/12) sekitar pukul 04.00 WIB dan kemudian dimakamkan di depan kediaman tantenya.
Anak ketiga pasangan pasangan suami istri, Ricky (33) dan alm Tuti Alawiyah(28) itu meninggal karena tidak mendapat perawatan di rumah sakit karena konsidi ekonomi keluarga yang kurang mampu.

“Kami benar-benar kecewa dengan rumah sakit yang ada di Kota Tangerang. Mereka tidak mau menerima pasien yang tidak mampu seperti kami,” ujar Rita, tante Melani, Minggu (25/12).

Menurut keterangan Rita, keponakannya tersebut meninggal setelah dikeluarkan dari dalam inkubator di rumahnya. “Sebelumnya dia menangis terus saat diletakkan di dalam inkubator. Akhirnya saya mengeluarkan dia karena kelihatannya tidak nyaman di inkubator,” ungkapnya.

Melani kemudian ditidurkan di atas kasur. Namun beberapa jam kemudian, Melani tidak bergerak lagi. Karena curiga, nenek Melani, Karmila, memeriksanya. “Ternyata sudah tidak ada nafasnya lagi,” ungkap Rita.

Sebelumnya, ibu Melani, Tuti Alawiyah meninggal Minggu (18/12), akibat sakit komplikasi. “Dia punya penyakit komplikasi seperti, kelenjar getah bening, jatung dan darah tinggi. Belum lagi waktu lahiran, RS tidak memperban tali pusarnya, kami benar-benar kecewa,” kata Rita.(net/bbs)

Rayakan Misa Natal, Gereja di Nigeria Dibom

ABUJA-  Sebuah ledakan Bom di Gereja St. Theresa di dekat ibukota Nigeria, Abuja, Minggu (25/12) pagi waktu setempat mewarnai perayaan hari Natal.  Akibatnya sebanyak 28 orang tewas dan puluhan orang luka-luka. Sebuah sekte radikal di Nigeria mengklaim serangan dan pemboman lain di kota bergolak tersebut.

Seperti dikutip dari AFP, Minggu (25/12). Petugas gereja menyerukan, ledakan itu terjadi saat umat Kristiani di daerah Madalla, Kota Abuja berada di dalam gereja. Seorang juru bicara Badan Darurat Nasional, Yushau Shuaib mengatakan Bom tersebut meledak menjelang perayaan Natal, dan saat bom meledak, beberapa orang berada di dalam gereja.
Seorang pendeta di gereja itu, Christopher Barde menyebutkan sesuai hitungan dari petugas yang disampaikan kepadanya, korban tewas sudah sebanyak 28 orang.  “Saya diberitahu petugas, jumlah korban sudah 28 orang,” sebutnya.

Saksi lainnya, Rose Adoga, yang tinggal di dekatnya mengatakan kepada Reuters melalui telepon, bahwa ada ledakan besar dari arah gereja.  “Ledakan itu menghancurkan jendela-jendela rumah saya,” katanya.

Sementara itu, lembaga yang menangani masalah darurat di Nigeria mengatakan, tak cukup ambulans untuk mengevakuasi korban tewas maupun terluka. “Kami saat ini mengevakuasi orang tewas dan terluka, tapi sayangnya kami tidak memiliki cukup ambulans. Sebagian besar ambulans kami disiagakan untuk beroperasi di jalan raya,” tutur Yushau.

Dari laman Reuters, seorang saksi mata mengatakan, gereja saat itu tengah penuh sesak dan ada banyak orang tewas akibat ledakan.  “Saya berada di gereja bersama keluarga saya ketika kami mendengar ledakan. Aku hanya berlari keluar. Sekarang aku bahkan tidak tahu di mana anak-anak saya atau istri saya,” kata saksi mata, Timothy Onyekwere. “Saya tidak tahu berapa yang tewas, tetapi ada banyak yang meninggal,” tambahnya.

Tidak ada yang mengaku secara tegas bertanggung jawab akan kejadian ini. Tapi, komunitas Islam aliran Boko Haram selama ini disalahkan untuk puluhan pemboman dan penembakan di wilayah Nigeria utara. Serta telah mengaku bertanggung jawab atas dua pemboman di Abuja tahun ini, termasuk pemboman bunuh diri pertama Nigeria di markas PBB di bulan Agustus bahwa menewaskan sedikitnya 23 orang.

Pada malam Natal sebelumnya, serangkaian ledakan bom di etnis dan agama Nigeria telah menewaskan 32 orang campuran dan 74 luka-luka. Selain itu beberapa orang tewas dalam serangan terhadap dua gereja di timur laut negara Afrika di mana memiliki penduduk paling padat.

Pasukan militer Nigeria saat ini tengah memerangi kelompok Islam militan Boko Haram, yang ingin memberlakukan hukum syariah Islam. Tuntutan Boko Haram ialah persamaan pengaruh antara Kristen dan Muslim. (afp/rtr/bbs/jpnn)

3 WNI Hilang di Dekat Perairan Es

MOSKOW- Lima warga Rusia dan tiga warga negara Indonesia dikhawatirkan tewas setelah sebuah kapal berbendera Indonesia hilang di Selat La Perouse di bagian selatan Laut Okhotsk.  Demikian disampaikan Departemen Transportasi Rusia kepada kantor berita Prime, Minggu (25/12).

Pusat darurat di Timur Jauh Rusia menerima panggilan dari kapal, Sabtu (24/12) sekitar pukul 22.40 waktu Moskow.  Kini, tiga jenazah pelaut telah ditemukan dan diangkat ke kapal yang terlibat dalam operasi penyelamatan.
Kementerian Darurat Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa telah ditemukan tiga mayat dari perairan es di Selat La Perouse yang terletak di antara Laut Okhotsk dan Laut Jepang.  Kecelakaan itu terjadi di perairan yang sama saat sebuah rig minyak Rusia terbalik dan tenggelam pada minggu lalu dan menewaskan 17 orang dan 36 masih hilang, dikhawatirkan tewas.

Kapal bernama Ginga sedang berlayar melalui perairan Rusia dari pelabuhan Jepang. Kantor berita Rusia melaporkan bahwa itu adalah perahu nelayan Tim penyelamat dari Rusia dan Jepang yang terlibat dalam operasi penyelamatan karena pesan darurat itu dikirim dari perbatasan yang menjadi tanggung jawab kedua negara. “Kelompok pencarian dan penyelamatan Rusia terdiri dari kapal penyelamat Atlas, kapal Ozersk, penyiapan kapal Paliya dan Zaliv Vasilyeva, dan sebuah helikopter Mi-8. Tim Jepang menyediakan kapal patroli Rebun serta satu pesawat,” kata kementerian itu.

Laporan sebelumnya mengatakan bahwa kapal bernama Alfa-3 dan berlayar di bawah bendera Kamboja hilang di Selat La Perouse yang memisahkan Pulau Sakhalin Rusia dari Pulau Hokkaido Jepang.  Kapal itu berlayar dari pelabuhan Jepang yakni Wakkanai. (bbs/jpnn)

Ribuan Orang Berteriak Rusia Tanpa Putin

MOSKOW- Puluhan ribu demonstran mengibarkan bendera dan berteriak-teriak menuntut pemilihan umum (pemilu) ulang sekaligus untuk mengakhiri kekuasaan Vladimir Putin, Sabtu (24/12). Hal itu menunjukkan adanya peningkatkan tekanan terhadap pemimpin Rusia tersebut, saat mencoba memenangkan kembali kursi presiden.

Para pendemia meneriakkan, “Rusia tanpa Putin” dan “Pemilu baru, pemilu baru”, menuntut diakhirinya kekuasaan Putin selama 12 tahun, dalam demonstrasi oposisi besar kedua dalam dua minggu di pusat kota Moskow.  “Anda ingin Putin kembali menjadi presiden?” seru novelis, Boris Akunin kepada kerumunan ribuan orang yang langsung serempak menjawab, “Tidak.”

Polisi mengatakan, setidaknya ada 28.000 orang berdemo di  Prospekt Sakharova – yang dinamai pembangkang era Soviet Andrei Sakharov. Namun, satu penyelenggara aksi, politisi liberal, Vladimir Ryzhkov mengatakan, ada 120.000 orang yang turut serta. Beberapa dari mereka memanjat tiang listrik dan pohon.  (rtr/ril/jpnn)

Ribuan Umat Kristen Serukan Perdamaian Timur Tengah

BETHLEHEM- Puluhan ribu umat Kristiani berkumpul di Kota Bethlehem guna merayakan hari Natal. Dalam perayan di kota kelahiran Kristus tersebut, umut Kristen mengimbau perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Kami meminta seluruh perdamaian, stabilitas dan keamanan bagi seluruh Timur Tengah,” ujar pimpinan Gereja tertinggi di Timur Tengah, Fuad Twal, seperti dilansir AFP, Minggu (25/12).

Twal berharap kembalinya masa tenang dan terjadinya rekonsiliasi di Syria, Mesir, Irak dan di Afrika Utara. “Oh anak-anak Bethlehem, tahun ini, kita letakkan tangan kita di atas untuk masalah di Timur Tengah, bagi mereka yang frustasi tentang masalah ekonomi, politik, dan pencarian masa depan yang lebih baik,” katanya pidato. Misa tersebut dihadiri Presiden Palestina Mahmud Abbas. Dia berjanji terus bekerja untuk mencapai perdamaian yang adil di Timur Tengah. “Palestina juga menetapkan hari Natal sebagai hari libur nasional,” katanya.

Di Vatikan, Roma, ribuan umat Nasrani berkumpul di Lapangan Vatikan St Petrus. Paus Benediktus XVI yang muncul dari jendela menyalakan sebuah lampu minyak untuk perdamaian dan membuat tanda salib sebagai berkat kepada semua orang di lapangan tersebut. (net/jpnn)

Bukti Kegagalan Kapolri

Pengamanan Masih Ambil Korban Jiwa

Bentrok antara Brimob dengan warga yang menewaskan tiga warga di Sape, Bima mendapat reaksi keras Anggota DPR RI. Anggota Komisi III DPR RI, Aboebakar Alhabsy menegaskan, polisi harus segera berbenah dan  perlu benar-benar melakukan reformasi diri terutama menyangkut persoalan penanganan massa dan huru hara.

“Tewasnya tiga orang serta delapan pengunjuk rasa yang terkena luka tembak di Bima hari ini menunjukkan kegagalan polisi dalam mengelola keamanan aksi unjuk rasa,” kata Aboe, Sabtu (24/12).

Ia menambahkan, kegagalan ini menambah daftar hitam penanganan masa oleh Polri.
Sebagaimana diketahui, kata Aboe, pengamanan yang dilakukan Polri di Sumsel, Lampung maupun Papua juga memakan korban.

“Pistol dan peluru yang diberikan kepada mereka seharusnya digunakan dengan benar, jangan digunakan untuk menembak mahasiswa atau para petani. Mereka bukan teroris, bukan pula perampok uang negara, jadi jangan represif,” kata Aboe.

Ditegaskan Aboe, Polri seharusnya mengedepankan pendekatan persuasif kepada rakyat. Tegasnya lagi, jangan selalu menyalakkan senapan kepada rakyat jelata. “Saya kira kita perlu evaluasi, kalo perlu seperti di Meksiko yang memecat 900 polisi bermasalah dan menggantikan fungsinya dengan Angkatan laut,” katanya.

Seperti diketahui, tiga pengunjuk rasa dari Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) yang tewas di Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (24/12). Mereka adalah Arief Rahman (19), Syaiful (17), dan Ansyari (20) yang tewas akibat tembakan peluru yang diduga  dari aparat keamanan.

Informasi yang dihimpun, ketiga korban bersama para pengunjuk rasa lainnya, menutup jalur lalu lintas ke Pelabuhan Sape sejak 20 Desember 2011. Mereka  menuntut pencabutan SK Bupati Bima Nomor 188 Tahun 2010 tentang izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) dan pembebasan seseorang berinisial AS, tersangka pembakaran kantor Camat Lumbu yang terjadi pada 10 Maret 2011 telah diserahkan ke kejaksaan.

Dalam kasus terbaru ini, 47 warga ditetapkan sebagai tersangka kasus huru-hara karena merusak fasilits umum saat aksi unjukrasa berlangsung Sabtu kemarin. Tiga orang di antaranya disangka sebagai provokator aksi pendudukan Pelabuhan Sape yang berakhir dengan pengerusakan serta pembakaran sejumlah bangunan milik warga dan negara. “Ada 47 orang ditetapkan sebagai tersangka, semuanya warga,” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (25/12).

“Ada 3 tersangka aktor intelektual atas nama H, A alias O dan SY. Kita sudah memantau dan mereka beroperasi sebagai provokator,” sambungnya.

Seluruh tersangka itu dianggap terlibat dalam aksi anarkisme pasca bentrokan pembubaran pendudukan warga atas Pelabukan Sape, Bima, NTB, oleh Brimob Polda NTB. Kelompok warga yang meninggalkan lokasi ternyata melakukan aksi pengerusakan dan pembakaran terhadap sejumlah bangunan.

“Yang dibakar adalah Kantor BPN, Mapolsek Lambu, asrama Mapolsek Lambu dan rumah dinas Kapolsek Lambu. Yang dirusak adalah kantor UPDT, kantor Pemuda dan Olahraga, 3 bangunan BTN dan 20 rumah warga,” papar Saud.
Seluruh tersangka akan diperiksa satu persatu sehingga diketahui keterlibatan masing-masing tidak hanya dalam aksi pengerusakan dan pembakaran. Melainkan juga pendudukan jembatan dan Pelabuhan Sape.nghubungkan Aceh hingga Los Palos, Timor Leste.

Menyangkut tembakan yang dilakukan anggota Polri terhadap warga,Kadiv Humas berkeyakinan pihaknya telah melakukan sesuai dengan prosedur. Tindakan represif diambil karena adanya perlawan dari warga dengan senjata tajam dan bom molotov. “Protap Nomor 1 Tahun 2010 merupakan penanganan terhadap unjuk rasa anarkis. Diatur penembakan untuk melumpuhkan bukan membunuh,” katanya.

Menyangkut tiga warga yang tewas dalam bentrok dengan Brimob, Kadiv Humas mengaku hingga saat ini pihaknya masih menerima dua yang tewas. “Sejauh ini korban tewas ada dua orang warga atas nama Arif Rahman dan Saiful,” tegas Kadiv Humas.

“Kemarin ada yang katakan sampai ada 11 korban yang tewas. Bila memang ada, silakan tunjukkan,” sambungnya.
Sementara untuk korban luka-luka, tercacat ada 10 orang yang semuanya masih menjalani perawatan di RSUD Bima. Sebanyak dua hingga tiga orang di antara mereka mengalami luka tembak. Jumlah korban tewas dalam bentrokan di Pelabuhan Sape sempat dikabarkan berjumlah tiga orang. Bahkan ada isu yang menyatakan ada mahasiswa anggota IMM yang tewas dalam bentrokan, namun belakangan IMM membantahnya. (net/jpnn)

IMM Sumut Prihatin

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara prihatin terhadap tragedi Bima  di NTB yang terjadi, Sabtu (24/12).

“Kita lihat sendiri  secara kasat mata di siaran televisi. Banyak pengunjuk rasa yang diperlakukan seperti tidak manusiasi oleh polisi. Seharusnya, polisi tidak seperti itu kepada pengunjuk rasa,” bilang Zeprijal,  Ketua DPD IMM Sumut, didamping Sekretaris Jahidin Hidayat Daulat dan pengurus IMM Sumut saat jumpa pers yang digelar di Garuda Plaza Hotel Jalan SM Raja Medan, Minggu (25/12).

Dilanjutkannya, pihak DPD IMM Sumut akan  menggelar aksi unjuk rasa. “Kita akan bermusyarah dulu dengan seluruh PC yang ada di Sumut untuk menentukan kapan aksi unjuk rasa moral tersebut akan digelar. Yang jelas aksi tersebut akan dilakukan secepatnya,” bilang Zeprijal.

Mantan kader IMM, H Ibrahim Sakti Batu Bara menyebutkan dirinya sangat menyayangkan sikap polisi yang melakukan tindakan yang  asal main pukul saja terhadap para pengunjuk rasa.

“Seharusnya pihak kepolisian tidak boleh main pukul saja terhadap para pengunjuk rasa,” bilangnya Ibrahim.
Untuk itu, Ibrahim meminta kepada Kapolri untuk mengusut polisi yang melakukan aksi main pukul terhadap para pengunjuk rasa.

“Ini menunjukkan polisi selalu bersikap arogan terhadap masyarakat. Buktinya yang kita lihat bersama-sama di siaran media elektronik, polisi main pukul saja terhadap pengunjuk rasa. Seharusnya, polisi mengamankan pengunjuk rasa. Bukan mangamankan sambil memukul,” sesalnya.

Kordinator Badan Pengurus Kashum Sumut, Luhut Parlinggoman Siahaan mengatakan, tindakan bak cowboy kembali ditunjukkan oleh kepolisian. Kashum Sumut meminta Kapolri mengusut tuntas aksi penembakan terhadap warga dan menindak tegas anggota-anggotanya. (omi)

Daftar Hitam Pengamanan Polri

  • Pengamanan perusahaan tambang Freeport Indonesia  di Timika, Papua
  • Pengamanan perkebunan sawit di Mesuji, Lampung Sumatera Selatan
  • Pengamanan perusahaan tambang di Sape Bima Nusa Tenggara Timur

6 Mobil Tabrakan Beruntun

TEBING TINGGI- Tabrakan beruntun terjadi setelah sepeda motor Honda Supra X BK 6140 ABT, yang dikendarai pasangan suami istri Hasan Basri (51) dan Rukiati (44) warga Jalan Perbatasan, Siterejo II, Simpang Limun, Kota Medanditabrak bus PMH BK 7138 TL. Akibatnya Rukiati tewas ditempat kejadian, sedangkan suaminya mengalami luka ringan.

Insiden naas itu terjadi di Jalan lintas Sumatera Tebing Tinggi- Kisaran, tepatnya di Desa Paya Pasir, Kecamatan Tebing Syahbandar, Serdang Bedagai, Sabtu (24/12) sekira pukul 11.30 WIB.

Akibat kejadian itu, sempat memacetkan pengguna jalan raya sepanjang satu kilometer, pasalnya usai lakalantas tewas dihantam Bus PMH, kemudian terjadi tabrakan beruntun sebanyak enam mobil di tempat yang sama. Beruntung, tabrakan beruntun tidak menimbulkan korban jiwa, hanya satu orang supir mengalami luka-luka ringan di bagian kaki.
Tabrakan itu terjadi ketika ramainya warga berkerumun sehingga terjadi kemacetan 1 kilometer, akibatnya 6 unit mobil dalam keadaan penyot di bagian depan maupun di bagian belakangnya. Keenam mobil itu diantaranya, truk tangki pengangkut CPO, BK 8655 AJ, truk colt diesel BK 8527 BJ tanpa muatan, truk colt diesel BK 8112 NP, bermuatan kayu sempengan, Mobil Panther berwarna silver B 8420 OE, mobil Avanza BM 1447 CK dan mobil box Daihatsu Zebra bermuatan roti BK 8349 TF.

Di lokasi kejadian, Hasan Basri menuturkan dirinya bersama istrinya (Rukiati) berencana pulang dari Batubara menuju Medan, setelah berlibur di rumah kerabatnya di Desa Petatal, Kecamatan 50, Kabupaten Batubara.

“Tiba-tiba stang sepeda motor saya disenggol bus PMH, spontan kami terjatuh, istri saya terjatuh ke kanan, tepatnya badan jalan dan kepalanya langsung tergilas ban mobil, sementara saya terjatuh ke sebelah kiri,” ungkap Hasan sambil menangis melihat jenazah istrinya tidak bernyawa.

Menurut saksi mata, Suhari (45) warga setempat mengungkapkan kejadian tersebut berlangsung dengan cepat, tiba-tiba terdengar suara teriakan bahwa ada korban perempuan dilindas ban bus PMH.”Saat ku lihat, kepala ibu itu pecah terlindas ban belakang bus PMH itu,” ujarnya.

Setelah insiden lakalantas itu, supir bus PMH, Amir Sinurat bersama bus PMH tersebut diamankan petugas Satuan Lalulintas Polres Tebing Tinggi ke Kantor  Sat Lantas. Sedangkan korban tewas, Rukiati bersama suaminya dibawa ke RS Bhayangkari, Kota Tebing Tinggi.  (mag-3)

Toke Babi Mandala Dirampok Kawanan Bersenpi

Uang Hasil Penjualan Rp42 juta Raib

TEBING TINGGI- Toke ternak babi asal Medan, G Pangaribuan (56) beserta kerneknya,  P Simatupang (34) dan anaknya, Alfredo Simatupang (11) warga Jalan Tangguk Bongkar, Kelurahan Tegal Sari, Medan Denai, disantroni empat kawanan perampok bersenjata api (senpi) di Jalan Umum Tebing Tinggi-Dolok Merawan, tepatnya Desa Kelembah, Kecamatan Dolok Merawan, Serdang Bedagai, Sabtu (24/12) sekira pukul 21.30 WIB.

Akibatnya uang hasil penjualan ternak babi sebesar Rp42 juta berhasil diambil kawanan perampok bersenpi tersebut. Sadisnya, mobil truk colt diesel BK 9611 BY milik korban dibawa pelaku dan tiga penumpangnya dibuang di perkebunan Tanjung Kasau, Kabupaten Batubara tepatnya di Jalan Tebing Tinggi- Kisaran, KM 15 Desa Tanjung Kasau, Batubara.

Toke ternak babi sekaligus supir truk, G Pangiribuan mengatakan sebelumnya telah menjual hasil ternak babi di daerah Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasudutan. Usai transaksi, kemudian mereka menuju kembali ke Medan merayakan malam Natal bersama keluarga.

“Saat melewati Polsek Merawan, sekitar satu kilometer, tiba-tiba mobil Avanza warna hitam langsung memepet truk kami dan menyuruh berhenti dengan paksa sembari mengeluarkan senjata api laras pendek,” katanya saat ditemui saat membuat laporan pengaduan di Mapolres Tebing Tinggi, Minggu (25/12).

Dia menuturkan, malam tersebut dirinya dipaksa turun oleh dua pelaku sambil menokok kepala supir dengan senjata api milik pelaku. Bukan itu saja, kemudian kedua pelaku langsung menyeret supir dengan meminta paksa sejumlah uang hasil penjualan ternak babi.

“Saya diseret pelaku turun dari truk, sementara kernet mencoba keluar berlari menuju Polsek, tetapi kedua pelaku lainnya menghajarnya hingga babak belur. Bukan itu saja, kawanan pelaku juga mengambil dompet, sim dan KTP serta telepon seluler milik kami, kerugian semuanya ditaksir sebesar Rp80 juta,” terangnya.

Selanjutnya, empat kawanan perampok bersenpi memaksa supir, kernet dan satu penumpang, Alfredo untuk pindah ke dalam mobil Avanza milik pelaku, sementara mobil truk milik korban ditinggal dipinggir jalan tempat kejadian perkara (TKP), sementara tiga korban selanjutnya dibuang oleh pelaku di Perkebunan Tanjung Kasau, Kabupaten Batubara.
“Sekitar pukul 02.00 WIB kami ditemukan warga, langsung warga mengantarkan ke Mapolsek Indrapura, Kabupaten Batubara, selanjutnya petugas di sana mengantarkan kami ke Mapolres Tebing Tinggi untuk membuat pengaduan sesuai tempat awal kejadian perkara,” sebutnya.

Sementara kernetnya, P Simatupang dan anaknya, Alfredo mengaku sangat trauma dengan kejadian perampokan tersebut, seharusnya malam natal bisa dirayakan dengan keluarga jadi batal. “Istri saya dan keluarga di Medan sedang menunggu kami, tetapi kenyataan malam natal menjadi satu kejadian yang tak terlupakan seumur hidup,” ucap Simatupang.

Kapolres melalui Kapolsek Dolok Merawan, AKP Zulpadli  membenarkan kejadian tersebut, kini pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut atas kasus perampokan terhadap pemilik ternak itu. “ Kini kasusnya masih dalam penyidikan pihak satuan reserse kriminal Polres Tebing Tinggi,” terangnya.  (mag-3)