28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14085

Aweng: PP Harus Terbebas dari Narkoba

MEDAN- Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Anuar Shah SE, meresmikan Kantor Sekretariat PP Ranting Sei Rengas I, Kecamatan Medan Kota, Senin (9/1).

Pria tegap yang akrab disapa Aweng ini meminta agar kantor tersebut tidak disalahgunakan, apalagi sampai dijadikan tempat bagi pengguna narkoba.

“Kantor ini jangan dikotori oleh hal-hal yang negatif. Secara tegas saya katakan Kader Pemuda Pancasila harus terbebas dari narkoba. Kita harus terus mengubah imej PP menjadi lebih baik sehingga dapat dicintai masyarakat. PP harus melindungan rakyat,” tegasnya.

Selain meresmikan Kantor tersebut, Aweng yang hadir bersama fungsionaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PP Sumut antara lain, Ali M Mahdy, Idrus Djunaidi, dan Hassan Wijaya, Hendra DS, juga memberikan tali asih kepada seratusan anak yatim piatu.

“Harapan kita Pemuda Pancasila di Sei  Rengas I dapat memberikan sumbangsih dan bekerjasama dengan Pemko Medan dalam mengisi pembangunan di Kota yang kita cintai ini,” ujar Lurah Sei Rengas I, Fariz Hutagalung.(ari)

Jemput Bola, Pemko Luncurkan Mobile KTP

Layani 21 Kecamatan, Diawali di Medan Marelan

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan meluncurkan dua unit mobile Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Tanah Enam Ratus, Medan Marelan, hari ini Selasa (10/1). Peluncuran mobil KTP ini untuk semakin mendekatkan pelayanan kependudukan kepada masyarakat.

“Besok kita akan meluncurkan dua unit mobil KTP di Medan Marelan. Mobil inilah nanti yang akan melayani masyarakat untuk KTP,” kata Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, usai menghadiri acara pertemuan Pemko Medan dengan Konjen Jepang di Medan Club, Senin (9/1) siang.

Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil (Disdukcapil) Medan, Darussalam Pohan menjelaskan dua unit mobile KTP yang akan diluncurkan ini nantinya akan menjemput bola kepada masyarakat dan langsung memberikan pelayanan KTP di lokasi masyarakat.

“Pelayanan KTP ini memang kita proyeksikan untuk melayani KTP bagi masyarakat di seluruh kecamatan, namun untuk sekarang memang baru dua unit. Ini merupakan program Pemko Medan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, dank kedepan nantinya akan kita tambah,” terang Darussalam.

Mobile KTP ini memang belum bisa dioperasikan untuk pelayanan e-KTP. “Tetapi mobil ini melayani masyarakat yang akan melakukan perpanjangan KTP,” terang Darussalam.

Launching mobil KTP yang digelar di Medan Marelan karena banyak masyarakat Medan di bagian utara yang KTP nya sudah berakhir. “Kita konsentrasikan launchingnya di Medan Marelan, karena memang selama ini banyak masyarakat bagian utara yang KTP nya sudah mati, dan belum diperpanjang. Makanya menjadi alasan kita untuk melakukan launching di Medan bagian utara,” cetus Darussalam.

Kendati demikian, Mobile KTP ini selanjutnya akan melayani keseluruhan masyarakat di 21 kecamatan di Medan. “Pengoperasiannya tetap akan bergilir di seluruh kecamatan di Medan. Namun, kalau untuk target berapa sehari yang akan dilayani mobil KTP ini kita belum menargetkannya, yang penting ketika mobil berada di tengah-tengah masyarakat, pasti masyarakat yang masih memiliki masalah KTP akan dilayani,” terang Darussalam.

Wakil Ketua DPRD Medan Ikhrimah Hamidy mengatakan, pengadaan mobile keliling ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang ingin mengurus KPT baik untuk memperpanjang atau buat baru sembari menunggu KTP elektronik selesai.

“Kami sudah menyetujui pengadaan KTP mobile ini. Kalau ternyata masih ada masyarakat yang kesulitan melakukan perpanjangan dan lainnya, akan kami evaluasi kembali. Kendaraan itu harus benar-benar dimanfaatkan sebagai bentuk pelayanan Pemko kepada masyarakat,” pungkasnya.(adl)

Put Your Hair Up

Seperti tren busana dan make-up yang selalu berganti,tren hairdo pun mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Seperti apa gaya rambut yang in pada 2012 ini?

BEBERAPA ahli tata rambut menyebut, tren hairdo sekarang didominasi gaya updo atau tatanan rambut ditarik ke atas. Gaya updo tak selalu berkaitan dengan sesuatu yang klasik.

Bisa dikombinasikan dengan sentuhan baru sehingga lebih berkesan modern dan unik. Menurut Rio Susanto, owner Excellence Beauty Lounge, updo kombinasi itu bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan. Bisa untuk acara formal atau gala dinner, bisa pula dikenakan untuk momen kasual. ”Basic-nya, updo. Lebih berkesan glam bila diberi sentuhan twist. Bisa juga bermain gelombang di poni untuk kesan playful,” jelas Rio.

Sejak akhir 2011, gaya tersebut sering dipakai para selebriti. Penyanyi nyentrik Lady Gaga serta Rihanna sering mengena kan gaya updo dalam penampilan mereka. Gaga beberapa kali terlihat tampil lebih manis dengan rambut terurai, namun bagian atasnya dibikin twist berbentuk pita.

Rihanna juga pernah tampil dengan gaya poni panjang yang ditata menyamping serta bagian belakang rambutnya ditata ala french twist. Di Indonesia, gaya rambut jambul tinggi ala Syahrini juga sedang dibicarakan banyak orang. Tak harus mengikuti gaya rambut seleb-seleb di atas, kita bisa menciptakan gaya rambut sendiri yang lebih unik. ”Kuncinya, bermain-main dengan twist dan roll. Bisa juga ditambahkan permainan kepang rambut,” lanjut Rio.

Ada tiga aplikasi updo yang bisa dijadikan inspirasi gaya rambut 2012. Siap mencuri perhatian di tengah ribuan pasang mata? Put your hands (hair) up. (nor/c7/ayi/jpnn)

Aweng: PP Harus Terbebas dari Narkoba

MEDAN- Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (PP) Sumut, Anuar Shah SE, meresmikan Kantor Sekretariat PP Ranting Sei Rengas I, Kecamatan Medan Kota, Senin (9/1).

Pria tegap yang akrab disapa Aweng ini meminta agar kantor tersebut tidak disalahgunakan, apalagi sampai dijadikan tempat bagi pengguna narkoba.

“Kantor ini jangan dikotori oleh hal-hal yang negatif. Secara tegas saya katakan Kader Pemuda Pancasila harus terbebas dari narkoba. Kita harus terus mengubah imej PP menjadi lebih baik sehingga dapat dicintai masyarakat. PP harus melindungan rakyat,” tegasnya.

Selain meresmikan Kantor tersebut, Aweng yang hadir bersama fungsionaris Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PP Sumut antara lain, Ali M Mahdy, Idrus Djunaidi, dan Hassan Wijaya, Hendra DS, juga memberikan tali asih kepada seratusan anak yatim piatu.

“Harapan kita Pemuda Pancasila di Sei  Rengas I dapat memberikan sumbangsih dan bekerjasama dengan Pemko Medan dalam mengisi pembangunan di Kota yang kita cintai ini,” ujar Lurah Sei Rengas I, Fariz Hutagalung.(ari)

Kodam I/BB Terima Prajurit Tamtama

MEDAN-Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI-AD) memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk menjadi Tamtama Prajurit Karier TNI AD Tahun 2012. Pembukaan penerimaan prajurit karir dimulai 9-20 Januari 2012 dengan tempat pendaftaran di Makodam I/BB atau di 7 lokasi di lingkungan Kodam I/BB.
“Bagi yang ingin mendaftarkan diri, silakan datang ke Kodam I/BB di bagian Ajendam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan,” ujar Kepala Penerangan Kodam I/BB Kolonel Halilintar Sembiring, Senin (9/1).

Selain di Ajendam, sambung Halilintar, Kodam I/BB juga telah menyiapkan di masing-masing Korem setempat (Ajenrem). Persyaratan, lihat grafis. Persyaratan lain yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh para calon pendaftar adalah Warga Negara Indonesia, pria dan bukan mantan prajurit TNI, Polri dan PNS, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Setia dan taat kepada Pancasila dan UUD 1945, umur pada saat masuk pendidikan pertama pada tanggal 30 April 2012 tidak kurang dari 18 tahun dan tidak lebih 22 tahun, serendah-rendahnya lulusan SMP/Tsanawiyah atau yang disetarakan.

Tidak kehilangan hak untuk menjadi prajurit TNI berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, berkelakuan baik yang dinyatakan dengan surat keterangan dari Polres setempat.

Belum pernah menikah dan sanggup tidak nikah selama mengikuti pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat menjadi Prajurit, berbadan sehat (sehat jasmani dan rohani), bebas narkoba dan tidak berkaca mata, tidak bertato atau bekas tato, tidak ditindik atau bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama atau adat, tinggi badan tidak kurang Pria 165 cm dan berat badan seimbang, surat persetujuan atau izin orang tua/wali, bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu bapak Tiri, Kakak, Paman, Bibi dengan meneliti KTP orang tua/wali dan Kartu Keluarga.(rud)

Indofood Service Day

Ibu adalah sosok central dalam keluarga, sedemikian pentingnya sosok seorang ibu hingga diperingati secara nasional . Sebagai apresiasi kepada kaum ibu  sekaligus  rangka memperingati Hari Ibu, Indofood CBP bekerjasama dengan PKK Kecamatan  Tanjung Morawa, Family Support Group, dan klinik Anugerah Ibu menggelar sejumlah kegiatan diantaranya lomba serasi kebaya, donor darah, lomba tumpeng Indomie Rendang, lomba pidato 10 program pokok PKK, pemeriksaan kolestrol dan gula darah  gratis, serta bazar Indofood group dengan harga spesial Hari Ibu.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri ratusan pengunjung. Lomba serasi kebaya salah satu lomba yang menjadi favorit, dua puluhan ibu ibu dari Kecamatan Tanjung Morawa. Ibu ibu tampak tampil cantik dan serasi dengan busana nasional dan melakukan parade busana.  Donor darah mendapat respon yang cukup antusias sekitar puluhan kantong darah dari pendonor yang mendaftar dan sebagian diantaranya terdiri dari kaum ibu. Permeriksaan kesehatan gratis diikuti oleh 70 orang peserta, lomba tumpeng Indomie rendang serta lomba pidato diikuti sekiar 30 an peserta.

“Ibu adalah sosok yang special tidak hanya melahirkan dan membesarkan anak tetapi juga mendidik dan pengayom keluarga, Kegiatan pada Hari Ibu ini tidak hanya dilakukan lomba untuk menggali potensi ibu ibu tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan Charity “ sambut Michael Hartono Branch Manager  PT.Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cabang Medan pada pembukaan acara.  (sih)

Koreksi Kebersihan Lingkungan

Sidak Wali Kota Medan di dua Kecamatan

Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kecamatan Medan Barat dan Kecamatan Medan Timur terkait kebersihan lingkungan, Rabu (4/1) malam.

Sidak dilakukan Rahudman dengan membawa Camat dan Lurah yang  menjadi sasaran sidak. Dengan menaiki bus, Rahudman menelusuri wilayah demi wilayah di Kecamatan Medan Barat maupun  Medan Timur. Begitu  melihat ada sampah berserakan, Rahudman langsung memerintahkan Camat dan Lurah untuk segera membersihkannya.

Begitu juga dengan tanah kosong, Rahudman minta dipagar dan dicat sehingga terlihat indah. Kemudian, Wali Kota minta bangunan yang berdiri dicek apakah memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) atau tidak. Jika memiliki SIMB, dipastikan sesuai dengan peruntukan atau tidak dan benarkah jumlah  bangunan yang dibangun sesuai dengan jumlah tertera dalam SIMB.

Selain itu, Rahudman juga minta agar pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan ditata sehingga lapaknya tidak mengganggu keindahan kota. Terutama, sebutnya, pedagang kaki lima yang menggunakan spanduk sebagai lapaknya berjualan. Itu sebabnya sejumlah lapak  yang ditemukan di pinggir Jalan Krakatau dan Jalan Kol Yos Sudarso dibongkar karena dinilai mengganggu keindahan kota.

Dalam sidak itu, Rahudman mendatangi Pasar Glugur. Setelah melakukan peninjauan, orang nomor satu di Pemko Medan ini menilai pasar itu semerawut sehingga harus dilakukan renovasi. Untuk itu, Wali Kota minta kepada Kadis Perumahan dan Pemukiman Kota Medan Iriadi Irawadi, segera menghitung berapa biaya yang akan digunakan untuk membenahi pasar  tersebut.

Selang beberapa meter dari pintu masuk Pasar Glugur, Rahudman mendapati ada penutup patrit yang amblas sehingga membuat lubang mengaga berdiameter sekitar 1 meter.  Melihat itu, Rahudman langsung memanggil Kadis Bina Marga Gunawan untuk secepatnya melakukan penutupan guna menghindari warga yang melintas masuk dalam parit. “Ini sangat berbahaya, saya minta secepatnya ditutup,” pintanya.

Ketika ditemui wartawan, Rahudman mengatakan, apa yang dilakukannya ini bukan sidak melainkan hanya memonitor.

“Saya sebenarnya bukan sidak, saya hanya memonitor kecamatan dan kelurahan. Untuk itu saya membawa Camat dan Lurah. Saya ingin melihat apa-apa saja yang telah mereka lakukan dalam rangka upaya peningkatan kebersihan di kecamatan maupun kelurahan,” kata Rahudman.

Secara umum, Rahudman menilai Camat dan Lurah sudah bekerja namun masih ada yang harus ditingkatkan lagi, terutama menyangkut estetika. Rahudman berharap kepada Camat dan Lurah terus melakukan penataan terhadap wilayah kerjanya masing-masing sehingga terlihat indah. Untuk mewujudkan itu perlu dilakukan kebersamaan. Karenanya, kunjungan yang dilakukan ini sekaligus untuk memberikan motivasi terhadap kecamatan dan kelurahannya.

“Mari kita bangun kebersamaan ini. Jadi istilahnya bukan sidak tapi kita bersama-sama melihat kondisi di lapangan dan kemudian membenahinya bersama-sama,” jelasnya.

Kemudian, Rahudman mengimbau kepada para pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan untuk memperbaiki tenda-tendanya dan tidak menggunakan plastik maupun spanduk-spanduk kumuh karena merusak keindahan. Untuk itu, Rahudman menginstruksikan kepada Camat maupun Lurah supaya menghimbau para pedagang kaki lima agar menata tempat berjualannya sehingga kelihatan indah dan menarik. “Dengan melakukan penataan terhadap PKL, para konsumen akan tertarik untuk datang dan membeli,” harapnya.(adl)

Harus Dibuat Perda Sampah

Tindakan Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk mengetahui secara langsung kineja Camat dan Lurah dalam rangka menata  kebersihan di wilayah tugasnya masing-masing, dinilai pengamat pemerintahan Mirza Nasution sangat bagus. Namun, diharapkan kedepannya agar tindakan tersebut dapat berkesinambungan. Agar jangan ada tujuan yang lain dari pemerintah untuk mengambil hati masyarakat.

“Idealnya memang harus seperti itu, Wali Kota harus langsung turun ke lapangan untuk meninjau kinerja Lurah dan Camatnya. Seharusnya, tindakan seperti itu harus terus berjalan secara berkesinambungan untuk membangun sitem kepada masyarakat. Terutama dengan melibatkan masyarakat terhadap kebersihan, selama ini di tengah Kota tidak ada lagi masyarakat yang mau bergotong royong untuk kebersihan lingkungannya akibat modernisasi,” kata Mirza.
Diharapkan Mirza, program yang sudah dijalankan Wali Kota Medan harus dipikirkan dari sekarang dengan membuat peraturan dan sanksi tegas.

“Kebersihan kan salah satu cara mencegah banjir, untuk itu semua harus dilakukan bersama masyarakat, Lurah, dan Camat. Sebagai bentuk pencegahan, harus ada penegakan hukumnya. Karena selama ini kesadaran masyarakat susah dengan bahasa politik,” ucapnya.

Untuk itu, lanjut Mirza, agar menjadi tanggung jawab bersama, patut dibuat Peraturan Daerah (Perda) terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Pemerintah harus juga memikirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terus dipantau disetiap wilayah dengan tegas dan rinci sesuai dengan peraturan yang mengaturnya,” bebernya.

Menurutnya, sidak yang saat ini dilakukan belum bisa diukur dengan turun kelapangan. Dimana, Camat dan Lurah bila mengetahui Wali Kota turun ke lokasi langsung memberesi wilayahnya masing-masing. “Masyarakat harus diajak dan jangan diimbau saja agar program ini kedepan bisa berkesinambungan. Kalau hanya sidak saja, Camat dan Lurah hanya saat itu saja perduli dengan lingkungan, bulan berikutnya pasti kumat lagi penyakit lamanya yang tidak perduli dengan lingkungannya,” katanya.(adl)

Buang Sampah Sembarangan, Dihukum 6 Bulan Kurungan

Adanya pernyataan Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang menyiratkan bakal merubah Peraturan Daerah (Perda) tentang kebersihan dengan menggunakan tindak pidana ringan, dinilai pimpinan DPRD Kota Medan tidak perlu dilakukan. Pasalnya, Perda kebersihan Kota Medan saat ini telah mengatur sanksi berupa hukuman kurungan dan denda bagi pelanggar perda.

“Hal itu sebenarnya tidak perlu dilakukan wali Kota lagi, karena perda yang sekarang telah mengatur sanksi hukuman kurungan dan denda bagi pihak yang melanggar masalah kebersihan kota,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ikrimah Hamidi.

Dikatakannya, berdasarkan Perda No 8 Tahun 2002 tentang retribusi pelayanan kebersihan, pada pasal 6 ayat a-j telah mengatur kewajiban setiap orang pribadi atau badan untuk menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan masing-masing dan saluran air di sekelilingnya. Begitu juga pada pasal 7 ayat a-d mengatur larangan pembuangan sampah baik di saluran air, di daerah aliran sungai (DAS) dan di atas parit atau barem jalan.

Sanksi bagi pelanggar kedua pasal tersebut diatur di pasal 20 ayat 2 yakni ancaman pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan dan denda Rp5 juta.

“Berdasarkan (Perda) ini, wali Kota tidak perlu lagi susah-susah merubah perda tersebut,” ujarnya.(adl)

Militan Serang Gereja, 15 Tewas

ABUJA – Kelompok militan Boko Haram kembali melancarkan serangan ke sebuah gereja di Nigeria bagian Utara yang menewaskan sedikitnya 15 orang.

“Kami telah memutuskan untuk melawan dan membela diri terhadap pembunuhan-pembunuhan yang tidak masuk akal ini,” ujar Presiden Asosiasi Kristen Nigeria Pendeta Ayo Oritsejafor seperti dikutip Associated Press, Minggu, (8/1).

Serangan terjadi setelah sebelumnya Boko Haram mengatakan, pihaknya berjanji akan membunuh umat Kristiani yang bermukim di wilayah Nigeria Utara yang didominasi oleh Muslim. Menanggapi serangan ini, Pendeta Ayo Oritsejafor mengatakan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan serangan balasan.

“Kita tidak bisa duduk dan hanya menonton orang-orang dibantai seperti binatang setiap hari. Mereka yang pergi ke gereja ditembak dan dibunuh. Ini tidak dapat diterima,” imbuhnya. Penyerangan juga terjadi di Yola, ibukota negara bagian Adamawa, Nigeria, malam Jumat lalu. Delapan orang pria bersenjata dengan wajah tertutup kain hitam menyerang Gereja Apostolik.

Dalam insiden tersebut delapan jemaah gereja dilaporkan tewas. Menanggapi serangan itu, Gubernur Adamawa Murtala Nyako memberlakukan jam malam.

Sementara itu pada saat bersamaan serangan juga terjadi di Kota Potiskum, di negara bagian Yobe dimana sekawanan orang bersenjata membakar dua bank dan terlibat baku tembak dengan polisi. Dua orang dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Dua mahasiswa Kristen di Universitas Maiduguri dilaporkan tewas setelah ditembak olek kelompok militan di dekat negara bagian Borno pada Sabtu kemarin.

Sekira 20 orang juga dilaporkan tewas dalam serangan yang terjadi di Balai Kota Mubi, Adamawa, setelah kelompok militan menyerang suku Igbo Kristen yang tengah mengadakan pertemuan. Pada Kamis malam lalu, kelompok militan dilaporkan juga menyerang sebuah gereja di negara bagian Gombe, menyebabkan delapan orang tewas.

Pemerintah Nigeria dinilai lambat menyikapi serangkaian aksi teror yang dilakukan oleh kelompok militan Boko Haram. Meskipun pada 31 Desember lalu Presiden Goodluck Jonathan mengumumkan, keadaan darurat di wilayah Borno, Niger, Plateu dan Yobe serangkaian aksi teror tersebut belum dapat dihentikan.

Selama ini Boko Haram tampil sebagai militan paling berbahaya di Nigeria. Kelompok ini memperjuangkan pemberlakuan syariat Islam di Nigeria dan menuntut pembagian wilayah yang adil antara umat Muslim dan Kristen di negara itu.(net/jpnn)

Manajer PT TPL Tewas di My Hotel

Muntah-muntah setelah Minum di Lobi

Medan-Karyawan My Hotel di Jalan Surabaya Medan seketika geger, Minggu (8/1). Manajer PT Toba Pulp Lestari (TPL) Moises Doguran (38) warga Filipina yang menginap di kamar 552 ditemukan tewas. Anggota Polresta Medan dan Polsekta Medan Kota tiba di lokasi lalu mengevakuasi jasad Moises ke RS Pirngadi untuk divisum setelah sempat diperiksa di RS Caolumbia Asia di Jalan Listrik.

Menurut Humas My Hotel Herman Munthe mengatakan Moses (nama akrab korban) check in di My Hotel pada Sabtu (7/1). Sebelum ditemukan tewas, Sabtu malam ia sempat menikmati minuman segar di ruang lobi. “Kami tahu karena saya dan sopir Moses, Beny Sihombing duduk di ruang lobi tak jauh dari kursinya,” kata Herman.

Tidak lama kemudian, kata Herman, mereka melihat Moses terjatuh dari kursinya dan muntah-muntah. Melihat itu Herman bersama karyawan dan sopirnya membantu Moses untuk beridiri lalu mendudukannya kembali di tempat duduknya semula.

“Setelah itu kami menyarankannya untuk periksa ke dokter. Namun, tamu itu tidak mau, malah ia meminta agar diantarkan kekamarnya di lantai sembilan,” bilang Herman. Setelah sopir Moses mengantarkannya ke kamar, Moses tidak keluar lagi dari kamarnya.

Keesokan pagi harinya,lanjut Herman, pelayan hotel menghubungi tamu dari telepon untuk mempertanyakan sarapan yang akan diantar, termasuk kamar Moses. “Setelah berkali-kali kami hubungi tak ada jawaban dari kamar Moses. Kami langsung mengecek data di komputer apakah Moses masih ada di kamar atau tidak, ternyaata ia masih berada di kamar,” terangnya.

Tidak lama kemudian rekan Moses dan sopir tiba di hotel mengunjungi kamarnya. Hal yang sama didapat mereka.
“Karena kamar terkunci dari dalam, kami memutuskan untuk membuka kamarnya bersama rekan kantornya. Setelah kami buka pintu kamar, ternyata Moses ditemukan tak bernyawa lagi dalam kondisi telentang diatas tempat tidur masih mengenakan pakaian lengkap,” katanya.

Rekan kantor Moses langsung mengambil inistaif menghubugi dokter untuk memeriksa kondisi pasti Moses.
“Dari hasil pemeriksaan dokter di kamar itu, korban sudah tidak bernyawa sejak dua jam yang lalu. Kemudian kami langsung menghubungi polisi untuk melakukan olah TKP. Kalau dugaan sementara, korban tewas karena kecapekan habis perjalan jauh,” ujarnya.

Tim identifikasi Polresta Medan bersama Polsekta Medan Kota tiba di lokasi kejadian .Kanit Reskrim Medan Kota AKP Sangkot Simare-mare mengatakan setelah dilakukan olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh Moses.”Tanda-tanda penganiayaan tidak ada pada tubuh korban, diduga korban tewas karena sakit yang dideritanya,” sebut Simare-mare .

Sedangkan untuk dugaan kematian korban, Simare-Mare belum dapat memastikan. “Belum tau penyakit nya apa, kita tunggu pihak keluarga korban, karena korban akan dibawa ke RSU Pirngadi untuk divisum setelah itu rencananya korban akan langsung dibawa ke pesemayaman di Jalan Bakaran Batu,” ungkapnya.

Kepolisian sudah melaporkan kejadian ini ke konsulat jenderal (Konjen) Filipina di Indonesia tentang kematian Moses. “Sudah kita lapor ke Konjen Filipina, dan Konjen juga sudah memberitahu ke keluarganya. Dan rencananya keluarganya akan datang ke sini,” ucap mantan Kanit Reskrim Polsekta Patumbak ini.

Dengan begitu, pihak Polsekta Medan Kota telah mengamankan barang korban berupa HP, botol Aqua, jaket, pakaian korban serta sisa makanan di dalam kamar yang ditempatinya guna penyelidikan lebih lanjut. “Barang-barang korban kita amankan berikut juga para saksinya,” beber  Simare-mare mengakhiri.

Saat disinggung awal diketahuinya Manajer PT Toba Pulp Lestari ini telah tewas, menurut S Mare-mare, diketahui  saat pihak hotel akan menyediakan sarapan. Karena korban tak kunjung turun, hingga jam  10.00 WIB, dan berkali-kali ditelpon tidak diangkat. Oleh pihak hotel mengecek kamar 522 yang dihuni korban.

“menurut keterangan pihak Hotel , pihak hotel bersama, rekan-rekan korban yang juga menginap di My Hotel mengecek kamar korban, saat dibuka dengan kunci cadangan, korban di atas tempat tidur  terlihat seperti tertidur. Namun, saat dicek lebih dekat korban sudah kaku, oleh dokter pun korban dinyatakan sudah tak bernyawa,” ujar Mare-mare.

Sementara, dari keterangan tim identifikasi Polresta Medan, korban tewas diduga penyakit jantung. Dari kondisi tubuh diketahui wajah korban sudah membiru. “Kalau dugaan sementara, korban terkena penyakit jantung. Karena kondisi wajah dan tubuhnya membiru dengan psosisi telentang menahan sakit,” ungkap petugas yang meminta namanya tidak disebutkan itu sembari membawa mayat ke RSU Pirngadi.

Sementara itu, dari instalasi ruang jenazah RSU Pirngadi Medan, pihak teman kerja korban yang beradi di instalasi jenazah enggan memberikan komentar terkait meninggalnya korban.

Namun dari informasi yang dihimpun, korban diduga memiliki penyakit, karena dari tas korban ditemui adanya alat pengukur tensi. Bahkan teman kerja korban coba meyakinkan pihak keluarga korban yang berada di Filipina mengenai rencana pihak medis di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan internal dan eksternal, untuk mengetahui penyebab kematian korban. “Pihak keluarga korban yang di Filipina sudah setuju untuk melakukan otopsi, mereka juga ingin memastikan penyebab kematiannya,”ujar salah satu teman korban lewat pembicaraan melalui seluler di depan ruang instalasi Jenazah RSUD dr Pirngadi Medan.

Humas PT TPL, Khairuddin yang dikonfirmasi mengatakan sebelum ditemukan tewas korban yang sudah sepuluh tahun lebih bekerja di PT TPL ini makan malam di restoran My Hotel, sabtu (8/1) sekitar pukul 19.30 WIB.  “Karyawan hotel bilang dia sempat mau makan malam. Tapi dia sempat muntah-muntah lalu jatuh. Lalu karyawan membawanya kekamar hotel lagi dan mengantar makanan tersebut ke kamarnya,” katanya.

Selanjutnya, karyawan hotel sempat menawarkan korban untuk dibawa berobat, namun korban menolak. Saat pagi ketika di cek didalam kamar, korban tidak menjawab. “Lalu kamar beliau di gedor dan ternyata ditemukan sudah tidak bernyawa,” ujarnya.

Khairuddin mengakui kalau Moses memiliki jabatan penting di PT TPL sebagai orang penentu. “Dia sebagai penanggungjawab untuk memastikan apakah operasional memenuhi syarat apa nggak,” terangnya.

11 Napi Aceh Diburon ke Sumut

Bambang Widjojanto

ACEH-Sebanyak 11 narapidana rumah tahanan (Rutan) Lhoksukon, Aceh Utara, yang kabur setelah membobol dinding tembok kamar C-6, Senin (26/12) lalu belum juga terdeteksi.  Diperkirakan para napi yang kabur itu bersembunyi di luar Kabupaten Aceh Utara, termasuk salah satu diarah yang dicurigai Sumatera Utara. Petugas kepolisian, maupun sipir rutan hingga kini menyebar untuk memburu napi yang kabur.

Menurut Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Marzuki, Minggu (8/1) sejumlah anggotanya masih terus melacak keberadaan tersangka. Beberapa titik lokasi yang dicurigai, sebagai alamat dasar para napi telah dilakukan pengintaian. Termasuk penempatan petugas di luar Aceh Utara, namun belum membuahkan hasil. “Sejauh ini kita belum mengetahui keberadaan para napi yang kabur. Petugas masih berada di lapangan untuk terus menangkap,” ucap AKP Marzuki.
Ditanya apakah ada kemungkinan bahwa napi telah kabur keluar Aceh Utara?  Kasat reskrim belum dapat memastikan. Tetapi pencarian telah dilakukan pihaknya hingga keluar Aceh.

“Kita juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sumut. Bahkan tim dari Polres Aceh Utara juga telah mencari para napi hingga ke Sumut,” terangnya. (jpnn)