26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14086

Kerasnya Keadilan Sendal Jepit

Vonis telah diketok. Kamis (5/1), Majelis Hakim Pengadilan Palu menyatakan bocah ingusan, AAL terbukti bersalah karena mencuri sandal Briptu Ahmad Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng). Walau tak dibui seperti tuntutan Jaksa, simpati terlanjur mengalir deras. Kalangan artis bahkan bersuara meminta aparat hukum tidak mencoreng nama korps hanya karena kasus sekecil sendal jepit.

Berikut komentar mereka

Ira Maya Sopha: Kekerasan Udah  Nggak Jaman

Ira Maya Sopha
Ira Maya Sopha

JAKARTA-Penyanyi cilik yang tenar di era 80-an ini mengaku terperanjat saat pertama kali mendengar berita kasus sandal jepit. Apalagi menghadapkan anak-anak dengan polisi. Ini pertanda masalah sudah tidak bisa di-bicarakan dengan baik-baik.

“Aku nggak tahu dia salah apa nggak. Tapi aku minta, jangan buru-buru ambil keputus-an. Dia (AAL) masih kecil loh, kan bisa di-bicarakan secara kekeluargaan,” katanya.

Yang bikin miris Ira, AAL mengaku sempat dianiaya saat diperiksa oleh polisi. Hal itu bukan cermin polisi sebagai penga-yom masyarakat.  “Aduh, nggak perlu deh kekerasaan, udah nggak jaman. Kalau dia salah ya ditindak semestinya. Kalau perlu lakuin pembinaan, sekalian ditongkrongin orangtuanya. Atau bisa diproses lewat pusat pelayanan anak di kepolisian. Kan sesuai ketentuan hukum. Ini namanya kemanusia-an,” jelasnya panjang lebar.

Juri Idola Cilik ini sepakat bahwa tindakan pencurian itu salah, dilarang agama maupun hukum. Tapi membuktikan orang bersalah itu dilakukan jangan semena-mena.

“Kasus AAL ini bisa dicontoh buruk.   Orang bisa nuduh orang lain mencuri barang bukan haknya. Nggak ada bukti dan saksi, polisi bisa nahan, hakim putuskan. Kacau nih, tiap hari banyak pencuri, penjara nggak nampung deh,” tutur ibu empat anak ini. (ins/jpnn)

Vj Franda:  Berdasarkan Teks Bukan Hati Nurani

VJ Franda

JAKARTA-Elfranda Stefanus yang beken disebut VJ Franda ini sama sekali tak terkejut de-ngan kejamnya keadilan “sandal jepit”. Sudah terlalu banyak bukti kasus remeh-temeh diprioritaskan aparat hukum ketimbang mengusut kasus kakap.

“Nggak kaget ah dengernya. Aneh ya, kalau kasus kecil-kecil cepat selesai dan dihukum, tapi yang besar enggak kelar-kelar,” kata Franda.

VJ MTV ini yakin, selama penegakan hukum di Indonesia masih setengah-    setengah dan mengabaikan hati nurani seperti kasus AAL, maka kasus sejenis sandal jepit akan sering terulang.

“Inilah dampak penegakan hukum masih selalu berdasar teks, yang masih akan terulang. Kalau mau proses hukum pakai nurani juga,” ucapnya.

Dia pun teringat syair lagunya Iwan Fals, Besar dan Kecil yang sama-sama teriak soal sandal jepit. Katanya, rakyat kecil dianalogikan seperti sandal jepit yang selalu terjepit.

“Diremehkan, selalu kalah. Seperti sandal jepit. Itulah kenyataan masyarakat kecil kalau harus berurus-an dengan hukum,” kata finalis MTV VJ Hunt 2007 ini.

Oleh karenanya, Franda dukung penuh gerakan 1000 sandal untuk AAL. Meski tak tahu apakah AAL dapat dibebaskan dari jerat hukum, Franda yakin gerakan itu bagus untuk kesadaran sosial.
“Artinya masyarakat terbukti mendukung. Walau pun tetap diputus bersalah,” ucap pemain film Xia Aimei ini. (bcg/jpnn)

Olga Lidya: Anak Tak Boleh Dibui

Olga Lidya //foto:kapanlagi.com

JAKARTA-Ancaman penjara untuk AAL bikin ngeri Olga Lidya. Dia berharap pemerintah segera membuat peraturan yang melarang hukuman penjara bagi anak-anak di bawah umur. Menurut artis berwajah oriental ini, hukuman penjara tidak tepat bagi anak-anak apalagi bagi pelaku tindak pidana ringan.     Keprihatinan ini terkait kasus AAL yang ‘aneh bin ajaib’ bisa masuk sampai ke pengadilan. “Aku suka sedih bila ada anak yang dihukum penjara. Kita harus memperbaiki suatu sistem. Diupayakan bila terjadi tindak pidana ringan, dihukum tapi tidak harus masuk penjara,” paparnya.

Model, presenter dan artis film ini khawatir, penjara justru akan membuat anak-anak lebih bandel dan jahat lagi setelah selesai menjalani masa tahanan. “Kita tidak mau menciptakan penjahat baru. Masa depan anak-anak masih panjang.”

Menurut dia, melakukan kejahatan memang harus ada sanksi. Namun bedanya, di luar negeri, kata dia diterapkan hukuman kerja sosial sekian jam. Atau ada denda dengan jumlah yang wajar. “Kita belum punya aturan semacam itu. Maka itu kasus-kasus semacam ini akan terus berulang. Satu jalan keluar itu yang melakukan pelanggaran itu harus dihukum. Tapi disesuaikan dengan usia dan apa yang dia lakukan,” katanya.

Sepengetahuan bintang film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita ini, kasus anak-anak berhadapan dengan hukum semakin me-ningkat. Ironisnya, tempat rehabilitasi khusus anak-anak yang terlibat kasus kejahatan belum tersedia.
“Penjara adalah alternatif paling akhir apabila tidak ditemukan solusi terhadap anak-anak yang bermasalah,” pungkas Olga. (bcg/jpnn)

Mengintip Wacana Bahari dalam Perspektif TNI AL

“…Negara adalah suatu organisme, bukan hanya mirip. Negara sebagai organisme yang hidup dan intelektual, harus mampu mempertahankan dan mengembangkan dirinya dengan melakukan ekspansi. Strategi yang dilakukan adalah membangun kekuatan darat yang dilanjutkan kekuatan laut.”
(Rudolf Kjellen: 1964–1922)

Oleh: Feri Fadli *)

Memaknai kecenderungan dinamika lingkungan global saat ini, aspek perhubungan dan perdagangan bahari masih menjadi isu yang dinamis. Sebab, diskursus batas wilayah bahari Indonesia menyangkut banyak aspek, seperti konservasi lingkungan, pemanfaatan sumber daya, bahkan hubungan bilateral antar negara. Namun di sisi lain, konflik bahari dirasakan masih begitu sensitif dewasa ini. Betapa tidak, hingga saat ini penetapan batas wilayah bahari dengan negara-negara tetangga masih banyak yang belum tuntas. Dari 10 negara yang wilayah baharinya berbatasan dengan Indonesia, baru antara Indonesia dan Australia yang telah diselesaikan secara lengkap.

Aspek perlindungan dan pelestarian lingkungan teritorial Indonesia memang menjadi isu yang penting saat ini di tengah perubahan iklim dan krisis lingkungan yang melanda dunia. Sensitivitas masalah perbatasan kawasan diperparah dengan isu maraknya pelanggaran wilayah oleh kapal asing dan pesawat udara pada corong-corong strategis, perompakan, pembajakan, penyelundupan imigran gelap, penyelundupan barang, illegal fishing, eksplorasi, dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal, serta pelanggaran lain di wilayah perairan Indonesia.

Berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia, negara Indonesia merupakan negara kepulauan. Dalam negara kepulauan diterima asas bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan Negara Republik Indonesia, dengan tidak memperhitungkan luas atau lebarnya merupakan bagian integral dari wilayah daratan Negara Republik Indonesia sehingga merupakan bagian dari perairan Indonesia yang berada di bawah kedaulatan Negara Republik Indonesia.

Wilayah Perairan Indonesia meliputi laut teritorial Indonesia, perairan kepulauan, dan perairan pedalaman. Laut Teritorial Indonesia adalah jalur laut selebar dua belas mil laut yang diukur dari garis pangkal kepulauan Indonesia. Perairan kepulauan Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis pangkal lurus kepulauan tanpa memperhatikan kedalaman atau jaraknya dari pantai. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi darat dari garis air rendah dari pantai-pantai Indonesia, termasuk ke dalamnya semua bagian dari perairan yang terletak pada sisi darat dari suatu garis penutup. Penentuan batas perairan khususnya yang berbatasan dengan negara tetangga dilakukan dengan perjanjian bilateral.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki ± 17.505 pulau yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan perbandingan luas daratan dan perairan yaitu 1:3. Dengan jumlah pulau yang banyak ternyata menimbulkan berbagai pemasalahan. Kompleksitas tersebut mulai seperti perbedaan data pulau, nama dan posisi geografisnya antara satu lembaga dengan lembaga lainnya. Misalnya, LIPI menyebutkan ada 6.127 nama pulau pada tahun 1972, sedangkan Pussurta (Pusat Survey dan Data) ABRI mencatat 5.707 nama pulau pada tahun 1987. Pada tahun 1992, Bakosurtanal menerbitkan Gazetteer nama-nama Pulau dan Kepulauan Indonesia sebanyak 6.489 pulau yang bernama (Sulistiyo, Kompas, 28/02/2004). Perbedaan data tersebut mencerminkan bahwa Indonesia masih lemah dalam pengelolaan wilayah lautnya.

Contoh masalah lain seperti kaburnya batas wilayah perbatasan, misalnya perbatasan wilayah di daerah entikong kalimantan barat dengan wilayah sabah dan serawak yang merupakan wilayah negara bagian Malaysia, masalah perbatasan wilayah antara Indonesia dan Malaysia di perairan sebelah Pulau Sebatik masih berlarut-larut, ditambah dengan masalah perairan di sekitar Pulau Sipadan-Ligitan pasca sidang International Court and Justice (ICJ) tanggal 17 Desember 2002 dan adanya indikasi perekrutan warga negara Indonesia (WNI) menjadi anggota para militer Malaysia (Askar Wataniah), serta masalah lain yakni penangkapan kapal ikan pada wilayah bahari Indonesia pada tahun 2007.

Jumlah Kapal Ikan Asing (KIA) yang melintas mencapai 212 buah kapal, yang ditangkap sebanyak 89 buah kapal, sedangkan untuk Kapal Ikan Indonesia (KII) sebanyak 1995 buah dan ditangkap sebanyak 95 buah kapal. Dari hasil tersebut di perkirakan kerugian yang diselamatkan diperkirakan mencapai Rp439,6 miliar. Kerugian tersebut terdiri dari Pajak Penghasilan Perikanan (PHP) sebesar Rp34 miliar, subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp23,8 miliar, sumber daya perikanan yang terselamatkan sebesar Rp381 miliar. Nilai sunber daya ikan tersebut bila dikonversikan dengan produk ikan sekitar 43,208 ton. Produksi tersebut bila dimanfaatkan diperkirakan mampu menyerap sekitar 17,970 tenaga kerja baik di subsektor perikanan tanggkap, pengolahan, jasa kelautan maupun pendukungnya.

Beberapa realita lain masih perlu mendapat perhatian serta dikaji lebih lanjut karena mempunyai kecenderungan menjadi bom waktu ke depan. Sejumlah masalah ini tentu saja wajib menjadi perhatian setiap warga negara, bahkan kaum muda sekalipun. Sebab, peranan pemuda dalam fase perjalan kehidupan berbangsa dirasakan sangat nyata. Kontribusi pemuda sangat signifikan bahkan spektakuler. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Banyak gerakan di dunia ini dikomandoi kaum muda. Adalah Ernesto Rafael Guevara de la Serna (Che Guevara) yang hingga sekarang sosoknya masih menjadi ikon di kalangan pemuda di banyak negara.

Terkait isu bahari, kaum muda tentu saja terlibat di dalamnya. Kaum muda juga menjadikan isu bahari sebagai salah satu perhatian yang menarik. Banyak sudah kegiatan yang dilakukan oleh para kaum muda dalam mengajak, memotivasi, mendukung, dan menyemangati masyarakat untuk turut memperhatikan dan mempromosikan lingkungan bahari. Beberapa contoh aktivitas yang dilakukan kaum muda seperti Komunitas Pemuda ASEAN, Kapal Pemuda Nusantara, Festival Internasional Pemuda dan Olahraga Bahari, dan Pemilihan Duta Bahari tentu sudah nyata untuk diketahui.

Etos berpikir kaum muda sangat penting dalam melakukan perubahan di Indonesia. Sepak terjang para pemuda Indonesia dalam menegakkan idealisme dan cita-cita yang mereka miliki banyak diwakili golongan muda terpelajar. Di masa depan, kesempatan kaum muda untuk berperan  membangun dan memajukan bangsa sesungguhnya sangat banyak dan terbuka luas. Dengan keahlian masing-masing para pemuda dapat berkiprah melalui organisasi kemasyarakatan pemuda, lembaga pendidikan, melakukan riset, aktif di cabang-cabang olah raga, kesenian, yang semuanya dapat mengalihkan perhatian para pemuda dari rayuan pop kultural.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, khususnya Pasal 3 ayat 2, menyatakan pertahanan negara disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Artinya, pemerintah Indonesia menyadari bahwa laut dan segala aktivitas didalamnya dapat menjadi tumpuan masa depan bangsa. Bagi TNI AL, amanah ini harus direspon sebagai tantangan sekaligus peluang untuk mereposisi keberadaan TNI AL. Hal ini sejalan dengan visi TNI AL sebagai terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani. Ideologi ini saling berhubungan satu sama lain, ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan.

Mahasiswa Semester VIII FKM USU

Pembinaan wilayah bahari bagi TNI AL adalah upaya, pekerjaan dan tindakan, baik secara berdiri sendiri, bersama dengan aparat terkait, maupun dengan komponen bangsa lain untuk membantu pemerintah dalam mempertahankan lingkungan matra darat, laut dan udara, yang meliputi wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya, serta terwujudnya kemanunggalan TNI dan Rakyat, yang dilaksanakan sesuai kewenangan dan peraturan perundang-undangan dalam rangka tercapainya tugas pokok TNI. Mengingat kembali bagaimana eksistensi kaum muda yang juga berkecimpung dalam dunia bahari, tentu saja kombinasi TNI AL dan kaum muda dirasakan sebagai hubungan mutualisme yang tepat.

Kaum muda yang dinamis, memiliki kreativitas, dan peduli pada kehidupan wilayah bahari bangsa dapat berkolaborasi dengan TNI AL yang profesional dalam menjawab dinamika perkembangan global, seperti dinamika perkembangan lingkungan, eksplorasi bahari, pemanasan global, kasus pelanggaran batas wilayah, maupun kecenderungan lain yang mungkin terjadi. Dalam kegiataan kepemudaan yang berhubungan dengan lingkungan bahari, TNI AL dapat melaksanakan tugasnya untuk menjaga dan melindungi segenap aktivitas baik dalam aktivitas promosi dan prevensi lingkungan bahari maupun program berkelanjutan bentuk eksplorasi dan eksploitasi positif bahari.

Aktualisasi jiwa dan semangat pembaharuan selalu melekat dalam TNI sesuai tantangan dan dinamika lingkungan yang berlaku. Komitmen tersebut dilakukan antara lain mengumpulkan berbagai bahan pemikiran strategis melalui kegiatan seminar, diskusi dan pengkajian-pengkajian, baik yang dilaksanakan di lingkungan sendiri, maupun bersama-sama dengan kaum muda. Koordinasi yang mungkin dilakukan TNI AL dan pemuda tidak saling mendahului tetapi tapi berdampingan. Sehingga dalam mencapai suatu kejayaan dalam wilayah bahari maka TNI AL seolah-olah meminjam tiga kata bijak untuk mencapai satu tujuan yaitu know the way, show the way, dan goes the way to reach winning in the sea. Viva TNI AL Indonesia!

Mahasiswa Semester VIII FKM USU

Maling di Bandara

Hari Selasa baru lalu, ratusan ponsel berbagai merek kiriman pebisnis dari Jakarta tujuan Medan via pesawat Batavia Air, diketahui hilang dari Unit Bisnis Gudang dan Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan. Kasusnya dilaporkan ke polisi. Pelaku belum tertangkap.

Kasus barang penumpang dan atau barang kargo hilang di Bandara Polonia, bukan cerita baru. Kasus serupa sebelumnya kerap terjadi dan terus berulang. Kegiatan ini diduga melibatkan sejumlah oknum yang bekerja di lingkungan bandara. Mereka bekerja secara berkelompok, rapi, dan sistematis.

Menurut seorang oknum ‘pemain’ di lingkungan bandara Polonia, selama ini ada beberapa kelompok yang menguasai ‘lapak’ berbeda . Setiap ‘lapak’ dikoordinir oleh oknum tertentu, beranggotakan mulai dari petugas X-ray (yang bertugas menginformasikan adanya barang berharga di kargo tertentu), pengangkut barang, dan sebagainya. Incaran mereka: laptop, handphone, emas (perhiasan, Red), bahkan uang.

Aksi dilakukan secara cepat dan profesional. Setelah kargo/bagasi dibongkar, barang hasil curian diamankan di tempat tertentu. Setelah terjadi pertukaran shift, barang dibawa keluar. Meski terorganisir rapi, mereka tidak setiap hari beroperasi. Tujuannya, agar kasusnya tidak mencurigakan.

Kasus kehilangan barang di bandara, sering tidak sampai ke tangan polisi. Apalagi para pemilik/penerima barang umumnya baru mengecek barang, setelah tiba di rumah/tempat tujuan. Dan si pemilik/penerima tidak mengetahui pasti di mana barang miliknya itu hilang. Bahkan untuk kasus kehilangan barang di bagasi misalnya, si pemilik sering baru sadar setelah dirinya tiba di negaranya, atau kota tujuannya. Ingin menuduh siapa, dia tidak tahu. Akhirnya, hanya bisa pasrah.

Adanya ‘kelompok maling’ di bandara sebenarnya rahasia umum. Artinya, publik sudah banyak yang tahu. Kalau publik saja menciumnya, pihak bandara pasti lebih tahu apa yang terjadi di depan hidungnya. Tapi kenapa kasus serupa terus saja terjadi?

Kuat dugaan, pihak bandara memang sengaja menutup mata karena yang bermain adalah teman-teman mereka juga. Dugaan lebih jeleknya lagi, mereka sengaja diam karena kerap dapat ‘bagian’.

Memang, selama ini para pengirim barang dan atau pemilik bagasi kerap diingatkan untuk meningkatkan lapis pengamanan terhadap barangnya. Untuk bagasi misalnya, selain digembok, juga dililit dengan tali atau dibungkus dengan plastik. Untuk kargo, dikirim dalam peti tertutup kuat.

Tapi sekalipun penumpang sudah melakukan pengamanan yang diperlukan, tak eloklah jika pihak bandara menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab mengamankan bagasi/kargo hanya kepada penumpang/pengirim saja. Sepatutnya, pihak bandara juga melakukan bagiannya menciptakan sistem pengiriman bagasi/kargo yang seaman-amannya. Semua itu demi menciptakan kenyamanan para penumpang/pengirim barang menggunakan pelayanan bandara. Konsumen aman, citra bandara pun otomatis naik di mata publik. Dan boleh jadi, kelasnya pun tak kalah dari bandara-bandara nomor satu di dunia.

Diperlukan seorang pimpinan bandara yang tegas, cerdas, dan berani. Cerdas melakukan pengamanan, dan berani memberantas ‘oknum maling’ di lingkungannya.

Saat ini, Menteri BUMN dipimpin Dahlan Iskan yang dikenal cukup berani menata perusahaan-perusahaan di jajarannya. Kita berharap, pihak AP II Bandara Polonia mampu menangani kasus pencurian barang di wilayahnya, sekaligus menciptakan sistem pengamanan yang lebih baik, tanpa harus menunggu seorang Dahlan Iskan turun tangan. (*)

Bisa Coba Produk Sebelum Membeli

Kiehl’s Skin Care Apothecary Hadir di Medan

Bagi ladies pecinta produk perawatan kulit  Kiehl’s,  tak perlu lagi susah mencari produk ini  ke Jakarta atau ke luar negeri.  Salah satu produsen produk perawatan kulit kenamaan di dunia ini  telah hadir di Medan.  Kiehls  membuka gerai pertamanya di Medan bertempat di Ground Floor SOGO Sun Plaza.

Di gerai  yang baru grandopening  3 Desember 2011 lalu ini , Kiehl’s memperkenalkan produk-produk andalannya yang sering digunakan para selebriti Hollywood. Seperti  Demi Moore, Julia Roberts, dan Andy Warhol.  Apa hebatnya produk-produk yang dimiliki Kiehl’s?

Kiehl’s mengklaim bahwa produk-produk yang dijual hanya menggunakan bahan-bahan terbaik dengan formula herbal alami  untuk menjamin kualitas perawatan kulit, rambut, dan tubuh yang terbaik.  ‘’Yang menjadi keistimewaan, produk Kiehl’s  99,8 persen dari bahan – bahan herbal. Seperti minyak zaitun dan aloevera,”ujar  consultan kulit Kiehl’s Ayu Junika.

Minyak zaitun  ujarnya,  dapat membantu mengangkat sel-sel kulit mati sehingga  kulit akan terasa lembut dan lembab. Sementara Aloevera yang mengandung berbagai senyawa biologis aktif berfungsi membantu peremajaan kulit,  menghilangkan jerawat, dan melembabkan kulit. ‘’Ada juga produk yang terbuat dari kelopak bunga Kalindula dan dari daun teh yang diformulasikan untuk kulit sensitive dan masalah jerawat,”sebut Ayu.

Disebutkan Ayu, produk-produk yang menjadi best seller Kiehl’s antara lain rangkaian Rare Eart, yang merupakan rangkaian sabun cuci wajah/cleanser, toner ,  masker dan pelembab. Formulanya dari lumpur yang diambil dari sungai Amazone. ‘’Cocok untuk kulit normal dan berminyak yang  bermasalah pada pori –pori dan komedo.  Harganya cukup terjangkau satu paket  Rp 1.360.000 untuk pemakaian 4 bulan,”sambungnya.

Tersedia juga rangkaian untuk pencerah yaitu ultimate white. Sementara untuk mengatasi masalah garis- garis halus di sekitar mata, dahi dan mulut ada produk yang baru di luncurkan  yaitu Double Strength Deep Line Filler. ‘’Produk ini mampu menghilangkan garis halus karena efek dari pergerakan wajah,”lanjutnya.

Dikatakan Ayu, selain Medan di Indonesia Kiehl’s sudah ada di Jakarta dan Surabaya.

Respon masyarakat Medan terhadap kehadiran   Kiehl’s , sambungnya, cukup baik. ‘’Masyarakat Medan selama ini sudah banyak yang menjadi konsumen Kiehl’s tetapi mereka mendapatkannya harus ke Jakarta atau ke luar negeri seperti Singapura,”sebutnya.  ‘’Sebelum membeli , kita juga memberikan sampel produk  untuk dicoba konsumen apakah cocok atau tidak. Try Before You Buy,” tegasnya.  (sih)

 

Tabir Surya Solusi Atasi Hyperpegmentasi

Tabir Surya merupakan  salah satu solusi mengatasi permasalahan kulit terutama hyperpegmentasi. Berikut beberapa jenis tabir surya sesuai dengan fungsi perlindungan terhadap kulit.

  1. SPF (Suncreen Protection Factor)
    Tingkatan SPF menentukan waktu aman bagi kulit anda terkena sinar matahari, misalnya SPF 15 akan melindungi kulit 15 kali 10 menit. SPF tersedia dari angka 2 hingga 60.
  2.  UVA dan UVB
    UV-C dapat dihambat  secara   efektif oleh lapisan ozon. Sedangkan UV-A dan UV-B bisa masuk ke permukaan bumi.
  3.  Sweatproof
    Tabir surya yang berlabel sweatproof biasanya tahan terhadap keringat.
  4.  Water resistant
    Tabir surya yang memiliki label water resistant dapat memberi perlindungan hingga 40 menit jika terkena air atau keringat.
  5. Waterproof
    Memberi perlindungan lebih lama dibanding tabir surya berlabel water resistant.
  6. Sunblock
    Tabir surya jenis fisik yang fungsinya menghalangi atau memantulkan cahaya matahari melalui permukaan kulit.
  7. Organic Sunscreen
    Tabir surya jenis kimia yang fungsinya menyerap atau menyaring radiasi ultraviolet (UV). Sunscreen bisa memberi perlindungan lebih banyak dibanding tabir surya fisik karena bisa menyerap radiasi UV-A dan UV-B . (*)

Tips Menggunakan Tabir Surya

  • Tabir surya dengan SPF 15 atau lebih
  • Tabir surya yang tahan air (waterproof), tahan keringat (sweatproof)
  • Tabir surya yang bebas PABA (Para-aminobenzoic acid ) yang membuat alergi pada kulit.
  • Oleskan krim tabir surya dengan tebal 20 menit sebelum beraktivitas  (*)

 

Penulis Muda Berbakat

Sheila Sulthana

Bisa gak ya sebuah cerita dari novel – novel hebat seperti JK.Rowling, Andrea Hirata dan lain – lainnya sesuai dengan kemauan kita sebagai pembaca? Mungkin ini menjadi pertanyaan bagi beberapa pembaca yang sangat ingin alur cerita dari novel itu sesuai dengan keinginannya.

Dan ternyata, ini bisa tercapai jika kita mengenal sebuah kata ‘fanfiction’. Fanfiction sendiri adalah karya fiksi dari pengemar untuk fandom yang disukainya dan merupakan sebuah cerita yang menggunakan tokoh dan latar yang sudah ada.

Seperti halnya Sheila Sulthana, sosok wanita muda satu ini sudah mulai mengenal satu forum fanfiction dari tahun 2008 yaitu INFANTRUM ( Indonesian Fanfiction Author Forum ). Menurutnya, itu adalah sebuah forum keluarga dimana mereka menyukai karya tulis yang sama, memiliki hobi yang sama dan bisa membuat karya tulis sesuai dengan yang mereka inginkan. Sheila Sulthana tercatat sebagai salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi FISIP USU stambuk 2009, dari 2008 mulai aktif di forum INFANTRUM dan bahkan Sheila memenangkan penghargaan dari INFANTRUM pada tahun yang sama bahkan pada tahun selanjutnya tulisan Sheila mulai banyak dibaca oleh anggota INFANTRUM lainnya dan kembali memenangkan penghargaan dari INFANTRUM.

Ajang penghargaan INFANTRUM diadakan setiap tahun oleh para pendirinya untuk memotivasi para penulis muda ini semakin berkarya. Ajang penghargaan itu dinamakan IFA ( Indonesian Fanfiction Awards ). Beberapa kategori lomba yang dimuat oleh mereka, dimenangkan oleh Sheila Sulthana antara lain :

Best Diction , 2008, Dua Jiwa both for The Most Beautiful Languange (in progress) and Judge’s Pick , 2008, The Most Beautiful Language ( for completed fanfic ) : Dua sisi dunia , 2008
Best In-character ( for in-progress fanfic ) : Enigma , 2008

Setelah pada tahun 2008, Sheila banyak menyabet penghargaan dari INFANTRUM, tulisannya pun semakin digemari dan pada tahun 2009 Sheila kembali mendapatkan penghargaan di kategori yang sama yaitu Best Diction.

Wanita muda kelahiran Banda Aceh ini, ternyata cukup membuat pendiri forum INFANTRUM memberikan kepercayaan dan keyakinan padanya karena pada tahun 2010, Sheila dinobatkan menjadi salah satu mentor dari genre ANGST di Workshop Penulisan INFANTRUM. Pada tahun yang sama pula, Sheila dinobatkan menjadi juri untuk ajang IFA 2010 di genre DRAMA dan tahun 2011 menjadi juri di genre FRIENDSHIP.

Selain hobinya menulis fanfiksi, Sheila juga memiliki hobi dan kemampuan yang masih jarang diketahui oleh anak muda lainnya, yaitu membaca garis tangan (palmistri). Hobinya yang satu ini, diperkenalkan oleh Bundanya pada saat SMA dan kini Sheila mulai mahir dalam membaca garis tangan sehingga membuat teman – teman kampusnya mengantri untuk dibacakan oleh Sheila.

Semua kepercayaan yang diberikan oleh para pendiri forum semakin meyakinkannya tentang mimpinya menjadi seorang penulis hebat seperti penulis kesukaannya JK.Rowling, Paulo Coelho, Andrea Hirata dan banyak lainnya. Dan kesemua kegiatan ini tetap dilakoninya dengan baik tanpa harus mengorbankan nilai akademisnya di kampus.
Sheila mengatakan di sela wawancara di salah satu radio “Menulis adalah penyatuan antara mimpi dan realita. Untuk mewujudkan mimpi diperlukan antusiasme. Untuk bertahan di realita diperlukan kegigihan”  (*)
Pengirim: Nelly Kembaren,
Mahasiswa FISIP USU

Aceh Diobok-obok, Mirip Masa DOM

Polda Kejar Pemesan Senjata

LHOKSEUMAWE-Kasus penembakan di Aceh hingga ditangkapnya penyelundupan senjata mencuatkan beragam pernyataan. Prediksi, analisis, hingga wacana muncul. Kasus belum selesai, teror lain malah muncul.
Terbaru, tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (Sutet) LSW-IDI 354, di Desa Matang Sijuek Barat, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara mendadak tumbang.

Menara tersebut digergaji oleh orang tak dikenal (OTK), Minggu (8/1) dini hari sekira pukul 02.30 WIB. Akibat kejadian ini, suplay listrik dari Belawan-Sumatera Utara ke sebagian pelanggan PLN di tujuh kabupaten/kota jadi terganggung.

“Sekarang barang bukti itu sudah kita amankan di Polres Aceh Utara.  Selain barang tersebut, di lokasi yang berlumpur juga terlihat jejak kaki yang diduga milik para pelaku. Pelaku kita duga lebih dari satu orang,” terang Kasat Reskrim Polres Aceh Utara AKP Marzuki kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos).

Aksi brutal tersebut, dinilai oleh seorang warga saat melihat kondisi tower yang berada di pertengahan tambak petani merupakan tindakan menyengsarakan umat. “Ini ada upaya mengobok-obok Aceh seperti masa darurat militer (DOM, Red) dahulu. Tentu saja imbasnya terhadap perekonomian masyarakat terganggu, terutama yang berada di pedesaan akibat arus listrik lumpuh total,” cecar Mursidin dengan nada gemas.

Akibat tumbangnya tower interkoneksi yang berjarak  40 km arah barat Kota Lhokseumawe  atau 10 km arah utara ibu kota Aceh Utara, Lhoksukon, secara langsung masyarakat dari Panton Labu hingga Banda Aceh, mengalami gangguan.
“Untuk memperbaiki secara darurat tower yang tumbang ini paling tidak memerlukan waktu seminggu. Dan, biaya satu tower pun cukup mahal yaitu mencapai satu miliar,” jelas pihak PLN cabang Lhokseumawe, ranting Geudong, M Nasir.

Sementara itu, sebanyak 35 warga Jawa yang bermukim di Aceh memilih pulang kembali ke kampung halaman mereka. Ke-35 warga Kebumen, Jawa Tengah itu tiba di pool bus PMTOH di Ring Road, Medan. Selanjutnya, ke-35 warga Kebumen, Jawa Tengah itu kembali ke kampung halamannya di Kebumen, Jawa Tengah, pada pukul 10.00 WIB kemarin.

“Saya dan beberapa teman-teman di Aceh tinggal di Pango Raja dan saya sudah tinggal tiga bulan di Aceh. Kami terpaksa mengundurkan diri untuk sementara waktu menunggu keadaan di Aceh kembali tenang. Saya sehari-harinya bekerja sebagai kernet bangunan di sana,” kata Daryono (33).

Warkum (36), warga Sempor, Kebumen, Jawa Tengah ini juga mengatakan hal serupa. Warkum mengaku, bahwa yang ditembak itu kebanyakan warga Banyuwangi. “Kami berada di Aceh untuk mengerjakan proyek pembangunan gedung kantor kecamatan di Ulee Kareeng, Banda Aceh,” tuturnya.

Suyono (56), warga Dusun Candirenggo, Kebumen, Jawa Tengah juga menyuarakan isi hatinya. Mereka terpaksa memilih pulang demi keamanan dan kenyamanan, situasi di Aceh sudah tidak kondusif lagi. “Kita senang bisa tiba di Medan ini dengan selamat. Kita memilih pulang karena takut menjadi korban penembakan di Aceh,” tegasnya.
Menyikapi berbagai masalah di Aceh, analis politik dari Universitas Sumatera Utara (USU) Warjio kepada Sumut Pos menyatakan, apa yang terjadi merupakan ajang mencari keuntungan dari pihak-pihak tertentu. “Ini harus segera diungkap, jangan sampai menjadi hal yang merugikan bagi kelompok tertentu kendati ini sudah menjadi rahasia umum dari yang lalu-lalu,” ulasnya.

Warjio juga menilai, kepentingan yang sarat dalam insiden berdarah di Aceh ini, tidak terlepas dari akan segera diselenggarakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh beberapa waktu ke depan.

Sehingga, ada kelompok-kelompok yang mencari-cari isu yang kemudian dicuatkan sehingga menjadi perhatian publik. Kemudian, orang-orang yang memainkan isu mendapat keuntungan dari insiden yang sengaja diciptakan itu.
Selain itu pula, untuk mengungkap kejadian itu, sambungnya, bukan hanya menangkap pelaku di belakang layar sekaligus pelaku penembakannya saja, tapi juga meredam perederan senjata api ilegal di Aceh yang sangat marak, dimana pasokannya juga dari sejumlah daerah seperti Malaysia, Filipina termasuk juga dari Sumut.

“Ini juga harus segera diungkap. Semuanya ada aktornya. Kita minta pemerintah segera menuntaskan kasus ini, jangan berlarut-larut dan jangan sampai nantinya merugikan kelompok atau etnis tertentu,” tegasnya.

AC Manullang: Ada Permainan CIA

Pengamat intelijen DR AC Manullang menilai, kasus penembakan beruntut yang terjadi di Aceh dilatarbelakangani sejumlah persoalan. Menurut mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) itu, ada sejumlah kemungkinan terkait siapa aktor yang bermain di belakang masalah ini.

Pertama, dilihat masih tampaknya faksi yang terdapat di tubuh Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Besar kemungkinan terjadi gejolak di Bumi Serambi Mekkah ini merupakan bentuk pertarungan antara faksi GAM yang tetap kukuh menghendaki Aceh Merdeka, dengan faksi yang sudah menerima model otonomi khusus.

“Jadi, ini masih ada kaitannya dengan MoU Helsinki. Pertarungan antara GAM lama yang maunya merdeka, dengan GAM baru yang menerima otonomi khusus. Irwandi Yusuf itu GAM baru yang menerima otonomi khusus Aceh,” ujar AC Manullang saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (8/1).

Kemungkinan kedua, berdasarkan pengamatan AC Manullang, intelijen asing yakni Central Intelligence Agency (CIA), ikut mendompleng persoalan yang muncul di Aceh. Menurutnya, AS selalu memainkan isu-isu yang berbau Islam untuk menguji panas dinginnya politik di Indonesia.

Menurut Manullang, mulai dari benturan jamaah Ahmadiyah dengan warga di Cikeusik, hingga persoalan konflik pembakaran Ponpes Syiah di Madura, merupakan bagian dari permainan CIA. “Islam diadu dengan Islam, termasuk di Aceh yang selalu diisukan akan menjadi negara Islam di Indonesia. Jadi, saya mohon rakyat Aceh sadar, tidak mudah terpancing,” ujarnya.

Pola penyusupan intelijen CIA ini, lanjutnya, sudah menggunakan penduduk setempat untuk menggerakkan operasinya. Para penyelundup senjata, termasuk yang tertangkap di Langkat, menurut Manullang, juga diatur oleh intel asing. “Penyelundup-penyelundup itu diatur oleh mereka. Operasi intelejin asing ini menggunakan penduduk setempat, bahkan tidak tertututup kemungkinan orang-orang dari Jakarta. Mereka terlatih, bukan orang-orang sembarangan, terorganisir rapi,” urainya.

Kemungkinan ketiga, yang kait-mengkait dengan kemungkinan pertama dan kedua, adalah urusan politik di dalam negeri. Manullang mensinyalir, ada kekuatan politik yang menjadikan Aceh sebagai barometer untuk mengukur tensi politik di tanah air. “Ini daerah dijadikan daerah percobaan, bisa panas, bisa dingin. Ini urusannya pemilu 2014, sekarang sudah 2012. Aceh dijadikan kuda troya,” katanya.

Manullang menampik kemungkinan oknum petinggi militer ikut bermain dengan tujuan ada anggaran untuk operasi pengamanan. “Bohong itu, tidak mungkin militer. Bohong, karena Aceh itu strategis,” cetusnya.

Polda Kejar Pemesan Senjata

Sementara itu, tertangkapnya 2 pria penyelundup senjata api ilegal di Langkat, Sumatera Utara, akan dikembangkan pihak Polda Aceh yang bekerjasama dengan Poldasu. Seorang pelaku disinyalir sebagai pemesan senpi tersebut sedang dilacak. Menurut Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Gustav Leo, petugas telah berkoordinasi untuk mengejar kawanan pemesan senpi di Wilayah Aceh Timur. “Kami sedang menyelidiki dan mendalami serta mengejar, seseorang yang dikatakan kedua tersangka penyelundupan senjata api ilegal itu. Ada yang memesannya dari Aceh Timur,” tukasnya kepada Metro Aceh (grup Sumut Pos).

Disinggung apakah dua orang yang diduga menyelundupkan senjata, ada kaitannya dengan rentetan aksi penembakan brutal di sejumlah tempat di Aceh, Kabid Humas Polda Aceh belum bisa memastikan keterlibatan tersebut.
Dikatakannya lagi, kedua tersangka yang membawa dua pucuk senjata dan 18 butir peluru yang tertangkap tangan oleh kepolisian Langkat, tidak dipindahkan atau dikirim ke Polda Aceh. Pasalnya, ujar Gustav Leo, lokasi penangkapan di Sumut, jadi pemeriksaan dan proses hukumnya juga di daerah tersebut.

Hanya saja, ucapnya, pihaknya akan membantu Poldasu mengejar seseorang yang memesan senjata dari kedua tersangka. Selain itu, tetap menyelidiki dan menindaklanjuti apakah keduanya memiliki keterkaitan dengan sejumlah aksi kekerasan menggunakan senjata api, dua bulan terakhir ini. (agt/ung/ian/jpnn/sam/ari/jon)

AC Manullang:  Ada Permainan CIA

Pengamat intelijen DR AC Manullang menilai, kasus penembakan beruntut yang terjadi di Aceh dilatarbelakangani sejumlah persoalan. Menurut mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) itu, ada sejumlah kemungkinan terkait siapa aktor yang bermain di belakang masalah ini.

Pertama, dilihat masih tampaknya faksi yang terdapat di tubuh Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Besar kemungkinan terjadi gejolak di Bumi Serambi Mekkah ini merupakan bentuk pertarungan antara faksi GAM yang tetap kukuh menghendaki Aceh Merdeka, dengan faksi yang sudah menerima model otonomi khusus.

“Jadi, ini masih ada kaitannya dengan MoU Helsinki. Pertarungan antara GAM lama yang maunya merdeka, dengan GAM baru yang menerima otonomi khusus. Irwandi Yusuf itu GAM baru yang menerima otonomi khusus Aceh,” ujar AC Manullang saat dihubungi Sumut Pos, Minggu (8/1).

Kemungkinan kedua, berdasarkan pengamatan AC Manullang, intelijen asing yakni Central Intelligence Agency (CIA), ikut mendompleng persoalan yang muncul di Aceh. Menurutnya, AS selalu memainkan isu-isu yang berbau Islam untuk menguji panas dinginnya politik di Indonesia.

Menurut Manullang, mulai dari benturan jamaah Ahmadiyah dengan warga di Cikeusik, hingga persoalan konflik pembakaran Ponpes Syiah di Madura, merupakan bagian dari permainan CIA. “Islam diadu dengan Islam, termasuk di Aceh yang selalu diisukan akan menjadi negara Islam di Indonesia. Jadi, saya mohon rakyat Aceh sadar, tidak mudah terpancing,” ujarnya.

Pola penyusupan intelijen CIA ini, lanjutnya, sudah menggunakan penduduk setempat untuk menggerakkan operasinya. Para penyelundup senjata, termasuk yang tertangkap di Langkat, menurut Manullang, juga diatur oleh intel asing. “Penyelundup-penyelundup itu diatur oleh mereka. Operasi intelejin asing ini menggunakan penduduk setempat, bahkan tidak tertututup kemungkinan orang-orang dari Jakarta. Mereka terlatih, bukan orang-orang sembarangan, terorganisir rapi,” urainya.

Kemungkinan ketiga, yang kait-mengkait dengan kemungkinan pertama dan kedua, adalah urusan politik di dalam negeri. Manullang mensinyalir, ada kekuatan politik yang menjadikan Aceh sebagai barometer untuk mengukur tensi politik di tanah air. “Ini daerah dijadikan daerah percobaan, bisa panas, bisa dingin. Ini urusannya pemilu 2014, sekarang sudah 2012. Aceh dijadikan kuda troya,” katanya.

Manullang menampik kemungkinan oknum petinggi militer ikut bermain dengan tujuan ada anggaran untuk operasi pengamanan. “Bohong itu, tidak mungkin militer. Bohong, karena Aceh itu strategis,” cetusnya. (sam)

Duel Klasik

PERSIB vs PSMS

BANDUNG-PSMS Medan terakhir kali bertemu dengan Persib Bandung di ajang Liga Super Indonesia 13 Mei 2009 lalu. Persib yang bertindak sebagai tuan rumah unggul 2-0 atas tim PSMS Medan. Setelah itu, Persib dan  PSMS tak pernah lagi bertemu karena PSMS Medan terdegradasi ke Divisi Utama PSSI.

Tapi, pertemuan klasik tim sejak era perserikatan itu kembali tersaji kembali di ajang Indonesian Super League (ISL), di Stadion si Jalak Harupat Soreang, Bandung, Senin (9/1) petang nanti.

Kepercayaan tinggi skuad PSMS memang sedang menyala pasca sukses menahan imbang Pelita Jaya di laga sebelumnya. Tapi, ada yang menganggu yakni terlambatnya pembayaran gaji pemain. Selain itu PSMS juga baru kehilangan dua andalannya Arie Supriatna dan Zainal Anwar, karena akumulasi kartu kuning.

Namun Arsitek PSMS asal Malaysia Raja Isa, selalu menganggap hal itu bukan masalah besar. Pengganti kedua pemain sudah dibebankan kepada striker muda, Yoseph Niko Ostaniko.

“Kehilangan dua pemain tak boleh jadi suatu masalah. Sepak bola adalah kerja tim, dan di PSMS semua pemain siap kapan saja diturunkan,” beber Raja Isa.

Raja Isa juga mengaku sudah meracik taktik khusus untuk meredam aksi tuan rumah. Taktik ini dianggapnya bakal mengejutkan sekaligus membuyarkan sistem permainan moderen Maung Bandung.

“Seperti sering disebut-sebut banyak orang, sistem permainan Persib selama ini cenderung monoton. Tapi memang itulah sistem sepakbola moderen yang bisa diterapkan Drago Mamic di Persib. Persib nggak mungkin main kayak Persipura,” ujar Raja Isa di sela-sela latihan di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (8/1).

Soal seperti apa taktik yang disiapkannya buat menghadang Maung Bandung, Raja Isa enggan membeberkan secara terperinci dengan alasan sangat tergantung pada dinamika permainan di lapangan besok. Memang, kata dia, formasi dasar permainan Ayam Kinantan, julukan PSMS, tak jauh berbeda dengan Persib yakni sekitar 4-4-2 dan 4-2-3-1.
“Tapi prakteknya nanti seperti apa sangat tergantung pada perkembangan di lapangan. Pemain yang bisa menyerang ke depan juga nanti bisa siapa saja,” katanya.

“Jadi karena saya ini pelatih kampung, besok (hari ini) juga saya siapkan permainan total footbal kampung. Tak penting permainan cantik, hasil (skor) akhir lebih penting,” ujarnya.

Raja Isa melanjutkan, dia sudah menginstruksikan agar anak asuhnya tampil sabar dan lepas, tapi tetap konsentrasi penuh menjalankan taktik pelatih selama 90 menit pertandingan.

Raja Isa pun optimistis anak-anak Medan bakal mampu meredam aksi para pemain kunci Maung seperti Miljan Radovic, M Ilham, Airlangga, juga Moses Saakyi. Raja Isa juga menambahkan, secara kualitas anak asuhnya di bawah pemain Persib yang bertabur bintang. Belum lagi pendukung fanatik Bobotoh yang mengganggap PSMS seteru abadi tentu akan memberikan tekanan mental bagi Markus Horison dan kawan-kawan. Meski kualitas pemain Persib rata-rata di atas pemain PSMS, Raja Isa yakin tim kebanggaan warga Medan itu akan membuat kejutan di kandang Persib.

Sementara bagi Maung Bandung melawan PSMS akan menjadi ajang pembuktian kualitas permainan.
“Pertandingan besok (hari ini, Red) harus maksimal karena kemarin hanya 1 gol dari 17 peluang yang ada. Persib harus membuktikan bahwa kita bisa menang besok,” ungkap Pelatih Persib, Drago Mamic kepada wartawan, Minggu (8/1).
Tapi, Persib bakal timpang karena pemain andalannya Zulkifli Syukur terpaksa absen akibat akumulasi kartu. Sehingga Drago Mamic memutuskan untuk menurunkan Muhammad Nasuha.

“Saya mencoba mengganti posisi Zulkifli dengan Nasuha untuk di sebelah kiri. Ini tentu akan mengubah pola permainan tapi saya yakin mereka bisa kompak bermain,” ungkap Mamic.

Keputusan wasit sangat berpengaruh terhadap permainan. Apalagi untuk pertandingan melawan PSMS Medan yang terkenal dengan permainan kerasnya.

“Pertandingan itu harus diikuti dengan trik bila mereka memang memiliki permainan keras,” tambahnya.
“Target kami jelar meraih point penuh pada pertandingan besok (hari ini, Red), dan kami sudah menyiapkan strategi untuk mengatasi karakter permainan PSMS,” pungkas Drago Mamic.

Dari rekor pertemuan di ajang kompetisi sepakbola tertinggi di tanah air, tim Maung Bandung masih unggul atas tim Ayam Kinantan. Sejak pelaksanaan Liga Indonesia pertama tahun 1995 (saat itu masih bernama Divisi Utama) hingga 2009 saat liga bernama Liga Super Indonesia (LSI), Persib Bandung bertanding sebanyak 22 kali menghadapi tim PSMS Medan. Dari total pertemuan di liga tersebut, Persib membukukan tujuh kali kemenangan, 9 kali hasil seri dan enam kali kalah atas PSMS. (ful/rbd/jpnn)

Menghibur dan Penuh Tawa

Minggu Sehat bersama Sumut Pos

MEDAN-Program Minggu Sehat bersama Sumut Pos kembali digelar, Minggu (8/1). Kali ini kawasan yang dipilih adalah Lapangan Reformasi, Desa Bandar Klippah, Kecamatan Percut Seituan.

Tepat pukul 06.30 WIB, lantunan musik pengiring senam dalam program tersebut dibunyikan. Masyarakat setempat yang datang satu per satu atau pun bergerombol, langsung membuat barisan untuk mengikuti gerakan-gerakan senam yang dipandu instruktur senam dari Sumut Pos yakni Mei Lan, Eci dan Wiwik.

Tahapan-tahapan senam dari pemanasan, senam utama hingga  pendinginan diikuti dengan antusias oleh para peserta senam tersebut. Ketiga instruktur senam yang memandu terlihat atraktif dan interaktif sehingga suasana semakin meriah.

Buktinya, Camat Kecamatan Percut Sei Tuan Darwin Zein Harahap SSos dan Kepala Desa Bandar Klippah Suripno SH, larut dalam gerakan-gerakan senam yang dipandukan ketiga instruktur tersebut.

Selain itu, puluhan anak-anak Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda juga turut larut dalam irama senam tersebut, sebelum mereka menggelar latihan rutin di lapangan itu. Warga-warga yang tengah berseliweran melintasi Jalan Besar Tembung, juga banyak yang tiba-tiba berhenti dan menonton kegiatan tersebut.

Sesekali gelak tawa pecah, manakala peserta senam sehat Sumut Pos yang juga disponsori Asosiasi Instruktur Senam dan Fitnes (ASIAFI) Sumatera Utara, Durol, Holtis Care, Akademi Kebidanan Delima, Kumbang Mas Elektronik, Sindo Radio, Asiafi Sumut, Radio Dangdut Indonesia, dan Radio Sonya FM tersebut, ketika instruktur senam menunjukkan  gerakan-gerakan goyang pinggul.

Terutama saat sesi pendinginan, yang dibarengi lantunan musik dangdut berjudul Pacar Lima Langkah. Para peserta senam terlihat senyum-senyum dengan teman yang di samping mereka. Begitu pula dengan para Mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Delima Bandar Klippah, yang tampak malu-malu mengikuti gerakan senam berlatar musik dangdut tersebut. “Malu-malu orang itu,” ucap panitia, Adnan C Nainggolan.

Terlepas dengan suasana yang meriah itu, pada kesempatan itu Adnan menuturkan, selain kegiatan senam, acara tersebut juga dimeriahkan lucky draw seperti handphone, kompor gas, blender, dispenser, sertika dan lainnya. Untuk mendapatkan hadiah undian tersebut, peserta diwajibkan untuk mengisi formulir Minggu Sehat Sumut Pos dan meletakkannya ke kotak undian yang telah disediakan.

“Camat Percut Sei Tuan sangat antusias dengan kegiatan ini, dan terus menghadiri acara senam sehat hingga yang ketiga kali ini. Kita mengucapkan terima kasih atas apresiasi aparat pemerintahan kecamatan dan desa, “ ungkap Adnan.

Dikatakannya, even kali ini, Camat Percut Sei Tuan Darwin Zein Harahap SSos memberikan sebuah handphone untuk dibagikan dalam tahapan undian seusai kegiatan senam tersebut. “Sekali lagi, kita panitia berterimakasih atas perhatian aparat pemerintahan kecamatan dan desa,” cetusnya.

Sementara itu, salah seorang instruktur senam Mey Lan kepada Sumut Pos menyatakan, kegiatan-kegiatan seperti ini sepatutnya menjadi rutinitas. Karena sangat memberi banyak manfaat, terutama bagi kesehatan masyarakat.  “Sebaiknya rutin dilakukan dan juga digelar di daerah-daerah lain. Karena ini sangat bermanfaat, untuk kesehatan masyarakat,” katanya yang didampingi teman instrukturnya, Eci.(ari)

Sandal, Polisi, Monyet

Oleh: H Affan Bey Hutasuhut
Wakil Pemimpin Umum Sumut Pos

Ketika musibah anak maling sandal di Palu berguncang keras,  kupikir polisi di negeri ini pada meriang berat. Soalnya , khalayak yang serempak mencibir polisi cukup keras mencerca. Masak hanya mencuri sandal mesti ke pengadilan. Entah siapa punya pun sandal itu, mestinya didamaikan sajalah. Jangan korbankan masa depan anak.

Kecaman yang berkumandang dari berbagai pelosok negeri masuk akal. Celakanya, belum lagi reda kasus sandal,  entah karena pekak, masalah ini tetap saja dianggap kecil sampai gak kelihatan tuh oleh sejumlah polisi.

Kali ini Fahmi djadikan pula tersangka oleh Polresta Medan. Anak berusia 12 tahun itu diadukan Iptu Hutajulu, ayah lawannya berkelahi belum lama ini.  Ali Nur ayah Fahmi pun panas dingin. Dia berang karena ayah anak itu dituduhnya ikut ikutan memukul anaknya. Sudah itu dijadikan lagi tersangka. Iptu Hutajulu dan anaknya pun dilaporkan juga ke polisi.

Belakangan polisi menganjurkan kedua belah pihak untuk berdamai. Langkah ini sudah benar, cuma terdengar sumbang. Kalau sejak awal polisi arif, patutkah anak-anak berkelahi dijadikan tersangka dan kemudian dipidana. Anak-anak itu biasa berkelahi dan habis itu tertawa-tawa.

Kalau polisi dan jaksa begitu gampangnya membawa kasus ini  ke meja hijau, bakal sesak anak-anak di kursi pesakitan dan sebaliknya sepi bangku sekolah. Hampir tiap hari anak-anak berkelahi.

Seorang mantan hakim di Pengadilan Negeri Tarutung pernah membuat vonis yang menyejukkan hati. Sang hakim memvonis mengembalikan seorang anak siswa SD untuk dibina oleh orangtuanya. Padahal anak itu terbukti membunuh ayah kandungnya di Pangururan Samosir di pengujung 1980 lalu.

Musibah itu berawal saat sang ayah pulang larut malam dalam keadaan mabuk. Rupanya begitu istrinya membuka pintu, entah apa pasalnya marah-marah. Kendati istrinya diam, tapi kelakuan si ayah makin garang. Dia memukuli istrinya seraya mengomel.

Tak tahan dipukuli, sang istri berlari keluar rumah di malam gulita. Di sinilah musibah terjadi. Saat istrinya hendak di dorong ke tepi lembah, si anak segera bergegas mengambil pisau di dapur dan seketika itu pula menikam ayahnya hingga tewas.

Bagi sang hakim, anak itu memang terbukti membunuh ayahnya. Tapi itu dilakukan secara spontanitas dan didorong oleh kecintaan kepada ibunya yang sering dianaya oleh sang ayah. Apalagi, malam itu memang terancam jiwa ibunya kalau sampai jatuh terlempar.

Makanya, ketika jaksa menuntut anak itu empat tahun menjadi anak Negara, hakim berbeda pendapat. Dia tak menangkal kalau anak dibina menjadi  Anak Negara itu bisa berhasil. Tapi dia lebih yakin, bahwa hanya orang tua lah yang paling tepat untuk mendidik anak-anaknya.

Nah, lho. Gak usah ngototlah membawa anak berkelahi ke pengadilan. Sebaiknya polisi lebih baiklah bertugas. Ada yang bilang, semakin tinggi monyet naik di pohon, semakin kelihatan pula bokongnya. (*)