26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 14089

Kutip Rp20 Ribu per Siswa

082164632xxx
Di SD Negeri 060873, Jalan G Krakatau Medan, ada dua guru akan pensiun pada 2012. Lantas pihak sekolah mohon partisipasi orangtua murid  (dalam bentuk uang) untuk beli cendramata sebagai tanda terima kasih pada dua guru tersebut. Permohonan itu dalam bentuk surat edaran diteken Kepala SDN 060873, Ketua Komite Sekolah, dan Bendahara Sekolah.

Yang mencurigakan dalam surat itu tak disebut nilai nominal yang harus diberikan setiap murid tapi melalui para guru wali kelas secara lisan diumumkan tiap murid harus menyumbang Rp20 ribu. Selain memberatkan kami orangtua murid, bukankah itu  pungli? Bagaimana kami harus menyikapinya? Mohon penjelasan dan saran dari Dinas Pendidikan Kota Medan.

Dikonfirmasi Kebenarannya
Terimakasih untuk informasinya hal ini akan kami teruskan ke dinas terkait yaitu Dinas Pendidikan Kota Medan untuk dikomfirmasi kebenarannya ke SD Negeri 060873. Bagi orangtua siswa yang keberatan dengan kebijakan tersebut dapat membuat laporan tertulis kepada Dinas Pendidikan Kota Medan untuk ditindaklanjuti.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

Dana BOS Tahap IV Kapan?

083199348xxx
Kadisdik Kota Medan Yth, kapan Pak dana BOS tahap IV disalurkan? Sekolah swasta yang siswanya terdiri dari mayoritas siswa kurang mampu sangat membutuhkannya, apalagi periode IV ini akan segera berakhir, terimakasih.

Akan Dicek
Terimakasih atas informasinya, kami teruskan ke dinas terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Medan untuk dicek. Informasi terakhir yang kami terima, dana BOS tahap IV sudah disalurkan ke sekolah yang sudah diverifikasi untuk menerimanya.

Budi Heriono
Kabag Humas Pemko Medan

16 Kilometer untuk Seliter BBM Perjalanan Luar Kota

Picanto Cosmos Generasi Terbaru City Car

MEDAN- Hampir semua produsen mobil mengeluarkan seri mobil city car. Pangsa pasar mobil ini cukup banyak. Bukan hanya wanita karir, tetapi ibu rumah tangga muda dan mahasiswi menjadi pilihan mobil ini.

Tidak heran, bila mobil tipe mini kian diminati, terutama masyarakat yang tinggal di kota besar dengan kondisi lalulintas macet.

Alasan inilah mengapa mobil city car yang memiliki body mungil ini begitu digemari.
KIA Mobil Indonesia yang mengerti akan kebutuhan itu mengeluarkan city car dengan seri Picanto Cosmo. Mobil mini merupakan generasi terbaru dari Picanto. KIA membuktikan bahwa mobil terbaru model Picanto ini sudah bertahan selama 7 tahun (keluar sejak tahun 2004) di pasaran.

Kelebihan dari mobil ini yaitu, memiliki body yang kecil, sehingga mobil dapat bergerak dengan lincah, terutama di jalanan yang macet. Keistimewaan mobil Picanto Cosmos yakni sangat irit BBM.
Dibuktikan, mobil itu dapat menempuh jarak 15 km hingga 16 Km per liter dalam roadshow perjalanan dari Medan-Siantar.

Untuk hal perawatan mobil ini juga sangat murah, karena di Gatot Subroto, selain penjualanan juga melayani perbaikan. Selain itu, garansi mesin yang diberikan untuk mobil Picanto Cosmos yaitu 5 tahun (150.000 Km).

“Picanto sangat diminati, ini terbukti dari penghargaan yang didapat, bahkan untuk jenis mobil ini mendapat 13 penghargaan,” kata Stepanus Ginting, Sales Supervisor PT Alfa Star Indonesia, KIA Motors kepada Sumut Pos.

Perbedaan picanto Cosmo dengan generasi penerusnya yaitu pada bentuk grill, lampu depan dan bumper depan dan belakang yang lebih berbentuk sporty. Dengan model yang simple dan modis, mobil ini dapat menarik perhatian pecinta otomotif. Dengan mesin injeksi, yang memastikan penggunaan lebih irit, dan mesin 1100, yang dipastikan akan lebih ringan dalam pembayaran pajak. Karena seperti diketahui bahwa pajak kendaraan akan naik per April 2011 mendatang.

Picanto Cosmo memiliki warna untuk menjadi pilihan, mulai dari hitam, putih, titanium, bitu, merah, silver dan hijau. Sedangkan harga dipasaran berkisar Rp138.500.000 hingga Rp155.000.000. (ram)

Keajaiban Tahun 2011

Vicky Shu

Pergantian tahun tinggal menghitung hari. Banyak orang yang merasa kecewa atas pencapaian pada 2011.

Tapi, tidak sedikit pula yang mengaku makin bersinar sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah penyanyi pendatang baru Vicky Shu Perempuan cantik berusia 24 tahun itu merasa 2011
adalah tahun yang luar biasa. “Tahun 2011 luar biasa. Tapi, memang setiap tahun itu luar biasa. Selalu ada keajaiban yang diberikan buat saya,” ujar Vicky di Jakarta, Kamis malam (22/12).

Ketika ditanya keajaiban apa yang diperoleh, pemilik nama lengkap Vicky Veranita Yudhasoka Shu itu enggan mengungkapkan. Dia hanya menyatakan sangat bersyukur atas kehidupan yang dijalani selama 2011. Pelantun tembang Mari Bercinta 2 itu juga tergolong selebriti yang jauh dari gosip.
“Nggak pernah kena gosip karena aku selalu kerja, terus pulang langsung beresin pekerjaan. Kan di luar nyanyi aku juga ada bisnis sepatu,” ujar penyanyi asal Cilacap, Jawa Tengah, itu.

Soal resolusi 2012, Vicky hanya berharap bisa menjadi orang yang lebih baik. Dia juga akan mempersiapkan album baru. “Resolusi standar aja. Jadi positif buat semua orang dan sedang persiapkan album baru. Semoga lebih baik daripada album sebelumnya,” ungkapnya. (ken/c5/nw/jpnn)

Tokoh ‘B’ Masih Misterius

Koordinasi bisa Gagalkan Operasi

JAKARTA-Kisah pembongkaran sindikat narkoba di LP Wanita Tanjung Gusta berbuntut panjang. Setidaknya pernyataan Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol Anjar Dewantoro yang mengaku pihaknya tidak diajak koordinasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat saat melakukan penggerebekan, termasuk saat penangkapan pria berinisial B, mendapat tanggapan mantan Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BNN Pusat, Komjen (Purn) Togar Sianipar.

Menurut Togar, secara prosedural, memang idealnya BNN berkoordinasi dengan Polda saat menggelar operasi. Hanya saja, lanjut mantan Kapolda Bali, Sumsel, dan Kaltim itu, ketika BNN menganggap ada oknum di Polda sudah terkontaminasi dengan jaringan sindikat narkoba, sudah barang tentu Polda tak diajak koordinasi.

“Bila BNN mengendus ada oknum Polda yang terkontaminasi, ya untuk apa koordinasi, itu namanya bunuh diri. Kalau koordinasi, malah menggagalkan operasi. Sudah betul itu Benny Mamoto (Direktur Bidang Penindakan dan Pengejaran, BNN, Brigjen Pol Benny Mamoto, Red),” ujar Togar Sianipar saat dihubungi Sumut Pos, kemarin (23/12).

Jangankan BNN, lanjut tokoh asal Siantar itu, Bareskrim Mabes Polri pun tidak mesti berkoordinasi dengan Polda ketika dianggap ada oknum Polda yang terkontaminasi. “Jika Polda dianggap tak becus dan ada yang terkontaminasi, buat apa koordinasi?” cetus mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu.

Togar berharap, dengan tidak diajak koordinasi oleh BNN Pusat ini, mestinya jajaran Polda Sumut melakukan introspeksi, mengevaluasi diri. “Polda harus bisa menunjukkan dirinya bisa dipercaya, khususnya yang bertugas menangani narkoba,” ujar Togar lugas Togar juga mengingatkan bahwa Sumut sejak dulu memang rawan menjadi lokasi peredaran narkoba. Pertama, karena bertetangga dengan Aceh, yang secara tradisional menjadi sumber ganja. “Ladang ganja pernah ditemukan di Madina dan Samosir,” terangnya.

Kedua, pantai terbuka yang cukup panjang berhadapan langsung dengan selat Malaka. “Seperti Pantai Cermin itu,” imbuhnya.

Ketiga, Sumut berdekatan dengan Malaysia. Dengan posisi seperti ini, Sumut jadi batu loncatan masuknya narkoba dari kawasan Bulan Sabit Emas (Golden Crescent) yang berada di antara Pakistan, Afganistan, dan Iran. Juga dari kawasan Segi Tiga Emas yakni Laos-Burma-Thailand.
“Bisa masuk lewat Polonia, bisa Belawan. Pertanyaannya, bagaimana pengamanan di dua tempat itu? Jangankan di Polonia dan Belawan, di Jakarta saja masih pertanyakan. Saya pastikan (narkoba) sangat mudah masuk (Sumut),” kata Togar.

Togar menyebut, permintaan narkoba terus meningkat di kawasan Sumut.  “Saya kaget, di Siborongborong sudah masuk, di Lagoboti juga sudah masuk. Penderita HIV/AIDS di sana juga bertambah. Gila,” ujar Togar dengan nada tinggi.
“Saya yakin, sabu 20 Kg dari Malaysia (yang dirampas BNN sebagai barang bukti), selain untuk dipakai di Medan, juga akan dipakai di berbagai daerah lain termasuk Siantar,” imbuhnya.

Dia berharap Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan para bupati/wali kota di Sumut memberikan perhatian serius masalah peredaran narkoba. Gatot dan para bupati/wali kota di Sumut diminta jangan hanya memikirkan soal bagaimana mempertahankan kursi kekuasaannya. “Mikir, mikir, mikir dong gubernur dan bupati/wali kota. Kursi itu amanah, jangan hanya duduk saja,” tegas Togar.

Menanggapi komentar Togar, Dir Narkoba Poldasu Kombes Pol Anjar Dewantoro berang. Apalagi disinyalir, seperti ungkapan Togar, kalau Poldasu tidak ikut sertakan karena terkontaminasi sindikat narkoba. “Jangan saya menilai, rekan-rekan wartawan kan bisa menilai dari hasil paparan rekapitulasi hasil tangkapan narkoba Direktorat Narkoba Polda Sumut. Jadi kita tidak ada terkontaminasi dengan jaringan narkoba,” tegas Anjar.

Anjar juga mengatakan, pihaknya khusus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut dalam memberantas narkoba tidak pernah setengah-tengah. “Walaupun harus melakukan pengembangan ke Jakarta, maupun ke tempat yang paling jauh, yang namanya untuk memberantas narkoba akan kita kerjakan,” ucap Anjar.

Atas anggapan Polda terkontaminasi, Anjar mengatakan salah besar. Ia berani menjamin Direktorat Reserse Narkoba Polda tidak terkontaminasi dalam jaringan peredaran narkoba internasional maupun lokal. “Itu tidak benar, kita tidak ada melindungi, terkontaminasi, tebang pilih, atau apan yang bisa disebut  melindungi para pelaku narkoba. Yang namanya pelaku narkoba akan kita sikat ke akar-akarnya,” ujar Anjar.

Sementara itu, perkembangan tokoh ‘B’ yang sudah ditangkap belum juga menemukan titik terang. BNN belum juga mau membuka sosok ‘B’ yang dimaksud. Pasalnya, kasus ini terus dikembangkan. Membuka siapa si ‘B’ bisa menjadi bumerang bagi pengembangan kasus.

Terlepas dari itu, Sumut Pos mendapat informasi kalau ‘B’ sejatinya warga Medan Petisah. Setelah ditelusuri (lihat grafis), didapat informasi kemungkinan ‘B’ adalah warga Jalan Sengon No.4 Lingkungan VII kelurah Sekip Kecamatan Medan Petisah yang sering disapa dengan panggilan ‘Ono’. Setidaknya menurut warga rumah Ono memang digerebek BNN pada Rabu (21/12) malam.

“Di rumah Ono ada 3 bungkus sabu-sabu, tapi aku tidak tahu berapa beratnya,” ungkap seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya. “Sudah lama dia tinggal di sini, tapi saudaranya tukang becak yang menempati rumah ini. Kalau dia itu punya rumah mewah di Kawasan Padang Bulan ini,” tambahnya.

Keterangan warga ini didukung oleh Kepala Lingkungan VII Keluruhan Sekip Kecamatan Medan Petisah, Mulia Purba (68). “Ya, digeledah lima petugas BNN, selanjutnya pelaku dibawa ke Jakarta. Waktu saya tanya petugas, katanya, pelaku merupakan bandar narkoba yang dicari Petugas BNN,” beber Mulia di rumahnya, kemarin.  Dia juga mengungkapkan penangkapan tersebut membuat warga sekitar mendatangi rumah bandar narkoba tersebut untuk sekedar melihat lokasi. “Setelah kejadian itu, saya melihat sudah tidak ada lagi orang di rumah itu,” pungkasnya. (sam/mag-5/gus)

18 Ribu Liter CPO Genangi Jalan Medan-Parapat

PARAPAT- Bagi pemudik Natal dan Tahun Baru yang akan melalui jalan lintas Parapat, diharap berhati-hati Pasalnya, selain cuaca hujan menyebabkan rawan longsor, jalan negara di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun, tadi malam licin mendadak berubah licin dan sangat berbahaya dilintasi.

Penyebabnya, minya sawit (crude palm oil/CPO) tertumpah ke aspal sepanjang 1 kilometer saat truk tangki BK 9888 CF bermuatan 18 ribu liter CPO terbalik di Km 44-45. Meski tumpahan CPO dipastikan telah dibersihkan sejak tadi malam, dikhawatirkan jalanan masih belum benar-benar steril dari sisa minyak sawit.

Peristiwa terbaliknya truk yang dikemudikan Lambok Sinurat, warga Sumbul, Dairi terjadi, Kamis (22/12) sekira pukul 19.30 WIB. Ketika itu, truk yang dikemudikannya mengalami patah per dan terbalik, akibatnya 18 ribu liter CPO yang diangkutnya tumpah di jalan sepanjang 1 kilometer tepatnya di dekat Lombang Sidua-dua.

Tumpahan CPO menyebabkan sejumlah kendaraan yang melintas seperti mobil terpeleset dan sepeda motor terjatuh dan saling bertabrakan. Selain jalanan licin, kemacetan sepanjang 8 kilometer tercipta. Ratusan mobil terjebak kemacetan panjang.

Seorang pengendara sepeda motor, J Sirait, menjadi korban dan dirawat di RSU Ajibata. “Saya terjatuh karena jalanan sangat licin,” katanya saat ditemui Metro Siantar (Grup Sumut Pos), tadi malam.

Truk Astra dan beberapa truk gandeng yang mengangkut material dari dan ke kawasan PT Toba Pulp Lestari (TPL), juga terjebak di beram jalan. Diduga, sopir mengambil jalan terlalu ke pinggir. Sementara itu, banyak beram jalan dalam kondisi tidak layak. Akibatnya, kendaraan yang beriringan dari dan ke Pematang Siantar melalui Parapat terjebak macet.

Kemacetan semakin parah setelah beberapa mobil dan truk mogok di kawasan tersebut. Seperti mobil angkutan bertuliskan Ampibi di kaca depannya nomor polisi BK 7151 DO. Kendaraan tersebut mogok tepatnya di bahu Jembatan Kembar menuju Pematang Siantar. Anehnya, supir dan kernet serta penumpang meninggalkan kendaraan tersebut dalam keadaan kosong. Alhasil, lalulintas semakin macet karena jaraknya hanya 30 meter dari lokasi truk tangki CPO terbalik.

Kondisi bertambah parah ketika truk Fuso nomor polisi BK 8346 XT dan di belakangnya truk gandeng nomor polisi BK 8046 BN diparkirkan di pinggir jalan, di depan doorsmeer dekat patung Siliwangi Parapat, yang memakan badan jalan antara Jembatan Kembar dengan Siantar Hotel.

Padahal saat itu situasinya sudah macet karena padatnya arus lalulintas. Kemacetan terjadi hingga 5 kilometer ke arah Sipangan Bolon-Tobasa, dan 3 kilometer jalur Parapat- Medan dari lokasi truk terbalik. Anehnya, beberapa pengemudi truk malah meninggalkan kendaraannya di sekitar lokasi tersebut sehingga membuat polisi semakin sibuk.

Hal lainnya, pemilik keramba di Danau Toba, sekitar 50-an orang menutut ganti rugi kepada pemilik truk tangki CPO. Pasalnya, hujan deras di wilayah Parapat terus terjadi sehingga CPO mengalir ke keramba di Danau Toba serta berakibat ikan-ikan mati.

“Saat ini kami tiap hari panen. Kami mengejar Natal dan Tahun baru, tapi keramba kami dimasuki CPO yang sangat kental serta menggumpal,” ujar seorang pemilik keramba, O Sitinjak.
Pemilik keramba lainnya, K Naibaho mengatakan para petani mulai ketakutan. Sebab ikan-ikannya sudah tidak mau makan lagi saat diberi pelet akibat tumpahan CPO mengenai kerambanya.  “Padahal jaraknya sudah sekitar 1.5 kilometer lebih dari TKP,” katanya.

Sementara Kapolres Simalungun AKBP M Agus Fajar H mengimbau para pengendara yang melintas di lokasi kejadian agar berhati-hati dan bersabar demi keselamatan bersama, sekaligus memroses secara hukum bila warga membuat pengaduan akibat terbaliknya truk CPO tersebut.

Amatan wartawan, hingga pukul 18.00 WIB, lokasi kejadian masih dikawal polisi sekaligus memberikan rambu dengan panduan langsung.  “Hati-hati Bu, jalan licin berminyak. Pelan-pelan ya,” kata polisi bermarga Tobing dan Sinaga.   (jes/awa/smg)

Kaleidoskop 2011 Sumut Dalam Berita

1 Juni
21orang diperiksa polisi terkait kawanan maling yang membawa kabur brankas BRI unit Pinangsori berisikan uang sebesar Rp1,1 miliarn

3 Juni
-Tim Khusus Kepolisian berhasil menangkap tiga anggota bandar judi toto gelap (togel). Dari ketiga tersangka polisi menyita uang puluhan juta rupiah serta puluhan amplop berisi uang bertuliskan nama-nama perwira polisi. Para tersangka yang bertugas sebagai tukang rekap, pengumpul rekap dan pembagi duit ini, diamankan dari rumah Ac, di Brahrang, Binjai.
-Sebanyak 299 orang atau 0,12 persen dari 244.418 siswa SMP Sederajat di Sumut tak lulus Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran (TP) 2010/2011.

5 Juni
-Kondisi kesehatan Gubernur Sumut nonaktif, Syamsul Arifin kritis. Mantan bupati Langkat itu mengalami koma. Ruang perawatannya dipindah ke Ruang Perawatan Gawat Jantung, yang berada di lantai II Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita, Jakarta. Sebelumnya, dia dirawat di lantai III yang khusus menangani pasien pasca operasi.
-Ribuan pengunjung menghadiri Live Concert with Viky Sianipar di Lapangan Benteng Medan.

6 Juni
Bupati Tapanuli Utara, Torang Lumbantobing terkapar setelah keracunan makanan. Akibatnya, Torang terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan di Jalan Listrik Medan, setelah sebelumnya sempat dirawat di RSUD Tarutung. Torang dibawa dengan menggunakan ambulans menuju Bandara Silangit, kemudian diterbangkan ke Medan.

8 Juni
Setelah berstatus sebagai sebagai tersangka sejak 6 Februari 2011, mantan Wali Kota Pematangsiantar RE Siahaan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar itu ditahan di LP Cipinang, Jakarta Timur.

12 Juni
-Adik kandung Syamsul Arifin, Lelawangsa Bin Hasan alias Ilel (47), warga Jalan Stasiun LK IV No 06 Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diamankan kepolisian Dumai. Ilel ditangkap di depan Bandara Pinang Kampai di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Dumai pukul 05.30 WIB. Bersama Ilel, petugas juga mengamankan supir bernama Riki Kulit (40). Dari Ilel, polisi mengamankan 3 paket narkotika yang diduga sabu-sabu seberat 8,1 gram senilai Rp18 juta yang disimpan di bungkus rokok.
-Mangadar Marpaung selaku Mantan Kepala Dinas Perdagangan Industri dan Koperasi Pemkab Batubara ditahan. Bersama pemilik perusahaan rekanan Direktur UD Sahabat Sejati bernama Sumardi, Mangadar disangkakan korupsi penyaluran minyak goreng (migor) subsidi di Batubara dengan total dana yang dialokasikan Rp24 miliar.

14 Juni
Dua gempa tektonik menggetarkan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Gempa pertama terjadi pukul 07:08:31 WIB, berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR), di darat 30 Kilometer Tenggara Tarutung, dengan kedalaman 10 Km. Gempa dirasakan Tapsel II-III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Gempa kedua terjadi pukul 10:01:28 WIB berkekuatan 5,5 SR, lokasi 22 Km Tenggara Tarutung dengan kedalaman 10 Km. 300 KK harus tinggal di tenda.

19 Juni
Salah satu peserta Big Brothers di Trans TV, Luthfie Fahlevy Siahaan, akhirnya dideportasi. Pria bernama asli Boris Simbolon dan asli orang Belawan itu ternyata tersangkut kasus kriminal, pencurian sepeda motor.

24 Juni
Kemenangan pasangan calon bupati-wakil bupati Bonaran Situmeang-Sukran Jamilan Tanjung (Bosur) di pemilukada Tapanuli Tengah (Tapteng), disahkan Mahkamah Konstitusi (MK).

26 Juni
Bus PT Antar Lintas Sumatera (ALS) BK 7088 DL  bernomor pintu 90 tujuan Medan-Bengkulu sekitar pukul 02.30 WIB. Bus berjalan mundur di jalan mendaki di Km 7-8, Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel) dan masuk jurang yang digenangi air (telaga) di sisi kiri jalan. Akibat kejadian itu, sedikitnya 19 penumpang bus yang terdiri dari ibu-ibu dan anak-anak, tewas tenggelam bersama bus yang masuk telaga dengan kedalaman sekitar 8 meter.

27 Juni
-Sedikitnya, tiga aparat kepolisian dan delapan warga terluka dalam bentrok warga mendiami kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Kecamatan Besitang dengan aparat.
-Sebuah mobil rental masuk jurang sedalam 100 meter di kawasan tekongan Desa Naga Lingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo, pukul 05.00 WIB. Kecelakaan menimpa mobil Daihatsu Xenia BK 1829 KQ bermuatan 5 penumpang, tiga penumpang meninggal di tempat kejadian. Sementara dua orang lainnya mengalami luka.

29 Juni
Bertepatan perayaan Isra’ Mi’raj Rasulullah Muhammad SAW yang jatuh pada 27 Rajab 1432 Hijriyah atau 29 Juni 2011 Masehi, 2.308 anak Kota Medan dikhitan massal. Kegiatan yang digelar Sumut Pos ini secara serentak dilaksanakan di 30 titik di Kota Medan. Kegiatan ini mencatatkan sejarah sebagai sunat massal terbesar di luar Pulau Jawa. Jumlah peserta mendekati rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta mencapai 2.637 orang di Wonosobo (Jawa Tengah). (data Sumut Pos)

Gadis Korban Tsunami Aceh Dipaksa Mengemis

Kembali ke Pelukan Orangtua setelah Tujuh Tahun Hilang

Ada tahi lalat di kelopak mata dan tangan remaja perempuan 15 tahun itu. Bercak hitam juga terdapat di perut. Semua ciri-ciri itulah yang membuat pasangan suami-istri, Tarminus (42) dan Yusnidar (36) yakin bahwa gadis tersebut adalah anak kedua mereka, Meri Yulanda, yang hilang tujuh tahun silam saat terjadi tsunami di Aceh

Tujuh tahun silam, tepatnya 26 Desember 2004, pasangan Tarminus dan Yusnidar kehilangan dua anak sekaligus saat tsunami dahsyat menggulung tempat tinggal mereka di Meulaboh. Saat itu, karena tempat mereka menyelamatkan diri di teras lantai 2 sebuah rumah hampir roboh dihajar tsunami, Tarminus dan Yusnidar menitipkan Meri dan anak pertama mereka ke kapal penyelamat yang melintas.

Namun, akibat terlalu banyak penumpang, kapal itu oleng. Kakak Meri lenyap ditelan gelombang. “Meri terseret terus dan rupanya selamat,” kata Tarminus ketika ditemui di kediamannya yang sekarang di Lorong Sangkis, Desa Ujung Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, kemarin (23/12).

Tarminus dan Yusnidar sejak itu tak pernah lagi mendengar kabar dua anaknya tersebut. Mereka pun berdamai dengan kenyataan tak akan lagi pernah bertemu dengan dua buah hatinya tersebut.
Hingga kemudian, Tarminus dan Yusnidar dipanggil ke rumah geuchik (kepala kampung) Desa Ujung Baroh pada Rabu lalu (21/12). Di sana mereka dipertemukan dengan seorang gadis yang ternyata diyakini pasangan tersebut sebagai Meri Yulanda. “Ya, dia anak kami,” tegas Yusnidar.

Menurut penuturan Meri, begitu selamat dari gulungan gelombang tsunami, dia bertemu dengan seorang wanita bernama Fatimah Cam. Dalam kondisi trauma dan Aceh yang sangat kacau balau saat itu, bocah delapan tahun itu pun menurut ketika diajak pergi meninggalkan Meulaboh menuju Banda Aceh. Mereka akhirnya menetap di sebuah rumah di kawasan Khaju, Kabupaten Aceh Besar.

Di Khaju, oleh Fatimah, nama Meri Yulanda diganti menjadi Hera Wati. Tapi, dalam asuhan ibu angkatnya, Meri ternyata disuruh meminta-minta kepada pengguna jalan di Simpang Lima Peunanyong, Kota Banda Aceh.
“Rambut anak saya dipangkas cepak agar orang yang melihat merasa iba dan mau memberikan sedekah,” kata Tarminus.

Celakanya lagi, jika pulang ke rumah tanpa mendapat rezeki dari hasil meminta-minta, Meri mendapat kekerasan fisik, dipukul Fatimah. “Tapi, saat Meri minta pulang, Fatimah Cam itu bilang bahwa semua keluarga Meri telah meninggal,” urainya.

Namun, karena tidak tahan lagi dengan perlakuan kasar yang terus-menerus dari Fatimah, Meri memberanikan diri mendatangi terminal angkutan umum di Banda Aceh dan mencari bantuan untuk pulang ke kampung halaman yang masih diingatnya dengan baik, Desa Ujung Baroh, Meulaboh.

Pada Rabu siang (21/12), Meri diturunkan mobil penumpang di Mal Meulaboh. Saat tiba di Meulaboh, Meri cuma meminta agar diantar ke rumah Pak Yus dan Makyus kepada orang-orang yang iba melihat dirinya kebingungan.

Dia pun akhirnya diantar ke rumah geuchik Desa Ujung Baroh. “Baru kami dipangil dengan Pak Geuchik untuk memastikan apakah Meri benar anak kami. Setelah istri saya melihat semua tanda, dia memastikan benar bahwa dia adalah anak kami,” tutur Tarminus. (den/jpnn/c4/ttg)

Gatot Diprotes Wali Kota

Salah Paham di DIPA APBD Sumut 2012

MEDAN- Aksi protes sejumlah kepala daerah mewarnai Penyerahan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut 2012, Jumat (23/12). Dalam agenda yang digelar di Aula Martabe Lantai 2 Kantor Gubsu tersebut, beberapa kepala daerah bahkan sempat tersinggung kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Ceritanya, protes ini karena sebagian kepala daerah dan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten/Kota yang hadir tidak menerima DIPA. “Kenapa cuma terima kertas ini saja Barang itu (dokumen DIPA) aslinya mana. Fotokopi ini, Pak,” ungkap Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Junaidi Hasibuan, usai acara tersebut.

Karena kejadian yang tak diinginkan itu Kepala Bagian (Kabag) Protokoler dan Hupmas Provsu, Zakaria, sempat mendapat teguran keras dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Riadil Lubis. Riadil beralasan, mengapa sebelumnya hal tersebut tidak dijelaskan kepada tamu dan undangan yang menghadiri acara tersebut, tanpa terkecuali wali kota/bupati serta sekda kabupaten/kota yang hadir bahwa kehadiran mereka hanya sebatas menghadiri saja.
Kejadian ini langsung membuat Gatot melakukan dan memimpin rapat mendadak. Dan pada rapat mendadak tersebut, Gatot mengutarakan permintaan maafnya. Gatot mengatakan, penyerahan DIPA kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

Kabag Humas Pimpinan Keprotokolan dan Telekomunikasi, Zakaria menanggapi hal itu dengan santai dan dingin. Zakaria menilai protes yang terjadi merupakan hal yang wajar. Zakaria menjelaskan kejadian itu dikarenakan penyerahan DIPA tahun 2011, diserahkan gubsu langsung ke kepala daerah. Dan, untuk DIPA Tahun 2012 diserahkan ke satuan kerja (satker) di kabupaten/kota melalui, perbendaharaan.

“Dulu konsepnya, APBN dan APBD diserahkan bersamaan. Diundang semua, kali ini tidak.Yang ini sebenarnya, kemarin kita sudah koordinasi dengan gubernur. Kita tidak mengundang kecuali Wali Kota Medan. Mereka diundang karena wilayah kerja,” jelas Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah (Ka Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Bendahara Negara (DJPBN) Provsu, Bachtaruddin.

DIPA Sumut 2012 sendiri berjumlah Rp14,8 triliun yang terdiri atas DIPA Kantor Pusat yang berlokasi di daerah dan instansi vertikal kementerian/lembaga di daerah berjumlah 937 DIPA dengan nilai Rp12,192 triliun, DIPA Tugas Pembantuan untuk SKPD di provinsi/kabupaten/kota jumlah 158 DIPA dengan nilai Rp481,424 miliar, DIPA dekonsentrasi  untuk SKPD Provinsi berjumlah 69 DIPA dengan nilai Rp1,217 triliun dan DIPA urusan bersama untuk SKPD kabupaten/kota jumlah 40 DIPA dengan nilai Rp544,705 miliar.

“Penyerahan DIPA sebelum tahun anggaran berjalan dimaksudkan untuk percepatan penyerapan anggaran, sehingga daerah diharapkan sudah menyusun pejabat perbendaharaan sebelum tahun anggaran berakhir,” tambah Bahtaruddin.

Bachtaruddin juga mengungkapkan, serapan anggaran per 30 November 2011 masih belum maksimal dan belum menggembirakan. Hal itu disebabkan adanya sejumlah faktor antara lain lemahnya perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Kemudian adanya kehatia-hatian yang berlebihan dalam pelaksanaan barang dan jasa yang antaralain disebabkan pejabat terkait kurang memahami aturan perundang-undangan dalam pengadaan barang/jasa. Di sisi lain, katanya, masih ada sejumlah regulasi yang menyebabkan serapan terlambat, khususnya dalam pengadaan lahan untuk proyek-proyek fisik.

“Karena itu terus dilakukan upaya percepatan, misalnya percepatan penyerahan DIPA, pemberian reward and punishment bagi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah dalam penyerapan anggaran,” ungkapnya.

Sedangkan itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dalam sambutannya mengatakan, percepatan  penyerahan DIPA tersebut harus dijadikan momentum percepatan serapan anggaran. Sehingga memberi stimulus untuk pertumbuhan ekonomi di masa-masa yang akan datang. “Karena itu SKPD diharapkan segera menyerap anggaran karena realisasi anggaran akan memberi multiplier efek bagi pertumbuhan ekonomi yang tentunya memberi pengaruh positif bagi kemajuan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.(ari)

PABBSI Sumut Tingkatkan Porsi Latihan

MEDAN-PABBSI Sumut meningkatkan porsi latihan kepada para atletnya yang dinyatakan lolos berlaga pada PON XVIII mendatang.

“Selepas mengikuti babak Pra PON pada bulan Sepetmber lalu kita semakin meningkatkan porsi latihan anak-anak sehingga mereka mampu mencapai prestasi maksimal pada PON XVIII mendatang,” bilang Hasudungan Sidabutar, pelatih PABBSI Sumut kepada Sumut Pos, Jumat (23/12)

Hal senada juga disampaikan Asnawi, Kabid Binpres PABBSI Sumut. Bahkan secara tegas Asnawi telah meminta kepada para atlet yang telah lolos PON XVIII untuk terus meningkatkan kemampuannya. Adapun atlet angkat besi Sumut yang telah lolos PON XVIII adalah Mona Julia Rahayu (75 kg) dan  Ismail (56 kg).

“Meski seluruh atlet terus digenjot, namun kami tetap memperhatikan kebugarannya dengan memberi masa istirahat pada setiap hari Kamis,” bilang Asnawi.
Sementara di nomor angkat berat Sumut berhasil meloloskan Faibolo Gowasa (59 kg), Mustaqim (93 kg), Teguh Santoso (105 kg), Riko C Sirait (120 kg). (mag-10).