30 C
Medan
Friday, January 16, 2026
Home Blog Page 14099

Gatot Siapkan Beasiswa Buat Mahasiswa Sumut di Kairo

Upaya Membantu Kesulitan Biaya Kuliah

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan menyiapkan dana untuk mahasiswa Indonesia asal Sumatera Utara yang kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

LANGKAH itu dilakukan Plt Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho ST karena sebagian besar mahasiswa asal Sumut yang kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo sambil bekerja. Hal itu diketahui saat dialog dengan 250-an mahasiswa asal Sumut yang kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo pekan lalu.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa asal Sumut mengaku menghadapi banyak kesulitan yang dihadapi mahasiswa, selain masalah keungan ada juga hambatan lainnya yakni masalah rumah kost. Atase Pendidikan Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Kairo, Prof DR Syangidu membenarkan kondisi mahasiswa asal Sumut yang kuliah di Kairo tersebut.

Syangidu mengatakan, sekitar 60 persen mahasiswa asal Sumut gagal kuliah disebabkan karena mahasiswa tidak fokus dalam kuliahnya sambil kerja.

Menyikapi kondisi itu, PLt Gubsu Gatot Pujo Nugroho bersama unsur pimpinan DPRD Sumut dalam dialog dengan mahasiswa menegaskan, akan berupaya membantu kesulitan mahasiswa yang kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Upaya yang akan dilakukan, antara lain memasukan anggaran untuk mahasiswaasalSumutyangkuliahdiKairoberupa tambahan bantuan asrama dan beasiswa.

Gubsu berharap, keberadaan mahasiswa Al Azhar Kairo dan alumni Al Azhar Kairo hendaknya menjadi sprit bagi pembangunan di Sumut. Pada kesempatan itu spontan Plt Gubsu memberikan rasa empatinya ke mahasiswa dengan memberi bantuan berupa uang sebesar 50 dolar US per-mahasiswa berstatus bujangan dan 100 dolar US bagi yang sudah berkeluarga.

Dalam kunjungan itu, H Gatot Pujo Nugroho didampingi, pimpinan DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri SE, Ir Chaidir Ritonga MM, Kepala Bappedasu Ir Riadil Akhir Lubis, Kadis Perhubungan Sumut, Rajali S Sos, Kepala Biro Hukum Djalil SH, Kabiro Perlengkapan Syafruddin Nasution, Kepala Biro Binsos, Drs H Shakira Zandi, Kabiro Umum Hj Nurlela SH dalam rangka penyerahan hibah pembangunan asrama mahasiswa bantuan Sumut sebesar Rp5 miliar ke Duta Besar RI di Kairo, Mesir.

Kedutaan Besar RI di Mesir menyampaikan rasa salut dan apresiasi tinggi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap keberadaan mahasiswa Indonesia di Kairo, Mesir. Dubes RI di Mesir diwakili Burhanuddin Badruzzaman mengatakan, Sumut merupakan provinsi di Indonesia yang pertama kali membangun fasilitas mahasiswa di Kompleks Universitas Al-Azhar Kairo.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Asren Nasution mengatakan, dalam rangkaian kegiatan penyerahan hibah asrama mahasiswa tersebut ratusan mahasiswa Al Azhar, Kairo asal Sumut yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Mahasiswa Sumatera Utara (Fosmasu) menyambut antusias kedatangan Gatot Pujo Nugroho dan rombongan dengan penuh haru. Beberapamahasiswaasal Labuhanbatu, Asahan dan Batubara sempat menyatakan kedatangan Gatot seperti menyambut kehadiran orang tua sendiri.

Dijelaskannya, asrama mahasiswa di dalam kampus Universitas Al Azhar, Kairo dibangun setelah adanya MoU (Memorendum of Understanding) antara pemerintah RI lewat Kementerian Agama dengan Green Syech Al Azhar, Kairo bersama tokoh organisasi masyarakat (Ormas) Islam. Salah satu tujuan dibangunnya asrama tersebut, selain membantu paramahasiswa, jugaterjadiasimilasimahasiswa asal Sumut dan mancanegara.

dia menambahkan, kini jumlah mahasiswa asal Sumut yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar, Kairo baik S1, S2 dan S3 sebayak 250 orang. Dari jumlah itu, sebagian kecil yang mendapat fasilitas dari Al Azhar, Kairo. Sisanya, terpencar di berbagai wilayah di Mesir.

Ketua Fosmasu Kairo, M Yusuf Hasibuan menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian Pemprovsu terhadap keberadaan mereka di Mesir. Asrama yang akan dibangun ini akan sangat membantu bagi mahasiswa asal Sumut, di tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

(*)

Tanggung Jawab Wanita Muslimah

Refleksi Peringatan Hari Ibu

Secara umum, tanggung jawab wanita dan laki-laki sama dihadapan Allah yaitu beribadah kepada Allah.

Melaksanakan fungsi kekhalifahan di atas bumi. Dan kelak akan dimintai pertanggungjawaban dan mendapat balasan di akhirat terhadap apa yang telah dilakukannya selama hidup di dunia.

Firman Allah: Barangsiapa yang mengerjakan amalamal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.

(QS. An-Nisaa: 124) Secara khusus Tanggung jawab wanita muslimah tidak kalah sedikit disbanding kaum laki-laki.

Bahkan adakalanya tanggung jawab wanita muslimah lebih besar daripada laki-laki,karena jika dirinci, akan terdapat jauh lebih banyak tugas wanita dibanding laki-laki. Hal ini dapat dilihat dalam pembagian periode kehidupan wanita muslimah. Dua Periode Kehidupan Wanita Muslimah 1. Sebelum Menikah Diantara keutamaan wanita muslimah sebelum menikah adalah menunaikan hak-hak kedua orang tuanya.Yang demikian itu karena merupakan perintah Al-qur’an dan Sunnah Nabi.

Berikut ini beberapa tanggung jawab wanita muslimah terhadap kedua orang tuanya : a. Birrul walidain (berbuat baik kepada orang tua) Allah azza wa Jalla memberikan kedudukan tinggi dan mulia kepada orangtua.Allah meletakkan kedudukan tersebut setelah kedudukan iman dan tunduk patuh padaNya. Firman Allah: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.

dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anakanak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang- orang yang sombong dan membangga- banggakan diri.” (QS. An Nisa:36) Wanita muslimah yang menyadari petunjuk agamanya merupakan anak yang paling berbakti kepada kedua orangtuanya.

Tanggung jawab ini tidak akan berhenti sampai menjalani hidup rumah tangga dan mengasuh putera-puterinya, akan tetapi terus berlanjut hingga akhir hayatnya.

Hal itu merupakan wujud pengamalan Al-Qur’an. Rasulullah SAW menempatkan “Birrul Walidain” diantara dua amalan terbesar dalam Islam, yaitu shalat pada waktunya dan jihad di jalan Allah.

Shalat adalah tiang agama,sedangkan jihad di jalan allah merupakan puncak tertinggi Islam.

Lalu adakah kedudukan yang paling mulia yang diberikan Rosul selain kedudukan itu? ‘’Pernah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah yang membai’atnya untuk hijrah dan jihad dengan tujuan mencari pahala dari Allah.rosulu tidak menerimanya,akan tetapi bertanya :’apakah salah seorang dari kedua orang tuamu masih hidup?’.

Orang itu menjawab :”masih,bahkan keduanya masih hidup’.Maka rosul bersabda :” Bukankah engkau ingin mendapatkan pahala dari Allah Ta’ala? Dia menjawab : “Benar” Kemudian Rosul bersabda :”Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan pergaulilah keduanya dengan baik ( Muttafaq ‘Alaih).

Sedangkan dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan; Ada seorang laki-laki yang datang dan meminta izin kepada Rosulullah untuk berjihad.Lalu Beliau bertanya:” Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Orang itu menjawab :”masih” Maka Rosulpun bersabda :”Demi keduanya,berangkatlah berjihad” Pada kisah pertama,bagaimana Rosulullah mendahulukan merawat orangtua yang sudah renta ketimbang berangkat berjihad,karena Rosul mengetahui orang tua laki-laki itu lebih memerlukan anaknya,sementara medan jihad masih ada orang lain,meski saat itu Nabi masih membutuhkan jumlah pasukan.

Berbuat baik kepada orang tua juga berarti sangat takut berbuat durhaka kepada kedua orangtua dalam bentuk berkata kasar, nada suara yang melampaui suara orang tua, berkata ‘uf’ (ah), menyakiti hatinya, menganiaya fisiknya, tidak menghormatinya, tidak memuliakannya, termasuk membiarkannya bekerja keras sementara anak mampu untuk mengerjakannya.

b. Menghormati Kerabat- Kerabatnya Menghormati kerabat orang tua dari jalur ibu dan bapak seperti paman,tante,sepupu,dan seterusnya merupakan tanggung jawab wanita muslimah kepada kedua orang tua, yakni memelihara hubungan kekeluargaan.

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.

Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu.” (QS.An Nisaa :1) c. Mendo’akannya Diantara tanggung jawab wanita muslimah kepada orang tua adalah selalu mendo’akannya.

Dalam sebuah hadist diceritakan, bahwa ada orang tua yang bertanyabertanya kepada Allah pada Hari Pembalasan karena mendapatkan ni’mat surga, lalu Allah menjawab bahwa itu karena do’a anaknya yang sholeh (Muttafaq ‘alaih).

Allah memberikan tuntunan bagaimana seharusnya seorang anak tidak melupakan orang tuanya dalam do’a. Firman Allah: Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua Telah mendidik Aku waktu kecil”.(QS. Al Israa:24) Mendoa’kan kedua orang tua adalah bentuk amal kebajikan yang tidak akan terhalang hingga di hari pembalasan.

Dalam hadist shohih disebutkan bahwa salah satu diantara 3 amal manusia yang tidak putus setelah manusia meninggal adalah do’a anak yang sholeh.

Mendo’akan juga merupakan bentuk memperkuat hubungan ruhiyah antara anak dan orang tua kepada Allah. Bagi wanita muslimah ini sangat penting karena kelak ia akan memasuki kehidupan berikut sebagai seorang ibu.Sehingga ia menghayati betapa berartinya sebuah do’a.

d. Memohonkan Ampun Untuk Mereka Sebagai manusia biasa, orang tua sangat mungkin banyak melakukan kekhilafan dan kesalahan. Hendaknya wanita muslimah memahami ini. Maka ketika mendo’akan mereka sertai dalam do’a permohonan ampun kepada Allah atas segala kehilafan dan kesalahan orang tua.

Ketika seorang anak masih kecil, maka kedua orang tuanya selalu mendo’akan agar ia tumbuh besar sehat,cerdas,dan beriman.

Do’a ini diucapkan dengan penuh kasih sayang tanpa putus. Maka sebagai bentuk kasih sayang anak kepada orang tua,sudah sepatutnya seorang anak juga mendo’akan bagi mereka,meski belum tentu berbanding nilai yang sama. (Hadits mendoakan mohon ampun kepada Allah untuk orangtua) e. Menunaikan Janjinya Wanita muslimah menunaikan janji kedua orangtuanya ketika orangtuanya telah meninggal. Dikisahkan seorang wanita dari suku Juhainah yang datang kepada Nabi SAW, selanjutnya wanita itu bertutur.

“Ibuku pernah bernazar untuk menunaiknan ibadah haji tapi ia meninggal sebelum sempat menunaikannya.

Apakah aku harus berhaji untuknya?” Nabi menjawab, “Ya, berhajilah untuknya, bukankah engkau mengetahui bahwa apabila ibumu mempunyai uang engkau akan membayarnya, karena itu tunaikanlah haji, karena hak Allah itu lebih wajib untuk dipenuhi.” (HR. Bukhari) Dalam riwayat lain disebutkan wanita itu berkata, “Ibuku mempunyai hutang puasa selama satu bulan, apakah aku harus menggantinya?” Nabi menjawab, “Berpuasalah untuknya,” (HR. Muslim).

Oleh karena itu penting bagi wanita muslimah mengetahui dan menunaikan janji termasuk hutang kedua orangtuanya.

Sehingga dapat membebaskan kedua orangtuanya dari pertanyaan Allah di akhirat nanti.

f. Menyambungkan persaudaraan kerabat kedua orangtua.

Islam telah memberikan penghormatan terhadap kaum kerabat, mengajurkan melakukan hubungan kekerabatan dan sangat membenci orang yang menolak atau memutuskan hubungan kekerabatan. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, Rasul saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk hingga ketika selesai menciptakan mereka itu kaum kerabat berdiri seraya berkata, “Ini adalah tempat kembalinya mereka yang kembali kepada- Mu setelah memutuskan silaturahim.” Allah berfirman, “Benar, apakah engkau rela Aku menyambung tali persaudaraan denganmu dan memutuskan orang yang memutuskan tali persaudaraan denganmu.“ Kaum kerabat bertutur, “Tentu,” lalu Allah berfirman,”Yang demikian itu untukm.,” Melalui ayat tersebut Allah memerintahkan manusia untuk menyambung tali persaudaraan di antara kerabat.

Hal ini dilakukan untuk memperluas kebaikan dan mewariskan keimanan pada Allah dalam hubungan kekerabatan.

Bagaimana Rasulullah mencontohkan kepada keluarganya pada setiap kali memasak penganan agar dilebihkan untuk bisa dibagikan kepada kerabat Khadijah ra., ketika Khadijah sudah wafat.

2. Setelah menikah Periode berikut dalam kehidupan wanita muslimah adalah setelah menikah, jika ia memasuki kehidupan berkeluarga untuk membentuk rumah tangga Islami.

Taat pada suami Ketaatan seorang wanita muslimah pada suaminya adalah perintah Allah ‘Azza wa Jalla.

Dibalik perintah Allah ini terkandung keutamaan-keutamaan : a. Masuk pintu surga dari pintu surga mana saja yang dikehendaki.

Menurut Rasulullah Sallalallahu ‘alaihi wassalam :” apabila seorang wanita sholat lima waktu,shoum di Bulan Ramadhan,dan taat kepada suaminya maka ia berhak masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki”(HR Ahmad dan Thabrani).

b. Mendapat ampunan “Burung-burung di udara, hewan di lautan,dan para Malaikat akan memohon ampunan kepada Allah bagi seorang wanita yang taat pada suaminya dan suaminya ridlo kepadanya” (Muttafaqun ‘alaih) Tentu saja ketaatan seorang isteri kepada suaminya selama suaminya mengajak kepada kebaikan dan tidak mengajak kepada ma’syiat kepada Allah.. Sebagian Ulama berpendapat bahwa taat yang dimaksud adalah ketaatan ketika suami memanggil dan mengajak isteri.

Wallahu A’lam bishowab SELAMAT HARI IBU….

Ada sabar di qolbumu….ada ikhlas di bathinmu Tanpa kenal lelah mendidik anakanakmu…

semoga menjadi ibadah bagimu..ibu Dikala engkau harus bangun demi susu anakmu….engkau tetap rela…

Kasihmu tak pernah berharap balasan…jasamu kan ku ingat selalu Doa dan nasehatmu kan ku ukir di hatiku….Ridhomu adalah Ridho Allah…(*) Dikirim/Penulis: Ahmad Ilyas, S.Ag · Guru SD Islam An Nizam Medan · Pemerhati persoalan pemuda dan remaja Kota Medan.

Sedot Wisatawan Lewat Medan Arts Festival

PANGGUNG apresiasi pekarya muda dalam ajang Medan Arts Festival kembali digelar Dewan Kesenian Medan (DKM) dipimpin Hj Anita Ch Daryatmo di Taman Budaya Medan, Jumat (16/12).

Pembukaan Medan Arts Festival III tahun 2011 dilaksanakan Wali Kota Medan diwakili Kepala Dinas Pariwisata Medan Busral Manan.

Saat pembukaan ditampilkan beragam karya seniman Medan diantaranya, pertunjukan musik oleh kelompok 7 Keliling, pameran lukisan DKM bertema ‘Antara Warna dan Pemikiran’ yang menampilkan puluhan karya.

Rangkaian Medan Arts Festival III juga diisi dengan acara diskusi ‘Geliat dan Semangat Kesenian di Medan pada 17 Desember, pemutaran film dokumentasi ‘Mengangkat kearifan lokal lewat film serta pertunjukan musik, lagu dan tari bersama Metronome Music, Sanggar Tari Semenda dan Nusindo Entertainment pada 19 Desember, Pantia juga akan menggelar pertunjukan sastra dan teater bersama Idris Pasaribu, Komunitas Home Poetry dan D’lick Teater Team pada 20 Desember. ‘’Tahun ini kita kembali mengadakan acara pesta seniman Medan yang menampilkan seni tari, musik, sastra, rupa, teater, film dan kreasi komunitas muda,’’ ucap Anita.

Disamping acara di Taman Budaya, Anita mengatakan, pihaknya juga melaksanakan pameran seni rupa pada Oktober-November 2011 di Selasar Hotel Tiara Medan. Ada juga penelitian tentang Ronggeng yang pertunjukannya akan ditampilkan pada 25 Desember 2011.

“Pada 23 Desember 2011, juga diadakan acara lomba Tari Serampang 12 dan Parade Zapin yang diikuti peserta dari Singapura, Riau, Sumbar dan utusan kabupaten/kota se- Sumut. Pada malam harinya, DKM menggelar acara malam penutupan di Balai Raya Convention. Sebelum penutupan juga digelar bakti sosial donor darah di pelataran parkir Balai Raya Convention Hall,’’ jelasnya.

Ketua DKM mengatakan dukungan terhadap Wali Kota Medan menjadikan Medan menjadi kota senidanmenarikminatwisatawanke Kota Medan. Atas berbagai hal ini, Wali Kota Medan diwakili Kepala Dinas Pariwisata Medan, Busral Manan memberi apresiasi terhadap beragam kegiatan yang dilaksanakan DKM apalagi tahun 2012 menjadi tahun Visit to Medan. (*)

Berbuat Baik Hingga Usia Tua

Anggota DPD RI Buka Festival Koor Antar Lansia

PULUHAN kakek dan nenek berusia diatas 50 tahun mengikuti acara festival koor antar lansia. Lomba ini digelar Yayasan Prestasi Lanjut Usia Sumatera Utara di Jalan Candi Mendut samping Stadion Kebun Bunga Medan, Sabtu (17/12).

Meski sudah berusia lanjut, peserta tetap tampil semangat dalam bernyanyi yang berisi doa kepada Tuhan. Mereka tampil semangat dihadapan Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM didampingi Ketua Yayasan Prestasi Lanjut Usia Sumatera Utara, HS Purba yang membuka acara tersebut.

Parlindungan mengungkapkan kekaguman terhadap para lansia yang bersemangat dalam berbuat kebaikan. ‘’Tuhan yang menentukan usia manusia. Meski sudah lansia belum tentu lebih dulu meninggal dibandingkan yang masih muda,’’ katanya.

Ia menyambut baik festival koor antar lansia yang pertama dilaksanakan di Sumut. ‘’Koor ini merupakan bernyanyi dan berdoa. Berikan yang terbaik pada Tuhan dengan suka cita. Marilah kita terus menjaga persatuan dan kesatuan Sumut,’’ imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Parlindungan selaku Ketua Oikumene 2011 mengundang para lansia menghadiri Natal Oikumene Sumut yang digelar pada 28 Desember 2011 di Stadion Teladan Medan yang akan dihadiri Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Muspida Sumut bersama ribuan masyarakat.

Secara khusus, Parlindungan akan bekerja sama dengan Yayasan Prestasi Lanjut Usia Sumut juga akan melaksanakan kegiatan sosial pengobatan gratis khusus lansia pada akhir Desember 2011 mendatang.

Ketua Yayasan Prestasi Lanjut Usia Sumatera Utara, HS Purba menyambut baik atas perhatian Anggota DPD RI utusan Sumut terhadap para lansia termasuk dengan rencana pengobatan gratis khusus lansia.

Dalam festival koor ini juara pertama diraih Grup Elsada (Krakatau), juara kedua Grup Mestika (Mandala), juara ketiga Grup Asrama Polri Pasar Merah dan juara harapan 1 Grup Gloria (Martubung). (*)

Jasa Raharja Bantu Korban Gempa Pahae Jae

MEDAN- PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Utara, menggelar pengobatan gratis kepada masyarakat umum di Pahae Jae, pasca gempa bumi sebagai bentuk kepedulian di bidang kesehatan, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Jasa Raharja ke-51.

Jasa Raharja juga memberikan kepedulian terhadap sarana pendidikan berupa pemberian 3 set komputer dan buku-buku pendidikan kepada SMA Negeri I Pahae Jae, sekaligus peresmian sebuah ruang belajar SD Negeri 173234 Sarulla, SMP Negeri I Pahae Jae dan SMA Negeri I Pahae Jae yang dipusatkan di SMA Negeri I Pahae Jae, Kamis (12/12).

Pembangunan ruang belajar dari PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Utara, merupakan bentuk kepedulian dari Jasa Raharja terhadap kondisi sekolah yang rusak akibat bencana gempa bumi.

“PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Utara, menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat Pahae Jae yang beberapa waktu lalu mengalami bencana gempa bumi. Dan sebagai lanjutan kegiatan sosial pemberian sembako pasca gempa bumi yang terlebih dahulu di serahkan Juni 2011 lalu,” ujar Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Utara Udjiono Ssos.

Dikatakannya, pada kegiatan pengobatan gratis melibatkan tenaga medis dari Tarutung dan Pahae Jae. Kegiatan sosial ini, disambut antusias masyarakat disekitar lokasi pengobatan gratis. Hal itu dapat dilihat dari para guru, murid dan masyarakat sekitar yang mengikuti acara tersebut. “Bahkan, beberapa murid SD memberanikan diri untuk datang mendapatkan vitamin. Mereka berharap agar acara pengobatan gratis seperti ini rutin diadakan,” kata Udjiono.

Kegiatan ini merupakan Program Bina Lingkungan Cabang Sumatera Utara, yang bekerja sama dengan sekolah SMA Negeri I Pahae Jae. Pada acara tersebut, dihadiri KepalaPTJasaRaharja( Persero) CabangSumateraUtaraUdjiono SSos, Kepala Perwakilan Pematang Siantar Jhon Veredy Panjaitan, Kasubag PKBL Ibu Yenita Amalia Hutagalung, Staf PKBL M Fauzul Azim, Penanggung Jawab Samsat Tarutung Pahala Hendra Hutabarat dan Penanggung Jawab Samsat Dolok Sanggul Roy G Silalahi.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri Kadis Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Bapak Drs Joskar, Camat Pahae Jae Elyanto Sitompul, Kapolsek Pahae Jae AKP A Situmeang, serta unsure muspida. Jasa Raharja berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat. (ila)

Anak Medan Bernatal

MEDAN- Untuk merayakan Natal 2011 di Kota Medan, komunitas anak Medan yang tergabung dengan GBI Glow Fellowship Centre Medan, melaksanakan kegaiatan ‘Anak Medan Bernatal’ yang dilaksanakan hari ini, Jumat (23/12), di Convention Hall Hotel Danau Toba, Jalan Imam Bonjol Medan.

Ketua Panitia Januari Siregar, mengatakan, pelaksanaan acara Anak Medan Bernatal merupakan suatu perayaan besar, dimana manusia melihat suatu kebesaran Tuhan yang ajaib, sebab Dia adalah Tuhan yang rela turun ke duania untuk menjadi manusia. Perayaan kelahiran Tuhan Yesus sudah dimulai sejak Dia lahir ke dunia untuk menjadi manusia.

“Perayaan kelahiran Tuhan Yesus sudah dimulai sejak lahir di dunia, dimana para malaikat sorgawi memuji Tuhan, gembala dipadang datang ke Betlehem melihat Yesus dan orang Majus juga tidak ketinggalan. Mereka datang untuk melihat Yesus mempersembahkan emas, kemenyan dan mur,” kata Januari, Sabtu (17/12).

Dikatakannya, dalam perayaan Anak Medan Bernatal ini, dirayakan secara bersama-sama dari berbagai etnis yang ada di Kota Medan, sebagai bentuk rasa syukur dan suka cita karena kelahiran-Nya yang telah membawa kemenangan dan suka cita.

“Seperti yang tertulis di Yohanes 3.16, Yesus berkata, karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Dia mengaruniakan anak yang tunggal, Tuhan kita, supaya orang yang percaya kepadanya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam perayaan Anak Medan Bernatal, akan menampilkan keragaman bahasa, suku dan gereja yang ada di Kota Medan dan dimeriahkan artis Ibu Kota sebagai wujud kebersamaan dan kesatuan bahwa kelahiran Yesus membawa suatu terobosan baru seperti tema ‘Anak Medan Bernatal’. “Turut juga dimeriahkan artis-artis ibu kota seperti, Rita Butar-butar, Tio Fanta Pinem, Tety Manurung, Naulis Sister, Joel Simorangkir, Dona Samosir, Dewi Marfa dan Among Band.

Selain itu, kegiatan juga mengundang GBI Glow Fellowship Centre Medan, tokoh masyarakat, pemerintah dan pengurus gereja tetangga,” bebernya.(*/adl)

Mahasiswa UMN Gelar Aksi di Jalan

Memperingati Hari Ibu

MEDAN-Memperingati Hari Ibu, puluhan mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan melakukan aksi turun ke jalan, tepatnya di persimpangan Jalan Ahmad Yani dekat Lapangan Merdeka Medan, Kamis (22/12) sekitar pukul 09.30 WIB.

Dalam aksi yang didominasi kaum hawa itu mereka membawa poster yang mengecam kalau Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember harus dilaksanakan setiap hari.

“Hari ini tanggal 22 Desember 2011 adalah momen yang bersejarah bagi kita semua karena hari ini kita memperingati hari ibu sedunia. Memperingati hari ibu bukan hanya sekadar memperingati saja, tetapi kita harus menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab, kita ketahui peranan ibu dalam kehidupan kita sangat besar karena tanpa peran dan doa ibu kita tidak akan seperti ini,” kata kordinator aksi, Siti Muthmainnah.

Dikatakannya, di hari yang bersejarah ini hendaknya menghentikan kekerasan terhadap ibu. Selain itu, hentikan kekerasan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) khususnya Tenaga Kerja Wanita (TKW). “Hendaknya pemerintah janganlah hanya memperingati Hari Ibu saja. Tetapi, kinerja dan bukti lapangan harus ditunjukkan sehingga angka kekerasan dalam rumah tangga dan kaum wanita berkurang, bahkan akan hilang,” ucapnya.

Dalam aksi yang dilakukan sekitar 30 mahasiswa UMN Al Washliyah tersebut, berlangsung damai. Selain itu, massa juga menyebarkan selebaran-selebaran tentang pernyataan sikapnya kepada para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Anggota DPD RI DR H Rahmat Shah mengakui besarnya peran seorang ibu di dalam membentuk kepribadian anak-anak mereka.

Seorang ibu memiliki naluri untuk mengasuh, mengasah dan mengasihi keluarga dan anak. Tentunya dengan sentuhan kasih sayang seorang ibu, anak-anak akan belajar tentang nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan kemuliaan hidup.

Hal itu disampaikan Rahmat melalui Staf Ahli DPD RI Bechta Perkasa Asky yang menghadiri puncak acara peringatan Hari Ibu ke- 83 tahun 2011, yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Acara tersebut berlangsung di Aula Martabe kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, kemarin.

Rahmat mengakui bahwa pangkal kebahagian tiap individu senantiasa dimulai dari lingkungan terkecil dan paling mula dikenal individu tersebut. Lingkungan inilah yang disebut dengan keluarga dan ibu merupakan pengelola rumah tangga yang paling utama.

Dari rumah tangga yang terkelola dengan baik, fisik, mental dan spiritual para anggota keluarga, maka akan lahirnya generasi-generasi masa depan yang tercerahkan. Dengan begitu dapat dipahami begitu penting dan berartinya seorang ibu. Sehingga, dalam pandangannya, Rahmat menilai bahwa para ibu adalah pilar ataupun tiang-tiang sebuah negara.

Rahmat juga menyadari bahwa terkadang kesulitan ekonomi dan kondisi keluarga sering memaksa seorang ibu untuk bekerja dan membantu para suami untuk menopang kebutuhan keluarga. Dalam kondisi seperti ini, diakui bahwa perhatian dan energi kasih sayang para ibu yang seharusnya tercurah kepada anak-anak mereka menjadi terabaikan.

Oleh karenanya Rahmat mengharapkan agar pemerintah Indonesia semakin fokus untuk mensejahterakan masyarakat.

Selanjutnya, Rahmat meminta keseriusan pemerintah untuk memperhatikan upayaupaya peningkatan kualitas perempuan Indonesia.

Sedangkan kepada para ibu yang berkarir di luar rumah, Rahmat menghimbau agar para ibu pekerja senantiasa mempunyai pemahaman dan kesadaran akan ketinggian arti dan peran dari keberadaan mereka dalam membentuk masa depan generasi muda.

Dengan demikian para ibu yang bekerja di luar rumah tetap tidak melupakan nilai penting dari sebuah keluarga dan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap dapat memberikan perhatian kepada anak-anak mereka.

Dalam puncak acara peringatan Hari Ibu ke-83 tahun 2011, Ketua Penasehat Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Sumut Sutias Handayani Gatot Pujo Nugroho menceritakan sejarah singkat mengenai Hari Ibu. Disampaikan bahwa sejarah singkat Hari Ibu berawal dari gema Sumpah Pemuda dan alunan lagu Indonesia Raya pada tanggal 28 Oktober 1928 pada Kongres Pemuda Indonesia.

Selanjutnya atas prakarsa para perempuan pejuang kemerdekaan pada tanggal 22-25 Desember 1928 diselenggarakan Kongres Perempuan Indonesia pertama kali di Yogyakarta.

Salah satu keputusan dalam kongres tersebut adalah dibentuknya satu organisasi federasi yang mandiri dengan nama Perserikatan Perkoempoelan Perempuan Indonesia (PPPI). Selanjutnya, pada saat Kongres Perempuan Indonesia ke-3 yang diadakan di Bandung pada tahun 1938 ditetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu yang merupakan Hari Nasional bukan Hari Libur. (adl/ila)

Natal di PT HDTI Berlangsung Hikmat

MEDAN- Management PT Hotel Danau Toba International (PT HDTI), mengadakan perayaan Natal, bersama anak-anak panti asuhan dan tuna netra yang ada di Kota Medan dan sekitarnya, Senin (19/12).

Acara yang berlangsung di Royal Room HDTI Medan itu berlangsung hikmad. Setiap anak panti asuhan dan tunanetra, memberikan pujian-pujian yang indah. Indri Pardede, selaku Pimpinan PT HDTI mengatakan, acara ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama karyawandanberbagikasihkepadaanakanak panti asuhan dan tunanetra.

“Setiap manusia berhak untuk gembira, apalagi anak-anak ini, mereka sama seperti kita, jangan karena mereka berbeda fisik dengan kita , lantas kita jauhi. Tuhan lebih senang dengan anak-anak yang polos kerena mereka belum tahu dosa. Untuk itu, marilah kita bersama- sama memperhatikan anak-anak ini, karena mereka layak di hadapan Tuhan,” ujarnya.

Lanjutnya, bukan hanya di perayaan Natal saja pihak PT HDTI berbagi dengan anak-anak dari panti asuhan, pada bulan Ramadhan lalu, pihaknya juga membuat acara untuk berbagi dengan kaum dhuafa. Yang juga mengundang beberapa anak panti asuhan. “Hal ini kami lakukan supaya hubungan masyarakat dan HDTI semakin dekat,” tambahnya.

Jadi, sambungnya, masyarakat bukan hanya mengenal HDTI, tapi karyawannya juga,.

Karena PT. HDTI memegang prinsip, bila manusia berbuat baik maka rezeki akan dibukakan Tuhan. Pada acara itu, anak -anak dari Panti Asuhan Yapentra menyanyikan lagu berjudul “Drummer Child”. Ketika mereka menyanyikan lagu rohani itu, suasana begitu haru. Bagaimana tidak, anakanak yang cacat (buta) dengan semangat dan suara yang lantang membawakan lagu tersebut dengan merdunya. Setelah mereka, giliran anak Panti Asuhan Raphael membawakan pujian dengan judul “Jalan Tuhan Tak Terselami” dan selanjutnya diikuti oleh anak-anak dari Panti Asuhan Elida dan Bait Allah.

Perayaan Natal yang mengangkat tema “Berbahagialah orang yang murah hatinya karena mereka akan beroleh kemurahan” itu, digunakan DR Surya Indriani Pardede, untuk menyampaikan pesannya kepada undangan yang hadir. Dikatakannya, walaupun Yesus lahir di palungan, di kandang domba, tetapi seluruh dunia merayakannya.

Dia datang untuk semua umat manusia, tidak memandang warna kulit dan derajat. Semua manusia sama dimata Tuhan. (rel/ndi)

Villarreal Keok, Garrido Didepak

VILLARREAL – Villarreal akhirnya kehilangan kesabaran terhadap Juan Carlos Garrido. Kapal Selam Kuning -sebutan Villarreal- mendepak Garrido hanya selang beberapa jam setelah tersingkir di babak 32 besar Copa del Rey kemarin.

Bertanding di kandang sendiri, El Madrigal, Villarreal keok 0-2 dari klub Segunda Division B (kasta ketiga kompetisi di Spanyol) Mirandes lewat gol yang diborong Pablo Infante masingmasingpadamenitke- 60danke-87. Itumembuat Villarreal tersisih dengan agregat 1-3.

Pemecatan Garrido bukan semata karena kegagalan di Copa del Rey, melainkan lebih karena akumulasi hasil buruk sejak awal musim. Di Liga Primera, Villarreal terpuruk di peringkat ke-17 atau satu tingkat di atas zona degradasi. Sedangkan di Liga Champions, finis juru kunci di fase grup setelah selalu kalah dalam enam laga.

Garrido sadar telah gagal memberikan hasil terbaik bagi Villarreal. Entrenador 42 tahun itu pun tidak terkejut ketika Presiden Villarreal Fernando Roig menjatuhkan vonis pecat kepadanya.

“Presiden Villarreal mendatangi saya dan memberi tahu mengenai pemutusan hubungan kerja. Saya merespons dengan mengukurkan tangan saya dan mengatakan kepadanya apabila saya bisa mengerti,” kata Garrido sebagaimana dilansir Marca. (dns/ jpnn)

Menangi Event Modeling, Ingin Jadi Model Gadis Sampul

Mutiara Wahyu Oetaviani Lubis

Mutiara Wahyu Oetaviani Lubis (10), kelahiran Pematangsiantar, 1 Oktober 2001, dan kini duduk di vangku kelas V Sekolah Dasar At- Taqwa Muhammaddiyah di Jalan SM Raja Kota Tebing Tinggi ini, terus berupaya meraih impiannya menjadi seorang model terkenal.

GADIS cilik yang akrab disapa Muti ini, mulai mencintai dunia modeling sejak kelas III SD. Dengan bakatnya itu, dia selalu menjadi juara I di setiap event pertandingan model di berbagai daerah di Sumut.

Ditemui Sumut Pos di rumahnya, di Jalan Kapten Tandean, Kota Tebing Tinggi, Minggu (18/12) pagi, Muti langsung melempar seyuman manis kepada wartawan koran ini.

Dengan keindahan lesung pipi diwajahnya, gadis belia berparas cantik berkulit putih serta memiliki body languid setinggi 120 cm, dan rambut hitam lurus terurai panjang sebahu, menambah cantik penampilan gadis cilik, yang mengaku sudah mejadi modeling untuk tingkat Kota Tebing Tinggi dan beberapa daerah Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara.

Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Rani Idris Lubis (41) dan Sri Delima (37) yang sehari-hari bekerja sebagai penjual buku bekas dan komik ini, terus mendukung anaknya untuk menjadi gadis modeling. Tetapi, diselasela padatnya manggung, Muti tetap bisa membagi pelajaran sekolah dan kegiatan diluar sekolah.

Saat disapa dan diberi beberapa pertanyaan terkait hobynya, Muti tersenyum manis sembari menjawab pertanyaan dengan bijak.

Dikatakan Muti, dirinya tertarik mencintai dunia modeling, terinspirasi kerabatnya di Pematangsiantar yang menjadi model cilik.

“Sejak kelas III SD, Muti mulai menekuni dunia modeling, itupun dengan bimbingan kedua orangtua, juga tidak terlepas dari binaan Fame Agensi selaku pembina,” ucap Muti.

“Setiap ada acara di televisi tentang peragaan modeling, saya tetap memperhatikannya dengan tekun. Saya terinspirasi ingin menjadi seperti model di telivisi itu, itulah yang mendukung saya untuk terus bisa menjadi gadis sampul di sebuah majalah,” sambung Muti yang bercita-cita menjadi pramugari.

Untuk pelajaran disekolahnya, Muti mengaku tidak terganggu dengan kativitas diluar jam pelajaran sekolah seperti mengikuti les modeling. Les tambahan disekolahnyapun terus diikutinya.

Memang Muti mengaku sering merasa kecapain, tetap itu semua dilakukan demi cita-citanya kedepan untuk bias membantu orang tuanya. “ Disekolah saya tetap meraih peringkat 1-3 setiap kenaikan kelas mulai sejak dari kelas satu sekolah dasar,” ucap Muti.

Sementara hasil prestasi yang diraih Muti disekolahnya didunia pendidikan, berhasil keluar sebagai juara I Kinder Garden II, Juni 2010, juara III Junior A One Stop Education di bulan yang sama, dan juara II Coloning Competition di bulan Agustus 2011.

Untuk Modeling, Mutia banyak meraih prestasinya untuk tingkat Kota Tebing Tinggi dan tingkat Kabupaten/ Kota lainnya, seperti harapan III Fashion Show Goldes tahun 2011, Juara II Top Model Shopie Martin Oktober 2011 di Tebing Tinggi, juara II Top Model Kokopeli Oktober 2011 di Tebing TingTinggi, harapan I Top Model Goldes 2011 di Kota Kisaran, Juara II Top Modeling (festival kreasi fashion budaya pemuda) 2011 di Kota Tebing Tinggi, Juara II Top Model Busana Muslim 2011 dan Juara I Top Model Shopie Paris di Serdang Bedagai untuk katagori tingkat usia 5-13 tahun pada tanggal 11 Desember 2011 lalu.

Dalam berpose dan saat melakukan penampilan diatas panggung, Muti mengaku sudah biasa dan tidak demam panggung. Mula-mula, sebutnya, dia gerogi diatas panggung saat tampil perdananya.

“Karena sekarang sudah biasa diatas panggung, jadi biasa aja, yang terpenting dalam berpose kita harus punya iner (aura) dihadapan penonton atapun juri,” kata Muti tertawa manja.

Untuk penampilannya, Muti mengaku, mulai dari tata rias wajah, rambut serta kostum pakaian yang digunakan, dia memilih sendiri pakaian yang pantas dikenakan. “Kalau untuk tampilan rias wajah, Muti tidak mau terlihat norak, tetapi bisa memancarkan aura bagi penonton,” lugas Muti. (*/mag-3)