29 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 14113

Gatot Akui Kelemahan Pemprovsu

20 Hektar Aset Pemprovsu Dijual Rp16 M

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mengakui kelemahannya, terutama dalam pemenuhan kuota 20 persen anggaran belanja fungsi pendidikan. Bila hal tersebut dibandingkan dengan pemerintah Kabupaten/kota.

Pemprovsu beralasan, selain dibatasi kewenangan, hal terjadi karena Pemprovsu juga harus memprioritaskan penganggaran kegiatan penanganan infrastruktur jalan dan jembatan. Dua hal tersebut membutuhkan penyediaan dana dalam jumlah besar.

Pengakuan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho saat membacakan Nota Jawaban Gubernur Sumatera Utara terhadap Pemandangan Umum Anggota Fraksi-fraksi DPRD Provsu tentang Nota Keuangan dan Ranperda APBD Provsu Tahun Anggaran 2012, Senin (19/12) di Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan.
Kendati demikian, Gatot berjanji Pemrovsu akan mampu memenuhi kuota anggaran 20 persen untuk pendidikan, sesuai amanah undang-undang. Hal itu akan mudah tercapai hanya dengan menganggarkan gaji dan tunjangan guru PNS di daerah. “Namun demikian, Pemrovsu akan terus berupaya meningkatkan anggaran fungsi pendidikan secara terarah sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi yang berkembang,” ujar Gubsu.

Jawaban tersebut menanggapi pemandangan umum Fraksi Demkorat dimana sesuai amanah undang-undang, pemerintah berkewajiban memenuhi alokasi 20 persen anggaran bagi sektor pendidikan dari total jumlah APBD.
Gatot menjelaskan bahwa Pemrovsu telah berupaya memenuhi ketentuan dimaksud. Tidak hanya melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang melaksanakan fungsi pendidikan, juga menganggarkan bantuan keuangan kepada kabupaten/kota untuk kegiatan yang berhubungan dengan sektor pendidikan. Selain itu, menganggarkan belanja hibah dan bantuan sosial kepada lembaga/organisasi yang berorientasi pada bidang pendidikan. Semua telah diupayakan walaupun secara jumlah keseluruhan juga belum mencapai 20 persen dari jumlah anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2012.

Untuk pembangunan dan perawatan infrastruktur, lanjut Gatot, Pemprovsu berkewajiban menganggarkan belanja bagi hasil pajak kepada kabupaten/kota, pemberian bantuan keuangan kepada kabupaten/kota dalam mendukung pencapaian target pembangunan dan penyediaan layanan bagi masyarakat yang juga memerlukan biaya yang cukup besar pula.

Salah satu hal mendesak untuk dipenuhi adalah tuntutan masyarakat akan perbaikan kualitas infrastruktur jalan yang juga menjadi prioritas  Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hal ini seiring dengan semakin meningkatnya pembiayaan perbaikan infrastruktur jalan dari tahun ke tahun.

“Perbaikan kualitas jalan tidak cukup hanya mengandalkan alokasi dana APBD yang jumlahnya terbatas. Ke depan pembiayaan dari pusat dan peran pelaku industri dalam bentuk kerjasama bisa menjadi pemikiran bersama,” ungkap Gubsu.

Selama dua tahun ke depan, katanya, penanganan infrastruktur jalan diprioritaskan pada pemeliharaan ruas-ruas jalan agar kualitasnya tidak mengalami penurunan.

Dia menjelaskan selama 7 (tujuh) tahun terakhir panjang ruas jalan provinsi tidak mengalami penambahan. Hal ini menunggu perubahan status fungsi jalan nasional yang baru pada akhir tahun 2010, maka ruas jalan provinsi akan mengalami perubahan juga. Diharapkan, awal 2012 ruas jalan provinsi bertambah 287,40 km yakni yang semula 2.752,4 km menjadi 3.039,8 km.

20 Hektar Dijual Rp16 M

Gatot juga membeber pengalihan kepemilikan 20 hektar aset pemprovsu di Jalan Wiliam Iskandar, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan. Lahan itu ternyata sudah dilepaskan dengan cara ganti rugi kepada PT Pembangunan Perumahan, pada 1997 lalu. Tetapi dari PT PP, lahan itu dilego ke pihak ketiga dan dibagun perumahan mewah.

Gatot mengungkapkan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubsu No.593.4/239/K/1983 tentang penunjukan peruntukan beberapa bidang tanah eks HGU PTPN IX di Medan Estate, diperuntukkan bagi perkantoran Gubsu semula seluas 45 hektar. Namun pada Tahun 1996 lalu, Gubsu membutuhkan dana guna penyelesaian pembangunan kantor Gubsu di Jalan Diponegoro, Medan. Atas dasar itu, berdasarkan SK Mendagri No.593.22-056 tanggal 21 Januari 1997 tentang pengesahan pelepasan tanah Pemprovsu kepada PT Pembangunan Perumahan (PP) Cabang I dengan pembayaran ganti rugi seluas 20 hektar.

“Pelepasan itu tertuang dalam berita acara serah terima tanah No 593/6714/17/BA/1997 tanggal 5 Mei 1997 antara Pemda Tk I Sumut dengan PT PP,” ungkap Gatot di hadapan rapat paripurna DPRD Sumut.

Gatot menegaskan, tanah seluas 25,51 hektar dengan sertifikat No. AJ.574022 di Jalan Willem Iskandar tersebut masih menjadi aset Pemprovsu. Dan lahan tersebut terdaftar pada buku inventaris Biro Perlengkapan dan Pengelolaan Aset, dimana saat ini telah berdiri komplek perkantoran Pemprovsu.

“Jadi pembangunan perumahan mewah yang berada di belakang komplek perkantoran itu (seluas 20 hektar) bukan lagi milik Pemprovsu,” akunya.

Dalam SK Mendagri No 593.22-056 tanggal 21 Januari 1997 itu, telah disepakati nilai ganti rugi yang dibayarkan atas pelepasan lahan 20 hektar itu senilai Rp16,11 miliar.

Nominal tersebut telah dianggap berdasarkan hasil penaksiran yang dilakukan tim penaksir harga tanah, sesuai berita acara penaksiran harga tanah yang akan dilepaskan No.593.33/16749.

Kemudian, pelepasan lahan ini juga mendapat persetujuan dari DPRD Sumut sesuai Surat Keputusan (SK) DPRD Sumut No.14/K/1996 tanggal 19 November 1996.

Mengenai hal itu, sejumlah anggota Komisi C DPRD Sumut mulai bersuara, antara lain anggota Komisi C DPRD Sumut dari Fraksi Golkar dan PAN yakni, Mulkan Ritonga dan Muslim Simbolon. Muslim Simbolon menyatakan, memang pengalihan aset itu dari pemerintah ke pemerintah Pemprovsu ke PT PP (BUMN).  Namun masalahnya, PT PP kemudian melakukan kerjasama dan menjual lahan itu pada pihak lain. Karena kerjasama itu, akibatnya lahan tersebut berubah peruntukannya. Padahal sesuai pelepasan dari PTPN IX, lahan itu untuk fasilitas pendidikan, sosial dan pemerintah. Bukan sarana komersil.

“Komisi C akan memanggil PT PP untuk mendudukkan persoalan ini. Seperti apa kronologisnya, sehingga itu bisa beralih pada pihak ketiga. Kami menilai, PT PP tahu persis apa yang terjadi dalam pengalihan tanah ini. Kenapa bisa dialihkan ke pihak lain yang akhirnya menyalahi peruntukan pelepasan,” ungkapnya.

Lebih jauh Mulkan Ritonga mengatakan, persoalan penjualan lahan ini patut ditelusuri. Sebab berdasarkan informasi yang ia peroleh, lahan yang saat ini telah dikelola pengembang di Jalan Williem Iskandar atau Jalan Pancing tersebut diperoleh pengembang dari proses lelang di Kantor Lelang Negara.

“Data yang kami dapat ini, menjadi bahan untuk penelusuran itu. Bagaimana lahan itu bisa dilelang? Kami akan menelusurinya dari proses awal pelepasan itu,” tukasnya.

Saat ini yang harus diungkap adalah bagaimana lahan tetap berada dalam satu pagar lahan milik Pemprovsu. Kata dia, orang-orang yang terlibat dalam proses pelepasan ke PT PP, yang saat ini masih ada, diharapkan bisa menjelaskan itu.(ari)

Pengamanan Natal Diminta Libatkan Warga Muslim

JAKARTA- Direktur Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kemendagri, Tanribali Lamon
berharap pengamanan Natal meniru model yang diterapkan di Manado, Sulut. Di sana, pengamanan tempat-tempat ibadah saat Natal melibatkan warga muslim.

“Kita berharap semua pihak menciptakan kerukunan umat beragama. Ada contoh di beberapa daerah. Di Manado, umat muslim menjaga gereja saat Natal,” ujar Tanribali Lamo di Jakarta, Senin (19/12).

Ditanya apakah ada indikasi potensi kerawanan menjelang dan saat Natal tahun ini, Tanri enggan menjawab. “Itu kewenangan kepolisian,” ujarnya.

Mengenai model pengamanan Natal di Manado, Pdt Patris Pangalia menjelaskan, memang setiap Natal di Manado, tidak pernah pengamanannya melibatkan kepolisian. Pasalnya, warga umat muslim secara sukarela memberikan pengamanan di gereja-gereja.

“Saudara-saudara umat muslim mengajukan pengamanan ke pihak gereja. Malah tidak ada polisi,” ujar Pdt Patris, asal Manado, kepada koran ini.

Umat muslim yang secara sukarela itu tidak membawa atribut ormas-ormas Islam tertentu. “Mereka hanya mengenakan kopiah, sarung, baik yang tua maupun muda-mudi,” terang Patris.

Dijelaskan Patris, model pengamanan Natal di Manado ini sudah berlangsung bertahun-tahun. “Sejak ada kerusuhan di Ambon,” ujarnya. Saat lebaran, imbuhnya, umat Kristiani secara sukarela giliran menjaga masjid-masjid. (sam)

Anggap Tarian Bukan Makanan, tak Mau Bikin Franchise

Ultah ke-55 Namarina, Sekolah Balet Tertua di Asia Tenggara

Sudah 55 tahun sekolah tari dan balet Namarina berdiri. Selama itu pula, sekolah balet terua di Asia Tenggara tersebut mencetak ribuan penari. Sabtu (17/12) dan Minggu (18/12) mereka merayakan 55 tahun usianya dengan menggelar drama tari dan musikal. Vicky Burky adalah salah satu ikon tari hasil gemblengannya.

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

KARINA sedang galau. Gadis manis yang masih duduk di bangku SMU itu bingung bukan buatan. Di satu sisi, dia senang karena mendapat beasiswa untuk sekolah balet di Amerika Serikat. Di sisi lain, sang ibu menghendakinya untuk fokus di sekolah. “Ibu tidak mau kamu terlalu serius di tari,” kata Vita Soebais yang berperan sebagai ibunda Karina.
Gadis berambut panjang itu sedih. Menjadi penari adalah mimpinya. Tapi, dia juga tidak ingin mengecewakan orang tua semata wayangnya. Dengan berat hati Karina akhirnya mengurungkan niat menjadi penari.

“Tapi, saya berjanji. Tidak akan ada lagi anak-anak Indonesia yang gagal menjadi penari. Saya akan mendirikan sekolah tari,” kata Karina lantas dipeluk belasan teman dekatnya dengan haru.

Kisah tersebut menjadi plot drama tari musikal berjudul Dream On yang digelar sekolah tari dan balet Namarina di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Sabtu (17/12) malam. “Ini kisah tentang mimpi, keputusan, dan sikap kita terhadap keputusan-keputusan hidup kita,” kata Pimpinan Sekolah dan Direktur Artistik Maya Tamara saat ditemui seusai acara.

Suguhan drama tak hanya tari balet. Juga ada tari tradisional seperti tari ondel-ondel dan tari saman khas Aceh. Tari modern seperti breakdance, cheerleading, bahkan tari samba dari Brasil juga disajikan. Tak heran, rangkaian drama tari berdurasi tiga jam itu menyita perhatian penonton hingga akhir acara.

Acara itu didukung berbagai penari. Mulai Namarina Youth Dance, murid-murid pilihan Namarina dari tingkat mahir, dan penari profesional Indonesia dari beragam disiplin tari. Sejumlah artis kondang juga ikut memeriahkan. Di antaranya, artis senior Niniek L. Karim yang berperan sebagai Karina dewasa, Vicky Burki sebagai guru drama, dan presenter infotainment Feny Rose sebagai guru pengurus audisi bakat. Vicky dan Feny merupakan produk asli Namarina.

Sambutan terhadap drama tersebut sangat meriah. Ratusan peserta sudah antre setengah jam sebelum pertunjukan dimulai. Tribun penonton tiga lantai terisi penuh. Kursi-kursi kosong hanya tersisa di pojok-pojok sisi kanan dan kiri tribun. Maklum, view dari dua tempat tersebut tidak sempurna untuk menghadap ke panggung.

Namarina merupakan sekolah tari dan balet yang didirikan mendiang Nanny Lubis pada 31 Desember 1956. Saat ini tongkat estafet digantikan putri Nanny, Maya Tamara. Di Asia Tenggara, Namarina merupakan sekolah balet tertua.
Sejatinya sekolah tersebut tidak hanya tempat belajar tari modern dan balet. Juga diajarkan musik jazz dan kebugaran alias fitness.

Maya menuturkan, setelah lebih dari setengah abad berdiri, sekolah mereka cukup kerepotan menerima murid baru. Setiap bulan lebih dari 50 siswa baru mendaftar. Padahal, mereka sudah memiliki enam cabang yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Bintaro, dan Jakarta Pusat. Di antaranya di Pondok Indah, Tebet, dan Kebayoran.
Kendati sudah sangat dikenal, Maya tidak terlalu berpikir untuk memperluas sekolah. Apalagi, membuka cabang-cabang model franchise alias waralaba. Menurut dia, tari balet tidak bisa disamakan dengan model wirausaha yang sedang booming itu. “Memangnya ini makanan, mau ada franchise-nya,” katanya lantas terkekeh.

Menurut Maya, mengajar tari tidak sama dengan berdagang. Sebab, mengajar memerlukan pendekatan khusus. Kualitas guru tari juga sangat menentukan keberhasilan siswa menguasai balet. Guru tari yang dimiliki Namarina harus melalui serangkaian standar sebelum bisa menjadi guru.

“Ini soal SDM (sumber daya manusia, Red). Tidak bisa kami membuka cabang di mana-mana. Nanti kualitasnya bagaimana?” kata orang Indonesia pertama yang menerima sertifikat dari The Royal Academy of Dancing, London, Inggris, itu. “Tapi, saya sih berharap kami bisa bikin sekolah kejuruan tari di masa depan,” imbuhnya.
Maya mengakui, selama ini balet telanjur dianggap seni kelas tinggi. Para penggemarnya datang dari kalangan menengah ke atas. Tapi, dia menampik anggapan tersebut. Menurut dia, semua orang bisa berlatih balet dengan biaya murah. Bahkan, banyak tari lain dengan harga kursus yang lebih mahal daripada tari balet.

Perempuan 51 tahun itu menambahkan, tari balet sejatinya sangat bermanfaat bagi kesehatan. Khususnya, untuk membentuk postur badan. Mereka yang rutin berlatih balet terlihat dari fisik yang tidak membungkuk, tegap, dan anggun. “Kalau soal kesehatan tidak usah ditanya. Banyak kalori yang terbakar,” katanya.

Maya menuturkan, balet untuk putri sebaiknya dimulai sejak usia lima tahun. Sebab, saat itulah tulang dan postur mereka bisa dibentuk sejak dini. Jika agak tua, proses pembentukan karakter balet agak sulit. Lain dengan lelaki. Mereka bisa mulai belajar tari di usia dewasa. “Tapi, harus benar-benar niat serius dan sangat mencintai balet,” kata Maya mewanti-wanti.

Ibu dua anak itu menuturkan, melatih balet pada anak lima tahun susah-susah gampang. Seorang guru balet juga harus bisa ngemong saat mereka rewel. Tapi, kata dia, tidak perlu terlalu repot membujuk mereka agar mau berlatih dansa.
“Kalau mereka rewel atau ngambek, biarkan saja. Mereka akan melihat teman-temannya menari. Nanti pasti ikut-ikut sendiri,” katanya.

Beberapa kerepotan saat melatih anak-anak menari balet adalah mereka menolak mengikuti instruksi. Selain itu, mereka menangis dan memaksa pulang. Ada pula balerina kecil itu yang tidak mau masuk ruang latihan.
Perempuan yang ikut menyumbang koreografi untuk Senam Kebugaran Jasmani (SKJ) bagi dewasa dan anak itu menambahkan, mengajar anak menari ada tahapnya. Para guru tidak bisa langsung mengajarkan teknik. Pengajaran tari balet harus diawali permainan.

Setelah itu, baru mengenalkan siswa dengan ritme dan gerakan-gerakan simpel. Jika sudah menguasai, mereka tinggal melatihnya ke level selanjutnya seperti jongkok dan lompat.

Jika calon balerina sudah melampaui tahap itu, selanjutnya bisa sangat gampang. Sebab, kecintaan mereka kepada balet sudah terbentuk. Karena dimulai sejak usia dini, balet sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Tinggal mereka mengasahnya lagi dengan teknik dan latihan rutin.

Maya mengakui, tari sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak ragam tari yang diperkenalkan kepada masyarakat. Misalnya, breakdance dan joget hip hop. Tapi, Maya tidak pernah khawatir. Dia tidak pernah melihat mereka sebagai pesaing.

Peraih Indonesian Fitness Leader of the Year dari lembaga fitness profesional di Australia itu mengungkapkan, semakin banyak genre tari bermunculan justru menyenangkan dirinya. Itu berarti para pencinta tari semakin banyak.
“Balet sudah sangat tersegmentasi. Penggemarnya dari kalangan yang sangat tertentu. Justru kalau ada genre baru, semakin kaya khasanah tari kita,” katanya lantas tersenyum. (c2/lk/jpnn)

Miss Indonesia 2012 Medan Kirim 18 Wakil

MEDAN-Pencarian Miss Indonesia 2012 yang memiliki syarat MISS (Manner, Impresive, Smart and Social) telah dilakukan di kota Medan beberapa waktu lalu. Dari seleksi yang dilakukan di Grand Swiss-Bel Hotel, ada 87 peserta yang mengikuti audisi dan 18 orang diantaranya lolos mengikuti proses selanjutnya.

Marcomm Dept RCTI Miss Indonesia Sari Rachtia, Senin (19/12), mengatakan, para peserta audisi Miss Indonesia di Medan mengikuti beberapa tahapan, mulai dari pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan, registrasi, mengisi beberapa pertanyaan soal wawasan dan pengetahuan umum, serta interview dengan juri.

“Jadi, dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi tersebut, yang memenuhi syarat hanya 87 peserta. Lalu, bagi mereka yang lolos dari proses penjurian masuk ke tahap video booth. Sedangkan untuk mereka yang tidak memenuhi syarat dasar yakni tinggi minimal 167 cm, tidak dapat mengikuti audisi. Jadi dari Kota Medan terpilih sebanyak 18 peserta yang lolos dan nantinya diadu lagi dengan peserta dari daerah lain,” jelas Sari Rachtia.

Menurutnya, proses audisi Miss Indonesia ini memang berbeda dari ajang lain. Di sini, panitia benar-benar selektif dan objektif mencari sosok Miss Indonesia, karena di ajang Miss World persyaratan tinggi badan adalah mutlak. Seperti diketahui, pemenang Miss Indonesia 2012 akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss World 2012.

“Ke-18 peserta yang telah lolos kemarin akan dipertandingkan lagi dengan peserta dari tujuh kota lain seperti Makassar, Manado, Semarang, Surabaya, Bali, Bandung dan Jakarta melalui proses penjurian nasional pada 14 Maret 2012 di Jakarta,” ucapnya.

Dia mengimbau, ke-18 peserta yang baru lolos tahap penjurian lokal di Medan ini, diharapkan mempersiapkan diri untuk menjalani seleksi dengan peserta dari daerah lain. “Nantinya dipilih sebanyak 33 finalis yang akan mengikuti proses karantina dan menjadi Miss Indonesia 2012,” beber Sari Rachtia. (mag-11)

Miss Indonesia 2012 Medan Kirim 18 Wakil

MEDAN-Pencarian Miss Indonesia 2012 yang memiliki syarat MISS (Manner, Impresive, Smart and Social) telah dilakukan di kota Medan beberapa waktu lalu. Dari seleksi yang dilakukan di Grand Swiss-Bel Hotel, ada 87 peserta yang mengikuti audisi dan 18 orang diantaranya lolos mengikuti proses selanjutnya.

Marcomm Dept RCTI Miss Indonesia Sari Rachtia, Senin (19/12), mengatakan, para peserta audisi Miss Indonesia di Medan mengikuti beberapa tahapan, mulai dari pengukuran tinggi badan, pengukuran berat badan, registrasi, mengisi beberapa pertanyaan soal wawasan dan pengetahuan umum, serta interview dengan juri.

“Jadi, dari ratusan peserta yang mengikuti seleksi tersebut, yang memenuhi syarat hanya 87 peserta. Lalu, bagi mereka yang lolos dari proses penjurian masuk ke tahap video booth. Sedangkan untuk mereka yang tidak memenuhi syarat dasar yakni tinggi minimal 167 cm, tidak dapat mengikuti audisi. Jadi dari Kota Medan terpilih sebanyak 18 peserta yang lolos dan nantinya diadu lagi dengan peserta dari daerah lain,” jelas Sari Rachtia.

Menurutnya, proses audisi Miss Indonesia ini memang berbeda dari ajang lain. Di sini, panitia benar-benar selektif dan objektif mencari sosok Miss Indonesia, karena di ajang Miss World persyaratan tinggi badan adalah mutlak. Seperti diketahui, pemenang Miss Indonesia 2012 akan menjadi wakil Indonesia di ajang Miss World 2012.

“Ke-18 peserta yang telah lolos kemarin akan dipertandingkan lagi dengan peserta dari tujuh kota lain seperti Makassar, Manado, Semarang, Surabaya, Bali, Bandung dan Jakarta melalui proses penjurian nasional pada 14 Maret 2012 di Jakarta,” ucapnya.

Dia mengimbau, ke-18 peserta yang baru lolos tahap penjurian lokal di Medan ini, diharapkan mempersiapkan diri untuk menjalani seleksi dengan peserta dari daerah lain. “Nantinya dipilih sebanyak 33 finalis yang akan mengikuti proses karantina dan menjadi Miss Indonesia 2012,” beber Sari Rachtia. (mag-11)

Pesawat Cessna Jatuh di Pinggir Pantai

JAKARTA-Sebuah pesawat latih Cessna milik Wings Flying School (WFS), yang merupakan sekolah pilot untuk maskapai Lion Air, Senin (19/12) siang jatuh di pinggiran pantai Cirebon. Dua orang penumpangnya, yaitu siswa dan instruktur, selamat tanpa mengalami luka berarti.

Kapolres Kabupaten Cirebon, AKBP Hero Henrianto Bachtiar mengatakan, pesawat tersebut ditumpangi, Pilot Kapten Dolly Nicodemus Pasaribu dan siswa penerbang Adrian Farhan.

Menurutnya, pesawat yang jatuh ditemukan di tepi Pantai Bungko Lor, Cirebon, Jawa Barat. Saat ditemukan, posisi pesawat dalam keadaan terbalik. “Jatuhnya di tepi pantai. Sekitar 5 km dari jalan raya. Dilaporkan terbalik di tepi Pantai Bungko Lor,” kata Hero Henrianto Bachtiar.

Pesawat berjenis 172 ini berisi 2 kru dan keduanya ditemukan dalam kondisi selamat.

“Tadi kantor pusat sudah telepon ke yang bersangkutan, dua-dauanya selamat tanpa luka yang berarti. Ya mungkin cuma syok saja karena kecelakaan itu jadi mereka butuh ketenangan, istirahat beberapa waktu,” ujar Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat dikonfirmasi mengenai hal itu.

Hingga kemarin  badan pesawat masih dibiarkan teronggok di pinggir pantai dan dijaga oleh aparat keamanan.
Sementara dua orang penumpangnya sudah dievakuasi untuk memulihkan kondisinya. Menurut Edward, pihkanya memang sengaja tidak mengotak-atik pesawat tersebut meski kedua penumpangnya sudah dievakuasi. Sebab hal itu akan menyalahi aturan yang berlaku. (wir/jpnn)

Boleh Rawat Jalan Nunun Kembali ke Pondok Bambu

JAKARTA-Azan Maghrib berkumandang saat Nunun Nurbaeti, tersangka KPK dalam kasus suap pemilhan DGS BI, melenggang keluar dari RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu berjalan sendiri didampingi oleh dua penyidik wanita KPK yang mengenakan jilbab. Di belakangnya, sang putra Adri Daradjatun yang mengenakan baju putih mendampingi.

Nunun tadi malam dipastikan sudah sampai di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur untuk ditahan kembali setelah dibantarkan. Dirawat selama lima hari, sosialita yang terakhir kabur ke Thailand ini dinyatakan siap rawat jalan.

“KPK sudah bisa melakukan pemeriksaan,” ujar Kepala RS Polri Brigjen Budi Siswanto pada wartawan (19/12). Nunun dinyatakan mengalami gangguan kecemasan secara berlebihan. “Ada juga vertigo dan gangguan pada tekanan darah,” katanya.

Nunun juga sudah diperiksa oleh dokter spesialis neurology (syaraf). Hasilnya, dinyatakan pernah mengalami riwayat stroke ringan.

“Ada penurunan ingatan, tapi masih bisa mengingat,” katanya.

Penyakit yang diderita Nunun menurut jenderal polisi bintang satu ini lazim menyerang wanita seusianya.
“Kami cek fungsi organ lain seperti ginjal dan jantung baik baik saja. Jadi, ini lebih ke masalah kejiwaan, semacam depresi akibat kecemasan yang berlebihan,” katanya.

Apakah itu membuktikan bahwa Nunun merasa terancam jiwanya? Dokter Heni, staf RS Polri yang memeriksa kejiwaan Nunun mengaku belum bisa memastikan. “Kecemasan itu bisa muncul dan dipicu dari beragam faktor,” jelas Heni.
Yang jelas, dari sisi memori, Nunun masih lupa-lupa ingat. “Saat kami tanya soal kepergiannya di Thailand, masih bisa jawab. Nama-nama keluarganya yang datang juga hafal semua,” katanya.

Nunun dirawatinapkan di RS Polri setelah kondisinya memburuk saat akan menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (12/12/2011).

Ia dilarikan ke Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Kuningan, Jakarta Selatan, untuk menjalani CT-scan sebelum dipindahkan ke RS Polri pada malam harinya.(rdl/jpnn)

Puluhan Warga Keracunan Amoniak

LHOKSEUMAWE- Sedikitnya 45 warga Tambon Baroh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara terpaksa dilarikan ke klinik PT PIM, Minggu (18/12) sekitar pukul 21.45 WIB, akibat terhirup gas amoniak yang dilepaskan oleh PT PIM.
Informasi yang dihimpun puluhan korban sempat dirawat beberapa jam diklinik perusahaan tersebut dan akhirnya dipulangkan ke rumah masing-masing, setelah kondisinya membaik. Namun salah seorang warga, Suci (17) sampai saat ini masih dirawat di klinik karena kondisinya masih lemas.

Seorang warga mengaku, sesaat sebelum keracunan terdengar dentuman dari arah perusahaan, kemudian disusul bau menyengat, seperti biasa warga langsuung menghindar dengan berlari ke lokasi yang aman, namun bagi warga yang fisiknya lemah lang sung mengalami mual dan pusing-pusing.

“Saya kebetulan langsung mengambil handuk basah dan berlari ke desa tetangga, agar tidak terhirup amoniak, namun saya juga sempat dibawa ke klinik untuk diberi obat oleh petugas PT PIM,” ujar warga.

Humas PT PIM, Mustafa Tahir membenarkan ada terjadi pelepasan amoniak di katup karena saat itu terjadi peningkatan tekanan pada  PIM 1 yang memproduksi amoniak, bahkan ada kebocoran pada alat pendingin, bahkan sempat mengeluarkan api. Sementara pabrik langsung dimatikan untuk mencegah kebakaran besar dan dihidupkan kembali.
“Kita bertanggung jawab dengan semua insiden ini dan seperti sebelumnya warga yang menjadi korban amoniak tetap kita bantu sebagai,” pungkas Mustafa.(sjm/jpnn)

Korban Tewas tak Sampai 30 Orang

Kasus Pembantaian Warga Mesuji

JAKARTA-Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji kembali menggelar pertemuan di gedung Kemenkum HAM, kemarin (19/12). Dalam kesempatan tersebut, TGPF menerima kedatangan tim advokasi dari Lampung. Mereka memberikan sejumlah informasi kepada TGPF.

“Kami bertemu rekan dari Lampung untuk info awal. Tahapan kerja TGPF kan ada tiga, pertama ngumpulin data, informasi, keterangan sudah ada beberapa lembaga yang melakukan, kedua klarifikasi data, dan ketiga menyusun laporan,” beber Ketua TGPF Denny Indrayana di gedung Kemenkum HAM, Jakarta.

Dari perwakilan dari tim advokasi masyarakat Mesuji, Dedy Mawardi menuturkan pihaknya telah mendampingi kasus di Mesuji di PT Barat Selatan Makmur Investindo (BSMI) sejak 1996. Selama mengawal kasus tersebut, lanjut dia, pihaknya menemukan sejumlah indikasi pelanggaran HAM yang membawa jatuh korban meninggal. Namun, jumlah korban tak sampai 30 orang. “Ada pelanggaran HAM tapi jumlahnya tidak sampai sebanyak itu,” jelasnya.

Dedy menambahkan, saat ini masyarakat Mesuji hanya berharap TGPF bisa segera menyelesaikan permasalahan yang sudah berlangsung bertahun-tahun tersebut. “Masyarakat di sana berharapnya semua bisa diselesaikan dengan baik-baik,” imbuh dia.

Menanggapi laporan yang disampaikan tim advokasi tersebut, Wamenkum HAM menyatakan, akan mengolah segala data dan informasi yang masuk. Dia mengatakan pihaknya terbuka dengan segala informasi, karena itu pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan dari laporan awal tersebut.

“Terbuka dari masing-masing pihak, kita mengolah dahulu info yang masuk, jadi belum ada kesimpulan,” tambah Denny.

Terkait informasi korban pembantaian yang tidak sampai berjumlah 30 orang, Denny memaparkan pihaknya akan segera mengklarifikasi hal tersebut. “Itu yang kita sesalkan, kita akan klarifikasi,”imbuh dia.
Sementara, Mayjen (purn) TNI Saurip Kadi merasa gerah dengan bentuk respon pemerintah pasca terungkapnya kasus pembantaian petani di Mesuji, Lampung. (pri/ken/agm/jpnn)

Wafat, Kim Jong-il Digantikan Anak Korsel-Jepang Siaga Penuh

PYONGYANG – Seorang mantan dokter pribadi Kim Jong-il, sebagaimana dikutip The Guardian, pernah menyatakan  pemimpin Korea Utara (Korut) itu memiliki tim medis yang terdiri atas 200 dokter. Tugasnya, mengontrol makanan, minuman, dan kesehatan pria yang bertakhta sejak 1994 tersebut agar bisa berumur panjang.

Tapi, Kim tak bisa mencapai usia 70 tahun. Sabtu pagi lalu (17/12) pukul 08.30 (06.30 WIB), dalam sebuah perjalanan dengan kereta api (KA). Pemimpin yang takut bepergian lewat udara tersebut meninggal karena serangan jantung dalam usia 69 tahun. Jadilah 24 juta warga Korut menangisi kepergian pria yang diyakini memiliki tiga putra dan seorang putri dari satu istri dan tiga “selir” tersebut. Masa berkabung ditetapkan sampai (29/12) nanti dan pemakaman Kim dilangsungkan (28/12) mendatang.

Setelah Kim meninggal, putranya berusia 29 tahun, Jong-un  ditetapkan sebagai pengganti Kim. Bahkan, pada 2010 lalu Kim sudah mengkadernya dan menyematkan jenderal bintang empat dan diangkat menjadi wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja (satu-satunya partai di Korut).

Mengambil momentum itu, Korsel dan Jepang langsung menyiagakan penuh militernya, persis seperti kejadian 1994 lalu. Bahkan, Presiden AS Barack Obama,  Presiden Korsel Lee Myung-bak, dan Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda juga sepakat bekerja sama lebih erat dalam mengantisipasi perkembangan  Korut sebagai negara negara nuklir.

Meski rakyatnya kerap dihantam kelaparan, rezim Kim tercatat dua kali menjajal meledakkan bahan-bahan mentah nuklir, yakni pada 2006 dan 2009. Saat ini mereka diyakini memiliki bahan-bahan yang cukup untuk membuat delapan senjata nuklir. Mungkin itulah capaian “terbesar” Kim yang dulu begitu diimpikan sang ayah, Kim Il-sung.
Upaya mengajak Korut ke meja perundingan untuk denuklirisasi lewat pembicaraan enam negara tersendat-sendat. Korut pun tetap mengarahkan sedikitnya 70 misil berhulu ledak nuklir ke wilayah Korsel, negeri yang secara teknis memang masih bermusuhan dengan mereka.

Sampai kini, belum diketahui sikap Jong-un terkait dengan nuklir di negaranya. Yang pasti, dia terpilih sebagai pemimpin baru Korut karena sang ayah kecewa atas dua abangnya, Kim Jong-nam dan Kim Jong-chul.
Jong-nam pernah berusaha masuk ke Jepang pada 2001 dengan menggunakan paspor palsu. Sementara itu, Jong-chul disebut-sebut berkarakter “kemayu”.

Tiga putra Kim Jong-il itu terlahir dari dua ibu. Ibunda Jong-un adalah seorang penari profesional Jepang keturunan Korea, Ko Yong-houi, yang telah meninggal. Ko itulah istri “resmi” Kim. Dia juga memiliki seorang putri lagi dari salah seorang selirnya.

Selama ini, Jong-un-lah yang selalu diajak sang bapak setiap bepergian ke luar negeri. Tapi, pria yang menguasai bahasa Inggris dan Jerman tersebut tak pernah menghelat pertemuan empat mata dengan para pemimpin dunia. Jadi, masih harus ditunggu apakah dia bisa dibujuk untuk kembali ke meja perundingan.

“Kita memang harus sangat khawatir. Sebab, setiap mengalami ketidakstabilan domestik, Korea Utara selalu berusaha mencari situasi eksternal untuk mengalihkan perhatian,” ujar Profesor Lee Jung-hoon, pakar hubungan internasional di Yonsei University, Korsel, kepada BBC. (c5/ttg/jpnn)