25 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 14136

Soal HIV/AIDS, Medan Raih Penghargaan

JAKARTA-Rabu (14/12) lalu Kota Medan meraih penghargaan sebagai metropolitan dengan udara terbersih dari Menteri Lingkungan Hidup. Ternyata penghargaan itu saja tak cukup, kemarin, malah Wali Kota Medan yang meraih penghargaan lain.

Tadi malam, Rahudman menerima penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/Aids di Tempat Kerja dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar.

Sebagai wali kota, Rahudman dinilai berhasil melakukan pembinaan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Medan, dalam hal pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.

Muhaimin Iskandar dalam kata sambutannya menjelaskan, Wali Kota Medan berdasarkan penilaian merupakann
kepala daerah yang serius mengimplementasikan peraturan perundang-undangan terkait ketenagakerjaan, terutama pencegahan HIV/AIDS, yang merupakan bagian dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Penerima penghargaan merupakan kepala daerah yang senantiasa mengimplementasikan peraturan perundang-undangan, termasuk Peraturan-peraturan Menteri Tenaga Kerja,” ujar Muhaimin.

Dijelaskan, pencegahan penyakit mematikan di tempat kerja amat penting. Alasannya, penderita HIV/AIDS 85 persen adalah usia produktif. “Mereka di usia kerja. Upaya pencegahan di tempat kerja penting agar mereka tetap terus produktif,” imbuhnya.

Hanya tiga kepala daerah yang menerima penghargaan tadi malam, yakni wali kota Medan, wali kota Semarang, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. Sementara, dari kalangan perusahaan, ada 32 yang menerima penghargaan. Salah satunya Industri Karet Deli.

Menanggapi penghargaan yang diterimanya, kepada Sumut Pos, Rahudman mengatakan, ini akan semakin memotivasi dirinya untuk terus menjalin kemitraan dengan dunia usaha, agar mereka senantiasa memperhatikan kesehatan para pekerja. “Agar mereka sungguh-sungguh menerapkan norma K3. Pemko agar meningkatkan kerja sama dengan para LSM penggiat pencegahan HIV/AIDS,” kata Rahudman, yang didampingi Wakil Wali Kota dan Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Pemko Medan, Marah Husein Lubis.

Sebelumnya, Rahudman berujar keberhasilan tersebut tak lain adalah hasil dari kerja sama segala lini. “Jadi mari kita terus menjalin kebersamaan dengan masyarakat dengan membulatkan tekad, hanya dengan kebersamaan kota ini dapat kita bangun,” katanya. (sam)

Koalisi Golkar-PDIP Malu-malu Kucing

Ical-Puan di 2014

JAKARTA-Pemilu masih terbilang lama, namun riak calon presiden dan wakil presiden (Capres dan Cawapres) sudah terasa. Bahkan, dua partai besar, Golkar dan PDIP, dikabarkan siap berkoalisi untuk memajukan Aburizal Bakrie (Ical) dan Puan Maharani 2014 mendatang.

Untuk itu, Golkar dan PDIP terus menjalin komunikasi. Namun, belum jelas peta koalisi yang dibangun, keduanya masih malu-malu kucing.

“Ya pertemanan terus dijaga tapi belum sampai masalah cawapres,” elak Ketua FPG DPR, Setya Novanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/12).

Menurut Novanto, pembicaraan tentang Cawapres Ical masih jauh. Kemungkinan tahun depan. “Masalah itu masih jauh. Kita lihat dulu perkembangannya, internal Golkar masih survei meskipun mayoritas DPD tingkat I meminta Pak Ical capres,” tutur Novanto.

Novanto membenarkan Golkar akan menjalin koalisi menghadapi pilpres, termasuk peluang dengan PDIP. “Ya semuanya mempunyai kemungkinan untuk bersama-sama,” tuturnya.

Sementara PDIP pun tak ingin buru-buru membuka benih kebersamaan ini. PDIP memilih tenang, meski isu semakin liar. “Kita tidak tergesa-gesa menentukan sikap. Bisa mandiri atau berkoalisi,” tutur Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo.
“Yang jelas, partai akan mendeklarasikan secara resmi capres maupun cawapres. Bisa tahun depan bisa menjelang pemilu legislatif bisa setelah pemilu legislatif,” tegasnya.

Meski begitu, rumor pendekatan PDIP-Golkar tampaknya bukan isapan jempol belaka. Puan yang disebut-sebut akan menjadi cawapres Ical dalam pilpres 2014, tak menampik kedekatannya. “Saya dekat dan saya kenal dengan Pak Ical,” tutur Puan sambil tersenyum, kemarin.

Puan mengungkapkan kedekatannya dengan sejumlah tokoh nasional. Dengan SBY sekalipun, Puan mengaku punya hubungan dekat. “Begitu juga dengan tokoh lain seperti Pak Hatta Rajasa, Pak Prabowo, Pak SBY pun saya dekat karena pernah jadi menterinya Ibu Mega,” tutur Puan.

Namun, menurut Puan, kedekatan tersebut tak semata-mata untuk kepentingan pilpres. Karena kecocokan itu masalah lain. “Saya dekat, bahwa cocok atau tidak dari segi mana dulu?” kata Puan.

Isu koalisi ini sejatinya dibuka oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDI-P Taufiq Kiemas. Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Leo Nababan mengatakan, ajakan Taufiq Kiemas adalah sebuah ajakan yang simpatik dan sangat menarik. Golkar menyambut gembira ajakan itu. Apalagi Golkar dan PDI-P memiliki platform politik yang sama. Dengan itu tidak ada hambatan atas ajakan dari Taufiq tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan Golkar siap berkoalisi dengan partai mana pun. Yang penting punya kesamaan platform dan bekerja untuk membangun bangsa ini. Sebelumnya, Taufiq Kiemas menyatakan, partainya akan merangkul beberapa partai politik (parpol) untuk menghadapi pilpres 2014. “Lebih baik berkoalisi, biar Pilpres 2014 aman. PDI-P terus berkomunikasi dengan Partai Golkar,” katanya.

Kalau koalisi terjadi, bagaimana menentukan capres dan cawapres? Leo Nababan mengatakan, mengenai capres dan cawapres, Golkar sudah hampir final mengarah ke Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Semua pengurus daerah sudah meminta Ical jadi capres. Tinggal menunggu hasil survei yang menegaskan Ical memang secara popularitas mencapai 20 persen untuk syarat ditetapkan sebagai capres.

Namun, jika ajakan PDI-P itu serius, maka soal capres dan cawapres bisa dibahas dalam satu meja bersama, untuk menentukan siapa yang diusung menjadi capres dan cawapres. Yang penting adalah kebersamaan dalam menyambut Pemilu 2014 mendatang guna perbaikan terhadap bangsa.

Dari Bandung, Jawa Barat, dilaporkan, PDI-P sepertinya malu-malu menyebutkan nama calon presiden yang akan diusungnya pada Pilpres 2014 mendatang. Rapat Kerja Nasional I PDI-P sama sekali tidak menyebutkan siapa nama kader yang bakal mereka usung menjadi orang nomor satu di Indonesia.

“Memutuskan untuk menyerahkan pencalonan presiden dan wakil presiden pada Pemilu 2014 kepada ketua umum partai,” kata Ketua Pelaksana Rapat Kerja Nasional Puan Maharani saat membacakan rekomendasi yang disepakati oleh para peserta rapat di Hotel Harris, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/12) lalu.

Saat ditanya soal pencalonan dirinya seperti disebutkan Taufiq Kiemas, Puan menjawab secara diplomatis. “Sebagai kader partai, saya siap ditempatkan di mana saja. Saya menanti keputusan ketua umum,” ujarnya.
Lalu, bagaimana sikap partai lain jika koalisi tersebut nyata? Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku tak gentar. Termasuk dengan kemungkinan, disandingkannya Ical dan Puan.

Pasangan itu dinilai tak begitu memberatkan buat capres yang diusung PAN, Hatta Rajasa. Meskipun Hatta juga belum jelas akan bersama siapa dalam Pilpres 2014.“Mampu bersaing secara normal dan biasa-biasa saja. Pilihan rakyat terhadap pilihan partai dan figur ada perbedaan signifikan. Tidak seluruh otomatis memilih partai maka akan memilih pasangan yang didukung oleh partai tersebut,” tutur Ketua DPP PAN, Viva Yoga Mauladi.

Viva menambahkan, keduanya belum tentu mulus menjadi pasangan capres dan cawapres. Karena, dua parpol tersebut akan bersaing terlebih dahulu dalam pemilu legislatif. “Kalau berpasangan dengan Bang Ical, maka komposisinya Mbak Puan sebagai Cawapres. Apakah PDIP berkenan, seandainya dalam Pemilu 2014 suaranya lebih besar dari PG? Dan kalau suara PDIP lebih besar dibanding PG dalam pemilu 2014, apakah Bang Ical berkenan sebagai Cawapresnya Mbak Puan?” tutur Viva.

Tanggapan menarik malah muncul dari Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat (PD) DPR Sutan Bhatoegana. Ia berpendapat Ical-Puan bisa menjadi saingan capres dari PD. “Puan nyapres? Ical-Puan, ngeri-ngeri sedap. Semua pasti bisa jadi saingan,” kata Sutan.

Menurut Sutan, pasangan Ical dan Puan bukan hanya main-main politik belaka. “Siapa pun yang diajukan Golkar dan PDIP pastilah orang-orang terbaik,” ujar dia.

Dikatakannya, apalagi benar PDIP dan Golkar berkoalisi memasangkan Ical-Puan maka akan menjadi kekuatan besar. Meskipun belum tentu Ical-Puan dapat memenangkan Pilpres 2014. “Tapi kuat parpolnya belum tentu menang capresnya. Karena harus berkoalisi dengan rakyat, tinggal Allah yang menentukan,” kata Sutan.

Sementara Demokrat belum berpikir memunculkan capres karena sampai tahun 2013 adalah tahun kerja. “Kalau kita munculkan sekarang nanti diserang,” kata Sultan sambil menebar senyuman.

Sedangkan PPP malah menganggap koalisi yang dimaksud cenderung tak mungkin. Pasalnya, selama ini, kedua parpol itu berada dalam dua kubu berbeda. “Belum banyak kita lihat sejarah terkait koalisi di tingkat nasional antara Golkar dan PDIP,” tutur Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi.

Selain itu, selama ini PDIP selalu mencapreskan ketua umumnya. PDIP belum pernah mengirim jagoannya untuk ditempatkan dalam kursi cawapres. “Belum lagi, PDIP punya tradisi kuat dan ‘maqom’ sebagai partai yang konsisten selalu mengusung capres bukan cawapres,” tuturnya.

Mirip dengan Arwani Thomafi, pengamat politik asal UGM Arie Sudjito menilai, harusnya PDIP memperhatikan sejarah mereka. Jika wacana itu jadi kenyataan, Arie bahkan meyakini itu bakal menjadi kuburan sendiri untuk PDIP.
“PDIP itu sama saja menggerogoti diri sendiri,” ujar Arie.

Selain itu, PDIP harusnya dapat melihat apakah ideologi serta platform Golkar sama dengan yang mereka miliki. Koalisi yang dibangun, diyakini malah akan menguntungkan Golkar. “Kalau mau berkoalisi, harus dihitung dampaknya. Jangan terlalu gegabah. Saya yakin, pemilih loyal PDIP justru malah akan lari,” tegasnya. (bbs)

Telkomsel Raih Best Innovative Operator of the Year 2011

Telkomsel berhasil meraih gelar Best Innovative Operator of the Year di antara perusahaan operator selular lainnya di ajang penghargaan Techlife Innovation Award (TIA) 2011. Predikat terbaik juga diperoleh Telkomsel dengan pencapaian tiga gelar lainnya, yaitu Best Innovative Mobile Payment untuk layanan T-Cash, Best Innovative VAS untuk layanan LangitMusik, serta Best Innovative BlackBerry Services untuk layanan BlackBerry Internet Service (BIS) Telkomsel.

Penghargaan TIA 2011 diselengarakan sebagai bentuk apresiasi kepada sejumlah perusahaan yang memiliki inovasi di bidang teknologi serta berhasilnya produk dan layanan mereka di pasar. Sistem penilaian TIA 2011 kali ini melibatkan kalangan pembaca Majalah Techlife dan juga masyarakat umum.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, “Penghargaan ini merupakan bukti nyata bahwa produk dan layanan Telkomsel diterima dengan baik oleh masyarakat. Sebagai perusahaan yang memiliki visi menjadi penyedia layanan dan solusi mobile lifestyle terdepan, Telkomsel terus berupaya mengembangkan diri dengan menghadirkan ragam layanan inovatif.”

Kesuksesan meraih sejumlah predikat terbaik dalam ajang TIA 2011 ini melengkapi keberhasilan Telkomsel dalam berbagai pencapaian sebelumnya, seperti Most Innovative Application of the Year untuk layanan T-Cash di ajang Frost & Sullivan Indonesia Excellence Awards 2011, Wireless Service Provider of the Year pada Asia Pasific ICT Award, Top Brand Award untuk produk simPATI dan kartuHALO, The Greatest Brand of the Decade untuk produk simPATI, Best Customer Growth dan Best GSM Operator pada Indonesia Cellular Award, serta Best Operator of the Year dan Best GSM Operator pada Selular Award 2011.

Man of the Year in ICT Industry 

Pagelaran TIA 2011 kali ini juga menganugerahi Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno sebagai Man of the Year in ICT Industry. Sarwoto dinilai sebagai sosok yang memiliki prestasi membanggakan bukan hanya dalam mambangun perusahaan, namun juga dalam berkontribusi pada kemajuan industri telekomunikasi secara umum. Sarwoto juga dianggap memiliki karakteristik pemimpin yang cakap, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan industri berbasis teknologi komunikasi dan informasi.

Belum lama ini, Sarwoto juga berhasil meraih predikat “CEO Idaman 2011” berdasarkan hasil survei tahunan Warta Ekonomi terhadap 1.200 responden. Tidak hanya itu, dua Direksi Telkomsel lainnya yakni Direktur Keuangan Telkomsel Triwahyusari dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Herfini Haryono telah menerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan pada September 2011 atas jasanya dalam memajukan industri pos dan telekomunikasi dengan ide-ide kreatif yang berdampak pada kemajuan bangsa serta berpartisipasi aktif dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG). Bahkan Herfini juga masuk dalam daftar Most Powerful Women 2011 berdasarkan penilaian Majalah Globe Asia.

Korban Tujuh Orang, Anggap Video Tak Benar

Polisi Sebut Warga yang Menyerang Perusahaan Sawit      

JAKARTA-Mabes Polri menampik informasi yang disampaikan lembaga adat Megou Pak, Lampung, kepada Komisi III DPR Rabu (14/12) lalu. Korps Bhayangkara juga menegaskan bahwa video sadis pembantaian yang diputar di komisi bidang hukum tersebut bukanlah peristiwa berdarah yang terjadi di desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan.

“Ada pihak yang ingin memberi kesan seolah-olah terjadi pembantaian yang dibekingi aparat. Padahal, tidak pernah ada pembantaian itu,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri kemarin (15/12).

Boy mengungkapkan, sejatinya ada dua kasus berbeda. Pertama, bentrokan antara warga dan pegawai PT Sumber Wangi Alam (SWA) di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada 21 April 2011. Kedua, sengketa lahan perkebunan sawit di Kabupaten Mesuji, Lampung, pada November 2010 antara warga dan PT Silva Inhutani. Bedanya, warga Mesuji, Lampung, menuding PT Silva Inhutani tidak memiliki izin di wilayah tersebut.

Nah, peristiwa yang sampai menimbulkan korban jiwa itu terjadi di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, OKI, Sumatera Selatan. Namun, korban tidak mencapai 30 orang. Tapi tujuh orang. Yang menjadi korban, dua orang dari warga setempat sedangkan lima orang lainnya justru dari petugas keamanan SWA. Sedangkan di Kabupaten Mesuji, Lampung, sengketa tidak sampai menimbulkan bentrokan fisik dan korban jiwa.

Boy menuturkan, peristiwa itu bermula saat PT SWA hendak memanen kelapa sawit yang mereka tanam di lahan seluas 50 hektar. Tapi, mereka dihalang-halangi warga Sungai Sodong yang mengaku memiliki lahan tersebut. Bentrokan antara kedua kubu tak terelakkan hingga menyebabkan seorang warga Sungai Sodong tewas di tempat. Satu orang warga masih sempat melarikan diri namun akhirnya meninggal.

Insiden tersebut membakar amarah warga. Mereka menyerbu camp PT SWA tersebut dengan massa berjumlah sekitar 400 orang dengan tiga truk dan beberapa sepeda motor. Warga yang kalap membakar dan merusak fasilitas perusahaan. Para petugas pamswakarsa yang berada di camp langsung lari. Petugas kepolisian ikut mengevakuasi mereka menembus barikade penduduk.

Tapi, lima karyawan PT SWA masih tertinggal di camp. Mereka menjadi korban amarah warga hingga tewas. “Mereka masih tertinggal di camp karena tak sempat melarikan diri. Mereka tewas di lokasi kejadian. Kalau polisi tidak segera datang ke lokasi, akibatnya bisa lebih buruk,” kata Boy.

Boy mengatakan, Polda Sumatera Selatan lantas menyidik kasus tersebut. Enam orang ditangkap dan diproses hukum. Lima dari mereka adalah karyawan PT SWA. Sedangkan satu orang lagi dari pihak warga. Kasusnya terus bergulir hingga beberapa waktu lalu berkasnya dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan. “Sebentar lagi mereka akan disidang,” kata Boy.

Polda Sumatera Selatan, kata Boy, sedang memburu delapan orang terkait insiden tersebut. Mereka semua adalah warga yang dianggap bertanggung jawab terhadap penganiayaan yang menyebabkan lima orang karyawan PT SWA tewas di camp perkebunan kelapa sawit.

Boy mengungkapkan, video yang diputar di DPR adalah gabungan dari berbagai peristiwa yang dicampuradukkan. Memang, dia mengakui, ada beberapa adegan yang diambil dari bentrok di Sungai Sodong. Yakni ketika ada seseorang dengan senjata laras panjang yang biasa digunakan polisi membawa bagian tubuh korban.
“Itu pasca bentrokan. Makanya terlihat ada beberapa mayat yang bergelimpangan bersama dengan petugas di lokasi kejadian,” katanya.

Karena itu, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menegaskan bahwa petugas kepolisian tidak pernah membekingi siapapun. Apalagi ikut membela perusahaan sawit yang beroperasi di Sungai Sodong. Justru, kata dia, situasi akan memburuk jika petugas tidak turun ke lapangan. “Kami berharap persoalan sengketa tanah segera diselesaikan agar tidak terjadi insiden lagi,” katanya.

Terkait beredarnya video pembantaian warga, Boy mengaku belum tahu motifnya. Yang jelas, Mabes Polri akan menelusuri siapa yang berniat memperkeruh suasana dengan menyebarkan video itu. “Terkesan ada niatan untuk menuduh kami terlibat. Kami akan selidiki,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo menilai saat ini sudah ada laporan 30 warga yang diperlakukan tidak manusiawi. Terhadap tindakan keji ini, aparat kepolisian harus proaktif mencari pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya.
“DPR akan terus mendorong agar persoalan ini bisa segera diselesaikan,” kata Pram-sapaan akrab Pramono- di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (15/12).
Menurut Pram, jika memang diperlukan DPR juga akan membuat tim sendiri melakukan investigasi. Sesuai hak legislatifnya, DPR bisa membentuk panitia khusus terkait kasus pembantaian ini. “Kalau memang diperlukan bukan hanya pansus, perlu juga dibuat tim pencari fakta,” tandasnya.
Ketua DPR Marzuki Alie menyatakan, saat ini ada dua kabupaten di Mesuji yang letaknya di provinsi yang berbeda. Satu di Sumatera Selatan, satu lagi berada di Lampung sebagaimana yang dilaporkan warga adat Megou Pak pada Rabu (14/12) lalu.
“Harus diinventarisasi ijin lokasi menteri-menteri yang terdahulu yang memberikan lahan tidak terbatas, sehingga rumah rakyat digunakan untuk lokasi pembukaan lahan,” ujar Marzuki. (aga/bay/jpnn)

Lima Pelaku Maisir Dicambuk

ACEH TAMIANG-Sebanyak lima pelaku maisir, penjudi togel dan kartu, dicambuk di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kuala Simpang, Kamis (15/12), disaksikan ratusan warga.

Kelima pelaku maisir yang dicambuk yakni, Putra Maryono bin Suparlan, Jumino alias Pentol bin (alm) Cilik, Mangalattang Lubis alias Lubis bin Humala Lubis,  Rahmadani alias Deni bin Bahar dan Abdullah Idris alias Sidol bin Idris. Sementara terhukum Maimun alias Tanyo bin Ahmad, warga Desa Selamat kecamatan Tenggulun tidak hadir pada acara uqubat cambuk tersebut.

Terhukum Putra Maryono bin Suparlan, Jumino alias Pentol bin (alm) Cilik, Mangalattang Lubis alias Lubis bin Humala Lubis,  warga Desa Sukamulia kecamatan Rantau Aceh Tamiang masing-masing didera 10 kali dan 6 kali cambuk. Sedangkan terhukum Rahmadani alias Deni bin Bahar warga desa Bukit Rata dan Abdullah Idris alias Sidol bin Idris warga Sriwijaya kota Kuala Simpang masing-masing 10 kali dan 6 kali cambuk.

Kepala Kejaksaan Negeri Kuala Simpang, Muhamad Basyar Rifai, SH  pada acara eksekusi hukuman cambuk bagi para pelaku maisir ini mengatakan, uqubat cambuk ini merupakan kelima kalinya sejak tahun 2010. Dalam 2 tahun ini Kejari Kuala Simpang telah mengeksekusi 20 orang terhukum.(urd/rac/jpnn)

Masuk Tokoh Muda Berpengaruh 2011

Azrul Ananda

JAKARTA – Marketeers merilis seratus nama berpengaruh yang dipilih dari kalangan muda (youth), perempuan (women), dan pengguna internet (netizen), atau dikenal dengan Marketeers YWN 100. Dari seratus nama tersebut, Direktur Utama Jawa Pos Koran Azrul Ananda termasuk dalam jajaran kaum muda berpengaruh 2011.
Founder dan President MarkPlus Inc Hermawan Kertajaya mengatakan, tiga kelompok tersebut memiliki kelebihan masing-masing.

“Youth ini merupakan orang masa depan dan women memiliki keahlian multitasking. Sedangkan netizen (pengguna internet, Red) berbeda dengan citizen. Tapi, ke depan semua akan berubah menjadi netizen. Nah, seorang yang terlibat dalam marketing harus bisa memenangkan mind share, market sha re, dan heart share yang dimiliki youth, women, dan netizen,” ucapnya.

Mewakili kaum muda, Azrul Ananda menyatakan kebanggaannya dan beruntung bisa mendapat penghargaan. “Ada seratus, bahkan jutaan, orang lain yang berhak mendapat penghargaan yang sama dengan kita di sini,” ujarnya. (res/c2/ttg/jpnn)

Tragedi Mesuji Harus Diusut Tuntas

Puluhan aliansi Mahasiswa UMN (Universitas Muslim Nusantara) Al Wasliyah melakukan aksi unjukrasa dan mengecam keras tindakan pembantaian dan pembunuhan massal terhadap warga suku Mesuji di Lampung pada 2009 lalu. Aksi tersebut dilakukan didepan kampus UMN Al Wasliyah Jalan SM Raja Medan, Kamis (14/12) sore.

Indra, selaku koordinator aksi aliansi mahasiswa UMN Al Wash liyah Medan dalam orasinya mengatakan peristiwa pembantaian dan pembunuhan warga Mesuji tersebut telah menelah korban hingga 30 orang lebih. Peristiwa tersebut terbongkar karena adanya beberapa warga yang melapor ke Komisi 3 DPR-RI beberapa waktu lalu.

“Kita mengecam keras pembantaian dan pembunuhan terhadap warga asli suku Mesuji di Lampung. Diduga dalam pembantaian tersebut ada keterlibatan pihak aparat kepolisian dan TNI dengan alasan membentuk PAM Suakarsa yang dibuat oleh perusahaan kebun sawit asal Malaysia yaitu PT Silva Inhutani dengan alasan pengamanan oleh pihak perusahaan,” katanya.

Untuk itu, lanjut Indra, pihaknya  meminta agar Pemerintah mengusut tuntas kasus pembantaian dan pembunuhan massal tersebut yang melibatkan perusahaan Malaysia dan aparat kepolisian, mencopot dan memberhentikan Kapolri serta Kapolda Lampung serta menutup perusahaan Malaysia PT Silva Inhutani.(mag-11)

Zulkifli Hasan Ajak Nanam Pohon

MEDAN-Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung gerakan penghijauan. Menurutnya, apabila gerakan ini berjalan seperti yang diharapkan, maka tak sampai 30 tahun Indonesia akan hijau kembali.

“Kita sekarang tidak mengizinkan lagi dilakukan penebangan hutan. Kita sekarang harus menanam dan terus menanam. Jika gerakan ini  didukung  semua pihak, saya yakin tak sampai 30 tahun Indonesia akan hijau kembali,” katanya saat menghadiri acara Apresiasi Medan Green and Clean 2011 di Tiara Convention Center Medan, Kamis (15/12).

Dikatakannya, Kementrian Kehutanan yang dipimpinnya saat ini tengah memprogramkan penghijauan di kawasan hulu sungai. Itu sebabnya dalam Hari Menanam Pohon Indonesia baru-baru ini, pihaknya bekerjasama dengan Pangdam I/BB untuk menamam pohon di hulu sungai.

“Anggaran kita sebagaian besar untuk Sumatera Utara, hulu sungainya harus kita  tanami kembali, mungkin kita lakukan secara bertahap. Memang tidak bisa setahun, pokoknya dalam 25 tahun ini, Indonesia harus hijau kembali,” tegasnya optimis.

Zulkifli Hasan juga memberikan sinyal kepada pemko/pemkab boleh mengolah jalur hijau sebagai objek wisata, asal tidak merusak keseimbangan ekosistem. Pengekelolan objek wisata di jalur hijau yang dilindungi oleh undang unsang berpotensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pemerintah daerah.
Menhut datang ke Medan dan Lubukpakam menghadiri kegiatan program menanam 60.000 pohon di Pantai Serambi Deli, Kecamatan Pantai Labu.  (btr/adl)

Empat Pramugari Transeksual Resmi Mengudara

BANGKOK-Maskapai penerbangan Thailand PC Air mengoperasikan penerbangan yang dilayani oleh empat pramugari transeksual, Kamis (15/12). Presiden Direktur PC Air Peter Chan berbicara kepada para wartawan di Bandara Internasional Suvarnabhumi Bangkok, mengatakan PC Air dengan empat pramugari transeksual itu melayani rute Bangkok-Surat Thani.

Ini adalah penerbangan domestik pertama yang diawaki oleh empat pramugrari transeksual. Thailand dilaporkan sebagai salah satu negara dengan penduduk transeksual terbanyak di dunia dan para dokter bedah telah merintis teknik-teknik yang cepat dan lebih murah. Namun PC Air menekankan perusahaan tidak mengharuskan langkah tersebut.(bbc)

Pesta Miras Oplosan, 126 Tewas di India

KOLKATA-Minuman keras (miras) membawa banyak korban di India. Sedikitnya 126 orang tewas di Negara Bagian West Bengal, wilayah paling timur India, tewas akibat keracunan setelah minum miras oplosan kemarin (15/12).
Ratusan warga dari 12 desa di Distrik South 24 Parganas dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi miras tersebut. Tujuh orang sudah ditangkap dalam kasus di negara bagian yang bertetangga dengan Bangladesh itu.

Selain itu, sekitar 100 orang lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit. Ada kekhawatiran bahwa korban tewas akan bertambah.
Pasalnya, kasus kematian akibat keracunan setelah menenggak miras oplosan lazim terjadi di India. Pekan lalu, Negara Bagian Gujarat telah mengesahkan peraturan yang mengancam produsen dan penjual miras oplosan dengan hukuman mati.

Pemerintah Negara Bagian West Bengal telah memberi instruksi agar dilakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Menteri Besar (setingkat gubernur) West Bengal Mamata Banerjee mengumumkan pemberian kompensasi kepada keluarga korban.”Saya akan mengambil langkah tegas bagi mereka yang memproduksi dan menjual minuman ilegal tersebut,” ujarnya.

Warga yang menjadi korban miras oplosan mematikan tersebut, antara lain, berasal dari Sangrampur, Magrahat, Ushti, dan Mandirbazar. Penduduk desa meminum miras yang dioplos oleh penjual setempat pada Selasa malam (13/12) malam waktu setempat. Miras oplosan ilegal, yang dinamai desi daroo, dijual hanya 10 rupee (sekitar Rp 1.750). Kebanyakan minuman ini dikonsumsi warga miskin atau pekerja harian.

Meski banyak yang jatuh sakit, sebagian memilih tetap tinggal di rumah. Sebab, mereka khawatir akan mendapat perlakuan keras dari polisi dan dijebloskan ke penjara. Akibatnya, banyak yang meninggal karena tidak mendapat perawatan yang memadai di rumah sakit.  Keesokan harinya, Rabu (14/12), banyak warga desa, termasuk dua anak-anak, dilarikan ke rumah sakit di dekat Kota Kolkata dengan gejala keracunan miras.

Menteri Urusan Pemerintahan Shyamal Mandal mengatakan bahwa saat ini sekitar 70 orang kritis. Melihat kondisi yang memburuk, otoritas setempat mengirimkan obat-obatan dan dokter ke Rumah Sakit Diamond Harbour di Distrik South 24 Parganas.(bbc/ap/cak/dwi/jpnn)