28 C
Medan
Sunday, January 11, 2026
Home Blog Page 14143

5 Tahun Kenal, Makin Dekat Setahun Belakangan

Kompol Brotoseno, Kekasih Angie Ditarik ke Mabes Polri

Setelah ramai menjadi pergunjingan publik lantaran memiliki hubungan asmara dengan Angelina Sondakh, akhirnya Kompol Raden Brotoseno angkat bicara.

Brotoseno mengaku memiliki hubungan asmara dengan anggota Komisi X DPR Angelina Sondakh yang telah dikenalnya sejak lima tahun lalu. “Saya kenal Angie lima tahun lalu, saya berteman baik dengan Angie dan almarhum Adjie Massaid,” ujar Brotoseno.

Brotoseno menegaskan tak terlibat dalam tim penyidik kasus wisma atlet Jakabaring yang menyeret Angie. Namun lantaran telah saling mengenal dengan Angie, Brotoseno menjaga silaturahmi pertemanan.

Seiring dengan waktu, muncul benih-benih asmara dengan Angie. Namun lantaran KPK memiliki SOP ketat dan Brotoseno tidak terlibat dalam tim penyidik kasus Wisma Atlet maka kedekatan yang ada tidak mempengaruhi profesionalitas kerjanya sebagai penyidik ahli muda KPK.

Brotoseno sudah berdinas di KPK selama lima tahun dan tidak sekalipun melakukan pelanggaran SOP. Hubungan asmara dengan Angie, menurutnya adalah takdir dari Yang Maha Kuasa.

Setelah makin dekat dengan Angelina Sondakh selama setahun belakangan, Kompol Raden Brotoseno akhirnya mengambil keputusan. Dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan alasan profesionalitas.

Brotoseno mengatakan, dia menceritakan situasi yang dihadapinya di KPK terkait kedekatannya dengan Angie kepada Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri Brigjen Budi Waseso.

Setelah itu, Brotoseno mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Ketua KPK Busyro Muqoddas. Keputusan itu diambil guna menjaga profesionalitas KPK dalam menyidik kasus wisma atlet yang menyeret Angie.
“Saya sangat menyayangkan mengapa pimpinan KPK malah mengumumkan persoalan privasi saya ke publik. Padahal, saya sudah berinisiatif mengundurkan diri,” ujarnya.

Kemarin (14/12), Brotoseno resmi ditarik kembali ke Mabes Polri dan tidak lagi memiliki jabatan penting. Bahkan, dirinya kemungkinan akan menjalani pemeriksaan terkait hubungannya politisi PD itu.
“Belum ada tugas. Sementara ini Perwira Menengah di Mabes Polri,” ujar Kabag Penum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Rabu (14/12).

Selanjutnya menurut Boy, Mabes Polri akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kompol Brotoseno. (net/bbs)

Oknum Pengusaha Sawit Bantai 30 Warga Adat Lampung

Tragedi Mesuji

JAKARTA – Kejadian pembantaian warga terjadi di sebuah kampung adat di provinsi Lampung. Sekelompok warga dari lembaga adat Megoupak mengadukan terjadinya pembantaian sebanyak 30 warga yang diduga dilakukan oleh oknum PT Silva Inhutani selama dua tahun terakhir.

“Sebanyak 30 korban telah tewas sepanjang tahun 2009 hingga 2011,” ujar Bob Hasan, ketua tim advokasi lembaga adat Megoupak, dalam rapat bersama sejumlah anggota Komisi III DPR di gedung parlemen, Jakarta, kemarin (14/12). Rombongan lembaga ada Megoupak kemarin dipimpin oleh mantan anggota DPR yang juga Mayjen (Purn) TNI Saurip Kadi.

Menurut Bob, kejadian memilukan itu terjadi saat PT Silva Inhutani, perusahaan yang bergerak di bidang sawit ingin melakukan perluasan lahan. Perusahaan yang dipimpin oleh warga negara Malaysia bernama Benny Sutanto alias Abeng itu itu bermaksud akan melakukan perluasan di kawasan Tulang Bawang, Mesuji dan Sungai Sodong. “Perusahaan itu ada sejak 2007, namun didirikan pada 2003,” ujar Bob.

Perluasan lahan itu mendapat penolakan dari warga adat sekitar. Ini karena, warga di tiga kawasan itu tidak pernah bercocok tanam dengan mengembangkan kelapa sawit. “Penduduk setempat menanam sengon, albasia untuk kehidupan, sehingga mereka menolak,” kata Bob.

Penolakan itu sepertinya direspon represif oleh PT Silva Inhutani dengan membentuk PAM Swakarsa demi memaksa warga. Saurip Kadi menyatakan, diduga kuat di belakang PAM Swakarsa itu juga dibekingi oleh aparat keamanan. Mereka melakukan pemaksaan kepada warga adat sekitar. “Timbul korban jiwa ketika itu,” ujar Saurip.

Bukannya ditangani secara hukum, kata Saurip, para warga adat Lampung itu kembali menjadi korban. Apalagi, para korban itu dibunuh secara keji. “Akibatnya mereka takut, apalagi kejadiannya seperti itu,” kata Saurip.

Dalam laporannya itu, rombongan adat juga menampilkan video pembantaian keji yang diduga dilakukan PAM Swakarsa bentukan PT Silva Inhutani. Dalam video amatir itu, sekelompok orang dengan pakaian hitam dengan tutup wajah melakukan penyiksaan sadis kepada warga adat Lampung. Para warga itu dibunuh dengan keji, seperti digorok lehernya, dipotong-potong anggota badannya, dan kemudian digantung di tiang-tiang.

Kejadian tak berprikemanusiaan itu disaksikan oleh sejumlah warga yang nampaknya dipaksa untuk menonton langsung.

Tontonan mengerikan itu tak cukup di situ saja. Ada pula warga yang ditembak dari bagian bawah badannya hingga kemudian menembus kepala korban. “Sudah cukup, jangan diputar lagi. Ini mengerikan sekali,” ujar anggota Komisi III DPR Ahmad Yani.

Bob menambahkan, ratusan warga juga menderita luka secara fisik akibat tekanan itu. Dia menyatakan, para korban yang masih hidup saat ini mengalami trauma psikis dan stres berat. “Mereka melihat anggota keluarganya dibantai di depan matanya,” kata Bob.

Sesuai pasal 67 UU Kehutanan, masyarakat hukum adat wajib diakui keberadaaannya seiring dengan keberadaan unsur adatanya, serta hak-hak kolektif tersebut diatur dalam UUD 1945. Menurut Bob, adanya jaminan negara untuk melindungi warga adat telah dilanggar melalui pembantaian itu.

Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyatakan, Komisi III harus segera membentuk tim kecil untuk segera melakukan kunjungan lapangan di tempat kejadian perkara. Menurut Bambang, bagaimana bisa kejadian sekeji ini bisa luput dari perhatian aparat. “Kejadian sudah ada setahun lalu, itu luput dari perhatian aparat, luput dari rekam jejak DPR, luput dari perhatian publik,” ujar Bambang secara terpisah.

Menurut Bambang jika melihat rekaman, bisa jadi ada keterlibatan aparat. Dalam video yang ditayangkan, terlihat oknum yang melakukan pembantaian membawa senjata khas milik aparat hukum. “Karena senjata yang dikalungi petugas yang menggorok itu adalah jenis SS1, senjata buru sergap organik Brimob,” jelas politisi Partai Golkar itu.
Kunjungan lapangan itu, kata Bambang, akan diprioritaskan saat reses anggota DPR yang dimulai pekan depan. Komisi III nanti akan segera membentuk kelompok-kelompok kecil untuk pembagian tugas kunjungan lapangan.

“Kami juga akan memanggil Kapolda, Kapolres, dan Kapolsek terutama yang bertugas di tempat kejadian perkara,” tandasnya.
Anggota Komisi III DPR Edi Ramli Sitanggang juga mengaku prihatin atas kejadian itu. Dirinya mendukung upaya Komisi III DPR untuk membentuk tim kecil melakukan investigasi langsung di lapangan. “Ini perbuatan sadis, tapi kami tetap menjunjung azas praduga tidak bersalah,” tegas politisi Demokrat itu.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengaku terkejut dengan adanya video pemenggalan kepala yang diduga dilakukan aparat di Mesuji, Lampung. Orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini memerintahkan langsung Kabareskrim Komjen Sutarman untuk turun langsung melakukan pengusutan.

“Saya sudah minta Kabareskrim untuk segera tangani agar tak berlarut-larut,” ujar Timur Pradopo, usai rapat kerja dengan Komisi III DPR tadi malam pukul 22.30 WIB.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan ada dua kejadian yang ditangani oleh Polri terkait kasus pembantaian warga di kawasan Sumatera. Pertama kasus di wilayah Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan dan kasus di Kabupaten Mesuji, Lampung.  (bay/rdl/jpnn)

Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Masih Jauh dari Harapan

MEDAN-Pemenuhan keadilan sebagaimana yang diharapkan masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Utara terhadap kasus-kasus pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) berat dimasa lalu masih jauh dari harapan. Padahal, tuntutan reformasi yang bergulir saat itu adalah menginginkan adanya perobohan mendasar terhadap pemenuhan keadilan bagi  korban-korban kejahatan HAM di masa lalu.

Kepala Pusham Unimed, Majda El Muhtaj mengatakan upaya dalam memperjuangkan keadilan terhdap korban melalui mekanisme Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) masih terhambat. Bahkan, pemerintah saat ini terkesan masih tidak memiliki kemauan serius dalam menyelesaikan pemenuhan keadilan dan pemulihan hak-hak korban kejahatan HAM di masa lalu.

“Pemerintah saat ini dirasa masih belum memiliki kemauan serius dalam menyelesaikan persoalan ini. Bahkan, sejak dibatalkan undang-undang KKR Nasional oleh Mahkamah Konstitusi, belum terlihat upaya kesungguhan pemerintah dalam menyelesaikan kasus pelanggaran HAM di Indonesia,” katanya, usai Semiloka Nasional Memperingati Hari HAM sedunia di Kampus Unimed, Rabu (14/12).(mag-11)

Hanura Target 11 Kursi di DPRD Sumut

MEDAN-Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto belum menetapkan nama calon presiden yang akan diusung pada pemilu 2014 mendatang. “Saat ini Partai Hanura masih memfokuskan pada pembenahan dan konsolidasi partai hingga ke pelosok-pelosok daerah. Untuk capres baru tahun 2012 mendatang kita tetapkan,” kata Wiranto, usai memberikan pengarahan dalam acara pembekalan bappilu dan pelatihan KTA online, di Ruang Kasih Sayang, Hotel Polonia Medan, Jalan Sudirman, Rabu (14/12).

Acara tersebut dihadiri 33 DPC Partai Hanura se-Sumut. Adapun pengurus Bappilu Hanura Sumut yang dilantik sesuai SK Nomor 034/DPD Hanura Sumut/XI/2011 yaitu Ketua Bappilu Partai Hanura Sumut, Syahrizal Pangemanan, Sekretaris Bappilu Partai Hanura Sumut, Bambang Ismanto, Bendahara Bappilu Partai Hanura Sumut, Harlin Chandra dan pengurus-pengurus yang lainnya.

Ketua DPD Partai Hanura Sumut, H Zulkifli Efendi Siregar mengatakan, Bappilu diharapkan bisa membaca peta kekuatan sehingga mampu mencapai target yang akan dicapai. “Target kita adalah tiga bulan ke depan sudah terbentuk Bappilu di seluruh kecamatan se-Sumut. Target yang harus dicapai 3 kursi DPR RI, 11 kursi DPRD Sumut dan 100 kursi untuk DPRD kab/ota,” pungkasnya. (jon)

Pulang Tiap Hari demi Anak

LULA KAMAL

Kehidupan rumah tangga Lula Kamal dengan suami keduanya, Andi Mulyadi, semakin lengkap dengan kelahiran dua anak kembarnya. Kini ada empat anak yang meramaikan rumah mereka. Dengan kembali berkarir, Lula mulai mencari cara agar selalu bisa mengasuh anak dan berkarir di luar rumah.

“Harus pintar-pintar bagi waktu di rumah dan di luar,” ujarnya setelah menjadi pembicara seminar HIV/AIDS di Hotel Bumi, Surabaya, pekan lalu. Demi anak pula, setiap hari dia menjadwalkan pulang ke rumah.

Meski demikian, dia tidak membatasi diri hanya tampil di Jakarta. Keluar kota pun dia jalani asal sore bisa pulang. Misalnya, saat dia hadir di Surabaya. “Saya berangkat tadi pagi dan selepas acara ini saya langsung pulang,” terangnya. Hal itu juga dia lakukan setiap ada acara di luar kota.

“Meski ada babysitter, saya nggak bisa ninggalin mereka lama-lama,” sambung Lula.
Menurut dia, hal itu merupakan risiko menjadi seorang ibu. Demi perkembangan anak-anak, dia harus terus menemani mereka. Kalau benar-benar terpaksa tak bisa pulang, dia janjian dengan suami.

“Harus ada salah satu yang di rumah, saya atau suami saya,” ucapnya. Dengan begitu, anak-anak masih terpantau orang tua. “Sesibuk apa pun harus ada yang menemani,” tegasnya. (adh/c4/nw/jpnn)

Marilah Kita Saling Mengasihi…

Keluarga Besar Brigjen Sahala Allagan Gelar Perayaan Natal

MEDAN-Wakapolda Sumut Brigjend Sahala Allagan dan keluarganya merayakan Natal bersama anak Panti Asuhan Yayasan Kasih Indonesia di halaman rumah dinas Wakapolda di Jalan Imam Bonjol Medan. Acara yang mengambil tema Marilah Saling Mengasihi, Seperti Yesus Mengasihi Kita itu dimulai pukul 18.00 WIB, Rabu (14/12).

Sejak pukul 17.00 WIB para undangan terlihat sudah memenuhi kursi-kursi kosong yang telah disediakan. Dengan dipandu Pdt Juanda Sitinjak STh, perayaan natal tersebut dibuka dengan lagu-lagu puji. Wakapolda Sumut Brigjen Sahala Allagan membacakan 1 Yohannes 4:7-8 yang berbunyi, “Saudara ku yang terkasih marilah kita saling mengasihi. Kasih itu berasal dari Allah, setiap kasih lahir dari Allah. Barang siapa yang tidak mengasihi, dia tidak mengenal Allah. Sebab Allah adalah kasih.”

Ibu Wakapolda Br Simanjuntak  yang membacakan 1 Yohannes 4:9 berbunyi,” Dalam hal ini lah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita yaitu bahwa Allah telah mengutus anaknya yang tunggal dalam dunia supaya kita hidup olehnya.”

Setelah itu lampu dimatikan dengan instruksi pendeta, Wakapolda Sumut yang mewakili marga Simanjuntak, Siallagan dan Bhayangkari menyalakan lilin dan diikuti para undangan lain sambil diiringi nyanyian Malam Kudus oleh seluruh jemaat.

Pdt Maruli Silalahi dalam khotbahnya mengatakan, Natal yang sesungguhnya adalah kelahiran seorang laki-laki, sebagai juru selamat dan penebus dosa. “Harus ada kelahiran, Jika dia (Tuhan) tidak lahir,  tidak akan menyertai manusia,” kata Pdt Maruli Silalahi.

“Tuhan menyertai kita. Jadi, setiap umat Kristen yang mendambakan keselamatan harus mengalami kelahiran di dalam dirinya. Kalau tidak maka Natalan hanya seremonial semata,” ujarnya.

Wakapolda Sumut Brigjen Sahala Allagan berterimakasih atas kehadiran undangan. “Semua ini mendadak  dilaksanakan. Tapi tetap ramai begini, saya sangat berterima kasih sekali. Perayaan ini memang rencana keluarga saya, yang ingin merayakan Natal bersama-sama dengan anak-anak dari panti asuhan,” ujarnya. Dia berharap anak yatim dari Yayasan Kasih Indonesia agar kuat dan rajin belajar agar menjadi orang berguna.

Para undangan kemudian menyantap hidangan yang telah disediakan bersama anak-anak dari panti asuhan.(mag-5/gus)

Balita Terjebak Banjir 1,5 Meter

Kuala Lumpur Terendam

KUALA LUMPUR- Hujan deras tercatat 230 mm dalam satu jam 45 menit, di Kota Kuala Lumpur, Malaysia menyebabkan Sungai Bungus meluap ke jalanan. Akibatnya, ribuan kendaraan terendam dan puluhan orang terjebak banjir sedalam 1,5 meter.

Berdasarkan laporan Integrated Transport Information System (ITIS) Balaikota Kuala Lumpur melaporkan bahwa Jalan Tun Razak semula digenangi air setinggi paha orang dewasa terputus setelah sejumlah jalanan di Kuala Lumpur teredam banjir,  Sedangkan puluhan anak yang berusia antara 3 bulan dan 9 tahun serta tiga gurunya terjebak di Gedung Pelatihan Telekom Malaysia di Jalan Semarak. Mendengar itu, petugas pemadam kebakaran langsung menyelamatkannya dari banjir sedalam 1,5 meter.

Kejadian lainnya sebuah mobil di Stormwater Management and Road Tunnel (Smart Tunnel) terbakar setelah overheating sehingga menyebabkan kemacetan di jalur itu. Terowongan itu ditutup sejak pukul 16.25 waktu setempat, tetapi jalan menuju Seremban dibuka kembali pukul 18.25 waktu setempat.

Juru bicara pema dam kebakaran setempat menuturkan pihaknya menurunkan tim pemadam dan penyelamat dari wilayah Jelatek dan Jinjang untuk menyelamatkan anak-anak yang menjadi korban. Mereka akhirnya berhasil dibawa ke tempat aman dengan menggunakan perahu.

Selain itu, sebanyak 20 mahasiswa yang kampusnya berada di sebelah gedung penitipan anak juga ikut dievakuasi ke lokasi yang lebih tinggi. Sedang di sejumlah lokasi lainnya, banyak warga yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau ke tempat penampungan yang ada. Sebagian warga mengeluhkan kerusakan sistem drainase di Kuala Lumpur yang tak kunjung diperbaiki, yang berimbas pada banjir ke wilayah tempat tinggal mereka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Lalu Lintas Kuala Lumpur, Rusli Mohd Noor menuturkan sejumlah jalanan masih terendam banjir hingga kini. Jalan tersebut ialah Jalan Kuching, seluruh kompleks Taman Wahyu, bundaran Dato Onn dekat Bank Rakyat, dan wilayah proyek pembangunan perumahan Air Panas People.

Sebelumnya, sekitar sebulan sejumlah wilayah di Malaysia seperti Terengganu, Kelantan, dan Johor dilanda banjir. Kejadian sama seperti di Kota Kuala Lumpur, banjir ketika itu melanda akibat curah hujan yang cukup tinggi di daerah tersebut. Akibatnya, sebanyak 1.674 orang orang harus dievakuasi. (bbs/jpnn)

Bendera Pelestina Berkibar di Markas UNESCO

PARIS- Pertamanya kalinya dalam sejarah, bendera Palestina berkibar di sebuah badan PBB, di markas UNESCO di Paris, Prancis, Selasa (13/12) waktu setempat.  Hal itu menunjukkan sebuah kemenangan diplomatik, di tengah perlawanan keras dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menatap bendera yang dikerek ke atas tiang, diiringi lagu kebangsaan Palestina. Dalam pidatonya, dia menekankan pengakuan UNESCO adalah pengakuan pertama terhadap negaranya. Palestina berharap badan-badan dunia yang lain akan mengikutinya.

“Ini adalah pengakuan pertama bagi Palestina. Melihat bendera kami berkibar di badan PBB, saya berharap ini adalah pertanda baik bagi Palestina “ kata Abbas seperti dimuat Gulf News, Rabu (14/12).

Harapan tetap ada meski masuknya Palestina sebagai anggota UNESCO tidak berimplikasi pada penerimaan negara tersebut sebagai anggota penuh PBB. Palestina membutuhkan persetujuan sembilan dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB. Namun, sejak awal, AS telah mengancam akan mengajukan veto.

Abbas menyatakan, pihaknya tak akan menyerah berjuang untuk mendapatkan status sebagai anggota PBB, juga mendapatkan keanggotaan di lembaga dunia lain. “Kami sedang melakukan pembicaraan dengan para pihak,” katanya.
Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova mengatakan kebijakan itu dilakukan kemudian penerimaan UNESCO menjadi langkah menuju  percepatan perdamaian Palestina dengan Israel.(net/jpnn)

500 Mantan Budak Seks Tuntut Kompensasi

SEOUL – Ratusan mantan budak seks Korea Selatan (Korsel) melakukan unjuk rasa yang ke 1.000 di depan kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang. Para mantan budak seks itu menuntut permintaan maaf dan kompensasi dari Negeri Sakura tersebut.

Di era Perang Dunia II, perempuan Korsel dipaksa menjadi budak seks bagi tentara Jepang. Sebanyak 500 perempuan tua itu tampak melontarkan kecamannya di tengah dinginnya cuaca di Korsel.

“Minta maaf! bayar kompensasi! dan akui kejahatan perang kalian!” ujar perempuan tersebut, seperti dikutip AFP, Rabu (14/12).

Beberapa orang demonstran memeluk patung gadis dengan pakaian tradisional Korea yang diibaratkan sebagai seorang budak seks. “Gadis-gadis Korea dipaksa bekerja sebagai budak bagi tentara Jepang. Saya menuntut Duta Besar Jepang agar negaranya meminta maaf pada kami, sebelum kami semua wafat,” ujar Kim Bok Dong, mantan budak seks yang saat ini berusia 85 tahun.

Menurut sejarahwan di  era Perang Dunia II, sekira 200 ribu perempuan dari Korea, Cina, Filipina, dan negara lainnya bekerja di rumah bordil Jepang. Namun, Jepang menolak perundingan bilateral dengan Korsel terkait masalah tuntutan mantan budak seks tersebut. (net/jpnn)

Ekstrimis Yahudi Coret Tembok Masjid

YERUSALEM – Sebuah masjid di Yerusalem menjadi tempat aksi vandalisme dari kelompok ekstrimis Yahudi Israel. Mereka menyulut api dan mencoret tembok tempat ibadah itu.

Menurut juru bicara Kepolisian Israel Micky Rosenfeld, coretan berbahas Ibrani itu tampak jelas di tembok masjid tersebut. Pelakunya, merupakan pihak ekstrimis Yahudi Israel.

Sebelum insiden tersebut terjadi, pihak militer Israel mengaku aksi perusakan juga terjadi di wilayah Tepi Barat. Kejadian berlangsung di Nablus dan Qalqilya menyebabkan kendaraan militer dibakar dan dicoret oleh pelaku.

Kepala Pemerintah Kota Beit Jala Nadim San’an menyatakan, buldozer milik pasukan pendudukan Israel (IOF) menghancurkan empat rumah itu tanpa pemberitahuan. “Buldozer mereka menghancurkan rumah milik petani di saat mereka sedang bertani,” ucap San’an dikutip AP, Rabu (14/12). (net/jpnn)