28 C
Medan
Saturday, January 10, 2026
Home Blog Page 14144

Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok Pangan Cukup

MEDAN- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Medan memastikan, stok bahan pangan akan stabil menjelang Natal dan Tahun Baru. Bahkan untuk tahun ini, persediaan bahan pangan tersebut lebih banyak disediakan dari tahun lalu dengan digelarnya pasar murah.

Untuk tahun 2011 ini, ada sekitar 46 titik pasar murah yang dibuka, sedangkan pada tahun lalu, hanya sekitar 43 pasar murah.

“Tahun ini, pasar murah lebih banyak, ada sekitar 46 titik, sedangkan tahun lalu (2010), hanya sekitar 43 titik,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Syahrizal Arif.

Penambahan ini, kata Syahrizal, karena persediaan kebutuhan masyarakat untuk menghindari lonjakan harga dipasaran yang biasanya terjadi saat hari raya besar keagamaan. Dikatakannya, 46 titik penyelenggaraan pasar murah digelar di kantor kelurahan, agar masyarakat mudah untuk menjangkaunya.

“Pasar murah buka setiap hari selama 15 hari (sejak 13-27 Desember 2011), mulai pukul 09.00 pagi hingga malam. Ini untuk menghindari suasana rebutan yang sering terjadi,” ungkap Kadis Perindag.

Salah satu konsumen, Dina, warga jalan Sempurna Medan, membeli kebutuhannya di pasar murah Kelurahan Teladan Barat, tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, Gang Mesjid No 9 Medan. “Bisa beli gula, telur dan minyak makan untuk kebutuhan sehari-hari, walaupun belinya dibatasai tetapi cukup membantu,” ucap ibu Dina.

Dipasar murah tersebut, semua kebutuhan yang biasa sering dibeli oleh ibu rumah tangga tersedia, seperti gula, beras, minyak makan, telur dan lainnya. “Untuk minyak makan, gula, blue band untuk ukuran 1 dan 2 Kg, pembeliannya dibatasi 2 plastik saja,” ujar salah satu panitia dalam pasar murah di lokasi tersebut.

Dipasar murah lainnya, terletak di Kelurahan Teladan Timur, atau tepatnya di Jalan Balai Desa menjual berbagai kebutuhan pokok. “Semua barang harganya sama, tidak ada yang beda,” ujar Dewi, panitia pasar murah di Teladan Timur.

Dari pantauan wartawan, suasana pasar murah relatif terkendali, tidak ada antrean panjang atau rebutan. Bahkan, panitia pasar murah cukup santai untuk melakukan aktifitas biasa. (ram)

Made in Indonesia Terus Digalakkan

Produk Indonesia Mulai Dilirik Artis Hollywood

MEDAN-Rasa cinta terhadap produk dalam negeri saat ini semakin digalakkan. Apalagi, menjelang pasar bebas, bukan tidak mungkin produk dalam negeri bakal kalah bersaing dengan produk luar negeri.

Untuk itu, pemerintah saat ini tengah menerapkan produk dalam negeri menggunakan label “made in Indonesia” agar masyarakat mengetahui asal produk yang akan digunakannya. Hal ini dikatakan Kepala Subdirektorat Iklim Usaha dan Bimbingan Teknis Dagang Kecil dan Menengah dan Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Dintono Herryanto.

“Kita ketahui bahwa pengusaha masih menggunakan bahasa luar negeri untuk menarik perhatian konsumen.
Tetapi, kita akan mengatur, bahwa produk dalam negeri akan memakai “made in Indonesia” agar masyarakat mengetahui asal produk tersebut,” ujarnya dalam acara Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di Hotel Royal Perintis Medan (14/12), kemarin.

Dikatakannya, aturan untuk memakai label berbahasa Indonesia sudah digalakkan Kementrian Perdagangan. Selain itu, sosialisasi program “Cinta Produk Indonesia” juga akan tetap dijalankan, baik melalui media, seminar dan lainnya. “Kita akan terus sosialisasi program ini, agar masyarakat tidak terkecoh akan produk luar negeri. Hal ini juga untuk kepentingan UMKM kita kok,” tambahnya.

Dengan menggunakan label yang berbahasa Indonesia, lanjutnya, akan menambah rasa kebangsaan pengusaha akan negaranya dan secara tidak langsung telah n memperkenalkan Indonesia ke luar negeri. Sebab, selain pariwisata, perdagangan juga dapat menarik pengunjung mancanegara untuk datang ke sebuah negara. “Lihat saja Malaysia, Hongkong, Thailand dan lainnya, dengan merk yang mereka gunakan sendiri, sehingga negaranya banyak dikunjungi hanya sekadar berbelanja,” tambah nya.

Menurutnya, untuk saat ini produk dalam negeri sudah siap untuk bersaing di pasar global. Bahkan, lanjutnya, produk Indonesia sudah mulai dilirik artis Hollywood. “Produsen semakin memperhatikan kualitas produknya serta memberikan sentuhan inovasi kreatif di produk mereka. Percaya atau tidak, produk kita sudah dilirik oleh artis Hollywood kok,” ungkapnya.

Dipaparkannya, program “Made in Indonesia” akan membuat produk luar negeri yang masuk ke Indonesia harus memakai label Indonesia, sehingga akan memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mengetahui komposisi kandungan dari produk itu sendiri.

“Made in Indonesia akan mempermudah konsumen, karena sudah menggunakan bahasa Indonesia, mulai dari keterangan produk hingga komposisi yang terkandung dalam produk itu sendiri,” pungkasnya Dintono. (ram)

Polisi Sarankan Warga Laporkan Warsito

Ibu-ibu Minta Bebaskan Tersangka Bentrok Antar Warga

DELI SERDANG- Ratusan wanita dan anak-anak mendatangi Mapolres Mapolres Deli Serdang, Rabu (14/12). Mereka menuntut Kapolres Deli Serdang melepaskan sembilan warga Desa Sena, Batang Kuis  yang ditetapkan tersangka dalam kasus pembakaran rumah Warsito alias Anto Lembu.

Massa datang ke Mapolres itu dengan menumpangi angkutan umum sebanyak 25 unit. Setelah berorasi sekitar 45 menit di depan Mapolres, 10 orang perwakilan massa diterima untuk melakukan dialog di ruang Kamtibmas Polres Deliserdang.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Deliserdang Kompol Pati Oloan Siahaan dihadiri Kasat Intelkam AKP Sucipto Samosir, Kasat Reskrim AKP Angoro Wijaksono SiK, serta Kapolsek Batangkuis AKP Kasmir hanya mendenggar serta menampung aspirasi warga.

Sebelumnya, massa menilai polisi telah berpihak dan tidak melakukan prosedur dalam menangani kasus pembakaran rumah Anto Lembu. Bahkan, massa menilai penangkapan yang dilakukan polisi sama seperti penculikan. Pasalnya, penangkapan yang dilakukan polisi tidak dilengkapi dengan surat perintah penangkapan.

Seperti diakui warga, Sri Agustina (27), istri dari Syafrizal (33) dihadapan Kepala Bagian Ops Polres Deli Serdang Pati Oloan Siahaan. “Suami saya dijemput pukul 04.00 WIB , seenaknya saja  dibawa membawa dan suami saya langsung dipenjarakan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Eliani (50) menyampaikan,  putranya, Akmal Fahmi (24)  juga ikut ditangkap, setelah ditelepon polisi. Padahal, saat kejadian putranya itu tidak mengetahuinya karena sedang berada di Desa Sei Merah, Deli Serdang.
“Anak saya tinggal Desa Sei Merah, malam itu sengaja datang mau bawa saya berobat. Eh tak tahunya ditangkap di jalan,” sebutnya.

Sejumlah wanita meminta polisi bertindak adil, karena sejauh ada kesan lebih membela kepentingan Anto Lembu. Padahal, bentrokan yang berujung pembakaran rumah tersebut dikarenakan ada latarbelakang pelemparan bom molotov di pos  tani Pujasena.

Menanggapi teriakan perempuan itu, Kompol OP Siahaan menyatakan dalam penyelidikan maupun penyidikan kasus, pihaknya melakukan prosedur hukum. Dipastikannya, seluruh keluhan para wanita itu akan disampaikan kepada Kapolres Deli Serdang untuk ditindaklanjuti.

“Tapi, apabila ada anggota polisi yang melakukan tindakan kekerasan terhadap suami ibu-ibu. Silahkan laporkan ke Propam,”sarannya.

Kepada, Siahaan mengatakan warga Desa Sena yang berada di Dusun I sampai X dipersilahkan membuat laporan agar polisi bisa memanggil kubu Anto Lembu.

“Kami tak memihak ke kelompok mana pun  dalam bentrokan tersebut, tapi kami tetap proses sesuai prosedur,” sebutnya.

Untuk diketahui, dua kelompok pemuda dari Pujasena dan Pemuda Pancasila terlibat bentrokan Jumat (9/12) lalu. Dalam insiden itu, dua pemuda dan seorang anggota TNI mengalami luka serius. Konflik berlanjut pada Minggu (11/12), di mana sekelompok pemuda merusak dan membakar rumah Anto Lembu hingga menghanguskan sebagian bangunan rumah, mobil, dan sepeda motor. Isu yang beredar, perseteruan dua kelompok itu dilatarbelakangi perebutan tanah eks PTPN.(ari/btr)

Kapolres Amankan CPO Ilegal

PAKPAK BHARAT-  Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom Sik menangkap satu unit Mobil Box Colt Diesel No Pol BM 9811 TD. Truk itu diamankan karena mengangkut Crunch Palm Oil (CPO) ilegal.

Truk tersebut diamankan, Selasa (13/12) sekira pukul 22.00 di Desa Natimbo, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Pakpak Bharat. Dalam pengamanan itu, Polres Pakpak Bharat menetapkan lima orang sebagai tersangka. Kelima orang itu berinisial, Suhirman (50) warga Hamparan Perak sebagai supir, Irwan (37) warga Hamparan Perak sebagai kernet, Iwan Syahputra (34) warga Batubara-Asahan sebagai pembuka segel dimobil tangki, Kijol Sitorus (37) warga Kuala Tanjung sebagai Humas dan Budi Silalahi (34) warga Sukaramai Kabupaten Pakpak Bharat sebagai pekerja.

Kapolres Pakpak Bharat AKBP Giueseppe Reinhard Gultom Sik melalui Wakapolres Kompol Bulmar Pasaribu saat dikonfirmasi Rabu (14/12) di ruang kerjanya membeberkan, CPO yang ditangkap itu ada kemungkinan berasal dari hasil pencurian dari sejumlah truk tangki CPO yang melintas di kawasan tersebut.

Saat ditangkap mobil box  itu mengangkut drum berisi CPO tanpa dokumen. Dalam penangkapan itu ditemukan sebanyak 4 drum potong, 19 drum berisi CPO dan 12 drum kosong. Kemudian ada juga diamankan selang, mesin pompa dan tenda plastik biru. (mag-14)

1.300 Guru Sertifikasi Dipungli Rp130 Juta

RAYA- Sebanyak 1. 300 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS penerima tunjangan sertifikasi dipungli Kepala Bidang Pendidikan Dasar Simalungun Wasin Sinaga sebesar Rp100 ribu per orang. Pungli itu ditotal berjumlah Rp130 juta dilakukan demi memperlancar berkas guru untuk pencairan tahap kedua.

Seorang kepala sekolah dasar berinsial JS di Kecamatan Panombeian Panei ditemui di ruangannya Rabu (14/12) menyebutkan, pengurusan berkas guru penerima tunjangan sertifikasi sedang dilaksanakan di Disdik. Pengurusan berkas bertujuan persiapan pencairan tahap kedua yang akan dicairkan pada akhir Desember ini. “Memang benar diminta uang sama guru-guru. Sebenarnya bukan Rp150 ribu, tapi Rp100 ribu, gunanya untuk pengurusan berkas itu. Kalau tujuan lain uang itu saya tidak tahu,” ungkapnya.

Dikatakannya, uang disetorkan ke Kasi Tenaga Kependidikan, Donna br Sianturi. Oleh Donna, uang itu akan disetorkan kepada Kabid Dikdas Wasin Sinaga. Disebabkan takut diperlambat berkasnya, dia pun terpaksa memberikan uang Rp100 ribu kepada br Sianturi.

Kabid Dikdas Wasin Sinaga dihubungi melalui telepon selulernya membenarkan pungli Rp100 ribu kepada 1300 guru penerima sertifikasi di Simalungun. Dia berkilah uang ini digunakan untuk pengurusan berkas para guru penerima ini ke Medan. (ral/smg)

Perizinan Satu Pintu Hilangkan Citra Negatif

BERASTAGI- Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Pemprovsu menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk membentuk sinergitas dengan instansi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kabupaten/kota se- Sumut.

Pernyataan itu disampaikan Kepala BPPT Pemprovsu Oloan Sihombing SH M Hum pada pekan lalu di Berastagi. Dalam paparannya dihadapan peserta rakor pengawasan dan pengendalian terkait perijinan dan non perijinan dengan instansi PTSP kabupaten/kota, Oloan menegaskan untuk menghilangkan citra negatif dan menciptakan serta merealisasikan sebuah pelayanan publik, maka satu diperlukan satu langkah perencanaan dan komitmen.

Dia menyebutkan pelayanan dengan sistem tersebut sebagai bentuk untuk meningkatkan nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap pelayanan perizinan, juga berdampak positif terhadap Indeks Persepsi Korupsi (IPK) di Pemprovsu diharapkan bisa menciptakan iklim investasi  semakin kondusif, sehingga Sumut bisa menjadi referensi bagi para investor dalam menanamkan modalnya di daerah ini. (ila)

230 Bal Monza Asal Malaysia Gagal Beredar

MEDAN- Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan mengagalkan penyelundupan 230 bal barang bekas (monza) asal Malaysia dari perairan di Deli Serdang, Sumut, Rabu (14/12) dini hari. Rencananya, pakaian bekas itu akan dikirim ke Kuala Tanjung, Sumut.

“Pakaian bekas itu tiba sekitar pukul 03.00 WIB tadi pagi, saat personel sedang melakukan patroli rutin. Tim patroli mengamankan satu kapal membawa pakaian bekas asal Malaysia. Kapal maupun barang bawaannya tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen surat yang lengkap,” kata Danlantamal I Belawan, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Bambang Soesilo, Rabu (14/12) kepada wartawan.

Bambang menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara, ratusan bal tersebut berisi pakaian bekas dan tidak menutup kemungkinan adanya barang lain yang dimasukkan dalam tumpukan pakaian tersebut.

“Akan terus dilakukan pemeriksaan karena bisa jadi kamuflase penyeludupan narkoba menggunakan metode baru,” sebutnya.

Dalam patroli tersebut, TNI AL mengamankan kapal bertuliskan GT 7S5 No 1398 itu dan mengamankan dua awak kapal. Hingga kini, kedua tersangka  beserta barang bukti pakaian monza masih diamankan di Lantamal I Belawan.
Sementara itu, nakhoda kapal itu, Herman (30) mengatakan itu merupakan kerja pertamanya dan mendapatkan upah sebesar Rp1 juta. Dia tidak mengetahui, siapa orang yang akan menerima barang tersebut di Kuala Tanjung. “Saya belum pernah mengirim ini sebelumnya. Saya juga tak tahu, ini barang milik siapa dan siapa penerimanya. Saya hanya disuruh membawa,” katanya. (jon)

Ternak Babi di Tanjung Mulia Ilir

081265333xxx

Pak Wali Kota kapan dituntaskan ternak babi yang di Kelurahan Tanjung Mulia Ilir? Sudah beranak pinak lho…Terima kasih.

Waktu Tiga Hari

Terimakasih untuk informasinya dan kami tindaklanjuti. Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 23 tahun 2009, penertiban ternak babi terus berlanjut sampai benar-benar habis. Untuk itu, bagi pemilik ternak babi di Kelurahan Tanjung Mulia Ilir, kita berikan waktu tiga hari paling lama kepada pemilik supaya mengosongkan kandangnya. Bila tidak kosong dalam waktu tersebut, kita angkut paksa semuanya.

Ir Wahid
Kadistanla Kota Medan

Harus Saling Menguntungkan

Kita (DPRD Medan, Red) jelas mendukung penertiban babi. Buktinya, kita menyetujui anggaran penertiban ternak babi sebesar Rp500 juta di APBD 2012. Jadi, peternak babi harus bisa mengalihkan usahanya ke usaha lain. Seperti ternak itik atau ikan lele yang sudah disediakan Pemko Medan. Untuk jumlahnya, juga sudah dibahas dan disyahkan dalam rapat paripurna. Jadi, untuk jumlah ternak itik akan diberikan 50 ekor per kepala keluarga (KK) dan untuk lele akan diberikan ribuan ekor per KK secara cuma-cuma oleh Pemko Medan.

Tapi mengingat hewan ternak babi juga diperuntukan untuk acara adat, khususnya suku Batak, pemko juga harus memikirkan dan mencari lahan yang mudah untuk para peternak babi, seperti di pingir laut. Karena kalau di lokasi lain, takutnya lingkungan akan tercemar. Jangan sampai untuk daging babi yang dibutuhkan untuk adat harus import dari negara tetangga.

Mengenai relokasi, pemko dapat menggandeng investor untuk pembangunan insfratruktur ternak babi sesuai dengan lahan yang ada. Jadi, Pemko Medan yang sediakan lahan, investor menyediakan kandang untuk menampung kotoran babi agar tidak terjadi pencemaran. Dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup harus menyediakan tangki untuk menampung kotoran ternak babi tersebut.

Parlaungan Simangunsong
Ketua Komisi D DPRD Medan

Baju Dikencingi, Tahanan Dan Polisi Ricuh

BINJAI- Penghuni rumah tahanan sementara Polres Binjai ricuh. Insiden itu disulut oknum petugas penjaga tahanan berinisial Bripka J diduga mengencingi pakaian dan surat Yasin puluhan tahanan di Mapolres Binjai, Selasa (13/12) sekira pukul 20.30 WIB.

Informasi yang diterima Sumut Pos di Mapolres Binjai menyebutkan, malam itu para tahanan seperti biasanya saling bercerita satu sama lain. Mulai bercerita pengalaman hidup hingga soal penderitaan akibat perbuatannya.

Tapi, secara tiba-tiba oknum polisi yang disebut-sebut berinisal Bripka J datang dan mengumpulkan pakaian puluhan para tahanan itu. Lantas, pakaian yang sudah dikumpulkan dibawa ke sebuah ruangan. Ternyata, pakaian para tahanan itu sudah berbau kencing atau air seni.

Spontan, mayoritas tahanan yang beragama Islam berang. Sebab, dalam pakian yang dikumpulkan itu diketahui ada buku surat Yasin dan peci atau lobe yang digunakan tahanan untuk melaksanakan salat.

Merasa dihina, para tahanan muslim ribut dan menggoyang jeruji besi. Mendengar adanya itu, petugas Provos yang berjaga malam itu langsung mengambil sikap. Langsung menyampaikan Provos Polres Binjai langsung mengembangkan kasusnya dan mencari Bripka J untuk diperiksa.

Sedangkan tahanan di Polres Binjai yang ada di Polres Binjai langsung dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II A Binjai, di Jalan Gatot Subroto, Binjai Barat. Kebijakan itu diambil dikarenakan kondisi di Mapolres Binjai memanas.

Kapolres Binjai AKBP Musa Tampubolon saat dikonfirmasi via Handphone terkait masalah tersebut langsung membantahnya. “Tidak benar pak, saya masih dalam perjalanan dari Poldasu menuju Polres Binjai,” jawabnya via SMS.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Ronni Bonic yang  juga dikonfirmasi via Hp terkait masalah tersebut enggan mengangkat selulernya. Bahkan, ketika di SMS, AKP Ronni Bonic enggan menjawab hingga berita ini dibuat. (dan)

Rekayasa Kasus di Polsek Lubuk Pakam

081376092xxx

Yth Bapak Kapolri tindak dengan tegas pelaku rekayasa perkara penangkapan, penahanan, dan penyanderaan pasutri di Polsek Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Penyidik pembantu atas penangkapan dan penahanan, penyanderaan pasutri dalam tuduhan penggelapan mobil ternyata tidak benar. Kemudian direkayasa kembali menjadi penipuan. Terkesan mencari-cari kesalahan untuk melakukan penahanan terhadap pasutri yang saat ini dijebloskan ke dalam Lembaga Pemasyarakatan dalam status titipan. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terimakasih.

Sudah Cukup Bukti untuk Penahanan

Kasus itu adalah penggelapan yang sudah dalam proses penyidikan Satreskrim Polres Deli Serdang. Dari penyidikan itu sudah cukup bukti untuk melakukan penahanan terhadap tersangka. Dalam kasus ini telah dilakukan penyidikan sesuai prosedur dan dilaksanakan secara profesional sebagaimana instruksi Kapoldasu Bapak Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro. Terimakasih.

AKBP H Wawan Munawar SIK MSi
Kapolres Deli Serdang